SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    UJI DAYA PREDASI BELALANG SEMBAH (Stagmomantis sp) (Orthoptera : Mantidae) TERHADAP IMAGO WERENG HIJAU (Empoasca sp) (Homoptera: Cicadellidae)

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Indah. S.A. 2015. Uji Daya Predasi Belalang Sembah (Stagmomantis sp) (Orthoptera  : Mantidae) Terhadap Imago Wereng Hijau (Empoasca sp) (Homoptera: Cicadellidae). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Daya predasi, Stagmomantis sp, Empoasca sp. Daya predasi adalah kemampuan predator dalam memakan atau memangsa mangsanya. Stagmomantis sp merupakan salah satu musuh alami dari wereng hijau (Empoasca sp) yang merupakan hama penting tanaman teh. Penggunaan pestisida kimia cenderung mengakibatkan hilangnya musuh alami sehingga populasi hama menjadi tidak terkendali. Tujuan dalam penelitian ini yang pertama untuk menemukan perbedaan kemampuan predasi Belalang sembah Stagmomantis sp antara jantan dengan betina terhadap imago Empoasca sp, kedua untuk menemukan perbedaan waktu makan antara belalang sembah Stagmomantis sp jantan dan betina dalam memangsa imago Empoasca sp berdasarkan lama waktu pemaparan, ketiga untuk melihat apakah mengetahui ada tidaknya interaksi antara pengaruh jenis kelamin Belalang sembah Stagmomantis sp dengan waktu pemangsaan terhadap imago Empoasca sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengumpulan sampel uji Empoasca dan Stagmomantis sp menggunakan Swing net. Rancangan penelitian menggunakan RAK Faktorial yang terdiri dari 2 faktor: perbedaan jenis kelamin dan perbedaan waktu pemaparan sehingga diperoleh enam perlakuan berupa jantan dan betina pada waktu pemaparan 24 jam, 48 jam dan 72 jam dengan empat kali ulangan. Parameter yang diukur meliputi persentase Empoasca sp yang dimangsa oleh belalang sembah (Stagmomantis sp) dan waktu makan Belalang sembah (Stagmomantis sp) dalam memangsa semua hama yang digunakan dengan berdasarkan lamanya waktu pemaparan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan kemampuan predasi belalang sembah jantan dan betina terhadap imago Empoasca sp, uji anova tunggal dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu pemaparan dan uji anava ganda untuk mengetahui interaksi dari keduanya. Berdasarkan  hasil analisis uji t menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis kelamin belalang sembah dimana belalang sembah betina memiliki kemampuan predasi yang lebih tinggi daripada belalang sembah jantan. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah tahap instar imago, ukuran tubuh dan kebutuhan nutrisi yang besar. Dari hasil analisis statistik anova tunggal dan anova ganda menunjukkan tidak ada pengaruh waktu pemaparan dan tidak terdapat interaksi antara perbedaan jenis kelamin dengan waktu pemangsaan

    Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Sma Negeri 1 Kepanjen Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Septiawan, Romi Farada. 2015. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Sma Negeri 1 Kepanjen Kelas XI. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, blended learning, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Kepanjen diketahui bahwa hasil belajar siswa masih kurang karena siswa menganggap biologi sebagai pelajaran menghafal tanpa mengerti dan memahami suatu konsep. Penelitian tentang pengaruh pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning terhadap hasil belajar siswa perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model pembelajaran biologi yang bias digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning. Pembelajaran ini terdiri dari pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Melalui pembelajaran tersebut diharapakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Artinya, dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I (Pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning), kelas eksperimen II (Pembelajaran berbasis masalah), dan kelas kontrol. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kepanjen dengan kelas eksperimen I kelas XI IPA 3, kelas eksperimen II kelas XI IPA 4, dan kelas kontrol kelas XI IPA 2. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan anakova dan uji lanjut beda nyata terkecil pada SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning berpengaruh meningkatkan hasil belajar pengetahuan siswa pada materi sel; (2) pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning berpengaruh meningkatkan hasil belajar sikap siswa pada materi sel; (3) pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning berpengaruh meningkatkan hasil belajar keterampilan siswa pada materi sel. Berdasarkan penelitian ini disarankan guru perlu menerapkan pembelajaran berbasis masalah melalui blended learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa

    Studi Keanekaragaman, Kelimpahan Dan Distribusi Temporal Serangga Hama pada Lahan Perkebunan Kakao di Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci : keanekaragaman, kelimpahan, distribusi temporal, seranga hama , kakao   Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang penting, tanaman ini memiliki peluang cukup besar bagi petumbuhan perekonomian Indonesia. Kabupaten Malang termasuk ke dalam salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Provinsi Jawa Timur. Salah satu daerah di Kabupaten Malang yang memiliki perkebunan kakao adalah Desa Jambangan Kecamatan Dampit. Sebagai komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Produktivitas kakao saat ini masih tergolong rendah. Rendahnya produktivitas kakao tersebut salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tananam (OPT). Identifikasi jenis Organisme Penganggu Tanaman (OPT) diperlukan untuk menangani serangan yang ditimbulkan. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah mengungkap jenis serangga hama yang memiliki kelimpahan tertinggi, distribusi temporal dan hubungan faktor abiotik dengan kelimpahan serangga hama. Penelitian ini merupakan metode deskripsi eksplorasi. Pengumpulan data menggunakan metode survey langsung, yellow sticky trap dan light trap. Pengambilan data dengan tiga kali ulangan. Titik pengambilan sampel ditentukan secara acak karena kondisi lahan perkebunan kakao yang homogen. Jumlah titik pada pagi hari sebanyak 25 titik dan malam hari sebanyak 13 titik. Sampel yang didapat kemudian diidentifikasi dengan menghitung kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, kemerataan dan kekayaan, dan dilakukan analasis regresi menggunakan SPSS 16 untuk mengetahui hubungan faktor abiotik terhadap kelimpahan serangga hama. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 20 spesies serangga hama. Pada pagi, siang dan sore hari didominasi oleh Dysaphis plantaginea, Aphis gossypii, Pseudococcus sp dan Helopeltis sp, pada malam hari didominasi oleh Dysaphis plantaginea. Keanekaragaman serangga hama pagi hari lebih tinggi dibandingkan dengan siang, sore dan malam hari, hal tersebut dikarenakan aktivitas serangga dan kondisi lingkungan yang mendukung. Distribusi serangga hama terbesar adalah pada pagi hari karena pada waktu tersebut ditemukan jumlah individu dari spesies terbanyak dibandingan dengan tiga waktu prngambilan lainnya. Faktor abiotik berpengaruh pada Dysaphis plantaginea dan Helopheltis sp. Faktor abiotik yang berpengaruh pada Dysaphis plantaginea adalah kecepatan angin dan intensitas cahaya sedangkan pada Helopheltis sp adalah kecepatan angin

    Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing dan Siklus Belajar 5E terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VIII SMPN di Malang

    No full text
    ABSTRAK   Amalia, Khairina Novi. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing dan Siklus Belajar 5E terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VIII SMPN di Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: Minat Belajar, Hasil Belajar Kognitif, Model PembelajaranSnowball Throwing, Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E   Pembelajaran IPA merupakan salah pembelajaran yang mengharuskan siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Pada beberapa SMP di Malang ditemukan permasalahan mengenai minat belajar dan hasil belajar kognitif saat diadakan tes. Minat belajar siswa pada beberapa sekolah nampaknya masih kurang. Siswa juga masih ada yang mendapatkan skor di bawah batas ketuntasan ketika diadakan tes. Kondisi ini dapat diatasi melalui model pembelajaran Snowball Throwing. Model pembelajaran Snowball Throwing mampu meningkatkan minat belajar siswa dan hasil belajar kognitif.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh model pembelajaran Snowball Throwingdan siklus belajar 5E terhadap minat belajar dan hasil belajar kognitif IPA kelas VIII SMPN di Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pre-test post-test non equaivalent control group design. Variabel bebas yang digunakan adalah model pembelajaran. Variabel terikat adalah minat belajar dan hasil belajar kognitif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIISMP Negeri 15 Malang. Subjek utama adalah kelas VIII-B (eksperimen) dengan model pembelajaran Snowball Throwing dan kelas VIII-A (kontrol) dengan model pembelajaran siklus belajar 5E yang sering digunakan guru. Instrumen terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas, ditambah daya beda dan tingkat kesukaranuntuk butir soal. Uji hipotesis menggunakan uji ANAKOVA dengan taraf signifikansi 0,05 menggunakan data skor pre-test dan post-test, sebelumnya didahului uji normalitas data (uji Kolmogrov-Smirnov) dan uji homogenitas (uji Levene). Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh model pembelajaran Snowball Throwing terhadap minat belajar IPA (P=0,000); 2) rerata terkoreksi minat belajar kelas eksperimen 12,98% lebihtinggi dari kelas kontrol; 3) tidak ada pengaruh model pembelajaran Snowball Throwing terhadap hasil belajar kognitif IPA (P=0,504); 4) tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif IPA kelas eksperimen dan kontrol. Model pembelajaran Snowball Throwingdapat digunakan untuk meningkatkan minat belajar,sedangkan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dapat menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan siklus belajar 5E. Waktu pelaksanaan pembelajaran kedua kelas (eksperimen dan kontrol),sebaiknya tidak berbeda jauh agar hasil lebih akurat

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Jigsaw terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    ABSTRAK Pradani, Ninda Cynthia. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Jigsaw terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Siti Zubaidah, M.Pd, (II) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata kunci: problem based learning, jigsaw, berpikir kritis, hasil belajar Proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek pemahaman tetapi juga menekankan pada pentingnya mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Salah satu kemampuan berpikir yang perlu dikembangkan adalah kemampuan berpikir kritis. Faktanya, model pembelajaran yang diterapkan di SMA Brawijaya Smart School belum memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis ditandai dengan rendahnya siswa dalam memberikan argumen, memberi penjelasan lanjut serta mengambil kesimpulan yang nantinya berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan tersebut dicoba diatasi dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Jigsaw. Menurut berbagai sumber, PBL efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pemberian masalah yang mampu memicu konflik kognitif siswa. Jigsaw memiliki karakteristik adanya kelompok asal dan kelompok ahli sehingga setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk memberikan tutor sebaya kepada sesama anggota kelompoknya. Dengan demikian, diharapkan model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw dibanding dengan model konvensional dan 2) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw dibanding dengan model konvensional.Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan kelompok non-ekivalen (non equivalent control group design). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Brawijaya Smart School. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik acak. Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa diukur dengan tes. Data diambil dari hasil pretest dan posttest. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji anakova pada taraf signifikasi 0,5% (p < 0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MIA SMA Brawijaya Smart School dengan  model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw dibanding dengan model konvensional. Kelas eksperimen dengan model PBL dipadu dengan Jigsaw memperoleh rata-rata skor kemampuan berpikir kritis 9,1% lebih tinggi dari kelas kontrol dan 2) Ada perbedaan hasil siswa kelas XI MIA SMA Brawijaya Smart School dengan  model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw dibanding dengan model konvensional. Kelas eksperimen dengan model PBL dipadu dengan Jigsaw memperoleh rata-rata skor hasil belajar 7% lebih tinggi dari kelas kontrol. Saran yang dapat diberikan adalah model pembelajaran PBL dipadu dengan Jigsaw sebaiknya diaplikasikan dalam pembelajaran Biologi karena telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa

    Pengembangan Modul Biologi Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Ekosistem Kelas X Di MA Al-Mukarrom Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Farhana, Zuha. 2015. Pengembangan Modul Biologi Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Ekosistem Kelas X Di MA Al-Mukarrom Ponorogo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M. Si, (2) Dr. Sueb, M. Kes. Kata kunci: modul, inkuiri terbimbing, ekosistem. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa di MA Al-Mukarrom belum ada modul tentang ekosistem yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi tentang ekosistem. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan solusi pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu dengan mengunakan pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi kokok ekosistem pada kelas X MA Al-Mukarrom Ponorogo. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengembangkan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi ekosistem di MA Al-Mukarrom Ponorogo, (2) mengetahui validitas modul biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi ekosistem di MA Al-Mukarrom dan (3) meningkatkan hasil belajar siswa MA Al-Mukarrom di Ponorogo.Pengembangan modul ini menggunakan model Borg & Gall (1983)   yang telah diadaptasi dan dimodifikasi. Langkah penelitian ini melakukan (1) penelitian pendahuluan (prasurvei). (2) melakukan perencanaan. (3) mengembangkan jenis atau bentuk produk awal. (4) melakukan uji coba lapangan tahap awal. (5) melakukan revisi terhadap produk utama. (6) melakukan revisi terhadap produk operasional. (7) melakukan revisi terhadap produk. Dalam  penelitian ini peneliti membatasi hanya sampai tahap 7 dari 10 tahap Borg & Gall. Hasil penelitian ini yaitu validasi dari ketiga validator terhadap modul biologi berbasis inkuiri terbimbing mendapatkan rerata skor 71,06 termasuk valid. Kemudian dari uji lapangan diperoleh nilai rerata N gain sebesar 0,4 termasuk termasuk katagori sedang yang berarti pemahaman konsep siswa termasuk sedang. Untuk hasil keterampilan diperoleh rerata skor 3,17 dan ranah sikap diperoleh skor 3,1 yang keduanya berkatagori baik. Simpulan penelitian ini pengembangan modul dinyatakan valid dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran penelitian ini guru dapat memanfaatkan modul biologi ini pada pembelajaran di kelas sebagai penguatan pemahaman peserta didik terhadap materi ekosistem

    PENERAPAN MODEL INKUIRI DENGAN METODE HYPNOTEACHING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII.3 SMP NEGERI 21 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Fadhilah. 2015. Penerapan Model Inkuiri dengan Metode Hypnoteaching Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII.3 SMP Negeri 21 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Progam Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S   Kata Kunci: inkuiri, hypnoteaching, lesson study, motivasi, hasil belajar.   Berdasarkan observasi pembelajaran di kelas VIII.3 SMP Negeri 21 Malang selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada tanggal 11 Agustus-20 September 2014 dan wawancara dengan guru Biologi pada tanggal 10 November 2014, diketahui bahwa keberhasilan belajar klasikal siswa SMP Negeri 21 Malang adalah 71,88%, siswa mengaku sulit sekali memahami konsep IPA. Hasil belajar siswa yang rendah disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu dengan pembelajaran model inkuiri dengan metode hypnoteaching berbasis lesson study. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan metode hypnoteaching berbasis lesson study untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 21 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Materi pada siklus pertama adalah sistem ekskresi yang terdiri dari 6 pertemuan (15 JP) dan siklus kedua adalah indera pendengaran dan sistem sonar pada makhluk hidup yang terdiri dari 7 pertemuan (17 JP). Temuan penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa meningkat menjadi 4.22 (Baik) setelah dilaksanakan siklus I dan meningkat lagi menjadi 4.30 (Baik) setelah dilaksanakan siklus II. Hasil belajar siswa ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan juga mengalami peningkatan. Keberhasilan belajar klasikal ranah pengetahuan pada siklus I sebesar 90.63% meningkat menjadi 100% setelah dilaksanakan siklus II. Keberhasilan belajar klasikal siswa ranah sikap sebesar 83.44% pada siklus I meningkat menjadi 85.94% pada siklus II. Keberhasilan belajar klasikal siswa ranah keterampilan setelah siklus I sebesar 83.59% meningkat menjadi 84.38% setelah siklus II. Kesimpulan berdasarkan temuan penelitian adalah pembelajaran menggunakan model inkuiri dengan metode hypnoteaching berbasis lesson study terlaksana dengan baik dan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 21 Malang. Agar pembelajaran berjalan dengan lebih baik sebaiknya guru memberikan penjelasan lebih detail lagi kepada siswa sebelum dimulainya pelajaran bagaimana penggunaan Jam Tombol, Jam Lepas, Jam Tenang, dan Jam Diskusi yang terdapat pada metode hypnoteaching

    Prevalensi Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) pada Siswa SDN I Kromengan Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Andini, Ayuria. 2015. Prevalensi Kecacingan Soil Transmitted Helminths (STH) pada Siswa SDN I Kromengan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked, (II) Sofia Ery Rahayu, S. Pd, M. Si.   Kata Kunci: Soil Transmitted Helminths, kecacingan, prevalensi   Desa Kromengan memiliki beberapa sungai yang aktif digunakan sebagai sarana mandi, cuci, kakus (MCK) dan beberapa masyarakat memiliki kebiasaan buang air besar di tanah. Siswa SDN I Kromengan memiliki kesenangan bermain tanah dan menyebabkan kuku jari tangan kotor, belum adanya sarana mencuci tangan membuat siswa cenderung tidak mencuci tangan sebelum makan sehingga dapat menyebabkan tertelannya telur STH. Infeksi cacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur STH dan prevalensi kecacingan STH pada siswa SDN I Kromengan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan kuku dilakukan di SDN I Kromengan dan pengamatan dilakukan di Laboratorium Biologi Sub. Lab. Zoologi Universitas Negeri Malang pada bulan Juni 2015. Sampel dalam penelitian ini yaitu telur STH yang ditemukan di kuku jari tangan 48 siswa kelas I-VI SDN I Kromengan yang terbagi menjadi 8 siswa per kelas dengan kriteria memiliki kuku jari tangan yang panjang dan kotor. Kuku jari tangan dan perasan kain kasa yang disapukan ke kuku jari tangan dan telapak tangan disimpan dalam NaOH 15%. Larutan rendaman kuku kemudian disentrifugasi dan diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x10. Telur yang ditemukan kemudian dideskripsikan dan menghitung prevalensi kecacingan yang diklasifikasikan ke dalam kategori prevalensi kecacingan WHO (2002). Hasil menunjukkan bahwa jenis telur STH yang ditemukan adalah telur Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Prevalensi kecacingan STH pada siswa SDN I Kromengan adalah sebesar 48% yaitu kategori sedang dengan rincian Ascaris lumbricoides sebesar 37,5% (kategori sedang) dan Trichuris trichiura 17% (kategori rendah)

    KAJIAN STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA SEBAGAI DATA AWAL UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI HUTAN MANGROVE CENGKRONG DESA KARANGGANDU KABUPATEN TRENGGALEK

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Komunitas Gastropoda di hutan Mangrove Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek dan faktor abiotik terukur yang mempengaruhi struktur komunitas Gastropoda. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2013 di Hutan Mangrove Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek dengan membuat 9 transek sepanjang garis pantai dengan plot (berukuran 10 x 10 m) pada tiap transek. hasil penelitian ditemukan 20 spesies Gastropoda yang tergolong 6 famili yaitu Famili Assimineidae, Famili Ellobidae, Famili Littorinidae, Famili Neritidae, Famili Potamididae dan Famili Thiaridae. Faktor lingkungan meliputi pH air, suhu air, salinitas, pH tanah, dan suhu tanah dalam penelitian hanya memberikan pengaruh yang kecil yaitu 11,1 % terhadap struktur komunitas Gastropoda di Hutan Mangrove Cengkrong Desa Karanggandu Kabupaten Trenggalek

    Pengembangan Modul Biologi Jamur Berorientasi Learning Cycle Untuk Siswa SMA Kelas X di SMAN 1 Turen

    No full text
    ABSTRAK Najib, Ahmad. 2014. Pengembangan Modul Biologi Jamur Berorientasi Learning Cycle Untuk Siswa SMA Kelas X di SMAN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. M. Noviar Darkuni, M.Kes, M.Pd, Pembimbing (II) Drs. H. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd   Kata Kunci : Pengembangan modul, Learning cyle, jamur. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi merupakan landasan utama bagi negara untuk berkompetisi di era globalisasi ini. Pendidikan yang baik, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dapat berpengaruh terhadap peningkatkan SDM. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ialah salah satunya dengan menggunakan bahan ajar yang baik. Modul merupakan bahan ajar, alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kurikulum 2013. Berdasarkan observasi di SMAN 1 Turen pembelajaran yang dilakukan belum pernah menggunanakan modul, pembelajaran dilakukan dengan menggunakan LKS dan buku teks. Hal ini menyebabkan pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini ialah menyusun modul biologi jamur berorientasi learning cycle 3E untuk siswa SMA kelas X, dan Menganalisis validitas dan kelayakan modul biologi jamur yang telah disusun tersebut. Modul biologi dengan kajian jamur ini dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran learnig cycle 3E yang terdiri atas tahap eksplorasi, eksplanasi, dan elaborasi/aplikasi. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah model pengembangan menurut Dick and Carey. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian yaitu : 1) tahap penetapan materi pelajaran, 2) tahap analisis kebutuhan, 3) tahap pengembangan modul, 4) tahap penyusunan modul, 5) tahap review/validasi dan uji coba. Berdasarkan hasil analisis data terhadap angket validasi modul, data hasil validasi modul siswa oleh ahli pendidikan dan guru menunjukkan bahwa modul ini memperoleh persentase 96,09% yang termasuk dalam kriteria valid dan hasil validasi pedoman guru oleh ahli pendidikan dan guru memperoleh persentase 95% yang termasuk kriteria valid. Hasil validasi modul siswa dan pedoman guru oleh ahli materi dan guru memperoleh persentase 97,5% yang termasuk dalam kriteria valid. Hasil validasi modul siswa oleh siswa didapatkan persentase 92,39% yang termasuk dalam kriteria valid. Modul ini hanya diujicobakan ke siswa dalam lingkup terbatas, sehingga perlu dilakukan ujicoba pada lingkup yang lebih luas. Untuk pengembangan selanjutnya dapat dilakukan pengembangan modul berbasis CD agar penggunaan di dalam kelas lebih efektif. 

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇