SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Modul Biologi Berbasis Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Kusuma, Indri Listi. 2015. Pengembangan Modul Biologi Berbasis Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M. Pd., (II) Nuning Wulandari, S.Si, M.Si.   Kata kunci: modul biologi, Problem Based Learning,berpikir kritis   Penemuan dan pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi dapat dilakukan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi salah satunya adalah berpikir kritis. Realita yang terjadi saat ini menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis pada siswa masih rendah dan kurang mendapat perhatian. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru Biologi kelas XI SMA N 1 Trenggalek diketahui bahwa siswa masih belum mempunyai kemampuan berpikir kritis yang baik. Hal tersebut dapat diketahui dari penjelasan guru bahwa siswa tidak terbiasa menganalisis permasalahan dari materi yang sedang dipelajari yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian dalam rangka mengembangkan modul biologi berbasis PBL bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983) yang dilaksanakan 7 tahap dari 10 tahap yang ada. Tahap yang pertama yaitu melakukan penelitian dan pengumpulan informasi mengenai permasalahan yang ada di sekolah. Tahap yang kedua yaitu melakukan perencanaan yang meliputi perencanaan pengembangan modul yang sesuai dengan permasalahan, analisis KI dan KD, dan menentukan pokok-pokok pembelajaran. Tahap ketiga yaitu mengembangkan produk awal yaitu modul biologi berbasis PBL. Tahap keempat yaitu melakukan uji coba lapangan tahap awal yang meliputi validasi oleh ahli modul, materi, dan lapangan. Tahap kelima yaitu melakukan revisi terhadap produk utama berdasarkan saran dan masukan para validator. Tahap keenam uji coba lapangan utama yaitu penerapan modul kepada 35 siswa Kelas XI MIA 5 SMAN 1 Trenggalek. Tahap ketujuh yaitu revisi terhadap produk yang telah diterapkan. Berdasarkan hasil validasi oleh para validator yaitu ahli modul, materi, dan lapangan diperoleh hasil 3,48, 3,71, dan 3,9. Modul yang dikembangkan sudah valid setelah melalui proses revisi pada aspek tertentu. Hasil uji coba lapangan utama menunjukkan bahwa keterlaksanaan kegiatan di modul 100 %. Hasil pretes dan postes kemampuan berpikir kritis pada siswa diperoleh Tingkat gain sebesar 0,6 menunjukkan bahwa peningkatan gain score siswa tergolong sedang, berarti perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tingkat kepraktisan modul termasuk kategori baik berdasarkan hasil yang menunjukkan bahwa 21 siswa memiliki respon sangat positif, 12 siswa memiliki respon positif, dan 2 siswa memiliki respon kurang positi

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Dengan Think Pair Share (TPS) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    ABSTRAK Linarti, Tantyo. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) dipadu dengan Think Pair Share (Tps) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd, (II) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning, Think Pair Share, Motivasi, Hasil Belajar Pembelajaran  biologi yang dilakukan oleh guru saat ini lebih banyak menggunakan metode ceramah. Guru kurang melakukan variasi model pembelajaran di setiap materi sehingga pembelajaran biologi terkesan monoton dan menghapalkan materi. Pembelajaran yang ideal untuk pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya dengan metode ceramah. Ilmu biologi adalah ilmu yang sangat kompleks, sehingga siswaseharusnya mampu untuk membentuk pengetahuannya sendiri melalui pengamatan di lingkungansekitarnya. Kenyataannya, pembelajaran yang berlangsungsaatini belumdapatmelibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran terkesan masih teacher centered. Pembelajaran dengan menggunakan model PBL dipadu dengan TPS diharapkan mampu untuk mengaktifkan siswa, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran serta sebagai suatu sarana untuk membantu siswa untuk membangun sendiri suatu konsep mengenai materi yang sedang dibahas. Keaktifan siswa tersebut diharapkan dapat membuat siswa menjadi lebih paham mengenai konsep sehingga hasil belajar siswapun akan menjadi lebih baik.Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Think Pair Share (TPS) terhadap motivasi dan 2) mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa.Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Two Group, Pretest posttest Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran PBL dipadu dengan TPS, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gondanglegi. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Motivasi dan hasil belajar siswa diukur dengan tes. Data diambil dari hasil pretest dan posttest. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anakova padataraf signifikasi 0,5% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada pengaruh model pembelajaran PBL dipadudenganJ TPSterhadapkemampuanmotivasisiswakelas XI MIA SMAN 1 Gondanglegi dan 2) ada pengaruh model pembelajaran PBL dipadu dengan TPS terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIA SMAN 1 Gondanglegi

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Berbasis Pendekatan SETS dan Penilaiannya untuk Pembelajaran Biologi Materi Lingkungan Kelas X SMA

    No full text
    ABSTRAK   Sa’diyah, Jamilatus. 2015. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Berbasis Pendekatan SETS dan Penilaiannya untuk Pembelajaran Biologi Materi Lingkungan Kelas X SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: Buku Petunjuk Praktikum, Pendekatan SETS, Pembelajaran Biologi   Seiring dengan berkembangnya paradigma baru dalam dunia pendidikan maka tujuan pembelajaran bukan hanya untuk mengubah perilaku siswa, tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada pandangan global (global mindset). Siswa sebagai subjek terlibat langsung dengan masalah dan memiliki tantangan untuk belajar menyelesaikan masalah. Masalah lingkungan dan masyarakat di masa ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan perkembangan sains dan teknologi, sehingga diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang mengaitkan keempat unsur tersebut. Suatu pendekatan yang dapat mengaitkan unsur sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan SETS ( Science, Environment ,Technology, Society). Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan buku petunjuk praktikum Biologi berbasis pendekatan SETS untuk guru dan siswa disertai penilaiannya pada pembelajaran biologi materi lingkungan kelas X SMAN 8 Malang. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D model yang dikembangkan oleh Thiagarajan et al (1920). Yang terdiri atas: tahap I pendefinisian atau penetapan (define), tahap II perancangan (design), tahap III pengembangan (develop), dan tahap IV penyebarluasan (disseminate). Data penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data tersebut diperoleh dari hasil validasi oleh validator ahli materi, validator ahli media, guru, dan siswa sebagai uji coba produk pada kelompok kecil. Data kualitatif berupa komentar dan saran, sedangkan data kuantitatif berupa nilai rentangan skala 1-4 (rating scale) yang juga diisikan melalui lembar validasi yang diberikan secara langsung kepada responden tersebut. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase kevalidan. Data dan hasil analisis data yang telah diperoleh digunakan untuk merevisi atau memperbaiki produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba diperoleh kesimpulan mengenai produk buku petunjuk praktikum berbasis SETS yang telah dikembangkan telah dapat diproduksi masal dan diterapkan atau disosialisasikan ke sekolah di seluruh Indonesia dengan melakukan uji efektivitas terlebih dahulu dan melakukan perbaikan pada bagian-bagian yang dianggap masih kurang. Proses sosialisasi produk ini telah dilakukan melalui tahap diseminasi dengan melaksanakan seminar hasil bersama guru Biologi SMA Negeri 8. Selanjutnya sosialisasi dapat dilakukan melalui pameran pendidikan, seminar tingkat regional, seminar tingkat nasional, ataupun sosialisasi melalui dinas pendidikan, dan lembaga lain yang bergerak dalam bidang pendidikan

    penerapan model pembelajaran think pair share dipadu problem based learning untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman konsep ipa siswa kelas viii smp

    No full text
    ABSTRAK   Saputri, Elsy Dian. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share dipadu Problem Based Learning untuk Meningkatkan Partisipasi dan Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.Pd (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si   Kata kunci: Think Pair Share (TPS), Problem Based Learning (PBL), Partisipasi, Pemahaman Konsep   Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru IPA kelas VIII-H SMP Negeri 20 Malang, diperoleh informasi partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan (1) ketuntasan klasikal ketiga aspek partisipasi siswa yaitu aspek mengerjakan tugas, usaha berdiskusi, dan keaktivan berpendapat hanya mencapai 12.5% dari 32 siswa dan (2) pemahaman konsep siswa masih rendah yang dibuktikan dengan hasil tes pada materi sistem rangka ketuntasan klasikalnya hanya sebesar 37,5%. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan maka perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta bertujuan untuk memperbaiki permasalahan pada pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus dan setiap siklus PTK terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tindakan pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran TPS dipadu PBL. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII-H SMP Negeri 20 Malang, semester genap 2015/2016. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah keterlaksanaan pembelajaran TPS dipadu PBL, partisipasi siswa, dan pemahaman konsep siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi partisipasi siswa, dan soal tes tiap akhir siklus. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran model TPS dipadu PBL dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman konsep siswa. Pada siklus I presentase ketuntasan partisipasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran sebesar 34.37% yang meningkat sebesar 46.88% pada siklus II menjadi 81,25%. pemahaman konsep siswa juga mengalami peningkatan sebesar 37,5% dari siklus I dengan ketuntasan belajar 53,125% menjadi 90,625%. berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model TPS dipadu PBL dapat meningkatkan partisipasi dan pemahaman konsep IPA materi sistem ekskresi pada siswa kelas VIII-H SMP Negeri 20 Malang

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadukan dengan Student Teams Achievement Division untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA 1 SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Budiarsa, Prayoga Tri. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadukan dengan Student Teams Achievement Division untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA 1 SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Drs. H. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd   Kata kunci: model pembelajaran PBL, STAD, hasil belajar.   Berdasarkan hasil observasi di kelas X MIA 1 dan wawancara dengan guru biologi diketahui sebagai berikut. 1) Sikap belajar peserta didik masih rendah. 2) Peserta didik belum bias merumuskan masalah dan mengajukan hipotesis. 3) Kemampuan kerjasama peserta didik masih kurang. 4) Rasa ingin tahu peserta didik masih kurang. 5) Nilai ulangan harian bab dunia hewan kelas X MIA 1 masih tergolong rendah, dari 27 siswa 56% yang tuntas dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan model pembelajaran PBL dipadukan dengan STAD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas X MIA I SMA Laboratorium UM melalui penerapan model Pembelajaran PBL dipadukan dengan STAD. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Materi yang diajarkan adalah Ekosistem pada siklus 1 dan Pencemaran Lingkungan pada siklus 2.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar yang terdiri dari sikap ilmiah dan hasil belajar kognitif meningkat dari siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan  lembar observasi sikap ilmiah siswa dari siklus I ke siklus II: (a) rasa ingin tahu meningkat dari 37,5% menjadi 62,1%; (b) jujur meningkat dari 68,6% menjadi 97,1%; (c) tekun meningkat dari 66,7% menjadi 69,5%; (d) teliti meningkat dari 61,3% menjadi 69,5%; (e) tanggung jawab meningkat dari 68,6% menjadi 75,3%. Berdasarkan angket sikap ilmiah siswa sebelum dan sesudah tindakan juga meningkat pada tiap indikator yaitu: (a) rasa ingin tahu dari 78,2% menjadi 82,8%; (b) jujur dari 74,1% menjadi 84,8%; (c) tekun dari 72,4% menjadi 79,6%; (d) teliti dari 75,6% menjadi 80,2%; (e) tanggung jawab dari 71,2% menjadi 82,2%. Hasil belajar kognitif secara klasikal dari siklus I ke II meningkat 62,07 menjadi 75,8%. Hasil belajar siswa kelas X MIA I SMA Laboratorium UM yang terdiri dari sikap ilmiah dan hasil belajar kognitif mengalami peningkatan melalui penerapan model pembelajaran PBL dipadukan dengan STAD. Saran untuk guru agar menggunakan model pembelajaran PBL dipadukan dengan STAD

    Penerapan Model Pembelajaran KooperatifJigsaw Berbantuan Mind Map untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPASMA Ar-Rohmah Putri “Boarding School” Dau Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Widiati, Yunita Rahma. 2015. Penerapan Model Pembelajaran KooperatifJigsaw Berbantuan Mind Map untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPASMA Ar-Rohmah Putri “Boarding School” Dau Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd., (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Berbantuan Mind Map,   Hasil Belajar.   Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kelas sebagian besar masih didominasi oleh guru dengan menggunakan metode ceramah. Pembelajaran koooperatif yang telah diterapkan juga masih belum maksimal karena hanya beberapa siswa yang aktif yang melakukan diskusi. Sikap siswa saat pembelajaran terlihat bahwa44%  siswa atau sekitar 11 siswa mendengarkan penjelasan guru dengan seksama pada saat guru menjelaskan maupun membenarkan konsep yang dipelajari. Respon siswa dalam bertanya dan menjawab masih kurang, yaitu 24% siswa atau 6 siswa yang aktif bertanya dan 16% siswa atau 4 siswa yang merespon menjawab pertanyaan dari teman ataupun pertanyaan dari guru. Rasa menghargai pendapat antar siswa masih kurang yaitu 48% siswa atau sekitar 12 siswa yang bisa menghargai pendapat siswa lain. Kerja sama siswa juga terlihat kurang. 40% siswa atau 10 siswa yang aktif mengerjakan tugas bersama sedangkan teman kelompok lainnya mengandalkan siswa yang aktif dalam kelompoknya. Tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan secara tekun oleh 32% siswa atau 8 siswa dari 25 siswa yang lainnya terlihat bermalas-malasan atau ketika tidak menemukan jawaban dari tugas yang diberikan, siswa cenderung tidak menjawab dan mengandalkan jawaban saat diskusi kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian  ini  merupakan  Penelitian  Tindakan  Kelas (PTK) yang  terdiri  daridua siklus. Tiap satu siklus PTK terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik Analisis data terdiri atas tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Ar-Rohmah Putri Dau Malang tahun ajaran 2013/ 2014 yang berjumlah 25 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes tulis, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatifJigsaw berbantuan mind map meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar ranah kognitif siswa meningkat 8,3 poin dari 74,9 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 83,2 dengan kategori sangat  baik pada siklus II. Ranah afektif siswa meningkat 11,3 poin dari 78,3 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 89,6 dengan kategori sangat baik pada siklus II.Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk tidak menggunakan LKS pada saat Jigsaw karena pengerjaan LKS akan menyita waktu siswa. Pelaksanaan Jigsaw saat tim ahli sebaiknya langsung difokuskan untuk membuat mind  map.Mind map harus diselesaikan pada saat di kelas, tidak dibawa pulang ataupun diselesaikan di rumah

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU DENGAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Sonja, Rona Desyta. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu Dengan Student Team Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. H. Triastono I.P., M.Pd., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.   Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, STAD, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Malang belum menerapkan pendekatan saintifik secara lengkap sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yang terdiri dari lima pengalaman belajar pokok yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Siswa cenderung bergantung kepada penjelasan dari guru. Siswa juga kurang termotivasi untuk mencari pengetahuan terkait dengan pelajaran. Siswa memiliki kecenderungan bergantung pada catatan dari guru sehingga tidak menggunakan sumber lain untuk belajar. Hal tersebut menyebabkan pemahaman terhadap materi kurang sehingga mempengaruhi hasil belajar khususnya hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil ujian bab 1 materi ruang lingkup biologi, kerja ilmiah dan keselamatan kerja diketahui bahwa ketuntasan klasikal baru mencapai 6,25% dari 85% yang ditetapkan. Hasil tersebut membuktikan bahwa diperlukan suatu tindakan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan dan model yang sesuai dengan pembelajaran biologi dan tuntutan kurikulum yang dijalankan sekarang ini yaitu kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian ini adalah keterlaksanaan model pem­bel­ajaran inkuiri terbimbing dipadu dengan STAD oleh guru dan siswa serta hasil belajar siswa (afektif dan kognitif). Instrumen penelitian ini berupa lembar keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu dengan STAD oleh guru dan siswa, lembar penilaian afektif, tes hasil belajar kognitif, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu dengan STAD dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa (kognitif dan afektif) kelas X SMA Negeri 2 Malang. Ketuntasan klasikal hasil belajar afektif meningkat dari 65,87%  menjadi 86,45%, sedangkan ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif meningkat dari 40,62% menjadi 90,62%

    Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Berpendakatan Scientific pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Panjura Malang

    No full text
    ABSTRAK   Arif, Holifa Cahyo Ning. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Berpendakatan Scientific pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Panjura Malang. Skripsi, Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dra. Susilowati, M.S.   Kata Kunci: media pembelajaran, pendekatan scientific, hasil belajar.   Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Panjura Malang, diketahui bahwa hasil ulangan harian siwa kelas XI IPA pada materi sistem ekskresi tahun ajaran 2013/2014, terdapat 10 dari 19 siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 75. Siswa lebih sering belajar dengan mendengarkan dan mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa) pada pembelajaran materi sistem ekskresi di kelas. Sumber pembelajaran hanya berupa buku paket dan media pembelajaran menggunakan gambar yang terbatas dalam buku. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif berpendekatan scientific. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan produk dan memvalidasi produk multimedia interaktif berpendekatan scientific pada materi sistem ekskresi siswa kelas XI SMA Panjura Malang, 2) menguji keefektifan multimedia interaktif berpendekatan scientific pada materi sistem ekskresi siswa kelas XI SMA Panjura Malang, dan 3) menguji kepraktisan multimedia interaktif  berpendekatan scientific pada materi sistem ekskresi siswa kelas XI SMA Panjura Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee & Owens yang memiliki 5 tahapan yaitu penilaian/analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kevalidan produk media dan respons siswa diukur dengan menggunakan angket. Hasil belajar kognitif siswa diukur menggunakan tes yang dilak­sanakan setiap awal dan akhir pembelajaran. Hasil belajar afektif pada sikap sosial diukur menggunakan lembar observasi, sedangkan pada sikap spiritual diukur menggunakan tes berupa soal uraian. Hasil belajar psikomotor siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 1) produk yang dihasilkan adalah multimedia interaktif berpendekatan scientific pada materi sistem ekskresi dan kevalidan media yang diperoleh dari ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan yaitu guru dan siswa secara berurutan adalah sebesar 90%, 88%, 92%, dan 95% yang menunjukkan kriteria multimedia interaktif sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran, 2) Keefektifan multimedia interaktif ditinjau berdasarkan hasil belajar siswa meliputi hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan ketuntasan klasikal dari 47% pada pembelajaran tahun ajaran lalu 2013/2014 menjadi 88% dari hasil penelitian. Hasil belajar afektif dalam penelitian meliputi penilaian sikap spiritual dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 83% dan penilaian sikap sosial dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 88%. Hasil belajar psikomotor siswa mengalami peningkatan ketuntasan klasikal dari 74% pada pembelajaran tahun ajaran lalu 2013/2014 menjadi 92% dari hasil penelitian. 3) Kepraktisan multimedia interaktif dilihat berdasarkan hasil angket respons siswa adalah sebesar 90% yang menunjukkan kriteria multimedia interaktif sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian adalah pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif berpendekatan scientific pada materi sistem ekskresi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Panjura Malang

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Biologi Materi Klasifikasi Tumbuhan untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X SMA Taman Harapan Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, D. V. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Biologi Materi Klasifikasi Tumbuhan untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X SMA Taman Harapan Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd (II) Dra. Sunarmi, M.Pd.   Kata Kunci: Pengembangan perangkat, Problem Based Learning (PBL), kompetensi siswa Kurikulum 2013 mengacu pada pendidikan berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berbasis kompetensi dirancang untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik secara maksimal. Permendikbud RI Nomor 65 tahun 2013 menjelaskan bahwa salah satu model pembelajaran yang mendukung kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran berbasis pemecahan masalah (Problem based Learning). Problem based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dan analitis serta menghadapkan siswa pada latihan untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran berbasis PBL yang dikembangkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan didalam Permendikbud RI yang mengatur tentang kurikulum 2013. Selain itu, tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan  perangkat pembelajaran berbasis PBL untuk meningkatkan kompetensi siswa. Model pengembangan perangkat pembelajaran berbasis PBL pada penelitian ini mengadaptasi model Thiagarajan  et.al (1974) yang terdiri atas 4 tahap, namun pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu Develop. Perangkat pembelajaran divalidasi oleh 3 validator ahli  menggunakan skala likert sehingga diperoleh tingkat kevalidan sebesar 94,3% dengan kriteria valid sedangkan untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan keefektifan dilakukan uji coba  pada kelas X IPA SMA Taman Harapan Malang. Tingkat kepraktisan perangkat pembelajaran sebesar 95,6% dan 89,3%  dengan kriteria baik yang masing-masing diperoleh dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan pengisian angket respon siswa. Sedangkan tingkat keefektifan diperoleh dari tingkat penguasaan klasikal kompetensi siswa (sikap, pengetahuan dan keterampilan) sebesar 87,5% dengan kriteria tinggi.  Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis PBL layak digunakan dan dapat meningkatkan kompetensi siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran yang selanjutnya perlu memperhatikan saran: (a) pengembangan perangkat pada materi pelajaran yang lebih luas, (b) untuk me­ningkatkan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran dapat dilakukan ujicoba pada skala yang lebih besar

    Pengembangan Multimedia Interaktif dengan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Respirasi Di SMAN 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAK   Edy, M.A. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif dengan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Respirasi Di SMAN 1 Purwosari. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M.Si (II) Dr. Sueb, M.Kes.   Kata kunci: multimedia interaktif, pembelajaran berdasarkan masalah, hasil belajar Berdasarkan Permendikbud No. 103 Tahun 2014 model pembelajaran yang diutamakan dalam pembelajaran salah satunya yaitu model pembelajaran berdasarkan masalah. Pembelajaran berdasarkan masalah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, kemam­puan memecahkan masalah, dan keterampilan menerapkan konsep. Dalam pembelajaran berdasarkan masalah guru berperan sebagai fasilitator, sementara pusat pembelajaran yaitu siswa. Penggunaan multimedia interaktif dapat mendukung peran guru sebagai fasilitator. Multimedia interaktif berbasis komputer memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga siswa dapat belajar meliputi beberapa aspek yaitu visual, auditori, somatik, dan intelektual. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah dan juga bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah dalam meningkatkan hasil belajar. Pengembangan multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah ini mengadaptasi model Borg and Gall (1983) yang terdiri dari sepuluh tahap. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahapan ketujuh yaitu revisi produk operasional. Produk multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah divalidasi dengan instrumen berupa lembar validasi dalam bentuk angket. Multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah diujicobakan pada 37 siswa kelas XI MIA 1 SMAN 1 Purwosari untuk mengetahui kepraktisan dengan menggunakan instrumen berupa angket respons siswa dan keefektifan terhadap peningkatan hasil belajar dengan menggunakan soal tes. Analisis data untuk validitas, kepraktisan, dan keefektifan menggunakan persentase. Produk multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah berisi halaman awal (kurikulum, menu materi, petunjuk, dan pengembang) dan menu materi (motivasi, fenomena, materi, dan latihan). Produk multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli pendidikan, dan praktisi lapangan dengan aspek yang dinilai menggunakan skala Likert kemudian dianalisis dan diperoleh tingkat pencapaian rerata validitas media sebesar 97,81% dengan kriteria sangat valid, rerata tingkat validitas materi sebesar 100% dengan kriteria sangat valid, dan rerata tingkat validitas RPP dan silabus sebesar 97,67%  dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan rerata tingkat kepraktisan media sebesar 99,09% dengan kriteria sangat praktis. Uji keefektifan terhadap hasil belajar siswa menunjukkan tingkat pencapaian rerata hasil belajar siswa sebesar 86,68 % dengan kriteria sangat efektif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa multimedia interaktif dengan pembelajaran berdasarkan masalah layak digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Pengembangan multimedia interaktif yang selanjutnya perlu memperhatikan beberapa saran: (a) penelitian pengembangan selanjutnya dikembangkan pada materi yang lebih luas; (b) pengembangan multimedia interaktif selanjutnya dapat dikembangkan dengan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa; dan (c) pengembangan lebih lanjut dapat menggunakan software terbaru.   ABSTRACT   Edy, M.A. 2015. Development of Interactive Multimedia with Problem Based Learning to Improve the Learning Outcomes on Respiratory System Topic at SMAN 1 Purwosari. Bachelor’s Thesis, Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Ibrohim, M.Si (II) Dr. Sueb, M.Kes.   Keywords: interactive multimedia, problem based learning, learning outcomes Based on Minister Regulation of Education No. 103/2014, one of preferred learning models in teaching is problem based learning. This kind of model can improve student’s understanding on the material being studied, problem solving abilities, and skills to apply the concept. In this model, teachers act as facilitators, while the learning center are students. The use of interactive multimedia can support the teacher’s role as facillitators. Computer-based interactive multimedia gives more concrete experiences so that students can learn more aspects such as visual, auditory, somatic, and intellectual. The objectives of this study were to produce interactive multimedia based on problem based learning and to determine the validity, practicality, and effectiveness of the multimedia to the learning outcomes. This multimedia was adapted from Borg and Gall (1983) which consists of ten phases. This research was conducted up to 7th phase (operational product revision) only. The product was validated using quessionaire-based instruments. The multimedia was tested to 37 students class of  XI MIA 1 SMAN 1 Purwosari to determine its practicality using students quessionaire responses and its effectivity to the learning outcomes using writing-based test. The analysis for validity, practicality, and effectivity used percentages. Interactive multimedia product based on problem based learning contains homepage (curriculum, topics menu, guideline, and developer) and topics menu (motivation, phenomenon, topics, and exercise). The products was validated by some experts on material, media, education, field practitioners with aspects that were assessed using Likert scale and the analysis result was 97.81% on media validity average (very valid), 100% on topics validity average (very valid), and 97.67% on lesson plan validity average (very valid). The result of practicality test was 99.09% (very practical). The effectivity on student’s learning outcomes was 86.68% (very effective). The result of this research and development showed that interactive multimedia using problem based learning was valid to be used to increase student’s cognitive learning outcomes. Therefore for the next media development it needs to pay attention for some suggestions, i.e. (a) development in broader topics; (b) accordance with the conditions of students; and (c) using newest softwares

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇