SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Kajian Pengaruh Model Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa

    No full text
    Nilai hasil belajar merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar seseorang. Hasil belajar yang diperoleh oleh tiap individu tentu tidak sama, hal ini dikarenakan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu model pembelajaran. Penelitian ini akan mengkaji lebih mendalam mengenai kecenderungan pengaruh model-model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa pada berbagai kondisi serta mengenai perbedaan nilai signifikansi yang diperoleh dari berbagai penelitian yang telah dilakukan dengan tema yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan dengan kajian meta-analisis. Berdasarkan hasil seleksi data penelitian sebelumnya didapatkan sejumlah 51 data penelitian mengenai pengaruh suatu model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa. Analisis data menunjukkan bahwa: 1) Sebagian besar model pembelajaran inovatif memiliki potensi dalam menignkatkan hasil belajar kognitif siswa dikarenakan adanya berbagai strategi yang mendukung, 2) Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kuat lemahnya model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa diantaranya: sintaks model pembelajaran tidak sesuai dengan usia perkembangan siswa, sintaks sesuai ketika dipadukan dengan model pembelajaran lain, gaya belajar siswa, kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran, kemampuan akademik, serta ondtrumen penelitian yang digunakan tidak terstandard. Keywords:  Hasil Belajar Kognitif, Model Pembelajaran, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Model Pembelajaran

    Preferensi Pakan Berdasarkan Analisis komposisi Feses Merak Hijau (Pavo muticus Linneaus, 1766) Di Savana Bekol taman Nasional Baluran

    No full text
    ABSTRAKAshoffi, Anisa, Meilia. 2019. Preferensi Pakan Berdasarkan Analisis Komposisi Feses Merak Hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766) Di Savana Bekol Taman Nasional Baluran. Skripsi, Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi,M. Si. (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si.Kata Kunci: preferensi pakan, merak hijau, Savana Bekol Taman Nasional BaluranTaman Nasional didefenisikan sebagai kawasan alami yang luas yang difungsikan untuk melindungi proses ekologis dalam skala besar termasuk seluruh spesies, dan karakteristik ekosistem pendukung di area tersebut yang memiliki fungsi sebagai pusat ekosistem, lokasi penelitian dan edukasi, serta lokasi rekreasi yang menarik pengunjung dari berbagai macam kalangan. Taman Nasional diupayakan untuk menjaga fungsi habitat secara maksimal agar kelestarian satwa khas di Taman Nasional Baluran yaitu banteng (Bos javanicus d’Alton), kerbau liar (Bubalus bubalis Kerr.) dan merak hijau (Pavo muticus Linnaeus, 1766). Karakteristik Taman Nasional Baluran yaitu adanya padang savana yang luasnya 323.99 ha. Padang rumput merupakan habitat penting bagi satwa liar, bukan hanya sebagai tempat mencari makan namun juga sebagi tempat berkembang biak dan melangsungkan kehidupan bagi satwa padang rumput.Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui preferensi pakan merak hijau di habitat savana Bekol Taman Nasional Baluran berdasarkan analisis material feses dan untuk mengetahui peran ekologis merak hijau berdasarkan preferensi pakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan adalah metode cluster sampling. Obyek penelitian yang diamati berupa semua sample feses merak yang terdapat di beberapa cluster di Savana Bekol Taman Nasional baluran. Hasil dari penelitian ini bahwa keberadaan merak hijau dapat menentukan rona lingkungan berdasarkan tumbuhan yang tumbuh di habitat merak hijau. kondisi vegetasi tumbuhan bawah bersifat seragam dan nilai INP tertinggi yaitu tumbuhan pakan merak hijau. Tumbuhan preferensi pakan merak hijau di habitat savana Bekol Taman Nasional Baluran berdasarkan analisis material feses adalah Rottboellia exaltata L.f., Cyperus rotundus L., Eragrostis eragrostis  L., Salvia riparia Kunth, Acalypha indica L. dan Vachellia nilotica L. Peran ekologis merak hijau adalah sebagai dispersi biji tumbuhan pakan merak hijau itu sendiri yang tumbuh melalui biji yang terdapat di feses merak hijau dan sebagai penentu rona ekosistem suatu hutan

    PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 MALANG

    No full text
    RINGKASANFauziah, Rachma Ayu. 2019. Pengembangan Asesmen Kinerja pada Materi Sistem Sirkulasi untuk Mengukur Keterampilan Literasi Sains Siswa Kelas XI-B3 SMA Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si. Kata Kunci: asesmen kinerja, sistem sirkulasi, keterampilan literasi sains Keterampilan literasi sains perlu diterapkan dalam pembelajaran untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi kehidupan modern abad 21. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk memiliki standar kompetensi tinggi yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Kurikulum 2013 tentunya juga menuntut guru untuk dapat berperan aktif dalam penilaian siswa mulai dari proses hingga menjadi hasil belajar yang utuh. Guru perlu menggunakan asesmen yang sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung dalam proses pembelajaran. Penilaian autentik, salah satunya asesmen kinerja, dikembangkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan pada berbagai situasi nyata dan konteks tertentu. Asesmen kinerja dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui kemampuan siswa dalam proses, tanpa menunggu proses berakhir.  Tujuan penelitian adalah mengembangkan instrumen asesmen kinerja yang valid, praktis, dan efektif  untuk mengukur keterampilan literasi sains siswa pada materi sistem sirkulasi kelas XI di SMA Negeri 5 Malang. Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE. Model ADDIE dipilih karena memberikan kesempatan kepada pengembang untuk melakukan revisi berulang kali selama diperlukan, sehingga dapat menghasilkan suatu produk yang lebih baik. Analisis hasil validasi menunjukkan persentase rerata validasi ahli asesmen 96% (sangat valid), persentase rerata validasi ahli materi 99,6% (sangat valid), dan persentase rerata validasi praktisi lapangan 98% (sangat valid). Tingkat kepraktisan asesmen kinerja berdasarkan hasil analisis angket respon siswa dan praktisi lapangan didapatkan rerata 96,4% (sangat praktis). Kriteria ketuntasan belajar klasikal dikatakan efektif dengan persentase asesmen kinerja presentasi 91%, asesmen kinerja diskusi 86%, asesmen kinerja praktikum 100%, dan soal uji kompetensi aspek kognitif keterampilan literasi sains 89%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka asesmen kinerja yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai asesmen pembelajaran dan dapat mengukur keterampilan literasi sains pada materi sistem sirkulasi kelas XI di SMA Negeri 5 Malan

    Pengembangan Modul Materi Struktur Jaringan Hewan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan untuk Pembelajaran Remedi

    No full text
    RINGKASANFaradina, Ihda,W. 2019. Pengembangan Modul Materi Struktur Jaringan Hewan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan untuk Pembelajaran Remedi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.SiKata Kunci: modul, remedi, struktur jaringan hewanPerkembangan pendidikan di Indonesia tidak luput dari adanya sistem kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang  diterapkan di Indonesia dan sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional.  Kurikulum 2013 diharapkan dapat memperbaiki kegiatan belajar mengajar di kelas. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa setelah kegiatan belajar mengajar berakhir masih saja ada siswa yang belum menguasai materi pelajaran. Siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal harus dituntaskan melalui pembelajaran remedi sebelum melanjutkan pada kompetensi berikutnya.Pembelajaran remedi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa yang berimbas nilai siswa yang awalnya  kurang hingga siswa tersebut mencapai standar nilai yang ditetapkan.Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Pandaan diketahui sekitar 13 orang siswa yang harus mengikuti remedi dengan alasan soal yang diberikan pendidik terlalu sulit, kesulitan dalam menghafal bagian struktur jaringan, banyak istilah baru, gambar kurang menarik sehingga kurang mendorong motivasi belajar siswa. Selain itu, untuk melakukan pembelajaran remedi guru mengalami kesulitan dalam menentukan waktu, tempat, maupun mempersiapkan perangkat untuk melaksanakan pembelajaran remedi Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar alternatif berupa modul untuk remedi materi struktur jaringan hewan untuk kelas XI SMA Negeri 1 Pandaan yang tervalidasi, praktis dan efektif.Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE.Pengembangan model ini terdiri dari 5 tahap, dimana setiap tahap memiliki peranan penting dalam pengembangan yang akan dilakukan. Tahap pengembangan modul  dimulai dari analyze, design, develop, implemen, dan diakhiri dengan kegiatan evaluate  untuk melihat kelayakan modul. Validasi modul melibatkan 3 orang ahli meliputi ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli praktisi lapangan. Uji coba lapangan dilakukan melalui uji kepraktisan dan uji keefektifan kepada siswa kelas XI-MIA 7 SMA Negeri 1 Pandaan. Validasi oleh ahli materi diperoleh rerata total persentase sebesar 100%, maka disimpulkan bahwa modul pembelajaran remedi sangat valid.Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media pembelajaran sebesar 87.3% yang termasuk kategori valid. Hasil yang diperoleh dari ahli praktisi lapangan sebesar 92,68% yang termasuk kategori valid.Hasil uji keefektifan oleh siswa diperoleh nilai N-gain 0,704 maka menunjukkan tingkat keefektifan modul pembelajaran remedi yang dikembangkan memiliki keefektifan tinggi. Uji kepraktisan yang juga dilakukan oleh siswa diperoleh rerata persentase sebesar 90,86% maka dapat dikategorikan praktis

    Kajian Hubungan Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran

    No full text
    RINGKASAN Kusniawati, Tia. 2019. Kajian Hubungan Keterampilan Berpikir Kritis dengan Hasil Belajar Kognitif pada Beberapa Model Pembelajaran. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd., (II) Dr. Murni Saptasari. Kata Kunci: Keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, nilai korelasi. Keterampilan berpikir kritis merupakan aspekyang perlu dikembangkan pada siswa melalui proses pembelajaran yang berkualitas khususnya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Keterampilan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar kogitif, sehingga terdapat hubungan keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif. Penelitian mengenai hubungan keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar pada berbagai model pembelajaran sudah banyak, namun belum ada yang mengungkap gambaran keseluruhan dari hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian meta-analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) melihat  gambaran nilai korelasi antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif pada berbagai model pembelajaran, 2) mengungkap fakta yang berpengaruh terhadap nilai korelasi antara keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif terebut apakah terkait dengan model pembelajaran atau kondisi lain. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei dilakukan dengan menggunakan kajian meta analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh artikel publikasi, skripsi, tesis, disertasi yang ada di Universitas Negeri Malang yang mengkaji hubungan Keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) sebagian besar penelitian memiliki nilai yang signifikan. Gambaran nilai korelasi pada jenjang SMP yaitu 0.560-0.985, pada jenjang SMA 0.501-1.00, dan pada jenjang perguruan tinggi sebesar 0.774-0.825. 2) data yang tidak signifikan kemungkinan dikarenakan kesalahan pemasukan data dan terjadinya heterokedastisitas. Faktor yang mempengaruhi nilai korelasi selain adanya model pembelajaran yaitu jenjang pendidikan, kondisi lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran nilai korelasi pada hubungan keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar kognitif. Pada semua model pembelajaran sebagian besar menunjukka adanya hubungan keterampilan berpikir kritis dengan hasil belajar. Kesimpulannya dalam suatu pembelajaran sebaiknya menggunakan pembelajaran inovatif karena mempengaruhi keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kritis ini memiliki sumbangan dalam menjelaskan hasil belajar kognitif. SUMMARY Kusniawati, Tia. 2019. Study of the Relationship of Critical Thinking Skills with Cognitive Learning Outcomes in Some Learning Models. Skripsi, Biology Education Study Program, FMIPA Malang State University. Advisor: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd., (II) Dr. Murni Saptasari. Keywords: Critical thinking skills, cognitive learning outcomes, correlation values. Critical thinking skills are aspects that need to be developed in students through a quality learning process especially to develop 21st century skills. Critical thinking skills can improve cognitive learning outcomes, so there is a relationship between critical thinking skills and cognitive learning outcomes. Research on the relationship of critical thinking skills with learning outcomes on various learning models has been numerous, but no one has revealed the overall picture of the relationship. This research is a meta-analysis study. The purpose of this study is to: 1) look at the picture of the correlation between critical thinking skills and cognitive learning outcomes in various learning models, 2) reveal facts that influence the value of correlation between critical thinking skills and cognitive learning outcomes whether it is related to learning models or other conditions. This study uses a survey research design conducted using a meta-analysis study. The population in this study were all articles on publications, skripsi, theses, dissertations at Malang State University that examined the relationship of critical thinking skills with cognitive learning outcomes. Based on the results of data analysis shows that: 1) most of the research has a significant value. The description of the correlation value at the Junior High School level is 0.560-0.985, at the level of Senior Hight School 0.501-1.00, and at the college level is 0.774-0.825. 2) data that is not significant is likely due to data entry errors and the occurrence of heterocedasticity. Factors that influence the correlation value in addition to the existence of learning models, namely education levels, environmental conditions. The results of this study show an overview of correlation values in the relationship of critical thinking skills with cognitive learning outcomes. In all learning models, most of them indicate a relationship between critical thinking skills and learning outcomes. In conclusion, in a study, it is better to use innovative learning because it influences critical thinking skills, this critical thinking skill has a contribution in explaining cognitive learning outcomes

    Potensi Campuran Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas (L.)) dan Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) Terhadap Nekrosis Sel Hepar dan Ekspresi Tumor Necrosis Factor α Pada Tikus (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2

    No full text
    ABSTRAKArdiansyah, Esha. 2019. Potensi Campuran Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas (L.)) dan Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) Terhadap Nekrosis Sel Hepar dan Ekspresi Tumor Necrosis Factor α Pada Tikus (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.Kata Kunci: ekstrak ubi jalar ungu, ekstrak tempe kedelai hitam, nekrosis sel hepar, ekspresi TNF-α, DM Tipe 2Resistensi insulin ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan obesitas pada tikus Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 yang disebabkan oleh stress oksidatif. Stress oksidatif akan mengaktifkan kaskade pensinyalan c-Jun NH2-Terminal Kinase (JNK) dan Inhibitor Nuclear Factor Kappa B (IKKβ) yang akan memfosforilasi Insulin Reseptor Substrate (IRS) 1 dan 2. Aksi insulin akan terganggu oleh fosforilasi serin/treonin sehingga terjadi resistensi insulin serta mengaktifkan sitokin proinflamasi Tumor Necrosis Factor-α (TNF- α) sebagai respon peradangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran ekstrak ubi jalar ungu dan tempe kedelai hitam terhadap nekrosis sel hepar dan ekspresi TNF-α. Tikus dibuat DM Tipe 2 dengan permberian High Fat Diet (HFD), minuman sukrosa 10% dan injeksi Streptozotosin (STZ) secara intraperitonial Multiple Low Dose. Perlakuan dilakukan selama 30 hari dengan 8 kelompok perlakuan. Pembedahan dilakukan untuk mengambil organ hepar yang akan dibuat preparat. Preparat diwarnai menggunakan metode Hematoksilin-Eosin untuk melihat persentase nekrosis sel hepar dan preparat tanpa pewarnaan Imunohistokimia-Fluoresen untuk mengetahui intensitas TNF-α.Hasil penelitian setelah dianalisis ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa ekstrak ubi jalar ungu dan tempe kedelai hitam berpengaruh signifikan terhadap persentase nekrosis sel, dan ekspresi TNF-α. Hasil uji lanjut Duncan, kelompok perlakuan P1 dengan pemberian ekstrak tempe kedelai hitam menunjukkan pengaruh paling signifikan terhadap penurunan persentase nekrosis sel sebesar 32,4% dan ekspresi TNF-α sebesar 8,96 int/mm2. Dalam jangka kedepan diharapkan tanaman kedelai hitam dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi tempe dalam skala besar dan dipasarkan ke masyarakat sekitar, agar laju peningkatan penyakit diabetes dapat dicegah

    Kajian Pengaruh Model-Model Pembelajaran terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa

    No full text
    RINGKASANRobia, Aisyatur. 2019. Kajian Pengaruh Model-Model Pembelajaran terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd., (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci : Meta analisis, model-model pembelajaran inovatif, keterampilan berpikir kreatif siswa.  Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan berpikir abad XII yang harus dimiliki oleh siswa agar mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi gagasan-gagasan inovatif yang berasal dari berbagai sudut pandang untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks dan nyata. Pentingnya keterampilan berpikir kreatif untuk diberdayakan karena dapat membantu siswa menghasilkan ide yang baru yang bervariasi dan unik, selain itu kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk memecahkan permasalahan,  menghasilkan produk baru serta mengajukan berbagai pertanyaan dan argumen. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan diberbagai jenjang pendidikan yang berbeda, dari SD hingga perguruan tinggi, diketahui bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah dan belum diberdayakan. Sudah banyak penelitian yang mengkaji tentang pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada kondisi tertentu, akan tetapi belum ada penelitian yang mengkaji secara serentak kecenderungan berbagai model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui gambaran pengaruh model-model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan berpikir kreatif, 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kuat atau lemahnya pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survei meta analisis yang mengkaji pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Kriteria penelitian yang digunakan yaitu penelitian quasy experiment yang menggunakan uji hipotesis Anakova dengan variabel bebas berupa model pembelajaran dan variabel terikat berupa keterampilan berpikir kreatif siswa. Data penelitian diperoleh dari penelitian sebelumnya yang tidak dipublikasi seperti skripsi, tesis, dan disertasi Universitas Negeri Malang. Data yang telah diperoleh berjumlah 40 penelitian (11 skripsi, 29 tesis, dan 7 disertasi). Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan dan model pembelajaran yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 penelitian terdapat 39 penelitian yang berpengaruh signifikan dalam memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa. Potensi model pembelajaran inovatif tersebut dalam memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa, tidak lepas dari sintaks yang terkandung di dalamnya. Sintaks pembelajaran memuat strategi-strategi berpikir kreatif yang dapat memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa. Strategi yang mampu memberdayakan keterampilan berpikir kreatif seperti strategi brainstorming (curah pendapat), analogi, mind maping serta beberapa pendekatan yaitu sciece process dan science content. Model pembelajaran yang sama jika diterapkan pada jenjang pendidikan yang berbeda memiliki hasil yang berbeda, hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi selama penelitian. Akan tetapi secara keseluruhan model inovatif dapat memberdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar model pembelajaran inovatif dapat memberdayakan berpikir kreatif dikarenakan adanya strategi berpikir kreatif dalam sintaks model pembelajaran. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kuat atau lemahnya model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif yaitu keunggulan sintaks model pembelajaran, kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran, keterampilan guru dalam melaksanakan sintaks pembelajaran, fasilitas sekolah yang mendukung kegiatan belajar mengajar dan jenjang pendidikan yang digunakan sampel penelitia

    ANALISIS MISKONSEPSI MATERI PEWARISAN SIFAT PADA SISWA KELAS X SMAN 8 KOTA MALANG

    No full text
    Miskonsepsi terjadi apabila konsep yang diterima berbeda dengan yang telah disetujui oleh komunitas ilmiah. Miskonsepsi pada siswa dapat terjadi apabila siswa berkomunikasi dengan guru sains yang berbeda, interaksi pada group media sosial dan bahkan akibat membaca buku teks. Miskonsepsi pada siswa banyak ditemukan pada mata pelajaran biologi diberbagai jenjang pendidikan dan kelas. Konsep genetika juga masih banyak mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa akan terus menerus mempengaruhi proses belajar siswa dan terus terbawa ke jenjang pendidikan selanjutnya, karena miskonsepsi pada siswa yang tidak segera ditemukan dan ditangani. Oleh sebab itu, penting diperhatikan konsep awal siswa sedini mungkin, sehingga dapat menjadi dasar perbaikan pada pembelajaran berikutnya. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMAN 8 agar dapat mengetahui sedini mungkin konsep siswa tentang genetika yang telah didapat pada kelas IX. Berdasarkan wawancara dengan guru bidang biologi di SMAN 8 Malang mengatakan bahwa beberapa siswa masih mendapatkan nilai yang rendah dari hasil belajar konsep genetika. Adapun rendahnya nilai yang diperoleh disebabkan karena materi genetika merupakan materi abstrak. Instrumen untuk mengungkap pemahaman awal konsep genetika adalah instrumen yang telah dikembangkan oleh Nusantari (2011) dengan modifikasi agar sesuai dengan pemahaman siswa SMP. Instrumen itu berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mendiagnosis pemahaman konsep genetika. Bentuk tes diagnostik adalah tes diagnostik subjektif dengan jawaban terbuka. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari jawaban coba-coba. Tes tersebut digunakan untuk mengungkap/mendiagnosis pemahaman awal konsep genetika siswa dengan sebenar-benarnya melalui kemampuan menjawab soal subjektif. Hasil penelitian termasuk kategori miskonsepsi tingkat tinggi ketika melebihi 20 % dari keseluruhan peserta uji. Hasil penelitian menunjukkan rerata tingkat miskonsepsi sebesar 52,9%, konsep yang mengalami miskonsepsi paling tinggi yaitu konsep autosom dan kromosom sebesar 100%, sedangkan konsep yang memiliki tingkat miskonsepsi paling rendah adalah hubungan antara kromosom, DNA, gen, RNA sebesar 7,9%. Tingkat pemahaman siswa pada materi genetika sebesar 11,1% dan tingkat ketidak pahaman siswa sebesar 36%

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI PROTISTA KELAS X MAN 1 MALANG

    No full text
    RINGKASANMohamad, Nasrul F. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis   Multimedia Interaktif pada Materi Protista Kelas X MAN 1 Malang. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Sapta Sari, M. Si., (II) Dr. Sulisetijono, M. SiKata Kunci: Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, ProtistaPembelajaran kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang secara pesat. Pada kehidupan masa kini yang telah memasuki abad 21, kehidupan semakin kompetitif sehingga kurikulum 2013 menekankan kepada siswa untuk mengkonstruk belajarnya sendiri dengan cara memanfaatkan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) secara tepat. Perkembangan IPTEK mendorong upaya pembaharuan teknologi dalam proses belajar.Strategi yang dapat dilakukan oleh guru dalam memanfaatkan teknologi yaitu pengembangan media pembelajaran dalam proses pembelajaran.Media pembelajaran yang dikembangkan dibuat untuk memudahkan siswa dalam memperjelas materi yang sulit dipahami. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yaitu multimedia interaktif.Berdasarkan hasil observasi, wawancara dengan guru, dan angket siswa kelas X MIPA 4 MAN 1 Malang, terdapat kesulitan dalam mempelajari materi protista yang terlalu banyak, siswa dikelas mayoritas bandel dan mudah bosan dikarenakan guru mengajar hanya menggunakan buku, power point, dan gambar, selain itu alokasi waktu pembelajaran biologi tiga jam per minggu, sehingga kurang seimbang dengan kepadatan materi protista.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan multimedia interaktif pada materi protista kelas X MAN 1 Malang dan menguji kelayakan, kevalidan, keefektifan dan kepraktisan multimedia interaktif pada materi protista kelas X MAN 1 Malang. Diharapkan dengan adanya multimedia interaktif yang dikembangkan pada materi protista ini dapat membantu siswa dalam belajar secara efektif dan efisien.Penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang merupakan model pengembangan design pembelajaran yang pada intinya menggunakan pendekatan sistem dan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menghasilkan produk pembelajaran yang efektif dan efisien. Adapun tahapan pembelajaran menurut model ADDIE adalah (1) analysis yaitu dengan melakukan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi masalah dilapangan dengan cara observasi, wawancara guru dan angket siswa (2) design yaitu membuat rancangan kerangka multimedia interaktif yang dikemas secara skematis dalam bentuk flowchart dan storyboard (3) development merupakan produl awal multimedia interaktif dalam bentuk flash player dan sudah dilengkapi dengan instrument validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi dan angket respon siswa (4) implementation merupakan penerapan multimedia interaktif dengan subjek siswa kelas X MIA 4 MAN 1 Malang untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif dengan cara melakukan pretest dan postest(5) evaluation merupakan tahap uji coba multimedia interaktif kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap multimedia interaktif yang dikembangkan dengan cara melakukan perbaikan produk berdasarkan komentar dan saran dari siswa.Data dan hasil analisis data yang diperoleh digunakan untuk memperbaiki produk yang dikembangkan. Hasil validasi ahli materi menunjukan bahwa produk dihasilkan termasuk dalam kategori valid dengan persentase 87,5%. Hasil validasi ahli media menunjukan bahwa produk dihasilkan termasuk dalam kategori valid dengan persentase 87,5%. Hasil validasi ahli praktisi lapangan menunjukan bahwa produk dihasilkan termasuk dalam kategori valid  dengan persentase 92,5%. Rerata hasil uji kepraktisan yang didapatkan dari hasil angket respon siswa diperoleh nilai persentase 88% yang secara teoritis menunjukan bahwa multimedia interaktif pada materi protista termasuk dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil uji keefektifan dalam menggunakan multimedia interaktif pada materi protista yang diperoleh dari hasil rerata nilai pretest sebesar 74 % dan rerata nilai postest sebesar 85 %, menunjukan peningkatan nilai siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif sebesar 15%.Berdasarkan hasil uji keefektifan tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif efektif untuk digunakan dalam pembelajaran protista.SUMMARYMohamad, Nasrul F. 2019. Development of Interactive Multimedia-Based Learning Media on Protista Materials in Class X MAN 1 Malang. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Malang State University. Advisor: (I) Dr. Murni Sapta Sari, M. Si.,(II) Dr. Sulisetijono, M. SiKeywords: Learning Media, Interactive Multimedia, ProtistaCurriculum 2013 learning was developed on the basis of awareness of science and technology to develop rapidly. In the 21st century, life is increasingly competitive. 2013 curriculum for students to construct their own learning by utilizing the development of science and technology properly. The development of science and technology encourages the advancement of technological renewal in the learning process. The strategy that can be carried out by teachers in utilizing technology is the development of learning media in the learning process. The developed learning media is made to facilitate students in clarifying material that is difficult to understand. One of the learning media that can be used in teaching and learning activities is interactive multimedia.Based on the results of observations, interviews with teachers, and questionnaires of class X MIPA 4 MAN 1 Malang, there were difficulties in learning too much protist material, students in the class of the majority were stubborn and easily bored because the teacher taught only using books, power points, and pictures, besides the allocation of biology learning time is three hours per week, so it is less balanced with the density of protist material.The purpose of this research and development is to develop interactive multimedia on protist material in class X MAN 1 Malang and test the feasibility, validity, effectiveness and practicality of interactive multimedia in protist material in class X MAN 1 Malang. It is expected that the presence of interactive multimedia developed in protist material can help students in learning effectively and efficiently.Research and development uses the ADDIE model which is a learning design development model which essentially uses a system approach and has the same goal, namely to produce effective and efficient learning products. The stages of learning according to the ADDIE model are (1) analysis, namely by conducting a needs analysis to identify problems in the field by observation, teacher interviews and student questionnaires (2) design, which is to design interactive multimedia frameworks that are schematically packaged in the form of flowcharts and storyboards (3) development is the first interactive multimedia producer in the form of flash player and has been equipped with validation instruments, media experts, material experts, practitioner experts and student response questionnaires (4) implementation is the application of interactive multimedia with students of class X MIA 4 MAN 1 Malang to determine the influence before and after using interactive multimedia by doing the pretest and posttest (5) evaluation is the stage of interactive multimedia testing to students with the aim to determine the response of students to interactive multimedia developed by making improvements to the product based on comments and s advice from students.Data and results of analysis of data obtained are used to improve the product developed. The results of the material expert validation show that the product is included in the valid category with a percentage of 87.5%. The results of media expert validation show that the product is included in the valid category with a percentage of 87.5%. The results of field practitioners' expert validation show that the product is included in the valid category with a percentage of 92.5%. The average practicality test results obtained from the results of student responses questionnaire obtained a percentage value of 88% which theoretically shows that interactive multimedia in protist material is included in the very practical category. Based on the results of the test of effectiveness in using interactive multimedia on the protist material obtained from the results of the pretest value of 74% and the average posttest value of 85%, it shows an increase in the value of students before and after using interactive multimedia by 15%. Based on the results of the effectiveness test it can be concluded that interactive multimedia is effective for use in protist learning

    PENGEMBANGANASESMENFORMATIF MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNINGUNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITISDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM RESPIRASIDI MA ALMAARIF SINGOSARI

    No full text
    Kata Kunci: Asesmen formatif, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar   Pengembangan asesmen formatif melalui model Discovery Learning pada materi Sistem Respirasi untuk mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI di MA Al-Ma’arif Singosari dilakukan karena berdasarkan observasi diperoleh hasil bahwaketerampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada beberapa materi dengan tingkat kognitif tinggi masih rendah, serta belum tersedianya asesmen formatif yang memiliki indikator keterampilan berpikir kritis untuk mengukur aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan asesmen formatif yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi sistem respirasi pada siswa SMA kelas XI di MA Al Ma’arif Singosari Malang dan (2) menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen formatif yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah modelADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu:Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa instrumen tes kognitif, instrumen pembuatan poster, dan instrumendiskusi kelas serta perangkat pembelajaran lain seperti RPP dan LKS. Produk divalidasi terlebih dahulu oleh ahli asesmen dan ahli materi. Uji coba produk dilakukan terhadap 148 siswa XI MIA di MA Al-Maarif Singosari dengan menggunakan model Discovery Learning. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi, teknik analisis kualitatif, dan analisis butir soal. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi ahli asesmen terhadap RPP yang dikembangkan sebesar 3,91(sangat valid), LKS 3,44 (sangat valid),asesmen diskusi 3,62(sangat valid), asesmen kegiatan pembuatan poster 3,57 (sangat valid), asesmen pengetahuan soal pilihan ganda 4 (sangat valid) , dan soal essay 3,92 (sangat valid). Hasil validasi ahli materi terhadap RPP, LKS, asesmen pengetahuan soal pilihan ganda dan essay yang dikembangkan sebesar 4 (sangat valid). Hasil uji kepraktisan asesmen formatif yang dikembangkan dilihat dari hasil angket respons pengguna yaitu guru dan siswa. Hasil angket respons siswa menunjukkan bahwa LKS dan asesmen tes kognitif termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil angket respons guru menunjukkan bahwa RPP, LKS, asesmen diskusi, asesmen pembuatan poster, dan asesmen tes kognitif termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan asesmen diskusi menunjukkan aktivitas siswa dengan kriteria baik sebanyak 18,24% dan siswa dengan kriteria sangat baik sebanyak 81,76%. Asesmen pembuatan poster menunjukkan aktivitas siswa dengan kriteria baik sebanyak 18,24% dan siswa dengan kriteria sangat baik sebanyak 81,76%. Hasil keefektifan asesmen tes kognitif menunjukkan rerata nilai yang diperoleh siswa sebesar 85,43 (3,42 dalam skala 1-4) sehingga termasuk dalam kriteria sangat baik. Berdasar hasil tersebut maka instrumen asesmen diskusi, pembuatan poster, dan soal tes kognitif termasuk dalam katerogi efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah produk asesmen formatif yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran, serta dapat mengukur keterampilan berpikir kritis siswa

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇