SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Deksametason terhadap Kerusakan Hepar Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar

    No full text
    ABSTRAK   Deksametason merupakan salah satu obat kortikosteroid yang banyak beredar bebas dipasaran. Penggunaan deksametason yang tidak sesuai aturan, akan menyebabkan kerusakan pada organ-organ tertentu, salah satunya hepar. Deksametason yang masuk dalam sistem pencernaan kemudian diabsorbsi dan dibawa ke hepar melalui vena porta yang kemudian didetoksifikasi dan akhirnya menuju sistem sistemik.Kerusakan hepar diindikasikan dengan melihat morfologi hepar yang dilihat berdasarkan penampang luar, nekrosis sel, dan kadar enzim Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT) and Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek deksametason terhadap kerusakan hepar pada tikus jantan. Penelitian ini dilakukan di Unit Pemeliharaan Hewan Coba FMIPA Universitas Negeri Malang dan Sub Laboratorium Fisiologi Hewan dan Manusia pada bulan Januari-Februari 2015. Hewan coba yang digunakan adalah tikus jantan galur wistar dengan umur ± 3 bulan dan berat badan 150-170 gram. Tikus dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan (dosis 0 mg/kgbb,dosis 0,135 mg/kgbb, dan dosis 0,54 mg/kgbb) dengan tiga kali ulangan. Dekametason diberikan 1 kali per hari selama 10 hari. pemberian dilakukan pada pagi hari pukul 06.30 – 07.00. Pada hari ke-11 tikus dibedah untuk diambil darah dari jantung dan organ hepar. Hepar diamati morfologi luar berdasarkan penampang luar dan sebagian hepar dipotong untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) untuk melihat nekrosis sel, sedangkan darah diuji untuk mengetahui kadar enzim SGPT dan SGOT. Berdasarkan hasil penelitiandiketahui bahwa, deksametason berpengaruh terhadap morfologi hepar yaitu menimbulkan nekrosis millier dan munculnya benjolan-benjolan putih pada permukaan hepar, serta membuat warna hepar lebih pucat. Deksametason juga berpengaruh terhadap tingkat nekrosis sel, yaitu pada dosis tinggi lebih tinggi daripada dosis rendah, dan tingkat nekrosis berbeda signifikan. Berdasarkan hasil analisis, deksametason tidak berpengaruh terhadap kadar enzim SGPT dan SGOT, akan tetapi memperlihatkan kecenderungan penurunan kadar enzim SGPT dan SGOT

    Pengaruh Tepung Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai Food Additive terhadap Produktivitas Ayam Petelur Strain Isa Brown

    No full text
    ABSTRAK   Islami, Nuril. 2015. Pengaruh Tepung  Buah  Mengkudu  (Morinda citrifolia L.) sebagai Food Additive terhadap Produktivitas Ayam Petelur Strain IsaBrown. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr.Abdul Gofur, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata Kunci: Tepung, Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.), Food Additive,Produktivitas Ayam Petelur, Strain Isa Brown Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyakdikonsumsi oleh masyarakat. Seiring dengan peningkatan populasi ternak ayampetelur maka kebutuhan akan pakan juga terus mengalami peningkatan. Peternakmengupayakan memproduksi pakan yang ekonomis dan terjangkau.  Salah  satuupaya  yang  dapat  dilakukan  adalah  dengan pemberian  Food Additive berupabuah mengkudu dengan tujuan efisiensi penggunaan pakan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui apakah buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) yangdijadikan tepung sebagai food additive dapat meningkatkan produktivitas ayampetelur strain Isa Brown dan bernilai ekonomis.  Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai dengan 1 Maret 2015.Hewan coba yang digunakan adalah 25 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur32-35 minggu. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: pakan basal tanpapenambahan tepung buah mengkudu (P0), pakan basal + 2% tepung buahmengkudu (P1), pakan basal + 4% tepung buah mengkudu (P2), pakan basal + 6%tepung buah mengkudu (P3), dan pakan basal + 8% tepung buah mengkudu (P4).Variabel yang diamati adalah Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g). Datapenelitian dianalisis dengan Uji Anava signifikansi 5% menggunakan SeriProgram Statistik Sosial (SPSS) dan adanya pengaruh antar perlakuan dianalisisdengan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiantepung buah mengkudu sebagai food additive dapat meningkatkan Hen DayProduction (%) dan Berat Telur (g) dengan konsentrasi optimum 8%

    Telaah Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran Guru Biologi SMA Kelas X berdasarkan Permendikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013

    No full text
    ABSTRAK   Cahyahesti, Pramisya Indah. 2015. Telaah Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran Guru Biologi SMA Kelas X berdasarkan Permendikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dra. Sunarmi, M. Pd.   Kata Kunci: perangkat pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013, Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Permendikbud No 65 Tahun 2014 telah me­ne­­tapkan bahwa perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menga­cu pada Stan­dar Isi. Beragam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang terjadi di sekolah-sekolah menunjukkan perlunya evaluasi yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga dari mahasiswa sebagai bentuk usaha sadar untuk memajukan pen­didikan Indonesia.  Evaluasi terhadap implementasi kurikulum ditujukan untuk mengkaji rancangan yang dibuat oleh satuan pendidikan, RPP, dan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian antara komponen perangkat pembelajaran, pengembangan isi perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran Guru Biologi SMA Kelas X berdasarkan Permendikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa frekuensi kesesuaian, kriteria penilaian, dan paparan mengenai perangkat dan pelaksanaan pembelajaran Guru Biologi SMA Kelas X dari 3 SMA yaitu SMAN 7 Malang, SMAN 1 Lawang, dan SMA Muhammadiyah 1 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti itu sendiri dan instrumen penelitian berupa rubrik dan lembar observasi yang sudah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian komponen perangkat pembelajaran berdasarkan Permendikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013, Guru Biologi Kelas X SMAN 7 Malang mem­peroleh frekuensi kesesuaian sebesar 85,7% dengan kriteria “Baik”, guru SMAN 1 Lawang sebesar 89,2% dengan kriteria “Baik”, dan guru SMA Muhammadiyah 1 Malang sebesar 92,8% dengan kriteria “Sangat baik”. Kesesuaian pengembangan isi perangkat pembelajaran berdasarkan Permen­dikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013, Guru Biologi Kelas X SMAN 7 Malang memperoleh frekuensi kesesuaian sebesar sebesar 76,3% dengan kriteria “Cukup baik”, guru SMAN 1 Lawang sebesar 72,2% dengan kriteria “Cukup baik”, dan guru SMA Muhammadiyah 1 Malang sebesar 75,0% dengan kriteria “Cukup baik”. Kesesuaian pengembangan isi pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Permen­dikbud Nomor 65 dan 81 A Tahun 2013, Guru Biologi Kelas X SMAN 7 Malang memperoleh frekuensi kesesuaian rata-rata sebesar 45,0% dengan kriteria “Sangat kurang baik”, guru SMAN 1 Lawang sebesar 58,7% dengan kriteria “Sangat kurang baik”, dan guru SMA Muhammadiyah 1 Malang sebesar 46,4% dengan kriteria “Sangat kurang baik”

    Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit pada Ikan Kerapu Cantang (Ephinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) Di BPBAP Situbondo Dan Gundil Situbondo

    No full text
    ABSTRAK   Nurhayati, Karlina. Identifikasi dan Prevalensi Ektoparasit pada Ikan Kerapu Cantang (Ephinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di BPBAP Situbondo dan Gundil Situbondo, Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi  Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. EndangSuarsini, M.Ked. (II) Sofia EryRahayu, S.Pd., M.Si   Kata kunci: Identifikasi, Prevalensi, Ektoparasit, Ikan Kerapu Cantang (Ephinephelus fuscoguttatus-lanceolatus),Keramba Jaring Apung (KJA),   Situbondo Budidayaikan KerapuCantangmempunyai prospek pengembangan yang cukup cerah. Penyakit ikan yang paling umumadalahdisebabkanolehparasit.Olehkarenaitu, proses identifikasidanprevalensisertaintensitasektoparasitdiperlukanuntukmenemukansolusi yang tepatuntukmencegahterjadinyaseranganektoparasit.Penelitianbertujuanuntukmengidentifikasi macam-macam ektoparasit yang menyerang pada ikan Kerapu Cantang di KJA BPBAP Situbondo dan KJA Gundil Situbondo serta membandingkan prevalensi dan intensitas ektoparasit pada ikan Kerapu Cantang hasil budidaya air payau antara KJA BPBAP Situbondo dan KJA Gundil Situbondo. Metodepenelitianadalahdeskriptifeksploratif. Teknik sampling yaitupurposive samplingdimanajumlahsampelikanadalah 5% dari total populasiikanKerapu di tiap KJA sehinggadiambil 20 ekorikandenganseluruhsampelsebesar 40 ekorikanKerapuCantangberukuran 15 cm yang memilikiciriterserangpenyakit.Lendirikanberasaldarisirip, operculumdanpermukaantubuhdiambildenganmetodekerok (scrapping). Proses identifikasiektoparasit yang ditemukanmenggunakanbukuidentifikasiparasitikanolehKabata (1985). Hasil penelitian menunjukkanbahwadari 40 sampellendirikanKerapuCantangdi KJA BPBAP dan KJA GundilSitubondoditemukanektoparasitfasedewasa genus BenedeniadanDactylogyrus. UkurantubuhDactylogyrussebesar 0,5 mm danmemiliki sepasang bintik mata, kepala berlobus 4 buah dansepasang median hooks, serta 14 marginal hooks. UkurantubuhBenedeniasebesar2.05 - 3.29 mmdanmemiliki dua pasang bintik mata pada bagian anterior dan posterior, bentuk tubuh pipih agak oval, bagian anterior terdapat sepasang alat penempel,sedangkan pada bagian posterior terdapat haptor dansepasang alat pengait.Hasilperhitunganprevalensidanintensitasmenunjukkanbahwa di KJA BPBAP SitubondoprevalensiDactylogyrus sebesar15%denganintensitassebesar 1 ind/ekordanprevalensiBenedeniasebesar 15%danintensitassebesar2 ind/ekor. Di KJA GundilprevalensiDactylogyrussebesar 0% denganintensitassebesar 0 ind/ekordanprevalensiBenedeniasebesar 100% danintensitassebesar 4 ind/ekor. Faktorkualitas air jugamempengaruhihasilprevalensidanintensitasektoparasit. Hasilpengukuran di KJA BPBAP Situbondomemiliki pH 8,275, salinitas 33 ppm, ammoni

    Pengaruh Pembelajaran Group InvestigationTerbimbing Berbantuan Photovoice Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa di SMPN 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Bilfillyan, Roy Befi. 2015. Pengaruh Pembelajaran Group InvestigationTerbimbing Berbantuan Photovoice Terhadap Motivasi dan HasilBelajar Siswa di SMPN 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Dr. Sueb, M.Kes.   Kata kunci: group investigation terbimbing, photovoice, motivasi, hasil belajar Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh proses pembelajaran yangterjadi baik di dalam maupun di luar kelas. Mendukung proses pembelajarandiperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang meliputipenyempurnaan kurikulum dan sarana prasarana pembelajaran. Kesulitan yangdirasakan guru IPA Terpadu ialah cara menanamkan konsep diri dan kebiasaanbelajar siswa yang baik agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar.Selain itu, latar belakang guru yang memiliki ilmu biologi harus memadukanmateri biologi dan fisika pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui ada pengaruh pembelajaran group investigation terbimbingberbantuan photovoice terhadap motivasi dan hasil belajar siswa di SMPN 6Malang. Populasi kelas VII SMPN 6 Malang dengan sampel sebanyak 66 siswa.Pemilihan sekolah berbasis purposive sampling dan pemilihan kelas berbasisrandom sampling. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian iniberupa penelitian eksperimen semu (quasy experimental design) merupakanpenelitian yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompokeksperimen. Uji hipotesis dalam penelitian menggunakan uji analysis ofcovariance dan multivariate analysis of covariance untuk menganalisis motivasidan hasil belajar. Data penelitian sebelum dilakukan uji hipotesis, dilakukan ujinormalitas anakova menggunakan Kolmogorov Smirnov sedangkan uji normalitasmankova menggunakan Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene’s Test sebagai ujiprasyarat untuk mengetahui data berdistribusi normal dan homogen. Pengambilandata menggunakan data angket motivasi, lembar tes kognitif, lembar observasihasil belajar afektif dan psikomotor. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan, maka dapatdisimpulkan bahwa hasil uji anakova menunjukkan motivasi belajar lebihmeningkat pada kelas eksperimen dibandingkan motivasi belajar kelas kontroldengan nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwapembelajaran group investigation terbimbing berbantuan photovoice berpengaruhterhadap motivasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Malang. Hasil ujianakova menunjukkan nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05. Hal inimenunjukkan bahwa pembelajaran group investigation terbimbing berbantuanphotovoice berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6Malang. Hasil uji mankova nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05. Hal inimenunjukkan bahwa pembelajaran group investigation terbimbing berbantuanphotovoice berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMPNegeri 6 Malang

    PENGARUH NATTO KEDELAI HITAM (Glycine soja L.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) HEPAR MENCIT YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK

    No full text
    ABSTRAK   Makanan tinggi lemak merupakanmakanan dengan kandungan protein, lemak, gula, dan garamrelatif tinggi. Makanan tinggi lemak meningkatkan lipogenesis dan pembentukan asam lemak bebas.Asam lemak bebas akan meningkatkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL). Peningkatan kadar LDL memicu terbentuknya radikal bebas/ reactive oxygen species (ROS)yang akan mengikat lipoprotein LDL dan membentuk lipid peroksida yangmenghasilkan produk berupa malondialdehide (MDA). Peroksidasi lipid dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Isoflavon pada kedelai merupakan antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh natto kedelai hitam terhadappenurunan kadar MDA hepar mencit induksi diet tinggi lemak.Parameter yang digunakan dalam penelitian yaitu kadar malondialdehide (MDA)akhir perlakuan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Sub. LabFisiologi Hewan Universitas Negeri Malang dan Sub. Laboratorium Faal Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, pada bulan November 2014-Januari 2015.Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan galur swiss umur 7 minggu dengan berat ±30 gramdengan diberi pakan tinggi lemak.Mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan (kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan dengan konsentrasi200 mg/mL, 400 mg/mL, 800 mg/mL) dengan lima kali ulangan. Ekstrak nattodiberikan secara sonde lambung setiap hari. Pada minggu ke-4 perlakuan, mencit dibedah kemudian organ hepar diambil.Kadar MDA diukur menggunakan teknikThiobarbituric AcidReactive Substance(TBARS) menggunakan spektrofotometerλ 532 nm. Data kadar MDA dianalisis menggunakan Anava tunggal. Hasilpenelitian menunjukkanbahwaada pengaruh pemberian natto kedelai hitam terhadap ketigakelompokperlakuan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (

    PENGEMBANGAN MEDIA TUTORIAL PRAKTIK BIOLOGI BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATIONTECHNOLOGY UNTUK PEMBINAAN KEGIATAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA

    No full text
    ABSTRAK Holid, Alaik, Idzham. 2014. Pengembangan Media Tutorial Praktik Biologi Berbasis Information and Communication Technology untuk Pembinaan Kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si.   Kata kunci : media tutorial, Information and Communication Technology, Kelompok Ilmiah Remaja   Saat ini peran teknologi sudah sangat besar dalam berbagai bidang, termasuk dalam pendidikan. Melalui pemanfaatan kemajuan teknologi dan informasi, pendidikan semakin maju dan berkembang. Meskipun demikian peran seorang guru dalam pendidikan tetaplah penting, karena pendidikan merupakan suatu proses interaksi, komunikasi dan informasi antara guru kepada siswa yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta siswa itu sendiri. Berbagai cara dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya melalui pengembangan sistem pembelajaran. Hasilnya seperti trend yang terjadi bahwa pembelajaran mengarah pada pola active learning. Salah satu wujud dari active learning ini adalah metode belajar dengan membentuk kelompok belajar yang di sekolah biasa disebut dengan istilah kelompok ilmiah remaja (KIR). Permasalahan yang muncul dalam metode ini adalah kekurangan tenaga guru yang mampu menjadi pembimbing dalam kelompok belajar. Kekurangan ini disebabkan tuntutan yang dibebankan memang lebih besar dari guru biasa. Selain itu juga kurangnya informasi mengenai berbagai penelitian dan teknik melakukan penelitian juga menjadi alasan utamanya. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dikembangkanlah sebuah media melalui satu penelitian yang bertujuan untuk memudahkan pengajar atau pembimbing dalam mempelajari dan menyampaikan salah satu teknik penting dalam penelitian biologi. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian pengembangan produk pembelajaran. Pengembangan produk berdasarkan prosedur pengembangan Borg dan Gall (1989) yang terdiri 10 tahapan pengembangan. Namun, pada penelitian ini dibatasi hingga tahap 5 yaitu sampai tahap pelaksanaan revisi terhadap produk utama. Validasi produk dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli praktisi lapangan yang berjumlah 7 orang. Rerata presentase hasil akhir yang diberikan oleh ahli media sebesar 93,4% dengan predikat “layak”, ahli materi sebesar 94% dengan predikat “layak”, dan ahli praktisi lapangan sebesar 77,5% dengan predikat “cukup layak”. Hasil  validasi yang telah dilakukan oleh para ahli dapat dikatakan secara umum bahwa produk ini sudah layak untuk digunakan. Dari hasil tersebut disarankan agar produk semakin disempurnakan  dan dilakukan diseminasi lebih lanjut guna pemanfaatan produk yang lebih luas

    ANALISIS KINERJA GURU SMA KELAS XI DI KOTA MALANG DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KURIKULUM 2013

    No full text
    ABSTRAK   Restiani, R.A 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Liana di Hutan Musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Taman Nasional Baluran, Hutan musim, Liana, Keanekaragaman. Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kawasan hutan musim Blok Curah Jarak terletak dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga memungkinkan adanya aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawasan hutan ini dapat merusak liana, karena liana hidup menumpang pada pohon, sehingga keanekaragaman dapat berkurang. Kelestarian dan keanekaragaman liana harus dijaga dan dilestarikan. Liana mempunyai banyak peranan dalam menjaga kestabilan ekosistem di dalam kawasan hutan musim. Tujuan Penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan indeks keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kemerataan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (3) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (4) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor abiotik yang berhubungan dengan keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Data penelitian diperoleh dengan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengungkap keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Jenis tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran terdapat 24 jenis. Indeks keanekaragaman tergolong tinggi menunjukkan ekosistem yang cenderung stabil, indeks kemerataan tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa penyebaran tumbuhan liana relatif stabil atau merata di semua plot dan indeks kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran tergolong sedang

    Pengembangan KIT Pembelajaran Berbantuan LKS Materi Sistem Pernapasan untuk Siswa Kelas XI SMA

    No full text
    ABSTRAK   Utami, Dewi Novrina. 2015. Pengembangan KIT Pembelajaran Berbantuan LKS Materi Sistem Pernapasan untuk Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., (2) Dr. Hadi Suwono, M.Si.   Kata Kunci: KIT Pembelajaran, LKS, materi sistem pernapasan. Hasil wawancara yang dilakukan pada guru Biologi SMAN 1 Singosari menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 di SMAN 1 Singosari telah diupayakan untuk dilaksanakan, tetapi masih ada beberapa permasalahan yang ditemui, antara lain: 3 model yang digunakan secara terus menerus yaitu inkuri, PBL dan PjBL seringkali menimbulkan kebosanan pada siswa, belum tersedia buku guru dan buku siswa untuk kelas XI sehingga sekolah menggunakan petunjuk praktikum, LKS, dan buku sumber lain untuk menunjang proses pembelajaran. Namun, bahan ajar pendamping (petunjuk praktikum, LKS, dan buku sumber lain) yang digunakan secara struktural belum memenuhi prinsip pendekatan ilmiah yang digunakan dalam kurikulum 2013 sehingga dalam pelaksanaannya guru masih mengalami kesulitan. Pada materi yang banyak menggunakan kegiatan praktikum seperti sistem pernapasan, juga belum tersedia KIT Pembelajaran yang berisi segala peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga guru dan siswa merasakan kesulitan dan ketidakpraktisan dalam mempersiapkan alat bahan yang diperlukan. Alternatif solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pengembangan KIT Pembelajaran berbantuan LKS, LKS yang dikembangkan menggunakan berbagai model pembelajaran untuk menghindari kebosanan siswa terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan KIT Pembelajaran berbantuan LKS yang valid dan dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai salah satu solusi dari permasalahan dalam pembelajaran Biologi. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari model 4D Thiagarajan, dkk (1974), tahapan pengembangan yang dilakukan meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Singosari pada bulan Januari-Februari 2015. Uji kelayakan (validitas) dilakukan pada bulan Januari 2015 dan melibatkan 3 ahli yaitu ahli pendidikan, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan, sedangkan uji keterlaksanaan (uji coba produk) dilakukan pada bulan Februari 2015 pada siswa kelas XI MIA 3 SMAN 1 Singosari sebanyak 36 siswa. Uji kelayakan oleh ahli menunjukkan bahwa KIT Pembelajaran berbantuan LKS merupakan produk pengembangan yang sangat layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan beberapa revisi. Berdasarkan uji coba produk ketuntasan belajar siswa ranah kognitif sebelum menggunakan produk yang dikembangkan sebesar 24,13% sedangkan ketuntasan belajar siswa ranah kognitif setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan produk yang dikembangkan sebesar 84,8% dan siswa juga memberikan respon yang sangat positif melalui angket respon siswa yang diberikan

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SISTEM PEREDARAN DARAH MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 1 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Indahsari, Siti Safitri Nur. 2015.Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Malang.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D, (II)Dra. Amy Tenzer, M.S.   KataKunci: Perangkat pembelajaran, inkuiri terbimbing, hasil belajar, kualitas proses Pembelajaran Biologi yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Malang masih berpusat pada guru dan metode ceramah masih sering digunakan oleh guru. Hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna dan kurang mengasah kemampuan berpikir siswa sehingga berdampak pada rendahnya persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Sumber belajar yang digunakan siswa juga masih minim, sehingga diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, bahan ajar (handout dan LKS), dan instrumen penilaianyang disusun secara sistematis dan terintegrasi sesuai dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran sistem peredaran darah model inkuiri terbimbing yang layak, praktis, dan efektif. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model yang diadaptasi dari model 4-D Thiagarajan (1974) dengan menggunakan tiga tahapan yaitu Define, Design, dan Develop.Validasi dilakukan oleh dosen ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji coba terbatas dilakukan di kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah 1 Malang dengan jumlah 24 siswa. Hasil uji kelayakan perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat valid, dengan rincian nilai validitas silabus, RPP, handout, LKS, dan instrumen penilaian secara berturut-turut adalah 97,1%, 97,6%, 97,7%, 97,2%, dan 96,4%. Hasil uji kepraktisan penggunaan perangkat pembelajaran pada 8 siswa menunjukkan kriteria praktis dengan nilai 75,9%. Pengimplementasian perangkat pembelajaran menggunakan Lesson Study. Hasil uji keefektifan menunjukkan peningkatan rerata nilai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan berturut-turut adalah 4,5%, 18,6%, dan 8,3%. Peningkatan rerata kualitas proses pada aktivitas guru sebesar 11,9% dan peningkatan rerata kualitas proses pada aktivitas siswa sebesar 10,2%. Implementasi perangkat pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran. Saran pada penelitian dan pengembangan ini meliputi saran pemanfaatan produk, saran diseminasi, dan saran pengembangan produk lebih lanjut

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇