SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
kajian prevalensi soil transmitted helmint (sth) pada siswa sekolah dasar (sd) di desa gempollegundi kecamatan gudo kabupaten jombang
ABSTRAK Karisma,Candra Krida., 2015. Kajian Prevalensi Soil Transmitted Helminthis (STH) pada Siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Gempollegundi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Skripsi, Program Studi Biologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Susilowati, M.S (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. Kata Kunci : Penyakit cacingan,Soil Transmitted Helmint, ODF (Open Defecation Free) Penyakit cacingan disebabkan oleh Soil Transmitted Helmintyang perkembangan hidupnya berada di dalam tanah. Jenis STH meliputi Ascaris lumbricoides,Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma dudenale. Keempat jenis STH tersebut dapat menyebabkan penyakit cacingan pada anak kecil. Persebaran STH ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Desa tersebut memiliki satu sekolah dasar. Dilihat secara ekonomi, masih ada masyarakat yang tidak mampu untuk membuat jamban dan membuang air besar secara sembarangan sehingga desa tersebut tergolong ODF (Open Defecation Free).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan prevalensi jenis STH yang ditemukan pada siswa SD di Desa Gempollegundi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel kuku pada anak SD dilakukan selama bulan Februari sampai Maret secara acak. Jari dan tangan dibersihkan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan aquades steril kemudian mengibaskan ke dalam botol vial yang telah terisi NaOH 15%. Botol-botol yang sudah berisi kuku dan kain kasa tersebut dibawa ke laboratorium dan dilakukan sentrifuse. Langkah kedua kemudian mengamati spesimen menggunakan mikroskop digital dan di identifikasi menggunakan buku identifikasi Atlas of Medical Helminthology and Protozoology. Berdasarkan data hasil penelitian jenis telur cacing dari 36 sampel yang ditemukan pada kuku tangan anak SDN Gempollegundi yaitu Ascaris lumbricoidesdan Trichuris trichiura. Prevalensi Ascaris lumbricoideslebih tinggi yaitu 63,89% dibandingkan Trichuris trichiura27,78%
Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning dengan Scaffolding terhadap Kemampuan Analisis Siswa SMA Negeri 3 Lumajang
ABSTRAK Jauhariyyah, Farah Robi’atul. 2015. Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning dengan Scaffolding terhadap Kemampuan Analisis Siswa SMA Negeri 3 Lumajang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si. Kata kunci: Problem Based Learning, scaffolding, kemampuan analisis. Biologi pada abad 21 merupakan mata pelajaran yang menuntut siswa untuk memiliki kemampuan analisis. Untuk itu harus diterapkan pembelajaran yang mengajak siswa untuk terbiasa menghadapi masalah, yaitu pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran PBL memiliki banyak kelebihan, namun juga masih memiliki kelemahan. Oleh karena itu perlu memasukkan unsur bantuan berupa scaffolding dalam tiap sintaks PBL yang diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning dengan scaffolding terhadap kemampuan analisis siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental design). Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Nonequivalent Control GroupDesign. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3Lumajang, menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas XI-MIA 3 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan diberi perlakuan dengan pembelajaran Problem Based Learning dengan scaffolding sedangkan kelas XI-MIA2 dijadikan sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran Confirmation Inquiry. Data dianalisis dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-t menggunakan SPSS 20.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning dengan Scaffoldingberpengaruh terhadap kemampuan analisis siswa kelas XI SMA Negeri 3Lumajang. Pembelajaran Problem Based Learning dengan Scaffoldingyang dilakukan pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan pembelajaran Confirmation Inquiry yang dilakukan pada kelas kontrol. Pernyataan tersebut didasari oleh peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 57.45 dari rata-rata pretest28 menjadi 85.45 pada posttest. Sedangkan pada kelas kontrol peningkatan nilai rata-rata lebih rendah dari kelas eksperimen, yaitu sebesar 42.16 dari rata-rata pretest28.28 menjadi 70.44 pada posttest. Mengingat bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dengan scaffolding lebih baik daripada pembelajaran Confirmation Inquiry dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa, maka disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dengan scaffolding pada mata pelajaran biologi
Kualitas Air Ranu Lamongan (Ranu Klakah) Lumajang Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Dan Family-Level Biotic Index Makroinvertebrata bentik
ABSTRAK Rachmaputra, Aditya. 2015. Kualitas Air Ranu Lamongan (Ranu Klakah) Lumajang Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Dan Family-Level Biotic Index Makroinvertebrata bentik. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono M. Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M. Si. Kata kunci : keanekaragaman, bioindikator makroinvertebrata bentik, kualitas air. Ranu Lamongan merupakan suatu badan air tergenang yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berbagai macam kegiatan sehari-hari. Budidaya ikan air tawar menggunakan metode keramba jaring apung adalah kegiatan yang utama dilakukan oleh masyarakat sekitar. Ekplorasi berlebih sumberdaya air yang dikhawatirkan akan merubah fungsi air karena adanya bahan polutan yang tanpa sadar terbuang ke Ranu Lamongan. Keanekaragaman makroinvertebrata Bentik yang terdapat pada Ranu Lamongan dapat digunakan untuk mengetahui kualitas air Ranu Lamongan. Analisis data berupa kepadatan makroinvertebrata bentik dengan indeks Shannon dan family-level biotic index guna mengetahui kualitas air Ranu Lamongan. Kegiatan monitoring kualitas air umumnya dilakukan dengan pengukuran parameter fisiko-kimia namun peneliti akan melihat keanekaragaman makroinvertebrata bentik guna menafsirkan kualitas air. Makroinvertebrata bentik dipilih untuk menjadi indikator karena sifatnya yang memiliki persebaran kosmopolit, mudah diambil dan merespon terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan membagi Ranu Lamongan menjadi 5 rona lingkungan dan 12 stasiun. Pengambilan 12 stasiun untuk sampling ditujukan agar mendapatkan data yang representatif untuk lima rona lingkungan yang ada di Ranu Lamongan, lima rona lingkungan terdiri dari outlet, inlet, keramba, keramba outlet (berada di dekat outlet) dan perkebunan tebu. Pengambilan sampel makroinvertebrata bentik dilakukan 3 kali pengulangan dengan jeda waktu 2 minggu. Hasil analisis dengan indeks keanekaragaman dan FBI (Family-level Biotic Index) yang hasilnya menyatakan bahwa kualitas air Ranu Lamongan dalam kondisi yang cukup buruk dengan keadaan tercemar bahan organik. ABSTRACT Rachmaputra, Aditya. 2015. Water Quality Ranu Lamongan ( Ranu Klakah ) Lumajang Based on Diversity Index And Family-level Biotic Index Macroinvertebrate Bentic. Undergraduated Thesis, Department of Biology, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hadi Suwono M. Si, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M. Si. Keywords: Diversity, benthic macroinvertebrates, water quality. Ranu Lamongan is a body of standingwater used by surrounding communities for a variety of everyday activities. Freshwater fish farming using floating cages are the main activities carried out by the surrounding community. Exploration excess water resources that would negatively alter the function of the water due to pollutants that involuntarily discharged into Ranu Lamongan. Knowing the diversity of benthic macroinvertebrates found in Lamongan Ranu and analyze data such as the density of benthic macroinvertebrates with Shannon index and family - level biotic index to determine water quality Ranu Lamongan . Water quality monitoring activities are generally performed by measuring the physico-chemical parameters, but investigators will look at the diversity of benthic macroinvertebrates to obtain information about water quality. Benthic macroinvertebrates chosen to be an indicator because it is has a cosmopolitan distribution, easily retrieved and respond to environmental conditions. This research used purposive random sampling by dividing Ranu Lamongan into 5 environmental setting and 12 stations . Decision 12 stations devoted to sampling in order to obtain representative data for five existing environmental setting in Lamongan Ranu , five environmental setting consisting of outlet , inlet , cages , cages outlet ( located near the outlet ) and sugar cane plantations . Benthic macroinvertebrate sampling performed three repetitions with a lag time of 2 weeks . Results of the analysis of the diversity index and the FBI ( Family – level Biotic Index) which show that the results of water quality Ranu Lamongan in pretty bad with the polluted state of the organic material
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Pendekatan Kontekstual dengan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Krian
ABSTRAK Vendiktama, Prayoga Rendra. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Pendekatan Kontekstual dengan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMAN 1 Krian. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, pendekatan kontekstual, model PBL, kemampuan berpikir kritis. Perangkat pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dimiliki oleh seorang guru agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Namun, tidak semua perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu cara agar perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan memasukkan prinsip pendekatan kontekstual dan sintaks model PBL ke dalam perangkat pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perangkat pembelajaran biologi (silabus, RPP, dan LKS) berbasis pendekatan kontekstual dengan model PBL serta menguji validitas, keefektifan, dan kepraktisan perangkat pembelajaran biologi tersebut sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem reproduksi manusia. Penelitian ini mengadaptasi model Penelitian & Pengembangan Borg & Gall dan dibatasi sampai dengan tahap ketujuh. Uji coba lapangan tahap awal dilakukan terhadap validator ahli materi, ahli perangkat pembelajaran, dan ahli praktisi lapangan sedangkan uji coba lapangan utama dalam penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 8 SMAN 1 Krian pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Data-data yang diperoleh selama uji coba lapangan kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki skor rata-rata sebesar 3,94 (sangat valid) untuk validasi silabus, 3,91 (sangat valid) untuk validasi RPP, dan 3,94 (sangat valid) untuk validasi LKS. Keefektifan produk dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang diketahui melalui hasil pretes-postes siswa menunjukkan bahwa peningkatan gain score siswa termasuk dalam kriteria sedang dengan tingkat gain sebesar 0,61. Sebagian besar siswa kelas XI IPA 8 SMAN 1 Krian memberikan respon positif ketika mengisi angket respon siswa terhadap pembelajaran dan LKS yang dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran yang dihasilkan valid, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran
Pengembangan KIT Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Saintifikuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 8 Malang Materi Sistem Ekskresi
ABSTRAK Uswah, Isma Nisaatul. 2015. Pengembangan KIT Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 8 Malang Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si. Kata kunci: KIT, Scientific Approach, Hasil Belajar, dan Sistem Ekskresi. IPA merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. Pembelajaran IPA yang berpusat pada siswa dan menekankan pentingnya belajar aktif, berarti mengubah pola pembelajaran guru yang selalu memberikan informasi dan sumber pengetahuan bagi siswa. Media dalam pembelajaran memiliki peranan dalam menyampaikan informasi kepada siswa, sehingga menjadi lebih mudah untuk diterima oleh siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 8 Malang, sistem moving class merepotkan siswa dalam melaksanakan praktikum jika tidak mendapatkan laboratorium IPA. KIT yang dimiliki SMPN 8 Malang terbatas hanya KIT Pembelajaran fisika. Permasalahan lain yaitu siswa memiliki hasil belajar yang kurang maksimal dilihat dokumen nilai Ujian Tengah Semester (UTS) untuk mata pelajaran IPA dimana ± 50% siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan nilai 76,00. Hasil belajar yang kurang tersebut dapat diatasi dengan penggunaan pendekatan pembelajaran yang cocok bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan KIT Pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan KIT Pembelajaran diharapkan dapat menjadikan kegiatan belajar menjadi aktif, kreatif, menyenangkan, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall (1983) yang dilaksanakan 7 tahap dari 10 tahap yang ada. Tahap yang pertama yaitu melakukan penelitian dan pengumpulan informasi mengenai permasalahan yang ada di sekolah. Tahap yang kedua yaitu melakukan perencanaan yang meliputi perencanaan pengembangan media yang sesuai dengan permasalahan, analisis KI dan KD, dan menentukan pokok-pokok pembelajaran. Tahap ketiga yaitu mengembangkan produk awal yaitu KIT Pembelajaran dan LKS sistem ekskresi. Tahap keempat yaitu melakukan uji coba lapangan tahap awal yang meliputi uji coba oleh ahli pendidikan, materi, dan praktisi lapangan. Tahap kelima yaitu melakukan revisi terhadap produk utama berdasarkan saran dan masukan para ahli. Tahap keenam melakukan uji coba lapangan tahap utama di SMPN 8 Malang. Pada tahap ini diperoleh data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksaan pembelajaran. Data kuantitatif berupa nilai pretes dan postes serta angket respon siswa terhadap pembelajaran. Tahap ketujuh yaitu melakukan revisi terhadap produk operasional berdasarkan data yang diperoleh dari uji coba lapangan tahap utama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan KIT Pembelajaran yang valid berdasarkan validasi ahli pendidikan, materi, dan praktisi lapangan dengan skor modus 4. Skor tersebut menunjukkan bahwa KIT Pembelajaran tergolong dalam kriteria sangat layak. KIT Pembelajaran Sistem Ekskresi juga praktis digunakan dalam pembelajaran, hal ini dilihat dari respon siswa diperoleh skor 90%. Berdasarkan tabel kriteria respon positif siswa, skor tersebut memiliki respon yang sangat positif terhadap pembelajaran. Dilihat dari aspek keefektifan, KIT Pembelajaran Sistem Ekskresi efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan pretes dan postes yang dikerjakan oleh siswa memiliki N-gain yang tinggi yaitu sebesar 0.74. Kriteria N-gain yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah mempelajari sistem ekskresi dengan KIT Pembelajaran. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka penelitian dan pengembangan ini menghasilkan KIT Pembelajaran IPA dengan pendekatan saintifik kelas VIII materi Sistem Ekskresi yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Pengembangan Kit Pembelajaran dengan Lembar Kegiatan Siswa Menggunakan Langkah 5M untuk Pembelajaran Biologi Sistem Regulasi Manusia Kelas XI SMAN 1 Pakel Tulungagung
ABSTRAK Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Biologi materi sistem Regulasi Manusia yaitu alat praktikum dan peralatan lain yang mendukung proses pembelajaran yang tersedia di sekolah kurang lengkap. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Kit Pembelajaran dengan Lembar Kegiatan Siswa Menggunakan Langkah 5M untuk Pembelajaran Biologi Materi Sistem Regulasi Manusia Kelas XI SMAN 1 Pakel Tulungagung. Kit Pembelajaran sistem Regulasi Manusia merupakan seperangkat alat yang digunakan dalam pembelajaran yang dikemas dalam satu kotak yang dilengkapi dengan LKS menggunakan Langkah 5M yang berisi uraian materi dan kegiatan yang harus dilaksanakan siswa dalam pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan mengadaptasi pada model pengembangan versi Borg and Gall (1983) dan dibatasi sampai tahap ke tujuh yaitu operational product revision (revisi hasil uji lapangan). Instrumen pengumpulan data meliputi: (1) angket validasi untuk validator ahli pendidikan, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan (guru), (2) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (3) soal pretes dan postes dan (4) angket respon siswa terhadap pembelajaran kemudian diujicoba lapangan secara terbatas, yaitu pada kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Pakel Tulungagung yang terdiri dari 28 siswa. Hasil validasi oleh validator ahli pendidikan mendapatkan kriteria sangat layak, validator ahli materi mendapatkan kriteria layak dan validator ahli praktisi lapangan mendapatkan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil penilaian keterlaksanaan pembelajaran oleh observer, semua kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan terlaksana dengan baik. Berdasarkan hasil pelaksanaan pretes dan postes terjadi peningkatan skor. N-gain yang diperoleh berdasarkan hasil pretes dan postes tersebut adalah 0.70. Nilai 0.70 termasuk kategori tinggi berdasarkan kriteria tingkat gain atau menunjukkan perbandingan yang tinggi antara nilai pretes dan postes. Kit Pembelajaran dengan Lembar Kegiatan Siswa Menggunakan Langkah 5M untuk Pembelajaran Biologi Materi Sistem Regulasi Manusia Kelas XI SMAN 1 Pakel Tulungagung yang telah dikembangkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran Biologi di SMA
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Inkuiri pada Mata Pelajaran Biologi Materi Jamur untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School Malang
ABSTRAK Henykartikasari, Titis. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Inkuiri pada Mata Pelajaran Biologi Materi Jamur untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd., (2) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Inkuiri, Jamur, Kompetensi Siswa Sistem pendidikan formal di Indonesia sedang mengalami proses transformasi yang cukup besar. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar berupa handout dan Lembar Kegiatan Siswa pada materi Jamur untuk mendukung pembelajaran di SMA program IPA, (2) mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan validasi, (3) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil uji coba terbatas. dan (4) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil uji coba terbatas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang berorientasi pada pengembangan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengambangan Plomp (2007) yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Terdapat 3 langkah pokok dalam pengembangan Plomp, yaitu (1) Preliminary research, (2) Prototyping stage, (3) Assessment phase. Instrumen penelitian ini ada tiga uji yang terdiri dari (1) Uji kelayakan, (2) Uji Kepraktisan, dan (3) Uji Keefektifan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan bahwa produk hasil penelitian dan pengembangan berupa perangkat pembelajaran meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan instrumen penilaian berbasis inkuiri pada materi jamur dengan persentase kelayakan sebesar 98,35%. Perangkat pembelajaran memiliki persentase kepraktisan sebesar 98,5% dan persentase keefektifan sebesar 89%. Perangkat pembelajaran dinyatakan layak untuk digunakan proses pembelajaran dan mampu meningkatkan kompetensi siswa karena dapat mengakomodasi kompetensi spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan
Pengembangan Media Pembelajaran Computer Assisted Instruction (CAI) berbasis Problem Based learning (PBL) Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Spiritual, dan Sikap Sosial Peserta Didik Kelas XI SMA PANJURA Malang.
ABSTRAK Media pembelajaran dibutuhkan dalam pembelajaran agar pesan yang ada dalam materi pelajaran dapat tersampaikan dengan baik dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Media pembelajaran di SMA Panjura Malang masih menggunakan power point. Power point kurang bisa representatif terutama untuk materi yang rumit seperti sistem ekskresi. Selain itu, kemampuan berfikir kritis masih kurang berdasarkan hasil observasi di SMA PANJURA Malang. Padahal kemampuan berfikir kritis penting untuk pemahaman materi secara komprehensif. Kemampuan berfikir kritis dapat ditingkatkan melalui Problem Based Learning (PBL). Penanaman sikap sosial dan spiritual juga masih kurang di SMA PANJURA Malang. Sehingga diperlukan media pembelajaran interaktif atau Computer Assisted Instruction (CAI) berbasis PBL materi sistem ekskresi untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis, sikap sosial dan sikap spiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Computer Assisted Instruction (CAI) berbasis PBL materi sistem ekskresi dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis, sikap spiritual dan sikap sosial, mengetahui keefektifan, kepraktisan dan kelayakan media yang dikembangkan. Media pembelajaran CAI ini dikembangkan berdasarkan model Thiagarajan 4-D namun tanpa tahap Disseminate karena tidak dilakukan uji coba dalam skala luas. Data pada penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket validasi oleh validator ahli materi, validator ahli media, validator ahli praktisi lapangan untuk menentukan kevalidan media, sedangkan validator peserta didik untuk menentukan kepraktisan dan keefektifan, dimana semua data nantinya akan dikonversi dalam bentuk persen (%). Data kualitatif berupa saran dan komentar dari pada validator. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil persentase kevalidan sebesar 91,39%, 94,79%, 89,76% dari validator ahli materi, validator ahli media, validator ahli praktisi lapangan dengan kriteria sangat valid. Tingkat keefektifan diperoleh gain-score sebesar 0,7 yang berarti efektifitas sedang. Tingkat kepraktisan diperoleh hasil sebesar 90,28% dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa media CAI berbasis PBL materi sistem ekskresi sangat layak untuk digunakan
KARAKTERISASI MORFOLOGI POLEN TUMBUHAN SOLANACEAE DI MALANG RAYA
ABSTRAK Husnudin, Uni Baroroh. Karakterisasi Morfologi Polen Tumbuhan Solanaceae di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci: Karakterisasi, Morfologi, Polen, Solanaceae, Malang Raya. Solanaceae merupakan familia yang tersebar di daerah beriklim subtropis dan tropis serta pusat persebaran di Amerika dengan salah satu persebarannya di Malang Raya. Polen memiliki lapisan eksin dengan ornamentasi khas yang merupakan salah satu karakter sebagai bukti taksonomi dalam pengelompokan tumbuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui species tumbuhan Solanaceae, mendeskripsikan ciri dan variasi morfologi polen serta menyediakan kunci identifikasi polen Solanaceae di Malang Raya. Pengambilan sampel tumbuhan Solanaceae dengan metode purposive sampling, pengambilan data morfologi polen menggunakan preparat polen semi permanen dengan teknik asetolisis yang diilihat melalui mikroskop cahaya dan mikroskop SEM (Scanning Electron Microscophy). Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan Solanaceae yang terdapat di Malang Raya terdiri dari 23 species, termasuk dalam 12 genus yaitu Brugmansia suaveolens Bercht. & Presl., Capsicum annum L., Capsicum frutecens L., Cestrum calycinum H.B.K., Cestrum elegans Schlecht., Cyphomandra batacea (Cav.) Sendtn., Datura metel L., Jaltomata procumbens (Cav.) J.L. Gentry., Lycopersicon lycopersicum (L.) Karsten., Nicandra physaloides (L.) Gaertn., Nicotiana tabacum L., Solanum melongena L., Physalis angulata L., Physalis minima L., Solandra maxima P.S.Green., Solanum melongena L., Solanum muricatum Ait., Solanum nigrum L., Solanum pseudocapsicum L., Solanum superfisciens Adelb., Solanum torvum Swartz., Solanum tuberosum L., Solanum verbascifolium L., dan Solanum wrightii Bth. Morfologi polen Solanaceae bervariasi. Bentuk polen oblat-spheroidal sampai perprolate dan paling banyak prolat-spheroidal sampai subprolat. Ukuran polen kecil hingga sedang, terkecil 14,3 µm (Solanum nigrum L.) dan terbesar 43,18 µm (Brugmansia suaveolens Bercht. & Presl.). Bentuk pandangan polar yang paling banyak ditemukan sirkular kecuali Capsicum annum L. dan Cyphomandra batacea (Cav.) Sendtn. berbentuk segitiga cembung, pandangan ekuator elips kecuali Cyphomandra batacea (Cav.) Sendtn. berbentuk belah ketupat dan sirkular (Datura metel L., Solandra maxima P.S.Green, Brugmansia suaveolens Bercht. & Presl.). Tipe apertura 3-zonocolporate sampai 4-zonocolporate, paling banyak 3-zonocolporate. Ornamentasi berbentuk gundukan bergranula, skabrat, verukat, rugulat, retikulat dan mikroekinat serta yang paling banyak ditemukan skabrat dan verukat. Morfologi polen memiliki nilai taksonomi dan dapat digunakan untuk mengelompokkan tumbuhan Solanaceae pada tingkat species. Morfologi polen dapat dilihat dengan jelas menggunakan SEM. Variasi polen akan lebih banyak diperoleh dengan memperluas lokasi pengambilan sampel dan memperhatikan waktu berbunga, identifikasi tumbuhan Solanaceae sebaiknya menggunakan kunci identifikasi yang relevan
Isolasi Ujung 3’ Gen Pun1 Capsicum frutescens L. kultivar Cakra Hijau
ABSTRAK Kata Kunci : C. frutescens L. kultivar Cakra Hijau, senyawa kapsaisin, Gen Pun1 Penelitian sebelumnya, telah berhasil mengisolasi sepanjang 1310 pb dari 1671 pb Gen Pun1 C. frutescens L. kultivar Cakra Hijau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengisolasi fragmen ujung 3’ gen Pun1 dan memperoleh sekuen utuh DNA gen Pun1 C. frutescens L. kultivar Cakra Hijau. Metode yang digunakan untuk isolasi gen menggunakan teknik PCR dengan sepasang primer forward 5’-GAA-GGT-GGC-AGA-AGA-ATC-AG-3’ dan reverse 5’-TTG- TTG ACC-GTA-AAC-TTC-CG- 3’. Hasil isolasi ujung 3’ gen Pun1 C. frutescens L. kultivar Cakra Hijau yang telah diperoleh sebesar 715 pb. Hasil penggabungan fragmen dengan hasil isolasi sebelumnya menghasilkan sekuen utuh DNA gen Pun1 C. frutescens L. kultivar Cakra Hijau sebesar 1671 pb yang terdiri atas 738 pb bagian ekson satu, 348 pb bagian intron, dan 585 pb bagian ekson 2