SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Penerapan Guided Inquiry Dipadu Project Based Learning Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Lintas Minat Biologi SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Mutasam, Utaria. 2016. Penerapan Guided Inquiry Dipadu Project Based Learning berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Lintas Minat Biologi SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S. Kata Kunci: Lintas Minat, Guided Inquiry, Project Based Learning, Lesson Study, Kemampuan Metakognitif, Hasil Belajar. Lintas minat merupakan program kurikuler yang disediakan untuk meng-akomodasi perluasan pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik siswa dengan orientasi penguasaan kelompok mata pelajaran keilmuan di luar pilihan minat. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran, keterlaksanaan Lesson Study, peningkatan kemampuan metakognitif dan peningkatan hasil belajar siswa kelas X lintas minat biologi SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilaksanakan selama 3 siklus dengan 3 kali pertemuan dan 2 kali pelaksanaan LS pada masing-masing siklus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model dari Kemmis and Mc. Taggartyang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X lintas minat biologi berjumlah 33 orang siswa. Teknik pengumpulan data dari observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilaksanakan selama dan setelah melaksanakan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, lembar monitoring LS, kuesioner kesadaran metakognitif dan soal tes akhir siklus. Hasil penelitian adalah keterlaksanaan Guided Inquiry dipadu Project Based Learning(PjBL)pada siklus I-III berturut-turut memiliki persentase keterlaksanaan 78%, 92,5% dan 100% dengan kriteria baik dan sangat baik. Keterlaksanaan Lesson Study pada siklus I-III termasuk kriteria sangat terlaksana dengan rerata keterlaksanaan tahap plan, do dan see secara berturut-turut dari ketiga siklus adalah 94%, 94% dan 92%. Kemampuan metakognitif siswa terdiri dari kesadaran metakognitif dan keterampilan metakognitif. Kesadaran metakognitif siswa dengan kriteria sangat baik meningkat dari 12% pada akhir siklus I, mengalami peningkatan menjadi 21% pada akhir siklus II dan menjadi 36% dari total 33 siswa pada akhir siklus III. Keterampilan metakognitif siswa dengan kriteria sangat baik meningkat dari siklus I sebesar 35% menjadi 73% pada siklus II dan meningkat pada siklus III menjadi 88% dari total 33 siswa. Hasil belajar kognitif siswa termasuk dalam kategori tuntas meningkat dari siklus I-III berturut-turut sebanyak 39%, 76% dan 94% dari total 33 siswa. Peningkatan rerata nilai hasil belajar afektif pada siklus I-III berturut-turut yakni 64 dengan kriteria cukup, 78 dengan kriteria baik dan 95 dengan kriteria sangat baik. Peningkatan rerata nilai hasil belajar psikomotor pada siklus I sebesar 78 dengan kriteria baik menjadi 97 dengan kriteria sangat baikpada siklus II namun mengalami penurunan pada siklus III menjadi 95 dengan kriteria sangat baik. Kesimpulan penelitian adalah penerapan Guided Inquiry dipadu PjBL berbasis LSdapat meningkatkan kemampuan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas X lintas minat biologi SMAN 2 Malang. Saran penelitian adalah guru biologi hendaknya lebih sering memadukan model pembelajaran, guru biologi hendaknya memiliki komitmen yang tinggi untuk melaksanakan setiap tahapan kegiatan LS dan melakukan penelitian tindakan kelas yang lain terutama penelitian untuk kelas lintas minat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X4 SMAI MA’ARIF SINGOSARI - MALANG - JAWA TIMUR
ABSTRAK Nadhiroh, HumilaAinun. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X4 SMAI Ma’arif Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (2) Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran PjBL, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar. Proses pembelajaran Biologi di kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari masih cenderung menggunakan metode ceramah yang berpusat pada guru. Model pembelajaran yang diterapkan belum melatih siswa untuk memecahkan suatu permasalahan sesuai dengan langkah kerja ilmiah. Hal ini menyebabkan pemberdayaan proses berpikir siswa masih lemah dan hasil belajar siswa kurang memuaskan. Pemberdayaan proses berpikir berkaitan erat dengan keterampilan metakognitif yang akan membantu siswa menjadi pebelajar mandiri. Keterampilan metakognitif akan berdampak pada ketercapaian hasil belajar yang memuaskan. Berdasarkan uraian tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tahap penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan non tes. Teknis tes dengan pemberian soal tes akhir silklus, sedangkan teknik non tes dengan lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Keterlaksanaan pembelajaran PjBL diukur dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Keterampilan metakognitif diukur dengan lembar kuesioner metakognitif O’Neil & Abedi, serta tes Essay menggunakan rubrik metakognitif oleh Corebima. Hasil belajar diukur dengan soal tes akhir siklus, lembar penilaian proyek, lembar penilaian sikap, dan lembar asesmen kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa meningkat melalui model pembelajaran PjBL. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kenaikan persentase keterampilan metakognitif dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Keterampilanmetakognitifsiswaberdasarkanhasilkuesionersebesar 65,04% meningkatsebanyak 4,14% menjadi 69,18% padasiklus II. Keterampilanmetakognitif yang diukurmelaluitesEssaymenggunakanrubrikmetakognitifsebesar 56,68% meningkatsebanyak 3,74% menjadi 60,42%.pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa klasikal ranah pengetahuan dari 56,25% meningkat sebesar 18,75% menjadi 75,00%, ranah sikap yaitu 75,00% meningkat sebesar 6,25% menjadi 81,25%, ranah keterampilan yaitu 75,00% meningkat sebesar 9,37% menjadi 84,37%. Kesimpulan yaitu penerapan model pembelajaran PjBL dapat menngkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas X4 SMAI Al Ma’arif Singosari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran bahwa penerapan model PjBL membutuhkan persiapan yang matang dan kemampuan pengelolaan kelas dengan baik.
Pengaruh ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect) terhadap Kemampuan Analisis dan Kemampuan Argumentasi Ilmiah
Yulianingrum, Elis. 2016. Pengaruh ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect) terhadap Kemampuan Analisis dan Kemampuan Argumentasi Ilmiah. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M. Si., (2) Drs. Sulisetijono, M. Si. Kata kunci: ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect), kemampuan analisis, kemampuan argumentasi ilmiah. Biologi pada kurikulum 2013 menuntut siswa mampu mengkontruktivis dan membentuk pengetahuannya sendiri (student centered) sehingga membutuhkan kemampuan analisis dan kemampuan argumentasi ilmiah (scientific argumentation). Oleh karena itu dibutuhkan model pembelajaran yang sesuai yakni ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect). Model ESAR memiliki kelebihan untuk meningkatkan motivasi, meningkatkan keaktifan siswa dan membentuk pengetahuan siswa secara utuh sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect) terhadap kemampuan analisis dan kemampuan argumentasi ilmiah (scientific argumentation). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Desain penelitian adalah Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 01 Pagak menggunakan dua kelas yakni kelas kontrol (X MIPA 3) dengan pembelajaran multimetode dan kelas eksperimen (X MIPA 2) dengan pembelajaran ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect). Hasil penelitian (data) dianalisis dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan SPSS 22.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect) berpengaruh terhadap kemampuan analisis dan kemampuan argumentasi ilmiah (scientific arguemntation) siswa. Pembelajaran menggunakan ESAR (Engage, Study, Activate, Reflect) pada kelas eksperimen menghasilkan kemampuan analisis dan kemampuan argumentasi yang lebih baik dibanding kelas kontrol pada siswa. Peningkatan kemampuan analisis siswa pada kelas eksperimen sebesar 72,10% sedangkan pada kelas kontrol sebesar 9,83%. Sama halnya dengan kemampuan argumentasi ilmiah (scientific argumentation) siswa pada kelas eksperimen sebesar 61,82% sedangkan pada kelas kontrol sebesar 19,20%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kemampuan analisis memberikan sumbangan sebesar 96,7% dalam menjelaskan pencapaian kemampuan argumentasi ilmiah (scientific argumentation). Mengingat pembelajaran ESAR mampu meningkatkan kemampuan analisis dan argumentasi ilmiah, disarankan bagi guru untuk menggunakan ESAR dalam pembelajaran biologi
Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Reading, Questioning and Answering (RQA) untuk Siswa SMA Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi)
ABSTRAK Noviyanti, Nurul Ika. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Reading, Questioning and Answering (RQA) untuk Siswa SMA Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (2) Nuning Wulandari, S.Si, M,Si. Kata Kunci: pengembangan modul, pembelajaran biologi, sistem ekskesi,RQA, penelitian dan pengembangan. Pengembangan Modul pembelajaran biologi ini didasari oleh kurangnya sumber belajar penunjang materi Sistem Ekskresi di SMA Laboratorium UM. Sumber belajar yang digunakan siswa kelas XI adalah buku paket KTSP yang tidak memadai siswa belajar secara mandiri, dan LKS yang digunakan cenderung tidak menarik. Sulitnya materi dan kurang tersedianya buku penunjang dapat mempengaruhi rendahnya pemahaman siswa tentang materi Sistem Ekskresi. Ketidakpahaman siswa tersebut mencakup struktur anatomi ginjal, mekanisme fisiologi ginjal, penyakit dan gangguan pada sistem ekskresi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa modul Pembelajaran Biologi pada materi Sistem Ekskresi berbasis RQA yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa SMA / MA kelas XI yang tervalidasi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan, dkk. (1974), tetapi pengembangan modul ini hanya sampai tahap 3-D. Kualitas Isi materi modul ini divalidasi oleh ahli materi dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Kualitas media pembelajaran, modul ini divalidasi oleh ahli pengembangan dari jurusan biologi Universitas Negeri Malang. Modul ini juga divalidasi oleh guru biologi selaku praktisi lapangan, dan telah diuji cobakan kepada 15 siswa SMA Laboratorium UM. Hasil validasi modul ini oleh validator ahli materi dari Jurusan Biologi FMIPA UM menunjukkan rata-rata sebesar 3,77. Hasil validasi oleh ahli pengembangan modul menunujukkan rata-rata sebesar 3,83 dan praktisi lapangan sebesar 3,58. Rerata hasil uji kepraktisan terhadap siswa kelas XI di SMA Laboratorium UM menunjukkan persentase sebesar 88,5% dengan kriteria sangat praktis, dan hasil pre eksperimen modul sebesar 83,37% dengan kriteria efektif. Berdasarkan hasil pengembangan, modul sistem ekskresi memiliki kriteria sangat valid sehingga sangat baik untuk digunakan. Modul yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi sumber belajar alternatif untuk menunjang kegiatan pembelajaran biologi, khususnya pada materi sistem ekskresi
Eksplorasi Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Biologi melalui Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) di SMA Islam Kepanjen
Khotimah, Putri Ani Puji Khusnul. 2016. Eksplorasi Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Biologi Melalui Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) di SMA Islam Kepanjen. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: pendidikan karakter, pembelajaran Biologi, inkuiri terbimbing.Kurikulum 2013 merupakan sumberdaya pendidikan yang memberikan kontribusi signifikan untuk membangun karakter, watak, serta kepribadian sehingga membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual dan keterampilan, tetapi juga siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, demokratis dan bertanggung jawab (Marlina, 2013). Membentuk karakter siswa melalui pendidikan karakter dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran Biologi. Sementara itu pada praktiknya integrasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Biologi belum banyak dilaksanakan oleh guru dan sekolah, sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil eksplorasi keterlaksanaan pendidikan karakter dan sikap siswa yang menunjukkan nilai karakter pada pembelajaran Biologi melalui inkuiri terbimbing di SMA Islam Kepanjen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kualitatif dengan metode survei untuk mengetahui persiapan, pelaksanaan dan penilaian pendidikan karakter. Tahap persiapan dimulai dengan penyusunan perangkat pembelajaran bermuatan karakter, selanjutnya melaksanakan pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter. Adapun tahap penilaian dilakukan selama pelaksanaan pembelajaran untuk menilai keterlaksanaan pendidikan karakter dan nilai karakter yang ditunjukkan oleh sikap siswa. Teknik pengumpulan data melalui teknik angket, observasi dan wawancara.Hasil eksplorasi keterlaksanaan pendidikan karakter pada pembelajaran Biologi melalui inkuiri terbimbing untuk materi klasifikasi jamur diperoleh nilai rerata 74,81%, sedangkan untuk materi sistem pernapasan manusia didapatkan nilai rerata sebesar 72,99% dengan menunjukkan kriteria baik. Nilai karakter pada pembelajaran klasifikasi jamur dan sistem pernapasan manusia banyak teramati pada tahap investigasi atau melakukan penyelidikan. Hasil eksplorasi nilai karakter religius, jujur, disiplin, peduli dan proaktif menunjukkan kualifikasi membudaya yaitu siswa terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten karena selain sudah ada pemahaman, kesadaran dan mendapat penguatan lingkungan
Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRACT Ananda, Amelia. 2016. Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dra. Hj. Nursasi Handayani M.Si.Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Lesson Study, dan Hasil BelajarHasil observasi pembelajaran Biologi di Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Tumpang pada tanggal 28 dan 29 Januari 2016 mengalami permasalahan. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa sikap spiritual dan sosial siswa masih kurang terlihat pada saat pembelajaran guru tidak menanamkan sikap spiritual. Sikap sosial berupa jujur, disiplin, tanggung jawab, dan sopan/santun berdasarkan pengamatan juga masih kurang. Berdasarkan dokumen hasil ulangan harian, hasil belajar pengetahuan juga tergolong rendah yaitu dari 34 siswa sebanyak 15 siswa yang tuntas atau ketuntasan klasikal hanya 44%. Selama kegiatan presentasi hasil pengamatan oleh siswa menunjukkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi juga masih kurang. Hasil observasi guru dalam mengajar menunjukkan bahwa guru belum menerapkan model pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013. Kerjasama antar guru untuk merancang dan memikirkan pembelajaran Biologi yang lebih berkualitas secara kolaboratif juga belum dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui Lesson Study untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Tumpang.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian terdiri dari dua siklus. Siklus I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 2 di SMA Negeri 1 Tumpang dengan jumlah 34 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan dan dilaksanakan pada materi sistem reproduksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan (1) observasi, (2) penilaian diri siswa, dan (3) tes. Data yang dianalisis berupa (1) keterlaksanaan inkuiri terbimbing melalui LS, hasil belajar sikap sosial siswa, dan keterampilan siswa dalam presentasi yang diisi oleh observer, (2) hasil belajar sikap spiritual siswa yang diisi melalui lembar penilaian diri siswa (self assessment), dan (3) hasil belajar pengetahuan diukur menggunakan tes di akhir siklus dan penilaian LKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing melalui LS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar sikap yaitu sikap spiritual dari siklus I ke siklus II sebesar 2,5%, sikap sosial yang terdiri dari jujur, disiplin, tanggung jawab, dan sopan/santun secara berturut-turut sebesar 13,7%, 6,5%, 9,2%, dan 2,9% dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar pengetahuan meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 12%, dan keterampilan sebesar 5,8%. Berdasarkan pembahasan, maka disarankan kepada guru atau calon guru dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui Lesson Study karena bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa
Pengaruh Penerapan PBMP Dipadu Mind Mapping terhadap Pemahaman Konsep dan Retensi Belajar IPA Siswa SMP
ABSTRAK Nikmah, Siti Aminathin. 2015. Pengaruh Penerapan Model PBMP DipaduMind Mapping terhadap Pemahaman Konsep dan Retensi Belajar IPA Siswa SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Murni Saptasari, M.Si. Kata Kunci: PBMP, Mind Mapping, Pemahaman Konsep, Retensi Proses pembelajaran menitikberatkan pada nilai KKM dan pencapaian materi dalam kurikulum. Akibatnya, pembelajaran yang dilakukan cenderung bersifat informatif, teacher-centered, dan kurang memberdayakan proses berpikir siswa. Pembelajaran yang demikian menyebabkan pemahaman konsep dan retensi belajar siswa rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran PBMP dipadu teknik Mind Mapping. Model PBMP dan teknik Mind Mapping secara terpisah terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep dan retensi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran PBMP, PBMP dipadu Mind Mapping, dan konvensionalterhadap pemahaman konsep dan retensi belajar IPA siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan Pre-test-Post-test Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model PBMP, PBMP dipadu Mind Mapping, dan pembelajaran konvensional. Variabel terikat adalah pemahaman konsep dan retensi belajar siswa.Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMPN 2 Malang.Sampel penelitian adalah siswa kelas VII-H, VII-I, dan VII-J SMPN 2 Malang tahun ajaran 2014/2015. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara model PBMP dengan model PBMP dipadu Mind Mapping terhadap pemahaman konsep IPA siswa SMP; (2) Ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran konvensional dengan model PBMP dan PBMP dipadu Mind Mapping terhadap pemahaman konsep IPA siswa SMP. Model PBMP dan PBMP dipadu Mind Mapping memberikan hasil pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional; (3) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara model PBMP dan PBMP dipadu Mind Mapping terhadap retensi belajar IPA siswa SMP; (4) Ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran konvensional dengan model PBMP dan PBMP dipadu Mind Mapping terhadap retensi belajar IPA siswa SMP. Pembelajaran konvensional memberikan hasil retensi belajar yang paling baik, tetapi jumlah informasi yang dapat diserap pada kelas konvensional paling sedikit. Penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya penerapan Mind Mapping dilaksanakan pada setiap akhir pertemuan pembelajaran, agar siswa terbiasa dengan teknik Mind Mapping dan memberikan hasil yang lebih pasti mengenai pengaruh Mind Mapping
Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret
ABSTRACT Maharani, Suci Ayu. 2016. Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si.Kata Kunci : Jamur Entomopatogen, kerapatan konidia, persentase mortalitas, Helopeltis antoniiJamur entomopatogen Beauveria bassiana dan Verticillium lecanii memiliki potensi digunakan sebagai pengendali hama penghisap buah kakao (Helopeltis antonii). Kerapatan konidia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mortalitas H. antonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii, serta kerapatan konidia yang berbeda terhadap mortalitas H. antonii. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan RAK factorial diulang 3 kali. Penelitian dilakukan bulan Juni 2016 di PTPN XII Banyuwangi, Jawa Timur. Variabel bebas yaitu jenis jamur entomopatogen (B. bassiana dan V. lecanii) dan kerapatan konidia (109, 108, 107 dan 106 konidia/ ml). Jumlah imago H. antonii setiap perlakuan/ ulangan adalah 10 ekor. Variabel terikat berupa persentase mortalitas H. antonii selama sepuluh hari setelah aplikasi. Analisis probit untuk menentukan nilai LT50 dan LC50. Uji anava untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan, jika ada pengaruh dilanjutkan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu efektif jamur entomopatogen terhadap mortalitas H. antonii yaitu hari ke-4 setelah aplikasi. Kerapatan konidia jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii yang efektif berturut-turut pada kerapatan konidia sebesar 6,95 X 106 konidia/ ml dan 4,64 X 106 konidia/ ml. Hasil analisis varian menunjukkan jenis jamur entomopatogen serta interaksi antara dua faktor tidak berpengaruh signifikan. Oleh karena itu jenis jamur B.bassiana dan V. lecanii memiliki kemampuan yang sama dalam mengendalikan H. antonii. Kerapatan konidia yang berpengaruh signifikan dengan kerapatan konidia 109/ ml
Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret
ABSTRACT Maharani, Suci Ayu. 2016. Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si.Kata Kunci : Jamur Entomopatogen, kerapatan konidia, persentase mortalitas, Helopeltis antoniiJamur entomopatogen Beauveria bassiana dan Verticillium lecanii memiliki potensi digunakan sebagai pengendali hama penghisap buah kakao (Helopeltis antonii). Kerapatan konidia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mortalitas H. antonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii, serta kerapatan konidia yang berbeda terhadap mortalitas H. antonii. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan RAK factorial diulang 3 kali. Penelitian dilakukan bulan Juni 2016 di PTPN XII Banyuwangi, Jawa Timur. Variabel bebas yaitu jenis jamur entomopatogen (B. bassiana dan V. lecanii) dan kerapatan konidia (109, 108, 107 dan 106 konidia/ ml). Jumlah imago H. antonii setiap perlakuan/ ulangan adalah 10 ekor. Variabel terikat berupa persentase mortalitas H. antonii selama sepuluh hari setelah aplikasi. Analisis probit untuk menentukan nilai LT50 dan LC50. Uji anava untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan, jika ada pengaruh dilanjutkan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu efektif jamur entomopatogen terhadap mortalitas H. antonii yaitu hari ke-4 setelah aplikasi. Kerapatan konidia jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii yang efektif berturut-turut pada kerapatan konidia sebesar 6,95 X 106 konidia/ ml dan 4,64 X 106 konidia/ ml. Hasil analisis varian menunjukkan jenis jamur entomopatogen serta interaksi antara dua faktor tidak berpengaruh signifikan. Oleh karena itu jenis jamur B.bassiana dan V. lecanii memiliki kemampuan yang sama dalam mengendalikan H. antonii. Kerapatan konidia yang berpengaruh signifikan dengan kerapatan konidia 109/ m
STUDI FILOGENETIK ELANG LAUT PERUT PUTIH (Haliaeetus leucogaster) YANG HIDUP DI PULAU JAWA BERDASARKAN GEN Cytochrome-b (Cyt-b)
Elang Laut Perut Putih merupakan satu-satunya anggota genus Haliaeetus yang dapat ditemukan di Indonesia. Spesies ini hidup di daerah pesisir, hutan pantai dan lepas pantai dan berperan sebagai predator di ekosistem pesisir. Populasi spesies ini, terutama di pesisir selatan Jawa, semakin menurun akibat perburuan liar, perdagangan satwa illegal, deforestasi, dan aktivitas manusia lainnya. Jangkauan distribusi Elang Laut Perut Putih yang sangat luas, dan dengan adanya fragmentasi habitat, memungkinkan terjadinya perubahan pada keanekaragaman genetik dalam satu spesies. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan studi filogenetik terhadap tiga individu Elang Laut Perut Putih yang hidup di Pulau Jawa berdasarkan gen Cytochrome-b (Cyt-b). Penelitian ini dilakukan dengan cara mengekstraksi DNA total dari darah Elang Laut Perut Putih menggunakan High Pure PCR Preparation Kit dari Roche dengan protokol yang dimodifikasi. Amplifikasi gen Cyt-b dengan cara PCR menggunakan sepasang primer hasil desain yaitu HL Cyt-b F1 5’– TAG GAA TCT GCC TGC TGA CA-3’ dan HL Cyt-b R1 5’–TTA GTG GTT GAG AAG TTT GT- 3’. Hasil PCR kemudian dielektroforesis dengan mengguanakan gel agarose 0,8%. Hasil analisis filogenetik berdasarkan gen Cyt-b, dapat disimpulkan bahwa Elang Laut perut putih yang diteliti merupakan spesies Haliaeetus leucogaster yang berkerabat dekat dan membentuk species complex dengan Haliaeetus sanfordi. Kata Kunci: Haliaeetus leucogaster, DNA Barcoding, Cytochrome-b, studi filogeneti