SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatumRuiz & Pav.) TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 6 (IL-6) MENCIT (Mus musculus) GALUR SWISS MODEL RHEUMATOID ARTHRISTIS
ABSTRAK Nurzalia, Eka. 2016. Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) terhadap Kadar Interleukin 6 (Il-6) Mencit (Mus Musculus) Galur Swiss Model Rheumatoid Arthristis. Skripsi., Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Ekstrak Sirih Merah, Il-6, Rheumatoid Arthristis Rheumatoid arthristis (RA) ditandai dengan inflamasi yang menyebabkan pembengkakan pada persendian.Inflamasi yang terjadi pada persendian dimulai dengan proliferasi sel T menjadi T helper yang dapat menstimulasi makrofag untuk menghasilkan Interleukin 6 (Il-6). IL-6 dapat meningkatkan ekspresi sel endotel, meningkatkan permeabilitas vaskular, dan pembebasan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel pada membran sinovial. Pengobatan RA di masyarakat menggunakan Disease Modifying Anti Rheumatic (DMARDs) dan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSIDs) dalam jangka panjang memiliki efek samping yaitu reaksi hipersensitivitas, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta penekanan sistem hematopoetik. Kecenderungan masyarakat beralih dari pengobatan sintetik menjadi herbal memungkinkan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, seperti sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Terapi herbal diduga tidak memiliki efek samping pada kesehatan, dan pembiayaan yang lebih murah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak sirih merah terhadap kadar IL-6. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini berlangsung selama bulan September-November 2015 di Laboratorium Biologi, kandang pemeliharaan Universitas Negeri Malang, dan Laboratorium Faal Universitas Brawijaya. Sampel yang digunakan 30 mencit jantan galur swiss berumur 8 minggu dengan berat 28-30 gr. Mencit dibagi menjadi 6 kelompok yaitu normal, RA, terapi aspirin, terapi ekstrak sirih merah dengan dosis 100 mg/kgBB/hari, 200 mg/kgBB/hari, dan 400 mg/kgBB/hari. Mencit model RA dibuat dengan menyuntikan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) 0,01 ml secara intraperitonial, setelah 7 hari di booster dengan menyuntikkan Incomplete Freund’s Adjuvant (IFA) 0,03 ml di ekstremitas bawah sebelah kiri bawah bagian telapak kaki, kemudian mencit diberi perlakuan selama 3 minggu. Pada akhir perlakuan mencit didislokasi dan diambil darah dari jantung. Serum darah di Uji dengan metode indirect ELISA. Hasil penelitian menunjukkan terapi ekstrak sirih merah menunjukkan kecenderungan penurunan kadar IL-6. Dosis 400 mg/kgBB/day menunjukkan kecenderungan penurunan terbesar kadar IL-6, yaitu 141,5 pg/ml
Pengaruh Jenis Gulma Air Terhadap Penurunan Kadar Kromium (Cr) dalam Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit di Kota Malang
ABSTRAK Isnaini, Arfiatul. 2015. Pengaruh Jenis Gulma Air Terhadap Penurunan Kadar Kromium (Cr) dalam Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Dra. Hawa Tuarita Kata Kunci: Gulma Air, Penurunan Kadar Kromium, Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit Limbah penyamakan kulit merupakan salah satu limbah yang mengandung logam berat krom. Pembuangan air limbah yang tidak memenuhi baku mutu limbah menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah penyamakan kulit telah mencemari sungai sekitar pembuangan limbah. Salah satu upaya yang dilakukanuntuk mengurangi logam berat krom dalam air limbah penyamakan kulit adalah memanfaatkan gulma air terapung (Eicchornia crassipes, Pistia stratiotes, dan Salvinia natans) yang banyak tumbuh di perairan, karena berpotensi dalam mengakumulasi dan menyerap logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis gulma air (Eichornia crassipes, Pistia stratiotes dan Salvinia natans) terhadap penurunan kadar krom total dalam air limbah penyamakan kulit dan organ tanaman gulma air setelah perlakuan serta untuk mengetahui efektivitas jenis gulma air dalam menurunkan kadar krom total dalam air limbah dan penyerapan kadar krom total dalam organ tanaman gulma air. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan, dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Gulma air yang digunakan adalah Eicchornia crassipes, Pistiastratiotes dan Salvinia natans dengan biomassa masing-masing 150 gram. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: air limbah penyamakan kulit tanpa penambahan gulma air (P0), air limbah penyamakan kulit dengan penambahan Eicchornia crassipes (P1), air limbah penyamakan kulit dengan penambahan Pistia stratiotes (P2), dan air limbah penyamakan kulit dengan penambahan Salvinia natans (P3). Variabel yang diamati adalah konsentrasi kadar krom total pada air limbah penyamakan kulit dan organ tanaman gulma air. Data penelitian dianalisis denganUji Anava signifikansi 5% menggunakan Seri Program Statistik Sosial (SPSS) dan adanya pengaruh antar perlakuan dianalisis dengan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gulma air (Eichornia crassipes, Pistia stratiotes dan Salvinia natans) berpengaruh terhadap penurunan kadar krom total dalam air limbah penyamakan kulit dengan perlakuan Pistia stratiotes yangpaling efektif dalam menurunkan kadar krom total dengan nilai rerata paling kecil sebesar 0,12975. Jenis gulma air (Eichornia crassipes, Pistia stratiotes dan Salvinia natans) juga berpengaruh terhadap penyerapan kadar krom total dalam organ tanaman dengan perlakuan Salvinia natans yang paling efektif menyerapkadar krom total dengan nilai krom sebesar 4,43850
UJI AKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL ENTAL MUDA Diplazium esculentum (Retz.) Swartz TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO
ABSTRAK: Diplazium esculentum (Retz.) Swartz (D. esculentum) atau lebih dikenal dengan paku sayur telah banyak dikonsumsi dan digunakan oleh orang terdahulu untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Zat aktif D. esculentum berperan sebagai antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai terapi alternatif infeksi bakteri. Hasil observasi di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang Jawa Timur pada bulan November 2015 menunjukkan jumlah pasien yang terinfeksi Staphylococcus aureus dan Escherichia coli mengalami peningkatan dari tahun 2013 ke tahun 2014. Dibutuhkan antibakteri alternatif yang berpotensi mengatasi infeksi bakteri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh ektrak metanol ental muda D. esculentum dalam berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro dan membandingkan diameter zona hambat yang dibentuk oleh ekstrak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian diketahui ada pengaruh pemberian ekstrak metanol ental muda D. esculentum dalam berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan S. aureus dan E. coli secara in vitro. Konsentrasi ekstrak metanol ental muda D. esculentum yang menghasilkan zona hambat paling besar dalam menghambat pertumbuhan S. aureus adalah konsentrasi 100%, sedangkan konsentrasi ekstrak ental muda D. esculentum yang menghasilkan daya hambat paling besar pada pertumbuhan E. coli adalah konsentrasi 70%. Adanya zona hambat yang terbentuk dikarenakan D. esculentum menghasilkan senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, terpenoid, dan saponin yang dapat merusak dinding sel dan mengganggu permeabilitas membran. Kata Kunci: ekstrak D. esculentum, daya antibakteri, S. aureus, E. col
Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) terhadap Nekrosis Heptosit Mencit Jantan Galur Balb-C
ABSTRAK Megawati. 2015. Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn) terhadap Nekrosis Hepatosit Mencit Jantan Galur Balb-C. Skripsi, Program Studi S1 Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dra. Nursasi Handayani, M.Si, Pembimbing (II): Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata Kunci : Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata Linn), Nekrosis Daun pulutan diketahui memiliki manfaat sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan. Banyaknya manfaat daun pulutan dan banyak dikonsumsi masyarakat untuk tujuan mengobati penyakit, maka keamanan penggunaan daun pulutan ini harus dapat dipastikan aman. Senyawa alkaloid dan tanin pada akar tanaman pulutan bersifat sitotoksik yang dapat menyebabkan nekrosis. Kedua senyawa ini ditemukan pula dalam seduhan daun pulutan. Kesamaan dari kandungan yang terdapat di akar dan daun tanaman pulutan diduga bahwa rebusan simplisia daun pulutan juga dapat bersifat sebagai sitotoksik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) terhadap nekrosis hepatosit mencit jantan galur Balb-C. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan termasuk kontrol, masing-masing dengan 4 ulangan. Pemberian perlakuan rebusan simplisia daun pulutan dengan konsentrasi 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% selama 18 hari terhadap mencit jantan galur balb-C berumur 8-10 minggu. Data yang diperoleh berupa persentase, kemudian ditransformasi dengan arcsin. Data transformasi selanjutnya diuji normalitas, uji homogenitas dan dianalisis dengan ANAVA tunggal. Hasil penelitian menunjukkan rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) tidak berpengaruh terhadap nekrosis hepatosit mencit jantan galur Balb-C. Tahapan nekrosis berupa piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Mulai konsentrasi 10% rebusan simplisia daun pulutan menunjukkan adanya kecenderungan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula persentase nekrosis hepatosit. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa sampai konsentrasi 15% rebusan simplisia daun pulutan (Urena lobata Linn) tidak berpengaruh terhadap terjadinya nekrosis sel hati mencit (Mus musculus) jantan galur balb-C. Mulai konsentrasi 10% rebusan simplisia daun pulutan menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan persentase nekrosis hepatosit mencit jantan galur balb-C
Uji Daya Antifungi Ekstrak Metanol Rhizoma dan Ental Dryopteris hirtipes (Bl) Kuntze terhadap Candida albicans secara In Vitro
ABSTRAK Ariani, Istamaya. 2016. Uji Daya Antifungi Ekstrak Metanol Rhizoma dan Ental Dryopteris hirtipes (Bl) Kuntze terhadap Candida albicans secara In Vitro. Skripsi. Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si. Kata Kunci: daya antifungi, rhizoma Dryopteris hirtipes (Bl) Kuntze, ental Dryopteris hirtipes (Bl) Kuntze, Candida albicans Dryopteris hirtipes (Bl) Kuntze merupakan tumbuhan paku yang tumbuh melimpah di Indonesia. D. hirtipes berpotensi sebagai antifungi karena mengandung tannin, terpenoid, alkaloid, polifenol dan saponin. Potensi D. hirtipes sebagai antifungi Candida albicans perlu diuji secara in vitro. Tujuan penelitian adalah (1) menguji pengaruh jenis ekstrak dari bagian D. hirtipes yang berbeda terhadap penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro, (2) menguji pengaruh konsentrasi ekstrak metanol D. hirtipes terhadap penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro, (3) menguji pengaruh interaksi jenis ekstrak dari bagian tumbuhan yang berbeda dan konsentrasi ekstrak metanol D. hirtipes terhadap penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro, dan (4) menentukan kombinasi jenis ekstrak metanol D. hirtipes dan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan C. albicans secara in vitro. Ekstrak rhizoma dan ental dari D. hirtipes diperoleh melalui metode maserasi kemudian diencerkan dalam 10 tingkat konsentrasi yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan 90% menggunakan solution petit. Uji daya antifungi dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Saboraud Dextrose Agar. Analisis dilakukan dengan ANAVA ganda dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 1%. Simpulan penelitian adalah (1) tidak ada pengaruh jenis ekstrak dari bagian tumbuhan yang berbeda terhadap penghambatan pertumbuhan Candida albicans secara in vitro, (2) ada pengaruh konsentrasi ekstrak methanol D. hirtipes terhadap penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro, (3) ada pengaruh interaksi jenis ekstrak dari bagian tumbuhan yang berbeda dan konsentrasi ekstrak metanol D. hirtipes terhadap penghambatan pertumbuhan C. albicans secara in vitro, dan (4) ekstrak metanol ental D. hirtipes dengan konsentrasi 60% merupakan kombinasi jenis ekstrak dan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan C. albicans
Pengaruh Pakan Berbeda Terhadap Pertambahan Bobot dan Kelulushidupan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) strain Punten.
ABSTRAK Husniya, Luluk. 2016. Pengaruh Pakan Berbeda Terhadap Pertambahan Bobot dan Kelulushidupan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio) strain Punten. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M.Si., (II) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc. Kata Kunci: pakan alami, pakan buatan, Daphnia, cake, pelet, pertambahan bobot benih, kelulushidupan, ikan mas punten. Ikan mas strain punten adalah jenis ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat, sehingga permintaan pasar selalu meningkat setiap tahun. Budidaya ikan mas punten sangat ditentukan oleh jenis pakan yang dikonsumsi, terutama pada stadium benih. Terdapat dua jenis pakan untuk benih ikan, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Salah satu contoh pakan alami yang baik untuk benih ikan mas adalah Daphnia. Contoh pakan buatan yang sering digunakan oleh kalangan pembudidaya adalah pelet. Selain itu juga terdapat pakan buatan berupa cake yang dibuat sendiri di Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Punten untuk ikan yang dibudidayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pakan terhadap pertambahan bobot benih dan kelulushidupan benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) strain punten pada tahapan kebul. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 9 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan kontrol, P1, dan P2 (Pelet, Daphnia, dan cake). Penelitian dilakukan di IBAT Punten, kota Batu. Benih ikan mas punten yang digunakan berumur 14 hari setelah menetas dengan penebaran 5 ekor benih ditampung dalam toples plastik. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari pada pukul 07.00, 12.00, dan 16.00 WIB. Data berupa pertambahan bobot (g) dan kelulushidupan (SR) benih ikan mas punten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan benih ikan mas punten. Pertambahan bobot benih ikan mas tertinggi adalah yang diberikan pakan Daphnia. Persentase kelulushidupan tertinggi ditunjukkan pada benih ikan mas punten yang diberi pakan cake
INTERFERENSI BAHASA JAWA KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMPN 2 BLITAR
ABSTRAK Pramono, Bayu. 2015. Interferensi Bahasa Jawa ke Dalam Bahasa Indonesia Pada Karangan Teks Eksposisi Siswa Kelas VII SMPN 2 Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunoto, M.Pd. (II) Karkono, S.S., M.A Kata Kunci: interferensi, leksikal, morfologis, sintaksis, eksposisi Bahasa merupakan sarana berkomunikasi antarmanusia. Bahasa juga digunakan untuk mengutarakan pendapat, ide, perasaan dan hal-hal yang berkaitan dengan benak dan hati manusia. Bahasa yang dipakai di Kota Blitar dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Jawa, sedangkan dalam proses pem-belajaran di sekolah menggunakan bahasa Indonesia. Perbindahan bahasa secara spontan bisa saja mengakibatkan adanya interferensi bahasa pertama (bahasa Jawa) terhadap bahasa kedua (bahasa Indonesia) atau disebut juga sebagai keka-cauan berbahasa. Interferensi biasa terjadi dalam bentuk unsur kata, struktur kalimat, penulisan kata, dan bunyi bahasa. Dalam penelitian ini dikaji interferensi pada tataran leksikal, morfologis, dan sintaksis bahasa Jawa terhadap bahasa Indo-nesia yang terdapat dalam karangan eksposisi siswa. Peneliti ingin mengetahui bentuk interferensi yang terjadi di SMPN 2 Blitar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan interferensi bahasa Jawa yang dilakukan oleh siswa dalam menulis teks eksposisi. Subfokus dalam penelitian ini mendiskripsikan tentang bentuk-bentuk interferensi leksikal, morfologis, dan sintaksis bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Blitar. Data penelitian berupa penulisan kata, kata yang berafiksasi, struktur frasa, dan struktur kalimat bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia. Data tersebut didasarkan pada pembelajaran kompetensi dasar menulis teks eksposisi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memindai setiap karangan siswa, sedangkan analisis data dimulai dari tahap mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, dan menyim-pulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan: (1) inter-ferensi leksikal bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia dalam karangan eksposisi berbahasa Indonesia siswa. (2) interferensi morfologis bahasa Jawa terhadap bahasa Indonesia pada tataran afiksasi dan reduplikasi, dan (3) Interferensi sintaksis yang terjadi pada tataran frasa dan kalimat. Diduga interferensi yang terjadi dalam ragam tulis siswa ini adalah adanya penggunaan struktur ragam bahasa lisan (bahasa Jawa) ke dalam struktur ragam bahasa tulis (bahasa Indonesia) yang tidak sesuai dengan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Hal tersebut karena situasi dan kondisi keberadaan peserta tutur dalam lingkup Jawa yang tidak lepas dari penggunaan bahasa Jawa dalam kesehariannya. Hasil penetian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi perkem-bangan teori sosiolinguistik. Penelitian ini juga bermanfaat bagi pendidik/guru sebagai pijakan dalam membimbing dan mengarahkan siswa tentang penggunaan struktur bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat menjadikan siswa memahami dengan benar. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upaya meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia siswa, khususnya dalam penggunaan kaidah bahasa yang baik dan benar sesuai tata bahasa yang berlaku. Penelitian ini juga bermanfaat untuk peneliti lain di dalam meneliti interferensi bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik Pada Materi Sistem Koordinasi Manusia
ABSTRACT Anggraini, S.M. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik Pada Materi Sistem Koordinasi Manusia. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.Kata kunci: multimedia interaktif, android, motivasi, hasil belajarBerdasarkan wawancara dan penyebaran angket kelas XII MIPA 4 terlihat, SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik memiliki fasilitas yang lengkap salah satunya terdapat Wi-Fi, selain itu siswa diperbolehkan membawa handphone. Sebanyak 70,83% siswa telah memiliki handphone yang dilengkapi sistem operasi Android. Sebanyak 62,5% siswa mengaku handphone mereka hanya digunakan untuk komunikasi melalui sosial media daripada digunakan untuk belajar. Pembelajaran yang berpusat pada power point tanpa siswa ikut berpartisipasi menyebabkan mereka merasa bosan dan motivasinya rendah. Indikator motivasi rendah diketahui sebanyak 37,5% siswa tidak fokus, 54,17% siswa kurang semangat, 58,33% siswa kurang perhatian, 45,83% siswa melamun. Motivasi belajar rendah menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Solusi yang paling tepat untuk masalah ini yaitu mengembangkan multimedia interaktif berbasis android. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu mengembangkan multimedia interaktif berbasis android, menguji kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan motivasi siswa. Model penelitian pengembangan yang digunakan yaitu model Lee and Owens (2004) dengan prosedur pengembangan terdiri dari: (1) penilaian/analisis kebutuhan yang terdiri dari dua bagian utama yaitu penilaian kebutuhan dan analis ujung depan; (2) desain; (3) pengembangan dan implementasi; (4) evaluasi. Jenis data penelitian dan pengembangan berupa data kuantitatif dan data kualitatif didapatkan dari ahli materi, ahli media, praktisi lapangan, dan siswa. Produk hasil pengembangan multimedia interaktif berbasis android ini terdiri dari sembilan komponen utama meliputi: (1) halaman pembuka, (2) halaman pengantar, (3) uji kompetensi awal, (4) menu utama, (5) menu kompetensi, (6) menu materi, (7) uji kompetensi akhir, (8) menu referensi, dan (9) menu pengembang. Penyajian materi sebagian besar menggunakan audio dan didukung adanya ilustrasi gambar yang sesuai dengan penjelasan materi. Penyajian materi juga didukung adanya animasi video dan video kontekstual tentang fenomena yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh nilai sebesar 91%, 96%, 94%. Hasil uji kepraktisan kelompok uji coba awal dan uji coba lapangan diperoleh nilai sebesar 89,60% dan 91,03%. Hal ini membuktikan bahwa multimedia interaktif berbasis android yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran, selain itu juga sangat praktis. Rata-rata hasil belajar (kognitif, afektif, psikomotor) yang diperoleh setelah menggunakan multimedia interaktif berbasis android secara berurutan 91,02; 84,94; 92,43. Hal ini membuktikan bahwa multimedia yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil perhitungan motivasi melalui angket meningkat dari 62,31% (Cukup) menjadi 74,39% (Baik). Hasil perhitungan motivasi melalui observasi juga meningkat pada tiap pertemuan dengan rata-rata persentase 74,48% (Baik), sehingga disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis android yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, efektif, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Materi Plantae pada Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri
ABSTRACT Wafi, Shabrina Hibatul. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Materi Plantae pada Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.Kata Kunci: group investigation, motivasi, hasil belajar.Group Investigation adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang lebih menekankan pada keterlibatan siswa mulai perencanaan sampai dengan evaluasi. Keterlibatan siswa dalam setiap tahapan model Group Investigation akan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Motivasi dan hasil belajar materi Plantae Siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation.Penelitian dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi Plantae X MIA 1 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri. Motivasi belajar yang diteliti mencakup 4 indikator, yaitu Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Hasil belajar yang diteliti mencakup dua ranah, yaitu ranah kognitif dan psikomotor.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas mengacu pada model Kemmis & Mc. Taggart dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian, yaitu siswa X MIA 1 SMA Negeri 1 Gurah yang berjumlah 37 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, catatan lapangan, kuesioner motivasi, lembar investigasi siswa, soal tes akhir siklus, dan dokumentasi. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 3 siklus pada Desember 2015-14 Maret 2016. Data dianalisis dengan teknik triangulasi data yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Motivasi belajar Biologi siswa X MIA 1 dengan model pembelajaran Group Investigation mengalami peningkatan dari siklus I, II, dan III. Model Group Investigation menarik perhatian dan kepuasan siswa karena siswa diberikan kesempatan merancang kegiatan belajarnya sehingga motivasi belajar Biologi siswa meningkat. Hasil belajar materi Plantae ranah kognitif siswa X MIA 1 dengan model pembelajaran Group Investigation mengalami peningkatan dari siklus I, II, dan III. Model Group Investigation memberikan kesempatan kepada siswa menuangkan pemikiran dan idenya. Hasil belajar materi Plantae ranah psikomotor siswa X MIA 1 dengan model pembelajaran Group Investigation mengalami peningkatan dari siklus I, II, dan III. Peningkatan hasil belajar Biologi ranah psikomotor, karena siswa terbiasa dengan kegiatan presentasi. Saran bagi peneliti berikutnya adalah: (1) bimbingan guru selama pelaksanaan pembelajaran dengan model Group Investigation diperlukan agar siswa dapat bekerja mandiri bersama kelompoknya, (2) kondisi kelas harus nyaman saat pelaksanaan pembelajaran dengan model Group Investigation, (3) pelaksanaan model Group Investigation dengan jangka waktu lama sebaiknya dipadukan dengan media pembelajaran interaktif untuk mengurangi kebosanan siswa dalam pembelajaran. ABSTRACT Wafi, Shabrina Hibatul. 2016. Application of Group Investigation Learning Model to Improving Motivation and Learning Outcomes of Plantae Material in Science 10th Grade Students of SMA Negeri 1 Gurah on Kediri City. Study Program of Biology Education, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Science. State University of Malang. Supervisors: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.Keywords: group investigation, motivation, learning outcomes.Group Investigation is one of the types in cooperative learning process which emphasizes students’ involvement from planning to evaluation. Students’ involvement in every stage of Group Investigation will improve their motivation and learning outcomes. The motivation and learning outcomes of students’ Plantae lesson can be improved by applying group investigation learning model.This research is conducted on purpose to improve motivation and learning outcomes in Plantae Lesson of X MIA 1 SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten Kediri. Learning motivation analysis consist of 4 indicators, they are: Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction. Learning outcomes analysis consist of two fields, they are cognitive and psychomotor.Type of research used is Class Action Research refers to Kemmis & Mc. Taggart model with qualitative descriptive approach. The subject of this study is X MIA 1 students of SMA Negeri 1 Gurah with total 37 students. Data collection collected through observation, field record, motivation questionnaire, student investigation sheet, late cycle test question, and documentation. This Class Action Research consists of 3 cycles in December 2015- 14 March 2016. The data were analyzed using data triangulation technic which consist of 3 stages, they are data decreased, data presentation, and drawn conclusion.Biology learning motivation of X MIA 1 students with Group Investigation learning model shows improvement from cycle I, II, and III. Group Investigation model drawn students’ attention and satisfaction because they were given chances to design their learning process, so the motivation in learning Biology is improving. Learning outcomes of Plantae lesson in cognitive field shows improvement in cycles I, II, and III. Group Investigation model give opportunities for students to present their thought and ideas. Learning outcomes of Plantae lesson in psychomotor field of X MIA 1 students with Group Investigation learning model shows improvement from cycle I, II, and III. Improvement of Biology Learning outcomes in psychomotor field because the students accustomed to presentation activity. The suggestions from the writer are: (1) teacher gives guidance during Group Investigation learning model in order the students are able to work independently with their group, (2) condition of class should be comfortable to learn with Group Investigation model, and (3) implementation of Group Investigation model with long period ussually combined with interactive learning media to reduce boredom of students in learning
Pengaruh Konsentrasi Urine Sapi Brahman (Bos taurus indicus Linn.) terhadap Pertumbuhan Bibit Cabai Rawit (Capsicum frutescens Linn.).
ABSTRACT Maretta, Wahidah Fitria Nur. 2016. Pengaruh Konsentrasi Urine Sapi Brahman (Bos taurus indicus Linn.) terhadap Pertumbuhan Bibit Cabai Rawit (Capsicum frutescens Linn.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes.Kata Kunci: sapi Brahman, urine, pertumbuhan bibit tanaman, cabai rawitCabai rawit (Capsicum frutescens Linn) merupakan salah satu komoditas pertanian yang umumnya dibudidayakan. Budidaya cabai rawit umumnya menggunakan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik dikhawatirkan berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan, sehingga pupuk organik semakin dikembangkan. Sapi Brahman (Bos taurus indicus Linn.) memiliki daya adaptasi yang baik terhadap pakan dan kondisi lingkungan sehingga banyak diminati oleh masyarakat sebagai hewan ternak. Jumlah urine sapi yang dihasilkan oleh 100 ekor sapi sebanyak 1.500 hingga 2.000 liter per hari. Urine sapi mengandung Nitrogen sebanyak 0,58%, Fosfor sebesar 126 ppm, dan Kalium sebesar 0,94 me/100 gram sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urine sapi terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit (Capsicum frutescens Linn,). Penelitian merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2016 di Green House Jurusan Biologi dan Laboratorium Ekologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pengujian kandungan unsur dalam fermentasi urine sapi dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Konsentrasi urine sapi yang digunakan yaitu 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% yang diaplikasikan pada hari ke-10 hari setelah semai. Parameter pertumbuhan bibit cabai rawit meliputi tinggi batang, jumlah daun, luas daun, biomassa, dan panjang akar. Pengukuran parameter pertumbuhan dilakukan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi urine sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit yang meliputi tinggi batang, jumlah daun, luas daun, dan panjang akar. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa fermentasi urine sapi mengandung Nitrogen sebesar 0,128%, Fosfor sebesar 0,008%, Kalium sebesar 0,329%, C organik sebesar 0,086%, dan bahan organik sebesar 0,086%. Konsentrasi fermentasi urine sapi 0% memberikan pengaruh yang lebih baik untuk pertumbuhan bibit cabai rawit dibandingkan dengan konsentrasi lain