SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF AUTOPLAY PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN/IKLIM DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA PANJURA MALANG

    No full text
    Materi keseimbangan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah menurut siswa merupakan materi yang sebenarnya menarik dan sangat bermanfaat, namun sering kali terasa membosankan disampaikan dengan metode ceramah. Disamping itu, siswa tidak mendapatkan contoh mendaur ulang limbah untuk dapat dipraktikan dikehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, siswa membutuhkan media pembelajaran yang selain menarik dan memiliki contoh cara mendaur ulang limbah yang dapat mereka praktikan sendiri di rumah juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran pada materi keseimbangan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah berupa multimedia interaktif Autoplay untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Multimedia interaktif Autoplay dikembangkan berdasarkan model pengembangan ASSURE. Tahapan-tahapannya adalah Analyze Learner, State Objective, Select Methodes, Media, and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learners Participations, dan Evaluate and Revise. Multimedia ini divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru berdasarkan angket validasi. Tingkat kepraktisan dan efektifitas media serta nilai ketuntasan klasikal yang diperoleh berasal dari siswa angket respon siswa dan hasil pre-test dan post-test siswa. Hasil validasi oleh para ahli media yaitu 94,84%, ahli media sebesar 95,28%, dan praktisi lapangan sebesar 99,375% menunjukkan bahwa media sangat baik. Tingkat kepraktisan multimedia interaktif Autoplay memiliki presentase sebesar 90,57% yang juga memiliki kriteria sangat valid. Berdasarkan rata-rata nilai pre-test dan post-test, maka didapat gain-score sebesar 0,75 dan didapat nilai ketuntasan klasikal sebesar 71,42% yang berarti media memiliki efektifitas yang cukup tinggi yang menandakan bahwa media dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan data validasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif Autoplay pada materi keseimbangan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah sangat valid atau sangat layak untuk di gunakan

    ANALISIS KADAR LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) Gracillaria sp. DI TAMBAK DESA KUPANG KECAMATAN JABON SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAK Sonja, Rona Desyta. 2014. Analisis Kadar Logam Berat Cadmium (Cd) Gracillaria sp. di Tambak Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S   Kata Kunci: Analisis Kadar Logam Berat Cd, Gracillaria sp., Tambak desa Kupang, Sidoarjo Sungai Aloo merupakan cabang dari sungai Porong yang terkena dampak pembuangan limbah industri berupa lumpur panas yang mengandung logam berat yang berbahaya sehingga berdampak pada area pertambakan Gracillaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Cd Gracillaria sp. dan substratnya di area pertambakan desa Kupang, Sidoarjo yang berbeda jarak dari muara ke arah hulu sungai (sampai batas pasang maksimal). Sampel Gracillaria sp. dan substratnya diambil pada 6 stasiun area pertambakan berdasarkan jarak yang berbeda dari muara ke arah hulu. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa rerata kadar Cd Gracillaria sp (dalam ppm) sebesar 0,23; 0,28; 0,27; 0,29; 0,31; 0,39 dan rerata kadar Cd substratnya sebesar  1,88; 1,21; 0,96; 0,75; 0,86 sudah melebihi batas  ambang cemaran logam SNI (0,2ppm) dan CEQG (0,7). Berdasarkan analisis statistik uji t perbandingan rerata kandungan kadar Cd Gracillaria sp. dan substratnya menunjukkan perbedaan yang bermakna. Berdasarkan analisis statistik anava diketahui bahwa kadar Cd pada Gracillaria sp. dan substratnya pada enam tambak yang berbeda jarak dari arah muara ke hulu sungai tidak berbeda nyata. Faktor fisika kimia yang memiliki hubungan dengan akumulasi Cd Gracillaria sp dan substratnya adalah pH dan salinitas. pH memiliki hubungan berbanding terbalik dengan kadar Cd Gracillaria sp. dan salinitas memiliki hubungan berbanding lurus dengan kadar Cd substrat Gracillaria sp

    Keanekaragaman dan Kelimpahan Serangga Parasitoid di Lahan Tebu Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hariyanti, Ima Aprillia. 2015. Keanekaragaman dan Kelimpahan Serangga Parasitoid di Lahan Tebu Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S. Pd., M. Si (II) Dra. Hawa Tuarita   Kata kunci: keanekaragaman, kelimpahan, serangga parasitoid, tebu, Kecamatan Pakis Tebu merupakan komoditi yang penting untuk memenuhi kebutuhan gula domestik maupun sebagai komoditi ekspor. Lahan tebu di Kabupaten Malang merupakan yang terluas di Jawa Timur dan tersebar di beberapa kecamatan termasuk Pakis. Salah satu faktor yang menurunkan produksi tebu adalah adanya serangan hama. Pengendalian menggunakan musuh alami banyak dikembangkan salah satunya menggunakan parasitoid. Penelitian tentang parasitoid banyak dilakukan di luar Pulau Jawa tentang biologi dan siklus hidup parasitoid, sedangkan data keanekaragaman masih kurang, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang keanekaragaman serangga parasitoid di Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis serangga parasitoid, indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan, dan kelimpahan relatif serangga parasitoid di lahan tebu Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan swingnet dan yellow trap di lahan tebu seluas 3000 m2 dengan menentukan 27 plot ukuran @5x5 meter dengan jarak antar plot 5 meter. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak 3 hari sekali. Data berupa jumlah jenis dan individu serangga parasitoid kemudian dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, kemerataan, kekayaan, dan kelimpahan relatif serangga parasitoid. Hasil penelitian menunjukkan serangga parasitoid yang ditemukan berjumlah 11 spesies yang termasuk ke dalam 11 genus, 7 famili, dan 2 ordo. Pada ordo Hymenoptera, famili yang dominan adalah Braconidae yaitu terdiri atas Cotesia flavipes, Agathis nigra, Allorhogas sp., Rhaconotus scirpophagae, dan Stenobracon trifasciatus. Sedangkan dari ordo Diptera hanya ditemukan satu spesies dari famili Tachinidae yaitu Sturmiopsis inferens. Nilai indeks keanekaragaman serangga parasitoid sebesar 2,25 (kategori sedang), nilai indeks kemerataan sebesar 0,93 (kategori tinggi), dan nilai indeks kekayaan sebesar 1.56 (kategori rendah). Spesies serangga parasitoid yang memiliki nilai kelimpahan relatif tertinggi adalah Tetrastichus schoenobii (Hymenoptera: Braconidae) dengan nilai 19.93%

    Pengembangan Modul Biologi Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Siswa Kelas X MAN Tambakberas Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Sholihah, Imro’atus. 2015. Pengembangan Modul Biologi Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Archaebacteria dan Eubacteria untuk Siswa Kelas X MAN Tambakberas Jombang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sarwono, M.Pd, (2) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si.   Kata kunci: pengembangan modul, inkuiri terbimbing, Archaebacteria dan Eubacteria. Pengembangan Modul ini didasari oleh kurangnya bahan ajar penunjang Biologi materi Archaebacteria dan Eubacteria. Tidak tersedianya buku penunjang dapat mempengaruhi minimnya pemahaman siswa tentang materi pembelajaran. Bahan ajar Biologi yang membelajarkan siswa dalam menemukan pemahamannya secara mandiri belum banyak dikembangkan sebelumnya. Materi Archaebacteria dan Eubacteria merupakan materi yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Modul yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) guna menunjang proses pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan modul cetak biologi berbasis inkuiri terbimbing untuk kompetensi dasar 3.4 (menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan Archaebacteria dan Eubacteria berdasarkan ciri-ciri dan bentuk melalui pengamatan secara teliti dan sistematis) dan 4.4 (menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran Archaebacteria dan Eubacteria dalam kehidupan berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk laporan tertulis), 2) mendeskripsikan kemenarikan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing menurut siswa, guru, dan ahli, dan 3) mendeskripsikan kebermaknaan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing dalam menunjang proses belajar mengajar. Pengembangan modul ini menggunakan  model 4-D oleh Thiagarajan, S., Semmel, D.S. & Semmel, M.I. tahun 1974 yang telah diadaptasi dan dimodifikasi. Langkah-langkah penelitian ini adalah mendefinisikan (Define), merancang (Design), mengembangkan (Develop), dan menyebarluaskan (Disseminate). Akan tetapi pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai tahap 3-D. Validasi dilakukan oleh ahli modul dengan rerata nilai 94%, oleh ahli materi dengan rerata nilai 96,13 % dan uji keterbacaan oleh siswa dengan rerata 92,7%. Hal tersebut menunjukkan kriteria modul sangat valid dan sangat layak untuk digunakan

    Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS)terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Diponegoro Tumpang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Astuti, Rina Dwi. 2011. Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS)terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Diponegoro Tumpang Malang. Skripsi, Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA UM. Pembimbing (I) Drs. Sarwono, M.Pd, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si.,M.Si.   Kata Kunci: TPS, Kemampuan Berpikir Kritis, dan hasil Belajar Siswa Menurut Hasibuan (1991) penerapan diskusi dalam kelompok kecil (TPS) dapat memberi kesempatan pada siswa untuk berlatihmengembangkan aspek afektif dan aspek psikomotor yang merupakan ciri dari pendidikan kebudayaan di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu karena pada eksperimen ini belum memenuhi persyaratan yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan tertentu. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-1 dan X-2 SMA Diponegoro Tumpang Malang yang berjumlah 24 dan 26 siswa. Teknik analisis data menggunakan SPSS 16.0 for windows yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat untuk melihat data yang ada telah terdistribusi secara normal. Rancangan penelitian ini, kelas eksperimen diajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model TPS sedangkan kelas kontrol dengan metode pembelajaran model konvensional dalam hal ini ceramah. TPS merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur yang dimaksudkan sebagai alternatif pengganti terhadap struktur kelas tradisional. Pembelajaran model ini menantang siswa dengan pertanyaan terbuka dan memberi siswa waktu untuk memikirkan pertanyaan tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan metode pembelajaran kooperatif model TPS berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas >0,05 (0,966) (2) penerapan metode pembelajaran kooperatif model TPS berpengaruh terhadap hasil belajar afektif siswa yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas >0,05 (0,336) dan hasil belajar psikomotor siswa yang ditunjukkan dengan nilai probabilita

    Pengaruh Natto Kedelai Hitam (Glycine soja L.) terhadap Jumlah Foam Cell dan Ketebalan Dinding Aorta Mencit Model Aterosklerosis

    No full text
    ABSTRAK   Aterosklerosis merupakan penebalan dan pengerasan dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan LDL(Low Density Lipoprotein) dalam darah. Penumpukan LDL dapat memicu disfungsi endotel dan terbentuknya foam cell pada tunika intima. Foam cellbersama proliferasi miosit dapat menyebabkan penebalan dinding aorta dengan terbentuknya fibrous plaque. Pencegahan terjadinya aterosklerosisdapat dilakukan dengan memberikan makanan tinggi antioksidan. Natto kedelai hitam mengandung senyawa aktif isoflavon yang mengandung aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh natto kedelai hitam terhadap jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta pada mencit model aterosklerosis. Penelitian dilakukan diLaboratorium Biologi, Sub Laboratorium Fisiologi Hewan Universitas Negeri Malang, pada bulan November 2014 - Januari 2015. Objek yang digunakan adalah mencit Swiss jantan umur 7 minggu denganberatbadan± 30 gram. Mencit dibagi secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan (tanpa diet aterogenik, diet aterogenik tanpa natto kedelai hitam, diet aterogenik + konsentrasi 200 mg/ml, diet aterogenik + konsentrasi 400 mg/ml, diet aterogenik + konsentrasi 800 mg/ml) dengan lima kali ulangan. Mencit diberikan diet aterogenik dan natto kedelai hitam secara bersamaan selama 4 minggu. Pemberian ekstrak natto dilakukan secara oral perhari. Pada akhir perlakuan, mencit dibedah untuk diambil organ aorta, dan dibuat preparat irisan melintang dengan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin). Preparat akan diamati untuk mengetahui jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta. Data jumlah foam cell dan ketebalan dinding aorta dianalisis menggunakan Anava tunggal. Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh natto kedelai hitam terhadap penurunan jumlah fam cell  dan ketebalan dinding aorta mencit model aterosklerosis dengan konsentrasi yang paling optimum adalah 400 mg/ml

    KajianMikrobiologiBerdasarkan ALT KoloniKapangdanIsolasisertaIdentifikasiSpesies-spesiesKapangKontaminanpadaBerasuntukRumahTanggaMiskin (Raskin) di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sulastri. 2014.KajianMikrobiologiBerdasarkan ALT KoloniKapangdanIsolasisertaIdentifikasiSpesies-spesiesKapangKontaminanpadaBerasuntukRumahTanggaMiskin (Raskin) di Kota Malang.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd.,(II) AgungWitjoro, S.Pd., M.Kes.   Kata Kunci:Raskin, KualitasMikrobiologi, AngkaLempang Total (ALT), Kapangkontaminan.   Raskinmerupakan salah satusubsidipangansebagaiupayapemerintahuntukmeningkatkanketahananpangandanmemberikanperlindunganpadakeluargamiskin. Raskin rawan mengalami kerusakan selama masa penyimpanan di gudang BULOG. Dalamberasterkandungnutrisiantara lain pati, pentose, selulosa, hemiselulosadangulaberas. Nutrisitersebutselaindiperlukanolehmanusia, jugadiperlukanuntukpertumbuhandanperkembanganmikroorganismetermasukkapang.Kapangmelakukanbiodegradasiterhadapsenyawa-senyawapenyusunberas. Akibatnyaberasmenjadirusakdankuranglayakdikonsumsi.Penelitianinibertujuanuntuk: 1) menentukanAngkaLempeng Total (ALT) kolonikapangpadasampelRaskin; 2)menentukankualitasmikrobiologiRaskinberdasarkan ALT kolonikapangkontaminan; 3) mengisolasisemuaspesieskapangkontaminanpadasampelRaskindanmengidentifikasispesies-spesieskapangkontaminanpadasampelRaskin; 4) menentukanspesieskapangkontaminan yang paling dominandalamsampel Raskin.  Penelitian dilakukanpadabulanDesember 2013-April 2014di LaboratoriumMikrobiologiJurusanBiologi FMIPA UniversitasNegeri Malang. PenelitiandimulaipadabulanDesember 2013-April 2014.ObjekdalampenelitianiniialahRaskindarilimakelurahan di kota Malang yaituKotalama, Tanjungrejo, Kasin, Jodipan, danJatimulyo. SampelRaskinsebanyak 25 gram dihaluskandalam mortar dan pestle, laludilarutkandalam 225 ml larutan air pepton 0,1% sehinggadiperolehsuspensidengantingkatpengenceran 10-1. Suspensidiencerkanlagipadalarutanpepton 0,1% secarabertahapsehinggadiperolehsuspensidengantingkatpengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5dan 10-6. PerlakuansampelRaskindilakukansebanyak 3 kali ulangan.Suspensipadamasing-masingtingkatpengencerandiinokulasikanpada medium lempengCzapek Agar(CA) sebanyak 0,1 ml, laludiinkubasikanpadasuhu 250C selama 7 x 24 jam. Selanjutnyadilakukanpenghitungan ALT kolonikapang, penentuankualitasmikrobiologiberdasarkan ALT kolonikapang, penghitungan ALT tiap-tiapspesieskapangkontaminan, isolasi, sertadeskripsiciri-cirimakroskopisdanmikroskopiskolonikapang. Selanjutnyadilakukanidentifikasiterhadaptiap-tiapspesieskapangkontaminansertapenentuanspesieskapangkontaminandominan. Hasildaripenelitianinimenunjukkanbahwa: 1) ALT kapangkontaminanpadaRaskinialah5,9 X 106 cfu/g; 2) hasilpenghitungan ALT kolonikapangmenunjukkanbahwakualitasRaskinkurangbaikdankuranglayakuntukdikonsumsi berdasarkan ketentuan ALT maksimum dari DIRJEN POM; 3) nama-namaspesieskapangpadasampelRaskinialahAspergillusochraceus Wilhelm. , Mycelia sterilia (a), Mycelia sterilia (b), Mycelia sterilia (c), Penicilliumrugulosum Thom., CladosporiumsphaerospermumPenzig., MoniliellaacetoabutensStolk& Dakin.,  AspergilluspenicilloidesSpeg., AspergillusglaucusdanAspergilluscandidusLink.dan, 4) spesieskapangkontaminan yang paling dominanpadasampelRaskinialahMycelia sterilia (b) denganreratajumlahkoloni 2,3 x 106  cfu/g

    PENGARUH SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) GALUR BALB/ C

    No full text
    ABSTRAK   Sa’diyah, Halimatus. 2015. Pengaruh Susu Kambing Peranakan Etawa terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Galur BALB/ C. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Amy Tenzer, M. S, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani, M. Si   Kata Kunci : Susu kambing peranakan etawa, Kualitas spermatozoa, Konsentrasi,  Morfologi normal, dan Motilitas. Susu kambing PE merupakan susu yang dihasilkan oleh kambing persilangan kambing Etawa dari India dengan kambing Kacang (lokal). Susu kambing PE memiliki kandungan vitamin A, kalsium, protein, lemak, vitamin D dan asam  lemak esensial yang lebih tinggi dibandikan dengan susu sapi. Susu kambing bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang alergi terhadap susu sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh susu kambing PE terhadap kualitas sperrmatozoa yang meliputi konsentrasi, morfologi normal, dan motilitas mencit. Penelitian dilakukan di Kandang Pemeliharaan Hewan dan di Laboratorium Struktur Perkembangan dan Taksonomi Hewan Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang, pada bulan Januari  2015-Februari 2015. Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan galur Balb/ C umur 8-10 minggu dengan berat 22 ± 2 gram. Mencit dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu (0; 0,25; 0,5 dan 0,75) ml/ 20 g BB dengan enam kali ulangan. Susu kambing PE diberikan per oral secara gavage setiap hari selama 36 hari. Hari ke-37 mencit dibedah. Epididimis diambil kemudian dicacah dalam 1 ml NaCl 0,9% sehingga terbentuk suspensi yang digunakan untuk mengukur kualitas spermatozoa secara mikroskopis. Data konsentrasi, morfologi normal dan motilitas spermatozoa dianalisis dengan Anava dengan taraf signifikansi 5%, jika hasilnya signifikan dilanjutkan uji lanjut Duncan. Data menunjukkan bahwa secara nominal konsentrasi, morfologi normal, dan motilitas spermatozoa cenderung meningkat seiring dengan penambahan dosis susu kambing PE. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sampai dengan dosis 0,75 ml/ 20 g BB susu kambing PE tidak berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi, dan motilitas spermatozoa tetapi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan morfologi normal spermatozoa

    Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan serta Kadar Total Fenol-Flavonoid Ekstrak Etanol Murbei (Morus alba L.)

    No full text
    ABSTRAK Hilwiyah, Ahlan. 2015. Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan serta Kadar Total Fenol-Flavonoid Ekstrak Etanol Murbei (Morus alba L.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci: skrining fitokimia, aktivitas antioksidan, total fenol, total flavonoid, murbei. Radikal bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti kerusakan hati, katarak, dan kanker. Dampak negatif radikal bebas dapat diredam dengan antioksidan. Murbei (Morus alba L.) merupakan tanaman dengan banyak potensi, yaitu menurunkan kolesterol darah, kencing manis, dan hipertensi. Kandungan senyawa antioksidan dalam daun dan buah murbei dapat diketahui melalui skrining fitokimia. Skrining fitokimia dapat dilakukan menggunakan reagen Mayer dan Dragendorff (uji alkaloid), HCl pekat dan bubuk Mg (uji flavonoid), FeCl3 (uji fenolik), dan reagen Lieberman-Burchad (uji terpenoid). Uji aktivitas antioksidan daun dan buah murbei dapat dilakukan dengan metode 1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl (DPPH). Kadar total fenol ekstrak etanol daun dan buah murbei dapat diukur dengan metode Folin-Ciocalteu, dan kadar flavonoid dengan metode AlCl3.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) kandungan senyawa aktif, (2) aktivitas antioksidan, dan (3) kandungan total fenol dan flavonoid dalam ekstrak etanol daun dan buah murbei.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil skrining fitokimia dianalisis secara deskriptif dengan mengamati perubahan warna yang terjadi setelah ditambahkan reagen. Data hasil uji aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan persamaan regresi linier sederhana untuk menentukan nilai Inhibition Concentration (IC50). Analisis kadar total fenol dan flavonoid dilakukan dengan membandingkan persentase nilai absobansi larutan uji dengan larutan fenol dan flavonoid standar sehingga diperoleh kadar total fenol dan flavonoid ekstrak etanol daun dan buah murbei. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun murbei mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, serta triterpenoid, dan buah murbei mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, serta steroid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun murbei tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 77,8565 µg/mL, sedangkan buah tergolong lemah dengan nilai IC50 sebesar 283,3591 µg/mL. Hasil uji kandungan total fenol dan flavonoid ekstrak etanol daun murbei adalah 8,601 % dan 3,363% sedangkan buah murbei adalah 8,047% dan 3,061%

    PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN METODE ICARE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS X SMAN 8 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Listiani, Mita. 2015. Pengembangan Modul Biologi Berpendekatan Kontekstual dengan Metode ICARE untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas X SMAN 8 Malang.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof Dr. Mimien Henie I. M.S.(II) Dra. Hawa Tuarita M.S.   Kata Kunci:Modul, Kreativitas, PendekatanKontekstual, MetodeICARE. Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara utuh/berdiri sendiri dan digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Tujuan pengembangan modul dapat bermacam-macam, tergantung dari kebutuhan lapangan. Salah satu kebutuhan lapangan Indoesia saat ini adalah sumber daya manusia yang kreatif, namun tidak semua modul dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Salah satu cara agar modul dapat meningkatkan kreativitas siswa adalah dengan mengintegrasikan komponen pendekatan kontekstual dan metode ICARE ke dalam modul tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul biologi berpendekatan kontekstual dengan metode ICAREpada materi permasalahan lingkungan dan dampaknya, kemudian menguji kelayakan, keefektifan, dan kepraktisan sehingga dapat meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini mengadaptasi model Penelitian & Pengembangan Plomp yang terdiri dari lima tahap/fase yakni fase investigasi awal, fase desain, fase konstruksi, fase tes evaluasi revisi, dan fase implementasi.Fasekeempat yakni tahap tes, evaluasi, dan revisi dilakukan oleh validator ahli modul, ahli materi, serta praktisi lapanganuntuk menguji kelayakan modul. Fase implementasi untuk menilai keefektifan dan kepraktisan modul dilaksanakan di kelas X SMAN 8 Malang pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Keefektifan modul dinilai dari hasil pretes-postes kemampuan berpikir siswa serta dari hasil penilaian diri terhadap sikap kreatif. Kepraktisan modul dinilai dari hasil pengisisan angket respons siswa serta observasi pembelajaran. Seluruh data yang diperoleh selama fase implementasi kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa modulyang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil pretes-postes siswa menunjukkan tingkat gain sebesar 0,6, selain itu 72% siswa telah memiliki nilai kreativitas yang baik. Hal ini berarti modul efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa. Hasil penilaian kepraktisan, 62% siswa memberikan respons positif yang berarti modul praktis digunakan dalam pembelajaran. Kepraktisan ditinjau dari hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran dengan modul sudah terlaksana keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa modul pembelajaran yang dihasilkan valid, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇