SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Buletin Flipbook Interaktif Berbasis Masalah Pada Prinsip Klasifikasi Animalia Untuk Mengembangkan Pemahaman Konsep Dan Karakter Siswa Kelas X MAN Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK Pinasthika, G.L. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Buletin Flipbook Interaktif Berbasis Masalah Pada Prinsip Klasifikasi Animalia Untuk Mengembangkan Pemahaman Konsep Dan Karakter Siswa Kelas X MAN Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata kunci:buletin flipbook interaktif, pemahaman konsep, karakter Kegunaan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting. Media pembelajaran di MAN Kota Batu menunjukkan adanya kelemahan yaitu kurang bervariasi dan kurang mereprentasikan materi pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk 1) menghasilkan buletin flipbook interakif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia siswa kelas X MAN Kota Batu, 2) mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan buletin flipbook interaktif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia siswa kelas X MAN Kota Batu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Four-D dari Thiagarajan, dkk (1974). Tahapan terebut meliputi pendefinisian (define), perancangan(design), pengembangan (develop)dan penyebarluasan (disseminate). Tahap penyerbarluasan (disseminate) tidak dilakukan sehingga dibatasi hingga tahap pengembangan(develop). Buletin flipbook interaktif berisi halaman depan dan halaman utama (salam sapaan, daftar isi, petunjuk penggunaan, fenomena masalah, penyajian materi dan renungan). Pencapaian rerata validitas media sebesar 91,35% dengan kriteria sangat valid, rerata validitas materi sebesar 91,11% dengan kriteria sangat valid. Uji kepraktisan menghasilkan rerata sebesar 89,58% dengan kriteria praktis. Uji keefektifan pada aspek pengetahuan diperoleh pencapaian dengan rerata sebesar 91,43% dengan kriteria sangat efektif. Uji keefektifan pada aspek sikap diperoleh pencapaian dengan rerata sebesar 89%. Buletin flipbook interaktif berbasis masalah pada prinsip klasifikasi animalia yang telah dikembangkan layak, praktis dan efektif digunakan

    Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPA 6 SMAN 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT Arfiani, Lina.2014.Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X IPA 6 SMAN 10 Malang.Skripsi.Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang .Pembimbing:(I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata Kunci:  Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Kemampuan  Berpikir KritisHasil observasi awal di kelas X IPA SMA Negeri 10 Malang menunjuk- kan pembelajaran di kelas didominasi dengan ceramah. Ceramah membuat siswa pasif dalam belajar karena siswa langsung menerima ilmu dari guru tanpa berusa- ha menemukan sendiri. Keadaan siswa yang pasif membuat keterampilan proses sains siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Indikator rendahnya keterampilan proses sains ditunjukkan dengan kesulitan siswa ketika mengerjakan tugas penelitian sederhana yang diberikan oleh guru. Indikator kemampuan berpikir kritis yang rendah ditunjukkan dengan kesulitan siswa dalam mengemu- kakan argumen dan kurangnya kemampuan siswa dalam menjawab soal yang menuntut memberikan evaluasi dan solusi.Pemberdayaan kemampuan berpikir krtitis juga belum dilakukan dibuktikan dengan soal yang diberikan kepada siswa rata-rata adalah soal dengan tingkat kognitif rendah antara C1 sampai C3. Berbagai permasalahan tersebut membuat peneliti merasa perlu menerapkan metode inkuiri terbimbing yang dapat membuat siswa aktif dalam menemukan pengetahuannya sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 6 SMA Negeri 10 Malang yang terdiri dari 6 laki-laki dan 13 perempuan. Data keterampilan proses sains dan data kemampuan berpikir kritis didapatkan melalui tes tulis. Data yang didapatkan dari tes tulis adalah data dalam bentuk skor. Data skor keterampilan proses sains dan data skor  kemampuan berpikir kritis digunakan untuk menentu- kan nilai klasikal dan persentase penguasaan pada tipa indikator. Nilai klasikal yang diperoleh siswa di kelas untuk keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis dikonversi ke dalam skala dengan 5 tingkatan yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang.  Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampalian proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Nilai klasikal keterampilan proses sains siswa meningkat dari 59,78 pada siklus I menjadi 76,79 pada siklus II. Nilai klasikal kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dari 46,53 pada siklus I menjadi 63,28 pada siklus II

    Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Karakter, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-MIA 2 SMAN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK Giyanatta, Silvanie. 2016. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Karakter, dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-MIA 2 SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.Ph.D., (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), kemampuan berpikir kritis, karakter, hasil belajar Dalam era globalisasi saat ini, peningkatan mutu pendidikan sangatlah penting. Kondisi demikian akan membawa setiap individu harus memiliki kemampuan yang tinggi di berbagai bidang sehingga mampu untuk menghadapi segala tantangan yang akan datang. Pendidikan pada masa sekarang juga menunjukkan adanya upaya untuk kembali meningkatkan karakter siswa. Pada kenyataannya, pembelajaran di kelas X-MIA 2 SMAN 9 Malang menunjukkan bahwa rasa ingin tahu siswa rendah karena hanya ada satu atau dua siswa saja yang bertanya saat kegiatan diskusi. Pertanyaan dan jawaban siswa saat diskusi juga tergolong tingkat kognitif rendah, tidak melibatkan proses kognitif dan hasil dari berpikir reflektif terhadap permasalahan. Siswa masih menyontek saat ulangan, tidak jujur ketika memecahkan kaca benda saat pengamatan, tidak menghargai tugas yang diberikan sehingga dampaknya ialah keterlambatan dalam pengumpulan tugas, kedisiplinan siswa rendah. Hal tersebutlah yang membuat hanya 4% siswa saja yang  mendapat nilai diatas KKM pada saat Ujian Akhir Semester. Walaupun demikian kenyataannya, guru tidak pernah melakukan Lesson study untuk mengupayakan perbaikan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) melalui LS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, karakter dan hasil belajar siswa kelas X-MIA 2 SMAN 9 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, jurnal belajar dan tes. Data yang dianalisis berupa (1) keterlaksanaan PBM melalui LS melalui lembar observasi dan lembar monitoring tahapan LS (2) kemampuan berpikir kritis siswa melalui tes, (3) karakter siswa melalui lembar observasi dan angket serta jurnal belajar, (4) hasil belajar siswa melalui tes untuk aspek kognitif dan melalui lembar observasi untuk aspek psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PBM terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, karakter dan hasil belajar. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dari siklus 1 ke 2 sebesar 12,33%, peningkatan karakter rasa ingin tahu, jujur, menghargai, disiplin, dan tanggungjawab menunjukkan rerata sebesar 5,81%, sedangkan hasil belajar kognitif meningkat sebesar 4,28% dan hasil belajar psikomotorik meningkat sebesar 10,85%. Berdasarkan paparan data di atas, hasil penelitian dan pembahasan guru, penerapan PBM melalui LS diharapkan dapat memberikan kontribusi baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, karakter dan hasil belajar siswa seterusnya. ABSTRACT Giyanatta, Silvanie. 2016. The Implementation of Problem-based Learning (PBL) Model by Lesson Study to Improve Biology Critical Thinking Skill, Character, and Learning Outcomes of Tenth Grade Students in SMAN 9 Malang. Thesis, Departement of Biology, Faculty of Mathemathics and Natural Sciences, University of Malang, Supervisor: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.Ph.D., (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd. Keywords: Problem Based Learning Model, Lesson Study, critical thinking skills, character learning outcomes. In the current era of globalization, improving the quality of education is very important. Such conditions will bring every individual should have a high ability in various fields to be able to face all the challenges that will come. Now, education also shows the attempt to increase the student's character. In fact, X-MIA 2 SMAN 9 Malang shows that the curiosity of students is low because there is only one or two students who asked when the discussion. Their questions and answers at the discussion is also quite low cognitive level, does not involve the cognitive process and the outcome of reflective thinking to the problems. Students are still cheating on test, dishonest when breaking the glass object in observation, did not appreciate to task so that the impact is a delay when collection of duties, low student discipline. Exactly that is makes only 4% of students who scored above the KKM during the Final Exam. Although the fact, the teacher never did Lesson study to seek the improvement of learning. Based on this, then researcher do Action Research (PTK) using Problem Based Learning model (PBM) by LS to improve critical thinking skills, character and learning outcomes of class X-MIA 2 SMAN 9 Malang. This research was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: (1) planning, (2) action, (3) observation, (4) reflection. Methods of data collection is observation, questionnaires, journal study and test. Data were analyzed in the form of (1) implementative of PBM by LS through observation sheets and sheets monitoring phases of LS (2) critical thinking skills of students through tests, (3) the character of students through observation sheets and questionnaires as well as learning journals, (4) the results of student learning through tests for cognitive and through observation sheet for psychomotor aspects. The results of this study indicate that the application of PBM can improve critical thinking skills of students, character and learning outcomes. Improved critical thinking skills of cycle 1 to 2 amounted to 12.33%, an increase of character curiosity, honesty, respect, discipline, and responsibility showed the average of 5.81%, while the cognitive learning outcomes increased by 4.28% and the learning outcomes psychomotor increased by 10.85%. Based on the data exposure, the results of research and discussion of teachers, implementation of PBM by LS is expected to contribute critical thinking skills of students, character and student learning outcomes from this research on

    Pengaruh Model STAD (Student Team Achievement And Division) dan PjBL (Project Based Learning) Terhadap Penguasaan Konsep, Kemampuan Memecahkan Masalah dan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri 1 Tumpang.

    No full text
    ABSTRAK Masruroh, Arika. 2016. Pengaruh Model STAD (Student Team Achievement And Division) dan PjBL (Project Based Learning) Terhadap Penguasaan Konsep, Kemampuan Memecahkan Masalah dan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd. Kata Kunci: Penguasaan Konsep, Kemampuan Memecahkan Masalah, Kemampuan  Berpikir Kreatif, STAD, PjBL Pembelajaran Biologi di SMA masih banyak yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan, banyak siswa yang masih belum menguasai konsep, memecahkan masalah, maupun berpikir kreatif. Banyak model pembelajaran yang digunakan oleh guru misalnya inkuiri dan pembelajaran berbasis masalah, namun model yang digunakan belum sesuai dengan sintak yang semestinya. Siswa cenderung tidak antusias dalam pembelajaran, disebabkan pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Sehingga dalam penelitian ini ditawarkan model kooperatif STAD yang dapat memenuhi kebutuhan siswa, dan model PjBL yang dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah dan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model STAD dan PjBL terhadap penguasaan konsep, kemampuan memecahkan masalah, dan berpikir kreatif siswa kelas XI MIA 5 di SMA Negeri 1 Tumpang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimen Design non randomized pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan berupa silabus, RPP, Lembar keterlaksanaan yang digunakan untuk mengukur keterlaksanaan model pembelajaran, dan soal tes untuk mengukur penguasaan konsep, kemampuan memecahkan masalah, dan berpikir kreatif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol dan XI MIA 5 sebagai kelas eksperimen. Data hasil tes dianalisis menggunakan ANAKOVA (Analisis Kovarian). Hasil observasi pembelajaranmenunjukkan persentase keterlaksanaan tahapan pembelajaran oleh guru dan siswa pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 85%-91%, maka secara umum pembelajaran pada kelas ekperimen telah terlaksana dengan konsisten dan sesuai dengan tahapan masing-masing model pembelajaran. Hasil ANAKOVA menunjukkan model STADdan PjBLberpengaruh secara signifikan terhadap penguasaan konsep, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan berpikir kreatif siswakelas XI MIA 5 SMA Negeri 1 Tumpang dengan nilai p (0,000

    DNA Barcoding Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) Berdasarkan Gen 12S rRNA

    No full text
    ABSTRACT Putri, F. R. E. 2016. DNA Barcoding Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) Berdasarkan Gen 12S rRNA. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Dwi Listyorini, M. Si., D. Sc. dan (II) Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes.Kata kunci: DNA Barcoding, Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Gen 12S rRNA.DNA barcoding merupakan teknik identifikasi organisme dengan menggunakan sekuen pendek dari DNA mitokondria dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi organisme hingga tingkat spesies dengan cepat dan akurat. Barcoding dengan menggunakan gen yang mengkode RNA ribosom (rRNA) dianggap sebagai salah satu teknik untuk mempelajari hubungan filogenetik, karena bersifat universal dan memiliki daerah conserved maupun variabel yang bersifat khas. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan salah satu jenis Elang endemik yang berada di Pulau Jawa dan memiliki status konservasi terancam punah. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) memiliki ukuran tubuh 60-70 cm. Bulu kepala dan mahkota Elang Jawa berwarna coklat kayu manis, memiliki bulu yang membentuk strip kumis mesial, jambul tegak dengan panjang ± 12 cm yang terdiri dari 2-4 bulu yang berwarna hitam dengan ujung putih. Gen 12S rRNA merupakan salah satu gen mitokondria yang mengkode 12S. Gen mitokondria banyak digunakan dalam penelusuran hubungan kekerabatan suatu spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara morfologi Elang Jawa yang berada di Eco Green Park, dan mengetahui sekuen gen 12S rRNA Elang Jawa yang hidup di Pulau Jawa dengan menggunakan primer Forward CGT AAC AAG GTA AGT GTA CCG GAA GG dan primer Reverse TCG ATT ATA GAA CAG GCT CCT CTA G. Secara morfologi, Elang Jawa yang berada di Eco Green Park, Batu termasuk ke dalam spesies Nisaetus bartelsi. Secara genetik, sekuen gen 12S rRNA belum dapat diketahui.ABSTRACT Putri, F. R. E. 2016. DNA Barcoding Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi) Based on 12S rRNA gene. Thesis. Biology Department , Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Supervisor: (I) Dra. Dwi Listyorini, M. Si., D. Sc. and (II) Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes.Keywords: DNA Barcoding, Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi), 12S rRNA gene. DNA barcoding is a identification technique of organisms using a short sequence of mitochondrial DNA and can be used to identify the organisms to species level quickly and accurately. Barcoding using gene that encodes  ribosomal RNA (rRNA) is regarded as one of the techniques to study the phylogenetic relationships, because it is universal and has conserved and variable regions that are typical. Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi) is one type of Eagle endemic in Java Island and the conservation status of endangered. Javan Hawk Eagle (Nisaetus bartelsi) has a size of 60-70 cm. Head and crown feathers Javan Hawk Eagle are cinnamon brown, have fur that form strip mesial mustache, erect crested with a length of ± 12 cm of 2-4 feathers are black with white tip. 12S rRNA gene is one that encodes a mitochondrial gene 12S. Mitochondrial genes are widely used in the search kinship species. This study aims to identify morphological Javan Hawk Eagle in Eco Green Park, and knowing the gene sequence 12S rRNA Javan Hawk Eagle that lives in Java using the primer Forward CGT AAC AAG GTA AGT GTA CCG GAA GG and primer Reverse TCG ATT ATA GAA CAG CCT GCT CTA G. The morphology, Javan Hawk Eagle in Eco Green Park, Batu belongs to the species Nisaetus bartelsi. Genetically, gene sequences can’t be known. 

    Pengembangan Media Pembelajaran Extensive Green Roof Technology untuk Materi Pemanasan Global di SMP Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    ABSTRAK   Luthfidyanto, Rifki. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Extensive Green Roof Technology untuk Materi Pemanasan Global di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim, M.Si, Pembimbing (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S   Kata kunci: media pembelajaran, extensive green roof technology, pemanasan global   Extensive green roof technology (EGRT) berpotensi dikembangkan pada bidang pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan hasil  survei lapangan yaitu SMP Brawijaya Smart School (BSS) Malang belum memiliki media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata untuk menunjang materi pemanasan global. Selain itu, 90% peserta didik belum mengetahui bahwa green roof merupakan salah satu cara menanggulangi dampak pemanasan global. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merujuk kepada model Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall, namun hanya sampai langkah ke-5 dari 10 langkah. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran berupa benda model EGRT dan handout materi pemanasan global yang dilengkapi buku petunjuk penggunaan media pembelajaran. Data diperoleh melalui angket validasi ahli dan angket respon peserta didik. Perolehan skor rata-rata pada hasil validasi ahli materi 76,4% (valid), ahli media 90,7% (sangat valid), dan ahli praktisi lapangan 86,4% (sangat valid). Persentase rata-rata dari penilaian validator adalah 84,8% (sangat valid) yang mengindikasikan bahwa pengembangan media pembelajaran EGRT yang dihasilkan layak  digunakan untuk menunjang materi pemanasan global. Pada tahap akhir, yaitu uji coba lapangan awal diperoleh skor rata-rata 85,9% yang berarti media pembelajaran EGRT mendapat respon yang “baik” dari peserta didik di SMP BSS Malang

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PBL YANG DIPADU DENGAN TGT UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 MALANG PADA MATERI SISTEM EKSKRESI (KD 3.9 & 4.10)

    No full text
    ABSTRAK   Putri, A.R.K. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model PBL yang dipadu dengan TGT untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada Materi Sistem Ekskresi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, PBL, TGT, sistem ekskresi Perangkat pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melakukan proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap guru dan siswa terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran materi sistem ekskresi di SMA Negeri 8 Malang, yaitu:  penerapan model PBL yang kurang terlaksana dengan baik, tingkat ketuntasan siswa hanya 78% dari ketuntasan klasikal yaitu sebesar 85%, dan minat siswa yang rendah dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan instrumen penilaian pada materi sistem ekskresi, (2) mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan perangkat pembelajaran model PBL yang dipadu dengan TGT pada sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penelitian ini tidak melakukan tahapan disseminate (penyebaran) karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Produk penelitian dan pengembangan ini divalidasi oleh tiga validator yang meliputi ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan. Setelah diketahui tingkat kelayakan berdasarkan hasil validasi, dilakukan revisi terkait dengan saran dan komentar yang diberikan oleh validator.  Tahapan selanjutnya adalah  uji coba produk dalam satu kelas yaitu kelas XI MIA 5 untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan tingkat keefektifan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perangkat pembelajaran memiliki persentase kevalidan sebesar 96,06% dengan kriteria sangat valid, persentase kepraktisan sebesar 91,34% dengan kriteria sangat praktis, dan persentase keefektifan sebesar 86,11% dengan kriteria efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Biologi untuk siswa kelas XI pada materi sistem ekskresi

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X Pada Materi Klasifikasi Hewan Invertebrata Melalui Model Pembelajaran PBL Terintegrasi Pendidikan Berkarakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Yeni. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X Pada Materi Klasifikasi Hewan Invertebrata Melalui Model Pembelajaran PBL Terintegrasi Pendidikan Berkarakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: perangkat pembelajaran, klasifikasi hewan invertebrata, PBL, pendidikan berkarakter, hasil belajar Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X di SMAN 10 Malang pada tanggal 9 dan 10 Nopember 2015, menunjukkan bahwa perangkat yang digunakan pada materi klasifikasi hewan invertebrata masih belum sesuai dengan ketentuan kurikulum 2013 dan materi klasifikasi hewan invertebrata  termasuk materi yang sulit dipahami siswa sehingga ketuntasan siswa pada materi klasifikasi hewan invertebrata sebesar 50%. Oleh karena itu perlu adanya upaya pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yaitu pengembangan perangkat pembelajaran pada materi klasifikasi hewan invertebrata melalui model pembelajaran PBL yangterintegrasi pendidikan berkarakter.Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) mengembangkan perangkat pembelajaran biologi SMA kelas X  pada materi klasifikasi hewan invertebrata melalui model pembelajaran PBL terintegrasi pendidikan berkarakter untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) mengetahui kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan, dan (3) mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan (1974), namun hanya dilakukan sampai tahap Develop. Hasil penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor uji kepraktisan, dan skor hasil belajar siswa. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran. Uji coba perangkat pembelajaran dilakukan di kelas MIPA 6-F2 SMAN 10 Malang dengan siswa sejumlah 30 siswa. Uji coba perangkat pembelajaran ini juga digunakan sebagai uji kepraktisan dan uji keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan kriteria yang sangat valid. Secara rinci hasil validasi perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, Hand Out dan LKS secara berturut-turut sebagai berikut, 98,71%, 100%, 98,06%, 98,50%, dan 99,04%. Hasil uji kepraktisan melalui angket keterlaksanaan pembelajaran sebesar 92,5% dan kepraktisan untuk Hand out 86,33% dan LKS 84,20%. Hasil uji keefektifan untuk ketuntasan belajar aspek pengetahuan secara klasikal sudah mencapai nilai sebesar 90%, untuk rerata nilai aspek sikap spiritual, sikap sosial, dan keterampilan secara berturut-turut yaitu 87,67; 88,39; dan 89,54. Hasil tersebut menunjukkan kriteria ketercapaian yang sangat baik.  ABSTRACT Puspitasari, Yeni. 2016. The Development of Biological Equipment Learning High School  Class 10th on Invertebrate Classification Through PBL Learning Model Integrated Character Education to Improve the Student’s Learning Outcomes. Bachelor thesis, Biology Departement Biological Study Program, Faculty of Mathematics and Science, Malang State University. Advisors: (1) Dr. Hj. Sri EndahIndriwati, M.Pd, (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Key Words: learning equipment, Invertebrate Classification, PBL, character education, student’s learning outcomes Based on interviews with teacher of biology class X SMAN 10 Malang on 9 and 10 November 2015, showed that the equipment learning used in invertebrate classification still not in accordance with the provision of the curriculum in 2013 and this content about invertebrate classification include as difficult content so the completeness of the student in invertebrate classification about 50%. So, it’s need efforts to develop the equipment learning that suit the needs and characteristics of students are the development of Equipment learning on Invertebrate Classification  through PBL Learning model and integrated character education. The aim of this research and development: (1) develop the equipment Learning  High school class X on Invertebrate Classification through PBL learning model integrated character education to improve the student’s learning outcomes, (2) determine the practicality of equipment learning developed, (3) and determine the effectiveness of the equipment learning developed. This research and development used model 4-D by Thiagarajan (1974), but only done to Develop stage. The result of this research in the form of  quantitative and qualitative data. The quantitative data obtained from the score results validate of equipment learning, practicality test scores, and scores of student’s learning outcomes. The qualitative data obtained from comments and suggestions. Trials conducted of equipment learning in class MIPA 6-F2 SMAN 10 Malang with 30 students. The trial of the equipment learning is also used as a test of practicality and test the effectiveness of the equipments learning developed. The results of the validation equipment learning developed shows very valid criteria. Detailed results of the validation of equipments learning such as syllabi, lesson plans, assessment instruments, Hand Out and LKS respectively as follows, 98.71%, 100%, 98.06%, 98.50% and 99.04%. The test results practicality through questionnaires learning is 92.5% and practicality to Hand out worksheets 86.33% and 84.20%. The results of testing the effectiveness of mastery learning classical aspects of knowledge by 90%, to the mean value of the spiritual aspects of attitudes, social attitudes, and skills respectively is 87.67; 88.39; and 89.54. These results indicate achievement criteria very good

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Biologi Materi Sistem Respirasi pada Manusia KD 3.8 di SMA Laboratorium Um

    No full text
    ABSTRAK   Arifah, Siti Nur. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Biologi Materi Sistem Respirasi pada Manusia KD 3.8 di SMA Laboratorium UM. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M. Pd, (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si.   Kata Kunci:  multimedia interaktif, Problem Based Learning (PBL), sistem respirasimanusia. SMA Laboratorium UM merupakan salah satu sekolah swasta di Kota Malang  yang sudah menggunakan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi diketahui bahwa hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM pada materi sistem respirasi hanya 65% dari 85% yang harus dicapai. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa diketahui bahwa kesulitan belajar ini disebabkan karena siswa hanya dapat membayangkan saja apa yang dikatakan oleh guru. Siswa juga lebih menyukai adanya studi kasus atau pemberian suatu permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari daripada hanya belajar secara teori saja. Salah satu model pembelajaran yang dapat memfasilitasi keinginan siswa dan merupakan salah satu model yang digunakan pada Kurikulum 2013 yaitu model Problem Based Learning (PBL). Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian pengembangan ini untuk menghasilkan produk berupa multimedia interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi sistem respirasi sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep materi sistem respirasi pada manusia. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model Lee and Owen (2004) dengan langkah-langkah yaitu analisis (analysis), desain (design), dan pengembangan dan implementasi (development and implementation). Tahap analisis terdiri dari analisis kebutuhan yang berkaitan dengan tingkat kebutuhan multimedia dalam pembelajaran dan analisis awal-akhir. Pada tahap desain dihasilkan draft spesifikasi desain produk yang dikembangkan. Pada tahap pengembangan dan implementasi (development and implementation) terdapat tahap validasi oleh 3 validator yaitu ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan untuk mengetahui tingat kevalidan. Implementasi dilakukan dengan uji coba kelompok kecil untuk mengetahui kepraktisan produk dan kelompok besar untuk mengetahui keefektifan produk. Persentase rata-rata dari validasi oleh validator ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan yaitu berturut-turut 93,81% : 91,26% : 91,47% yang memenuhi kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil untuk menilai kepraktisan produk diperoleh persentase 91,47% yang memenuhi kriteria sangat praktis. Berdasarkan n-gain score yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest uji coba kelompok besar diperoleh nilai 0,73 yang memenuhi kriteria efektifitas tinggi. Setelah dilakukan revisi terhadap produk berdasarkan saran dari validator maka produk multimedia yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.   ABSTRACT   Arifah, Siti Nur. 2016. The Development Multimedia Interactive Based on Problem Based Learning (PBL) in Biology Learning Human Respiratory System Material Competence Base 3.8 at Laboratory High School. Thesis. Biology Education Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Malang State University. Advisor: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M. Pd, (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si   Keywords: multimedia interactive, Problem Based Learning (PBL), human respiratory system Laboratory High School is one of the private school in Malang City that used Curriculum 2013 in learning process. Based on interview with biology teacher we know that the result of students learning only 65% can get standard score from 85% must to get. Based on interview with students, the difficult of learning cause by students just can imagine what teacher say. Students also more like if there are real problem in lives more than just theory learning. One of the learning meodel can facilitated students want and one of the learning model in Curriculum 2013 is Problem Based Learning. The purpose of this research and development is to produce multimedia interactive based on Problem Based Learning (PBL) in human respiratory system material so can help learner to understanding the human respiratory system concept. The research model development refers to the Lee and Owen (2004) which the steps is analysis, design, development and implementation, and evaluation. The analysis step include needs assessment that used to determine urgency level of multimedia in learning process and front-end analysis. The design step is to produced specification draft product design that developed. In the development and implementation step there are validation by 3 expert that is media expert, material expert, and field practitioner to determine valid level. Implementation doing by small group testing is to rate the practicability product and large group testing is to rate effectiveness product. The average percentage of validation by material expert, media expert, and field practitioner respectively 93,81%: 91,2%: 91,47% that categorized very valid. Based on small group testing to rate the practicability product reaches 91,47% that categorized very practical. Based on n-gain score that obtained by pretest and posttest score in large group testing  reaches 0,73 that categorized high effectiveness. After take revision according the experts so multimedia product that developing is suitable to use in learning process

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) terhadap Jumlah Sel CD4+ pada Mencit (Mus musculus) Rheumatoid Arthritis.

    No full text
    ABSTRAK   Anggraini, P.D. 2016. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) terhadap Jumlah Sel CD4+ pada Mencit (Mus musculus) Rheumatoid Arthritis. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S., (II) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: ekstrak daun sirih merah, rheumathoid arthrits, CD4+ Rheumatoid Arthitis (RA) merupakan salah satu penyakit autoimun yang terjadi akibat adanya Stress oksidatif yang akan memicu teraktivasinya sel CD4 menjadi CD4+. Sel CD4+ akan berpoliferasi menjadi Th1 dan Th2. Th1 mensekresikan sitokin berupa interferon-γ (IFN-γ) akan meransang makrofag untuk mensekresikan IL-1, IL-6 dan TNF-α, sedangkanTh2 akan mensekresikan IL-4, IL-5, IL10 ke sel B untuk merangsang sel B memproduksi immunoglobulin meliputi faktor rheumatoid dan autoantibodi. Hal ini akan menyebabkan terjadi inflamasi dan kerusakan pada membran synovial dan sendi. Terapi yang digunakan selama dalam mengatasi inflamasi pada penderita RA adalah dengan pemberian obat Non Steroid Anti Inflamation Drug (NSAID yang akan menghambat produksi prostaglandin, sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi. Pemberian obat NSAID secara terus menerus akan mengakibatkan tukak dan pendarahan pada saluran pencernaan dan hati. Oleh karena itu diperlukan bentuk terapi yang aman dan tidak menimbulkan efek samping salah satunya dengan menggunakan sirih merah yang memiliki aktivitas antioksidan yang diduga mampu mengurangi stress oksidatif yang terjadi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih merah terhadap jumlah sel CD4+ dan dosis ekstrak daun sirih merah yang paling efektif dalam menurunakan jumlah sel CD4+ pada mencit RA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada Bulan Oktober sampai Bulan November 2015. Hewan coba yang digunakan adalah 24 ekor mencit jantan galur Swiss berumur 8 minggu dengan berat berkisar antara 28-30 gram. Mencit dimodel RA dengan diinjeksikan Complete Freund’s Adjuvant (CFA) sebanyak 0,01 ml pada intraperitonial dan Incomplete  Freund’s  Adjuvant  (IFA) sebanyak 0,03 ml pada telapak ekstremitas belakang sebelah kiri. Hewan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan ( normal, RA, Aspirin, sirih merah 100 mg/g BB, sirih merah 200 mg/g BB dan 400 mg/g BB). Perlakuan diberikan selama 21 hari dengan disonde lambung sebanyak 0,5 ml. Pada akhir perlakuan mencit di bedah dan diisolasi sel limfositnya untuk menghitung jumlah sel CD4+ menggunakan Flowcytometry. Data jumlah sel CD4+ dianalisis  normalitas dan homogenitas, dimana hasil analisis menunjukkan bahwa data jumlah sel CD4+  tidak homogen maka dilakukan uji Kruskal Wallis dan diuji lanjut  dengan uji Games Howell. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun sirih merah terhadap jumlah sel CD4+ pada mencit RA. Pemberian ekstrak daun sirih merah dosis 200 mg/g BB memiliki kecenderungan paling efektif  dalam menurunkan jumlah sel CD4+ pada mencit RA

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇