Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    153 research outputs found

    Pembuatan Busana Ready To Wear dengan Bordir Motif Akar Bertaut dan Aplikasi Origami

    No full text
    ABSTRAK   Bamega, T.F. 2017. Pembuatan Busana Ready To Wear dengan Bordir Motif Akar Bertaut dan Aplikasi Origami. TugasAkhir, JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dra. Hapsari Kusumawardani, M. Pd.   Kata Kunci :Pembuatan Busana ready to wear, teknikaplikasi .   Pembuatan busana ready to wear terinspirasi dari motifkhas Kalimantan yaitu motif akar bertaut  yang memiliki makna persatuan dan kesatuan. Motif tersebut dari suku dayak serta memiliki ciri khas yaitu bentuk akar yang saling bertautan. Motif akar bertaut dapat dijumpai pada kain tenun asli Kalimantan. Dari motif akar bertaut penulis mewujudkandalambentukbordir yang diterapkanpadabusanaready to wear. Ditambah dengan sentuhan origami yang bertujuan agar busanaterlihatlebih modern. Aplikasi yang digunakan membutuhkan perhitungan yang sesuai dengan panjang atau lebar bidang yang akan dihiasdengan aplikasi tersebut, sehingga terlihat rapidan indahpenerapanaplikasinya. Cara perawatan busana ready to wearagar tahan lama dan tidak mudah rusak yaitu dengan cara menghindari hal-hal berikut: rendam dalam detergen,jangandijemurdibawahpaparansinarmataharisecaralangsung,strikadengansuhusedang,dan simpan ditempat yang kering. Simpulandan saran    pemilihan origami danbordir motif akarbertautpadabusana Ready To Wear dimaksudkanuntukmenambahkesan modern sertakhas Kalimantan. Diperlukan ide yang matang sebelum pembuatan desain, dan memperhatikan detai-detail busana dengan baik seperti bahan, creative fabric, teknik, dan lain-lain.Lebihbaikjikamenggunakankupnatpinggangbagiandepan agar busanalebihindahsaatdikenakan, dansebaiknya menambahkanaksesoris yang menunjangunsur Kalimantan padasaatdikenakan, agar busanamenampilkannuansakhas Kalimantan

    PEMBUATAN BUSANA READY TO WEAR DENGAN KONSEP "NEODYNAMIC"

    No full text
    ABSTRAK Octavia, Neja Putri. 2017. Pembuatan Busana Ready to Wear dengan Konsep “Neodynamic”. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Anik Dwiastuti, S.T., M.T. Kata Kunci: Busana ready to wear, Neodynamic Busana ready to wear adalah busana yang dibuat dalam kondisi siap pakai dengan ukuran yang sesuai standar. Konsep busana ready to wear ini terinspirasi dari budaya Kalimantan dengan menggunakan warna dasar hitam serta penambahan creative fabric origami. Salah satu tema dalam trend fashion 2017 adalah Neodynamic berasal dari kata Borneo (Kalimantan) dan dinamis. Ada beberapa unsur budaya Kalimantan yang diterapkan dalam busana ready to wear adalah warna khas Kalimantan yaitu warna hitam, merah, kuning dan putih, serta motif akar bertaut yang berasal dari Kalimantan barat. Pembuatan busana ready to wear dengan konsep Neodynamic terdiri dari beberapa tahapan yaitu membuat konsep desain (tema, storyboard, moodboard, desain sketsa), proses produksi (desain produksi, pengambilan ukuran, perencanaan alat dan bahan, pembuatan pola, peletakan pola pada kain, cutting, proses menjahit dan pengendalian kualitas). Kesimpulan dari pembuatan busana ready to wear dengan konsep Neodynamic yaitu pada teknik jahit creative fabric dan bordir motif pada kemeja dan celana kurang tepat, hasil jadi jumlah creative fabric dan bordir motif tidak sesuai dengan desain produksi, hasil jahit creative fabric origami kurang rapi, ada beberapa kampuh yang terlihat. Sehingga penulis memberi saran, sebaiknya kemeja dan celana dijahit terlebih dahulu tanpa memasang creative fabric dan bordir motif, pada saat menjahit creative fabric dan bordir motif lebih teliti dan memperhatikan penataan bordir motif agar hasil jadi busana rapi tanpa ada kampuh yang terlihat.  

    PEMBUATAN BUSANA AVANT GARDE DENGAN FABRIC MANIPULATION TECHNIQUE LIPIT JARUM

    No full text
    ABSTRAK   Maulida, Erisa Tria. 2018. Pembuatan Busana Avant Garde dengan Fabric Manipulation Technique Lipit Jarum. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Nurul Aini, M.Pd   Kata Kunci :Avant Garde, Fabric Manipulation Technique, Lipit  Jarum   Tujuan dalam pembuatan busana avant garde ini adalah sebagai penuangan kreativitas dan inovasi, sekaligus menambah referensi dan pengetahuan tentang pembuatan busana avant garde dengan fabric manipulation technique lipit jarum. Busana avant garde ini terinspirasi dari rumah seribu kaki (mod aki/igkojei) yang di padu padankan dengan gaya eksotis. Penulis membuat inovasi baru dengan membuat fabric manipulation yang terinspirasi dari atap rumah seribu (mod aki/igkojei). Busana avant garde ini menggunakan bahan utama suede fiesta dan kain ateja, busana ini terdiri dari satu bagian (onepiece) yaitu midi dress pas badan bentuk span, tanpa lengan, kerung leher bulat tanpa kerah, dan ditambah dengan pelengkap busana hiasan pinggang yang terbuat dari rotan dan dililit dengan benang rajut katun. Kesimpulan dalam pembuatan busana avant garde ini adalah Penulis menciptakan busana avant garde dengan fabric manipulation technique  lipit jarum, busana avant garde ini terinspirasi dari rumah seribu kaki (mod aksa/igkojei), suku Arfak, Papua Barat. Busana avant garde ini terdiri dari satu bagian (onepiece) yaitu midi dress, serta menggunakan pelengkap busana pada hiasan pinggang dan hiasan leher, busana avant garde ini menggunakan creative fabric, fabric manipulation lipit jarum, bahan yang digunakan pada busana avant garde ini adalah kain suede fiesta, kain ateja sebagai bahan utama, hiasan leher dan hiasan pinggang yang terbuat dari rotan dan dililit dengan benang rajut katun. Pada proses pembuatan fabric manipulation technique ukuran tidak sama, sehingga bentuk lipit tidak konsisten, pada proses pelilitan benang rajut tidak rapi, karena menggunakan teknik yang salah. Saran dalam pembuatan busana avantgarde ini adalah, seharusnya pada proses pembuatan fabric manipulation lipit jarum harus menggunakan ketelitian, agar hasil dari fabric manipulation lipit jarum sesuai dengan bentuk badan peragawati dan antar lipit jarum konsisten ukurannya. Seharusnya pada proses pelilitan benang rajut pada hiasan rotan, antar ring kecil dan bagian rongga rotan di seimbangkan posisinya dengan mengikat setiap bagian sisi ring rotan pada bagian rongga rotan, dan pada proses lilitan disarankan menggunakan double tip terlebih dahulu agar benang rajut tidak mudah susut saat dililit dan terlihat rapi

    Cutting Dress pada Pembuatan Busana Ready to Wear "Fancy Digitally"

    No full text
    ABSTRAK   Vania, Putri. 2018.Cutting Dress Pada Pembuatan Busana Ready To Wear “Fancy Digitally". Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati,S.Pd.,M.Sn.   KataKunci: Cutting, dress, ready to wear, fancy digitally. Pemilihan teknik cutting pada busana ini karena teknik cutting memiliki tingkat kesulitan yang tinggi serta melambangkan sifat Digitarian yang ingin bereksperimen hal-hal yang baru dan berbeda, sehingga diwujudkan pada busana ready to wear “Fancy Digitally” ini. Teknik cutting ini di terapkan dalam bentuk dress. Istilah dress berasal dari Bahasa Inggris yang memiliki arti gaun.Gaun adalah sepotong pakaian yang mempunyai bagian badan atas (bodice) dan rok bawah (skirt). Dress ini termasuk jenis busana ready to wear yaitu busana yang dibuat dalam kondisi siap pakai dengan menggunakan acuan ukuran standar yang telah ditetapkan. Busana ini memiliki judul Fancy Digitally. Kata Fancy berasal dari Bahasa Inggris yang artinya adalah keceriaan, sedangkan Digitally juga berasal dari Bahasa Inggris yang artinya adalah kecanggihan. Pemilihan judul Fancy Digitally memiliki makna keceriaan dan kecanggihan. Keceriaan melambangkan nuansa dari busana ready to wear yang memiliki warna-warna cerah dan berani. Sedangkan kecanggihan melambangkan inspirasi dari busana yaitu mobil Mini Cooper dengan segala kecanggihannya. Proses pembuatan busana ready to wear ini terdiri dari pembuatan desain, persiapan alat, pengukuran, pembuatan pola, pembuatan rancangan bahan dan harga, proses cutting, proses menjahit hingga proses finishing. Kesimpulan pada pembuatan busana ini adalahmembutuhkan kecermatan dalam mengukur pada proses pembuatan pola karenaterdapat banyak potongan serta  proses pemasangan furing yaitu ada beberapa yang tidak terjahit sehingga kurang rapi. Proses pressing pada bahan organza harus dilakukan secara hati-hati karena kain organza memiliki permukaan yang licin dan tipis sehingga mudah robek jika salah menentukan suhu setrika. Proses pressing yang kurang maksimal akan menyebabkan hasil akhir dress terlihat agak kusut

    Pembuatan Minidress dan Rok Asimetri pada Busana Ready to Wear

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Frida. 2018. “Pembuatan Minidress dan Rok Asimetri pada Busana Ready to Wear”. Tugas Akhir, Pendidikan Vokasi, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Idah Hadijah, M.Pd.   Kata Kunci: Ready to wear, generasi Z, Digitarian, urban fashion, street style, minidress dan rok asimetri. Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia di samping kebutuhan makanan dan tempat tinggal. Hal inipun sudah dirasakan manusia sejak zaman dahulu dan berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia. Saat ini busana terbagi ke dalam beberapa jenis, salah satunya adalah ready to wear. Ready to wear, merupakan busana siap pakai yang diproduksi massal dan diproduksi dalam berbagai ukuran dan warna berdasarkan satu desain yang membawa label nama seorang desainer. Busana ini dapat langsung dibeli dan dikenakan tanpa harus melakukan pengukuran badan terlebih dahulu. Penulis ingin mewujudkan busana wanita yang dapat mewakili karakter dari generasi Z yang terbuka dengan perubahan zaman, kuat, dan berani mengekspresikan dirinya. Penulis mengkolaborasikan tema Digitarian dengan unsur urban fashion dan mengemasnya ke dalam tampilan street style. Serta mengkombinasikan garis desain yang tegas, potongan asimetris, bahan transparan dan warna yang bersebarangan penulis merepresentsikan semua unsur tersebut ke dalam bentuk minidress dan rok asimetri. Busana yang dihasilkan adalah minidress dengan desain sederhana yang sporty, serta rok asimetri yang berani dengan potonganya. Kesimpulan dari pembuatan minidress dan rok asimetri ini adalah minidress yang sedikit kebesaran ketika dipakai, jahitan belahan dan kelim rok berbahan sifon kurang rapi, dan pada saat menjahit bahan kulit imitasi dioleskan minyak mesin jahit pada permukaanya untuk mempermudah proses menjahit. Serta saran untuk pembuatan busana ini adalah sebaiknya pembuatan pola minidress tidak diberi kelonggaran karena sifat bahan yang lentur, bahkan sebaiknya dikurangi agar ketika dipakai benar-benar pas, dan sebaiknya pada rok berbahan sifon setiap kali selesai menjahit dilakukan pressing agar hasil jahitan benar-benar rapi

    Variasi Aplikasi pada Model Asimetris Busana ready To Wear

    No full text
    ABSTRAK   Anggarani, Elmi. 2018. Variasi Aplikasi pada Model Asimetris Busana ready  To Wear. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Progam Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. IdahHadijah, M.Pd.   Kata Kunci: Aplikasi, variasi, ready to wear, asimetris, Digitarian. Seiring berjalannya waktu dan fashion style terus berkembang, menumbuhkan ide-ide baru sebagai fashion design dengan merancang sebuah konsep. Salah satunya yaitu busana ready to wear yang melahirkan trend  label busana muslim siap pakai oleh desainer muda dan memiliki kecukupan dalam kreatifitas dan inovatif dalam segi desain maupun teknik pengerjaannya yang simple untuk busana harian. Model busana asimetris merupakan bagian dari tema Digitarian yang modern, variasi aplikasi menjadi ciri khas pada busana dengan mengubah dari kain polos menjadi bervariasi yang lebih stylist menggunakan warna pastel yang  disusun secara bertumpuk dengan bahan linen yang memiliki serat kain jelas sehingga menonjolkan creative fabric berupa rawis. Hal tersebut diwujudkan pada model busana two piece dengan style feminim yang di kolaborasikan pada long dress yang memberikan keanggunan seorang muslimah sedangkan outer sebagai padu padan long dress agar terlihat fashionable namun tidak menyimpang dari syariat islam. Hasil dari pembuatan busana variasi aplikasi pada model asimetris busana ready to wear ini adalah variasi aplikasi kurang rapi pada perawisan dan teknik penjahitan, karena pada saat memotong variasi tidak sesuai arah serat kain, outer terlihat kurang rapi baik proses penjahitan maupun pecah pola kurang tepat pada bagian lidah kancing sembunyi tengah muka, ukuran pola hanya 3 cm kemudian harus menyambungkan dengan kain. Saran pembuatan busana, sebaiknya  saat memotong variasi aplikasi lebih diperhatikan dengan mengikuti arah serat, agar hasil perawisan terlihat rapi, pada bagian lidah kancing sembunyi melebarkan pola sebanyak 12 cm pada tengah muka Outer, perlu ketelatenan dan lebih teliti saat proses menjahit maupun pembuatan pecah pola

    PENGGUNAAN KAIN LURIK PADA PEMBUATAN BUSANA READY TO WEAR DELUXE

    No full text
                                                                     ABSTRAKChoriyah, Dewi Nur. 2017. Penggunaan Kain Lurik Pada Pembuatan Busana Ready To Wear Deluxe. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn.Kata Kunci: Ready To Wear, Kain LurikBusana ready to wear atau busana yang siap pakai (busana jadi) merupakan busana massal yang diproduksi dalam berbagai ukuran dan warna berdasarkan satu desain. Busana ini merupakan busana yang siap pakai, dan tingkat pembuatannya tidak selalu rumit, tetapi ada bagian-bagian tertentu yang dipertimbangkan seorang perancang dalam membuatnya, bagian tersebut biasanya yang akan di  tonjolkan dalam sebuah rancangan. Penulis memilih busana Ready To Wear karena busana ini dapat digunakan sehari-hari maupun kesempatan khusus seperti pesta.Kain lurik yang berasal dari kata lorek, dalam bahasa Jawa kuno lorek berarti lajur atau garis, belang, dan dapat pula berarti corak. Maka dapat dipahami mengapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur kain tenun bercorak lajur atau lajuran dan belang-belang. Lurik memiliki makna, tradisi, adat dan kepercayaan bagi orang Jawa, baik dikalangan atas/ningrat maupun rakyat. Fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa, begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya.Busana ready to wear deluxe dengan kain lurik ini terinspirasi dari bentuk stupa candi borobudur  yang dipadupadankan dengan kain lurik sebagai ciri khas dari Jawa Tengah. Model yang dipakai pada pembuatan busana ready to wear deluxe ini terdiri dari mini dress, rok A, dan aksesoris gelang. Busana ready to wear deluxe yang dimaksud adalah busana yang digunakan untuk kesempatan khusus dan warna-warna yang menyerupai batu-batuan dari stupa candi borobudur

    penerapan tali china (sengkelit) pada rok avant garde

    No full text
    ABSTRAK   Anggraini, Annisa. 2018. “Pengaplikasian tali china (sengkelit) pada rok avant garde”. Tugas Akhir, Pendidikan Vokasi, Program Studi Diploma II ITata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nurul Hidayati, S.Pd, M.Sn.   KataKunci: Busana Avant Garde, Pengaplikasian tali china (sengkelit) Busana avant garde merupakan busana yang memiliki daya kreativitas dans eni yang tinggi. Dalam perwujudannya pun, busana avant garde menciptakan bentuk yang tidak biasa bagi masyarakat awam, yaitu busana yang dipergunakan pada saat-saat tertentu (khusus). Busana ini biasanya menggunakan bahan, mode dan teknik jahit yang khusus pula. Busana khusus terdapat berbagai macam, salah satunya adalah busana avant garde, Busana avant garde termasuk busana yang digunakan dalam kesempatan khusus karena hanya dikenakan pada saat-saat tertentu saja, seperti pada acara panggung peragaan busana atau pesta dengan tema khusus. ”Konsep desain busana yang terinspirasi dari kecantikkan burung bidadari Halmahera. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan cara pembuatan busana avant garde dengan mengaplikasikan tali china (sengkelit) pada busan, konsep desain, sketsa, desain produksi, persiapan alat dan bahan yang digunakan, pengambilan ukuran, pemilihan bahan, pembuatan pola dasar dan pecah pola, cutting, sewing, finishing,fitting, final fitting dan pemeliharaan busana. Kesimpulan dan saran dalam pembuatan busana ini yaitu, bagian creative fabric rok yang berbahan benang tidak rapi dan tidak dapat menempel secara sempurna pada rok mini, dikarenakan terlalu berat untuk ditempelkan pada rok, lebih baik menggunakan bahan yang tidak berat untuk lapisan belakang benang

    PENERAPAN CREATIVE FABRIC ZIPPER BERBAHAN METTAL PADA BUSANA AVANT GARDE

    No full text
    ABSTRAK   Busana Avant Garde merupakan busana yang menuangkan ide kreativitas dengan tingkat penciptaan terbaru serta nilai seni yang tinggi, mewujudkan bentuk yang muncul dari ide dan menciptakan bentuknya sendiri, dan secara awam sering dipandang eksentrik. Konsep desain busana yang terinspirasi dari pengasingan seorang putri dikerajaan Buleleng. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan cara pembuatan busana Avant Garde“Penerapan Crative Fabric Berbahan Mettal Zipper”, yang terdiri dari 3 potong busana yaitu bustier, outer, dan celana wanita, dengan penerapan creative fabric mettal zipper, membuat konsep desain busana avant garde, sketsa, dan desain produksi, persiapan alat dan bahan yang digunakan, pengambilan ukuran, pemilihan bahan, pembuatan pola dasar dan pecah pola,cutting, sewing, finishing, final fitting, dan pemeliharaan busana. Kesimpulandan saran dalam pembuatan busana ini yaitu, Bagian outer tidak rapi dan tidak dapat berdiri kokoh atau tegak, creative fabric yang dijahit pada outer tidak rapi karena zipperterlalu tebal dan bertumpuk, lebih baik pada saat membuat outer agar terlihat rapi zipper yang digunakan sebagai creative fabric dalam menjahitnya diberi jarak, dan sebaiknya outer diberi bingkai yang berbahan rotan agar terlihat kokoh dan tegak

    Penerapan Garis-garis Diagonal Sebagai Hiasan pada Busana Muslim Ready to Wear

    No full text
    ABSTRAK   Mafiyah, Nila Anggraini. 2018. “Penerapan Garis-garis Diagonal Pada Busana Muslim ready to wear”. Tugas Akhir, Pendidikan Vokasi, Program studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Agus Sunandar, S.Pd.,M.Sn. Kata Kunci: busana muslim ready to wear, digitarian, style busana klasik, garis diagonal Seiring berjalannya waktu dan perubahan pada lingkungan serta teknologi, mode pun ikut mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Kreasi dan inovasi dalam dunia fashion busana muslim terus berkembang melalui konsep dan ide-ide baru . Busana muslim ready to wear adalah busana muslim yang siap pakai yang pemakaiannya tidak membutuhkan waktu lama, praktis dan mudah digunakan serta tidak perlu melakukan pengukuran badan serta masih memenuhi syariat Islam dalam adab berpakaiannya. Melihat peluang tersebut penulis ingin mewujudkan busana muslim  ready to wear dengan megambil tema Digitarian yang ditampilkan dengan cara mengkolaborasikan ide yang  berani dengan berbagai gaya yang pernah digemari pada masa sebelumnya.             Penulis mengkolaborasikan tema Digitarian dengan Style busana klasik dengan siluet yang sederhana dan berkesan modern. Unsur Digitarian diwujudkan melalui garis diagonal yang diterapkan dalam bentuk hiasan pada A- line skirt.Dengan cara membuat bahan baru yang diwujudkan dari potongan bahan katun ima yang disetrika hingga menyerupai bentuk bisban, selanjutnya dilekatan pada rok bahan utama sesuai dengan tanda pola dan kemudian dijahit.Penulis memperkuat kesan modern pada busana dengan menggunakan warna tenang seperti putih, hitam, abu-abu.             Kesimpulan dari pembuatan busana muslim ready to wear ini adalah proses pembuatan hiasan garis diagonal yang diterapkan dalam A- line skirtmemerlukan ketelitian dan kesabaran dikarenakan prosesnya yang panjanng sampai hasil jadi busana muslim ready to wear. Serta Perlu perencanaan yang matang sebelum membuat desain busana agar hasilnya sesuai dengan harapan dan meminimalisir kesalahan.             

    0

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Busana - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇