SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
EKSPRESI GEN ERK PADA SOMIT EMBRIO AYAM (Gallus domesticus) SETELAH PEMBERIAN CIPROFLOXACIN
ABSTRAK Kusumawati, Emy. 2014. Ekspresi Gen ERKpadasomitEmbrioAyam (Gallus domesticus)setelahPemberianCiprofloxacin. Skripsi, JurusanBiologi, FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. DwiListyorini, M.Si., D. Sc. (II) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si. Kata Kunci:EkspresiERK, somitembrioayam, ciprofloxacin, Somitogenesisayammelibatkanbeberapa gen salahsatunyaadalahExtracellular-signal-regulated kinase (ERK). Hasilpenelitiansebelumnyamenunjukkanbahwaciprofloxacindapatmenggangguhinggamenggagalkan proses penulanganstruktur-struktur yang berasaldarisomit. Ciprofloxacindidugajugamempengaruhiekspresi genpengendalisomitogenesis.PenelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhciprofloxacinterhadapekspresiERK. Embrioayampadaumurinkubasi24 jam diberilarutanciprofloxacindengandosis 1 µg/g bb dan2 µg/g bb untukkelompokdosis 2, untukkontrolpositifembriodiberilarutan PBS, sedangkanuntukkontrolnegatifembriotidakdiberiperlakuanapapun.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaciprofloxacinmenurunkantingkatekspresiERK, semakintinggidosisciprofloxacin yang diberikan, semakinrendahtingkatekspresiERK
Pengembangan KIT Pembelajaran Berbantuan LKS Materi Sistem Pernapasan untuk Siswa Kelas XI SMA
ABSTRAK Utami, Dewi Novrina. 2015. Pengembangan KIT Pembelajaran Berbantuan LKS Materi Sistem Pernapasan untuk Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., (2) Dr. Hadi Suwono, M.Si. Kata Kunci: KIT Pembelajaran, LKS, materi sistem pernapasan. Hasil wawancara yang dilakukan pada guru Biologi SMAN 1 Singosari menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 di SMAN 1 Singosari telah diupayakan untuk dilaksanakan, tetapi masih ada beberapa permasalahan yang ditemui, antara lain: 3 model yang digunakan secara terus menerus yaitu inkuri, PBL dan PjBL seringkali menimbulkan kebosanan pada siswa, belum tersedia buku guru dan buku siswa untuk kelas XI sehingga sekolah menggunakan petunjuk praktikum, LKS, dan buku sumber lain untuk menunjang proses pembelajaran. Namun, bahan ajar pendamping (petunjuk praktikum, LKS, dan buku sumber lain) yang digunakan secara struktural belum memenuhi prinsip pendekatan ilmiah yang digunakan dalam kurikulum 2013 sehingga dalam pelaksanaannya guru masih mengalami kesulitan. Pada materi yang banyak menggunakan kegiatan praktikum seperti sistem pernapasan, juga belum tersedia KIT Pembelajaran yang berisi segala peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga guru dan siswa merasakan kesulitan dan ketidakpraktisan dalam mempersiapkan alat bahan yang diperlukan. Alternatif solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pengembangan KIT Pembelajaran berbantuan LKS, LKS yang dikembangkan menggunakan berbagai model pembelajaran untuk menghindari kebosanan siswa terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan KIT Pembelajaran berbantuan LKS yang valid dan dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran sebagai salah satu solusi dari permasalahan dalam pembelajaran Biologi. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari model 4D Thiagarajan, dkk (1974), tahapan pengembangan yang dilakukan meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Singosari pada bulan Januari-Februari 2015. Uji kelayakan (validitas) dilakukan pada bulan Januari 2015 dan melibatkan 3 ahli yaitu ahli pendidikan, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan, sedangkan uji keterlaksanaan (uji coba produk) dilakukan pada bulan Februari 2015 pada siswa kelas XI MIA 3 SMAN 1 Singosari sebanyak 36 siswa. Uji kelayakan oleh ahli menunjukkan bahwa KIT Pembelajaran berbantuan LKS merupakan produk pengembangan yang sangat layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan beberapa revisi. Berdasarkan uji coba produk ketuntasan belajar siswa ranah kognitif sebelum menggunakan produk yang dikembangkan sebesar 24,13% sedangkan ketuntasan belajar siswa ranah kognitif setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan produk yang dikembangkan sebesar 84,8% dan siswa juga memberikan respon yang sangat positif melalui angket respon siswa yang diberikan
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Materi Sistem Ekskresi Melalui Model Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA
ABSTRAK Maf’ula, Ary. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Materi Sistem Ekskresi melalui Model Inkuiri Terbimbing dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Amy Tenzer, M.S, (2) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, sistem ekskresi, inkuiri terbimbing, pendekatan saintifik, hasil belajar. Hasil wawancara dengan guru biologi di MAN Sidoarjo pada tanggal 24 dan 28 November 2014, menunjukkan bahwa pembelajaran di MAN Sidoarjo menggunakan metode diskusi, dan ceramah. Hasil wawancara juga diketahui bahwa sistem ekskresi merupakan salah satu materi kelas XI IPA Semester 2 yang diduga merupakan materi yang sulit bagi siswa, terlihat dari nilai ketuntasan belajar klasikal materi sistem ekskresi pada tahun ajaran 2013/2014 sebesar 43 %. Hal ini diduga disebabkan kegiatan pembelajaran yang kurang variatif, dan media yang digunakan tidak dapat membantu siswa memahami sistem ekskresi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni mengembangkan perangkat pembelajaran dengan sintaks pembelajaran kombinasi pendekatan saintifik dan inkuiri terbimbing serta didukung dengan media pembelajaran berupa video animasi. Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran biologi materi sistem ekskresi melalui model inkuiri terbimbingdengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan hasil belajar siswa, 2) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 3) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE Dick and Carey (1996). Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket uji kepraktisan, skor hasil belajar aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator dan siswa. Validasi dilakukan oleh dosen ahli perangkat pembelajaran, ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji keefektifan dilakukan dengan mengimplementasikan perangkat pembelajaran di kelas XI IPA 8 MAN Sidoarjo dengan jumlah 34 siswa, sedangkan uji kepraktisan dilakukan terhadap 5 orang siswa. Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan kriteria sangat valid, dengan rincian nilai validitas silabus, RPP, LKS, dan media pembelajaran berturut-turut 97,13 %, 94,65 %, 90,65 %, dan 93,03 %. Keefektifan pembelajaran terlihat dari hasil belajar aspek pengetahuan, aspek sikap, dan aspek keterampilan berturut-turut adalah 86,17 %, 78 %, 85%, dan 85 %. Hasil uji coba kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis dengan persentase 95,26 %. Perangkat pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar dengan nilai ketuntasan belajar klasikal 94 % dibandingkan nilai ketuntasan belajar klasikaltahun ajaran 2013/2014 yaitu 43%. Berdasarkan hasil tersebut memperlihatkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah layak, efektif dan praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Biologi Berpendekatan Saintifik Bermuatan Sikap Spiritual dan Sosial Materi Dunia Tumbuhan untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang
ABSTRAK Sulistian, Linda. 2015. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Biologi Berpendekatan Saintifik Bermuatan Sikap Spiritual dan Sosial Materi Dunia Tumbuhan untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M. S., (II) Drs. Sulisetijono, M.Si Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, Pendekatan Saintifik, Dunia Tumbuhan, Sikap Spiritual dan Sosial. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru Biologi kelas X SMA N 8 Malang buku yang diperoleh dari pemerintah masih perlu dikembangkan karena belum sepenuhnya sesuai dengan kurikulum 2013. Menurut beberapa siswa kesulitan pada materi Dunia Tumbuhan adalah banyak hafalan dan pengklasifikasian tumbuhan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan LKS berpendekatan saintifik bermuatan sikap spiritual dan sosial sesuai tuntutan kurikulum 2013. LKS berpendekatan saintifik merupakan LKS yang di dalamnya menggunakan tahap 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan) dan dilengkapi dengan pengetahuan tambahan terkait peranan tumbuhan untuk pencapaian sikap spiritual siswa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983) yang dilaksanakan 5 tahap dari 10 tahap yang ada. Tahap yang pertama yaitu melakukan penelitian dan pengumpulan informasi mengenai permasalahan yang ada di sekolah. Tahap yang kedua yaitu melakukan perencanaan yang meliputi perencanaan pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan permasalahan, analisis KI dan KD, dan menentukan pokok-pokok pembelajaran. Tahap ketiga yaitu mengembangkan produk awal yaitu LKS berpendekatan saintifik. Tahap keempat yaitu melakukan uji coba lapangan tahap awal yang meliputi validasi oleh ahli pendidikan, materi, dan praktisi lapangan serta uji coba skala kecil pada 12 siswa kelas XI MIA yang sudah melalui materi Dunia Tumbuhan di kelas X. Tahap kelima yaitu melakukan revisi terhadap produk utama berdasarkan saran dan masukan para ahli. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli, LKS yang dikembangkan sudah valid setelah melalui proses revisi pada aspek tertentu. Hasil uji coba skala kecil menunjukkan bahwa keterlaksanaan kegiatan di LKS 95 % berarti hampir semua terlaksana. Keterlaksanaan soal evaluasi termasuk kategori cukup dengan rerata nilai 62,7 dan keterlaksanaan sikap spiritual termasuk kategori cukup yaitu dengan rerata nilai 66,7. Tingkat kepraktisan LKS termasuk kategori baik berdasarkan total skor pada lembar respon siswa yaitu 405 dari total skor maksimal 480
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DALAM RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val. & van Zijp) SERTA ANALISIS SECARA KUANTITATIF TERHADAP METABOLIT SEKUNDER YANG DIHASILKAN
ABSTRAK Rahmawati, Indriana. 2015. Isolasi dan Identifikasi Kapang Endofit dalam Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. & Van Zijp) Serta Analisis secara Kuantitatif terhadap Metabolit Sekunder yang Dihasilkan. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si. Kata Kunci: kapang endofit, rimpang temu giring, metabolit sekunder Tanaman temu giring merupakan tanaman berkhasiat obat. Rimpang temu giring mengandung metabolit sekunder yang bersifat antimikroba antara lain alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenol. Beberapa spesies kapang endofit hidup dalam jaringan berbagai jenis tanaman. Kapang endofit berpotensi menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya, sehingga isolasi metabolit sekunder dapat dilakukan dari kultur kapang endofit penghasilnya, di samping dengan cara ekstraksi rimpang temu giring. Penelitian ini bertujuan untuk 1) isolasi dan identifikasi kapang endofit dalam rimpang temu giring, 2) mengobservasi secara histologik letak kapang endofit dalam jaringan rimpang temu giring, dan 3) menganalisis secara kuantitatif terhadap metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang endofit dalam rimpang temu giring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan pada September 2014-April 2015 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang dan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Rimpang temu giring yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari lahan UPT Materia Medica Batu. Isolasi dan identifikasi dilakukan dengan cara menginokulasikan secara aseptik potongan rimpang temu giring pada medium Czapek Agar, kemudian diinkubasikan pada suhu 25-27oC selama 7x24 jam, selanjutnya identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dan mikroskopis koloni kemudian dirujukkan pada buku kunci identifikasi jamur untuk menentukan nama-nama spesies kapang endofit. Observasi histologik letak kapang endofit dilakukan dengan pembuatan preparat irisan rimpang temu giring kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Metabolit sekunder diperoleh dari supernatan hasil kultur cair kapang endofit dalam medium Czapek cair yang diinkubasikan pada suhu ruang (26-27oC) dengan pengocokan berkecapatan 120 rpm selama 7x24 jam, setelah itu metabolit sekunder dianalisiskan secara kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat 5 spesies kapang endofit yang berhasil diisolasi dari rimpang temu giring yaitu Fusarium sporotrichioides, Aspergillus versicolor, Aspergillus terreus, Fusarium oxysporum, dan Cladosporium sphaerospermum, 2) miselium kapang endofit terletak di sel-sel parenkim pada jaringan korteks rimpang temu giring, 3) setiap spesies kapang endofit rimpang temu giring mampu menghasilkan metabolit sekunder yang dianalisiskan yaitu kadar alkaloid berkisar antara 0,31-0,84 g/L, flavonoid berkisar antara 0,70 - 2,30 g/L, terpenoid berkisar antara 0,02 - 0,07 g/L, dan fenol berkisar antara 1,97 - 5,75 g/L
Kajian Komposisi Komunitas dan Distribusi Temporal Serangga Predator pada Lahan Perkebunan Kakao di Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang
ABSTRAK Primalia, Rany. 2015. Kajian Komposisi Komunitas dan Distribusi Temporal Serangga Predator pada Lahan Perkebunan Kakao di Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Ibrohim, M.Si (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si Kata kunci : komposisi komunitas, distribusi temporal, serangga predator, perkebunan kakao Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan penting di Indonesia, tetapi, produktivitas kakao rata-rata masih rendah karena adanya serangan hama. Pengendalian hama masih menggunakan insektisida kimiawi yang dapat menyebabkan dampak yang tidak baik. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pemanfaatan musuh alami yaitu serangga predator. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah mengungkap komposisi komunitas, distribusi temporal, dan hubungan faktor abiotik dengan jumlah individu serangga predator pada perkebunan kakao. Penelitian ini adalah penelitian deskripsi eksploratif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode survey langsung, yellow trap, dan light trap dengan tiga kali ulangan. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode plotting, dengan ukuran plot 5x5 m sebanyak 25 plot pada siang hari dan 13 plot pada malam hari. Spesimen yang didapat kemudian diidentifikasi, dihitung kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaannya kemudian dianalisis regresi menggunakan SPSS untuk mengetahui pengaruh suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan kecepatan angin terhadap jumlah inidvidu dan jumlah spesies serangga predator. Berdasarkan hasil identifikasi, komposisi serangga predator pada lahan perkebunan kakao terdiri dari 7 ordo, 9 familia, dan 14 spesies. Spesies yang memiliki nilai kelimpahan relatif tertinggi adalah Dolichoderus thoracicus (57,78%). Distribusi temporal serangga predator menunjukkan bahwa dominan muncul pada pagi hingga siang hari. Dari hasil regresi antara faktor abiotik dengan jumlah individu D. thoracicus ditemukan adanya hubungan antara keduanya. Faktor abiotik yang berpengaruh adalah kecepatan angin
Studi Pendidikan Karakter Hidup Sehat melalui Pemanfaatan TOGA sebagai Indikasi Mutu Kesehatan Di Desa Gedogwetan Kecamatan Turen Kabupaten Malang
ABSTRAK Permata, Krisnaini Haneum. 2015. Studi Pendidikan Karakter Hidup Sehat melalui Pemanfaatan TOGA sebagai Indikasi Mutu Kesehatan Di Desa Gedogwetan Kecamatan Turen Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata Kunci: pendidikan karakter, TOGA, mutu kesehatan, Desa Gedogwetan Turen Malang Pendidikan karakter bagian dari pendidikan merupakan cara membiasakan diri dalam berpikir, berperilaku, dan bekerja sama sebagai anggota keluarga, masya-rakat, dan bernegara serta mampu membuat keputusan yang dapat dipertanggung-jawabkan. Implementasi pendidikan karakter dapat melalui lingkungan formal dan non formal. Salah satu pendidikan karakter adalah pendidikan karakter hidup sehat yang merupakan penanaman nilai-nilai hidup sehat melalui kebiasaan menerapkan pola hidup sehat agar kesehatan terjaga. Contoh pendidikan karakter hidup sehat adalah memanfaatkan potensi tanaman obat atau Tanaman Obat Keluarga (TOGA)di daerah tempat tinggal. TOGA merupakan program Pemerintah yang digerakkan oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Desa Gedogwetan Kecamatan Turen Kabupaten Malang sudah menerapkan program TOGA. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan Desa Gedogwetan mendapatkan peringkat pertama dalam lomba TOGA se-Kecamatan Turen pada tahun 2012, namun macam jenis tanaman obat yang ditanam tidak lengkap. Masyarakat Desa Gedogwetan belum memiliki kesadaran dalam menyikapi kelestarian lingkungan dan kesehatan ditandai dengan belum merawat tanaman yang ditanam, pemanfaatan TOGA belum maksimal, ma-syarakat lebih memilih obat dari apotek, serta usaha untuk mengolah tanaman obat menjadi produk bernilai ekonomi belum ada. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan karakter hidup sehat melalui pemanfaatan TOGA dan (2) mengetahui hubungan antara pendidikan karakter hidup sehat melalui pemanfaatan TOGA dengan mutu kesehatan di Desa Gedogwetan.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan meng-gunakan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu-ibu rumah tangga yang berusia 35-50 tahun berjumlah 1200 orang, sedangkan sampel peneli-tian adalah 10% dari populasi yakni 120 yang diambil secara random. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket serta lembar observasi dan wawancara seba-gai instrumen pendukung. Tujuan pertama dianalisis dengan persentase, sedangkan tujuan kedua dianalisis dengan korelasi bivariat dengan bantuan SPSS.16. Hasilpenelitian menunjukkan(1) ) nilai-nilai pendidikan karakter hidup sehat melalui pemanfaatan TOGA yakni disiplin, gaya hidup sehat, tanggung jawab, serta peduli sosial dan lingkungan yang terkategori baik, sedangkan sadar akan hak dan kewajiban; berpikir logis, kreatif, dan inovatif terkategori cukup baik. (2) Semakin baik pendidikan karakter hidup sehat maka mutu kesehatannya semakin baik
Kajian Komunitas Serangga Penyerbuk Di Kebun Belimbing (Averrhoa carambola L.) Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK Giartika, Mifta Cahya. 2015. Kajian Komunitas Serangga Penyerbuk Di Kebun Belimbing (Averrhoa carambola L.) Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. (II) Hawa Tuarita M.S. Kata Kunci: Komunitas, serangga penyerbuk, Kebun Belimbing, Serangga merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang sangat perlu diungkap untuk mengetahui keadaaan komunitas dilahan perkebunan. Serangga penyerbuk yang membantu dalam proses penyerbukan sampai saat ini masih menjadi kajian penelitian yang berkelanjutan. Keberadaan serangga penyerbuk menunjukkan faktor biotik yang berperan penting dalam menentukan besaran hasil produksi buah belimbing.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keanekaragaman, tingkat kemerataan, tingkat kekayaan, dan kelimpahan relatif serangga penyerbuk di area Kebun Belimbing. Penelitianini bersifat deskriptif eksploratif dilakukan pada bulan Mei-Juli 2015. Pengambilan serangga penyerbuk menggunakan lahan 2 Ha dari 20,4 Ha yang dibagi menjadi 4 empat area menurut arah mata angin yaitu utara (berbatasan sawah), timur (berbatasan jalan), selatan (berbatasan pemukiman, dan barat (berbatasan sungai). Pengambilan serangga penyerbuk dilakukan secara langsung ditangkap menggunakan Sweepnet. Penangkapan serangga dilakukan pada jam 07.00-11.00 WIB. jenis-jenis serangga yang ditemukan dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), kemerataan (E), kekayaan (R), kelimpahan Relatif (KR). Hasil penelitian ditemukan 15 spesies serangga penyerbuk yang termasuk dalam 5 famili. Keanekaragaman serangga penyerbuk pada lahan Kebun Belimbing yang berbatasan dengan sawah, jalan, pemukiman, dan sungai termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kemerataan termasuk kategori tinggi, dan kekayaan termasuk kategori rendah. Kelimpahan relatif spesies serangga penyerbuk paling tinggi yaitu Hypolimnas bolinapada area Kebun Belimbing yang berbatasan dengan sawah, jalan, dan pemukiman, sedangkan area Kebun berbatasan sungai ialah Xylocopa confusa. Serangga penyerbuk yang berperan penting adalahHypolimnas bolina, Xylocopa confusa, Polites sp., Xylocopa violacea, Delias hyparete, Catopsilia pomona
Pengembangan Buku Ajar Pendamping Biologi Sel dan Molekuler Bersintak Reading Questioning and Answering (RQA) Guna Menunjang Kegiatan Pembelajaran Pengayaan Biologi Di Madrasah Aliyah
ABSTRAK Murditya, Muhammad Bagas. 2015. Pengembangan Buku Ajar Pendamping Biologi Sel dan Molekuler Bersintak Reading Questioning and Answering (RQA) Guna Menunjang Kegiatan Pembelajaran Pengayaan Biologi Di Madrasah Aliyah. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Alosiyus Duran Corebima, M.Pd, (2) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: Biologi Sel dan Molekuler, Kegiatan Pembelajaran Pengayaan, Penelitian Pengembangan, Buku Ajar, Strategi Pembelajaran RQA. Permasalahan di kegiatan pembelajaran pengayaan untuk kompetensi dasar (KD) yang terkait dengan konsep biologi sel dan molekuler adalah permasalahan yang kompleks, jika permasalahan ini tidak segera ditemukan solusinya berdampak pada rendahnya daya saing siswa dalam berbagai kompetisi akademik. Permasalahan tersebut meliputi kurangnya kemampuan guru dalam mendalami materi biologi sel dan molekuler, ketidaklengkapan materi buku ajar pokok dan desakan kebutuhan sekolah untuk berprestasi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN). Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan buku ajar pengayaan biologi sel dan molekuler bersintak strategi pembelajaran RQA (Reading, Questioning, and Answering) lengkap dengan contoh soal biologi sel dan molekuler yang disajikan pada kompetisi akademik biologi baik di tingkat nasional dan internasional beserta pembahasannya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan metode 4D (Define, Design, Develop and Disseminate) Thiagarajan. Kualitas isi materi produk penelitian ini telah divalidasi oleh ahli materi dari Fakultas Tekno-biologi Universitas Surabaya dan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Dari segi kualitas media pembelajaran, produk penelitian ini telah divalidasi oleh ahli media pembelajaran biologi dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Produk penelitian ini juga telah divalidasi lapangan dan juga diuji keterbacaannya oleh guru biologi dan siswa kelas XI-Mat Sains MAN 3 Malang. Dari proses uji validitas tersebut diperoleh bahwa rerata persentase validitas materi sebesar 91.5% dan rerata persentase validitas media pembelajaran sebesar 88.8%. Dipihak lain hasil uji validitas oleh guru biologi menunjukkan bahwa rerata persentase validitas sebesar 98.8%, sedangkan hasil uji keterbacaan oleh siswa menunjukkan bahwa rerata persentase validitas sebesar 90.98%. Hasil difusi dan adopsi melalui seminar hasil di Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang juga menunjukkan penerimaan yang baik terhadap produk penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa produk hasil dari penelitian ini yang berupa buku ajar memiliki persentase kriteria validitas sangat tinggi sehingga tidak membutuhkan revisi secara mendasar dan siap dimanfaatkan di lapangan sebenarnya untuk kegiatan pembelajaran
Pengembangan Perangkat Pembelajaran pada Materi Sistem Ekskresi dengan Model Inquiry Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Malang
ABSTRAK Sari, Nadhira Permata. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran pada Materi Sistem Ekskresi dengan Model Inquiry Learning untuk Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D. (II) Dr. Umie Leastari, M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, Inquiry Learning, hasil belajar Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dengan model Inquiry Learning pada materi Sistem Ekskresi yang layak digunakan pada proses pembelajarandan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Malang pada kelas VIII-C. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan Four-D (4D) Thiagarajan yaitu define, design, dan develop, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Analisis data tahap awal dilakukan validasi kelayakan produk perangkat pembelajaran oleh satu orang dosen biologi dan satu orang guru biologi.Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran secara keseluruhan diperoleh hasil yaitu perangkat pembelajaran layak digunakan. Rata-rata hasil penilaian validasi oleh ahli materi sebesar96,94%. Rata-rata hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran sebesar 90,46%. Rata-rata hasil validasi oleh ahli pembelajaran (guru) sebesar 96,91%. Analisis data tahap akhir berupa uji coba produk yang telah divalidasi kepada siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, angket, dan uji soal. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi pengetahuan meningkat dari 79,93 menjadi 87,60.Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi sikap spiritual meningkat dari 3,39 menjadi 3,66. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi sikap sosial meningkat dari 3,34 menjadi 3,54. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi keterampilan praktikum meningkat dari 3,12 menjadi 3,39. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada kompetensi keterampilan presentasi meningkat dari 3,13 menjadi 3,46. Berdasarkan hasil respon siswa persentase penilaian terhadap perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata setiap aspek adalah 93,86%, yang berarti perangkat pembelajaran dinyatakan praktis. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran diperoleh rata-rata setiap aspek adalah 95,25%, yang berarti perangkat pembelajaran dinyatakan efektif. Apabila perangkat pembelajaran ini akan digunakan dalam skala luas, hendaknya dilakukan uji coba lanjutan untuk beberapa kelas dengan kondisi yang hampir sama dengan kelas VIII-C di SMP Negeri 9 Malang untuk mengetahui keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran