SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Pembuatan Biogas Berbasis Group Investigation untuk Siswa Kelas X MIA di SMA Negeri 8 Malang guna Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari
ABSTRAK Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dapat diimplementasi-kan di sekolah sebagai pendidikan lingkungan. Hasil observasi pembelajaran menunjukkan siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang menyukai kegiatan proyek dan investigasi yang dilakukan secara berkelompok. Berdasarkan hasil angket kebutuhan siswa, kegiatan praktikum biologi tidak selalu disertai dengan buku petunjuk praktikum. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) mengembangkan dan menghasilkan produk berupa buku petunjuk praktikum pembuatan biogas berbasis group investigation untuk siswa kelas X MIA di SMA Negeri 8 Malang guna mendukung program KRPL, (2) mengetahui tingkat validitas produk, (3) mengetahui tingkat keefektifan produk, dan (4) mengetahui tingkat kepraktisan produk. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate) yang dilakukan sampai tahap pengembangan untuk materi perubahan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah. Data yang diperoleh berupa skor validitas, hasil belajar siswa, skor kepraktisan, saran dan tanggapan. Buku petunjuk praktikum dinyatakan layak berdasarkan hasil uji validitas, kepraktisan dan keefektifan. Hasil validitas buku petunjuk praktikum oleh ahli materi, ahli bahan ajar dan praktisi lapangan sebesar 91,3% (sangat valid); 91,7% (sangat valid) dan 90% (valid). Hasil kepraktisan konstruk dan materi diperoleh sebesar 94% (sangat praktis) dan 85% (praktis). Hasil kepraktisan berdasarkan angket respon sebesar 83,3% (praktis) dan 86% (praktis) pada uji coba satu lawan satu; 82,6% (praktis) pada uji coba kelompok kecil; 84,6% (praktis) dan 84,7% (praktis) pada uji coba lapangan. Keefektifan dilihat dari hasil tes siswa yang meningkat dalam taraf sedang dan hasil belajar siswa mencapai ≥ nilai minimal 75. Saran untuk perbaikan juga didapatkan dari seminar hasil. Hasil akhir produk berupa buku tercetak yang mengalami 3 kali revisi. Pemanfaatan produk dapat dijadikan sebagai suplemen pendidikan lingkungan, sebaiknya dibelajarkan dengan model GI dan digester yang dipakai sesuai dengan yang tercantum didalamnya. Diseminasi produk sebaiknya dalam bentuk softfile, pada sekolah berbudaya lingkungan dan melalui artikel dan jurnal internasional/nasional, workshop MGMP serta seminar. Pengembangan buku petunjuk praktikum lebih lanjut dapat dilengkapi dengan cara mengolah limbah hasil pembuatan biogas menjadi kompos, instrumen penilaian kerja praktikum, meneruskan pengembangan ke tahap implementasi dan evaluasi
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Pembuatan Biogas Berbasis Group Investigation untuk Siswa Kelas X MIA di SMA Negeri 8 Malang guna Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari
ABSTRAK Mardiyanti, Lely. 2016. Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Pembuatan Biogas Berbasis Group Investigation untuk Siswa Kelas X MIA di SMA Negeri 8 Malang guna Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati Al Muhdhar, M.S. dan (II) Dra. Hj. Susilowati, M.S. Kata Kunci: Buku petunjuk praktikum, pendidikan lingkungan, biogas, group investigation, KRPL Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dapat diimplementasi-kan di sekolah sebagai pendidikan lingkungan. Hasil observasi pembelajaran menunjukkan siswa kelas X di SMA Negeri 8 Malang menyukai kegiatan proyek dan investigasi yang dilakukan secara berkelompok. Berdasarkan hasil angket kebutuhan siswa, kegiatan praktikum biologi tidak selalu disertai dengan buku petunjuk praktikum. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) mengembangkan dan menghasilkan produk berupa buku petunjuk praktikum pembuatan biogas berbasis group investigation untuk siswa kelas X MIA di SMA Negeri 8 Malang guna mendukung program KRPL, (2) mengetahui tingkat validitas produk, (3) mengetahui tingkat keefektifan produk, dan (4) mengetahui tingkat kepraktisan produk. Prosedur pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate) yang dilakukan sampai tahap pengembangan untuk materi perubahan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah. Data yang diperoleh berupa skor validitas, hasil belajar siswa, skor kepraktisan, saran dan tanggapan. Buku petunjuk praktikum dinyatakan layak berdasarkan hasil uji validitas, kepraktisan dan keefektifan. Hasil validitas buku petunjuk praktikum oleh ahli materi, ahli bahan ajar dan praktisi lapangan sebesar 91,3% (sangat valid); 91,7% (sangat valid) dan 90% (valid). Hasil kepraktisan konstruk dan materi diperoleh sebesar 94% (sangat praktis) dan 85% (praktis). Hasil kepraktisan berdasarkan angket respon sebesar 83,3% (praktis) dan 86% (praktis) pada uji coba satu lawan satu; 82,6% (praktis) pada uji coba kelompok kecil; 84,6% (praktis) dan 84,7% (praktis) pada uji coba lapangan. Keefektifan dilihat dari hasil tes siswa yang meningkat dalam taraf sedang dan hasil belajar siswa mencapai ≥ nilai minimal 75. Saran untuk perbaikan juga didapatkan dari seminar hasil. Hasil akhir produk berupa buku tercetak yang mengalami 3 kali revisi. Pemanfaatan produk dapat dijadikan sebagai suplemen pendidikan lingkungan, sebaiknya dibelajarkan dengan model GI dan digester yang dipakai sesuai dengan yang tercantum didalamnya. Diseminasi produk sebaiknya dalam bentuk softfile, pada sekolah berbudaya lingkungan dan melalui artikel dan jurnal internasional/nasional, workshop MGMP serta seminar. Pengembangan buku petunjuk praktikum lebih lanjut dapat dilengkapi dengan cara mengolah limbah hasil pembuatan biogas menjadi kompos, instrumen penilaian kerja praktikum, meneruskan pengembangan ke tahap implementasi dan evaluasi
Public Senior High School English Teachers' Knowledge and Implementation of Scientific Approach of K-13 in Malang
ABSTRACT Fadilla, Raisa. 2016. Public Senior High School English Teachers’ Knowledge and Implementation of Scientific Approach of K-13 in Malang. Thesis. Graduate Program of English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Dr. Suharmanto, M. Pd.Key words: teachers’ knowledge, implementation, scientific approach This study is intended to find out the senior high school English teachers’ knowledge in terms of the aims, characteristics, principles, learning models, and steps of Scientific Approach, and the implementation of Scientific Approach (SA). This study was mixed method since quantitative and qualitative techniques were utilized in a single study to collect and analyze the data. The schools chosen were all public senior high schools in Malang. To collect the data, three instruments were used which were test about SA, observation sheet, and field notes. The findings of the study are as follows. The findings for the teachers’ knowledge, first, teachers with teaching experiences and level of education did not simply guarantee that they had deep knowledge on SA. Meanwhile, the number of training or workshops they attended was in line with their comprehension. Secondly, the numbers of teachers who belonged to deep knowledge category and shallow knowledge category were balance. Specifically, teachers with good knowledge tended to have strong knowledge about the concepts of SA related to the characteristics, principles, learning models, and steps of SA. The next is teachers with fair knowledge were weak regarding the characteristics and steps in SA. The last is teachers who had poor knowledge were very weak in all parts. They did not understand mostly the concepts about SA. Related to the implementation, teachers who had good knowledge applied similar patterns like teacher with fair knowledge in applying the steps of SA. It proved that although teachers were different in the conceptual level, they were actually similar in the implementation level. However, in this case, teachers’ knowledge could not represent strongly the way teachers implement SA in the classroom. Based on the findings, some suggestions can be offered for the improvement of teachers’ knowledge and implementation on SA. English teachers are suggested to participate a lot in professional development programs such as workshops, trainings, or seminars about SA. Dealing with implementation, teachers should be able to attract students’ attention by using attractive media, giving more challenging materials and various activities in pairs or in groups to develop their critical thinking. For the headmaster, it is expected to provide all English teachers with sufficient professional development programs. For the policy makers, the socialization of the regulation needs to be improved as the clear guidance for teachers in understanding and implementing the method. Finally, for other future researchers, this study can be used as a reference in conducting similar research of future studies about teachers’ knowledge and implementation on SA.
Persepsi Siswa Tentang Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar Geografi di Homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang.
ABSTRACT Fitriana, Evi. 2016. Students’ Perception towards Geography Learning Process and Achievement in Homeschooling “Sekolah Dolan” in Malang. Thesis. Post Graduate Program in University of Malang. Advisors: (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si, (II) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos Key words: perception, learning process, learning achievementLearning process will run well within great supports from many aspects. They are lesson plan, learning activity, relationship between teacher and students, and evaluation. Students’ perception towards geography learning indicates the rise or the fall of their achievement. This study was aimed at (1) knowing the learning process of geography at homeschooling including lesson plan, implementation, and evaluation; (2) knowing perception of homeschooling students on the process of Geography learning; (3) knowing achievement of geography of homeschooling students in Sekolah Dolan in Malang.This study applied quantitative method through descriptive analysis. This was research based population which benefitted all the population. It was 21 students of homeschooling Sekolah Dolan. The data on students’ perception was collected through Likert scale questionnaire. The data on students’ achievement is taken from their reports in odd semesters. The data learning process and student achievement of geography was then analyzed descriptively. The study resulted that: (1) the process of learning Geography in homeschooling Sekolah Dolan that employed planning, implementing, and evaluating has followed the content standard as being stated in Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006; (2) Students’ perception towards geography in homeschooling Sekolah Dolan shows that most of them agree with the geography learning activity; and (3) The achievement in geography lesson in homeschooling Sekolah Dolan Malang included in good category in same scoring system similar to formal school that used curriculum 2006. Finally, learning process is one of external factor which has contributed meaningful effect towards learning achievement. Thus, there must be another factor that influences learning achievement. The researcher, then, suggests future researchers to conduct study in the same focus but different population and place. Moreover, a big number of respondents may bring different result
PENGARUH PERASAN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) TERHADAP PERBAIKAN PULAU LANGERHANS PANKREAS MENCIT (Mus musculus) GALUR Balb/c HASIL INDUKSI STREPTOZOTOCIN (STZ)
ABSTRACT PENGARUH PERASAN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) TERHADAP PERBAIKAN PULAU LANGERHANS PANKREAS MENCIT (Mus musculus) GALUR Balb/c HASIL INDUKSI STREPTOZOTOCIN (STZ) Diabetes mellitus merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi. Labu siam termasuk tanaman yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan kadar glukosa darah khususnya bagian buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) terhadap perbaikan pulau Langerhans pankreas dan memperoleh dosis perasan labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) yang efektif memperbaiki pulau Langerhans pankreas mencit (Mus musculus) Galur Balb/c yang diinduksi Multiple Low Dose Streptozotocin (MLD-STZ). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 5 macam perlakuan masing-masing 4 ulangan. 20 mencit dibagi dalam 5 kelompok perlakuan (mencit diinduksi MLD-STZ, mencit diinduksi MLD-STZ dengan terapi perasan labu siam dosis 121 mg/20gBB, 242 mg/20gBB, 363 mg/20gBB, dan 484 mg/20gBB). Pemberian perasan dilakukan secara oral selama 14 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan HE, dan dilanjutkan penghitungan persentase perbaikan pulau Langerhans pankreas. Hasil penelitian menunjukkan ada kecenderungan perasan labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) memperbaiki pulau Langerhans pankreas mencit (Mus musculus) Galur Balb/c hasil induksi Multiple Low Dose Streptozotocin (MLD-STZ), tetapi tidak berpengaruh signifikan
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singosari
ABSTRACT Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 SingosariFanani, Imam Fikry. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Project Based Learning (PjBL) untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, JurusanBiologi, Fakultas MIPA,Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, MS. (II) Dr. Susilowati, M.S.Kata Kunci: perangkat pembelajaran, PjBL, program KRPLProgram KRPL merupakan salah satu program pemerintah yang memegang peranan penting dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat.Program KRPL ini dapat dikenalkan di lingkungan sekolah dalam rangka menumbuhkan kesadaran untuk cinta terhadap lingkungan terutama pada siswa. Namun, perangkat pembelajar-an untuk mengenalkan program KRPL ini masih belum ada. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan perangkat pembelajaran Biologi dalam mendukung program KRPL di lingkungan sekolah. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan dan menguji produk perangkat pembelajaran model PjBL dalam mendukung program pemerintah tentang KRPL untuk siswa kelas X IPA. Uji produk pengembangan terdiri dari uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji kefektifan pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D Thiagarajan (1974) yang dibatasi sampai tahap develop dan terdiri dari tahap define, design, dan develop.Hasil analisis data kevalidan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa silabus memiliki rata-rata nilai persentase sebesar 93,3% oleh ahli materi, 95,8% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 96,1% oleh praktisi lapangan. RPP memiliki rata-rata nilai persentase sebesar 98,3% oleh ahli materi, 97,2% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 94,3% oleh praktisi lapangan. LKS memiliki rata-rata nilai per-sentase sebesar 92,6% oleh ahli materi, 95,5% oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 94,6 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar kognitif memiliki rata-rata nilai persentase sebesar 86% oleh ahli materi, 88 % oleh ahli perangkat pembelajaran dan 96 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar afektif memiliki rata-rata nilai persentase 96,5 % oleh ahli materi, 98,2 % oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 89,7 % oleh praktisi lapangan. Instrumen penilaian hasil belajar psikomotorik memiliki rata-rata nilai persentase 100 % oleh ahli materi, 100 % oleh ahli perangkat pembelajaran, dan 89 % oleh praktisi lapangan. Selain itu, instrumen penilaian kognitif dinyatakan sangat valid secara konstruk dan isi oleh ahli evaluasi. Hasil analisis data kepraktisan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata nilai persentase keterlaksanaan sintaks pembelajaran sebesar 92,1 % dan rata-rata kepraktisan perangkat pembelajaran sebesar 95,3 % . Hasil analisis data keefektifan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa kecenderungan peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 2,4 berdasarkan skor tes kognitif. Rata-rata nilai persentase hasil belajar afektif pada pertemuan 1 sebesar 83,2 %, pertemuan 2 sebesar 81,9%, pertemuan 3 sebesar 79,3%, pertemuan 5 sebesar 84,4% dan pertemuan 5 sebesar 83,1 %. Rata-rata nilai persentase hasil belajar psikomotorik sebesar 92,8 % pada pertemuan 1, pertemuan 2 sebesar 85,1% , pertemuan 3 sebesar 89,8%, per-temuan 4 sebesar 90,6 %, dan pertemuan 5 sebesar 90,8 %. Selain itu, siswa mem-berikan respon positif terhadap penerapan produk perangkat pembelajaran sebesar 81,1% dan rata-rata hasil aktifitas keaktifan siswa sebesar 91,2 %. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kategori sangat valid, sangat praktis dan sangat efektif. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran ini disarankan bahwa perlu dikaji lebih lanjut dan diseminasi secara lebih luas sehingga bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak
Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi Stoikiometri Antara Peserta Didik yang Diajarkan dengan Model Pembelajaran LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum di SMA Laboratorium UM
ABSTRACT Mufida, Imaratul. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Kognitif Materi StoikiometriAntara Peserta Didik yang Diajarkan dengan Model Pembelajaran LC 5E– Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum di SMA Laboratorium UM.Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Muhammad Su’aidy, M.Pd., (II) Drs. H. RidwanJoharmawan, M.Si.Kata Kunci: Learning Cycle 5E, Mind Mapping, Merangkum, StoikiometriBerdasarkan hasil observasi di SMA Laboratorium UM, guru kimiamenyatakan bahwa peserta didik merasa kesulitan dalam mempelajari materiStoikiometri. Pada tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 91% peserta didik yangbelum tuntas KKM (Kriteria Kelulusan Minimal). Hal ini disebabkan karenamateri Stoikiometri memiliki konsep yang abstrak dan membutuhkan perhitungan.Kombinasi antara konsep yang abstrak dan perhitungan membutuhkanpemahaman yang lebih, bukan sekedar hafalan. Oleh karena itu, diperlukan carayang tepat untuk mempelajarinya yaitu dengan menerapkan model pembelajaranLearning Cycle (LC) 5E yang berbasis konstruktivis. Pemahaman konsep dalammateri ini akan semakin mudah apabila dipadukan dengan pembuatan mind mapdan rangkuman. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1)keterlaksanaan proses pembelajaran materi Stoikiometri antara peserta didik yangdiajarkan menggunakan model LC 5E - Mind Mapping dan LC 5E – Merangkum,dan (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik pada materiStoikiometri yang diajarkan menggunakan model LC 5E - Mind Mapping dan LC5E – Merangkum.Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan modelposttest only control group design. Sampel dipilih berdasarkan saran dari gurukimia melalui teknik undian. Kelas X IPA 3 terpilih sebagai kelas eksperimen 1dengan menggunakan model LC 5E – Mind Mapping. Sedangkan kelas X IPA 2terpilih sebagai kelas eksperimen 2 dengan menggunakan model LC 5E –Merangkum. Instrumen yang digunakan berupa instrumen perlakuan (silabus,RPP, dan modul) dan instrumen pengukuran (lembar observasi, dan soal tes hasilbelajar). Data keterlaksanaan proses pembelajaran dianalisis menggunakananalisis statistik deskriptif dengan teknik persentase, sedangkan data hasil belajarkognitif peserta didik dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif daninferensial dengan uji-t dengan nilai signifikansi α = 0,05 yang dihitung denganSPSS 16.0 for Windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan prosespembelajaran menggunakan model LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E –Merangkum pada materi Stoikiometri memiliki rata-rata sebesar 92,04% dan91,31%. Dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki kriteria keterlaksanaandengan sangat baik. (2) Ada perbedaan hasil belajar kognitif antara peserta didikyang diajarkan menggunakan LC 5E – Mind Mapping dan LC 5E – Merangkumpada materi Stoikiometri. Hasil belajar kognitif peserta didik yang diajarkanmenggunakan LC 5E – Mind Mapping lebih tinggi (60,27) daripada peserta didik yang diajarkan menggunakan LC 5E - Merangkum (50,03)
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DISERTAI MULTIMEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS VIII SMP 18 MALANG
ABSTRAK Harmawati, Diah. 2016. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing disertai Multimedia untuk Mengembangkan Karakter dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Siswa Kelas VIII SMP 18 Malang. Tesis, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dr. Abdul Gofur, M. Si. Kata kunci: modul, multimedia, inkuiri terbimbing, karakter, dan berpikir kritis Pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing disertai multimedia diharapkan dapat digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Pembelajaran IPA kebanyakan masih dibelajarkan dengan menggunakan metode konvensional yaitu dengan ceramah. Media yang digunakan hanya mengandalkan buku cetak panduan, modul berbasis inkuiri disertai multimedia belum ada yang membuat. Guru SMP 18 Malang sebenarnya sudah menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing, namun masih terpisah-pisah. Materi yang dianggap masih sulit kebanyakan yang terkait dengan mekanisme kerja organ. Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan menggunakan Thiagarajan. Tahapan model pengembangan Thiagarajan meliputi define, design, develop, dan desseminate. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi 82,14%, validasi ahli media (modul) 83,33%, validasi ahli media (multimedia) 80,55%, validasi guru 98,88%, validasi siswa 94,19%. Nilai karakter II siswa telah tuntas. Nilai berpikir kritis II siswa telah tuntas. Keterlaksanaan sintak inkuiri terbimbing 91,40%. Berdasarkan pencapaian hasil validasi produk pengembangan telah layak digunakan. Kesimpulan bahwa modul inkuiri terbimbing disertai multimedia dapat mengembangkan karakter dan berpikir kritis siswa
BARCODING ELANG JAWA (Nisaetus bartelsi ) BERDASARKAN GEN CYTOCHROME-B SEBAGAI UPAYA KONSERVASI GENETIK
ABSTRAK Valentiningrum, Dina Ayu. 2016. Barcoding Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) Berdasarkan Gen Cytochrome-b Sebagai Upaya Konservasi Genetik. Skripsi., Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc (II) Agung Witjoro, S.Pd., M. Kes. Kata Kunci:, Elang Jawa, Dna Barcode, Cytochrome-b (Cyt-b), Konservasi Genetik Elang Jawa merupakan salah satu raptor endemik di Pulau Jawa yang populasinya semakin menurun. Status Elang Jawa menurut International Union for Concervation of Nature (IUCN) terancam punah. Adanya alih fungsi lahan hutan dan kerusakan habitat menyebabkan habitat yang sesuai untuk Elang Jawa terbatas. Penyebaran yang terbatas menyebabkan terkonsentrasinya populasi pada wilayah tertentu dan meningkatkan resiko perkawinan sedarah. Ancaman lain yang menyebabkan populasi Elang Jawa menurun yaitu adanya perburuan dan perdagangan ilegal. Status Elang Jawa sebagai simbol negara dan dilindungi menyebabkan banyak peminat atau penghobi burung untuk memlihara hewan ini. Perburuan Elang Jawa untuk memenuhi permintaan pasaran, tidak sebanding dengan laju perkembangbiakan Elang Jawa yang rendah, sehingga meningkatkan peluang menuju kepunahan. Melihat keragaman genetik merupakan langkah awal untuk konservasi secara genetik. Dengan adanya konservasi genetik dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan mempertahankan keberadaan suatu spesies di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik Elang Jawa dan menentukan kekerabatan Elang Jawa berdasarkan gen Cyt-b. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif exploratif meliputi menganalisis keragaman genetik dan menganalisis sekuen sampel Elang Jawa dari Malang dan Solo berdasarkan gen Cyt-b. Penelitian dilakukan pada bulan Febuari – Mei 2016 di Eco Green Park dan Laboraturium Bioteknologi Universitas Negeri Malang. Data yang diperoleh berupa sekuen konsensus hasil sekuensing yang dianalisis menggunakan software FinchTV, DNA Baser, Basic Local Aligment Search Tool(BLAST), Clustal-X, BioEdit, MEGA 6 dan DnaSP 5.10. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekuen konsensus Elang Jawa berdasarkan gen Cyt-b yang diperoleh ± 250 bp. Hasil topologi filogenetik dari ketiga metode yaitu Maximum likelihood (ML), Neighbour Joining (NJ) dan Minimum Evolution (ME) menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda. Berdasarkan sekuen gen Cyt-b posisi filogenetik sampel penelitian Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dari Malang dan Solo berkerabat dekat dengan Nisaetus alboniger isolate Salb1 dan Salb2. Nilai keragaman genetik Elang Jawa menunjukan dalam kategori sedang dengan nilai 0.600. Nilai tersebut menunjukan populasi Elang Jawa dan habitat yang tersedia masih seimbang.
Penerapan Model Team Assisted Individualization dipadu Problem Based Learning Disertai Penyusunan Portofolio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep, Sikap Spiritual, dan Keterampilan Siswa Kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang
ABSTRACT Penerapan Model Team Assisted Individualization dipadu Problem Based Learning Disertai Penyusunan Portofolio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep, Sikap Spiritual, dan Keterampilan Siswa Kelas XI MIA 4 SMAN 6 MalangKata Kunci: Team Assisted Individualization, Problem Based Learning, portofolio, kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap spiritual, keterampilan Kurikulum 2013 mengubah paradigma pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered. Siswa diharapkan memiliki kemampuan yang baik dalam pengetahuan, sikap, keterampilan, serta pengembangan kemampuan berpikir guna memecahkan permasalahan yang bersifat analitis untuk mencapai suatu kesimpulan yang tepat. Kompetensi sikap pada Kurikulum 2013 terbagi menjadi dua, spiritual dan sosial. Sikap spiritual inilah yang harus ditingkatkan selama pembelajaran guna membentuk insan yang bertaqwa sejak dini. Hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa cenderung rendah sehingga pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa menjadi kurang. Hal ini berdampak pula pada sikap spiritual dan keterampilan yang menjadi kurang dioptimalkan ketika pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap spiritual, dan keterampilan siswa kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang melalui implementasi model Team Assisted Individualization dipadu Problem Based Learning disertai penyusunan portofolio. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, tes sikap spiritual, tes akhir siklus, dan rubrik penilaian portofolio. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan TAI dipadu PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 23,4% dari siklus I 75,5% menjadi 93,2% pada siklus II. Ketuntasan belajar pemahaman konsep meningkat sebesar 61,3% dari 52,9% pada siklus I menjadi 85,3% pada siklus II. Sikap spiritual meningkat 12,3% dari siklus I 75,1% menjadi 84,3% pada siklus II. Keterampilan meningkat sebesar 9,2% dari siklus I 85,1% menjadi 92,9% pada siklus II