SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Aplikasi Pupuk Mikoriza terhadap Produktivitas Tanaman Kacang Hijau [Vigna radiata (L) Wilczeck] di Tanah Tercekam Garam
ABSTRAK Mastika, Laily Maghfiro Kamil. 2015. Aplikasi Pupuk Mikoriza terhadap Produktivitas Tanaman Kacang Hijau [Vigna radiata (L) Wilczeck] di Tanah Tercekam Garam. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Nugrahaningsih, M.P., (II) Dr. Betty Luiati, M. S. Kata kunci: mikoriza vesikular arbuskular, produktivitas kacang hijau, tanah tercekam garam. Kacang hijau atau Vigna radiata (L) Wilczeck adalah tanaman polong yang menduduki peringkat ketiga sebagai tanaman pangan setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau memiliki zat gizi yang tidak kalah dengan kedelai maupun kacang tanah. Masyarakat memanfaatkan kacang hijau sebagai bahan baku makanan, bahan campuran, pupuk hijau dan tanaman penutup tanah. Kebutuhan kacang hijau semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan industri makanan baik skala rumah maupun industri. Kenaikan permintaan kacang hijau belum diimbangi dengan peningkatan hasil produksi sehingga untuk menutupi kebutuhan tersebut pemerintah impor kacang hijau dari luar negeri. Usaha pemerintah untuk menekan impor adalah dengan memanfaatkan lahan marjinal seperti lahan salin atau tanah tercekam garam. Tanah tercekam garam atau tanah salin adalah tanah yang mengandung kadar garam terlarut tinggi. Budidaya tanaman kacang hijau di tanah salin menghadapi kendala tekstur tanah yang buruk dan hambatan osmotik. Penyelesaian permasalahan tersebut diatasi dengan cara menggunakan pupuk organik, salah satunya pupuk hayati mikoriza vesikular arbuskular (MVA). Jamur MVA merupakan kelompok jamur dari kelas Glomeromycota yang dapat menginfeksi perakaran tanaman dan membantu memperluas area penyerapan hara, dan meningkatkan efisensi penyerapan unsur hara, terutama fosfor. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji pengaruh dan dosis efektif pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau di tanah tercekam garam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Media tanam menggunakan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1 dengan perlakuan 5 taraf pupuk hayati mikoriza yakni 0 g/tanaman, 3 g/tanaman, 6 g/tanaman, 9 g/tanaman dan 12 g/tanaman serta 5 ulangan tiap perlakuan. Data pengamatan dianalisis dengan sidik ragam Anava dan uji lanjut BNT 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza 6-9 gram merupakan dosis efektif dan efisien untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijau varietas VIMA 1 di tanah tercekam garam
Pengaruh Penggunaan Modul Pembelajaran Biologi berbasis Inkuiri terhadap Hasil Belajar dan Retensi Siswa Kelas X SMAN Kota Pasuruan
ABSTRAK Firdaus, Inti. 2015. Pengaruh Penggunaan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Inkuiri terhadap Hasil Belajar dan Retensi Siswa Kelas X SMAN Kota Pasuruan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Sarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd, (2) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata kunci: Modul Pembelajaran Biologi, Inkuiri, Hasil Belajar, Retensi. Hasil belajar yang tinggi adalah harapan bagi kebanyakan siswa dan guru, karena melalui hasil belajar dapat diketahui kemampuan siswa dalam menguasai materi yang diajarkan. Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh kemampuan menyimpan informasi yang disebut dengan retensi. Retensi diperlukan oleh siswa agar konsep yang sudah dipahami dapat dimunculkan lagi ketika diperlukan. Berdasarkan hasil observasi, hasil belajar siswa dalam matapelajaran biologi masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang berpusat pada siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga pembelajaran tersebut menjadi bermakna. Salah satunya dengan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri yang berpusat pada siswa, melatih siswa untuk mandiri dan menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui penyelidikan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah penggunaan modul pembelajaran biologi berbasis inkuiri dan multistrategi. Variabel terikat adalah hasil belajar dan retensi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Pasuruan tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan mencari dua kelas yang setara melalui uji kesetaraan dengan anava dari nilai Ulangan Harian. Dua kelas yang setara adalah kelas X MIA 4 sebagai kelas kontrol dan X MIA 5 sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes untuk hasil belajar dan retensi. Tes untuk retensi dilakukan 14 hari setelah postes. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik anakova menggunakan program SPSS 16 for Windows. Hasil uji prasyarat dengan uji Kormogolov-Smirnov dan Levene`s Test menunjukkan data hasil belajar dan retensi terdistribusi normal dan kedua kelas memiliki varians yang sama. Uji hipotesis dengan menggunakan analisis kovarian (anakova) dengan taraf signifikansi 0,05 (
Pengembangan Modul Materi Sistem Koordinasi dengan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI MIA SMA Negeri 4 Pasuruan
ABSTRAK Sari, Vita Ayu Lambang. 2015. Pengembangan Modul Materi Sistem Koordinasi dengan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas XI MIA SMA Negeri 4 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph. D (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si Kata kunci: Pengembangan Modul, Sistem Koordinasi, Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar Hasil wawancara dan observasi pada hari Senin tanggal 05 Januari 2015 di SMA Negeri 4 Pasuruan dengan guru biologi kelas XI menghasilkan data bahwa 70% siswa SMA Negeri 4 Pasuruan berperan aktif dalam pembelajaran biologi, sedangkan yang 30% pasif dalam pembelajaran biologi, persentase ini dilihat dari nilai raport siswa tahun 2013-2014 sebelumnya. Siswa SMA Negeri 4 Pasuruan menjadi pasif karena beberapa faktor diantaranya; siswa yang malas dalam belajar, dan siswa yang merasa jenuh dengan belajar menggunakan satu acuan buku paket biologi saja. Solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengembangkan modul sebagai suplemen belajar siswa yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar.Modul ini dikembangkan dengan mengadaptasi 7 tahap pada model pengembangan Borg & Gall. Tahapan-tahapan tersebut adalah penelitian pendahuluan, perencanaan, pengembangan bentuk produk awal, uji coba lapangan tahap awal, revisi produk utama, uji coba lapangan utama, dan revisi produk operasional. Berdasarkan analisis data angket validasi modul oleh ahli media dan ahli materi, didapatkan skor rata-rata 92 dan 90 yang termasuk dalam kategori sangat valid. Skor rata-rata yang diperoleh dari angket validasi oleh ahli praktisi lapangan adalah 94 dan termasuk kategori sangat valid. Hasil uji coba skala kecil modul yang dilakukan pada 32 siswa kelas XI MIA 4 SMAN 4 Pasuruan menunjukkan skor rata-rata 90 dan termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil pre-test dan post-test memperoleh nilai gain score 0,71 yang termasuk dalam kategori keefektifan tinggi. Hasil belajar kognitif menunjukkan peningkatan 23,39%. Nilai rata-rata hasil belajar afektif pada sikap sosial 3,80 dan hasil belajar afektif pada sikap spiritual 3,80. Hasil belajar psikomotor diperoleh rata-rata nilai 3,91. Produk akhir berupa modul sebagai suplemen belajar bermuatan materi sistem koordinasi untuk Kelas XI MIA 4 SMAN 4 Pasuruan untuk meningkatkan hasil belajar selain sumber belajar mandiri siswa yaitu buku paket
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Virus Berbasis Flash untuk Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School
ABSTRAK Sandika, Wely Ella. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Virus Berbasis Flash untuk Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si. (II) Agung Witjoro S.Pd., M.Kes. Kata kunci : Pengembangan, Multimedia, Flash, Virus Siswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda, ada yang melalui media visual, media audio, dan media cetak. Adanya penggabungan antara dua media atau lebih (multimedia) dalam kegiatan pembelajaran diharapkan siswa yang memiliki cara belajar yang berbeda-beda dapat memahami materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia materi Virus berbasis flash yang layak dan diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman materi virus bagi siswa kelas X SMA Brawijaya Smart School. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R & D) menurut Borg and Gall. Tahapan penelitian ini hanya dibatasi pada tahap ke-1 sampai tahap ke-5, karena hanya dikembangkan untuk satu sekolah. Langkah-langkah pengembangan media tersebut yaitu: penelitian dan pengumpulan informasi melalui studi pustaka dan observasi, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal dan revisi hasil uji coba. Multimedia divalidasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi (guru), dan pengguna produk (siswa). Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan lembar saran. Data hasil penilaian angket dianalisis menurut kriteria kelayakan. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan multimedia berbasis flash untuk materi virus SMA kelas X. Multimedia ini berisi Kompetensi Dasar, peta konsep, glosarium, daftar pustaka, latihan soal, tokoh, ciri-ciri tubuh virus, reproduksi virus, dan peranan virus. Secara umum hasil penelitian ini adalah layak namun masih ada beberapa aspek yang masih perlu revisi. Dari ahli media menunjukkan masih ada 5 dari 18 aspek, dari ahli materi menunjukkan ada 3 dari 20 aspek dan dari pengguna menunjukkan 2 dari 17 aspek
Ketertarikan Artrhopoda Predator pada Tumbuhan Gulma di area perkebunan Coffea robusta Lindl.Ex De Will Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar
ABSTRAK Nuryati, Sri. 2015. Ketertarikan Artrhopoda Predator pada Tumbuhan Gulma di area perkebunan Coffea robusta Lindl.Ex De Will Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembingbing: (I) Dr. Fatchur Rohman. M. Si (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si. Kata Kunci : ketertarikan, arthropoda predator, tumbuhan gulma, dan perkebunan kopi. Arthropoda predator merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan Agroekosistem. Arthropoda predator berperan dalam mengontrol populasi hama di perkebunan kopi. Usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan keberadaan arthropoda predator yaitu dengan menyediakan mikrohabitat. Tumbuhan gulma yang berada di sekitar perkebunan kopi dapat dimanfaatkan sebagai mikrohabitat bagi arthropoda predator. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan gulma yang terdapat di perkebunan kopi, menemukan tumbuhan gulma yang mendominasi, mengidentifikasi spesies arthropoda predator, mengetahui frekuensi kunjungan arthropoda predator pada tumbuhan gulma, dan mengetahui distribusi temporal arthropoda predator pada tumbuhan gulma.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan tumbuhan gulma uji dilakukan dengan metode analisis vegetasi. Data tumbuhan gulma di identifikasi dan dihitung kerapatan serta frekuensi untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi. Uji ketertarikan dilakukan pada tumbuhan gulma dengan INP tertinggi menggunakan metode visual control. Pengamatan dilakukan pada pukul 08.00-08.20, dan 12.00-12.20. Data frekuensi kunjungan Arthropoda predator terhadap tumbuhan gulma dihitung dengan persentase kemudian dideskripsikan. Tumbuhan gulma yang ditemukan di perkebunan kopi meliputi 9 spesies yang termasuk dalam 5 suku. Suku Amarantaceae, Asteraceae, Poaceae, Rubiaceae, dan Commelinaceae. Tumbuhan gulma yang dominan yaitu Wedelia biflora (L.) DC. dan Ageratum conyzoides L. Predator yang ditemukan terdiri dari 8 spesies yaitu Iridomyrm sp, Cordulegaster maculata, Phyllanthus bilunatus, Pardosa pseudoannulata, Apis mellifera, Paria. sp, Allograpta obliqua, dan Mantis religiosa. Berdasarkan 2 nilai INP tertinggi Frekuensi kunjungan Pardosa pseudoannulata memiliki ketertarikan paling banyak pada tumbuhan Wedelia biflora (L.) DC. Sedangkan Iridomyrmex memiliki Frekuensi kunjungnan paling banyak pada tumbuhan Ageratum conyzoides L. Arthropoda predator pada tumbuhan Wedelia biflora (L.) DC lebih aktif pada siang hari dan pada tumbuhan Ageratum conyzoides L lebih aktif pada pagi hari. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan tumbuhan gulma mampu menarik datangnya arthropoda predator
PENGARUH MODEL PEMBELAJARANINKUIRI TERBIMBING DIBANDING INKUIRI TERBIMBING DIPADU THINK PAIR SQUARE SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWAKELAS VIII SMP NEGERI DI KOTA MALANG
ABSTRAK Akmalia, Novita Rizky. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Square Share Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri Di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata kunci: Model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Square Share, hasil belajar IPA. Kualitas sumber daya manusia suatu negara ditentukan oleh kualitas pendidikannya, karena pendidikan yang dikelola dengan baik akan mencetak sumber daya manusia yang handal. Kurikulum 2013 menuntut siswa aktif dan memiliki kompetensi dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan.Hasil observasi dari beberapa sekolah menengah di Kota Malang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA masih rendah yang ditunjukkan dengan masih banyaknya siswa yang memeperoleh hasil belajar di bawah KKM. Permasalahan serupa juga terjadi pada siswa SMP Negeri 15 Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu Think Pair Square Sharehasil belajar siswa kelas VIII SMPN 15 Malang.Penelitian ini kelas eksperimen menggunakanmodel pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu Think Pair Square Share, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Analisis data menggunakan analisis kovarianuntuk hasil belajar pengetahuan dan sikap ilmiah, sedangkan analisis untuk hasil belajar keterampilan ilmiah menggunakan uji-t yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. instrumen untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran diukur menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, instrumen untuk mengukur hasil belajar pengetahuandan sikap ilmiah menggunakan pretest dan posttest, instrumen untuk mengukur hasil belajar keterampilan ilmiah menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan Think Pair Square Shareterhadap hasil belajar aspek pengetahuanp= 0,00
Kajian Collembola Pada Lahan Pertanian Dengan Pola Tanam Monokultur Dan Pola Tanam Polikultur Di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur
ABSTRAK Rijayanti, Maulinda Dwita. 2015. Kajian Collembola Pada Lahan Pertanian Dengan Pola Tanam Monokultur Dan Pola Tanam Polikultur Di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata Kunci: Collembola, pola tanam monokultur, pola tanam polikultur Pentingnya pengelolaan pertanian yang benar akan mempengaruhi produksi tanaman dan keadaan ekosistem disekitarnya. Salah satu pengelolaan pertanian yang dapat diterapkan adalah perbaikan pada pola tanam suatu lahan pertanian yang secara langsung akan berpengaruh terhadap komunitas Collembola sebagai biota tanah yang berperan dalam kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan dengan pola tanam monokultur dan polikultur pada lahan pertanian di kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Pengambilan sampel menggunakan purposing area sampling dengan volume tanah sebanyak 200cc pada setiap plot. Dilakukan pengambilan sampel tanah untuk uji N-organik sebanyak 100 gram. Jenis Collembola yang ditemukan pada kedua lahan pertanian sebanyak 10 genus, meliputi genus Homidia, Isotomiella, Onychiurus, Hemisotoma, Pseudanurophorus, Folsomia, Pseudosinella, Folsomina, dan Paranurophorus dan folsomides. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada lahan monokultur termasuk dalam kriteria rendah dan pada lahan polikultur termasuk dalam kriteria sedang. Berdasarkan hasil analisis Paired-Sample T Test menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan pada kedua lahan menunjukkan berbeda nyata. Hasil uji t N-Organik pada kedua lahan menunjukkan tidak berbeda nyata. Hasil analisis korelasi-regresi N-Organi terhadap keanekaragaman Collembola memiliki hubungan terhadap indeks kekayaan Collembola. Berdasarkan hasil analisis korelasi-regresi pada lahan monokltur dan pada lahan polikultur untuk faktor abiotik yang memiliki hubungan dengan nilai indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan Collembola adalah suhu dan kelembaban
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Autoplay pada Pelajaran IPA Terpadu Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan serta Pemanfaatannya dalam Teknologi
ABSTRAK Chakim, Muhammad. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Autoplay pada Pelajaran IPA Terpadu Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan serta Pemanfaatannya dalam Teknologi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (2) Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata kunci: multimedia pembelajaran interaktif, autoplay, struktur dan fungsi tumbuhan serta pemanfaatannya dalam teknologi. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) merupakan sebuah pelajaran yang mencakup ilmu fisika, biologi dan kimia dalam kesatuan, serta menekankan pada proses penemuan dan pengembangan dengan menggunakan metode ilmiah serta menuntut sikap ilmiah. Metode pembelajaran IPA Terpadu yang digunakan saat ini meliputi ceramah, diskusi, dan praktikum. Penggunaan metode pembelajaran tersebut membuat sebagian siswa kurang mengerti terhadap materi yang diajarkan, serta enggan untuk mempelajari kembali materi yang telah diterima. Supaya siswa bersemangat untuk belajar, maka dibutuhkan sebuah media yang mampu untuk menarik siswa untuk mau belajar sehingga siswa mampu memahami materi dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengembangkan media pembelajaran IPA Terpadu berbasis Autoplay yang atraktif, aplikatif, dan efektif pada materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan serta Pemanfaatannya dalam Teknologi. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan Analysis, Design, Development, Implement, Evaluation (ADDIE) yang dikembangkan oleh Branch (2009). Tahap penelitian ini yaitu Analysis (analisis), Design (perancangan), Develop (pengembangan), Implement (implementasi), serta Evaluation (evaluasi). Produk multimedia yang telah jadi kemudian divalidasi oleh Validator Ahli Media, Validator Ahli Materi, serta Validator Ahli Penerapan Lapangan. Media yang telah divalidasi selanjutnya diuji cobakan kepada siswa. siswa yang menjadi subyek uji coba adalah siswa kelas VIII G dan VIII H SMP Negeri 15 Malang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari Ahli Media memberikan kriteria “Sangat Valid”, Ahli Materi memberikan kriteria “Sangat Valid”, Ahli Penerapan Lapangan memberikan kriteria “Valid”, dan hasil uji keterbacaan yang dilakukan kepada siswa memberikan kriteria “Sangat Terbaca”. Validator ahli media, ahli materi, serta ahli penerapan lapangan selain melaksanakan penilaian juga memberikan saran untuk perbaikan media. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran yang dihasilkan setelah direvisi menunjukkan kriteria yang sangat valid sehingga layak digunakan
PERBEDAAN KOMPOSISI ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA LAHAN PERTANIAN SELEDRI (Apium graveolens) DENGAN PENGAPLIKASIAN MULSA DAN TANPA MULSA DI DESA PANDAN REJO KECAMATAN BUMIAJI BATU
ABSTRAK Lestari, Novi Anah Tri. 2014. PerbedaanKomposisiArthropodaPermukaan Tanah padaLahanPertanianSeledri (Apiumgraveolens) denganAplikasiMulsadanTanpaMulsa Di DesaPandanrejoKecamatanBumiAjiBatu.Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Sofia EryRahayu, S.Pd, M.Si (II) Drs. AgusDharmawan, M.Si. Kata kunci: PerbedaanKomposisi, ArthropodaPermukaan Tanah, PertanianSeledri Salah satuteknikpengolahantanah yang dilakukanolehpetaniseledriadalahdenganpengaplikasianmulsapadalahanpertaniannya.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahuikeanekaragaman, kekayaan, kemerataan, padalahanpertanianseledridenganaplikasimulsadantanpamulsa, danmegetahuihubunganfaktorabiotikterhadapkomposisijenis.Penelitianbersifatdeskriptifeksploratif.Objekpenelitian adalah Arthropodapermukaantanah yang tertangkapdenganmetode pithfall trap.Waktu pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus 2014. Lahanpenelitian yang digunakanadalahlahanpertanianseledridenganaplikasimulsadantanpamulsa.Padasetiaplahandipasang 5 stasiundanpadatiapstasiunterdapat 5 titik.Pengukuranfaktorabiotikpadasetiaplahanterdiridarisuhutanah, kelembabantanah, dan pH tanah.Hasil penelitian ditemukan11 genusArthropodapermukaantanahpadalahandenganaplikasimulsadan 9 genus padalahantanpaaplikasi mulsa. Indeks keanekaragamanpadalahandenganaplikasimulsalebihtinggidibandingkandenganlahantanpaaplikasimulsa, begitujugadeganindekskemerataandanindekskekayaan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor abiotik padalahandenganaplikasimulsaberpengaruh terhadap keanekaragaman sedangkan pada lahan tanpa mulsa berpengaruh terhadap kekayaan
Isolasi dan Identifikasi Kapang Patogen pada Bercak di Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dari Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban
ABSTRAK Nurwahyuni, Reta. 2015. Isolasi dan Identifikasi Kapang Patogen pada Bercak di Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dari Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Skripsi, Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M. Pd., (II) Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes. Kata kunci: daun cabai rawit, kapang patogen, kerusakan struktur anatomi Tanaman cabai (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi penting di Indonesia. Kapang penyebab kerusakan jaringan tanaman cabai rawit menyebabkan beberapa kesulitan dalam budidaya cabai rawit di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Kerusakan berupa bercak berwarna kuning kecoklatan pada daun cabai rawit. Kerusakan pada daun cabai rawit tersebut mengakibatkan penurunan produksi cabai, penelitian yang bertujuan untuk: 1) meneliti kerusakan struktur anatomi daun cabai rawit berupa bercak-bercak berwarna kuning kecoklatan; 2) mengisolasi dan mengidentifikasi spesies-spesies kapang patogen pada bercak daun cabai rawit, dan 3) menentukan spesies kapang yang paling banyak ditemukan pada bercak daun cabai rawit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2015. Sampel daun cabai rawit berbercak kuning kecoklatan yang digunakan berasal dari 5 tanaman cabai rawit yang diperoleh dengan menggunakan metode diagonal. Masing-masing tanaman diambil 3 helai daun dan masing-masing helai daun dibuat 2 potongan daun untuk diinokulasikan ke medium lempeng CA. Pengamatan kerusakan struktur anatomi jaringan daun yang berbercak dilakukan melalui pengamatan mikroskopis. Identifikasi spesies kapang patogen dilakukan melalui tahap-tahap isolasi, deskripsi ciri morfologi koloni, dan ciri mikroskopis yang dirujukkan pada kunci identifikasi kapang. Penentuan spesies kapang yang paling banyak ditemukan dilakukan melalui penghitungan jumlah koloni masing-masing spesies kapang yang ditemukan. Hasil penelitian antara lain: 1) berdasarkan hasil pengamatan anatomi daun secara melintang ditemukan sebaran miselium kapang pada lapisan kutikula, jaringan epidermis bawah, jaringan sponsa serta jaringan palisade. Sebaran miselium pada jaringan sponsa lebih banyak jika dibandingkan dengan sebaran pada jaringan palisade, sehingga banyak sel yang mengalami kerusakan pada jaringan sponsa. 2) spesies-spesies kapang yang ditemukan pada daun cabai rawit diperoleh 5 spesies kapang, yaitu: Fusarium semitectum, Fusarium solani, Colletotrichum coccodes (Wallr.) Hughes., Ovulariopsis sp, dan Verticillium sp. serta 2 ordo khusus Mycelia sterilia, dan 3) spesies kapang yang merupakan jumlah paling banyak pada bercak daun cabai rawit yaitu Fusarium solani