SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Kajian Spesies dan Distribusi Pyrops di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur
ABSTRAK Pyrops merupakan serangga termasuk famili dari Fulgoridae. Pyrops berperan sebagai serangga herbivor. Pyrops di wilayah Kalimantan sebenarnya terdapat banyak spesies, namun terdapat titik-titik wilayah tertentu khususnya Prevab yang belum pernah di teliti sebelumnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui jenis Pyrops, perilaku Pyrops, distribusinya di Kawasan Prevab Taman Nasional Kutai Kalimantan Timur dan mengetahui hubungan abiotik dengan kelimpahan Pyrops. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2015. Pengamatan Pyrops dilakukan secara visual di sepanjang daerah 3 plot yang telah ditentukan. Metode yang digunakan adalah Stratified sampling. Spesimen Pyrops di identifikasi dilakukan pada bulan maret 2015 di Laboratorium Entomologi LIPI Bogor. Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu, kelembapan udara, dan kecepatan angin yang dilakukan pada saat pengamatan dan penangkapan Pyrops. Hasil penelitian didapatkan 2 jenis Pyrops yang ada di Prevab TNK Kaltim yaitu Pyrops sultana dan Pyrops whiteheadi. Pola distribusi untuk spesies ini adalah teratur atau merata di setiap plot yang diamati. Selain itu, ditemukan 7 pohon yang menjadi foodplant dari Pyrops yaitu pohon Sengkuang, Pohon Ringin, Pohon Kenanga, Pohon Nephlium, Pohon Laban, Pohon bayur dan Pohon Medang. Setiap pohon yang diamati memiliki ketinggian hingga 12 meter. Berdasarkan hubungan ketinggian terhadap kelimpahan diperoleh bahwa ketinggian 5 sampai 8 meter yang kelimpahannya tertinggi dan tidak ada korelasi antara faktor abiotik dengan kelimpahannya
Pengaruh Air Kelapa Muda (Cocos nucifera L.) Varietas Macrocorpu terhadap Kondisi Hematologi Mencit (Mus musculus) Galur Balb C
ABSTRAK Air kelapa merupakan salah satu bahan alami yang memiliki kandungan gizi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa air kelapa memiliki peranan penting dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya yaitu berhubungan dengan hematologi. Beberapa kandungan nutrisi dalam air kelapa antara lain zat besi, vitamin C, vitamin B6, asam folat, dan asam lemak. Kandungan gizi tersebut memiliki peranan dalam proses pembentukan darah (hematopoesis). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air kelapa terhadap kondisi hematologi mencit. Penelitian dilakukan di Unit Penelitian dan Pemeliharaan Hewan Coba dan Laboratorium Fisiologi Hewan Universitas Negeri Malang, pada bulan Januari 2015 – Februari 2015. Objek yang digunakan adalah mencit jantan galur Balb C umur 8 minggu dengan berat badan 20 ± 2 gram. Mencit dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan (aquabidest, dosis 0,3 ml/g.bb, 0,5 ml/g.bb, dan 0,7 ml/g.bb) dengan enam kali ulangan. Air kelapa diberikan per oral sekali sehari. Pada hari ke-22 mencit dibedah dan diambil darah dari jantung. Kadar hemoglobin diukur menggunakan spektrofotometer panjang gelombang 540 nm, penghitungan jumlah eritrosit dan leukosit dilakukan dengan menggunakan hemasitometer improved neubauer. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anava tunggal. Hasil analisis statistika menunjukkan tidak ada pengaruh air kelapa muda terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan jumlah leukosit. Dosis optimal air kelapa muda yang cenderung meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan jumlah leukosit adalah dosis sebesar 0,3 ml/g.bb. Hasil penelitian menunjukkan meskipun air kelapa muda secara statistik tidak berpengaruh terhadap kondisi hematologi mencit, tetapi air kelapa muda cenderung meningkatkan rerata kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit mencit apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol
Isolasi Gen Dihidroflavonol 4- Reduktase (DFR) pada Dendrobium helix varian Pomeo Brown
ABSTRAK Kata kunci : Dendrobium helix cv. Pomeo Brown, antosianin, gen DFR. Dendrobium helix merupakan salah satu anggrek dengan bunga berukuruan lebih besar dan spesies yang paling menarik dalam Section Spatulata, salah satu variannya adalah Dendrobium helix varian Pomeo Brown. Anggrek ini memiliki batang yang tegak, daun berbentuk elips, tangkai perbungaan tegak dengan petal berwarna cokelat. Warna cokelat pada Dendrobium helix varian Pomeo Brown dihasilkan oleh antosianin. Jalur biosintesis antosianin diregulasi oleh beberapa enzim, salah satunya adalah enzim dihidroflavonol 4-reduktase (DFR) yang dikode oleh gen DFR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gen DFR pada Dendrobium helix varian Pomeo Brown dengan metode PCR menggunakan primer forward ATG GAG AAT GAG AAG AAG GG dan primer reverse TGC AGT GAT CAT GCT TGG TG yang didesign merujuk pada Dendrobium moniliforme. Sekuen tersebut tidak dapat dianalisis. Hasil kromatografi dari sekuen menunjukkan bahwa DNA yang teramplifikasi kemungkinan terdiri atas beberapa fragmen DFR
ANALISIS FILOGENI KERBAU LOKAL (Bubalus bubalis) DI JAWA TIMUR DAN YOGYAKARTA BERDASARKAN SEKUENS DNA MITOKONDRIA GEN Cytochrome b
ABSTRAK Priyono, Dwi Sendi. 2015. Analisis Filogeni Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) Di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan Sekuens DNA Mitokondria Gen Cytochrome b. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.agr. Moh. Amin, S.Pd., M.Si (II) Sofia Ery Rahayu, S.P.d., M. Si. Kata Kunci : Filogeni, Bubalus bubalis, gen cytochrome b. haplotype network. Kerbau merupakan ternak yang potensial dalam penyediaan daging. Perkembangan populasi kerbau di Jawa Timur dan Yogyakarta pada tahun 2000 sampai tahun 2013 mengalami penurunan masing-masing sebesar 77,01% dan 85,37%. Apabila hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan suatu saat akan mengalami kepunahan dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar karena kehilangan plasma nutfah, sehingga diperlukan suatu upaya konservasi Sebagai upaya konservasi plasma nuftah dapat memanfaatkan penanda molekuler gen cytochrome b DNA mitokondria. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui hubungan kekerabatan (filogeni); menggambarkan haplotype network, dan mendeskripsikan variasi sekuens gen yang meliputi jarak genetik, similaritas, dan substitusi nukleotida, pada populasi kerbau lokal (Bubalus bubalis) di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan sekuens gen cytochrome b DNA mitokondria. Objek dalam penelitian ini adalah 6 sampel darah kerbau dikoleksi dari 4 kabupaten yaitu masing-masing Bangkalan (2 ekor), Lumajang (1 ekor), Madiun (1 ekor), dan Sleman (2 ekor). Isolasi DNA menggunakan buffer CTAB dan diamplifikasi dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer forward AAAAAGCTTCCATCCAACATCTCAGCATGATGAAA (L14841), dan primer reverse AAACTGCAGCCCCTCAGAATGATATTTGTCCTCA (H1549). Produk PCR sepanjang ± 380 base pair (bp) dan selanjutnya dilakukan sekuensing. Rekonstruksi pohon filogeni berdasarkan sekuen gen cytochrome b kerbau lokal (Bubalus bubalis) menggunakan metode Maximum Parsimony menunjukkan bahwa individu-individu kerbau mengelompok membentuk dua klaster pada pohon filogeni. Klaster I menunjukkan bahwa kerbau-kerbau dari Lumajang, Madiun, dan Yogyakarta mengelompok berdasarkan geografisnya didalam satu pulau yaitu Pulau Jawa. Sedangkan 2 sampel kerbau dari Bangkalan (A4 dan B1) mengelompok dalam satu klaster, yaitu klaster II Pulau Madura. Kerbau-kerbau di setiap klaster memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan didukung nilai similaritas yang tinggi dan jarak genetik yang rendah. Nilai jarak genetik Bubalus bubalis di wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta berkisar antara 0,00-0,0088 dan untuk nilai variannya antara 0,00%-0,88%. Untuk similaritasnya berkisar antara 99,12% -100%. Analisis haplotype network mendukung hasil analisis menggunakan pohon filogeni dalam mempelajari variasi sekuen DNA pada level intraspesies. Hasil analisis median joining network kerbau dalam penelitian dengan spesies acuan, Bubalus bubalis arnee menunjukkan terbentuk 6 haplotype. Berdasarkan penggambaran haplotype network juga menunjukkan kerbau dari Madiun, Lumajang, Yogyakarta yang berada dalam satu daratan Pulau Jawa memiliki jaringan haplotype yang lebih dekat dan jarinngan haplotype yang lebih dekat ditunjukkan antar kerbau dari wilayah Bangkalan. Hasil ini juga mendukung pengelompokkan dua klaster pada pohon filogeni yang menunjukkan jaringan yang terbentuk lebih dekat antar haplotype di dalam setiap klasterny
Pengembangan Modul Pembelajaran Remedi Materi Sistem Ekskresi pada Manusia untuk Siswa Kelas VIII
ABSTRAK Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang saat ini dijalankan di sebagian sekolah di Indonesia. Terdapat persamaan antara prinsip penilaian kurikulum2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Keduanyamenggunakan prinsip pembelajaran tuntas (Mastery Learning) yang didasarkanpada Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditentukan masing masing sekolah. Apabila siswa belum mencapai KKM, harus dituntaskan melaluipembelajaran remedi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SMP Negeri15 Malang, diketahui bahwa siswa yang harus mengikuti remedi materi sistemekskresi pada manusia mencapai lebih dari 40%. Pelaksanaan remedidilaksanakan hanya dengan pemberian tugas ataupun ulangan ulang. Hal tersebut karena guru mengalami kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran remedi yang membutuhkan waktu dan tempat pelaksanaan, serta persiapan perangkat pembelajaran. Alternatif untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran tersebut adalah dengan adanya pengembangan modul pembelajaran remedi materi sistem ekskresi untuk siswa kelas VIII. Modul tersebut menggunakan pendekatan saintifik yang diharapkan dapat memudahkan siswa dalam membangun pemahaman. Modul ini dikembangkan menggunakan model 4-D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. tahun 1974 yang telah diadaptasi dan dimodifikasi. Model pengembangan ini memiliki 4 tahap (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian dibatasi hanya sampai pada tahap ketiga. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Malang. Pengambilan data dilaksanakan di bulan mei tahun 2015 dengan melibatkan tiga ahli/pakar untuk memvalidasi modul yang dikembangkan meliputi ahli materi, ahli pembelajaran, dan validator lapangan. Selain kepada ahli, juga dilakukan uji coba lapangan terbatas kepada siswa kelas VIII H SMP Negeri 15 Malang yang mengikuti remedi materi sistem ekskresi sebanyak 12 orang. Hasil validasi oleh ahli materi dengan rata-rata nilai 96,53%, hasil validasi modul oleh ahli pembelajaran dengan rata-rata nilai 87,36%, dan hasil validasi oleh validator lapangan dengan rata-rata nilai 77,5%. Hasil uji keterbacaan oleh siswa dengan rata-rata nilai 85,42%. Hal tersebut menunjukkan kriteria modul dengan kualifikasi sangat valid dan sangat layak digunakan
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Teknik Mind Mapping Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VIII
ABSTRAK Khotimah, Hosnul. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Teknik Mind Mapping Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd, (II) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: inkuiri terbimbing, mind mapping, motivasi belajar, hasil belajar Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas. Siswa yang termotivasi mempelajari sebuah topik cenderung melibatkan diri dalam berbagai aktivitas yang diyakininya akan membantu dirinya belajar. Termotivasinya siswa akan berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Menurut observasi dan penelitian terdahulu terdapat permasalahan dalam pembelajaran IPA seperti motivasi belajar siswa rendah yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang diduga efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi dan hasil belajar antara siswa yang diberi model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa. Menurut berbagai sumber, inkuri terbimbing efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang berakibat pada meningkatnya motivasi dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran inkuiri dapat dipadu dengan sebuah teknik meringkas yaitu teknik mind mapping. Melalui mind mapping siswa mampu memfokuskan perhatian pada apa yang menjadi inti persoalan melalui asosiasi dan pengembangan imajinasi, menciptakan kesan yang lebih kuat sehingga mudah diingat. Dengan demikian, diharapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan kelompok non-ekivalen (non equivalent control group design). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VIII SMP BSS tahun pelajaran 2014/2015. Sampel untuk penelitian ini adalah kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Data di analisis dengan analisis kovarian (Anakova). Siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping memiliki motivasi 6,99% lebih tinggi daripada siswa dengan pembelajaran biasa. Selain itu, siswa dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping memiliki hasil belajar 5,88% lebih tinggi dari pembelajaran biasa. Saran yang dapat diberikan adalah hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dengan teknik mind mapping terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar sehingga direkomendasikan untuk diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN KARTU PINTAR UNTUK PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA KELAS XI SMA NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Liansari, Rena. 2015. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Discovery Learning Berbantuan Kartu Pintar Materi Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (2) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: pengembangan, Lembar Kerja Siswa, Discovery Learning, Kartu Pintar, Sistem Reproduksi Manusia. Penelitian dan pengembangan Lembar Kerja Siswa dan Kartu Pintar ini didasari oleh adanya LKS biologi untuk materi sistem reproduksi manusia yang kurang memenuhi syarat penyusunan LKS yang baik di SMAN 6 Malang dan proses pembelajaran yang masih terpusat pada guru atau teacher center sehingga pembelajaran menjadi kurang menyenangkan. Pembelajaran yang kurang mnyenangkan itu menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar pada topik-topik tentang proses fisiologi dalam materi sistem reproduksi manusia. Sehingga perlu dikembangkan LKS berbasis discovery learning yang berbantuan kartu pintar sebagai media pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengembangkan LKS berbasis discovery learning dan kartu pintar untuk materi Sistem Reproduksi Manusia kelas XI SMA dan 2) menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan LKS berbasis discovery learning dan kartu pintar yang dikembangkan. Pengembangan multimedia pembelajaran ini menggunakan model 3-D yang diadaptasi dari model 4-D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. tahun 1974. Langkah-langkah penelitian ini adalah mendefinisikan (Define), merancang (Design), dan mengembangkan (Develop). Validasi dilakukan oleh ahli materi dengan skor validitas 100% untuk LKS, oleh ahli media dengan skor validitas 83,33% untuk LKS dan 80,5% untuk kartu pintar, oleh praktisi lapangan dengan skor validitas LKS 76,4 % dan kartu pintar 77, 7%. Hal tersebut menunjukkan kriteria multimedia pembelajaran valid dan layak untuk digunakan. Uji kepraktisan oleh siswa dengan rata-rata jawaban positif sebesar 87,6% untuk LKS dan 92,52% untuk kartu pintar, menunjukkan bahwa LKS dan kartu pintar praktis untuk digunakan. Uji keefektifan oleh siswa diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa aspek pengetahuan adalah 2,79, hasil belajar aspek sikap adalah 3,41, hasil belajar aspek pengetahuan adalah 3,43 .Nilai ini lebih besar (>) dari nilai ketuntasan belajar minimal siswa yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud yaitu sebesar 2,67. Sehingga dapat dikatakan bahwa media sudah efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Berpendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar dan Retensi Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang
ABSTRAK Dheaghufiraningrum, Dallin. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Berpendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar dan Retensi Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D. , (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci: Quantum Teaching, Pendekatan Saintifik, hasil belajar, retensi Latar belakang penelitian ini adalah profil prestasi belajar IPA siswa SMP sekota Malang masih rendah (Ulfah, 2009). Berdasarkan hasil observasi, siswa SMP Negeri 8 Malang masih memiliki retensi yang rendah. Retensi merupakan salah-satu indikator bermutunya hasil belajar, sehingga bila retensi rendah maka hasil belajar pun rendah (Hartati, 2013). Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya motivasi pada siswa untuk melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model pembelajaran inovatif yang mampu membuat anak lebih termotivasi untuk belajar dan menjadikan proses pembelajaran tersebut lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran tersebut yaitu, model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik yang berpusat pada siswa, sehingga siswa dapat menentukan sendiri bagaimana proses belajar yang mereka inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching berpendekatan Saintifik terhadap hasil belajar dan retensi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat adalah hasil belajar dan retensi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 8 Malang tahun ajaran 2014/2015. Teknik sampling adalah teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperolah dengan melaksanakan pretes dan postes di awal dan di akhir penelitian, serta tes retensi yang dilaksanakan 14 hari setelah pelaksanaan postes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik (analisis kovarian dan analisis perbandingan uji T) menggunakan program SPSS for Ms Window 16.0. Hasil uji prasyarat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Levene’s Test menunjukkan semua data telah berdistribusi normal dan bersifat homogen (kedua kelas tidak berbeda varian). Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis kovarian untuk hasil belajar sikap, hasil belajar pengetahuan, dan retensi dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 (
Uji Efektivitas Ekstrak Tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Mortalitas Ulat Krop (Crocidolomia pavonana F.)
ABSTRAK Chayrani, Redha Arazy. 2015. Uji Efektivitas Ekstrak Tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Mortalitas Ulat Krop (Crocidolomia pavonana F.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (2) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: efektivitas, ekstrak tumbuhan kirinyuh, mortalitas, ulat krop Ulat krop (Crocidolomia pavonana F.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman sayuran dari famili Cruciferae atau Brassicaceae, selain Plutella xylostella dan Spodoptera litura. Larva Crocidolomia pavonana F. instar awal memakan daun muda maupun daun tua dan akan memencar serta menyerang bagian titik tumbuh dan krop tanaman. Langkah alternatif yang saat ini dikembangkan adalah pemakaian bahan nabati sebagai pengendali hama secara alami. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati adalah tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata), karena mengandung beberapa senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tannin, seskuiterpenoid, dan saponin yang mempunyai aktivitas sebagai penghambat makan dan insektisidal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan lama waktu pemaparan ekstrak tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana F.), serta mengetahui interaksi antara konsentrasi dan lama waktu pemaparan ekstrak tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata) yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana F.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 kali ulangan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi dan lama pemaparan. Konsentrasi ekstrak tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena odorata) yang digunakan, yaitu 0 %, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9%. Lama pemaparan ekstrak tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata), yaitu selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Objek penelitian yang digunakan adalah ulat krop (Crocidolomia pavonana F.). Data mortalitas ulat krop, dianalisis dengan Analisis Varian Ganda taraf kepercayaan 95%. Apabila Anava menunjukkan signifikasi, maka perhitungan dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Penelitian ini dilakukan di kawasan pertanian Kusuma Agrowisata dan di Sub Laboratorium Ekologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang, yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi konsentrasi dan lama pemaparan ekstrak tumbuhan kirinyuh terhadap mortalitas ulat krop. Interaksi antara konsentrasi 9% dengan lama pemaparan selama 72 jam merupakan interaksi yang memberikan pengaruh paling besar terhadap mortalitas ulat krop.
Pengembangan Simulasi Komputer Berbasis Pendekatan Saintifik Sub Materi Peredaran Darah Manusia Kelas VIII
ABSTRAK Annisaa, Rinda. 2015. Pengembangan Simulasi Komputer Berbasis Pendekatan Saintifik Sub Materi Peredaran Darah Manusia Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata kunci: Simulasi Komputer, Pendekatan Saintifik, dan Peredaran Darah Manusia Dalam proses pembelajaran, konsep merupakan hal yang perlu dipahami, dipelajari, dan dikuasai oleh peserta didik. Konsep-konsep yang dimiliki oleh peserta didik berguna sebagai dasar pengetahuan aturan-aturan yang relevan dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh peserta didik tersebut. Akan tetapi, seorang peserta didik tidak selalu dapat memahami, mempelajari dan menguasai konsep dengan baik. Berdasarkan hasil observasi terhadap 29 peserta didik kelas IX SMPN 9 Kota Malang, diketahui terdapat beberapa miskonsepsi peserta didik terhadap sub materi peredaran darah manusia. Miskonsepsi tersebut dapat diatasi dengan penggunaan media dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan simulasi komputer berbasis pendekatan saintifik yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan tingkat pemahaman peserta didik. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sadiman (2002). Tahap pertama yaitu mengidentifikasi kebutuhan. Tahap kedua yaitu merumuskan tujuan pengembangan. Tahap ketiga yaitu merumuskan butir materi. Tahap keempat yaitu merumuskan alat pengukur keberhasilan. Tahap kelima yaitu menuliskan naskah media. Tahap keenam melakukan validasi kepada ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan serta uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan di SMPN 9 Malang. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif berupa komentar dan saran para ahli dan peserta didik pada tiga tahap uji coba. Data kuantitatif berupa nilai kelayakan media dari validator, nilai pretest dan postest yang dilengkapi dengan CRI serta lembar penilaian peserta didik terhadap media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simulasi komputer yang dikembangkan merupakan media yang valid berdasarkan validasi ahli materi, media, dan praktisi pendidikan dengan skor 98%, 98%, dan 100%. Simulasi komputer juga praktis digunakan dalam pembelajaran, terlihat dari respon peserta didik pada tiga tahap uji coba, yakni uji coba perorangan dengan skor 98%, uji coba kelompok kecil 88%, dan uji coba lapangan 93%. Simulasi komputer efektif untuk meningkatkan tingkat pemahaman peserta didik berdasarkan penghitungan nilai CRI pretest dan posttest peserta didik pada uji coba perorangan sebesar 62%, uji coba kelompok kecil sebesar 77%, dan uji coba lapangan sebesar 92%