SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LAWANG
ABSTRAK Koko Setiadi Santoso, Endang Suarsini, Triastono Imam Prasetyo FMIPA Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang E-mail:[email protected],[email protected], [email protected] :Media pembelajaran merupakan komponen pembelajaran yang berpengaruh untuk meningkatkan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji produk multimedia interaktif materi perubahan dan pelestarian lingkungan berbasis pendekatan ilmiah untuk siswa kelas X MIA. Pengembangan multimedia interaktif terdiri dari uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji kefektifan. Penelitian dan pengembangan multimedia menggunakan 7 tahap dari 10 tahap yang diadaptasi dari metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) oleh Borg dan Gall (1989) yang terdiri dari (1) penyelidikan dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan produk dan desain, (3) pengembangan produk awal, (4) uji awal produk, (5) revisi produk, (6) uji coba utama, (7) revisi produk akhir. Hasil validasi ahli media (86,3%), ahli materi (95,7%), dan praktisi lapangan (92,5%) menunjukkan multimedia interaktif valid. Uji kepraktisan mendapat hasil 89,3% menunjukkan bahwa multimedia interaktif praktis digunakan. Hasil uji keefektifan mendapatkan hasil 0,51 pada Gain score dan ketuntasan belajar klasikal siswa diperoleh persentase 87,5% menunjukkan bahwa multimedia interaktif efektif. Kata kunci: Perubahan dan Pelestarian Lingkungan, Multimedia, R&D. :Media of learning is the influential learning component to improve communication in teaching and learning. The research aims to produce a development and test interactive multimedia product material change and environmental conservation with the basic is scientific approach for students of class X MIA. Interactive multimedia development consists of test validity, test the practicality and effectiveness test. Research and development of multimedia using a 7 stage 10 stage adaptation of methods of research and development (R&D) by Borg and Gall (1989), which consists of (1) Research and information collection, (2) Product planning and design, (3) Develop main product, (4) Initial testing of products, (5) Product revision, (6) Main test, (7) Revision of the final product. The results of expert validation media (86.3%), subject matter experts (95.7%), and practitioners in the field (92.5%) showed interactive multimedia is valid. Practicability test gets results 89.3% showed that interactive multimedia practical to use. The results of testing the effectiveness of getting the 0.51 on Gain score and the completeness of classical study students obtained percentage of 87.5% indicates that interactive multimedia is effective. Keywords: Change and environmental conservation, Multimedia, R&
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Purwosari pada Materi Animalia
ABSTRACT Nengseh, Eka Budiarti. 2016. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Purwosari pada Materi Animalia. Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Keyword: Pembelajaran kooperatif, Group Investigation, hasil belajar.Model pembelajaran Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Model pembelajaran Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran yang menerapkan kerja kelompok dan memunculkan kegiatan 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan) dalam kegiatan belajarnya. Model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center) sehingga memungkinkan bagi siswa untuk lebih mandiri dalam belajar dan mampu menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari (konstruktivisme). Selain itu, model pembelajaran GI mampu menumbuhkan sikap sosial dalam diri siswa serta dapat mengasah keterampilan dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif, 2) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar afektif, 3) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar psikomotor.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MIA 3 dan X MIA 7 SMA Negeri 1 Purwosari pada materi animalia. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan menggunakan rancangan randomized control group pretes-postes design. Data untuk penelitian ini diperoleh dengan melakukan pretes dan postes untuk hasil belajar kognitif serta observasi untuk hasil belajar afektif dan psikomotor siswa. Data yang didapatkan merupakan data kuantitatif yang nantinya akan dianalasis menggunakan uji anakova untuk hasil belajar kognitif dan uji-T untuk hasil belajar afektif dan psikomotor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki rerata nilai pretes yang sama, yaitu sebesar 48. Kelas eksperimen memiliki rerata sebesar 82 untuk nilai postes, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata nilai postes sebesar 77. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan sebesar 34 untuk hasil belajar kognitif, sedangkan kelas kontrol menunjukkan peningkatan sebesar 29 untuk hasil belajar kognitif. Pada hasil belajar afektif, kelas eksperimen memiliki rerata nilai sebesar 87, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata nilai sebesar 85. Kelas eksperimen memiliki rerata sebesar 84 untuk hasil belajar psikomotor, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata sebesar 80 untuk hasil belajar psikomotor. ABSTRACT Nengseh, Eka Budiarti. 2016. The Effect of Group Investigation Cooperative Learning toward Learning Outcomes on Grade Tenth Students of SMA Negeri 1 Purwosari. Thesis Biology Education Mayor State University of Malang. Advisor (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Keyword: Cooperative learning, Group Investigation, learning outcome.Group Investigation learning model is one of cooperative learning model that acceptable in Curriculum 2013. Group investigation learning model is one of learning models that conduct team working and elicit 5M activity (observing, questioning, data collecting, associating, and communicating) in its learning activity. Group Investigation learning model is learning model that focus on student (student center) so that enable for student to be more independent and capable to find out concept matter they learn by their self (constructivism). Other than that, group investigation learning model can grow up social attitude inside the students and can hone student’s skills. The purpose of this study are 1) find out the effect of Group Investigation learning model toward cognitive learning outcome, 2) find out the effect of Group Investigation learning model toward affective learning outcome, 3) find out the effect of Group Investigation learning model toward psychomotor learning outcome.This study was conducted at State Senior High School 1 of Purwosari toward tenth grade student of MIA 3 and MIA 7. This study was a quasy experiment study that use randomized control group pretes-postes design. Data for this study was collected by doing pretes and postes for cognitive learning outcome and observation for affective and psychomotor learning outcome. Data that was collected was a quantitative data that will analyze using anacova test for cognitive learning outcome and T-test for affective and psychomotor learning outcome. The results showed that experiment class and control class got the same average of pretes score that is 48. Experiment class got 82 for average postes score, while control class got 77 for average postes score. Experiment class showed 34 score in increasing cognitive outcome, while control class got 29 in increasing cognitive outcome. In affective learning outcome, experiment class got 87 for average affective score, while control class got 85 in average. Experiment class got 84 for average psychomotor score, while control class got 80 for average affective score
Prevalensi Serangga pada Sistem Pertanaman Campuran di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK PREVALENSI SERANGGA PADA SISTEM PERTANAMAN CAMPURAN DI KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Kharirrotun Nafiah, Sofia Ery Rahayu, Agus Dharmawan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang Email: [email protected] ABSTRAK: Upaya peningkatan gizi keluarga dilakukan dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah tangga yang dikenal melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam aplikasi program KRPL, masalah hama menjadi kendala utama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi serangga pada tanaman yang dominan yaitu cabai (Capsicum frutescens L.), terong (Solanum melongenaL.) dan sawi (Brassica juncea (L.) Czern). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari-Maret 2016. Penelitian dilakukan di 3 desa, dengan sampel 4 Rumah Pangan Lestari (RPL) di setiap desa. Sampel serangga diambil pada pukul 08.00-10.00, 11.00-13.00 dan 14.00-16.00 yang diulang sebanyak 4 kali.Data prevalensi serangga dianalisis deskriptif dan matematis dengan anava ganda. Hasil penelitian yaitu serangga yang ditemukan pada tanaman cabai, terong dan sawi terdiri dari 5 ordo, 12famili dan 26 genus.Serangga yang memiliki prevalensi tertinggi pada tanaman cabai adalah Nezara, pada tanaman terong adalah Epilachna dan pada tanaman sawi adalah Euproctis. Prevalensi serangga pada waktu pagi, siang dan sore tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Kata kunci: prevalensi, serangga, KRPL ABSTRACK: Efforts to improve family nutrition by utilizing the yard of house named Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). In the application program of KRPL, pest problems become major obstacles. The purpose of this researchto know prevalence of insects ondominant plants as chili (Capsicum frutescens L.), eggplant (Solanum melongena L.) and mustard (Brassica juncea (L.) Czern). The approach used in this study was a descriptive exploratory and sampling was conducted in February-March 2016. The study was conducted in 3 villages, with 4 samples Rumah Pangan Lestari (RPL) in every village. Insect samples were taken at 08:00-10:00 am, 11:00 am -01:00 pm and 02:00-04.00 pm were repeated 4 times. Insect prevalence data were analyzed descriptively and mathematically with anova. The results show that is insects was found in pepper, eggplant and mustard consists of 5 orders, 12 families and 26 genera. Insect that have highest prevalence in pepper is Nezara, in eggplant is Epilachna in mustard is Euproctis. Insect prevalence in the morning, afternoon and eveningdid not significant value. Keywords: prevalence, insect, KRP
Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret
ABSTRAK Maharani, Suci Ayu. 2016. Uji Efektifitas Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Balsamo dan Verticillium lecanii (Zimmerman) Viegas terhadap Mortalitas Helopeltis antonii Signoret. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fatchur Rohman, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : Jamur Entomopatogen, kerapatan konidia, persentase mortalitas, Helopeltis antonii Jamur entomopatogen Beauveria bassiana dan Verticillium lecanii memiliki potensi digunakan sebagai pengendali hama penghisap buah kakao (Helopeltis antonii). Kerapatan konidia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi mortalitas H. antonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii, serta kerapatan konidia yang berbeda terhadap mortalitas H. antonii. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan rancangan RAK factorial diulang 3 kali. Penelitian dilakukan bulan Juni 2016 di PTPN XII Banyuwangi, Jawa Timur. Variabel bebas yaitu jenis jamur entomopatogen (B. bassiana dan V. lecanii) dan kerapatan konidia (109, 108, 107 dan 106 konidia/ ml). Jumlah imago H. antonii setiap perlakuan/ ulangan adalah 10 ekor. Variabel terikat berupa persentase mortalitas H. antonii selama sepuluh hari setelah aplikasi. Analisis probit untuk menentukan nilai LT50 dan LC50. Uji anava untuk mengetahui pengaruh setiap perlakuan, jika ada pengaruh dilanjutkan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu efektif jamur entomopatogen terhadap mortalitas H. antonii yaitu hari ke-4 setelah aplikasi. Kerapatan konidia jamur entomopatogen B. bassiana dan V. lecanii yang efektif berturut-turut pada kerapatan konidia sebesar 6,95 X 106 konidia/ ml dan 4,64 X 106 konidia/ ml. Hasil analisis varian menunjukkan jenis jamur entomopatogen serta interaksi antara dua faktor tidak berpengaruh signifikan. Oleh karena itu jenis jamur B.bassiana dan V. lecanii memiliki kemampuan yang sama dalam mengendalikan H. antonii. Kerapatan konidia yang berpengaruh signifikan dengan kerapatan konidia 109/ ml
Studi Kasus Pengajaran Remedial Biologi Kelas XI A1 dan XI A6 SMAK Kolese Santo Yusup Malang
ABSTRAK Larasati, Indah Nurvita. 2016. Studi Kasus Pengajaran Remedial Biologi Kelas XI A1 dan XI A6 SMAK Kolese Santo Yusup Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D (II)Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd Kata Kunci: diagnosis, prognosis, rekomendasi, pengajaran remedial Pendidikan erat hubungannya dengan proses belajar, karena dengan proses belajar yang berkualitas maka pendidikan yang sudah direncanakan dapat terlaksana dengan optimal. Proses belajar yang telah dilakukan akan dievaluasi sehingga diperoleh hasil belajar. Hasil belajar setiap siswa tidak sama karena dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Hasil belajar ini yang menentukan tindak lanjut untuk siswa. Siswa yang hasil belajarnya di bawah kriteria ketuntasan minimal memerlukan tindak lanjut berupa pengajaran remedial. Pengajaran remedial merupakan lanjutan dari tahap diagnosis kesulitan belajar siswa, prognosis, dan rekomendasi cara mengatasi kesulitan belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di beberapa sekolah,remedial hanya dilakukan dalam bentuk tugas dan tes tanpa adanya penguatan konsep. SMAK Kosayu dipilih menjadi lokasi penelitian melalui wawancara. Pemilihan 2 kelas dalam penelitian bertujuan untuk membandingkan pembelajaran oleh kedua guru Biologi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan studi kasus yang bertujuan untuk menganalisis pengajaran remedial secara rinci dan mendalam di SMAK Kosayu. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan. Sumber data berasal dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Instrumen lainnya berupa pedoman wawancara serta lembar observasi pembelajaran. Analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data terdiri dari kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada tahap diagnosis bahwa faktor eksternal secara keseluruhan tidak mempengaruhi kesulitan belajar siswa, sedangkan faktor internal yang berpengaruh berupa sikap siswa. Tahap ini hanya dilakukan oleh salah satu guru Biologi selaku wali kelas. Tahap prognosis belum dilakukan oleh guru Biologi karena langsung memilih bentuk remedial. Tahap rekomendasi sudah dilakukan dengan memilih bentuk remedial karena alasan sistem sekolah. Remedial dilakukan dalam bentuk tes dan tugas tanpa penguatan konsep. Materi pembelajaran dalam semester pendek belum sesuai dengan teori pengajaran remedial, tetapi teknik dan evaluasinya sesuai dengan teori. Berdasarkan hasil penelitian tersebut guru dan sekolah sebaiknya menerapkan tahapan diagnosis, prognosis, rekomendasi, dan pengajaran remedial agar semua siswa dapat tuntas dalam pembelajaran. Kesimpulannya serangkaian tahapan pengajaran remedial oleh guru Biologi belum terlaksana sesuai dengan teori, karena adanya sistem SKS sehingga pengajaran remedial dilakukan di semester pendek.
Analisis Kompetisi Ruang Pada Budi Daya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.)
ABSTRACT Budi, Isak Krestian. 2016. Analisis Kompetisi Ruang pada Budi Daya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes Kata kunci: Lele Sangkuriang, Kompetisi Ruang, Budi Daya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.) merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki banyak kelebihan untuk dibudidayakan. Salah satu kelebihan ikan Lele Sangkuriang adalah dapat dibudidayakan pada lahan yang terbatas dengan kepadatan yang tinggi, yaitu mencapai 1000 ekor/m3. Budi daya ikan Lele Sangkuriang dengan kepadatan tinggi merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan ruang yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetisi ruang berdasarkan parameter keragaman massa ikan Lele Sangkuriang dan efek kepadatan terhadap pertumbuhan mutlak ikan Lele Sangkuriang dalam skala laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani ‘Ngudi Rahayu’ Kabupaten Trenggalek pada bulan Desember 2015 hingga Maret 2016 dan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Kelompok hewan uji yang digunakan adalah 240 benih ikan Lele Sangkuriang umur 11 minggu dengan massa awal pemeliharaan sebesar 3,54 ± 0,23 g. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: kepadatan ikan 10 ekor per 16,7 liter; 10 ekor per 12,5 liter; 10 ekor per 10 liter; dan 10 ekor per 8,3 liter dengan lama pemeliharaan 6 minggu. Variabel yang diamati adalah keragaman massa dan pertumbuhan mutlak. Keragaman massa dilihat dari nilai koefisien variansi (CV), sedangkan pertumbuhan mutlak dilihat dari selisish rata-rata massa akhir pemeliharaan dengan rata-rata massa awal pemeliharaan. Untuk mengetahui perbedaan keragaman dilakukan analisis kovarian (anakova) dengan signifikansi (P) 0,05, kompetisi ruang ditinjau dari keragaman massa tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan. Hasil uji anava tunggal terhadap pertumbuhan mutlak Ikan Lele Sangkuriang menunjukkan nilai signifikasi P > 0,05, tidak terdapat perbedaan pertumbuhan mutlak Ikan Lele Sangkuriang secara signifika
Studi Aktivitas Fosforilasi Protein Membran Spermatozoa Sapi Bali 32 kDa dan 45 kDa sebagai Parameter Pendukung Pendugaan Kualitas Spermatozoa.
Abstrak Sapi Bali termasuk sapi lokal unggul dan berpotensi tinggi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia. Salah satu upaya peningkatan potensi ternak sapi Bali dengan memperluas program kawin silang dengan inseminasi buatan (IB), namun keberhasilan IB belum sesuai target sehingga perlu peninjauan ulang. Tingkat keberhasilan IB pada hewan ternak sangat dipengaruhi oleh kualitas semen (spermatozoa) yang meliputi pemeriksaan secara makroskopik (volume, warna, bau, pH, dan kekentalan) dan mikroskopik (motilitas, gerakan massa, konsentrasi, viabilitas, dan integritas membran). Kriteria dalam penentuan kualitas spermatozoa kurang mendukung untuk dapat menunjukkan tingkat fertilitas spermatozoa. Selama fertilisasi semua aktivitas dan fungsi spermatozoa sangat bergantung pada fosforilasi protein. Oleh karena itu, aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa penting untuk diketahui sebagai aspek penentu keberhasilan fertilisasi pada program IB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein membran spermatozoa sapi serta pengukur aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa Sapi Bali 32 kDa dan 45 kDa sebagai parameter pendukung pendugaan kualitas spermatozoa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan observasi laboratorik dilakukan dengan analisis aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa Sapi Bali 32 kDa dan 45 kDa. Obyek penelitian adalah spermatozoa sapi Bali dalam bentuk straw, diperoleh dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekular Jurusan Biologi Ruang 314 Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang pada bulan September - November 2015. Tahapan penelitian terdiri atas: (1) isolasi protein membran spermatozoa, (2) Elektroforesis SDS-PAGE, dan (3) Elektroelusi untuk memperoleh protein dengan berat molekul 32 kDa dan 45 kDa, dan (4) pengujian aktivitas fosforilasi yang dilakukan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan, pada crude protein membran spermatozoa sapi Bali menunjukkan terbentuknya 8 pita (band) protein dengan berat molekul 69 kDa; 57 kDa; 45 kDa; 38 kDa; 32 kDa; 26 kDa; 16 kDa; dan 10 kDa. Perhitungan aktivitas fosforilasi protein membran spermatozoa sapi Bali 32 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 13,74x10-2 µmol/mL.menit, sedangkan protein dengan berat molekul 45 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 18,58x10-2 µmol/mL.menit. Nilai aktivitas fosforilasi dapat digunakan untuk memprediksi aktivitas spermatozoa selama fertilisasi dan untuk menunjang penentuan kualitas spermatozoa dengan mempertimbangkan parameter yang ada sebelumnya
Pengaruh Ekatrak Kasar Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa(Scheff.)Boerl) Terhadap Ekspresi Gen MMP-2 Pada Sel HeLa
ABSTRAK PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) TERHADAP EKSPRESI GEN MMP-2 PADA SEL HeLa Sherry Aristyani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Malang [email protected] Abstrak Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia. Mahkota dewa telah digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Ekstrak mahkota dewa telah dilaporkan dapat menginduksi apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Sel HeLa merupakan salah satu jenis sel kanker serviks yang memiliki ekspresi gen MMP-2. MMP-2 (Matris Metalloproteinase-2) merupakan enzim proteolitik yang berperan dalam regulasi matriks ekstraselular dan menginduksi invasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh ekstrak kasar buah mahkota dewa terhadap ekspresi gen MMP-2 pada sel HeLa. Buah mahkota dewa diekstrak menggunakan shoxlet dengan pelarut metanol dan HCL 6M. Dosis ekstrak buah mahkota dewa sebesar 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml diberikan pada sel HeLa dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan memiliki ekspresi MMP-2 yang lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol, dan ekspresi MMP-2 tertinggi terdapat pada perlakuan dosis 40 µg/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kasar buah mahkota dewa dapat menaikkan ekspresi MMP-2 pada sel HeLa. Kata Kunci: Ekstrak kasar, mahkota dewa, MMP-2, sel HeLa
Kajian Struktur Komunitas Tumbuhan Bakau di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo
ABSTRAK Ulaa,Endah Darojatul. 2015. Kajian Struktur Komunitas Tumbuhan Bakau di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si Kata Kunci: struktur komunitas, bakau, Mangunharjo,Kota Probolinggo Alih fungsi lahan seperti konversi untuk tempat pemukiman, pelabuhan, pertanian, serta tambak menyebabkan komunitas tumbuhan mangrove semakin berkurang luasnya. Mangrove Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, di beberapa bagian dijadikan sebagai tempat pemukiman, lahan tambak, dan dijadikan sebagai tempat wisata, namun di beberapa bagian telah dilakukan penanaman semaian. Peningkatan atau pengurangan lahan yang terjadi tentunya akan mempengaruhi rona serta struktur vegetasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan bakau, menganalisis struktur komunitas, dan distribusi umur tumbuhan bakau. Vegetasi tumbuhan mangrove di sepanjang Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo terletak pada koordinat 113°13′22′′ E 7°44′03′′ S. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu metodeLine transect dengan plot bertingkat.Line Transect yang dibuat sebanyak 31 dengan panjang jalur bervariasi menyesuaikan ketebalan mangrove. Bentuk vegetasi dibedakan berdasarkan ukuran diameter dan tinggi pohon yaitu bentuk semai, pancang, dan pohon. Ukuran kuadrat yang digunakan untuk pengamatan bentuk hidup semai 1 x 1 m, pancang 5 x 5 m, pohon 10 x 10 m.Struktur vegetasi dikaji melalui Indeks Nilai Penting (INP) tiap bentuk hidup dan distribusi umur tumbuhan berdasarkan kelimpahan. Jenis tumbuhan bakau yang ada di Kelurahan Mangunharjo Kota Probolinggoterdiri dari 3 familia Avicenniaceae, Rhizophoraceae dan Lythraceae secara berurutan yaitu Avicennia alba Bl., Rhizophora mucronata Lamk., Sonneratia alba J.E. Smith dan 1 individu Rhizophora apiculataBl. Struktur komunitas bakau baik bentuk semai, pancang, dan pohon didominasi oleh R. mucronata dengan perolehan nilai INP tertinggi yang berarti jenis ini merupakan jenis yang memberikan pengaruh paling besar dan memiliki peran penting dalam komunitas. Distribusi umur tumbuhan bakau di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo kelimpahan tertinggi pada bentuk pancang kemudian semai dan terakhir bentuk pohon untuk populasi Rhizophora mucronata. Populasi Avicennia alba dan Sonneratia alba kelimpahan tertinggi pada bentuk pohon dan semakin berkurang pada bentuk pancang dan semai.Distribusi umur tumbuhan bakau yang sedemikian rupa mengikuti pola struktur umur yang menurun
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Materi Enzim dan Metabolisme Sel Kelas XII MAN Jombang
ABSTRAK Wulansari, Mustika Ayu. 2016. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Materi Enzim dan Metabolisme Sel Kelas XII MAN Jombang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Moh. Amin. S.Pd., M.Si, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata Kunci: multimedia pembelajaran interaktif, enzim dan metabolisme sel Proses metabolisme berlangsung di dalam sel tubuh adalah materi yang disajikan dan wajib dikuasai siswa kelas XII IPA MAN Jombang. Hasil survei yang dilakukan di MAN Jombang pada tanggal 17 September 2017 menginformasikan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi enzim dan metabolisme sel. Multimedia pembelajaran interaktif diperlukan agar dapat membantu siswa mempelajari materi enzim dan metabolisme sel. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif materi enzim dan metabolisme sel untuk siswa kelas XII IPA MAN Jombang yang valid, praktis, dan efektif. Data validasi diperoleh dari ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Data uji coba lapangan diperoleh dari 30 siswa kelas XII IPA di MAN Jombang, serta skor hasil mengerjakan soal pada multimedia pembelajaran interaktif oleh siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan soal tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif. Produk penelitian yang dikembangkan berupa multimedia interaktif berformat swf. yang dikemas dalam bentuk Compact Disc (CD). Multimedia interaktif yang dikembangkan memuat delapan menu utama, yaitu 1) menu petunjuk, 2) menu kompetensi 3) menu pretes 4) menu materi 5) menu glosarium 6) menu postes 7) menu daftar rujukan, dan 8) menu pengembang. Materi yang terdapat dalam multimedia interaktif adalah materi enzim dan metabolisme sel yang terdiri dari sub-materi enzim, katabolisme, dan anabolisme. Berdasarkan analisis data, multimedia pembelajaran interaktif materi enzim dan metabolisme sel ini tergolong valid, praktis, dan efektif. Nilai kevalidan ditunjukkan dengan perolehan persentase penilaian multimedia interaktif enzim dan metabolisme sel sebesar 100% oleh ahli materi, 86,7% oleh ahli media. Nilai kepraktisan ditunjukkan dengan perolehan persentase penilaian sebesar 90,3% oleh guru, dan 93,7% oleh siswa. Nilai keefektifan ditunjukkan dengan hasil belajar siswa pada materi enzim dan metabolisme sel setelah menggunakan multimedia interaktif juga tergolong baik, yang ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 86,67%