SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengaruh Project Based Learning (PjBL) dengan Produk Cerita Bergambar (CERGAM) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 6 MALANG pada Materi Sistem Ekskresi
ABSTRAK Fazilah, Lidina. 2015. Pengaruh Project Based Learning (PjBL) dengan Produk Cerita Bergambar (CERGAM) terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 6 MALANG pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: PjBL, CERGAM, Motivasi, HasilBelajar Latar belakang dari penelitian ini yaitu kurangnya motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 6 Malang. Kurangnya motivasi dan hasil belajar siswa karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh PjBL dengan produk CERGAM terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Keunggulan strategi PjBL adalah meningkatkan motivasi, meningkatkan kemampuan untuk memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan untuk mencari informasi, meningkatkan kemampuan dalam mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas, dan meningkatkan kejasama kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan rancangan Pretest Posttes Control Group Design. Data penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest serta observasi. Instrument hasil belajar kognitif sebelum digunakan dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas, reabilitas, daya beda, dan kesukaran soal. Data hasil motivasi belajar, hasil belajar afektif, dan hasil belajar kognitif di uji anakova dan untuk data hasil belajar psikomotor dilakukan uji-t. Sebelum dilakukan ujianakova dan uji-t, dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa terdapat pengaruh PjBL dengan produk CERGAM terhadap motivasi belajar dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,050, hasil belajar afektif dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,050, hasil belajar kognitif dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,050 dan hasil belajar psikomotor dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,050. Hal ini karena penggunakan PjBL memiliki banyak keuntungan yaitu dapat memotivasi siswa dengan pengerjaan CERGAM, dapat meningkatkan kerjasama dan tanggung jawab siswa, dapat meningkatkan pengetahuan spiritual karena didalam CERGAM dilengkapi dengan pesan dan amanat yang dirasakan oleh siswa, dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa yaitu siswa dibiasakan memunculkan masalah sendiri serta mencari solusi sendiri dan dapat meningkatkan hasil belajar psikomotor karena dalam PjBL siswa diharapkan dapat membuat CERGAM
Pengembangan Media Mobile Learning Berbasis Android Pada Pembelajaran Struktur dan Fungsi Sel Kelas XI
ABSTRAK Saefi, Muhammad. 2015. Pengembangan Media Mobile Learning Berbasis Android Pada Pembelajaran Struktur dan Fungsi Sel Kelas XI. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (II) Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Mobile Learning, Android, Sel Proses pembelajaran adalah saling terjadinya komunikasi antar komponen pembelajaran. Proses komunikasi yang baik akan memudahkan siswa dalam memahami materi sehingga tujuan tercapai. Hasil observasi kepada 39 siswa kelas XI di MAN Pasuruan menunjukkan bahwa 61,5% siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi struktur dan fungsi sel. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yaitu mobile learning berbasis android untuk pembelajaran struktur dan fungsi sel. Media ini diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan memberikan keleluasaan kepada siswa untuk belajar di berbagai tempat dan waktu. Penelitian dan pengembangan menggunakan model sistem pembelajaran ADDIE terdiri dari lima tahap yakni Tahap I: analysis yang terdiri identifikasi masalah, analisis kebutuhan, dan analisis konsep, Tahap II: design yang terdiri dari pembuatan Garis Besar Isi Media (GBIM), Jabaran Materi (JM), Storyboard dan flowchart, Tahap III: develop yang terdiri dari validasi oleh ahli media, materi, dan praktisi lapangan, Tahap IV: implement yang terdiri dari ujicoba kepada siswa, dan Tahap V: evaluate. Data dan hasil analisis data yang telah diperoleh digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki media yang dikembangkan. Produk dalam penelitian dan pengembangan ini adalah mobile learning berupa aplikasi android berbasis Adobe AIR 3.2 untuk pembelajaran struktur dan fungsi sel yang dikembangkan dengan Adobe Flash Professional CS 6 dan dapat dipasang pada android minimal versi 2.2 (Froyo). Hasil validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi pendidikan terhadap media pembelajaran ini menunjukkan tanggapan positif (ya) untuk setiap indikator masing-masing komponen yang dinilai. Hasil ujicoba menunjukkan 100% siswa menyatakan tanggapan positif (ya) pada hampir semua komponen, kecuali pada indikator kemudahan memilih menu dan ukuran dan jenis huruf masing-masing sebesar 96,15%, indikator kemenarikan bentuk tombol dan tiga indikator (media dapat digunakan di berbagai tempat dan waktu, penyajian materi pada media dapat memungkinkan siswa belajar di rumah, dan media dapat membuat siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan intensitas belajar) masing-masing sebesar 88,46%, dan indikator kemenarikan tampilan sebesar 84,65%. Media pembelajaran dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran yang dapat dilihat dari ketuntasan belajar dengan KKM ≥ 75 secara klasikal sebesar 84,61% dengan rata-rata 81,07. Hasil validasi dan ujicoba dari hasil pengembangan media ini menunjukkan bahwa media pembelajaran ini layak dan dapat diterapkan pada skala yang lebih luas
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu dengan Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada Materi Sistem Ekskresi
ABSTRAK Riskawati, Tri. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu dengan Numbered Heads Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning, Numbered Heads Together, Hasil Belajar Siswa Observasi awal yang dilakukan satu kali pada materi sistem transportasi di kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang, ditemukan beberapa masalah yakni, 1) metode tanya-jawab yang diterapkan masih berpusat pada guru, 2) keaktifan hanya terpusat pada beberapa siswa saja, 3) belum ada diskusi kelompok sehingga siswa belum mampu bekerja sama dan cenderung individualis, dan 4) hasil belajar pengetahuan pada materi sistem pencernaan makanan masih rendah, ketuntasan klasikalnya yakni sebesar 46,87% (15 siswa dari 32 siswa). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Numbered Heads Together (NHT). Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2015 sampai dengan tanggal 18 Maret 2015. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, lembar observasi sikap siswa, lembar observasi keterampilan siswa, dan tes akhir siklus. Model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT dapat diterapkan di kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang melalui enam tahap pembelajaran. Keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I adalah 93,82% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 100%. Keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I adalah 90,37% lalu mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 100%. Hasil belajar pengetahuan siswa pada pra-penelitian sebesar 46,87%, setelah diterapkan model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT mengalami peningkatan menjadi 78,12%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87,5%. Hasil belajar sikap siswa pada siklus I sebesar 68,75%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 81,25%. Hasil belajar keterampilan siswa pada siklus I sebesar 56,25% lalu mengalami peningkatan menjadi 84,37%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dipadu dengan NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D SMP Negeri 20 Malang pada materi sistem ekskresi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru lebih memantau jalannya pengamatan dan diskusi sehingga siswa tidak berbicara di luar materi serta guru dapat mengatur waktu yang baik agar setiap langkah pembelajaran berjalan dengan baik
EFEK SARI KEDELAI (Glicine max) TERHADAP RERATA BERAT DAN STRUKTUR HISTOLOGIS TESTIS MENCIT (Mus musculus) GALUR BALB C
ABSTRAK Holid, Alaik Idzham. 2012. Efek Sari Kedelai (Glicine Max) Terhadap Rerata Berat dan Struktur Histologis Testis Mencit (Mus Musculus) Galur Balb C. Skripsi, Progam Studi Sarjana, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Umie Lestari, M.Si dan Pembimbing (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si Kata Kunci: Sari Kedelai, Testis, Mencit Masyarakat Indonesia tentu sangat kenal dengan yang namanya kedelai. Berbagai bahan olahan kedelai bisa dianggap sebagai menu sehari-hari. Mulai dari yang difermentasikan seperti tempe, ataupun yang non fermentasi seperti tahu dan sari kedelai. Terlebih lagi untuk sari kedelai, bisa dikatakan sangat banyak diminati masyarakat kita saat ini. Mayoritas masyarakat kurang mengerti bahwa terdapat dampak negatif bila kedelai dikonsumsi secara berlebih, khususnya bagi kesuburan pria. Di dalam kedelai terdapat senyawa aktif isoflavon yang sifatnya mirip estrogen sehingga bisa disebut fitoestrogen. Susunan kimia zat ini memiliki pengaruh pada kesehatan reproduksi pria termasuk menurunkan berat kelenjar prostat, dan menurunkan kadar testosteron. Fitoestrogen diketahui dapat menghambat kerja 17-β-hidroksisteroidoksidoreduktase, 3-β-hydroxysteroid dehydrogenase, dan 5α-reductase. Semua itu adalah enzim yang berperanan penting dalam pembentukan testosteron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari kedelai (glicine max) terhadap rerata berat dan struktur histologis testis mencit (mus musculus) galur balb C. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 4 perlakuan dan diulang 6 kali. Penelitian ini dilakukan di kandang percobaan, laboratorium mikroteknik (105) dan laboratorium zoologi (214) Biologi FMIPA UM. Hewan uji menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan galur Balb C dengan rentangan berat badan 25-29 gram dan kisaran umur 8-10 minggu. Prosedur kerja pada penelitian ini diawali dengan pemeliharaan mencit. Perlakuan diberikan dengan cara gavage dengan dosis sari kedelai sebanyak 0 g/kg BB; 0,369 g/kg BB; 0,74 g/kg BB; 1,47 g/kg BB, diberikan setiap hari selama 36 hari, dan pada hari ke 37 hewan dibunuh dengan teknik dislokasi leher. Pembuatan sediaan histologis testis dengan metode parafin dan pewarnaan Haematoxylin-Eosin. Pengamatan dilakukan dengan menimbang berat testis, mengukur diameter tubulus seminiferus dan tebal jaringan epitel germinal tubulus seminiferus. Pengamatan juga dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan perbadingan antar preparat yang meliputi kerapatan susunan antar sel germinal tubulus seminiferus dan kepadatan sperma pada lumen. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa sari kedelai dengan dosis 0,74 g/KgBB dapat mengakibatkan penurunan berat testis mencit galur Balb C secara signifikan. Adapun pada tebal epitel germinal tubulus seminiferus dan diameternya tidak menunjukkan pengaruh
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI PEMBELAHAN SEL UNTUK SISWA SMA KELAS XII IPA
ABSTRAK Fillaili, Anisa Sativa. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Pembelahan Sel untuk Siswa SMA Kelas XII IPA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Moh. Amin. S.Pd., M.Si, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, pembelahan sel Pembelahan sel adalah salah satu materi pelajaran biologi yang diajarkan pada kelas XII semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Materi tersebut tergolong abstrak dan obyek yang dipelajari susah diamati secara langsung. Hasil survei yang dilakukan di SMAN 1 Batu menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi pembelahan sel. Diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membantu siswa mempelajari materi pembelahan sel tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan multimedia interaktif materi pembelahan sel untuk siswa SMA kelas XII IPA yang valid, praktis, dan efektif. Data penelitian diperoleh dari penilaian ahli materi, ahli media, guru, dan 15 siswa kelas XII di SMAN 1 Batu, serta skor hasil tes oleh siswa pada materi pembelahan sel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan soal tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif. Produk penelitian yang dikembangkan berupa multimedia interaktif berformat swf yang dikemas dalam bentuk Compact Disc (CD). Multimedia interaktif yang dikembangkan memuat enam menu utama, yaitu 1) menu petunjuk, 2) menu kompetensi 3) menu materi 4) menu evaluasi, dan 5) menu pengembang. Materi yang terdapat dalam multimedia interaktif adalah materi pembelahan sel yang terdiri dari materi pembelahan secara amitosis, mitosis, dan meiosis; serta materi gametogenesis yang terdiri dari spermatogenesis, oogenesis, mikrosoporogenesis, dan megasporogenesis. Berdasarkan analisis data, dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif materi pembelahan sel ini tergolong valid, praktis, dan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dengan perolehan persentase penilaian multimedia interaktif pembelahan sel sebesar 91,67% oleh ahli materi, 85,71% oleh ahli media, 88,24% oleh guru, dan 90,21% oleh siswa. Hasil belajar siswa pada materi pembelahan sel setelah menggunakan multimedia interaktif juga tergolong baik, yang ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 86,67%
Kajian Variasi Morfologi Basidiokarp dan Basidiospora Lima Spesies Jamur Termitomyces yang Ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Pada bulan Mei sampai Juli 2014 Peneliti telah melakukan inventarisasi terhadap beberapa jamur liar yang dapat dikonsumsi di Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur dengan metode purposive sampling. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa ada 5 spesies jamur Termitomyces di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi morfologi basidiokarp, warna basidiospora berdasarkan hasil basidiospore print dari lima spesies Termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan, dan mengkaji variasi morfologi basidiospora lima spesies Termitomyces yang ditemukan di Desa Wonojati Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif observasional dengan obyek penelitian berupa basidiokarp lima spesies jamur Termitomyces beserta hasil basidiopore print-nya, T. umkowaan, T. eurhizus, T. clypeatus, T. striatus, dan T. cylindricus. Ciri-ciri morfologi basidiokarp kelima spesies jamur Termitomyces dideskripsikan. Disamping itu ciri-ciri basidiospora yang diperoleh dari basidiospore print diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron dengan teknik Scanning Electron Microscopy (SEM). Pengamatan dan deskripsi basidiospora dilakukan mulai bulan November sampai Desember 2014. Pengamatan dan deskripsi basidiokarp Jamur dan pengamatan morfologi basidiosporaTermitomyces dengan mikroskop cahaya dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi dan pengamatan basidiospora menggunakan mikroskop elektrondilakukan di Gedung Laboratorium Sentral Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Hasil deskripsi ciri-ciri morfologi basidiokap dan basidiospora digunakan untuk melengkapi data deskrispsi ciri –ciri jamur Termitomyces yang diteliti. Teknik analisis data morfologi basidiospora menggunakan buku acuan Brundrett, dkk., (1996), Santamaria (2011), dan Rugayah (2004). Secara umum ciri morfologi lima jamur Termitomyces berbentuk paying yang terdiri atas pilus, stipe dan pseudorhiza. Warna pilus putih tulang hingga coklat kehitaman dengan bagian lamella berbentuk gill (insang) dan berwarna putih. Stipe berwarna putih hingga abu-abu dan pseudorhiza berwana putih hingga hitam. Variasi warna basidiospora dari lima spesies jamur Termitomyces yaitu merahjambu, coklat muda, dan coklat. Variasi morofologi basidiospora terletak pada bentuk basidiospora. Ada tiga variasi bentuk pada basidiospora lima jenis Termitomyces, yaitu bentuk subglobosa, ellipsoidal dan dacrioide. Sifat permukaan dinding basidiospora dari lima spesies Termitomyces ialah halus
Kajian Daya Antagonisme Beberapa Spesies Kapang Trichoderma spp. Terhadap Aspergillus flavus Secara In Vitro
ABSTRAK Najib, Ahmad. 2013. Kajian Daya Antagonisme Beberapa Spesies Kapang Trichoderma spp. Terhadap Aspergillus flavus Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, Pembimbing (II) Eriyanto Yusnawan, S.P., Ph.D. Kata Kunci : daya antagonisme, Trichoderma spp., A. flavus. Kapang Aspergillus flavus merupakan salah satu spesies kapang penghasil aflatoksin yang sangat berbahaya bagi kesehatan hewan dan manusia. Kapang A. flavus ini menginfkesi biji-bijian sejak di lapang yaitu pada tahap prapanen. Pengendalian kapang ini terutama pada tahap prapanen biasanya dengan melakukan teknik olah tanah dan penggunaan bahan kimia, sedangkan untuk pengendali hayati belum banyak dilakukan. Pengendalian hayati kapang patogen dapat dilakukan dengan memanfaatkan kapang antagonis. Kapang Trichoderma spp. merupakan kapang antagonis yang banyak digunakan sebagai pengendali hayati kapang patogen. Kapang Trichoderma spp. mempunyai beberapa mekanisme antagonis, yaitu secara mikoparasit, antibiosis, dan kompetisi. Tujuan penelitian ini ialah untuk : 1) menguji kemampuan spesies kapang A. flavus uji dalam menghasilkan aflatoksin, 2) mengidentifikasi spesies-spesies kapang antagonis Trichoderma spp. yang terdapat pada tanah pertanian tanaman kedelai, 3) menguji daya antagonis beberapa spesies kapang antagonis Trichoderma spp. terhadap kapang A. flavus secara in vitro, 4) menentukan spesies kapang antagonis Trichoderma spp.yang mempunyai daya antagonis tertinggi, dan 4) untuk mengkaji mekanisme antagonisme dari Trichoderma spp. terhadap kapang A. flavus Metode penelitian terdiri dari 2 tahap, pertama deskriptif untuk mengidentifikasi Trichoderma spp., menguji kemampuan A. flavus dalam menghasilkan aflatoksin, serta mengkaji mekanisme antagonis Trichoderma spp. terhadap kapang A. flavus berdasarkan hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Kedua ialah eksperimental untuk menguji daya antagonisme kapang Trichoderma spp. terhadap A. flavus. Sampel kapang diambil dari tanah pertanian kedelai di kebun percobaan Balitkabi Genteng, Banyuwangi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Februari-April 2013. Pengujian daya antagonisme menggunakan metode dual culture dengan menggunakan medium lempeng Czapek Agar (CA), kemudian biakan kapang diinkubasikan pada suhu 250-270C dalam waktu 3x24 jam, selanjutnya dilakukan perhitungan daya antagonisme. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Analisis data persentase daya antagonisme dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%, . Hasil penelitian ini membuktikan bahwa : 1) Spesies kapang A. flavus uji yang digunakan merupakan spesies penghasil aflatoksin, 2) hasil identifikasi spesies kapang Trichoderma yaitu: Trichoderma artroviride, T. viride, dan T. harzianum, T. aureoviride, T. koningii, T. parceramosum, dan T. citrinoviride, 3) ada perbedaan daya antagonisme Trichoderma spp. terhadap kapang A. flavus, 4) spesies kapang Trichoderma artroviride merupakan spesies dengan daya antagonisme tertingggi yaitu 62,59%, 5) mekanisme antagonsime antara Trichoderma spp dengan A. flavus. ialah dengan cara mikoparasitisme, yaitu hifa Trichoderma membelit atau menempel pada hifa, konidiofor, dan kepala konidia kapang A. flavus sehingga menyebabkan kerusakan struktur dan penghambatan pertumbuhan kapang A. flavus, dan juga mekanisme kompetisi
POTENSI MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) Galur Balb-C SETELAH DI BERI MINYAK JELANTAH
ABSTRAK Eliyaningsih, Novi Dwi. 2014.Potensi Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa)Terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus Musculus) Galur Balb-C Setelah Di Beri Minyak Jelantah. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Umie Lestari, M.Si (II) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si. Kata Kunci:Jintan hitam, jelantah, kualitas spermatozoa Infertilitas pria merupakan masalah yang perlu diperhatikan karena kenyataannya infertilitas yang disebabkan oleh gangguan pada pihak pria mencapai presentase yang cukup besar antara lain karena kuantitas sperma terlalu sedikit dan kualitas sperma tidak mampu mencapai sel telur, dan menembus membran sel telur. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas sperma salah satunya adalah radikal bebas. Penggunaan minyak jelantah dapat membentuk radikal bebas dan senyawa toksik yang bersifat racun. Radikal bebas di dalam tubuh dapat mengganggu sistem reproduksi terutamaspermatogenesis. Jintan hitam bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, antikolesterol, antihistamin, analgesik, antibiotik, imunomodulator, telah banyak diteliti tetapi masih sedikit penelitian mengenai sifat antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jintan hitam (Nigella sativa) terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C setelah diberi minyak jelantah dan untuk mengetahui dosis awal jintan hitam (Nigella sativa) yang dapat meningkatkan kualitas spermatozoa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK). Dosis minyak jintan hitam (Nigella sativa)dalam penelitian adalah 0ml/30gbb, 0,1ml/30gbb, 0,2ml/30gbb, 0,3ml/30gbb dan 0,4ml/30gbb. larutan diberikan secara gavage sebanyak 0,5 ml/30g bb/hari. adalah 25 ekor mencit dengan umur relatif sama yaitu 2-3 bulan, berat badan 25-30 gram dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pengambilan data kualitas spermatozoa dengan mengamati viabilitas spermatozoa yang hidup dan morfologi spermatozoa yang normal secara mikroskopis. Data dianalisis dengan ANOVA, jika hasilnya signifikan akan dilakukan uji lanjut Duncan. Analisis statistik ini dibantu dengan software SPSS16.0for Windows dengan taraf signifikasi 0.05. Analisis statistik menunjukkan bahwa Jintan hitam (Nigella sativa) berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C kembali setelah diberi minyak jelantah. Jintan hitam (Nigella sativa) dengan dosis sebesar 0,1 ml/30gbb yang diberikan selama 18 hari, merupakan dosis awal yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus) galur Balb-C setelah diberi minyak jelantah
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berpendakatan Scientific pada Materi Sistem Pernapasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Gondanglegi Kabupaten Malang
ABSTRAK Agustina, Enggar. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berpendakatan Scientific pada Materi Sistem Pernapasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S, (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci : multimedia, pembelajaran interaktif, pendekatan scientific Proses pembelajaran Biologi di SMAN 1 Gondanglegi masih terpusat pada buku literatur sehingga menyebabkan siswa cenderung menghafal materi tanpa memahami konsepdari materinya.Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran masih sangat kurang padahal sarana dan prasarana sekolah dalam bidang teknologi cukup lengkap.Multimedia sebagai salah satu media pembelajaran dinilai sangat praktis dan efektif untuk membantu proses pembelajaran karena dalam satu media terdapat banyak aspek yang bisa dimunculkan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan produk, menguji keefektifan, dan kepraktisan. Metode Pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Lee dan Owens (2004) dengan prosedur pengembangan yang terdiri dari: (1) Penilaian/Analisis yang terdiri dari dua bagian utama yaitu Penilaian Kebutuhan dan Analisis Depan-Akhir; (2) Desain; (3) Pengembangan; (4) Implementasi; dan (5) Evaluasi.Pengembangan multimedia interaktif ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, kemudian diuji coba lapangan awal dengan melibatkan praktisi lapangan (guru dan siswa). Produk yang telah direvisi dilanjutkan dengan uji coba lapangan utama.Jenis data dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai validasi produk, hasil belajar, dan angket respon siswa, sedangkan data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar ahli materi, ahli media, praktisi lapangan dengan menggunakan kriteria kevalidan, kriteria ketuntasan hasil belajar, dan angket respon siswa setelah menggunakan multimedia interaktif. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh nilai sebesar 82%, 87,5%, 90%, dan 90,25%. Hal ini membuktikan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar siswa (kognitif, afektif,psikomotor)yang diperoleh setelah menggunakan multimedia interaktif mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar tahun ajaran 2013/2014.Rata-rata hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa setelah menggunakan multimedia interaktif sebesar 89, 84, dan 87, dibandingkan dengan hasil belajar pada tahun ajaran sebelumnya hanya sebesar 76, 82, dan 80.Hal ini membuktikan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Perolehan hasil angket respon siswa setelah menggunakan multimedia interaktif sebesar 91,9%, sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan sangat praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran
Pengembangan Multiumedia Pembelajaran Interaktif menggunakan Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Ekskresi untuk Siswa SMP Kelas VIII
ABSTRAK terpusat pada guru, dan terkadang dengan menggunakan metode diskusi. Pembelajaran yang dilakukan belum menggunakan multimedia, karena guru merasa kesulitan untuk membuat multimedia pembelajaran. Meskipun masing-masing kelas telah terpasang LCD atau proyektor, namun guru belum mampu memanfaatkan fasilitas tersebutuntuk pembelajaran yang lebih menarik. Hal ini yang melatarbelakangi pengembangan multimedia pembelajaran interaktif di SMPN 6 Malang dengan tujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif sistem ekskresi pada manusia dengan menggunakan pendekatan saintifik dan melakukan uji kelayakan terhadap multimedia pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan dalam multimedia pembelajaran interaktif ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall (1983: 775) yang telah diadaptasi hanya pada tujuh tahap saja yakni analisis kebutuhan siswa, perencanaan media, pengembangan produk, uji coba validitas (ahli media, ahli materi dan praktisi lapangan), revisi hasil uji coba, uji coba lapangan, penyempurnaan produk hasil uji coba.Uji kelayakan media dilakukan oleh ketiga ahli yakni ahli media, ahli materi dan praktisi lapangan, hal ini bertujuan untuk melihat kualitas produk yang dihasilkan. Uji coba lapangan terbatas dilakukan pada 36 siswa kelas VIII untuk melihat kelemahan-kelemahan pada produk berdasarkan sudut pandang siswa. Multimedia pembelajaran interaktif telah dikembangkan dengan keunggulan dapat digunakan siswa untuk belajar mandiri, mudah dalam penggunannya karena dilengkapi dengan petunjuk penggunaan, audio, gambar, animasi dan video yang dapat menarik perhatian siswa pada saat belajar. Kekurangan dari produk yang dihasilkan adalah hanya dapat diterapkan pada sekolah yang sudah memiliki fasilitas LCD. Produk yang dikembangkan telah dilakukan uji coba kelayakan media oleh ahli media, ahli materi dan praktisi lapangan. Hasil validasi produk oleh ahli media diperoleh nilai 86,84 % dengan kriteria sangat valid, hasil validasi oleh ahli materi diperoleh nilai 94,56 % dengan kriteria sangat valid dan praktisi lapangan diperoleh nilai sebesar 81, 25% dengan kriteria cukup valid. Uji coba kelompok terbatas dilakukan pada 36 siswa kelas VIII yang dipilih secara acak dari 3 kelas yang berbeda diperoleh nilai sebesar 90,38% dengan kriteria sangat valid. Media pembelajaran interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran dengan nilai g-score 0,740