SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Reading, Questioning and Answering (RQA) untuk Siswa SMA Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi
ABSTRAK Noviyanti, Nurul Ika. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Reading, Questioning and Answering (RQA) untuk Siswa SMA Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (2) Nuning Wulandari, S.Si, M,Si. Kata Kunci : pengembangan modul, pembelajaran biologi, sistem ekskesi,RQA, penelitian dan pengembangan. Pengembangan Modul pembelajaran biologi ini didasari oleh kurangnya sumber belajar penunjang materi Sistem Ekskresi di SMA Laboratorium UM. Sumber belajar yang digunakan siswa kelas XI adalah buku paket KTSP yang tidak memadai siswa belajar secara mandiri, dan LKS yang digunakan cenderung tidak menarik. Sulitnya materi dan kurang tersedianya buku penunjang dapat mempengaruhi rendahnya pemahaman siswa tentang materi Sistem Ekskresi. Ketidakpahaman siswa tersebut mencakup struktur anatomi ginjal, mekanisme fisiologi ginjal, penyakit dan gangguan pada sistem ekskresi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa modul Pembelajaran Biologi pada materi Sistem Ekskresi berbasis RQA yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa SMA / MA kelas XI yang tervalidasi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan, dkk. (1974), tetapi pengembangan modul ini hanya sampai tahap 3-D. Kualitas Isi materi modul ini divalidasi oleh ahli materi dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Kualitas media pembelajaran, modul ini divalidasi oleh ahli pengembangan dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Modul ini juga divalidasi oleh guru biologi selaku praktisi lapangan, dan telah diuji cobakan kepada 15 siswa SMA Laboratorium UM. Hasil validasi modul ini oleh validator ahli materi dari Jurusan Biologi FMIPA UM menunjukkan rata-rata sebesar 3,77. Hasil validasi oleh ahli pengembangan modul menunujukkan rata-rata sebesar 3,83 dan praktisi lapangan sebesar 3,58. Rerata hasil uji kepraktisan terhadap siswa kelas XI di SMA Laboratorium UM menunjukkan persentase sebesar 88,5% dengan kriteria sangat praktis, dan hasil pre eksperimen modul sebesar 83,37% dengan kriteria efektif. Berdasarkan hasil pengembangan, modul sistem ekskresi memiliki kriteria sangat valid sehingga sangat baik untuk digunakan. Modul yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi sumber belajar alternatif untuk menunjang kegiatan pembelajaran biologi, khususnya pada materi sistem ekskresi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KLASIFIKASI Archaebacteria DAN Eubacteria BERBASIS INKUIRI TERSTRUKTUR UNTUK KELAS X SMAN 2 PARE KABUPATEN KEDIRI
ABSTRACT Yudistirchman, Nadian. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Klasifikasi Archaebacteria dan Eubacteria Berbasis Inkuiri Terstruktur untuk Kelas X SMAN 2 Pare. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked (II) Dra. Sunarmi M. PdKata kunci: Pembelajaran berbasis inkuiri terstruktur, Perangkat pembelajaran.Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia saat ini menuntut pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi aktif, kreatif dan inovatif. SMAN 2 Pare merupakan salah satu sekolah di kabuaten Kediri yang menerapkan kurikulum 2013. Pembelajaran klasifikasi Archaebacteria dan Eubacteria di SMAN 2 Pare saat ini masih mengandalkan metode yang kurang sesuai dengan yang diinginkan kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran klasifikasi Archaebacteria dan Eubacteria yang dapat memenuhi harapan kurikulum 2013 di SMAN 2 Pare. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei-Juli 2016. Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Reflective, Recursive, Design and Development (R2D2). Model R2D2 bersifat non-linear sehingga tidak berbentuk langkah-langkah, sehingga kegiatan penelitian ini dibagi menjadi tiga fokus yakni fokus pendahuluan, fokus desain dan pengembangan, dan fokus penyebaran. Penelitian ini dilaksanakan hingga fokus desain dan pengembangan karena keterbatasan waktu dan biaya. Produk akhir dari penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Perangkat pembelajaran klasifikasi Archaebacteria dan Eubacteria yang dikembangkan diuji validasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi dan praktisi lapangan sebagai dasar perbaikan dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil validasi dari ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan produk yang dikembangkan mendapat predikat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Klasifikasi Hewan Berbasis Guided Inquiry dengan Sumber Belajar Potensi Alam Kebun Teh Wonosari Untuk Mengembangkan Sikap Ilmiah, Keterampilan Proses Sains, dan Pemahaman Konsep Siswa di SMP Negeri 3 Lawang
ABSTRACT Arini, Anandayu Dwi. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Klasifikasi Hewan Berbasis Guided Inquiry dengan Sumber Belajar Potensi Alam Kebun Teh Wonosari Untuk Mengembangkan Sikap Ilmiah, Keterampilan Proses Sains, dan Pemahaman Konsep Siswa di SMP Negeri 3 Lawang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ibrohim, M.Si., (2) Dr. Sueb, M.Kes.Kata kunci:perangkat pembelajaran, guided inquiry, sikap ilmiah, keterampilan proses sains, pemahaman konsepPengembangan perangkat ini didasari karena kegiatan pembelajaran klasifikasi menggunakan model inquiry namun belum menerapkan semua sintaks inquiry. Penilaian sikap ilmiah, keterampilan proses sains, dan pemahaman konsep belum teradministrasi dengan baik. Perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry telah dikembangkan pada materi klasifikasi hewan. Perangkat pembelajaran yang dirancang ke dalam silabus dan RPP serta dilengkapi dengan handout, LKS dan instrumen penilaian. Pembelajaran yang direncanakan memanfaatkan potensi alam Kebun Teh Wonosari. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menyajikan perangkat pembelajaran berbasis guided inquiry dengan sumber belajar Kebun Teh Wonosari dan mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran melalui penilaian sikap ilmiah, keterampilan proses sains, pemahaman konsep, serta keterlaksanaan perangkat pembelajaran.Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model 4-D oleh Thiagarajan et. al. tahun 1974. Langkah penelitian ini adalah mendefinisikan (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan menyebarluaskan (disseminate). Akan tetapi pengembangan modul ini hanya dilakukan sampai tahap 3-D. Hasil validasi silabus, RPP, instrumen penilaian dilakukan oleh ahli perangkat dengan nilai 86,45%, 88,23%, 88,00% ketiganya menunjukkan kategori sangat valid. Validasi LKS dan handout oleh ahli materi dengan nilai 90,00% dan 88,23% menunjukkan kategori sangat valid. Keefektifan perangkat pembelajaran diketahui dari penilaian sikap ilmiah, keterampilan proses sains, dan pemahamam konsep dengan nilai sebesar 85,30%, 81,93%, 78,88%. Hal tersebut menunjukkan kriteria keefektifan perangkat pembelajaran dalam kategori tinggi sehingga perangkat pembelajaran layak digunakan
Pengaruh Model Pembelajaran SIMAS ERIC terhadap Motivasi, Retensi, dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI pada Gender Berbeda di SMAN 1 Malang
ABSTRAK Sumiati, Ika Dewi. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran SIMAS ERIC terhadap Motivasi, Retensi, dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI pada Gender Berbeda di SMAN 1 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: model pembelajaran SIMAS ERIC, motivasi, retensi, hasil belajar, gender, Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Malang sudah menggunakan model pembelajaran yang variatif, namun berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan tes pada siswa kelas XII menunjukkan motivasi belajar siswa dan retensi siswa terkait materi Biologi kelas XI masih rendah. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang berbeda satu sama lain terkait pengaruh model pembelajaran dan perbedaan gender terhadap hasil belajar, motivasi, maupun retensi siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model pembelajaran kooperatif SIMAS ERIC (Skimming, Mindmapping, Questioning, Exploring, Answering, dan Writing) terhadap motivasi, retensi, dan hasil belajar kognitif Biologi siswa Kelas XI pada gender berbeda di SMAN 1 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest postest non-equivalent control group design yang dilaksanakan pada siswa kelas XI IA 6 dan XI IA 7 di SMAN 1 Malang pada semester ganjil Tahun Ajaran 2015/2016. Subjek penelitian dipilih dengan metode acak. Uji prasyarat hasil penelitian berupa uji homogenitas varian dan uji normalitas, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik analisis anakova dengan taraf signifikasi 0,5% yang dilanjutkan dengan uji beda LSD menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan 1) model pembelajaran SIMAS ERIC berpengaruh terhadap motivasi, retensi, dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI di SMAN 1 Malang, 2) gender tidak berpengaruh terhadap motivasi, retensi, dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas XI di SMAN 1 Malang, 3) interaksi gender dengan model pembelajaran SIMAS ERIC tidak berpengaruh terhadap motivasi, retensi, dan hasil belajar kognitif Biologi siswa kelas XI. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk dilakukan penelitian terkait dengan pengaruh gender terhadap aspek lain yang dapat diamati selama proses pembelajaran pada subyek penelitian yang lebih luas
PengaruhPembelajaranNumbered Heads Together (NHT) berbantuanMind MappingterhadapMotivasidanHasilBelajarSiswaKelas X SMA Malang padaPembelajaranBiologi
ABSTRAK Nur Fadilah, Rosita. 2016. Pengaruh Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berbantuan Mind Mapping terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Malang pada Pembelajaran Biologi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. A. Duran Corebima. M.Pd., (2) Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran NHT, Motivasi dan Hasil Belajar. Masalah yang ditemukan dari beberapa penelitian adalah masih rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil observasi di SMAN 9 Malang menunjukkan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran inkuiri terbimbing disini guru masih dominan dalam pembelajaran, tetapi masih belum dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa masih banyak yang kurang fokus pada pelajaran dan merasa bosan dengan pembelajaran biologi, karena mereka beranggapan pembelajaran Biologi menghafal materi. Motivasi belajar masih rendah menyebabkan hasil belajar menurun. Solusi untuk memecahkan permasalahan dengan menggunakan pembelajaran NHT berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran NHT berbantuan Mind Mapping terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 9 Malang semester ganjil 2015/2016 pada bulan Desember-Oktober dan semester genap 2015/2016 pada bulan Januari-Maret. Populasi mencakup seluruh siswa SMAN 9 Malang kelas X MIPA tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 8 kelas. Sampel penelitian siswa kelas X D MIPA 3 yang berjumlah 32 orang sebagai kelas eksperimen (NHT-Mind Mapping), siswa kelas X E MIPA 4 yang berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol 1(NHT) dan siswa kelas X H MIPA 8 yang berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol 2 (konvemsional). Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group designs. Data motivasi diperoleh dari angket motivasi yang dianalisis dengan anakova. Data hasil belajar kognitif yang diperoleh dari hasil pretes dan postes dianalisis dengan anakova. Data hasil belajar psikomotor diperoleh dari lembar pengamatan psikomotor siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data angket motivasi diperoleh Sig. p > 0,05. Analisis data hasil belajar kognitif diperoleh Sig. p < 0,05. Hasil belajar kognitif pada pembelajaran NHT-Mind Mapping lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional dan pembelajaran NHT saja. Sedangkan hasil belajar psikomotor pada pembelajaran NHT-Mind Mapping sebesar 84,4 lebih tinggi dibandingkan pada pembelajaran konvensional . kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran NHT-Mind Mapping berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif dan hasil belajar psikomotor, tetapi tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Saran pembelajaran NHT-Mind Mapping lebih dikembangkan lagi agar dapat melatih berpikir siswa dan kerjasama dalam kelompok. Mind Mapping membantu siswa untuk lebih giat belajar
PERILAKU HARIAN BURUNG SALMON-CRESTED COCKATOO (Cacatua moluccensis) DI PENANGKARAN ECO GREEN PARK KOTA BATU PROPINSI JAWA TIMUR
ABSTRAK Anggraini, D. 2016. “Perilaku Harian Burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu Propinsi Jawa Timur” Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. (II) Dra. Susilowati, M.S. Kata kunci : Perilaku harian burung, Salmon-Crested Cockatoo, Eco Green Park kota Batu Burung Salmon-Crested Cockatoo (famili Cacatuidae) yang tersebar di wilayah Indonesia hanya ditemukan di daerah pulau Seram, Saparua, Haruku, dan Ambon propinsi Maluku dan merupakan satwa langka. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) adalah melalui usaha konservasi eksitu, yaitu dengan kegiatan penangkaran. Untuk keberhasilan konservasi eksitu perlu memperhatikan tentang perilaku harian burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis). Eco Green Park merupakan tempat penangkaran yang berupaya untuk menangkarkan burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku, persentase, dan frekuensi harian burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) di Eco Green Park. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Data yang diperoleh berupa berupa jenis perilaku harian dan persentase serta frekuensinya burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis). Objek dalam penelitian ini menggunakan sepasang Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis). Umur burung Salmon-Crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ± 20 tahun. Penelitian dilaksanakan di penangkaran burung Eco Green park, Batu Propinsi Jawa Timur pada bulan Februari hingga Maret 2016. Pengamatan dilakukan selama 12 hari pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-17.00. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 jenis perilaku harian yang muncul pada burung jantan dan betina yaitu perilaku makan, terbang, pindah tempat, mematuk benda, bertengger, membersihkan badan, defekasi, saling mendekati dan saling menelisik.Persentase perilaku harian yang tertinggi dari adalah perilaku bertengger dan sedangkan terendah perilaku defekasi. Frekuensi tertinggi adalah perilaku pindah tempat sedangkan terendah adalah perilaku saling mendekati
STUDI EKSPLORATIF PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA KELAS X TERHADAP PELESTARIAN BURUNG DI WILAYAH KABUPATEN TULUNGAGUNG, TRENGGALEK DAN KEDIRI JAWA TIMUR
ABSTRAK Diwanata, Bima. 2016. Studi Eksploratif Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Kelas X terhadap Pelestarian Burung di wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri Jawa Timur. Skripsi, Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr.Hadi Suwono M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: studi eksploratif, pengetahuan, sikap, pelestarian burung Keberadaan burung liar di alam semakin berkurang bahkan ada yang terancam punah. Penyebabnya adalah aktivitas perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa, khususnya burung. Dari hasil observasi di Kabupaten Tulungagung terdapat 10 siswa yang ikut dalam aktivitas perburuaan, penghobi, serta perdagangan burung. Tanpa disadari kegiatan ini merupakan penyebab berkurangnya keberadaan burung di alam. Salah satu penanganannya yaitu dengan upaya pelestarian burung. Langkah awal yang dapat dilakukan yaitu dengan menggali pengetahuan dan sikap masyarakat, khususnya siswa SMA yang merupakan generasi muda tentang upaya pelestarian burung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis burung yang diperdagangkan, mengetahui pengetahuan dan sikap siswa SMA kelas X di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri tentang upaya pelestarian burung di lingkungannya, serta untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap siswa SMA kelas X di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri tentang upaya pelestarian burung. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian noneksperimental, yang bersifat eksploratoris secara deskriptif kuantitatif. Penggalian pengetahuan dan sikap siswa dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Pada penelitian ini penentuan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling yang dilakukan kepada siswa SMA kelas X berjumlah 270 siswa dari wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 87 jenis burung yang diperdagangkan di pasar burung wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri, yang terdiri dari 11 jenis burung dilindungi dan sisanya tidak dilindungi. Pengetahuan siswa SMA Kelas X terhadap Pelestarian Burung di wilayah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri menunjukkan tingkat pengetahuan masih kurang, sedangkan untuk sikap menunjukkan sudah bagus. Pengetahuan dan sikap siswa SMA kelas X di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri tentang upaya pelestarian burung tidak berbeda secara signifikan dari ketiga wilayah tersebut
Penerapan Model Pembelajaran Probelm Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A SMP Brawijaya Smart School Malang Jawa Timur
ABSTRACT Dias, Nadhia Kirana. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A SMP Brawijaya Smart School Malang Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dra. Amy Tenzer, M.S.Kata Kunci: PBL, motivasi belajar, hasil belajar.Berdasarkan hasil observasi di kelas VII A SMP Brawijaya Smart School Malang pada 4 Maret 2016 didapatkan fakta bahwa ketuntasan belajar klasikal penge-tahuan siswa pada materi suhu dan pemuaiannya hanya 57%, motivasi siswa juga menunjukkan aspek attention siswa sebesar 50,4%, relevance 55,2%, confidence 49,8%, dan satisfaction 51,4%. Untuk itu diperlukan alternatif model pembelajaran yang tepat untuk memperbaiki motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini ber-tujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Brawi-jaya Smart School Malang melalui penerapan model pembelajaran PBL. Jenis pene-litian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan tindak-an, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Penelitian ini mengguna-kan materi pencemaran lingkungan dan pemanasan global dengan data yang dikum-pulkan dalam penelitian ini yaitu keterlaksanaan pembelajaran dengan instrumen lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran PBL oleh guru dan siswa, motivasi be-lajar siswa dengan instrumen lembar observasi dan angket siswa, hasil belajar siswa pengetahuan siswa dengan instrumen tes akhir siklus, hasil belajar sikap dengan inst-rumen lembar observasi sikap, dan hasil belajar keterampilan dengan lembar obser-vasi keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Motivasi belajar siswa ber-dasarkan observasi rata-rata semua aspek meningkat dari 81,9% pada siklus I menjadi 94,3% di siklus II dan berdasarkan angket rata-rata semua aspek meningkat dari 69,1% di siklus I menjadi 74,3% di siklus II. Hasil belajar pengetahuan meningkat dari 80,9% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, hasil belajar sikap siswa me-ningkat dari 80,9% pada siklus I menjadi 95,2% pada siklus II, serta hasil belajar ke-terampilan pada siklus I dan II tetap 100%. Kesimpulan PBL dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Saran yang dapat diajukan dari hasil penelitian ini sebagai berikut (1) PBL adalah pembe-lajaran memberdayakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi dengan proses pemecahan masalah yang kompleks sehingga membutuhkan banyak waktu dalam penerapannya, oleh karena itu guru yang memilih memakai PBL harus pandai mengelola waktu, (2) Pengelolaan kelas agar lebih diperhatikan lagi terkait dengan manajemen waktu dan pengkondisian siswa agar konsentrasi dan perhatian siswa tetap dari awal sampai akhir pembelajaran
Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping pada Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang
ABSTRAK Kusuma, Desti Navyta Setia. 2015. Pengaruh Penggunaan Teknik Mind Mapping pada Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: Mind Mapping, Problem Based Learning, hasil belajar, kreativitas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik mind mapping pada model Problem Based Learning terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Berdasarkan hasil observasi, siswa SMA Negeri 6 Malang masih memiliki hasil belajar dan kreativitas yang rendah. Hal tersebut dapat terjadi karena metode yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasilkan suatu hasil karya atau produk untuk menunjukkan gagasan atau ide yang kreatif. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model pembelajaran dengan metode yang mampu membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dan menjadikan proses pembelajaran tersebut dapat mengembangkan kreativitas siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut yaitu, model Problem Based Learning yang dipadu dengan teknik mind mapping, sehingga siswa dapat mempelajari suatu konsep melalui pemecahan masalah serta merangkum hasilnya dalam produk yang kreatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas penelitian ini adalah teknik mind maps. Variabel terikat adalah hasil belajar dan kreativitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XI SMA Negeri 6 Malang tahun ajaran 2015/2016. Teknik sampling adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperolah dengan melaksanakan pretest dan postest di awal dan di akhir penelitian, serta pembuatan poster secara individual sebelum dilakukan postest. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik (analisis kovarian dan uji t) menggunakan program SPSS for Ms Window 16.00. Hasil uji prasyarat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Levene’s Test menunjukkan semua data telah berdistribusi normal dan bersifat homogen (kedua kelas tidak berbeda varian). Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis kovarian untuk hasil belajar sikap dan hasil belajar pengetahuan dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 (
Aktivitas Fosforilasi Protein 15 dan 33 kDa pada Membran Spermatozoa Kambing Kacang (Capra hircus) sebagai Parameter Pendukung Kualitas Sperma
ABSTRAK Mardiansyah, Denny Fahrudin. 2016. Aktivitas Fosforilasi Protein 15 dan 33 kDa pada Membran Spermatozoa Kambing Kacang (Capra hircus) sebagai Parameter Pendukung Kualitas Sperma. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Umie Lestari, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci: aktivitas fosforilasi protein, protein membran spermatozoa, spermatozoa kambing kacang Kambing kacang merupakan salah satu sumber plasma nutfah ternak lokal Indonesia dengan besar populasi 83% dari total populasi kambing di Indonesia. Kambing kacang memiliki keunggulan berupa daya adaptasi yang baik serta memiliki litter size sebesar 1,68. Populasi dan produksi daging kambing di Indonesia terlihat stabil, sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional dan berpeluang ekspor ke wilayah Timur Tengah dan negara tetangga. Pola pemeliharaan kambing kacang secara umum dilakukan dengan pola tradisional, yaitu sistem perkawinan secara alami yang tidak teratur. Hal inilah yang menyebabkan perkawinan secara alami kurang optimal apabila dibandingkan dengan perkawinan secara buatan seperti inseminasi buatan (IB). Penerapan IB bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit ternak. Hasil uji coba IB kambing yang dilakukan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 33-73%. Bervariasinya tingkat keberhasilan IB pada kambing dapat dikarenakan beberapa faktor seperti kualitas semen, faktor induk, waktu pelaksanaan IB, dan pelaksana IB. Salah satu parameter kualitas semen yaitu motilitas. Penilaian motilitas spermatozoa secara molekuler berhubungan dengan keberadaan energi di dalam sperma, misalnya ATP yang dapat diketahui melalui pengukuran aktivitas fosforilasi protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa kambing kacang (Capra hircus) dengan berat molekul 15 dan 33 kDa yang berpotensi digunakan sebagai parameter pendukung dalam menentukan kualitas spermatozoa kambing kacang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan observasi laboratorik yang dilakukan dengan menghitung nilai unit aktivitas fosforilasi protein dengan berat molekul 15 dan 33 kDa. Berdasarkan hasil analisis penelitian, menunjukkan bahwa protein 15 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 0,1340 μg/ml/menit, sedangkan protein 33 kDa sebesar 0,1635 μg/ml/menit. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui aktivitas fosforilasi protein membran lainnya yang sudah ditemukan. Harapannya deskripsi molekular aktivitas fosforilasi pada spermatozoa ini dapat digunakan sebagai parameter pendukung kualitas sperma kambing untuk IB