SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Kualitas Mikrobiologi Jamu Serbuk yang Berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Kapang Serta Identifikasi Kapang Kontaminan Dominan.

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Moortiyani Al Asna. 2016. Kualitas Mikrobiologi Jamu Serbuk yang Berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Kapang Serta  Identifikasi Kapang Kontaminan Dominan. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.   Kata kunci : kualitas mikrobiologi, angka lempeng total koloni kapang, jamu serbuk, kapang kontaminan Jamu adalah obat tradisional hasil ramuan dan warisan secara turun - temurun dari nenek moyang yang berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, sari atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan dalam upaya pengobatan berdasarkan pengalaman masyarakat. Jamu serbuk pegal linu dan galian singset merupakan jamu yang paling diminati di Kota Pare Kabupaten Kediri. Seperti halnya produk makanan, jamu serbuk umumnya mengandung bahan nabati yang dapat terkontaminasi oleh kapang kontaminan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan nilai Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang jamu serbuk yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, (2) menganalisis kualitas mikrobiologi jamu serbuk berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang  di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, (3) menentukan spesies kapang dominan pada jamu serbuk yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.  Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif observasional, untuk menentukan kelayakan konsumsi dan kualitas jamu serbuk secara mikrobiologi dengan menghitung nilai Angka Lempeng Total (ALT) koloni kapang dalam tiap gram sampel masing-masing jamu serbuk beserta kapang kontaminan dominan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Maret tahun 2016 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah jamu serbuk pegal linu dan galian singset yang dibeli dari 5 toko yang telah ditentukan di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Sampling jamu serbuk dipilih dengan teknik sampling acak terpilih (Purposive Random Sampling). Toko jamu yang dipilih sebagai tempat pengambilan sampel yaitu toko jamu yang banyak dikunjungi oleh para konsumen jamu berdasarkan hasil survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai ALT koloni kapang dari sampel sediaan jamu serbuk pegal linu yaitu 1,7x103 cfu/gram, sedangkan rerata nilai ALT koloni kapang dari sampel sediaan jamu serbuk galian singset yaitu 1,3x103 cfu/gram. Berdasarkan ketetapan Dirjen POM,  persyaratan batas ambang maksimal cemaran kapang kontaminan pada sediaan jamu serbuk yaitu tidak lebih dari 104 cfu/gram. Mengacu pada ketetapan tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa sampel sediaan jamu serbuk baik pegal linu maupun galian singset yang diteliti memiliki kualitas mikrobiologi yang baik, layak, dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Setelah dilakukan proses identifikasi, spesies kapang kontaminan dominan pada sediaan jamu serbuk pegal linu dan galian singset yaitu spesies kapang Aspergillus niger van Tieghem

    Pemberian Suplemen Pakan Cake Labu Kuning Terhadap Pertumbuhan Pasca Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio L).

    No full text
    ABSTRAK Rochmah, Indatur.  2016. Pemberian Suplemen Pakan Cake Labu Kuning Terhadap Pertumbuhan Pasca Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio L). Skripsi.JurusanBiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (I) Dra Amy Tenzer, M.S (II) Ir. Nugrahaningsih,M.P Kata kunci: Suplemen Cake Labu Kuning, Pertumbuhan,Pasca LarvaIkan Mas (Cyprinus carpio L.) Usaha  budidaya ikan  air  tawar merupakan usaha  yang menjadi pilihan banyak petani ikan. Permintaan akan konsumsi ikan air tawar selalu meningkat setiap tahun, diantaranya ikan mas. Hal ini menjadi daya tarik untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar. Pakan pasca larva ikan mas punten menjadi pertimbangan yang penting agar pertumbuhan pasca larva ikan mas punten dapatmaksimal. Pemanfaatan labu kuning sebagai suplemen pakan diduga dapat mempercepat pertumbuhan ikan pasca larva. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, dengan perlakuan P0: pemberian pakan pelet 100%, P1: perbandingan pelet dan cake labu kuning 95%:5%, P2 90%:10%, P3 85%:15%, dan P4 80%:20%. Variabel bebas yaitu perbandingan pakan pelet dan pakan cake labu kuning. Variabel terikat yaitu pertumbuhan pasca larva ikan yang meliputi pertambahan bobot dan pertambahan panjang pasca larva ikan. Hasilpenelitianmenunjukkanperbandingan pakan 85% pelet dan 15% cake labu kuning menyebabkan pertambahan bobot pasca larva ikan mas punten yang lebih besar dan berbeda nyata dari kontrol. Pemberian suplemen pakan cake labu kuning tidak berpengaruh terhadap pertambahan panjang pasca larva ikan mas punten. Kesimpulannya pemberian suplemen pakan yang terbaik yaitu cake labu kuning 15% ditambahkan pada pelet 85%

    engembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singosari

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 SingosariFanani, Imam Fikry. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning  (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, JurusanBiologi, Fakultas MIPA,Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, MS. (II) Dr. Susilowati, M.S.Kata Kunci: perangkat pembelajaran, PjBL, program KRPLProgram KRPL merupakan salah satu program pemerintah yang memegang  peranan penting dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat.Program KRPL ini dapat dikenalkan di lingkungan sekolah dalam rangka menumbuhkan kesadaran untuk cinta terhadap lingkungan terutama pada siswa. Namun, perangkat pembelajar-an untuk mengenalkan program KRPL ini masih belum ada. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran Biologi dalam mendukung program KRPL di lingkungan sekolah. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan dan menguji produk perangkat pembelajaran model PjBL dalam mendukung program pemerintah tentang KRPL untuk siswa kelas X IPA. Uji produk pengembangan terdiri dari uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji kefektifan pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D Thiagarajan (1974) yang dibatasi sampai tahap develop dan terdiri dari tahap define, design, dan develop.Hasil analisis data kevalidan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa silabus memiliki rata-rata nilai persentase sebesar 93,3% oleh ahli materi, 95,8% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 96,1% oleh praktisi lapangan. RPP memilikirata-rata nilai persentase sebesar 98,3% oleh ahli materi, 97,2% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 94,3% oleh  praktisi lapangan. LKS memiliki rata-rata nilai per-sentase sebesar 92,6% oleh ahli materi, 95,5% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 94,6 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar kognitif memiliki rata-rata nilai persentase sebesar 86% oleh ahli materi, 88 % oleh ahli perangkat pembelajaran dan 96 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar  afektif memiliki rata-rata nilai persentase 96,5 % oleh ahli materi, 98,2 % oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 89,7 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar psikomotorik memiliki rata-rata nilai persentase 100 % oleh ahli materi, 100 % oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 89 % oleh praktisi lapangan. Selain itu, instrumen penilaian kognitif dinyatakan sangat valid secara konstruk dan isi oleh ahli evaluasi. Hasil analisis data kepraktisan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata nilai persentase keterlaksanaan sintaks pembelajaran sebesar 92,1 % dan  rata-rata kepraktisan perangkat pembelajaran sebesar  95,3 % . Hasil analisis data keefektifan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa kecenderungan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 2,4 berdasarkan skor tes kognitif. Rata-rata nilaipersentase hasil belajar afektif pada pertemuan 1 sebesar 83,2 %, pertemuan 2 sebesar 81,9%, pertemuan 3 sebesar 79,3%, pertemuan 5 sebesar 84,4% dan pertemuan 5  sebesar 83,1 %. Rata-rata nilai persentase hasil belajar psikomotorik sebesar 92,8 % pada pertemuan 1,  pertemuan 2 sebesar 85,1% , pertemuan 3 sebesar 89,8%, per-temuan 4 sebesar  90,6 %, dan pertemuan 5 sebesar 90,8 %. Selain itu, siswa mem-berikan respon positif terhadap penerapan produk perangkat pembelajaran sebesar 81,1% dan rata-rata hasil aktifitas keaktifan siswa sebesar 91,2 %. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid, sangat praktis dan sangat efektif. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran ini disarankan bahwa perlu dikaji lebih lanjut dan diseminasi secara lebih luas sehingga bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak

    Kualitas Mikrobiologi Sari Tebu yang Dijual di Kota Malang Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Bakteri

    No full text
    ABSTRACT   Kualitas Mikrobiologi Sari Tebu yang Dijual di Kota Malang Berdasarkan Angka Lempeng Total Koloni Bakteri Sari tebu merupakan salah satu minuman yang disukai oleh masyarakat untuk dikonsumsi sebagai penghilang dahaga. Selain manis dan lezat, ternyata sari tebu memiliki khasiat yaitu untuk mengobati sakit panas, meredakan batuk, mengobati kanker, dan juga membantu ginjal untuk melakukan fungsinya dengan baik. Sari tebu dapat terkontaminasi bakteri apabila pedagang kurang memperhatikan sanitasi dan higiene dalam proses pembuatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menentukan ALT koloni bakteri dalam sari tebu yang dijual oleh beberapa PKL di lima kecamatan Kota Malang; 2)  menentukan kelayakan konsumsi  sari tebu yang dijual oleh beberapa PKL di Kota Malang berdasarkan ALT koloni bakteri; 3) membahas secara deskriptif faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas mikrobiologi sari tebu yang diteliti berdasarkan hasil observas

    Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Siklus Belajar 5E MataPelajaran Biologi KD 2.2 Kelas VIIIC SMPN 1 Bakung Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Siklus Belajar 5E MataPelajaran Biologi KD 2.2 Kelas VIIIC SMPN 1 Bakung Kabupaten BlitarRahayu,  Evi Ria. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Siklus Belajar 5E MataPelajaran Biologi KD 2.2 Kelas VIIIC SMPN 1 Bakung Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Ir. Nugrahaningsih, M.P.Kata Kunci: Multimedia interaktif, siklus belajar 5E, matapelajaran biologi KD 2.2 Pembelajaran biologi yang ideal sulit terwujud  apabila  pendidik  tidak melibatkan siswa dalam kegiatan  belajar. Pembelajaran seperti ini kurang tepat karena hanya menekankan pada produk keilmuan saja. Diperlukan suatu komponen yang dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar, salah satunya menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan wawancara kepada siswa kelas VIIIC SMPN 1 Bakung dinyatakan, bahwa mereka jarang menggunakan media pembelajaran, guru lebih mendominasi pembelajaran dan siswa menginginkan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran  terutama pembahasan pada materi yang sifatnya abstrak dan berhubungan dengan bioproses. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif menggunakan aplikasi Macromedia Flash Profesional 8 pa matapelajaran biologi KD 2.2 (mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau) menggunakan siklus belajar 5E. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian ASSURE yang terdiri dari 6 tahap yakni, tahap I: Analyze learner characteristics, tahap II: State performance objectives, tahap III: Select methods, media and materials, utilize materials, tahap IV: Utilize Media and Materials, tahap V: Requires learner participation, dan tahap VI: Evaluation and revision. Data penelitian diperoleh dari penilaian ahli media, ahli materi, praktisi lapangan, siswa (pengguna produk) kelas VIIIC SMPN 1 Bakung dan skor hasil pretest posttest untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan multimedia interaktif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan soal pretest posttest. Hasil penelitian menunjukkan, multimedia interaktif tergolong multimedia yang valid, praktis dan efektif. Nilai kevalidan hasil validasi ahli media sebesar 89,23%, ahli materi sebesar 91,42%, praktisi lapangan sebesar 90%. Nilai kepraktisan sebesar 91,21%, nilai keefektifan yaitu pada pertemuan 1 sebesar 70,04 (rata-rata pretest) menjadi 88,47 (rata-rata posttest) dan pada pertemuan 2 sebesar 60 (rata-rata pretest) menjadi 90 (rata-rata posttest)

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DIPADU MEDIA BERBASIS INFORMATION TECHNOLOGY (IT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI SISTEM REGULASI

    No full text
    ABSTRACT   Cholifah, Alifah. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu Media Berbasis IT terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI pada Materi Sistem Regulasi.Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D., (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, media berbasis IT,  kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Observasi yang dilakukan di SMAN 1 Kepanjen menunjukkan 76,47% responden menyatakan sekolah menyediakan fasilitas pendukung kegiatan belajar seperti Liquid Crystal Display (LCD), papan tulis, wifi, komputer, meja, kursi, laboratorium, speaker, perpustakaan, dll. Selain itu, 100% siswa menyatakan mereka memiliki ponsel pribadi. Namun hanya 5,88% siswa yang menggunakan ponsel mereka untuk kegiatan belajar. Hasil wawancara dengan guru biologi menyatakan model pembelajaran yang digunakan masih menggunakan model konvensional. Capaian kognitif yang diujikan masih pada ranah C2 dan guru belum pernah menguji kemampuan berpikir kritis siswa. Fasilitas yang ada di SMAN 1 Kepanjen ini kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Peneliti mengajukan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipadu media berbasis Information Technology (IT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI pada materi sistem regulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Non-equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen tahun pelajaran 2015/2016 yang mengikuti pelajaran biologi khususnya bab sistem regulasi. Sampel pada penelitian ini ditentukan secara purposive sampling. Kelas XI MIA 3 terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 5 terpilih sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian  yang digunakan adalah instrumen perlakuan meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan perangkat tes dan instrumen pengukuran meliputi lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, instrumen kemampuan berpikir kritis, dan instrumen hasil belajar kognitif. Analisis data dengan analisis kovarian pada taraf signifikansi 5% dengan menggunakan bantuan software SPSS for 16.0 Windows. Hasil penelitian pada kemampuan berpikir kritis siswa menghasilkan F hitung sebesar 12,48 dengan signifikansi sebesar 0,001. Nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 sehingga hipotesis penelitian diterima. Hasil perhitungan data hasil belajar kognitif siswa menghasilkan F hitung sebesar 14,12 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai signfikansi ini lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis penelitian diterima. Pengujian rerata terkoreksi menunjukkan kelas kontrol memiliki persentase kemampuan berpikiri kritis sebesar 2,93% lebih tinggi dibanding kelas eksperimen. Rerata terkoreksi hasil belajar kognitif menunjukkan kelas kontrol 1,38% lebih unggul dibanding kelas perlakuan. Hal ini disebabkan guru tidak membatasi sumber belajar siswa pada saat penelitian.

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Malang

    No full text
    ABSTRAK Rachma, Annisa.2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M. Pd, (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Hasil observasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang menunjukkan, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar rendah. Siswa cenderung pasif dan kurang kritis. Salah satu usaha meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan model pembelajaran Problem Based Learning(PBL). Tujuan penelitian ini meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dengan model pembelajaranPBL.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK) merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data keterampilan berpikir kritis, hasil belajar siswa, dan keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran PBL. Teknik pengumpulan yaitu soal tes kognitif, soal tes keterampilan berpikir kritis, catatan lapangan dan dokumentasi oleh observer. Berdasarkan paparan dan temuan penelitian, diperoleh dua simpulan. Pertama,keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus II mengalami kenaikan dibanding siklus I. Rerata keterampilan berpikir siklus 1 sebesar 1,50 yang tergolong kurang kritis dengan persentase sebesar 23% sedangkan pada siklus II rerata keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 2,36 yang tergolong kritis dengan persentase sebesar 76%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis meningkat sebesar 53%. Kedua, secara klasikal ketuntasan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar klasikal pada siklus I sebesar 67,6 % sedangkan pada siklus II sebesar 80%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan pada siklus I dan II sebesar 30,3%

    Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuan Peta Konsep untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRACT Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuan Peta Konsep untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UMModel pembelajaran Learning Cycle 5E merupakan suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan dapat melibatkan siswa dalam menemukan konsep yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E belum pernah diterapkan dalam pembelajaran Biologi di SMA Laboratorium UM. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebelum diterapkannya Model Pembelajaran Learning Cycle 5E sebesar 60-70%. Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran adalah banyak siswa yang pemahaman konsepnya masih kurang, sehingga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, minat baca siswa juga masih rendah sehingga sangat dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di kelas. Solusi yang diberikan adalah dengan menerapkan peta konsep dalam model pembelajaran Learning Cycle 5E.Berdasarkan hal tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa Kelas XI MIPA 2 SMA Laboratorium UM. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Instrumen penelitian berupa: (1) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan peta konsep oleh guru dan siswa, (2) soal tes essay pemahaman konsep, dan (3) soal tes akhir siklus. Analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif terdiri atas: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penarikan kesimpulan.Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan peta konsep oleh guru dan siswa mengalami peningkatan sebesar 94,23%. Peningkatan tersebut diperoleh dari siklus I sebesar 96,96% menjadi siklus II sebesar 98,33%. Kedua, pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan sebesar 6,80%. Peningkatan tersebut diperoleh dari siklus I sebesar 8,23% menjadi siklus II sebesar 8,79%. Ketiga, hasil belajar siswa yang terdiri dari tiga aspek mengalami peningkatan. Hasil belajar sikap sosial siswa mengalamai peningkatan sebesar 3,69%. Peningakatan tersebut diperoleh dari siklus I sebesar 83,54% menjadi siklus II sebesar 86,62%. Hasil belajar pengetahuan siswa mengalami peningkatan sebesar 5,74%. Peningkatan tersebut diperoleh dari siklus I sebesar 84,32% menjadi siklus II sebesar 89,16%. Hasil belajar keterampilan siswa mengalami peningkatan sebesar 6,95%. Peningkatan tersebut diperoleh dari siklus I sebesar 83,13% menjadi siklus II sebesar 88,91%. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan kesimpulan dari penelitian adalah Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbantuan Peta Konsep dapat meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Siswa

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    ABSTRAK Araujo, Lurdinha De. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si. (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci:Pengembangan perangkat, Problem Based Learning (PBL), Keterampilan berpikir kritis, hasil belajar siswa Pembelajaran Biologi pada kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang menekankanketerampilan berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking skill) sesuai tuntutan pada abad 21. Model pembelajaran yang dapat mengakomodasi yaitu model Problem Based Learning (PBL).Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa PBL yang diterapkan pada siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritispembelajaran berbasis masalah ini dimulai dengan sebuah masalah yang harus dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menguji perangkat pembelajaran berbasis PBL. Pengembangan perangkat pembelajaran materi perubahan lingkungan atau iklim dan daur ulang limbah berbasis PBL ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Tahap pengembangannya adalah 1) analysis (analisis), 2) design (desain/perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi/eksekusi), 5) evaluation (evaluasi/ umpan balik), akan tetapi pengembangan perangkat ini dibatasi sampai tahap development (pengembangan).Uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan setelah perangkat pembelajaran divalidasi oleh validator ahli yaitu 1 dosen dan 1 praktisi lapangan. Perangkat pembelajaran yang divalidasi oleh 2 validator memperoleh persentase skor 94,3%. Hasil uji kepraktisan berdasarkan observasi terhadap guru mendapatkan persentase skor 92,3%, observasi terhadap siswa mendapatkan persentase skor 90,3%, dan hasil angket respon siswa mendapatkan persentase skor 84,6% yang secara keseluruhan uji kepraktisan mendapatkan skor rata-rata 89,1%. Hasil uji keefektifan pada aspek berpikir kritis memperoleh skor 82,4%, aspek hasil belajar kognitif memperoleh skor 84,2% dan aspek hasil belajar psikomotorik memperoleh skor 82,1% yang secara keseluruhan uji keefektifan mendapatkan skor rata-rata 82,9%.Perangkat pembelajaran yang dikembangkan juga dikatakan efektif karena 85% dari 100% siswa telah mendapatkan nilai diatas KKM 75.Saran pemanfaatan perangkat pembelajaran ini yaitu ketika hendak menggunakan lingkungan sekitar siswa sebagai sumber belajar perlu dilakukan observasi yang menyeluruh dan perlu mengkondisikan siswa agar pembelajaran berjalan dengan tepat waktu. Saran pengembangan perangkat pembelajaran dapat menggunakan materi lain dan sumber belajar yang berbeda sesuai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang digunakan

    DNA Barcoding Ikan Melem Biru Berdasarkan Gen Cytochrome-B Sebagai Upaya Identifikasi Kekayaan Genetik Plasma Nutfah Indonesia

    No full text
    ABSTRACT Agustina, Niken Eka. 2016. DNA Barcoding Ikan Melem Biru Berdasarkan Gen Cytochrome-B Sebagai Upaya Identifikasi Kekayaan Genetik Plasma Nutfah Indonesia. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi listyorini, M. Si, D. Sc dan (II) Nuning Wulandari, S. Si, M.SiKata kunci: Ikan Melem Biru,  DNA Barcoding, Cytochrome-b, karakter morfologi Ikan Melem Biru merupakan ikan air tawar yang memiliki nama lokal berbeda pada tiap daerah.  Banyaknya nama lokal tersebut membuat posisi taksonomi ikan Melem Biru menjadi kabur.  Diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi ikan tersebut.  Penelitian ini bertujuan (1) untuk menentukan spesies ikan Melem Biru berdasarkan sekuen gen Cyt-b; (2) untuk mengetahui filogenetik ikan Melem Biru yang berdasarkan sekuen gen Cyt-b. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang data berupa gen Cyt-b dan pengukuran morfometri meristik. Gen Cyt-b diamplifikasi menggunakan primer LA-cyp (5’ ATG GCA AGC CTA CGA AAA AC-’) dan HA-cyp (5’-TCG GAT TAC AAG ACC GAT GCT T-’). Analisis genetik dilakukan dengan software MEGA 6 dengan metode Minimum Evolution, Neighbor Joining, dan Maximum Likelihood. Evaluasi pohon filogenetik dilakukan dengan menggunakan analisis boostrap sebanyak 1000 ulangan serta analisis distance tree dari BLAST NCBI. Berdasarkan analisis genetik menunjukkan Ikan Melem Biru dari Kab. Ponorogo bukan anggota dari Genus Osteochilus namun masih berada dalam Famili Cyprinidae, sedangkan Ikan Melem Biru dari Kab. Malang masih satu Genus dengan Osteochilus. Berdasarkan identifikasi karakter morfologi, Ikan Melem Biru dari Kab. Ponorogo diduga sebagai Osteochilus vittatus dan Kab. Malang diduga sebagai anggota Genus Osteochilus. Jadi terdapat inkonsistensi posisi taksonomi ikan Melem Biru

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇