SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Petunjuk Praktikum Pengomposan Menggunakan Starter Ekstrak Wortel Busuk Pada Materi Sumber Daya Usaha Budidaya Tanaman Hias Untuk Siswa Kelas X Sman 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fidiya, Badriyatur Rahma. 2016. Pengembangan Petunjuk Praktikum Pengomposan Menggunakan Starter Ekstrak Wortel Busuk Pada Materi Sumber Daya Usaha Budidaya Tanaman Hias Untuk Siswa Kelas X Sman 2 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M. S., (II) Prof. Dr. Mimien Heni Irawati, M. S.   Kata Kunci: Petunjuk praktikum, Pengomposan, Sumber Daya Usaha Budidaya Tanaman Hias Permasalahan sampah yang timbul saat ini, kurang diimbangi dengan adanya pengolahan sampah secara tepat. Sampah rumah tangga yang mencapai 50% total sampah Indonesia baru 24, 5%nya ditangani dengan benar yaitu diangkut petugas TPA maupun dikomposkan oleh masyarakat secara individu. Berdasarkan hasil wawancara guru SMA Negeri 2 Malang, SMAN 2 merupakan salah satu sekolah adiwiyata dimana pembelajarannya harus berintegrasi lingkungan. Dalam pembelajaran telah disediakan bahan ajar untuk siswa. Namun, ternyata tidak semua siswa memiliki bahan ajar dan bahan ajar yang diberikan kurang menarik sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang betujuan untuk mengembangkan bahan ajar yaitu petunjuk praktikum pengomposan dengan memanfaatkan sampah basah (wortel busuk) pada materi Sumber Daya Usaha Tanaman Hias.  Petunjuk praktikum ini dikembangkan dengan mengadaptasi tahap 4D Thiagarajan sehingga hanya menggunakan 3 tahap. Tahapan-tahapan tersebut adalah define, design dan develop. Isi dari petunjuk praktikum dikembangkan berdasarkan hasil penelitian pengaruh konsentrasi starter ekstrak wortel busuk terhadap lama pengomposan. Data yang diperoleh meliputi data validasi dan data uji coba.  Data validasi diukur dengan angket oleh ahli materi dan ahli bahan ajar. Sedangkan data uji coba berupa angket yang diisi ahli praktisi lapangan dan siswa, serta hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis data validasi ahli materi didapatkan rata-rata 88,7%. Rata-rata yang diperoleh dari validasi ahli bahan ajar sebesar 94,4%. Sedangkan hasil uji coba pada ahli praktisi lapangan didapatkan rata-rata sebesar 94,4% dan berdasarkan respon dari 27 siswa didapatkan rata-rata sebesar 86,1%. Berdasarkan hasil validasi petunjuk praktikum dapat dikatakan sangat valid, berdasarkan uji coba dapat diperoleh bahwa petunjuk praktikum dapat dikatakan praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, dilihat dari hasil belajar kognitif siswa yang memiliki nilai tingkat peningkatan 0,5 (medium) dapat dikatakan petunjuk praktikum ini juga efektif digunakan dalam pembelajaran.   ABSTRACT   Fidiya, Badriyatur Rahma. 2016. Development of Composting Practical Guide Using Extract Rotten Carrot Starter On Material of Ornamental Plant Resources Enterpriss for 10th Grade in Sman 2 Malang. Thesis (Undrgraduate), Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Science, State University of Malang. Supervisor: (I) Dra. Susilowati, M. S., (II) Prof. Dr. Heni Mimien Irawati, M. S.   Keywords: Practical guide, Composting, Ornamental Plant Resources Enterprises The waste problems that arise at this time, unbalanced with waste management. Household waste reached 50% of the total waste Indonesia and only 24,5% of them are handled correctly by janitor and some of the waste composted by individual communities. Based on the interview of SMAN 2 Malang teachers, SMAN 2 is one of Adiwiyata schools which must integrate learning material with environmental. In learning process students provide with learning material. However, not all students have instructional materials and teaching materials are given less attractive so students are not interested in learning. Therefore, this research aims to develop teaching materials a practical guide of composting using wet waste (rotten carrot) on the Ornamental Plant Resources Enterprises material. This practical guide developed by adapting 4D model from Thiagarajan. But, this research just uses three of four stages. These three stages are defined, design and develop. The contents of the practical guide was developed based on composting using different concentration of rotten carrot research. The obtained data  includes validation data and field trials data. Validation is measured with a questionnaire validation by material experts and teaching materials expert. While the trial data obtained from questionnaire form completed by education field expert and students, as well as cognitive learning outcomes of students. The results of the questionnaire data from material expert found at 88.7% average. The average obtained from the teaching materials expert questionnaire is 94.4%. While the results of field trial by the education field expert found at average of 94.4% and based on students response (27 students) obtained an average of 86.1%. Based on the results the practical guide can be categorized to be very valid and very practical. Moreover, judging from cognitive learning outcomes of students who have an increased rate 0.5 (medium) it can be said that the practical guide is also effective to use in learning

    Struktur Komunitas dan Status Perlindungan Burung di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT   Ramadhani, Sufi Nisfu. 2015. Struktur Komunitas dan Status Perlindungan Burung di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. (2) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si. Kata kunci: Struktur Komunitas, Status Perlindungan, Kebun Raya Purwodadi Kepunahan burung dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Kepunahan burung ini dapat terjadi karena hilangnya habitat dan perburuan. Salah satu hal yang dapat menghambat konservasi burung adalah kurangnya data. Tidak adanya database mengenai burung juga terdapat di kawasan ditemukannya burung seperti di Kebun Raya Purwodadi. Kebun Raya Purwodadi merupakan tempat konservasi tanaman eksitu yang berada di Kabupaten Pasuruan. Kebun Raya Purwodadi memiliki 14.534 spesimen tanaman. Demi mendapatkan data mengenai burung di Kebun Raya Purwodadi, maka perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui spesies burung apa saja yang dapat ditemukan, hubungan titik pengambilan data terhadap jumlah kehadiran burung dan hubungan waktu pengambilan data terhadap jumlah kehadiran burung, faktor abiotik yang paling berpengaruh, struktur komunitas burung, dan status perlindungan burung yang ditemukan di Kebun Raya Purwodadi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Lokasi penelitian di Kebun Raya Purwodadi dengan menggunakan dua metode, yakni jelajah dan point count. Titik pengamatan sebanyak lima titik menggunakan metode point count. Pengamatan dilaksanakan pada pagi, siang, dan sore. Parameter yang diamati yaitu spesies burung, jumlah masing-masing spesies dan kehadiran masing-masing burung serta faktor abiotik meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Data jumlah kehadiran burung dianalisis menggunakan SPSS 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ditemukan 29 spesies burung yang terdiri dari 19 famili, ada beda nyata antara titik dengan jumlah kehadiran burung dan ada beda nyata antara waktu dengan jumlah kehadiran burung, faktor abiotik yang paling berhubungan dengan jumlah kehadiran burung adalah kelembaban udara dan suhu pada waktu pagi hari. Semakin tinggi kelembaban udaranya semakin sedikit jumlah kehadiran burung, spesies dengan hasil indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah Wallet linchi (Collocalia linchi), dan spesies yang teramati dengan status dilindungi berdasarkan PP RI No.7 tahun 1999 sebanyak lima spesies, sedangkan menurut IUCN Red list semua spesies yang teramati termasuk kedalam kriteria Least Concern (beresiko rendah). ABSTRACT   Ramadhani, Sufi Nisfu. 2015. Community Structure and Conservation Status of Purwodadi Botanical Garden Bird, Pasuruan. Thesis, Biology Department, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, State University Malang. Supervisor: (1) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. (2) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si. Keyword: community structure, conservation status, purwodadi botanical garden Bird extinction could interupted ecosystem balance. The extinction happen because habitat loss and hunting. One factor that hampering bird conservation is lack of data. Lack of database could happen in bird-founding area such as Purwodadi Botanical Garden. Purwodadi Botanical Garden is ex situ plant conservation in Pasuruan Regent. Purwodadi Botanical Garden has 14.534 plant speciment. This research is conducted for getting bird database from Purwodadi Botanical Garden. The aim of this research is to know: every bird species can be found, relation between observation point and time with bird attendance, significant abiotic factor, bird community structure, and bird conservation status of Purwodadi Botanical Garden. This research used descriptive explorative approach and conducted in july 2013. Research location conducted in Purwodadi Botanical Garden with two methods, exploring and point count. There is five observation points for point count method. Observation conducted in morning, noon, and afternoon. Observation parameter is bird species, amount of every species, and attendance of bird, with abiotic factor include air temperature, humidity, and wind speed. Bird attendance count analyze by SPSS 15. The result of this research showed that: 29 bird species from 19 family has discovered, there is significant different between observation point and bird pressence count, also between observation time with bird pressence count, significant abiotic factor is humidity and air temperature, species with highest important index value is edible-nest swiflet (Collocalia linchi), there is five protetected bird species according PP RI No.7 tahun 1999, and all species include as least concern according IUCN

    Pengembangan Modul IPA Berbasis Kosntruktivisme Model Learning Cycle 5E Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang

    No full text
    ABSTRACT Handayani, Peni. 2016. Pengembangan Modul IPA Berbasis Kosntruktivisme Model Learning Cycle 5E Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.PdKata Kunci: Modul IPA, Learning cycle 5E, Energi dalam Sistem Kehidupan IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains yang dapat diperoleh dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivis. Hasil observasi pada SMP Muhammadiyah 6 Malang menunjukkan bahwa kebanyakan siswa kurang terbiasa dengan kegiatan konstruktivis, untuk itu perlu dibiasakan terlebih dahulu dengan modul yang membimbing siswa untuk membangun secara mandiri pengetahuannya. Model pembelajaran yang menerapkan konstruktivis salah satunya adalah model learning cycle 5E. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan modul IPA berbasis konstruktivisme model Learning cycle 5E untuk SMP Kelas VII. Modul dikembangkan menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan (1974). Prosedur pengembangan terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebar luasan produk), namun pada pengembangan modul ini hanya sampai pada tahapan develop saja. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor angket penilaian dari validator, skor angket penilaian modul oleh siswa, dan penilaian hasil belajar siswa. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator maupun siswa terhadap modul. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi produk, angket siswa, dan lembar penilaian hasil belajar siswa. Uji coba skala terbatas dilakukan kepada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 6 Malang berjumlah 16 siswa.  Hasil pengembangan berupa modul IPA berbasis konstruktivme model learning cycle 5E untuk siswa dan guru yang di dalamnya ada 6 kegiatan belajar. Setiap kegiatan belajar pada modul IPA mengacu pada model pembelajaran learning cycle 5E, yaitu kegiatan engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Hasil validasi oleh 3 validator ahli (ahli materi, ahli pengembangan modul, dan ahli praktisi lapangan) serta siswa (uji coba skala kecil) secara berturut-turut mendapatkan skor sebesar 4.4 dan 4.1 dari skor maksimal 5. Hasil belajar siswa secara klasikal mendapatkan nilai rata-rata 83. Kesimpulan dari hasil uji coba tersebut adalah produk yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Saran berdasarkan hasil pengembangan ini ditujukan kepada peneliti lain agar menggunakan produk ini sebagai inspirasi melakukan berbagai pengembangan. Penggunaan modul sebaiknya diimbangi dengan praktikum sehingga seluruh indikator dalam kompetensi dasar dapat tercapai

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF AUTOPLAY PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM IMUN UNTUK KELAS XI SMAN 1 LAWANG

    No full text
    ABSTRACT PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF AUTOPLAY PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI SISTEM IMUN UNTUK KELAS XI SMAN 1 LAWANGPembelajaran yang sering mengalami permasalahan yaitu pada materi biologi. Kesulitan yang sering dihadapi oleh guru biologi yaitu memberikan suatu contoh pada materi yang cenderung bersifat abstrak, sehingga kesulitan tersebut berdampak pada siswa yang mengerti konsep tanpa menunjukkan konsep tersebut. Berdasarkan hasil observasi guru (Lampiran 4) 100% mengalami kesulitan menjelaskan materi Sitem Imun, media yang pernah digunakan yaitu gambar yang terdapat pada buku paket siswa dan lks yang belum bisa menggambarkan suatu mekanisme sistem Imun. Guru membutuhkan sebuah bahan ajar/ media yang berisikan tentang materi sistem imun secara lengkap untuk mempermudah dan mengatasi keterbatasan waktu pada proses pembelajaran. Hasil observasi siswa (Lampiran 3) 80% mengalami kesulitan mempelajari materi Sistem Imun. Kesulitan yang dihadapi oleh siswa yaitu materi cenderung bersifat abstrak terutama mekanisme kerja Sistem Imun. Hasil Observasi lain yang diperoleh yaitu 100% siswa berharap proses pembelajaran menggunakan media yang baru atau berbeda yang lebih menarik dan menyenangkan. SMAN 1 Lawang sudah memilik fasilitas lengkap yang bisa digunakan untuk pembuatan multimedia dan menerapkan pembelajaran menggunakan multimedia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif Autoplay untuk mempermudah siswa mempelajari materi Sistem Imun serta menguji kelayakan, keperaktisan dan keefektifan media pembelajaran. Program Autoplay mudah pembuatannya serta tidak membutuhkan koneksi internet untuk menggunakannya. Penelitian ini merujuk pada model penelitian dan pengembangan Research and Development oleh (Sugiyono, 2011). Menggunakan model penelitian pengembangan oleh Sugiyono dikarenakan mencari sumber rujukanya mudah serta rujukanya sudah menggunakan bahasa Indonesia. Terdapat 10 tahapan namun penelitian melakukan hanya sampai uji coba produk sehingga penelitian dilakukan hingga tahap ke-6 uji coba produk. Multimedia interaktif ini memiliki enam menu utama yaitu indikator pembelajaran, materi, peta konsep, evaluasi, profil, daftar pustaka. Data penelitian diperoleh dari penelitian ahli media, ahli materi, praktisi lapangan, kelompok kecil/ pengguna produk (siswa) kelas XI MIA5 SMAN 1 Lawang dan skor hasil pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan da keefektifan multimedia interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif termasuk multimedia yang valid, peraktis dan efektif. Nilai validasi dari ahli media sebesar 87.00%, ahli materi sebesar 91,00%, praktisi lapangan sebesar 89.00%, nilai kepraktisan sebesar 88,53%, nilai kefektifan sebesar 42% (pre-test) dan 100% (post-test)

    Studi Komunitas Collembola (Ekor Pegas) pada Berbagai Habitat di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

    No full text
    ABSTRACT Studi Komunitas Collembola (Ekor Pegas) pada Berbagai Habitat di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa TimurKebun Raya Purwodadi merupakan salah satu lembaga konservasi tumbuhan yang memiliki banyak koleksi tumbuhan tanpa menggunakan pestisida sehingga mendukung populasi Collembola. Perbedaan vegetasi menciptakan habitat yang berbeda bagi Collembola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi komunitas Collembola meliputi keanekaragaman, Indeks Nilai Penting, dan hubungan faktor abiotik pada berbagai habitat di Kebun Raya Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini juga dapat bermanfaat dalam pertimbangan tempat pembuatan kompos di Kebun Raya Purwodadi.Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Januari 2016 pada  mahoni, jati, paku, polong, pisang, bambu, mangga, dan forest area di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi eksploratif. Pengambilan sampel tanah menggunakan purposive area sampling dengan pengambilan tanah 10 cm dibawah permukaan tanah  sebanyak 200ml pada setiap plot. Metode pemisahan menggunakan isolasi basah. Dilakukan pengambilan sampel tanah untuk uji N-organik sebanyak 100 gram. Identifikasi Collembola dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Malang, dan uji N-organik dilakukan di Laboratorium Lingkungan Universitas Brawijaya Malang. Jenis Collembola yang ditemukan pada 8 habitat di Kebun Raya Purwodadi sebanyak 17 genus, meliputi genus Isotomiella, Hemisotoma, Folsomides, Isotomorus, Isotomodes, Proisotoma, Isotoma, Entomobrya, Coecobrya, Sinella, Lepidocyrtus, Pseudosinella, Oncopodura, Cyphoderus, Coecoloba, Prabhergia, dan Xenylla. Genus yang memiliki Indeks Nilai Penting tertinggi pada 8 habitat sebagian besar berasal dari Famili Isotomidae. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada 8 habitat termasuk dalam kriteria sedang. Nilai indeks kemerataan (E) pada 8 habitat termasuk dalam kriteria tinggi. Nilai indeks kekayaan (R) habitat jati dan paku termasuk dalam kriteria sedang, sedangkan habitat lainnya termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan hasil analisis anava RAK menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan pada 8 habitat menunjukkan berbeda nyata. Hasil analisis regresi ganda faktor abiotik (suhu, kelembaban, pH, dan N-Organik) memiliki hubungan terhadap indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan Collembola pada 8 habitat. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda pada 8 habitat untuk faktor abiotik yang memiliki hubungan dengan nilai indeks keanekaragaman adalah suhu, kelembaban, dan N-organik, indeks kemerataan adalah kelembaban dan N-organik, dan indeks kekayaan Collembola adalah suhu.e

    PENGEMBANGAN BUKU PETUNJUK PERCOBAANPENGOMPOSAN SAMPAH BASAH RUMAH TANGGA DENGAN MENGGUNAKAN STARTER SARI NANAS BUSUK PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN/IKLIM DAN DAUR ULANG LIMBAH UNTUK SISWA KELAS X MAN 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Mara Ditta, Zerlinda. 2016. Pengembangan Buku Petunjuk Percobaan Pengomposan Sampah Basah Rumah Tangga dengan Menggunakan Starter Sari Nanas Busuk pada Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan     Daur Ulang Limbah untuk Siswa Kelas X MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dra. Susilowati, M.S.   Kata Kunci: Buku petunjuk percobaan pengomposan, Sampah basah rumah tangga, Sari nanas busuk Masalah sampah merupakan masalah yang selalu diperbincangkan baik di Indonesia maupun kota-kota di dunia, karena hampir semua kota menghadapi masalah persampahan. Teknik pengelolaan sampah dengan pengomposan merupakan alternatif penanganan yang dianggap paling sesuai untuk menangani permasalahan sampah basah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku petunjuk percobaan pengomposan sampah basah  rumah tangga pada materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah Untuk Siswa Kelas X SMA/MA dan untuk meneliti pengaruh pemberian starter sari nanas busuk dalam konsentrasi 0%, 25%, 50%, dan 75% terhadap lama waktu pengomposan. MAN 3 Malang merupakan salah satu sekolah di kota Malang yang menerapkan Kurikulum 2013, dimana dalam pembelajarannya terkandung materi tersebut untuk siswa kelas X-IPA. Berdasarkan tahap define didapatkan data bahwa materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah hanya diajarkan dengan ceramah dan penugasan pembuatan keterampilan berbahan sampah plastik, belum dilakukan percobaan pengomposan. Belum terdapat bahan ajar berupa buku petunjuk percobaan pengomposan materi daur ulang limbah sehingga perlu disusun bahan ajar berupa buku petunjuk percobaan pengomposan agar dapat membantu siswa dalam melakukan percobaan pengomposan. Penyusunan buku petunjuk percobaan pengomposan  menggunakan model 4D Thiagarajan yang meliputi empat tahap pengembangan yaitu define, design, develop, disseminate, tetapi tahap disseminate tidak dilakukan dan dibatasi hingga tahap develop. Buku petunjuk percobaan pengomposan disusun berdasarkan hasil penelitian eksperimen tentang pengaruh pemberian berbagai macam konsentrasi sari nanas busuk terhadap lama waktu pengomposan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas X IPA-6 di MAN 3 Malang pada bulan Februari sampai bulan Maret 2016. Hasil penilaian angket validasi ahli materi, ahli media, ahli lapangan berturut-turut memperoleh persentase skor sebesar 94%, 93%, 99% dan hasil uji coba pada siswa mendapatkan persentase sebesar 91%. Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat dikatakan bahan ajar layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam pembelajaran Biologi kelas X IPA

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF SISTEM ENDOKRIN MANUSIA BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LAWANG

    No full text
    ABSTRAK   Regia, Delonix. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Sistem Endokrin Manusia Berbasis Guided Inquiry untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.   Kata Kunci: Sistem Endokrin, Multimedia, ASSURE Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antar komponen pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang berpengaruh untuk meningkatkan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Hasil analisis kebutuhan di SMAN 1 Lawang menunjukkan bahwa 73,3% siswa dan 66% guru menyatakan kesulitan pada pembelajaran materi sistem endokrin manusia. Data menunjukkan 73,3% siswa menginginkan multimedia interaktif sebagai media dalam pembelajaran.  Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif sistem endokrin manusia berbasis metode pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan dan pola berpikir ilmiah siswa. Penelitian dan pengembangan multimedia menggunakan model ASSURE yang terdiri dari 6 tahap. Tahap I: analyze learner characteristics,  Tahap II: state performance objectives, Tahap III: select methods, media and materials, utilize materials, Tahap IV: utilize Media and Materials, Tahap V: requires learner participation, dan Tahap VI: evaluation and revision. Produk dikembangkan menggunakan aplikasi Adobe flash CS3. Produk divalidasi oleh validator ahli (materi, media dan praktisi lapangan) dan diujicoba dalam kelas menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing. Produk pengembangan berupa multimedia interaktif sistem endokrin manusia berbasis inkuiri terbimbing yang dikemas dalam ekstensi file.exe. Hasil validasi produk oleh ahli materi (88%), ahli media (88%), dan praktisi lapangan (92%) menunjukkan tanggapan positif untuk setiap indikator. Respons siswa (82,8%) menunjukkan tanggapan positif terhadap multimedia interaktif. Nilai lembar kerja siswa menunjukkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 90,3% serta signifikansi pre-test dan post-test yang tergolong dalam katergori tinggi (High-g), (g) 0,724 ≥ 0,7.  Hasil validasi dan ujicoba menunjukkan bahwa produk multimedia interaktif sistem endokrin valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Lawang

    Pengembangan Media Interaktif Mobile Learning Berbasis Pendidikan Karakter pada Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Siswa Kelas XI MIA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Khusna, N. A. 2016. Pengembangan Media Interaktif Mobile Learning Berbasis Pendidikan Karakter pada Materi Sistem Respirasi Manusia untuk Siswa Kelas XI MIA SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd, (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si.   Kata Kunci: media interaktif, mobile learning, pendidikan karakter Tujuan pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan siswa yang unggul dan berkarakter. Pelaksanaan pendidikan karakter di SMAN 1 Kepanjen belum terintegrasi dalam mata pelajaran Biologi karena media yang digunakan guru hanya menekankan aspek kognitif. Sebesar 69,44% siswa menyatakan pembelajaran Biologi terasa membingungkan dan membosankan karena media kurang interaktif. Solusinya adalah dengan mengembangkan media interaktif mobile learning berbasis pendidikan karakter yang dapat digunakan untuk belajar di manapun dan kapanpun. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media yang layak, praktis dan efektif. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Jenis data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari ahli media, praktisi lapangan, dan siswa. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil uji kelayakan media termasuk kriteria sangat valid dengan perolehan persentase oleh ahli media sebesar 92,10%, ahli materi sebesar 92,18%, dan ahli praktisi lapangan sebesar 96,29%. Hasil uji kepraktisan pada kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 91,50%, dan kelompok besar sebesar 95,61%. Media interaktif efektif untuk pembelajaran. Ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif sebesar 91,67% dengan perolehan nilai rata-rata 85,42. Hasil belajar afektif siswa termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil observasi menunjukkan nilai rata-rata karakter rasa ingin tahu sebesar 87,88, karakter disiplin sebesar 88,96, karakter tanggungjawab sebesar 88,25 dan karakter peduli lingkungan sebesar 88,19. Hasil penilaian diri (self asesment) menunjukkan nilai rata-rata karakter religious sebesar 91,72, karakter rasa ingin tahu sebesar 87,80, karakter disiplin sebesar 92,86, karakter tanggungjawab sebesar 90,74 dan karakter peduli lingkungan sebesar 93,98.  Nilai rata-rata hasil belajar psikomotor sebesar 88,25. Kesimpulan secara keseluruhan media interaktif sangat layak/valid, sangat praktis dan sangat efektif untuk kegiatan pembelajaran Biologi

    Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Pengelolaan Lahan Sempit Vertical Garden dengan Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan Kreativitas, hasil belajar Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas X SMAN 8 Malang dalam Mendukung Pr

    No full text
    ABSTRAK   Khikmawati, Nanda Hilda. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Pengelolaan Lahan Sempit Vertical Garden dengan Model Quantum Teaching untuk Meningkatkan Kreativitas, hasil belajar Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas X SMAN 8 Malang dalam Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (I) Prof. Dr. Mimien Heni Irawati, M. S., (II) Dra. Susilowati, M. S.   Kata Kunci:  Kawasan Rumah Pangan Lestari, bahan ajar interaktif, Vertical Garden, Quantum Teaching, kreativitas, hasil belajar Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program Kementrian Pertanian Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Kesuksesan suatu program bergantung pada persepsi dan pengetahuan masyarakat. Integrasi Program KRPL dengan pendidikan merupakan salah satu langkah yang upaya untuk meningkatkan persepsi dan pengetahuan masyarakat terhadap Program KRPL. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SMAN 8 Malang diketahui bahwa prinsip KRPL sudah terlaksana, namun integrasi program ini dengan pendidikan lingkungan masih belum terlaksana. Berdasarkan hasil analisis pengetahuan awal siswa juga diketahui bahwa hanya sekitar 35% siswa yang mengetahui program KRPL. Oleh karena itu, untuk mendukung integrasi KRPL dengan pendidikan perlu dilakukan penelitian pengembangan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif pengelolaan lahan sempit Vertical Garden dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotor) siswa kelas X SMANegeri 8 Malang dalam Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari melalui pembelajaran Quantum Learning sehingga siswa lebih peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan model pengembangan Lee and Own. Pengembangan bahan ajar dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan, pebelajar, situasi, media, dan teknologi di SMA Negeri 8 Malang. Produk bahan ajar hasil pengembangan dinilai berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan.Hasil penilaian dari ketiga aspek tersebut dianalisis menentukan revisi yang harus dilakuka pada bahan ajar agar benar-benar layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) nilai validitas bahan ajar interaktif pengelolaan lahan sempit Vertical Garden dari segi materi dan media sudah valid, (2) nilai kepraktisan bahan ajar interaktif pengelolaan lahan sempit Vertical Garden sudah baik, namun perlu mempertimbangkan ukuran file, kemenarikan dan penggunaan bahasa, (3) nilai keefektifan bahan ajar interaktif pengelolaan lahan sempit Vertical Garden sudah baik, namun perlu memperhatikan kembali keterlaksanaan pembelajaran dengan bahan ajar agar bahan ajar yang dikembangkan dapat meingkatkan tujuan pembelajaran secara maksimal

    Keanekaragaman Kelelawar di Kawasan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hylsandy, Novia. 2015. Keanekaragaman Kelelawar di Kawasan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Si, M.Pd., (II) Sigit Wiantoro S.Si., M.Sc.   Kata Kunci: Keanekaragaman, Kelelawar, Universitas Negeri Malang Kelelawar merupakan mamalia kecil dengan keanekaragaman jenis kedua terbesar setelah ordo binatang pengerat (Rodentia). Kelelawar memiliki peran penting bagi ekosistem yaitu memencarkan biji berbagai jenis tanaman, agen penyerbuk, dan sebagai pengendali biologis atau predator alami bagi serangga. Kelelawar dapat ditemukan di berbagai tempat yang memiliki ekosistem darat bervegetasi salah satunya kawasan Universitas Negeri Malang(UM), Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kelelawar serta tipe vegetasi yang mendukung kehidupan kelelawar di kawasan UM. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksporatif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2015. Penentuan lokasi pemasangan jaring kabut dan perangkap harpa berdasarkan metode Purposive Sampling dimana peneliti akan mengambil 5 stasiun pemasangan jaring kabut dalam kebun dan taman di kawasan Universitas Negeri Malang yang merupakan tempat roosting dan foraging area berdasarkan vegetasi yang ada di setiap stasiun. Kelelawar dikoleksi secara langsung dari 5 stasiun di dalam kawasan UM antara lain area FMIPA, Rusunawa Putri, Rusunawa Putra, Perpustakaan, dan Sekolah Autis menggunakan perangkap mist net dan harp trap. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Mamalia, Pusat Penelitian Biologi – LIPI Cibinong, Bogor. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan indeks keanekaragaman, Indeks Hulbert, dan rarefaction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 93 individu kelelawar dengan 9 jenis yaitu Cynopterus cf minutus, C.brachyotis, C.sphinx,C.titthaecheilus, Macroglossussobrinus, Rousettus amplexicaudatus, R.leschenaultii, Eonycteris spelaea, dan Pipistrellus tenuis. Hasil analisis Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner menunjukkan keanekaragaman sedang (H’ = 1,598). Indeks Kemerataan menunjukkan kemerataan tinggi (E = 0,727). Indeks Margelaf menunjukkan kelimpahan rendah (R = 1,765). Indeks Hulbert menunjukkan kekayaan jenis di stasiun 1 dan 2 bernilai E(Sn) = 6,15 yang artinya kekayaan jenis pada stasiun 1 dan 2 bernilai sama yaitu 6 jenis. Vegetasi yang mendukung kehidupan kelelawar di Kawasan UM yaitu pohon pisang (Musa paradisiaca L.), mangga (Mangifera indica L.), jambu (Syzygium aqueum), palem (Chrysalidocarpus lutescens), ceri/kersen (Muntingia calabura), beringin (Ficus benjamina), majapahit (Crescentia cujete), randu/kapuk (Ceiba pentandra), jamblang (Syzygium cumini), bambu (Bambusa vulgaris), jati (Tectona grandis), dan sawo kecik (Manilkara kauki)

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇