SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    IDENTIFIKASI VARIASI SEKUEN OVULATION RATE GENE PADA SAPI LIMOUSIN KEMBAR DI PACITAN JAWA TIMUR

    No full text
    Konsumsi daging sapi di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, namun produksi daging sapi nasional hanya mampu mencukupi 65% dari kebutuhan dalam negeri. Oleh karena itu, diperlukan terobosan inovasi baru yang dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi, salah satunya dengan kelahiran kembar pada sapi. Sehingga diperlukan identifikasi gen kembar pada sapi agar dapat dilakukan seleksi terhadap sapi yang memiliki potensi untuk melahirkan kembar. Identifikasi variasi sekuen ovulation rate geneperlu dilakukan untuk meningkatkan pembibitan sapi Limousin kembar. Identifikasi variasi sekuen ovulation rate gene dimulai dengan pengambilan sampel darah sapi. Kemudian dilakukan isolasi DNA darah sapi, amplifikasi sekuen ovulation rate gene, elektroforesis horizontal, lalu dilanjutkan sekuensing. Hasil sekuensing kemudian dianalisis menggunakan software bioinformatika untuk melihat adanya variasi sekuen serta untuk melihat prediksi polipeptida yang terbenntuk yang kemungkinan berperan dalam laju ovulasi sapi Limousin.Berdasarkan hasil analisis, prediksi polipeptida yang terbentuk adalah Cytokine  (TNF Tumor Necrosis Factor). Hal ini memperlihatkan bahwa variasi yang terjadi tidak dapat mengubah polipeptida yang terbentuk, karena polipeptida yang terbentuk dari ketiga sampel merupakan golongan sitokin yang memiliki fungsi untuk proses ovulasi pada mamalia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya variasi sekuen gen tidak mengubah fungsi gen dapat dikatakan gen ini gen conserve. Pada akhirnya sapi ini dapat dilakukan seleksi, konservasi dan pemuliaan untuk  meningkatkan produktivitas sapi, guna mencukupi permintaan daging sapi yang tinggi

    Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis RICOSRE terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMAN 1 Turen

    No full text
    RINGKASANAzizah, Nor. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis RICOSRE terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMAN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd.Kata kunci: RICOSRE, berpikir kritis, hasil belajar kognitifAbad XXI merupakan abad dimana pengetahuan dan keterampilan sangat diperlukan untuk menjadi manusia yang memiliki daya saing. Salah satu keterampilan berpikir yang perlu dikembangkan adalah keterampilan berpikir kritis. Faktanya, model pembelajaran yang diterapkan di SMAN 1 Turen belum memfasilitasi siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Rendahnya keterampilan berpikir kritis dilihat dari kurang terampilnya siswa dalam melakukan pemecahan masalah. Kemampuan siswa masih kurang dalam penyusunan hipotesis, cara menganalisis masalah dan cara menghubungkan konsep materi dengan kehidupan sehari-hari yang akhirnya juga berdampak pada hasil belajar kognitif. Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan menerapkan model pembelajaran RICOSRE.  Menurut penelitian sebelumnya, RICOSRE sebagai model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan cara membiasakan siswa untuk berpikir dalam menemukan solusi dari suatu permasalahan. Siswa tidak hanya menjawab permasalahan akan tetapi mendapat konsep dan dapat mengaitkan konsep tersebut pada permasalahan lain yang sejenis sehingga akan berpengaruh juga terhadap hasil belajar kognitif siswa. Dengan demikian, diharapkan model pembelajaran RICOSRE mampu memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMAN 1 Turen dan 2) mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa SMAN 1 Turen.Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen pretest posttest non equivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Turen. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 7 sebagai kelas eksperimen (pembelajaran RICOSRE), kelas X MIPA 5 sebagai kelas kontrol positif (pembelajaran PBL) dan kelas X MIPA 6 sebagai kelas kontrol negatif (pembelajaran konvensional). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak. Keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa diukur dengan tes esai. Data diambil dari hasil pretest dan posttest. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anakova pada taraf signifikasi 0,5% (p < 0,05).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMAN 1 Turen. Kelas eksperimen dengan model RICOSRE memperoleh rata-rata terkoreksi keterampilan berpikir kritis sebesar 54,45 yang merupakan rerata terkoreksi tertingi dibandingkan dari kelas kontrol positf dan kontrol negatif dan 2) model pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa SMAN 1 Turen. Kelas eksperimen dengan model RICOSRE memperoleh rata-rata terkoreksi hasil belajar kognitif sebesar 55,16  yang merupakan rerata terkoreksi  tertingi dibandingkan dari kelas kontrol positf dan kontrol negatif.  Saran yang dapat diberikan adalah model pembelajaran RICOSRE dapat diaplikasikan dalam pembelajaran biologi karena telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. SUMMARYAzizah, Nor. 2019. The Effect of Biology Learning Based-RICOSRE toward Critical Thinking Skills and Cognitive Learning Outcomes of Students in SMAN 1 Turen. Thesis, Biology Department, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd.Keywords: RICOSRE, critical thinking, cognitive learning outcomes21st Century is a century where knowledge and skills are needed to become competitive human beings. One of the skills that needs to be developed is critical thinking skills. In fact, the learning model applied at SMAN 1 Turen has not facilitated students to improve their critical thinking skills. The low level of critical thinking skills is seen from the lack of skill in students in solving problems. The ability of students is still lacking  in formulating hypotheses, how to analyze problems and how to connect material concepts with everyday life which ultimately also have an impact on cognitive learning outcomes. These problems were tried to be overcome by applying the RICOSRE learning model.  According to previous research, RICOSRE as a problem-based learning model able to improve critical thinking skills by getting students to think in finding solutions to a problem. Students not only answer the problem but get the concept and can relate the concept to other similar problems so that it will also influence the cognitive learning outcomes of students. Thus, it is expected that the RICOSRE learning model is able to empower critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students. The purpose of this study are: 1) to know the effect of learning model toward critical thinking skills of students in SMAN 1 Turen and  2) to know the effect of learning model toward cognitive learning outcomes of students in SMAN 1 Turen. The type of research is a quasi-experimental with  pretest posttest non-equivalent control group design. The population in this study were all students of class X SMAN 1 Turen. The research sample is class X students MIPA 7 as an experimental class (RICOSRE learning), class X MIPA 5 as a positive control class (PBL learning) and class X MIPA 6 as a negative control class (conventional learning). Sampling is done using random techniques. Critical thinking skills and student cognitive learning outcomes are measured by essay tests. Data was taken from the results of the pretest and posttest. Hypothesis testing is done by using the childova test at a significance level of 0.5% (p <0.05).The results showed that: 1) Learning model affect critical thinking skills of  students in SMAN 1 Turen. Experimental Class with the RICOSRE model obtain a corrected average score of critical thinking skills of 54.45 which is the highest corrected average score compared to the positive control class and negative control class and 2) Learning model affect cognitive learning outcomes of class X students on SMAN 1 Turen. Experimental class with RICOSRE model obtained average corrected score of cognitive learning outcomes of 55.16 which was the highest corrected mean compared to the positive control class and negative control class.  The suggestion that can be given is that the RICOSRE learning model can be applied in biology learning because it has been proven capable to improve critical thinking skills and cognitive learning outcomes of students

    Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap Nekrosis Sel Epitel Tubulus Proksimal Mencit (Mus musculus) Jantan GalurBalb/C

    No full text
     RINGKASAN Siti, Rayhanah. 2019.  Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap Nekrosis Sel Epitel Tubulus Proksimal Mencit Jantan (Mus musculus) galur Balb/ C, Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nursasih Handayani, M.Si (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si Kata Kunci: propolis, nekrosis, tubulus proksimal Propolis merupakan komponen sarang lebah dan mempunyai banyak manfaat untuk pengobatan. Kandungan bahan kimia serta komposisinya yang kompleks, membuat propolis mempunyai khasiat yang bermacam-macam, di antaranya sebagai antikanker/ antitumor, antivirus antifungi, antibiotika dan Immunmodulator. Ginjal sebagai organ utama yang sering mengalami gangguan akibat dari efek toksik suatu senyawa, karena ginjal memiliki aliran volume darah yang tinggi dan mengkosentrasi zat-zat toksik pada filtrat glomerulus dan membawanya melalui sel tubulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis terhadap nekrosis sel epitel tubulus proksimal mencit (Mus musculus) jantan galur balb/ C. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan. 24 mencit jantan galur Babl/ C umur 8 minggu, diberi ekstrak propolis melalui sonde lambung dengan dosis 10mg/ kg berat badan, 20mg/ kg berat badan, 30mg/ kg berat badan, 40mg/ kg berat badan dan 50mg/ kg berat badan dan P0 (kontrol) diberi aquades. Setelah 18 hari, mencit di dislokasi dan organ ginjal dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Tiap preparat diamati 2 irisan dari 4 irisan melintang ginjal. Masing-masing irisan mengamati 3 bidang pandang dan setiap bidang pandang diamati 10 tubulus dan  menghitung inti sel yang mengalami piknotik, karyoreksis dan karyolisis. Analisis data menggunakan Analisis Varian Tunggal pada taraf kepercayaan 95% dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak propolis berpengaruh terhadap nekrosis tubulus proksimal. Kandungan tanin dan alkaloid pada propolis diduga berpotensi menyebabkan kerusakan membran sel sehingga transpor ion terganggu, mengakibatkan pemasukan ion Ca tidak terkendali dan menyebabkan kematian sel. Dosis 10mg/ kg bb mulai memberikan pengaruh terhadap nekrosis tubulus proksimal mencit.    SUMMARY Siti, Rayhanah. 2019.  The Effect of Propolis Extract on Male Mice (Mus musculus) Balb/C strain Proximal Epithelial Cell Necrosis, Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Malang State University. Adviser: (1) Dra. Nursasih Handayani, M.Si (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si Key word:  propolis, necrosis, proximal tubule Propolis is a component of honeycomb and has many benefits for treatment. The content of the chemical and its composition are complex, making propolis have various properties, including anticancer / antitumor, anti-fungal antiviral, antibiotics and immunodulator. The kidneys as the main organs that often experience interference due to the toxic effects of a compound, because the kidneys have a high blood volume flow and concentrate toxic substances on the glomerular filtrate and carry it through tubular cells.Purpose of this research is to determine the effect of administration of propolis extract on necrosis of proximal tubular epithelial cells of male mice (Mus musculus) Balb/C strain. This research is an experimental study of randomized block design (RBD) with 6 treatments. 24 male mice Babl / c strain aged 8 weeks were given propolis extract through gastric sonde at a dose of 10mg / kg bb, 20mg / kg bb, 30mg / kg bb, 40mg / kg bb and 50mg / kg bb and P0 given distilled water. After 18 days, mice in the dislocation and kidney organs made histological preparations with hematoxylin-eosin (HE) staining. Each preparation was observed in 2 slices of 4 transverse slices of the kidney. Each slice observes 3 fields of view and each field of view is observed in 10 tubules and calculates the nucleus of cells that experience picnotics, karyorexis and karyolysis. Analyze of the data using a One-Way ANOVA on the 95%  level, followed by Duncan test. The results show that propolis extract had an effect on proximal tubular necrosis. The content of tannins and alkaloids in propolis is thought to have the potential to cause cell membrane damage so that ion transport is disrupted, resulting in uncontrolled inclusion of Ca ions and causing cell death. Doses of 10mg / kg bb began to influence the proximal tubular necrosis of mice.

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android pada Sistem Pernapasan untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas XI SMA Negeri 02 Batu

    No full text
    RINGKASANDewi, Gandhes Cintya. 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android pada Materi Sistem Pernapasan untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas XI di SMA Negeri 02 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi,  Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph,D, (II) Dra. Amy Tenzer, M.SKata Kunci: Biologi SMA Kelas XI, Literasi Sains, Pengembangan Multimedia Interaktif, Sistem Pernapasan. Pendidikan pada abad 21 menuntut siswa untuk memiliki keterampilan 4C (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) dan kemampuan literasi sains. Keterampilan 4C dan literasi sains dapat melatih siswa berpikir ilmiah serta melatih siswa dalam menyikapi dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan persoalan sains dalam kehidupan. Hasil uji kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem pernapasan yang diberikan pada 12 siswa kelas XII MIPA 2 (tanggal 17 Januari 2018) menunjukkan rerata nilai siswa yakni 12, 1 dari skor maksimal 100. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa masih rendah.  Penelitian dan  pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif berbasis android pada materi sistem pernapasan yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Batu yang teruji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya. Pengembangan multimedia interaktif ini menggunakan model pengembangan Lee&Owens yang terdiri atas 5 tahap yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Perolehan data didapatkan dari (1) hasil uji kelayakan, (2) hasil uji kepraktisan, dan (3) hasil uji keefektifan. Produk yang telah dihasilkan diuji kelayakan oleh ahli materi, ahli media, ahli evaluasi dan praktisi lapangan. Skor pretes dan pasca tes dianalisis menggunakan teknik gain score untuk mengetahui keefektifan multimedia interaktif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa, dan anacova untuk menguji hipotesis pengaruh multimedia interaktif terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas XIMIPA SMAN 02 Batu.Hasil uji kelayakan oleh ahli materi menunjukkan rerata skor 100% dengan kriteria sangat layak, namun tetap direvisi sesuai komentar dan saran.  Hasil uji kelayakan oleh ahli media menunjukkan rerata skor 99,44% dengan kriteria sangat layak, namun tetap direvisi sesuai komentar dan saran. Hasil uji kelayakan oleh ahli evaluasi menunjukkan rerata skor 92,19% dengan kriteria sangat layak, namun tetap direvisi sesuai dengan komentar dan saran. Hasil uji kepraktisan oleh praktisi lapangan menunjukkan rerata skor 96,96% dengan kriteria sangat layak, namun tetap direvisi sesuai dengan komentar dan saran. Produk yang dinyatakan layak selanjutnya diujicobakan pada skala kecil yakni 12 siswa kelas XII MIPA 2 untuk mengetahui uji keparktisannya. Ujicoba skala kecil ini bertujuan untuk melihat kemenarikan multimedia, kemudahan digunakan dan dipahami sebelum di ujicobakan pada skala besar. Hasil uji kepraktisan pada skala kecil menunjukkan rerata skor 84,03% dengan kriteris sangat praktis, namun tetap direvisi sesuai dengan komentar dan saran dari siswa. Pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap kemampuan literasi sains dipilih 2 kelompok perlakuan yakni kelas XI MIPA 2 yang dibelajarkan menggunakan multimedia pembelajaran interkatif, dan kelas XI MIPA 1 yang dibelajarkan tanpa menggunakan multimedia interaktif. Desain penelitian  yang digunakan yakni true experiment dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Grup Design. Hasil revisi produk pada ujicoba skala kecil diimplementasikan pada siswa kelas XI MIPA 2 di mana pada tahap ini siswa menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran. Implementasi ini dilakukan pada 3 pertemuan dengan 6 JP, di mana sebelum pembelajaran siswa diberikan soal tes (pretes) dan pada akhir pembelajaran siswa diberikan soal pasca tes maupun angket respon. Hal ini berguna untuk menguji kepraktisan dan keefektifan multimedia yang dikembangkan.Kemampuan literasi sains siswa dinilai efektif dibandingkan kelas tanpa multimedia interaktif. Hal tersebut dibuktikan dengan gain score 0,73 pada kelas yang dibelajarkan menggunakan multimedia interaktif dibandingkan dengan gain score kelas tanpa multimedia yakni 0,47 yang kemudian diuji lanjutan menggunakan anacova dengan hasil siginifikasi .000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh penggunaan multimedia pembelajaran interkatif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Uji kepraktisan berguna untuk melihat apakah multimedia yang dikembangkan menarik, mudah dipahami, dan mudah digunakan. Hasil uji kepraktisan oleh siswa dalam skala besar menunjukkan skor 86,67%, namun tetep direvisi sesuai dengan komentar, kritik dan saran dari siswa. Saran pengembangan lebih lanjut yakni dilakukan uji kepraktisan dan keefektifan dibeberapa kelas  maupun sekolah dan disarankan untuk melakukan perluasan sistem android ke sistem operasi Iphone Operating System (iOS). SUMMARYDewi, Gandhes Cintya. 2019. The Development of Android-Based Interactive Multimedia in Respiratory System to Improve Science Literacy Ability of Class XI Students in Senior High School 02 Batu. Skripsi, Biology Education Study Program, Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph, D, (II) Dra. Amy Tenzer, M.ScKeywords: High School Biology of class XI, The Development of Interactive Multimedia, Respiratory System, Science LiteracyEducation in the 21st century requires student to have 4C skills (critical, creative, collaborative and communicative thinking) and scientific literacy skills. 4C skills and scientific literacy can train students to think scientifically and train students in addressing and making decisions related to science problems in life. The test results of students' scientific literacy skills in respiratory system material given to 12 students of class XII MIPA 2 (January 17, 2018) showed that student’s mean scores were 12, 1 from the maximum average of 100. This stated that students' literacy skills were still low. This research and development aims to develop an android-based interactive multimedia in respiratory system that can improve scientific literacy skills of students of class XI MIPA SMAN 2 Batu that have proven their feasibility, practicality and effectiveness.This interactive multimedia development uses the Lee & Owens development model which consists of 5 stages: (1) needs analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (evaluation). Data obtained from (1) results of feasibility tests, (2) practicality test results, and (3) effectiveness test results. The results of the effectiveness test data were analyzed using gain score and anacova techniques. Products that have been produced are tested by material experts, media experts, evaluation experts and field practitioners.The results of the feasibility test by material experts show a mean score of 100% with very feasible criteria, but still revised according to comments and suggestions. The results of the feasibility test by media experts showed a mean score of 99.44% with very feasible criteria, but still revised according to comments and suggestions. The results of the feasibility test by expert evaluation showed a mean score of 92.19% with very feasible criteria, but still revised according to comments and suggestions. The practicality test results by field practitioners show a mean score of 96.96% with very feasible criteria, but still revised according to comments and suggestions. Products that are declared feasible are then tested on a small scale, 12 students of class XII MIPA 2 to find out the test of sampling. This small-scale trial aims to see multimedia attractiveness, ease of use and understanding before multimedia being tested on a large scale. The practicality test results on a small scale show a mean score of 84.03% with criteria that are practically is practical, but still revised according to comments and suggestions from students.The effect of the use of interactive multimedia on scientific literacy skills was chosen by two treatment groups, group A which was taught using interactive learning multimedia, and group B which was taught without using interactive multimedia. The research design used was the true experiment with the Design Group Control Pretest-Posttest approach. The results of product revisions on small-scale trials are implemented in students of class XI MIPA 2 where at this stage students use interactive multimedia in learning. This implementation was carried out in 3 meetings with 6 JPs, where before the learning students were given test (pretest) and at the end of the lesson students were given after the test and response questionnaire. This is useful for testing the practicality and effectiveness of multimedia developed.Scientific literacy skills are considered effective compared to classes without interactive multimedia. This is evidenced by the gain score of 0.73 with the effective category compared to the class gain score without multimedia, which is 0.47 with the category that is quite effective which is then tested further using anacova with a siginification result of 0.00 <0.05 which means there is influence of the use of multimedia learning interactively to improve student’s literacy skills compared to classes without interactive multimedia learning. Practical tests are useful to see whether multimedia developed is interesting, easy to understand, and easy to use. Practical test results by students on a large scale showed a score of 86.67%, but still revised according to comments, criticisms and suggestions from students. Suggestion for further development is to test practicality and effectiveness in several classes and schools and are advised to expand the android system to the iOS operating system

    Toksisitas Asap Cair Tembakau terhadap Mortalitas, Pertumbuhan dan Perkembangan Ulat Krop (Crocidolomia binotalis Zell.)

    No full text
    ABSTRAKPestisida kimia menyebabkan banyak dampak buruk bagi lingkungan, oleh karena itu dibutuhkan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan, misalnya menggunakan asap cair tembakau sebagai pestisida nabati untuk menanggulangi serangan ulat krop (Crocidolomia binotalis Zell.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas asap cair tembakau terhadap mortalitas, pertumbuhan dan perkembangan ulat krop. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahap uji, yaitu uji pendahuluan, uji pemantapan, dan uji efek lanjutan. Setiap tahap uji menggunakan 7 perlakuan berupa rentang konsentrasi asap cair tembakau dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tembakau dapat menyebabkan mortalitas ulat krop dan konsentrasi yang paling efektif adalah 12% yang dapat menyebabkan mortalitas hingga 75,33%. Asap cair tembakau tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan ulat krop. Kata kunci: Toksisitas, asap cair tembakau, Crocidolomia binotali

    PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATERI RESPIRASI DAN EKSKRESI MELALUI LEARNING CYCLE 5E PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MALANG

    No full text
    RINGKASANBiruni, I. B. 2019. Peningkatan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Materi Respirasi dan Ekskresi melalui Learning Cycle 5E pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dr. Sueb. M.Kes.Kata kunci: berpikir kritis, hasil belajar biologi, Learning Cycle 5EPada abad ke-21 setiap orang membutuhkan empat keterampilan penting yang harus dimiliki dan diberdayakan di abad ke-21, salah satu keterampilan tersebut yaitu berpikir kritis. Pada dasarnya, pembelajaran biologi mencoba membimbing siswa dengan berbagai macam keterampilan tentang cara mengetahui dan memahami konsep atau fakta secara mendalam. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan Guru Biologi SMAN 2 Malang pada tanggal 2 Januari 2019 diperoleh hasil bahwa materi respirasi dan ekskresi sering terdapat miskonsepsi sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, guru juga belum mengetahui model pembelajaran yang cocok untuk melatih berpikir kritis siswa. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk penguasaan konsep dan menggali kemampuan siswa yaitu dengan Learning Cycle (LC) 5E.  Pada setiap tahapan 5E memiliki fungsi spesifik dan berkontribusi pada instruksi koheren guru dan semua siswa memformulasikan pemahaman yang lebih baik tentang ilmu dan teknologi, sikap, dan keterampilan. Oleh karena itu, LC 5E cocok diterapkan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMAN 2 Malang.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan, yakni (1) planning, (2) acting, (3) observing, (4) reflecting. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Malang dengan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 yang berjumlah 31 siswa. Data penelitian berupa hasil tes berpikir kritis, hasil belajar kognitif, data observasi afektif dan psikomotor. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Nilai berpikir kritis siswa antara lain, persentase indikator inferensi sebesar 54,30% saat observasi meningkat menjadi sebesar 68,81% pada siklus I dan sebesar 70,43% pada siklus II, persentase indikator mengenali asumsi sebesar 74,91% saat observasi meningkat menjadi sebesar 88,89% pada siklus I dan sebesar 100% pada siklus II, persentase indikator deduksi sebesar 82,08% saat observasi meningkat menjadi sebesar 89,24% pada siklus I dan sebesar 96,05% pada siklus II, persentase indikator interpretasi sebesar 66,31% saat observasi meningkat menjadi sebesar 74,91% pada siklus I dan sebesar 88,17% pada siklus II, persentase indikator evaluasi argumen sebesar 38,25% saat observasi meningkat menjadi sebesar 92,16% pada siklus I dan sebesar 95,43% pada siklus II. Ketuntasan aspek afektif pada siklus I kategori A sebesar 16,12%, B sebesar 70,96%, C sebesar 12,90% sedangkan pada siklus II kategori A sebesar 19,35% dan B sebesar 80,64%. Ketuntasan aspek kognitif pada siklus I sebesar 74,19% dan pada siklus II sebesar 100%. Ketuntasan aspek psikomotor pada siklus I sebesar 41,93%, sedangkan pada siklus II  sebesar 100%. Simpulan pada penelitian ini yaitu pembelajaran Learning Cycle 5E pada kelas XI IPA 1 SMAN 2 Malang dapat meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.SUMMARYBiruni, I. B. 2019. Fostering Student’ Critical Thinking Skilss and Learning Outcomes in Respiratory and Excretory System Classroom through 5E’s Learning Cycle in 11th Grade SMAN 2 Malang. Thesis. Departement of Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dr. Sueb. M.Kes.Kata kunci: critical thinking, hasil belajar biologi, Learning Cycle 5EIn the 21st century everyone needs four important skills that must be possessed and empowered in the 21st century, one of those skills is critical thinkings. Basically, biology learning tries to guide students with a variety of skills on how to know and understand concepts or facts in depth. Based on first observation conducted with Biology Teachers of SMAN 2 Malang on January 2nd, 2019, the results showed that respiration and excretion topic often had misconceptions that led to low student learning outcomes, teachers also did not know the learning model suitable for training students' critical thinking. One of the suitable learning models to understand concepts and explore students' abilities, that model is 5E Learning Cycle (LC). At each stage 5E has a specific function and contributes to the coherent instruction of the teacher and all students form a better understanding of science and technology, attitudes, and skills. Therefore, LC 5E is suitable to be applied to improve students' critical thinking and learning outcomes of class XI IPA 1 students of SMAN 2 Malang.The type of research used is Classroom Action Research. Classroom action research consists of 4 stages, there is (1) planning, (2) acting, (3) observing, (4) reflecting. The study was conducted at SMAN 2 Malang with the sample of the study were students of class XI IPA 1, amounting to 31 students. Research data in the form of critical thinking test scores, cognitive learning test scores, affective and psychomotor observation scores. Data analysis techniques used qualitative descriptive analysis techniques.Students' critical thinking scores include the percentage of inference indicators was 54.30% when observation increases to 68.81% in the first cycle and 70.43% in the second cycle, the percentage of indicators recognizes the assumption was 74.91% when observation increases to 88.89% in the first cycle and 100% in the second cycle, the deduction indicator percentage was 82.08% when the observation increased to 89.24% in the first cycle and 96.05% in the second cycle, the percentage of the interpretation indicator was 66.31% when observation increased to 74.91% in the first cycle and 88.17% in the second cycle, the percentage of evaluation evaluation indicators was 38.25% when the observation increased to 92.16% in the first cycle and 95,43% in second cycle. The completeness of the affective aspects in the first cycle of category A was 16.12%, B was 70.96%, C was 12.90% while in the second cycle category A was 19.35% and B was 80.64%. The completeness of cognitive aspects in the first cycle was 74.19% and in the second cycle was 100%. The completeness of the psychomotor aspects in the first cycle was 41.93%, while in the second cycle it was 100%. The conclusions is 5E Learning Cycle in class XI IPA 1 of SMAN 2 Malang can improve critical thinking and student learning outcomes

    Skrining Fitokimia, Uji Total Fenol dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ental dan Rizoma Christella hispidula (Decne.) Holttum dengan Fraksi Metanol

    No full text
    RINGKASANPutri, L.R.F.T. 2019. Skrining Fitokimia, Uji Total Fenol dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ental dan Rizoma Christella hispidula (Decne.) Holttum dengan Fraksi Metanol. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. (II) Dr. Betty Lukiati, M.S.Kata kunci: Skrining fitokimia, total fenol, aktivitas antioksidan, radikal bebas.Radikal bebas merupakan senyawa yang memiliki elektron yang tidak berpasangan, sehingga cenderung mengambil atom hidrogen senyawa lain agar stabil. Radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan dengan cara menyumbangkan satu atau lebih atom hidrogen. Antioksidan dibagi menjadi dua, yaitu antioksidan alami dan sintetis. Penggunaan antioksidan sintetis mempunyai dampak negatif terhadap tubuh, sehingga perlu alternatif lain dalam menghambat radikal bebas, yaitu antioksidan alami. Antioksidan alami dapat diperoleh dari tumbuhan paku yang memiliki aktivitas antioksidan, salah satunya yaitu C. hispidula.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif, kadar total fenol, dan aktivitas antioksidan pada C. hispidula. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak sampel, kemudian dilanjutkan dengan uji skrining fitokimia, uji kadar total fenol dan uji aktivitas antioksidan. Skrining fitokimia menggunakan reagen warna dengan indikator perubahan warna dan adanya endapan, kemudian hasil dianalisis secara deskriptif dengan mengamati perubahan warna dan adanya endapan setelah ditambah reagen. Uji kadar total fenol menggunakan asam galat sebagai standart, kemudian absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 765 nm. Hasil dianalisis dengan menentukan persamaan regresi linier, kemudian dihitung kadar total fenol setiap konsentrasi sampel. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai senyawa radikal, kemudian absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm. Hasil dianalisis dengan menghitung %peredaman, kemudian hasil %peredaman digunakan untuk menentukan persamaan regresi linier y = a(x) + b, persamaan tersebut digunakan untuk menghitung nilai IC50.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak ental dan rizoma C. hispidula mengandung senyawa flavonoid, terpenoid jenis triterpenoid, polifenol, tanin galat, dan alkaloid. Hasil uji kadar total fenol menunjukkan ekstrak rizoma memiliki kadar fenol sebesar  17, 94874 μg EAG/g dan ekstrak ental sebesar 12,8156 μg EAG/g. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan ekstrak rizoma memiliki nilai IC50 sebesar 36,76 µg/ml termasuk kategori sangat kuat, sedangkan ekstrak ental memiliki nilai IC50 sebesar 99 µg/ml termasuk kategori kuat. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak rizoma memiliki total fenol dan aktivitas antioksdian yang lebih tinggi daripada ekstrak ental. Data pendukung dari faktor lingkungan sangat diperlukan untuk memastikan penyebab perbedaan hasil uji kadar total fenol pada sampel. Uji skrining fitokimia perlu dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS), High Performance Liquid Chromatography (HPLC), agar dapat diketahui kadar dari senyawa bioaktif. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan pada sampel, dapat dilakukan uji lanjut mengenai potensi sampel sebagai antimalaria, antikanker dan lainnya

    Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya Gunung (Vasconcellea cundinamarcensis V.M. Badillo) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L.

    No full text
    RINGKASANRahmani, Filda Sherly, 2019. Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya Gunung (Vasconcellea cundinamarcensis V.M Badillo) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Sulisetijono, M.Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Ekstrak, daun pepaya gunung, larvasida, mortalitasPenyakit Demam Berdarah (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Vektor utama yang menyebabkan demam berdarah adalah Aedes aegypti L. Nyamuk Aedes aegypti L.menularkan virus dengue penyebab penyakit DBD. Terdapat empat serotype dari virus Dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4, yang semuanya dapat menyebabkan DBD. Di Indonesia DBD pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968. Tahun 2014 jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 100347 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 907 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcensis V.M. Badillo) yang mampu mematikan 50%  larva Aedes aegypti L. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui perbedaan mortalitas antar konsentrasi ekstrak daun pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcensis V.M. Badillo) terhadap larva Aedes aegypti L.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan time series. Penelitian ini menggunakan larva Aedes aegypti L. instar 3 yang diperoleh dibelakang gedung O4 (GLB) UM. Daun pepaya gunung yang digunakan yaitu pada lembaran daun ke-7 dari pepaya gunung yang diperoleh dari Cangar. Konsentrasi pada penelitian ini 0 ppm, 125 ppm, 500 ppm dan 1000 ppm sebanyak 6 kali ulangan. Setiap konsentrasi diamati selama 72 jam dan dilakukan pengecekan jumlah larva yang mati. Setiap konsentrasi pada setiap ulangan terdapat 25 ekor larva Aedes aegypti L. dalam gelas air mineral yang telah berisi 100 ml medium. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui persetase mortalitas larva Aedes aegypti L. yang dilakukan uji probit untuk mengetahui LC50 yang selanjutnya dilakukan uji Anava dan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan pengaruh jumlah mortalitas antar konsentrasi. Hasil yang telah diperoleh adalah  semakin tinggi konsentrasi dan lama waktu pengamatan, maka semakin tinggi mortalitas larva. Hasil dari LC50 yang paling efektif membunuh larva sampai 50% pada pengamatan 48 jam pada konsentrasi 869,81 ppm, untuk uji Anava menunjukkan adanya pengaruh terutama pada konsentrasi 1000 ppm yang menunjukkan berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya. Kematian larva selama pemberian ekstrak daun pepaya (Vasconcelea cundinamarcensis V.M. Badillo) terjadi karena zat yang terkandung pada daun pepaya tersebut. Kandungan pada daun pepaya gunung tersebut adalah enzim papain, flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Enzim papain berperan menghambat proses metabolism pada larva yang dipengaruhi oleh hormon ekdison dan hormon juvenile. Flavonoid dapat mengganggu sistem pernapasan larva. Saponin dapat menyebabkan kematian sel pada tubuh larva. Alkaloid dapat menyebabkan larva kejang, lumpuh dan kematian. Sedangkan tanin dapat menyebabkan gangguan penyerapan protein pada usus larva, sehingga larva akan kekurangan nutrisi dan dapat mengalami kematian

    pengaruh hasil prakerin dan hasil belajar kewirausahaan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian teknik kendaraan ringan smkn 1 sidayu

    No full text
    ABSTRAK Abdillah, Fikri, 2019. Pengaruh Hasil Prakerin dan Hasil Belajar Kewirausahaan Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Sidayu, Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Partono, M. Pd., (2) Dr. H. Amat Nyoto, M. Pd.Kata kunci : Prakerin, Kewirausahaan, Kesiapan Kerj

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BULETIN FLIPBOOK INTERAKTIF MATERI SISTEM EKSKRESI GINJAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMAN 1 LAWANG

    No full text
    Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) menghasilkan buletin flipbook interaktif materi sistem ekskresi ginjal, (2) menguji kevalidan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa, (3) menguji kepraktisan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa, (4) menguji keefektifan terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Lee and Owens (2004), meliputi analisis kebutuhan, design, pengembangan dan implementasi, serta evaluasi. Buletin flipbook interaktif memperoleh nilai validitas materi sebesar 91,25% dengan kriteria sangat valid, validitas media sebesar 87,5% dengan kriteria sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 92,01% dengan kriteria sangat praktis. Uji keefektifan hasil belajar kognitif memperoleh nilai sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi dan untuk keterampilan berpikir kritis menunjukkan nilai sebesar 0,68 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa buletin flipbook interaktif layak, praktis dan efektif untuk digunakan

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇