SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PROFIL DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA NEGERI DI KOTA MALANG
RINGKASANJannah, A. M. 2019. Profil dan Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.Kata Kunci : kemampuan literasi sains, IPA, IPS.Pendidikan saat ini diarahkan untuk mempersiapkan siswa agar sukses hidup di abad 21. Kecakapan abad 21 yang harus dimiliki siswa disingkat menjadi 4C yakni berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving skill), berkomunikasi (communication skill), kreativitas dan inovasi (creativity and innovation), dan kolaborasi (collaboration). Selain kecakapan 4C, siswa juga harus menjadi individu literat atau berliterasi. Salah satu kemampuan literasi yang harus dimiliki siswa yaitu kemampuan literasi sains. Kemampuan literasi sains penting dimiliki oleh semua individu untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab pada berbagai permasalahan yang memerlukan pengeta-huan dan pemahaman sains. Survei yang dilakukan oleh Program for Internatio-nal Student Assessment (PISA) menunjukkan hasil mengenai rata – rata skor prestasi literasi sains di Indonesia masih jauh di bawah rata – rata internasional. Pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat 62 dari 70 negara. Pembelajaran literasi sains di sekolah erat kaitannya dengan Kompetensi Inti (KI) 4 yang terdapat pada Kurikulum 2013. Siswa IPA dan IPS di SMA menganut KI 4 yang sama sehingga literasi sains harus dimiliki siswa IPA maupun siswa IPS. Kemampuan literasi sains siswa di Kota Malang perlu diteliti agar hasil yang diperoleh dapat dijadikan refleksi dan bahan pertimbangan pengambilan kebijakan pendidikan yang akan diterapkan. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan profil kemampuan literasi sains pada siswa SMA Negeri Kelas XI di Kota Malang, untuk mengetahui perbedaan profil kemampuan literasi sains siswa IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Malang dan untuk mendeskripsikan faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains siswa SMA Negeri Kelas XI di Kota MalangPenelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang berarti penelitian yang dilakukan akan mendeskripsikan profil dan faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains SMA Negeri di Kota Malang. Penelitian ini menyajikan penelitian secara deskriptif dan data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif tersebut ialah hasil tes kemampuan literasi sains siswa. Sedangkan data kualitatif berupa hasil angket dan wawancara mengenai faktor – faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains dan hasil saran validator. Profil kemampuan literasi sains siswa SMA Negeri dianalisis menggunakan persentase sedangkan profil perbedaan kemampuan literasi sains siswa SMA Negeri IPA dan IPS dianalisis menggunakan uji anava tunggal dan persentase. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains siswa dianalisis menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kemampuan literasi sains siswa SMA Negeri di Kota Malang termasuk dalam kriteria rendah dengan persentase rerata skor yang didapat sebesar 49,12%. Profil kemampuan literasi sains siswa IPA dan IPS SMA Negeri di Kota Malang tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains siswa antara lain kualitas proses pembelajaran, sikap siswa terhadap sains dan minat baca siswa
. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung
RINGKASANAfiva, Fitria Rahma. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (2) Dra. Eko Sri Sulasmi,M. S.Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, keterampilan komunikasi, hasil belajarKurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang penerapan-nya mewajibkan siswa dapat menguasai salah satu aspek yang penting yaitu aspek komunikasi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 9 Oktober s/d 6 November 2018 di SMAN 1 Tulungagung di-ketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada guru. Keterampilan komunikasi siswa juga masih rendah, terbukti dari keterampilan komunikasi siswa pada aspek bertanya. Saat siswa diberi kesempatan untuk bertanya hanya 47% siswa yang aktif bertanya. Ketuntasan belajar dilihat dari hasil tes formatif siswa masih rendah dengan persentase siswa yang belum mencapai KKM adalah 60%. Kedua aspek tersebut menunjukkan persentase yang masih rendah sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran yang mampu me-ningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan dalam penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung.Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan kelas, observasi, dan refleksi. Penelitian menggunakan materi pada KD 3.10 dan 4.10, serta KD 3.11 dan 4.11. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Tulungagung dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung yang berjumlah 36 orang terdiri dari 13 laki-laki dan 23 perempuan. Data yang dikumpulkan selama penelitian adalah keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dari aspek guru dan siswa dengan instrumen lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dari aspek guru dan siswa, keterampilan komunikasi tulis dengan instrumen penilaian laporan peng-amatan, keterampilan komunikasi lisan dengan instrumen lembar observasi keterampilan komunikasi lisan, dan hasil belajar kognitif siswa dengan instrumen tes akhir siklus I dan siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi lisan siswa pada siklus I sebesar 80,38% meningkat menjadi 87,84% pada siklus II, sedangkan keterampilan komunikasi siswa tulis pada siklus I sebesar 78,89% meningkat menjadi 88,13% pada siklus I. Hasil belajar dari aspek kognitif pada siklus I sebesar 78,56% meningkat menjadi 83,50% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian adalah model pembelajaran Inkuiri Terbimbing meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Tulungagung. Saran dari guru harus selalu mengingatkan siswa mengenai alokasi waktu pembelajaran, guru harus menjelaskan mengenai model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan menjelaskan maksud prosedur pengamatan beserta contoh terlebih dahulu
Perbedaan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square
Keterampilan berpikir kritis diperlukan siswa sebagai jembatan berpikir dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang semakin kompleks. Siswa memiliki keterampilan berpikir kritis yang masih rendah dan selalu mengandalkan contoh serta penjelasan guru dalam pembelajaran. Hasil belajar kognitif dapat dipengaruhi oleh cara mengajar guru di dalam kelas. Pemberdayaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai di dalam kelas. Salah satunya adalah pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme. Pembelajaran Problem-Based Learning difokuskan untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Pembelajaran Think Pair Square yang fokus utamanya merupakan keterampilan sosial dan prestasi akademik juga dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan rancangan embedded design. Populasi penelitian mencakup semua siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Malang tahun pelajaran 2018/2019. Sampel terpilih menggunakan teknik cluster random sampling yakni kelas X MIPA 2 sebagai kelas pembelajaran Think Pair Square, dan kelas X MIPA 6 sebagai kelas pembelajaran Problem-Based Learning. Data primer berupa data kuantitatif diperoleh dari hasil tes keterampilan berpikir kritis dan tes hasil belajar kognitif, dan dianalisis menggunakan uji hipotesis anakova pada taraf signifikansi 95% dengan nilai α 0,05. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara guru dan siswa, UKBM serta pembelajaran di kelas lalu dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran Think Pair Square memiliki keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Learning dengan kovariat (pretest) juga berpengaruh pada kedua variabel terikat. Nilai rerata keterampilan berpikir siswa pada pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Square masing-masing 71,2 dan 75,5. Sedangkan nilai hasil belajar kognitif secara berurutan sebesar 80,5 dan 82,7
Identifikasi dan Observasi Histologi Letak Fungi Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystix DC.)
RINGKASANParamita, Dhea. 2019. Identifikasi dan Obeservasi Histologi Letak Fungi Endofit yang Diisolasi dari Tanaman Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.). Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (1) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Dr. Sulisetijono, M. Si. Kata Kunci: fungi endofit, daun jeruk purut, ranting jeruk purut Fungi endofit merupakan kelompok fungi yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan kerusakan struktur jaringan tumbuhan inangnya. Fungi endofit yang berhasil diisolasi dari tumbuhan inangnya dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tumbuhan inangnya. Sumber isolat fungi endofit dapat berasal dari tanaman berkhasiat obat, salah satunya yaitu tanaman jeruk purut (Citrus hystrix DC.). Tanaman ini mengandung beberapa senyawa aktif yaitu alkaloid, polifenol, minyak atsiri, tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi fungi endofit yang diisolasi dari daun dan ranting tanaman jeruk purut secara in vitro, dan 2) Menentukan letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting tanaman jeruk purut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Pebruari-Mei 2019 di Laboratorium bidang Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Obyek penelitian ini adalah fungi endofit yang hidup bersimbiosis di dalam daun dan ranting tanaman jeruk purut. Isolasi dilakukan secara aseptik dengan cara meletakkan potongan daun dan ranting jeruk purut di permukaan medium lempeng PDA, kemudian diinkubasikan dengan suhu 25-270C selama 3-7x24 jam. Setiap macam fungi endofit yang berhasil diisolasi kemudian dideskripsikan melalui pengamatan makroskopis koloni dan mikroskopis. Hasil deskripsi tersebut kemudian dirujukkan pada buku kunci identifikasi fungi untuk menentukan nama spesies fungi endofit. Observasi letak fungi endofit dalam jaringan daun dan ranting jeruk purut dilakukan melalui pembuatan preparat irisan paradermal, longitudinal, dan transversal yang kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat 7 spesies fungi endofit yang berhasil diisolasi dan diidentifikasi dari tanaman jeruk purut, pada daun jeruk purut yaitu Colletotrichum alienum, Mycelia sterilia, C. queensiandicum, C. camalliae, dan C. siamense. Pada ranting jeruk purut ditemukan C. queensiandicum, C. gleosporioides, dan C.psidii; 2) hifa fungi endofit pada jaringan daun jeruk purut ditemukan di permukaan luar dinding sel: epidermis atas, palisade, dan sponsa, sedangkan dalam jaringan ranting jeruk purut ditemukan pada permukaan luar dinding sel: epidermis dan parenkima korteks
PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 SUTOJAYAN, KABUPATEN BLITAR
RINGKASANSuhartatik, Anis. 2019. Penerapan Inkuiri Terbimbing Dipadu Numbered Head Together untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Sutojayan, Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S (2) Dr. Sueb, M.Kes.Kata kunci: inkuiri terbimbing, NHT, keterampilan komunikasi, hasil belajarBerdasarkan observasi di SMAN 1 Sutojayan telah diketahui lemahnya siswa berkomunikasi dalam pembelajaran. Kelemahan siswa dalam berkomuniksi membuat guru menunjuk siswa secara langsung. Selain itu, hasil ulangan harian yang termasuk hasil belajar siswa yang saat ini kelas XI MIPA 1 pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan 70% belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar melalui penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu dengan Numbered Head Together (NHT).Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan minimal dilakukan 2 siklus tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian siswa kelas X MIPA 1. Data keterlaksanaan pembelajaran, keterampilan komunikasi, hasil belajar afektif, dan psikomotor diperoleh dari observasi selama pembelajaran menggunakan lembar observasi. Data hasil belajar kognitif didapatkan dari pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing Dipadu Numbered Head Together sudah terlaksana dengan sangat baik. Keterampilan komunikasi lisan siswa meningkat dari 68,6% pada siklus I menjadi 86,3% pada siklus II. Hasil belajar kognitif didapatkan N-Gain 0,70 pada siklus I meningkat menjadi 0,80 pada siklus II. ketuntasan klasikal 78,56% pada siklus I meningkat menjadi 88,9% pada siklus II. Hasil belajar dari aspek psikomotor meningkat dari 90,1% pada siklus I menjadi 97,1% pada siklus II. Hasil belajar dari aspek psikomotor meningkat dari 93,9% pada siklus I menjadi 98,6% pada siklus II.Simpulan pada penelitian ini penerapan inkuiri terbimbing dipadu Numbered Head Together dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar siswa X MIPA 1 SMAN 1 Sutojayan
Analisis Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Sedimen Dan Kupang Putih (Corbula faba Hinds) Di Muara Sungai Porong, Sidoarjo
RINGKASANLestari, R.F. 2019. Analisis Logam Berat Kadmium (Cd) pada Sedimen dan Kupang Putih (Corbula faba Hinds) di Muara Sugai Porong, Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Sueb, M.Kes, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.Kata Kunci : logam berat, kadmium, sedimen, dan Corbula faba HindsBanyak industri di Indonesia yang membuang limbahnya ke sungai atau laut sehingga mencemari air sungai dan dampak terakhir akan mencemari air laut seperti Sungai Porong yang merupakan salah satu sungai besar yang terletak di daerah Sidoarjo. Sungai ini digunakan sebagai kegiatan ekonomi seperti kegiatan pertanian, pemukiman, dan tambak sehingga mengakibatkan seluruh material akan terakumulasi di daerah muara sungai. Buangan limbah yang masuk ke dalam Muara Sungai Porong mengakibatkan perubahan pada faktor fisika, kimia dan biologis di perairan. Faktor kimia yang bertambah di dalam perairan salah satunya yaitu logam berat. Logam berat tidak dapat terdegradasi di alam dan bersifat sangat toksik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kadar logam Cd dalam sampel sedimen berdasarkan jarak titik pengambilan sampel dari muara ke laut, untuk mengetahui perbedaan kadar logam Cd dalam sampel Corbula faba Hinds berdasarkan jarak titik pengambilan sampel dari muara ke laut dan untuk mengetahui hubungan kadar logam Cd dalam sedimen dan kadar logam Cd dalam Corbula faba Hinds.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2019 dengan pengambilan sampel sedimen dan Corbula faba Hinds di Muara Sungai Porong, Sidoarjo. Sampel dianalisis menggunakan AAS di Laboratorium Kimia, Universitas Brawijaya.Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu Purposive Sampling dengan mengukur kadar salinitas air di muara yang diindikasikan bahwa Corbula faba Hinds dapat hidup di daerah tersebut. Pengambilan sampel ditentukan pada 5 titik dengan titik awal bertempat dimuara kemudian titik selanjutnya ditentukan secara lurus hingga ke laut. Jarak antara titik pengambilan sampel ditentukan sebesar 300 m dan terdiri dari 3 ulangan. Cara pengambilan sampel ditentukan dari titik tengah kesamping kanan dan samping kiri berjarak 5 m. jarak dari titik 0 ke titik 1 yaitu 300 m, titik 0 ke titik 2 yaitu 600 m, titik 0 ke titik 3 yaitu 900 m, titik 0 ke titik 4 yaitu 1.200 m dan titik 0 ke titik 5 yaitu 1.500 m. Kemudian sampel sedimen dan Corbula faba Hinds yang telah diambil dimasukkan ke dalam box ice dan dibawa ke laboratorium untuk di uji AAS. Analisis data untuk mengetahui perbedaan antar variabel digunakan uji Anava Tunggal, dan untuk mengetahui hubungan digunakan uji Korelasi Pearson.Hasil dari penelitian ini yaitu kadar logam Cd dalam sedimen berdasarkan jarak titik pengambilan sampel hasil uji Anava Tunggal bahwa kadar Cd dalam sedimen berbeda secara signifikan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan bahwa titik 3 dan 4 berbeda nyata dengan stasiun 1, 2, dan 5. Kadar logam Cd dalam sampel Corbula faba Hinds berdasarkan titik pengambilan yaitu kadar Cd dalam Corbula faba Hinds tidak berbeda nyata. Hubungan kadar logam Cd dalam sedimen dengan kadar logam Cd dalam Corbula faba Hinds berdasarkan uji Korelasi Pearson didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan atau korelasi antara kadar logam Cd dalam sedimen dengan kadar logam Cd dalam Corbula faba Hinds
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Keterampilan Kolaborasi Siswa Kelas X SMAN 8 Malang
Pembelajaran biologi disekolah belum mencapai kompetensi yang diharapkan, banyak siswa yang belum terlatih untuk menggunakan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan kolaborasi di dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 67 siswa kelas X SMAN 8 Malang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif mereka masih kurang dibuktikan dengan rata-rata skor keterampilan berpikir kreatif sebesar 37% (kurang) dan untuk hasil studi pendahuluan berupa penyebaran angket kepada 67 siswa kelas X SMAN 8 Malang menunjukkan jika keterampilan kolaborasi mereka sangat baik dibuktikan dengan rata-rata skor keterampilan kolaborasi sebesar 78% (selalu). Namun, pada saat observasi pembelajaran di dalam kelas, mereka cenderung untuk bekerja secara individu di dalam kelompok selain itu siswa yang sudah selesai mengerjakan UKBMnya akan membiarkan temannya untuk menyalin jawabannya sehingga keterampilan kolaborasi mereka dapat dikatakan masih kurang. Hal ini disebabkan guru menggunakan metode ceramah di dalam pembelajaran dan pembelajaran di dalam kelas di dominasi dengan pengerjaan UKBM serta jarang di lakukan observasi di luar kelas. Sehingga dalam penelitian ini ditawarkan model Problem Oriented Project Based Learning (POPBL) guna mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran POPBL terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan kolaborasi siswa kelas X SMAN 8 Malang.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-postest non-equivalent control group design. Instrumen yang digunakan berupa silabus, RPP, Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran (LKP) untuk mengukur variabel bebas dan soal uraian, angket peer assessment, observasi pembelajaran digunakan untuk mengukur variabel terikat. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan ANAKOVA (Analisis Kovarian).Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan tahapan pembelajaran di kelas ekperimen dengan nilai rata-rata 89%-100%, maka secara garis besar tahapan model pembelajaran telah dilaksanakan secara konsisten dan sesuai dengan tahapan pembelajaran. Hasil ANAKOVA menunjukkan jika model POPBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan kolaborasi siswa dengan nilai berturut-turut p-value = (0,000
Isolasi dan Identifikasi Spesies Kapang Kontaminan pada Biji Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Pasar Tradisional Kota Malang
RINGKASANMaulita, Fitria. 2019. Isolasi dan Identifikasi Spesies Kapang Kontaminan pada Biji Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Pasar Tradisional Kota Malang. Skripsi. Program Studi Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Sitoremsi Prabaningtyas, S.Si, M.Si.Kata Kunci: Kapang kontaminan, biji kedelai, pasar tradisionalBiji kedelai dapat mengalami kerusakan, penyebab kerusakan tersebut antara lain: karena pemanenan yang kurang cermat, serangan serangga hama di lahan pertanian, dan gigitan serangga di tempat penyimpanan biji sebelum dijual, serta terkontaminasi oleh kapang kontaminan di pasar. Kerusakan pada biji-bijian karena gigitan serangga hama akan menyebabkan spora kapang kontaminan masuk dan berkembang biak di dalam biji, sehingga menyebabkan biji mengalami kerusakan seperti: biji berlubang, berserbuk, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar mikotoksin. Tujuan penelitian ini ialah: 1) mengisolasi dan mengidentifikasi semua spesies kapang kontaminan pada biji kedelai yang dijual di beberapa pasar di Kota Malang, 2) menentukan spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti, dan 3) mengkaji dampak cemaran kapang kontaminan terhadap penurunan kualitas biji kedelai berdasarkan kajian pustaka. Data akan diperoleh melalui metode observasi, deskripsi, dan identifikasi semua spesies kapang kontaminan yang ditemukan pada biji kedelai yang diteliti. Observasi dan pengambilan sampel biji kedelai dilakukan di lima pasar di Kota Malang, yaitu Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Besar, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Mergan. Sampel biji kedelai dari kelima pasar dicampur dan diinokulasi untuk mengisolasi kapang kontaminan dalam biji kedelai. Selanjutnya dilakukan identifikasi dengan deskripsi morfologi koloni dan mikroskopis kapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ditemukan 7 spesies kapang kontaminan pada sampel biji kedelai yaitu: Scopulariopsis brevicaulis, Penicillium frequentans, Aspergillus tamarii, Mycelia sterilia I, Aspergillus oryzae, Aspergillus ochraceus, dan Mycelia sterilia II.; 2) spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti yaitu Aspergillus ochraceus; 3) cemaran kapang berdampak terhadap penurunan kualitas biji kedelai, misalnya: tekstur biji berserbuk, hancur, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar oleh mikotoksin yang dapat dihasilkan oleh kapang kontaminan penghasil mikotoksin
Pengembangan Media Diagram Roundhouse Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen.
Konsep pembelajaran yang berkembang saat ini terfokus pada proses-proses aktif, kognitif dan konstruktif dalam pembelajaran yang bermakna. Penyusunan Diagram Roundhouse didasarkan prinsip konstruktivisme, sehingga siswa dapat membangun pengetahuan dengan menggunakan berbagai hubungan di dalam pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran Diagram Roundhouse yang memenuhi kelayakan, kepraktisan dan keefektifan pada materi Sistem Koordinasi Manusia kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Pengambilan data dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam pengembangan media Diagram Roundhouse adalah ADDIE. Hasil pengembangan ditunjukkan dari hasil uji kelayakan oleh ahli validator materi yaitu 100%, validator media 95%, dan praktisi lapangan 86,19%. Selanjutnya hasil uji keefektifan media yang dihitung menggunakan rumus Hake untuk mengetahui nilai g dari rata-rata nilai pretest dan posttest. Nilai g yang diperoleh adalah 0,34 menunjukkan bahwa media cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN DISERTAI LEMBAR KEGIATAN SISWA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENYELESAIAN MASALAH LINGKUNGAN DI SEKITAR MA AL ITTIHAD PONCOKUSUMO MALANG
Setyawan, Dyanita Neswari. 2019. Pengembangan Buku Panduan disertai Lembar Kegiatan Siswa melalui Pemanfaatan Limbah Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Penyelesaian Masalah Lingkungan di sekitar MA Al Ittihad Poncokusumo Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S. Kata kunci : Buku panduan disertai LKS, limbah, problem based learning, keterampilan penyelesaian masalah MA Al Ittihad merupakan salah satu madrasah yang terletak di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan hasil bahwa keterampilan penyelesaian masalah siswa rendah. Rendahnya keterampilan penyelesaian masalah yang dimiliki siswa diduga disebabkan oleh kurangnya bahan ajar dan kurang efektifnya model pembelajaran yang digunakan guru dalam membelajarkan biologi khususnya materi mengenai perubahan lingkungan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pemberian sumber belajar yang digunakan dengan model pembelajaran yang tepat pada siswa. Buku panduan disertai LKS yang disusun, secara umum berisi cara pemanfaatan limbah menjadi kerajinan dan pupuk. Buku panduan disertai dengan LKS berbasis problem based learning, sebagai tempat siswa untuk menuliskan gagasan, hipotesis, solusi, hingga evaluasi dari solusi permasalahan, sehingga dapat mengukur proses hingga hasil dari produk yang dibuat oleh siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan bahan ajar ini adalah mengembangkan buku panduan disertai LKS pemanfaatan limbah berbasis problem based learning yang dapat meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah perubahan lingkungan di sekitar MA Al Ittihad Poncokusumo Malang. Metode penelitian yang menggunakan model pengembangan ADDIE. ADDIE terdiri atas 5 tahapan yaitu tahap analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (develop), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluate). Buku panduan disertai LKS di validasi oleh 1 ahli materi, 1 ahli media dan 1 praktisi lapangan dan diuji coba pada 39 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan disertai lembar kegiatan siswa dinyatakan sangat valid, dengan persentase validasi oleh ketiga validator sebesar ahli materi (98,4 %), ahli media (96,67 %) dan praktisi lapangan (94,43 %). Analisis data hasil uji coba juga menunjukkan kepraktisan produk sebesar 81,036 % yang masuk dalam kriteria sangat praktis, dengan revisi kecil apabila dilihat dari desain dan kegrafisan. Uji keefektifan mendapatkan gain score sebesar 0,75 yang berarti tingkat efektifitas media tinggi. Buku panduan disertai LKS efektif dalam meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah pada keenam indikator, yaitu identifikasi masalah (25,6 %), identifikasi strategi (36,4 %), mengusulkan hipotesis solusi (52,6 %), evaluasi solusi (62,5 %) dan evaluasi hasil (36,7 %). Pada indikator implementasi solusi mendapatkan rerata skor sebesar 17, 10.5 dan 3 dari skor maksimal 20, 12 dan 4. Secara keseluruhan indikator keterampilan penyelesaian masalah siswa telah meningkat dan hal tersebut menunjukkan bahwa buku panduan disertai LKS dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah siswa