SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching (RT) dipadu Think, Talk, Write (TTW) terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar IPA SiswaKelas VII TahunAjaran 2015/2016
ABSTRACT Swaratri, Dewa Ayu. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching (RT) dipadu Think, Talk, Write (TTW) terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Murni Sapta Sari, M.Si.Kata Kunci: Reciprocal Teaching, Think, Talk, Write, Keterampilan Metakognitif, Hasil Belajar IPAPendidikan adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh suatu Negara untuk membentuk generasi penerus bangsa yang dapat memajukan dan mengembangkan kualitas Negara. Selain itu pendidikan pada era globalisasi dibutuhkan dalam menjamin siswa memiliki keterampilan abad ke-21. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan siswa adalah keterampilan metakognitif. Metakognitif merupakan kesadaran dan kontrol terhadap proses berpikir. Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa guru kurang memberdayakan keterampilan metakognitif selama proses pembelajaran, hal ini menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Langkah yang dapat diakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengembangkan dan melakukan peneltian terhadap suatu model pembelajaran yang dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua tujuan yaitu tujuan pengembangan untuk mengembangkan dan menyusun model pembelajaran dan perangkat pembelajaran model Reciprocal Teaching (RT) dan Think, Talk, Write (TTW). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model Reciprocal Teaching (RT) dan Think, Talk, Write (TTW), dan paduannya terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan diawali dengan mengembangkan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran. Prosedur pengembangan model pembelajaran RT dipadu TTW menggunakan model Plomp, sedangkan pengembangan perangkat menggunakan prosedur model 4-D Thiagarajan. Hasil pengembangan digunakan pada penelitian eksperimental semu (Quasi Experimental Research) dengan desain non equivalent control group design. Data yang diperoleh berupa nilai keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif melalui pretest dan post-test dengan 18 soal uraian, hasil belajar sikap dan hasil belajar keterampilan. Instrumen yang digunakan rubrik keterampilan metakognitf dan hasil belajar kognitif, lembar observasi sikap dan keterampilan. Analisis data untuk keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif dan sikap menggunakan analisis kovarian (anakova), sedangkan hasil belajar keterampilan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching (RT) , Think, Talk, Write (TTW), dan perpaduannya terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar IPA siswa kelas VII. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, disarankan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran RT, TTW, dan perpaduannya untuk dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan meningkatan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BATU
ABSTRACT PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BATUPutri, Cantia. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Berbasis Web Pada Materi Biologi Semester Genap untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Batu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A. Duran Corebima, M.Pd, (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, aplikasi berbasis webBerdasarkan hasil observasi selama melaksanakan KPL di SMA Negeri 1 Batu, terdapat beberapa pemasalahan yang sering muncul didalam kelas yaitu guru tidak dapat menyelesaikan target jam pembelajaran, karena banyaknya agenda sekolah dan keperluan dinas yang harus dipenuhi, hal ini menyebabkan guru tidak dapat mengajarkan materi pembelajaran didalam kelas, sehingga jam pembelajaran di kelas menjadi tidak efektif. Mengatasi hal tersebut guru tidak segan untuk mengambil jam pulang sekolah siswa demi memberikan materi tambahan karena keterbatasan waktu belajar di dalam kelas dan demi memenuhi tuntutan materi yang harus diajarkan. Pada era modern ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran, sehingga dapat menjadi sarana atau alat dalam proses pembelajaran yang lebih efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran dan efisien dalam alokasi waktu dan tenaga, namun saat ini belum banyak guru yang membuat media pembelajaran sendiri seperti media berbasis web, oleh karena itu peneliti memilih media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kendala tersebut yaitu menggunakan aplikasi berbasis web.Penelitian dilakukan dalam empat tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran Biologi berbasis web untuk siswa kelas XI semester genap yang meliputi sistem respirasi, sistem ekskresi, sistem koordinasi, psikotropika, sistem reproduksi dan sistem imun. Web untuk pembahasan Biologi kelas XI dijalankan secara online sehingga siswa dapat menggunakannya kapanpun dan dimanapun. Web didesain full color agar siswa senang untuk mengunjungi situs web kembali. Web ini dapat diakses oleh semua web browser. Dalam web ini terdapat menu login yang hanya dapat diakses oleh 3 user yaitu admin, guru, dan siswa. Pada web ini terdapat menu tentang, materi, dashboard dan logout. Pada menu materi terdapat materi ajar seperti powerpoint, LKPD dan video yang dapat di download oleh siswa. Pada menu dashboard merupakan menu yang digunakan guru untuk manajemen bahan ajar sedangkan untuk admin digunakan untuk melakukan manajemen pengguna. Pada menu logout digunakan user untuk keluar dari web. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kelayakan penggunaan media. Hasil dari penilaian validator ahli materi yaitu 3,62 dengan kriteria valid, validator ahli media yaitu adalah 4,6 dengan kriteria sangat valid, validator ahli praktisi lapangan yaitu 4,77 dengan kriteria sangat valid, dan uji kelompok kecil yaitu 4,66 dengan kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil validasi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran menggunakan aplikasi berbasis web ini sangat valid dengan hasil 4,41. Setelah media dilakukan revisi meliputi kejelasan gambar dan teks, maka media telah layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
UJI MUTU BATA PUTIH SAMPANG DENGAN VARIASI CAMPURAN SPESI SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL DINDING BANGUNAN
ABSTRAK Sukur, Dus. 2016. Uji Mutu Bata Putih Sampang Dengan Variasi Campuran Spesi Sebagai Alternatif Material Dinding Bangunan. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Djatmiko, S.T., M.T. (II) Puput Risdanareni, S.T., M.T. Kata Kunci: Bata putihSampang, alternatif material dinding, kuat tekan Meningkatnya kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal menyebabkan semakin bertambahnya jumlah pemakaian bahan bangunan.Hal ini mengakibatkan semakin bervariasinya bahan bangunan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bata putih dari Kabupaten Sampang ini dipilih untuk diteliti karena sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan oleh masyarakat namun belum banyakdiketahui atau diteliti kualitasnya baik parameter-parameter dasarnya maupun kuat tekannya. Metode penelitian eksperimental semu post test bata putih dengan variasi campuran spesi sebagai variabel eksperimental dan kuat tekan bata beton ringan dengan variasi campuran spesi sebagai variabel kontrol. Uji Anova dilakukan untuk uji bersama dan uji Tukey untuk uji berpasangan. Variasi campuran spesi bata putih 1PC : 2PS (kelompok A), 1PC : 4PS (kelompok B), 1PC : 5PS (kelompok C) sebagai kelompok eksperimental; Variasi campuran spesi bata bata ringan 1PC : 2PS (kelompok D),1PC : 4PS (kelompok E),1PC : 5PS (kelompok F) sebagai kelompok kontrol. Benda uji masing-masing variasi campuran spesi berjumlah 20 buah. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan: (1)hasil pengujian penyerapan air bata putih Sampang adalah 7%, (2) hasil pengujian penyerapan air bata beton ringan adalah 14,766%, (3) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 2PS (kelompok A) menghasilkan rerata kuat tekan 89,9 kg/cm2 kelas mutu 50,(4) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 4PS (kelompok B) menghasilkan rerata kuat tekan 104,4 kg/cm2 kelas mutu 100, (5) hasil rerata kuat tekan bata putih dengan komposisi spesi 1PC : 5PS (kelompok C) menghasilkan rerata kuat tekan 78,2 kg/cm2 kelas mutu 50, (6) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 2PS (kelompok D) menghasilkan rerata kuat tekan 105,3 kg/cm2 kelas mutu 100, (7) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 4PS (kelompok E) menghasilkan rerata kuat tekan 72,5 kg/cm2 kelas mutu 50, (8) hasil rerata kuat tekan bata beton ringan dengan komposisi spesi 1PC : 5PS (kelompok F) menghasilkan rerata kuat tekan 61,5 kg/cm2 kelas mutu 50, (9) hasil uji Tukey kelompok A vs kelompok F, kelompok B vs kelompok C, kelompok B vs kelompok E, kelompok B vs kelompok F, kelompok C vs kelompok D, kelompok D vs kelompok E dan kelompok D vs kelompok F mengalami perbedaan yang signifikan dengan p-value = 0,000,(10) komposisi spesi 1PC : 4PS bata putih menghasilkan rerata kuat tekan optimum = 104,4 kg/cm2 kelas 100, (11) komposisi spesi 1PC : 2PS bata beton ringan menghasilkan rerata kuat tekan optimum = 105,3 kg/cm2 kelas 100
survei pelaksanaan lintas minat pada mata pelajaran biologi beserta analisis kendala pelaksanaan di sma negeri se kota malang
ABSTRACT Meliawati, Winda. 2016. Survei Pelaksanaan Lintas Minat pada Mata Pelajaran Biologi Beserta Analisis Kendala Pelaksanaan di SMA Negeri se Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd., (II) Drs. Masjhudi M.Pd.Kata Kunci: Pelaksanaan, Lintas Minat, KendalaProgram Lintas minat merupakan salah satu upaya untuk membantu peserta didik dalam memilih dan memahami arah perkembangan karir, dan ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan lintas minat pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri se Kota Malang; 2) Mendes-kripsikan kendala yang terjadi pada pelaksanaan lintas minat; 3) Mendeskripsikan so-lusi pada setiap kendala pelasanaan lintas minat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam mendeskripsikan fenomena yang diamati. Data untuk penelitian ini diperoleh menggunakan multi-strategi yaitu kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data berupa deskripsi oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik melalui kuesioner yang telah dirancang.Hasil penelitian menunjukkan, pelaksanaan lintas minat yang ditinjau dari 6 indikator yaitu input peserta lintas minat, input guru, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, pembiayaan, serta hasil belajar peserta sudah sesuai dengan pedoman pemerintah. Namun sejumlah kendala dalam pembelajaran ditemukan di SMAN 1, 2, 4, 5, 6, 8 dan 9 Malang seperti mengkondisikan peserta didik dan mengatasi pengetahuan perserta didik yang kurang. SMAN 6 dan 8 Malang menemukan kendala dalam membimbing peserta didik dalam kegiatan praktikum. Sedangkan SMAN 4 dan 8 Malang kekurangan kelas untuk pelaksanaan lintas minat. Solusi kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan berbagai upaya seperti menggunakan metode yang bervariasi dan selalu memberikan motivasi, memberikan pertanyaan secara spontan, memberikan praktik lapangan, berdiskusi dan membimbing peserta didik selama kegiatan praktikum. Selain itu, kendala ruang kelas di SMAN 4 Malang, diharapkan sekolah dapat menyediakan ruang kelas yang tetap untuk pelaksanaan lintas minat biologi. SMAN 2 Malang mengharapkan perbaikan sistem data pokok pendidikan (DAPODIK) terkait kejelasan pelaksanaan lintas minat.ABSTRAK Meliawati, Winda. 2016. Survey The Implementation of Cross-Interest on Biology Subject Along with Analysis of The Constraints of Implementation in Senior High School in Malang. Skripsi. Biology Education Department of Universitas Negeri Malang. Adviser (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd., (II) Drs. Masjhudi M.Pd.Keywords: Implementation, cross-interest, constraints.Cross-interest program is an effort to assist students in selecting and under-standing the direction of career development, and preparing choosing further educa-tion to higher education in accordance with abilities, talents, interests and trends in the choice of each learner. The purpose of this study is 1) to describe the implementation of the cross-interest in the subjects of biology at entire of public senior high school in Malang City. 2) Describe the constraints that occur in the imple-mentation of the cross-interest; 3) Describe any constraints implements solutions on cross interests.This study used a qualitative approach in describing the observed phenomena. Data for this study were obtained using a multi-strategy questionnaires, observation, and documentation. This research data is generated by the description of the principal, teachers, and learners through a questionnaire designed by the author.The results showed, implementation of cross-interest in terms of the six indi-cators of cross-interests participant input, teachers input, the learning process, infra-structure, financing, as well as learning outcomes are in accordance with government guidelines. But a number of obstacles in learning found in Senior high school 1, 2, 4, 5, 6, 8 and 9 Malang are organize learners and learners overcome participant know-ledge is lacking. Senior high school 6 and 8 Malang find obstacles in guiding learners in practical activities. Whereas, Senior high school 4 and 8 Malang, the classroom is shortage for the implementation of cross-interests. Solution difficulties associated with the implementation of the learning is done through various efforts such as using methods that are varied and always provi-de motivation, provide questions spontaneously, provide field training, discussion and guiding learners during practical activities. In addition, classroom constraints in Seni-or high school 4 Malang, expected school can provide classroom for the implement-tation of the cross-interest in biology. Senior high school 2 Malang expect improve-ment of the DAPODIK system related to the clarity of the implementation of the cross-interest
DNA Barcoding Ikan Melem Biru Berdasarkan Gen Cytochrome-B Sebagai Upaya Identifikasi Kekayaan Genetik Plasma Nutfah Indonesia
ABSTRACT Agustina, Niken Eka. 2016. DNA Barcoding Ikan Melem Biru Berdasarkan Gen Cytochrome-B Sebagai Upaya Identifikasi Kekayaan Genetik Plasma Nutfah Indonesia. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi listyorini, M. Si, D. Sc dan (II) Nuning Wulandari, S. Si, M.SiKata kunci: Ikan Melem Biru, DNA Barcoding, Cytochrome-b, karakter morfologi Ikan Melem Biru merupakan ikan air tawar yang memiliki nama lokal berbeda pada tiap daerah. Banyaknya nama lokal tersebut membuat posisi taksonomi ikan Melem Biru menjadi kabur. Diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menentukan spesies ikan Melem Biru berdasarkan sekuen gen Cyt-b; (2) untuk mengetahui filogenetik ikan Melem Biru yang berdasarkan sekuen gen Cyt-b. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif yang data berupa gen Cyt-b dan pengukuran morfometri meristik. Gen Cyt-b diamplifikasi menggunakan primer LA-cyp (5’ ATG GCA AGC CTA CGA AAA AC-’) dan HA-cyp (5’-TCG GAT TAC AAG ACC GAT GCT T-’). Analisis genetik dilakukan dengan software MEGA 6 dengan metode Minimum Evolution, Neighbor Joining, dan Maximum Likelihood. Evaluasi pohon filogenetik dilakukan dengan menggunakan analisis boostrap sebanyak 1000 ulangan serta analisis distance tree dari BLAST NCBI. Berdasarkan analisis genetik menunjukkan Ikan Melem Biru dari Kab. Ponorogo bukan anggota dari Genus Osteochilus namun masih berada dalam Famili Cyprinidae, sedangkan Ikan Melem Biru dari Kab. Malang masih satu Genus dengan Osteochilus. Berdasarkan identifikasi karakter morfologi, Ikan Melem Biru dari Kab. Ponorogo diduga sebagai Osteochilus vittatus dan Kab. Malang diduga sebagai anggota Genus Osteochilus. Jadi terdapat inkonsistensi posisi taksonomi ikan Melem Biru
PENGEMBANGAN MODUL MATERI ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK KELAS VIII DI SMPN 2 PONCOKUSUMO MALANG
ABSTRAK Nurjanah, Sofiya. 2015. Pengembangan Modul Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif dengan Pendekatan Kontekstual untuk Kelas VIII di SMPN 2 Poncokusumo Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Sapta Sari, M.Si., (2) Ir. Nugrahaningsih, M.P. Kata kunci : zat aditif, zat adiktif, penelitian pengembangan, modul, pendekatan kontekstual Materi zat aditif membahas tentang bahan tambahan makanan, sedangkan zat adiktif membahas tentang zat yang mengakibatkan kecanduan seperti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (NARKOBA). Permasalahan mengenai materi tersebut yang ditemukan di SMPN 2 Poncokusumo Malang adalah kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari materi akibat dari penyajian materi yang kurang menarik sehingga mendorong siswa untuk menghafal. Kurangnya motivasi belajar mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pengetahuan tentang bahaya zat aditif dan zat adiktif. Tujuan penelitian adalah mengembangkan modul zat aditif dan zat adiktif dengan pendekatan kontekstual untuk kelas VIII di SMPN 2 Poncokusumo. Diharapkan modul yang disusun dapat menyediakan alternatif bahan pembelajaran yang mampu menjadi acuan penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya pada materi zat aditif dan zat adiktif. Penelitian dilakukan dalam rangka penulisan skripsi di Jurusan Biologi FMIPA UM. Penelitian merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan. Hasil validasi modul oleh validator ahli materi dari Jurusan Biologi FMIPA UM menunjukkan persentase kriteria validitas sebesar 91,52%. Rata-rata hasil validasi modul oleh ahli pengembangan Jurusan Biologi FMIPA UM dan praktisi lapangan dari SMPN 2 Poncokusumo menunjukkan persentase kriteria validitas sebesar 90,42%. Rata-rata hasil validasi oleh 15 siswa kelas IX SMPN 2 Poncokusumo sebesar 80,29%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa modul memiliki persentase kriteria validitas sangat valid sehingga tidak membutuhkan revisi secara mendasar. Tahap Penyebaran dilakukan pada kegiatan Seminar Nasional Ke 2 Biologi yang diadakan oleh Jurusan Biologi, FMIPA, UM pada Oktober 2015. Diharapkan modul yang disusun dapat menyediakan alternatif bahan pembelajaran yang mampu menjadi acuan penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya pada materi zat aditif dan zat adiktif
Pengembangan Asesmen Kinerja dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Kingdom Plantae untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur
ABSTRACT Endah Handayani. 2016. Pengembangan Asesmen Kinerja dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Kingdom Plantae untuk Meningkatkan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur. Skripsi, Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra.Sunarmi M.Pd., (2) Dr. Murni Sapta Sari M.Si. Kata Kunci: asesmen kinerja, keterampilan metakognitif, hasil belajar, inkuiri terbimbing Keterampilan metakognitif merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang memiliki peranan penting dalam kesuksesan pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi SMAN 1 Lawang diketahui bahwa belum ada penilaian metakognitif pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja. Tujuan dari penelitian ini mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja dalam pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa SMAN 1 Lawang pada materi Kingdom Plantae. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Keterampilan metakognitif diukur dari refleksi diri siswa pada tiap subbab materi Kingdom Plantae. Penelitian dan pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIA7 SMAN 1 Lawang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 3,79 dengan kriteria”valid” dan tingkat kepraktisan sebesar 3,65 dengan kriteria “tinggi”. Keterampilan metakognitif menunjukkan peningkatan sebesar 6,1% pada pertemuan akhir, dan hasil belajar kognitif meningkat hingga sebesar 91,67%. Untuk mendapatkan peningkatan keterampilan metakognitif yang signifikan diperlukan asesmen kinerja yang diterapkan dalam waktu yang lama dan dilakukan secara rutin. ABSTRACT Endah Handayani. 2016. Development of Performance Assessment in Guided Inquiry Learning on Kingdom Plantae to Improve Metacognitive Skills and Biology Learning Achievement of Students in SMAN 1 Lawang, Malang East Java. Unpublish Thesis, Biology Education Program, Biology Department, Mathematic and Science Faculty on State University of Malang. Advisors (1) Dra.Sunarmi M.Pd., (2) Dr. Murni Sapta Sari M.Si. Keywords: metacognitive skills, student achievement, performance assessment, guided inquiry Metacognitive skills is one of the 21st century skills that have an important role in the success of learning. Based on the results of interviews with biology teachers SMAN 1 Lawang note that there has been no assessment of metacognitive in biology. The development of metacognitive skills assessment and student achievement can be done by using performance assessment. Therefore, the purpose of this research to develop and test the feasibility of performance assessment in guided inquiry learning to improve metacognitive skills and student achievement in High School 1 Lawang on Kingdom Plantae chapter. The model of development used ADDIE model is which consists of five stages. Metacognitive skills measured by student self-reflection on each section of chapter. Research and development was tested for class X-MIA 7 SMAN 1 Lawang consisting 24 students. Results of research and development performance assessment shows the level of validity 3.79 with the criteria of "valid" and the level of practicality 3,65 with the criteria of “high”. Metacognitive skills showed an increase of 6.05% in the between of sub-chapter Spermatophyta-final exams, and student achievement increase 91,67%. To get significant increase of metacognitive skills needed apply performance assessment in long time and routinely.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik Pada Materi Sistem Koordinasi Manusia
ABSTRACT Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Android Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik Pada Materi Sistem Koordinasi ManusiaBerdasarkan wawancara dan penyebaran angket kelas XII MIPA 4 terlihat, SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik memiliki fasilitas yang lengkap salah satunya terdapat Wi-Fi, selain itu siswa diperbolehkan membawa handphone. Sebanyak 70,83% siswa telah memiliki handphone yang dilengkapi sistem operasi Android. Sebanyak 62,5% siswa mengaku handphone mereka hanya digunakan untuk komunikasi melalui sosial media daripada digunakan untuk belajar. Pembelajaran yang berpusat pada power point tanpa siswa ikut berpartisipasi menyebabkan mereka merasa bosan dan motivasinya rendah. Indikator motivasi rendah diketahui sebanyak 37,5% siswa tidak fokus, 54,17% siswa kurang semangat, 58,33% siswa kurang perhatian, 45,83% siswa melamun. Motivasi belajar rendah menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Solusi yang paling tepat untuk masalah ini yaitu mengembangkan multimedia interaktif berbasis android.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu mengembangkan multimedia interaktif berbasis android, menguji kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan motivasi siswa. Model penelitian pengembangan yang digunakan yaitu model Lee and Owens (2004) dengan prosedur pengembangan terdiri dari: (1) penilaian/analisis kebutuhan yang terdiri dari dua bagian utama yaitu penilaian kebutuhan dan analis ujung depan; (2) desain; (3) pengembangan dan implementasi; (4) evaluasi. Jenis data penelitian dan pengembangan berupa data kuantitatif dan data kualitatif didapatkan dari ahli materi, ahli media, praktisi lapangan, dan siswa. Produk hasil pengembangan multimedia interaktif berbasis android ini terdiri dari sembilan komponen utama meliputi: (1) halaman pembuka, (2) halaman pengantar, (3) uji kompetensi awal, (4) menu utama, (5) menu kompetensi, (6) menu materi, (7) uji kompetensi akhir, (8) menu referensi, dan (9) menu pengembang. Penyajian materi sebagian besar menggunakan audio dan didukung adanya ilustrasi gambar yang sesuai dengan penjelasan materi. Penyajian materi juga didukung adanya animasi video dan video kontekstual tentang fenomena yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh nilai sebesar 91%, 96%, 94%. Hasil uji kepraktisan kelompok uji coba awal dan uji coba lapangan diperoleh nilai sebesar 89,60% dan 91,03%. Hal ini membuktikan bahwa multimedia interaktif berbasis android yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran, selain itu juga sangat praktis. Rata-rata hasil belajar (kognitif, afektif, psikomotor) yang diperoleh setelah menggunakan multimedia interaktif berbasis android secara berurutan 91,02; 84,94; 92,43. Hal ini membuktikan bahwa multimedia yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil perhitungan motivasi melalui angket meningkat dari 62,31% (Cukup) menjadi 74,39% (Baik). Hasil perhitungan motivasi melalui observasi juga meningkat pada tiap pertemuan dengan rata-rata persentase 74,48% (Baik), sehingga disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis android yang dikembangkan sangat valid, sangat praktis, efektif, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
Prevalensi Serangga Pada Sistem Pertanaman Campuran Di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung
ABSTRACT PREVALENSI SERANGGA PADA SISTEM PERTANAMAN CAMPURAN DI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNGKharirrotun Nafiah, Sofia Ery Rahayu, Agus DharmawanJurusan BiologiUniversitas Negeri MalangEmail: [email protected] peningkatan gizi keluarga dilakukan dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah tangga yang dikenal melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam aplikasi program KRPL, masalah hama menjadi kendala utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi serangga pada tanaman yang dominan yaitu cabai (Capsicum frutescens L.), terong (Solanum melongenaL.) dan sawi (Brassica juncea (L.) Czern). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari-Maret 2016. Penelitian dilakukan di 3 desa, dengan sampel 4 Rumah Pangan Lestari (RPL) di setiap desa. Sampel serangga diambil pada pukul 08.00-10.00, 11.00-13.00 dan 14.00-16.00 yang diulang sebanyak 4 kali.Data prevalensi serangga dianalisis deskriptif dan matematis dengan anava ganda. Hasil penelitian yaitu serangga yang ditemukan pada tanaman cabai, terong dan sawi terdiri dari 5 ordo, 12famili dan 26 genus.Serangga yang memiliki prevalensi tertinggi pada tanaman cabai adalah Nezara, pada tanaman terong adalah Epilachna dan pada tanaman sawi adalah Euproctis. Prevalensi serangga pada waktu pagi, siang dan sore tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata.Kata kunci: prevalensi, serangga, KRPLEfforts to improve family nutrition by utilizing the yard of house named Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). In the application program of KRPL, pest problems become major obstacles. The purpose of this researchto know prevalence of insects ondominant plants as chili (Capsicum frutescens L.), eggplant (Solanum melongena L.) and mustard (Brassica juncea (L.) Czern). The approach used in this study was a descriptive exploratory and sampling was conducted in February-March 2016. The study was conducted in 3 villages, with 4 samples Rumah Pangan Lestari (RPL) in every village. Insect samples were taken at 08:00-10:00 am, 11:00 am -01:00 pm and 02:00-04.00 pm were repeated 4 times. Insect prevalence data were analyzed descriptively and mathematically with anova. The results show that is insects was found in pepper, eggplant and mustard consists of 5 orders, 12 families and 26 genera. Insect that have highest prevalence in pepper is Nezara, in eggplant is Epilachna in mustard is Euproctis. Insect prevalence in the morning, afternoon and eveningdid not significant value. Keywords: prevalence, insect, KRP
Pengembangan Bahan Ajar dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Multimedia pada Materi Sistem Ekskresi (KD 3.9 & 4.10) untuk Siswa Kelas XI MIA SMA
ABSTRAK Handayani, P.T. 2016. PengembanganBahan Ajar dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Multimedia padaMateriSistemEkskresi(KD 3.9 & 4.10) untukSiswaKelas XI MIA SMA. Skripsi,JurusanBiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Susriyati Mahanal, M.Pd, (II)Nuning Wulandari,S.Si.,M.Si. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, multimedia, PBL, system ekskresi Perkembangan teknologi yang mempengaruhi pembelajaran salah satunya adalah bahan ajar.Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru dan siswa terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran materi system ekskresi di SMA Negeri 8 Malang, yaitu: proses pembelajaran masih terpusat pada buku teks, kurangnya pemanfaatan sarana dan prasarana terutama teknologi yang ada, tingkat ketuntasan siswa75% dari ketuntasan klasikal, danminatsiswa yang rendah dalam kegiatan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar dengan model Problem Based Learning (PBL) berbasis multimedia yang terdiri dari multimedia interaktif dan lembar kerja siswa pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penelitian ini tidak melakukan tahapan disseminate (penyebaran)karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Produk penelitian dan pengembangan ini divalidasi oleh tiga validator yang meliputi ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan. Setelah diketahui tingkat kelayakan berdasarkan hasil validasi,dilakukan revisi terkait dengan saran dan komentar yang diberikan oleh validator.Tahapan selanjutnya adalah uji coba produk dalam satu kelas yaitu kelas XI MIA 4untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan tingkat keefektifan bahan ajar yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bahan ajar memiliki tingkat validitas sebesar3,83dengan kriteria valid, tingkat kepraktisan sebesar3,71dengan criteria praktis, dan tingkat keefektifan sebesar54,44%dengan criteria efektif. Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Biologi untuk siswa kelas XI pada materi system ekskresi. ABSTRACT Handayani, P.T. 2016. The Development of Problem Based Learning (PBL) Multimedia Teaching Materials on Excretory System (KD 3.9 & 4.10) for 11th Grade Students MIA of Senior High School. Thesis, Biology Department, Faculty of Mathematics and Science, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr.Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Nuning Wulandari,S.Si.,M.Si. Keywords: Development, teaching materials, multimedia, PBL, excretion system One of many influencing factors of the development of technology is its effect on teaching materials. Recent teaching materials are now able to be modified, and teachers are free to do what they want to. Based on the result of an interview conclude by the researcher towards teachers and students, it could be conducted that there were several problems on the teaching and learning process of a certain chapter, excretion system, at SMAN 8 Malang, which were followed book-centered teaching and learning process, the lack of utilizing the technology based learning facilities, the students’ average result was only 75% of the classical average result, and the students’ interest on the teaching and learning process was considered low. This research was intended to yield a product in the form of a multimedia teaching material based on Problem Based Learning (PBL) method, in which it consists of interactive multimedia and student’ worksheets on excretion system. This research employs Research and Development method. This research focuses on developing a 4-D multimedia developed by Thiagarajan, et al. and conducted in three steps, namely define, design, and develop. This research did not go through the disseminate step due to budget and time constraints. The product of the research was validated by three experts, an expert of education, an expert of teaching materials, and an expert of field practitioner. After the validation result was due, a revised multimedia was conducted according to the experts’ comment and suggestions. The next step was to try out the revised product to a class, which was to the 11th grade students of MIA 4 to know the practical and effectiveness level of the developed teaching material. Finally, based on the results of research, it could be conducted that the validity level of the teaching material was 3.83 which was categorized into valid, the practical level was 3.71 which was categorized into practical, and the effectiveness level was 54.44% which was categorized into effective. The teaching material developed in this research was revealed to be feasible to use in the teaching and learning process of Biology for 11th grade students on the chapter of excretion system