SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPA 6 SMAN 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT Arfiani, Lina.2014.Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPA 6 SMAN 10 Malang.Skripsi.Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang .Pembimbing:(I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata Kunci:  Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Kemampuan  Berpikir KritisHasil observasi awal di kelas X IPA SMA Negeri 10 Malang menunjuk- kan pembelajaran di kelas didominasi dengan ceramah. Ceramah membuat siswa pasif dalam belajar karena siswa langsung menerima ilmu dari guru tanpa berusa- ha menemukan sendiri. Keadaan siswa yang pasif membuat keterampilan proses sains siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Indikator rendahnya keterampilan proses sains ditunjukkan dengan kesulitan siswa ketika mengerjakan tugas penelitian sederhana yang diberikan oleh guru. Indikator kemampuan berpikir kritis yang rendah ditunjukkan dengan kesulitan siswa dalam mengemu- kakan argumen dan kurangnya kemampuan siswa dalam menjawab soal yang menuntut memberikan evaluasi dan solusi.Pemberdayaan kemampuan berpikir krtitis juga belum dilakukan dibuktikan dengan soal yang diberikan kepada siswa rata-rata adalah soal dengan tingkat kognitif rendah antara C1 sampai C3. Berbagai permasalahan tersebut membuat peneliti merasa perlu menerapkan metode inkuiri terbimbing yang dapat membuat siswa aktif dalam menemukan pengetahuannya sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 6 SMA Negeri 10 Malang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 13 perempuan. Data keterampilan proses sains dan data kemampuan berpikir kritis didapatkan melalui tes tulis. Data yang didapatkan dari tes tulis adalah data dalam bentuk skor. Data skor keterampilan proses sains dan data skor  kemampuan berpikir kritis digunakan untuk menentu- kan nilai klasikal dan persentase penguasaan pada tipa indikator. Nilai klasikal yang diperoleh siswa di kelas untuk keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis dikonversi ke dalam skala dengan 5 tingkatan yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang.  Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampalian proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Nilai klasikal keterampilan proses sains siswa meningkat dari 59,78 pada siklus I menjadi 76,79 pada siklus II. Nilai klasikal kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 46,53 pada siklus I menjadi 63,28 pada siklus II

    Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek dipadu Inkuiri Terbimbing Terhadap Kepedulian Lingkungan dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 27 Malang Pada Materi Pencemaran Lingkungan

    No full text
    ABSTRACT Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Dipadu Inkuiri TerbimbingTerhadap Kepedulian Lingkungan Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPNegeri 27 Malang Pada Materi Pencemaran LingkunganDaysi Wulandari1, Mimien Henie Irawat2, I Wayan Sumberartha3Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri MalangEmail: [email protected] berbasis proyek merupakan pembelajaran yangberorientasi pada kerja proyek yang dilakukan para siswa dengan mengumpulkandata pada kehidupan sehari-hari serta mampu mengembangkan kemampuan danketerampilan belajar siswa. Inkuiri Terbimbing merupakan strategi dalampembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan karaktersiswa dengan cara menyelidiki sesuatu yang diamati. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui adapnya pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu inkuiriterbimbing terhadap kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa Kelas VII SMPNegeri 27 Malang. Metode peneltian yang digunakan adalah eksperimen kuasidengan rancangan randomized control group pretes-postes design. Populasipenelitian ini adalah siswa kelas VII 2 (kelas eksperimen) dan VII 4 (kelas kontrol)dan sampel berjumlah 70 orang siswa. Penelitian ini dilakukan sebanyak 4 kalipertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes (pretest danpostest) serta menggunakan angket sebelum pembelajaran serta sesudahmempelajaran selesai. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, diketahui bahwaadanya pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu inkuiri terbimbingterhadap kepedulian lingkungan dan hasil belajar siswa. Kepedulian lingkungandan hasil belajar siswa meningkat dikarenakan siswa beriteraksi langsung denganyang diamati.Kata Kunci : Pembelajaran berbasis proyek, inkuiri terbimbing, kepedulianlingkungan, hasil belajarABSTRACT Project-based learning is a learning-oriented project work done bystudents through collecting data on daily life as well as can increase the ability andskill of student learning. Guided Inquiry learning is a strategy to improve theknowledge, skills and students’ character by investigating the observed thing. Thepurpose of this study was to determine the impact of the combined effects ofproject-based learning guided inquiry to environmental awareness and studentlearning outcomes class VII SMP Negeri 27 Malang. Method used in this researchwas a quasi experimental design with randomized control group pretest-posttestdesign. This research took population from students of class VII 2 (as experimentalgroup) and VII 4 (as control group) and a sample of 70 students. This research wasconducted in four meetings. The instrument used in this research was a test (pretestand posttest) and questionnaire before and after the research completed. Based onthe results of data management,the combined effects it is known that project-basedlearning combined with guided inquiry to environmental concerns and studentlearning outcomes . Environmental concerns and increased student learningoutcomes because students interact directly with the observed.Keywords: Project-based learning, guided inquiry, environmental awareness, learning outcomes

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Transportasi dan Sistem Respirasi Untuk Kelas VIII SMP Trimurti 2 Wagir Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Fetty, Hariyanti. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Transportasi dan Sistem Respirasi Untuk Kelas VIII SMP Trimurti 2 Wagir Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci : Multimedia Interaktif, pendekatan saintifik, sistem trasnportasi dan sistem respirasi Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan hasil analisis perangkat pembelajaran guru IPA SMP Trimurti 2 Wagir diketahui bahwa sekolah tersebut telah menerapkan kurikulum 2013. Namun proses pembelajaran yang terjadi belum mencerminkan misi kurikulum 2013 yaitu siswa mengkonstruksi sendiri konsep yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini mengembangkandan menguji kelayakan serta keefektifan multimedia interaktif berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem transportasi dan sistem respirasi untuk kelas VIII SMP Trimurti 2 Wagir Kabupaten Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari 6 tahapan yaitu analisis kebutuhan, analisis awal-akhir, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi formatif. Tingkat keefektifan dilihat nilai post test siswa dan dibandingkan dengan 85% persentase ketuntasan klasikal. Hasil penelitian dan pengembangan multimedia interaktif berbasis pendekatan saintifik menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 3,70 dengan kriteria “valid” dan tingkat kepraktisan sebesar 3,50 dengan kriteria “tinggi”. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 90,91% yang melebihi standar ketuntasan klasikal sehingga dapat dikatakan bahwa multimedia interaktif berbasis pendekatan saintifik efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning dengan Metode Simulasi untuk Mengetahui Efektifitas Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI di MAN 2 Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Isnaini, R. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran model Problem Based Learning dengan Metode Simulasi untuk Mengetahui Efektifitas Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa kelas XI di MAN 2 Tulungagung. Skripsi. Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd (II) Dr. Umie Lestari, M. Si. Kata Kunci: Pengembangan Perangkat Pembelajaran, model PBL dengan metode simulasi, Motivasi, Hasil Belajar  Sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013, diharapkan dalam proses pembelajarannnya menggunakan pendekatan saintifik. Hal tersebut dapat tercermin dari perangkat pembelajaran yang digunakan.Berdasarkan hasil wawancara dan analisis perangkat guru biologi di MAN 2 Tulungagung, guru tidak membuat perangkat sendiri melainkan hanya mendownload dari internet. Selama proses pembelajaran guru juga jarang berpedoman pada RPP. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak terencana dengan baik yang mengakibatkan siswa jenuh dan tidak termotivasi dalam belajar biologi serta hasil belajarnya rendah. Guru sebenarnya sudah pernah menerapkan model pembelajaran sesuai K13 yaitu model PBL, namun pelaksanaannya kurang maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran model PBL dengan metode simulasi. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus,  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Instrumen penilaian pada materi sistem ekskresi manusia untuk mengetahui efektifitas terhadap motivasi dan hasil belajar yang telah tervalidasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, namun pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap 3 yaitu Analysis, Design, dan Development. Desain uji coba  penelitian ini melalui 3 tahap yaitu uji validitas, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini yaitu berupa lembar validasi perangkat, lembar observasi pembelajaran, angket respon siswa, angket motivasi siswa, lembar observasi sikap diskusi-presentasi, lembar penilaian produk poster, lembar soal pretes-postes, ulangan harian dan pedoman penilaian LKS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase validitas perangkat pembelajaran sebesar 88,66%. Berdasarkan hasil uji coba kepraktisan dan keefektifan produk perangkat pembelajaran berturut-turut sebesar 88,11% dan 85,51% yang tergolong dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil perhitungan angket motivasi siswa didapatkan bahwa motivasi siswa mengalami kenaikan sebesar 3,22%. Sedangkan untuk hasil belajar dilihat dari gain score ternormalisasi sebesar 0,58 (kategori sedang). Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran ini dikatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk mengetahui efektifitas terhadap motivasi dan hasil belajar siswa.  ABSTRACT Isnaini, R. 2016.The Development of Leaning Materials Problem based Learning  with Simulation Method to Know the Motivation and Learning Result of Student in Class XI  MAN 2 Tuluangagung. Thesis. Biological Major, Biology Education Study Program, Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Adviser: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd (II) Dr. Umie Lestari, M. Si. Keywords: development of learning materials, Problem Based Learning models with simulation methods, motivation, learning result Schools that have implemented the curriculum 2013, is expected in the learning process using a scientific approach. This can be reflected in the learning material used. Based on interviews and analysis of the biology teacher in MAN 2 Tulungagung, teachers do not make the device itself but only download from the internet. During the learning process the teachers rarely guided by RPP. This resulted the learning process becomes poorly planned resulting saturated and unmotivated students in learning biology as well as low learning result. Teachers actually already been applying the learning model according K13 as PBL, but the implementation is less than the maximum. Based on these problems researchers want to develop a model learning PBL with simulation methods. The purpose of this research to produce products such as learning materials that consists of a syllabus, lesson plan (RPP), Student Worksheet (LKS), and assessment instrument on the material of human excretory system that has been validated. This type of research is the development research. The development of this device using ADDIE development model consisting of five stages, but in this study only done until stage 3, namely Analysis, Design, and Development. This research trial design through three stages validity, practicality, and effectiveness testing. Instruments of data collection in this study is the form of sheets of validation tools, observation sheets learning, student questionnaire responses, student motivation questionnaire, observation sheets attitude-presentation discussions, product assessment sheet poster, pretest-posttest, daily tests and assessment guidelines LKS The results of the research showed that the average percentage of validity the learning materials is 88.66%. Based on trial results practicality and effectiveness of the learning materials products, respectively for 88.11% and 85.51% were classified in both criteria. Based on the results of the calculation of student motivation questionnaire showed that the motivation of students has increased by 3.22%. As for the learning result seen from the normalized gain score was 0.58 (medium category). Both of these results indicate that the learning materials is feasible to use for the learning process to determine the effectiveness of the motivation and student learning result

    Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 19 Malang

    No full text
    ABSTRAK Mukti, Windy Rosyadah. 2016. Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Kognitif IPA Siswa Kelas VII SMP Negeri 19 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Dra. Sunarmi, M.Pd. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, minat belajar, hasil belajar kognitif Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan diharapkan dapat memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif selama pembelajaran ber-langsung. Permasalahan dalam pembelajaran IPA di kelas VII SMP Negeri 19 Malang adalah siswa kurang fokus pada proses pembelajaran dan kurang memahami materi pembelajaran saat guru menggunakan metode konvensional. Siswa merasa kesulitan dan pasif dalam kegiatan pembelajaran sehingga berdampak pada minat belajar dan hasil belajar yang kurang memuaskan. Dibutuhkan sebuah model pembelajaran yang dapat memperbaiki kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dan sesuai untuk mengatasi rendahnya minat belajar dan hasil belajar kognitif siswa adalah model inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing pada matapelajaran IPA terhadap minat belajar dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang. Rancangan penelitian yang diguna-kan adalah quasi eksperimen dengan Pre-test-Post-test Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional. Variabel terikat adalah minat belajar dan hasil belajar kognitif siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 19 Malang. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII-H (kelas eksperimen) dan VII-I (kelas kontrol) SMPN 19 Malang tahun ajaran 2015-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran inkuiri terbimbing tidak berpengaruh terhadap minat belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 19 Malang dengan nilai signifikansi p = 0,703 > 0,05 dan Fhitung (0,147) Ftabel (3,99). Hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 22,25%, sedangkan kelas kontrol sebesar 19,99%. Penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya jam pelaksanaan pembelajaran sebaiknya tidak berbeda jauh agar hasil penelitian lebih akurat. Mengenalkan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa juga perlu dilakukan agar siswa terbiasa belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing

    Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Discovery Inquiry pada Materi Sistem Reproduksi untuk Siswa Kelas XI SMA

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Discovery Inquiry pada Materi Sistem Reproduksi untuk Siswa Kelas XI SMAPranata, Bima Dwi. 2016. Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Discovery Inquiry pada Materi Sistem Reproduksi untuk Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dr. Umie Lestari, M.Si.Kata kunci : pengembangan modul, discovery inquiry, sistem reproduksi, ThiagarajanPengembangan modul ini didasari oleh bahan ajar yang biasanya dipakai dalam kegiatan belajar mengajar masih berupa uraian deskriptif, sehingga siswa kurang mampu belajar secara mandiri. Materi sistem reproduksi merupakan salah satu materi yang bersifat kontekstual atau erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Modul yang dikembangkan berbasis discovery inquiry guna menunjang proses pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul biologi berbasis discovery inquiry pada materi sistem reproduksi dengan harapan dapat mengetahui kelayakan, potensi peningkatan nilai pretest-posttest, dan kepraktisan produk yang telah dikembangkan.Modul pembelajaran biologi berbasis discovery inquiry pada materi sistem reproduksi dikembangkan berdasarkan model Thiagarajan 4D namun tanpa tahap disseminate karena tidak dilakukan uji coba dalam skala luas. Data pada penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket validasi oleh validator ahli media pembelajaran, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan untuk menentukan kevalidan modul, sedangkan angket respon siswa diberikan untuk menentukan kepraktisan modul. Hasil belajar siswa yang berupa nilai pretest dan posttest digunakan untuk menentukan potensi peningkatan nilai pretest dan posttest. Data kualitatif diperoleh dari pengisian angket berupa komentar dan saran oleh ahli media pembelajaran, ahli materi, praktisi lapangan, dan siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil persentase kevalidan sebesar 98,91%; 95,37%; 92,71% dari validator ahli media pembelajaran, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan dengan kriteria valid. Potensi peningkatan nilai pretest dan posttest diperoleh gain score sebesar 0,77 yang berarti efektifitas tinggi. Tingkat kepraktisan diperoleh hasil sebesar 3,67 dengan kriteria praktis. Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa modul biologi berbasis discovery inquiry pada materi sistem reproduksi layak untuk digunakan

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA 1 SMAN 10 MALANG PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DAN SISTEM REPRODUKSI

    No full text
    ABSTRACT Pangastuty, Diah Ayu. 2016. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar SiswaKelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang Melalui Model Problem BasedLearning ma-teri Sistem Ekskresi dan Reproduksi. Skripsi, Program StudiPendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Mtematika dan IlmuPengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.Kata Kunci: PBL, motivasi belajar, dan hasil belajar.Hasil observasi di kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang yang dilakukanselama kegiatan prapenelitian, diketahui motivasi belajar siswa di kelas masihrendah. Rerata aspek perhatian siswa dalam 3 hari observasi sekitar 36,69 %.Rerata aspek keyakinan dalam kegiatan pembelajaran hanya 36,02%. Sedangkanpada rerata aspek keterkaitan materi dengan materi sebelumnya dan dengan kehidupansehari-hari hanya 35,35%. Pada aspek kepuasan terhadap hasil pembelajaranrerata 33,33%. Ketuntasan hasil belajar siswa di kelas XI MIA 1 SMAN10 Malang juga masih rendah. Siswa yang nilainya 78 (KKM) atau lebih pada babjaringan hewan hanya 50% dari jumlah siswa di kelas. Penelitian bertujuan untuk:(1) mengetahui pelaksanaan model Problem Based Learning di kelas XI MIA 1SMAN 10 Malang (2) meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI MIA 1SMAN 10 Malang melalui model Problem Based Learning (3) meningkatkanhasil belajar siswa kelas XI MIA 1 SMAN 10 Malang melalui model ProblemBased LearningJenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri daridua siklus. Tiap siklus terdiri tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 28 Maret2016 sampai 4 Mei 2016. Data penelitian didapat melalui catatan lapangan,lembar keterlaksanaan model pembelajaran PBL, lembar observasi motivasibelajar siswa, lembar observasi sikap, lembar observasi keterampilan, lembarkerja siswa, dan tes akhir siklus.Keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru mengalami peningkatan.Pada siklus I keterlaksanaan model pembelajaran PBL oleh guru 88,9%, sedangkanpada siklus II 100%. Peningkatan keterlaksanaan model pembelajaran PBLoleh guru mencapai 11,1%. Keterlaksanaan model pembelajaran PBLoleh siswapada siklus I mencapai 88,9%, sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Peningkatanketerlaksanaan model pembelajaran oleh siswa sebesar 11,1%. Sehinggadapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan keterlaksanaan model pembelajaranpada siklus II. Peningkatan tersebut disebabkan adanya evaluasi pada akhir siklus I. Di samping itu juga siswa beserta guru sudah terbiasa dengan pelaksanaanmodel pembelajaran PBL di kelas. Motivasi belajar siswa pada siklus II mengalamipeningkatan dibandingkan dengan siklus I. Persentase motivasi belajarsiswa pada siklus I mencapai 75,80%, sedangkan pada siklus II mencapai 92,86%.Rerata hasil belajar pengetahuan siswa pada siklus I 85,09, sedangkan pada siklusII mencapai 89,21. Sehingga peningkatan rerata hasil belajar kognitif siswa mencapai4,21. Hasil belajar keterampilan siswa juga mengalami peningkatan rerata.Pada siklus I rerata hasil belajar keterampilan siswa 76,08, sedangkan pada siklusII mencapai 88,38. Ketuntasan hasil belajar ketereampilan klasikal siswa meningkat64,71%. Hasil belajar sikap siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus Irerata hasil belajar sikap siswa mencapai 88,07, sedangkan pada siklus II mencapai98,28. Sehingga peningkatan rerata hasil belajar sikap siswa mencapai 10,21dan mengalami peningkatan ketuntasan klasikal siswa sebesar 17,65%. Denganbegitu penelitian ini dapat membuktikan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkanmotivasi dan hasil belajar siswa. Saran yang dapat disampaikan yaitu selamapenerapan model pembelajaran PBL di kelas, guru sebaiknya mempertimbangkanalokasi waktu. Pengelolaan kelaspun harus baik, supaya seluruh sintaks dalam PBL dapat terpenuhi

    Pengembangan Instrumen Tes Literasi Saintifik untuk Siswa Kelas XI MIA SMA/MA

    No full text
    ABSTRACT Prayogo, Sunarno. 2016. Pengembangan Instrumen Tes Literasi Saintifik untuk Siswa Kelas XI MIA SMA/MA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hadi Suwono, M.Si.Kata kunci: instrumen tes, literasi saintifik, kelas XI, SMA, MAPembelajaran ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar, proses tersebut tidak dapat terlepas dari penilaian. Konsep penilaian pendidikan yang ada saat ini tidak hanya diarahkan kepada tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, tetapi juga terhadap tujuan-tujuan lain yang meliputi tujuan di luar pembelajaran, yakni pada upaya pembentukan kemampuan siswa secara mandiri dan menyiapkan siswa agar sukses di masa datang.Dalam dunia internasional, kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa telah menjadi perhatian yang sangat serius. Hal ini terbukti dengan adanya organisasi internasional yang bergerak dalam bidang penilaian kemampuan berpikir siswa seperti OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development). OECD mengkoordinasikan studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains dengan nama PISA (Programme for International Student Assessment). Namun, masih belum ditemukan instrumen tes literasi saintifik yang terstandar terutama untuk siswa SMA/MA.Berdasarkan keadaan tersebut, diperlukan adanya pengembangan dalam perangkat penilaian yang berupa instrumen tes literasi saintifik untuk mengukur kemampuan literasi saintifik  siswa SMA/MA. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen tes literasi saintifik untuk siswa kelas XI MIA SMA/MA yang tervalidasi, reliabel, menarik, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan 3-D yang diadaptasi dari model pengembangan 4-D (Thiagarajan, dkk, 1974:5). Model ini digunakan karena disusun secara sistematis dalam upaya pembuatan instrumen tes. Pengembangan model ini terdiri dari 3 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Instrumen tes yang telah jadi kemudian diuji coba kepada ahli instrumen tes, praktisi (guru Biologi), dan siswa. Uji coba tersebut berfungsi untuk mengetahui tingkat kelayakan produk dari aspek validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, keterbacaan, kemenarikan, dan keterterapan instrumen tes yang dikembangkan. Berdasarkan analisis hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa dari keenam aspek yang menjadi fokus penilaian, produk instrumen tes literasi saintifik siswa SMA/MA memperoleh rata-rata penyekoran 87%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang telah dikembangkan sangat layak dan dapat diimplementasikan untuk mengukur kemampuan literasi saintifik siswa SMA/MA. Bagi guru instrumen tes yang dikembangkan ini diharapkan agar indikator-indikator soal dalam instrumen tes ini bisa dimasukkan kedalam pembelajaran melalui rencana pelaksanaan pembelajaran  agar siswa mendapat pengetahuan dan kemampuan literasi saintifik yang lebih baik

    Pengaruh Ekatrak Kasar Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa(Scheff.)Boerl) Terhadap Ekspresi Gen MMP-2 Pada Sel HeLa

    No full text
    ABSTRAK   Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia. Mahkota dewa telah digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ekstrak mahkota dewa telah dilaporkan dapat menginduksi apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Sel HeLa merupakan salah satu jenis sel kanker serviks yang memiliki ekspresi gen MMP-2.  MMP-2 (Matris Metalloproteinase-2) merupakan enzim proteolitik yang mampu mendegradasi matriks ekstraseluler dan menginduksi invasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh ekstrak kasar buah mahkota dewa terhadap ekspresi gen MMP-2 pada sel HeLa. Buah mahkota dewa diekstrak menggunakan shoxlet dengan pelarut metanol dan HCL 6M. Dosis ekstrak buah mahkota dewa sebesar 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml diberikan pada sel HeLa  dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan memiliki ekspresi MMP-2 yang lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol, dan ekspresi MMP-2 tertinggi terdapat pada perlakuan dosis 40 µg/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kasar buah mahkota dewa dapat menaikkan ekspresi MMP-2 pada sel HeLa

    Keanekaragaman Kelelawar (Chiropthera) di Kebun Raya Bogor

    No full text
    ABSTRAK   Di Indonesia terdapat 215 jenis kelelawar yang menyebar di seluruh Kepulauan Indonesia. Habitat kelelawar antara lain gua karst, pohon, dan atap rumah. Peranan kelelawar sebagai pemencar biji dan membantu proses penyerbukan bunga. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu tempat yang mendukung kehidupan kelelawar, namun belum ada data keanekaragaman setelah dilakukan penelitian oleh Sri Sugiarto dan Amril Saridan pada tahun 2009. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, indeks kelimpahanrelatif, frekuensi keterdapatan serta indeks nilai penting kelelawar bagi ekosistem Kebun Raya Bogor. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskripsi eksploratif.Pengambilan sampel hewan kelelawar dilakukan di 5 stasiun terpilih berdasarkan kondisi vegetasi pada bulan Desember 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan jaring kabut dan perangkap harpa, penetitian dilakukan selama 2 hari padasetiap stasiun. Data yang diambil berupa data ukuran morfologi kelelawar, jumlah kelelawar terjaring, hasil pengukuran faktor abiotik. Data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, Indeks kelimpahan relatif, Indeksfrekuensi keterdapatan, serta Indeks kelimpahan relatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan kelelawar Sub-ordo Megachiroptera dan Microchiroptera terdiri dari 9 genus dengan 14 spesies, kesembilan genus tersebut yaitu Ptreropus, Cynopterus, Macroglossus, Rousettus, Eonycteris, Pipistrellllus, Myotis, Scotophilus, dan Hipposideros. Genus yang paling banyak ditemukan yaitu Cynopterus dengan 4 spesies terbanyak yaitu Cynopterus sphinx, Cynopterus titthaecheilus, Cynopterus branchyotis, dan Cynopterus horsfirldii. Disusul dengan Myotis ditemukan sebanyak 3 spesies yaitu Myotis sp., Myotis hasseltii, dan Myotis horsfieldii. Hasil analisis ketiga indeks keanekaragaman H (1,25), indeks kekayaan E (0,49) dan indeks kemerataan R (2,97), yang kesemuanya menunjukkan kategori sedang. Nilai indeks kelimpahan relatif dan indeks frekuensi keterdapatan tertinggi berturut yaitu 54% dan 100% pada spesies Cynopterus sphinx. Indeks nilai penting tertinggi yaitu 154, juga ditemukan pada spesies Cynopterus sphinx

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇