SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-3 SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    ABSTRAK   Setyawan, Kharis. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X-3 SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Dra. Eko Sulasmi, M.S   Kata kunci: Penerapan pembelajaran Kooperatif TSTS, motivasi, hasil belajar   Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran biologi terhadap pelaksanaan pembelajaran biologi di SMA Laboratorium UM yang dilaksanakan pada bulan Januari 2013 didapatkan data bahwa pelajaran Biologi cenderung “text book oriented”, “teacher oriented”, pelaksanaan pebelajaran biologi di kelas  X-3 masih menggunakan metode ceramah, mencatat dan siswa disuruh mengerjakan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) secara individual kemudian dikumpulkan kepada guru tanpa dibahas. Sebagian besar siswa yang diwawancarai tentang pelajaran biologi menyatakan bahwa merasa kesulitan untuk memahami materi pelajaran jika siswa belajar secara individu, sehingga hasil belajar rendah dan siswa kurang aktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar, yaitu dengan penerapan model pembelajaran TSTS.  Penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus I dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yang dilaksanakan tanggal 13 dan 16 Mei 2013 dengan materi “lumut dan tumbuhan paku”. Siklus II dilaksanakan pada tanggal 20 dan 27 Mei 2013 dengan materi angiospermae dan Gymnospermae. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-3 tahun ajaran 2014/2015 SMA Laboratorium UM sebanyak empat puluh empat siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa kelas X-3 SMA Laboratorium UM. Motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 63,1% dengan taraf keberhasilan cukup dan meningkat pada siklus II menjadi 67,1% dengan taraf keberhasilan baik. Hasil belajar pada siklus I sebesar 60,81 meningkat pada siklus II menjadi 77,90

    ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK DAUN ASHITABA [Angelica keiskei (Miq.) Koidz.] YANG DIBUDIDAYAKAN DI TRAWAS, JAWA TIMUR

    No full text
    ABSTRAK   Arisaputra, L. I. 2015. Analisis Kromatografi Lapis Tipis, Uji Aktivitas Antioksdan, Total Fenol dan Flavonoid Ekstrak Daun Ashitaba [Angelica keiskei (Miq.) Koidz.] yang Dibudidayakan di Trawas, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.     Kata kunci: kromatografi lapis tipis, antioksdan, fenol, flavonoid, Angelica keiskei, ashitaba, Trawas.    Radikal bebas dalam jumlah berlebih di dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif dan mengoksidasi DNA, protein serta senyawa lainnya sehingga mengganggu metabolisme tubuh. Stres oksidatif pada tingkat lanjut dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit cardiovascular, diabetes, gangguan neurologis, dan penuaan dini. Aktivitas radikal bebas dapat diredam dengan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah proses oksidasi dengan menyumbangkan elektronnya pada radikal bebas. Asupan antioksidan dari luar diperlukan oleh tubuh untuk membantu menetralisir radikal bebas. Beberapa penelitian tentang penggunaan antioksidan sintetik menunjukkan adanya efek karsinogenik dan penggunaannya dibatasi di berbagai negara. Antioksidan alami dapat diperoleh dari buah dan sayur untuk menggantikan penggunaan antioksidan sintetik yang beresiko. Salah satu tanaman obat yang menghasilkan antioksidan adalah ashitaba [Angelica keiskei (Miq.) Koidz.].   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa aktif dari ekstrak daun ashitaba menggunakan TLC scanner, menguji kandungan total fenol dan total flavonoid menggunakan metode spektrofotometri, serta menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun ashitaba menggunakan metode DPPH.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis KLT ekstrak daun ashitaba dengan pelarut etanol 70% menunjukkan hasil positif mengandung senyawa fenol dan flavonoid, tetapi tidak teridentifikasi adanya kandungan senyawa alkaloid. Hasil analisis menunjukkan adanya senyawa  yang memiliki nilai Rf yang mendekati nilai Rf senyawa fenol 4-aminosalicylic acid, sedangkan senyawa flavonoid yang berhasil diidentifikasi adalah quersetin. Kandungan total fenol ekstrak daun ashitaba ialah sebesar 608,544 µg GAE/g, sedangkan nilai total flavonoid dari ekstrak daun ashitaba adalah sebesar 332,889 µg QE/g. Aktivitas antioksidan ekstrak daun ashitaba dalam menetralkan radikal bebas DPPH tergolong sangat kuat yang diketahui berdasarkan indikator IC sebesar 5,335 ppm

    Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada SIstem Pencernaan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa KelasXI SMAN 1Tumpang

    No full text
    ABSTRAK   Manja, Desy Sylvana. 2014. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Sistem Pencernaan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.H.IstamarSyamsuri, M.Pd, (II) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si.   Kata kunci: modul, inkuiri terbimbing, hasil belajar Berdasarkan hasil observasi peneliti selama melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMAN 1 Tumpang pada Agustus-Oktober 2013, siswa masih kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran, terutama pembelajaran biologi. Hal ini dikarenakan siswa tidak mempunyai buku pegangan maupun (Lembar Kerja Siswa) LKS yang membantu mereka dalam proses belajar.Siswa hanya terpaku  pada materi atau pengetahuan yang disampaikan oleh guru saja, terlepas bahwa materi yang disampaikan oleh guru tadi benar atau salah. Buku yang tersedia di perpustakaan, jumlahnyatidak sebanyak jumlah siswa. Buku biologi sejumlah 30 buah, sedangkan siswa kelas XI berjumlah sekitar 120 siswa, sehingga sekolah tidak meminjamkan buku kepada masing-masing siswa. Guru seringkali hanya memberikan ceramah pada siswa dengan alasan keterbatasan waktu pelajaran untuk menggunakan metode atau model pembelajaran yang lain. Keterbatasan waktu di dalam kelas dapat ditutupi dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing siswa. Belajar secara mandiri, disamping belajar di dalam kelas, dapat memenuhi tujuan pembelajaran. Siswa dapat memahami materi dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.Untuk itu perlu adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai sarana belajar mandiri oleh siswa. Bahan pembelajaran yang sistematis dan menarik diharapkan mampu memotivasi siswa untuk belajar secara mandiri di luar kelas,sehingga proses pembelajaran akan tetap dapat berlangsung sampai siswa dapat menguasai materi yang didapatkan. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan adalah modul. Pendekatan inkuiri terbimbingyang terdapat dalam modul mampu memotivasi siswa untuk mengembangkan pemikirannya dalam proses mendapatkan jawaban dari suatu pertanyaan ilmiah. Dalam perjalanannya, siswa memperoleh banyak pengetahuan secara mandiri tidak bergantung pada guru sebagai satu-satunya sumber belajar ataupun buku. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D yang dikemukakan Thiagarajan dkk. Pada penelitian ini hanya dilakukan tahapan 3D, hanya sampai develop. Subjek penelitian ini adalah 3 orang validator yang terdiri dari ahli materi, ahli media, dan ahli lapangan, serta 34 orang siswa kelas XI IPA 2. Data yang diambil pada penelitian ini adalah (1) data kelayakan penggunaan modul yang diukur melalui angket validasi untuk masing-masing ahli, (2) data hasil belajar kognitif yang diukur melalui pretes dan postes, hasil belajar afektif yang diukur melalui lembar observasi afektif, dan hasil belajar psikomotor yang diukur melalui lembar observasi psikomotor saat pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sudah layak untuk diujicoba dan diterapkan. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, didapatkan persentase 95,60%, hasil validasi ahli media mendapatkan persentase sebesar 94,83%, dan ahli lapangan mendapatkan persentase sebesar 78,57%. Saat penerapan modul dalam proses pembelajaran, terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat sebesar 15,70 poin. Siswa juga lebih aktif saat pembelajaran dan terampil dalam pelaksanaan pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul sistem pencernaan berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan layak untuk diterapkan dalam pembelajaran dan hasil belajar dengan modul juga mengalami peningkatan. Saran pemanfaatan yang diberikan adalah (a) modul sebaiknya diujicobakan di seluruh kelas XI IPA, (b) modul dapat dikerjakan secara berkelompok, (c) guru memberikan bimbingan dan arahan sebelum modul digunakan dalam proses pembelajaran, (d) guru sebaiknya membiasakan siswa untuk belajar menggunakan modul. Saran untuk diseminasi adalah modul dapat disebarluaskan tidak hanya di SMAN 1 Tumpang saja. Saran untuk pengembangan lebih lanjut yaitu (a) melakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas modul dalam pembelajaran, (b) modul dapat menjadi acuan bagi guru untuk mengembangkan modul pada materi yang lain, (c) guru dapat mengembangkan lebih lanjut dengan menambah kegiatan belajar pada materi aplikasi metode ilmiah agar siswa dapat terbiasa berpikir kritis. Saran praktis pada penelitian ini adalah peneliti dapat mengukur waktu belajar dan membaca modul yang berbeda-beda pada tiap individu

    Hubungan Intelligence Quotient (IQ) dengan Hasil Belajar Kompetensi Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMAK Santa Maria Malang pada Bentuk Soal Objektif dan Uraian

    No full text
    ABSTRAK   Octavia, Valeria C. 2016. Hubungan Intelligence Quotient (IQ) dengan Hasil Belajar Kompetensi Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMAK Santa Maria Malang pada Bentuk Soal Objektif dan Uraian. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sulisetijono, M.Si, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: Intelligence Quotient, hasil belajar kompetensi kognitif siswa, bentuk soal objektif, bentuk soal uraian Penilaian dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk menilai kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Di sekolah, penilaian kompetensi kognitif menjadi perhatian utama karena berkaitan dengan kegiatan berpikir dan intelektual. Berdasarkan hasil observasi di SMA Katolik Santa Maria Malang, siswa memiliki nilai IQ dalam kelompok kategori rata-rata. Berkaitan dengan penilaian, guru terkadang membuat soal ujian sendiri yang berbentuk campuran antara bentuk soal pilihan ganda jawaban tunggal, asosiasi, dan uraian. Skor yang didapat menunjukkan skor lebih tinggi pada bentuk soal uraian daripada bentuk soal pilihan ganda. Intelegensi merupakan kemampuan dalam mendapatkan dan mengaplikasikan pengetahuan, sehingga tidak dapat dipisahkan dari kognisi. Menurut beberapa ahli pendidikan, hasil belajar kompetensi kognitif siswa dipengaruhi faktor internal yaitu IQ dan faktor eksternal yaitu lingkungan di luar diri siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara IQ dengan hasil belajar kompetensi kognitif siswa pada bentuk soal objektif dan uraian. Diharapkan dapat membantu guru dalam menentukan bentuk soal dan kualitas soal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan tes tulis. Data penelitian ini berupa analisis butir soal, nilai IQ siswa, dan hasil belajar kompetensi kognitif siswa. Analisis data meliputi analisis butir soal, uji prasyarat yaitu normalitas dan linieritas, serta uji hipotesis dengan bantuan program SPSS 16 for Windows. Hasil analisis butir soal menujukkan seluruh soal tes adalah valid dan reliabel. Hasil perolehan analisis menunjukkan dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat hubungan antara IQ dengan hasil belajar kompetensi kognitif siswa pada bentuk soal objektif dengan sumbangan IQ sebanyak 27,14%. Kedua, terdapat hubungan antara IQ dengan hasil belajar kompetensi kognitif siswa pada bentuk soal uraian dengan sumbangan IQ sebanyak 31,36%

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS Scientific Approach DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM RESPIRASI UNTUK KELAS XI SMA NEGERI 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Mega Pratamasari. 2016. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Scientific Approach Dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Sistem Respirasi Untuk Kelas XI SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Amy Tenzer, M.S. (2) Dra. Nursasi Handayani, M.Si   Kata Kunci: LKS, Scientific Approach, Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing,   Sistem Respirasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pendahuluan melalui proses wawancara dengan pengamatan langsung, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan kurang sesuai dengan kegiatan Scientific Approach kurikulum 2013. Hasil wawancara dengan guru biologi SMA Negeri 6 Malang juga menunjukkan bahwa nilai siswa pada tahun 2015 belum mencapai ketuntasan belajar klasikal pada materi sistem respirasi. Siswa dianggap sulit menerima materi tersebut. Melalui LKS berbasis Scientific Approach diharapkan siswa dapat memahami materi sistem respirasi dengan langkah-langkah 5M. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS dengan Scientific Approach  dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi Sistem Respirasi, menguji tingkat  kevalidan, kepraktisan dan keefektifan LKS yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D Thiagarajan. LKS divalidasi oleh ahli pengembangan bahan ajar LKS, ahli materi dan praktisi lapangan. Setelah LKS selesai divalidasi, LKS direvisi dengan mempertimbangkan saran dan komentar validator. Selanjutnya, LKS diuji cobakan ke subjek uji coba untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan LKS yang dikembangkan. Uji kepraktisan dilakukan oleh kelompok kecil 20 siswa kelas XI MIA 2, sedangkan uji keefektifan dilakukan oleh kelompok besar 33 siswa kelas XI MIA 2. Instrumen penggumpulan data berupa lembar validasi oleh dosen ahli pengembangan LKS, ahli materi dan praktisi lapangan, angket respon siswa, dan soal uji kompetensi. Hasil validasi produk dari ahli pengembangan bahan ajar LKS 92,99% dengan kriteria Sangat valid ; dari ahli materi mendapatkan persentase 95,45% dengan kriteria Sangat Valid; dari praktisi lapangan mendapatkan persentase yaitu 92,50%. Hasil yang diperoleh untuk uji kepraktisan yaitu 83,07% sehingga LKS dinyatakan praktis sebagai bahan ajar. Hasil yang diperoleh untuk uji keefektifan dinyatakan sangat efektif. LKS berbasis Scientific Approach dinyatakan sangat valid, praktis dan sangat efektif

    Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Dianti. 2016.  Pengembangan Modul Biologi dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) pada Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UM.  Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: modul, POE, Sistem Ekskresi, motivasi, hasil belajar Model POE dapat membangun pengetahuan, memotivasi, dan meningkatkan pemahaman konsep sains siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, SMP Laboratorium UM merupakan sekolah yang menerapkan sistem modul. Namun modul yang digunakan belum dikemas secara menarik dan belum adanya gambar/ilustrasi yang mendukung, sehingga motivasi belajar siswa masih rendah yaitu hanya sebesar 54%. Akibatnya, hasil belajar siswa juga rendah, ditunjukkan dengan hasil belajar pada Sistem Ekskresi yang masih sekitar 29% siswa memiliki nilai di bawah KKM. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui pengembangan modul dengan model POE pada Sistem Ekskresi. Modul ini dikembangkan dengan mengadaptasi 7 tahap pada model pengembangan Borg and Gall. Tahapan-tahapan tersebut adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft produk awal, uji coba lapangan awal, revisi produk utama, uji coba lapangan utama, dan revisi produk operasional. Data yang diperoleh meliputi data validasi, data uji coba, motivasi dan hasil belajar. Data validasi diukur dengan angket validasi oleh ahli pembelajaran, ahli materi, dan ahli penerapan lapangan. Data uji coba berupa angket yang diisi oleh siswa. Motivasi belajar diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh John Keller, yaitu ARCS. Hasil belajar yang diukur meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil analisis data angket validasi oleh ahli pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 94,1% untuk modul guru dan 95,3% untuk modul siswa. Rata-rata yang diperoleh dari angket validasi oleh ahli materi dan ahli penerapan lapangan adalah 93,6% dan 94,6%. Hasil uji coba pada 34 siswa diperoleh rata-rata 86%. Berdasarkan hasil tersebut, modul dikategorikan sangat valid.  Modul yang dikembangkan ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Ditunjukkan dengan  hasil motivasi belajar siswa yang diperoleh  sebelum menggunakan modul sebesar 3,5 dan setelah menggunakan modul sebesar 3,94. Kemudian hasil belajar kognitif ditunjukkan dengan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 69,8 dan 79,6. Selain itu ditunjukkan juga dengan hasil belajar psikomotor yang memiliki rata-rata nilai pada praktikum 1 dan 2 sebesar 73, praktikum 3 sebesar 75, dan praktikum 4 sebesar 80. Selanjutnya untuk hasil belajar afektif siswa diperoleh dengan rentangan nilai 58 sampai 92, yaitu 8 siswa dengan kriteria cukup, 25 siswa dengan kriteria baik, dan 1 siswa dengan kriteria amat baik.   ABSTRACT Wulandari, Dianti. 2016.  The Development  Biology Module  of  POE (Predict-Observe-Explain)  Model  of  Material Excretion System to Improve Motivation and Learning Outcomes  of 8th  Grade  Laboratorium UM. Thesis  (Undergraduate),  Study Program of Biology Education, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural  Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Sunarmi, M. Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Keywords: module, POE, Excretion System, motivation, learning outcomes POE can built knowledge, motivated, and improved student’s understanding of science concepts. The result of  interview with teacher, SMP Laboratorium UM is applying module  system. However modules used still not attractively packaged and haven’t pictures/illustrations to  support  it, so  the student's motivation to learn is low about 54%. Consequently, the student learning outcomes is also low, which  indicated by the  results of study at the Excretion System  about 29% still below KKM. Therefore, this  research aimed to improve motivation and student learning outcomes by developing module with POE model at the Excretion System. This module was developed by adapting the 7 steps  in the developmental model of Borg and Gall. These steps are the research and information collecting, planning,  develop preliminary form of product,  preliminary field testing,  main product revision,  main field testing, and  operational product revision. Data obtained were validation data, test data, motivation, and learning outcomes. Validation data measured with  questionnaire validation by learning  expert, material expert, and  application of the field  expert. Test  data in the form of a questionnaire completed by the students. Learning motivation was measured with instruments developed by John Keller, the ARCS. Learning outcomes measured the cognitive, affective, and psychomotor. Based on data analysis of validation questionnaire by learning expert was obtained the average 94.1% for teacher module and 95.3% for  students module. The average obtained of  validation questionnaire  by material expert and application of  field  expert were  93.6% and 94.6%. The results of  tests by 34 students was obtained the average 86%. So the module was included into  very valid category. This module was developed that it could be  increased motivation and student learning outcomes.  That was indicated by  the result of student learning motivation before used the module was 3.5 and after used the module was  3.94.  Then, the cognitive  learning outcomes was indicated by  the average value  of the pre-test and post-test were  69.8 and 79.6.  Furthermore, the  psychomotor  learning outcomes was indicated by the average value of practicum 1 and 2 was 73, practicum 3 was 75,  and practicum 4 was 80. The affective learning outcomes was obtained value range of 58 to 92, were  8 students with enough  criteria, 25 students with  good criteria, and 1  student with very good criteria

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DIPADU TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, PEMAHAMAN KONSEP, SIKAP SOSIAL, DAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI 13 MALANG

    No full text
    ABSTRACT Wenda, Whi Whan. 2016. Penerapan Model Problem Based Learning Dipadu Teams Games Tournament Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep, Sikap Sosial, Dan Keterampilan Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dr. Murni Sapta Sari, M.Si.Kata Kunci: Problem Based Learning, Teams Games Tournament, kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap sosial, keterampilanPembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013 ditekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kebebasan dalam berpikir, serta membangun kepercayaan diri dalam mengajukan masalah atau pertanyaan serta mencari pemecahannya. Melalui hal tersebut diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa guru sudah pernah menerapkan model pembelajaran kooperatif namun guru masih mendominasi dalam pembelajaran sehingga hasilnya kurang maksimal. Hal ini menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dan berpengaruh terhadap persentase ketuntasan belajar pemahaman konsep, sikap sosial, dan keterampilan siswa.Berdasarkan hal tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap sosial, dan keterampilan siswa kelas VIIIB SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, soal tes berpikir kritis, dan soal tes akhir siklus. Analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif terdiri dari reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dipadu TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis 6,1% dari 76,5% menjadi 82,6%. Ketuntasan belajar pemahaman konsep meningkat 8,8% dari 85,3% menjadi 94,1%. Sikap sosial meningkat 3,3% dari 88,9% menjadi 92,2%. Keterampilan meningkat 3,2% dari 85,1% menjadi 88,3%. Berdasarkan paparan data, hasil penelitian, dan pembahasan dari penelitian ini guru diharapkan mampu memotivasi siswa untuk belajar, memberikan perhatian secara menyeluruh kepada semua siswa sehingga tidak berfokus kepada siswa yang aktif saja, memberikan permasalahan yang lebih kontekstual, lebih memperhatikan alokasi waktu, dan mengkombinasikan antara PBL dipadu TGT dengan media yang dapat memudahkan siswa memahami materi misalnya video dan slide maupun media interaktif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu penerapan model PBL dipadu TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap sosial, dan keterampilan siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran CPS Dipadu Kooperatif STAD Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif, Kritis, dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRACT   Kholilah, Tsaniyah Nur. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran CPS Dipadu Kooperatif STAD Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif, Kritis, dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: berpikir kreatif, berpikir kritis, CPS, hasil belajar kognitif, STAD Keterampilan berpikir kreatif dan kritis merupakan keterampilan yang diharapkan dapat dibelajarkan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran biologi di Kelas X SMAN 10 Malang menerapkan pembelajaran saintifik, namun belum memperoleh hasil maksimal pada kedua keterampilan tersebut berdasarkan hasil tes keterampilan kreatif dan kritis, wawancara guru, dan angket. Model pembelajaran CPS dipadu STAD merupakan salah satu model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CPS dipadu Kooperatif STAD terhadap keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian  ini quasi eksperiment dengan rancangan pre-test postest non-equivalent control group. Populasi penelitian yaitu kelas X SMA Negeri 10 di Sawojajar, Malang pada semester genap 2015/2016. Sampel penelitian yaitu kelas X B sebagai kelas eskperimen dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dipadu Kooperatif Student Team Achievment Division (STAD) dan kelas X C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran saintifik. Instrumen pengukuran variabel terikat menggunakan soal tes uraian dengan rubrik yang dikembangkan berdasarkan setiap aspeknya. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis ANAKOVA dengan taraf signifikasi 0,05. Berdasarkan hasil analisis masing-masing variabel penelitian menunjukkan nilai signifikasi 0,00 kurang dari 0,05, sehingga hipotesis awal ditolak dan hipotesis penelitian diterima. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran CPS dipadu Kooperatif STAD berpengaruh terhadap 1) keterampilan berpikir kreatif, 2) keterampilan berpikir kritis, dan 3) hasil belajar kognitif biologi siswa kelas X di SMAN 10 Malang.

    Analisis Perbandingan Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Rumput Laut Gracillaria sp. dan Agar Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo

    No full text
    ABSTRACT   Qumain, Sukma. 2016. Analisis Perbandingan Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Rumput Laut Gracillaria sp. dan Agar Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Alam. Pembimbing: (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si Kata Kunci: Logam Berat Timbal (Pb), Gracillaria sp., Agar, Tambak. Tercemarnya sungai porong menyebabkan area pertambakan Gracillaria sp. di Desa Kupang tercemar logam berat timbal (Pb). Jenis rumput laut ini banyak digunakan sebagai bahan produksi agar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan logam berat timbal (Pb) pada rumput laut Gracillaria sp. dengan rumput laut yang sudah diolah menjadi agar. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Hasil analisis kadar logam berat Pb menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Berdasarkan hasil analisis statistik uji T satu sampel dengan SPSS menunjukkan nilai signifikasi 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 (

    Uji Preferensi Menochilus sexmaculatus (Coleoptera: Coccinelidae) terhadap Tanaman Hias Chrysantemum morifoliumRamat, Gerbera jamesonii Bolus, Hydrangea macrophylla(Tumb) Ser.,danRosa hybrida L.

    No full text
    ABSTRAK Ratman, Rahmah Sari Nastiti. 2016. Uji Preferensi Menochilus sexmaculatus (Coleoptera: Coccinelidae) terhadap Tanaman Hias Chrysantemum morifoliumRamat, Gerbera jamesonii Bolus, Hydrangea macrophylla(Tumb) Ser.,danRosa hybrida L. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fatchur Rohman, M. Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S. Pd., M. Si. Kata kunci: preferensi, predator, Menochilus sexmaculatus, tanaman hias, senyawa volatil Menochilus sexmaculatus merupakan predator jenis kumbang kubah polifag terhadap beberapa serangga hama. Pemanfaatan predator sebagai salah satu agen pengendalian hayati perlu ditingkatkan.Beberapa jenis tanaman berpotensi sebagai mikrohabitat serangga predator.Daya potensi tanaman tersebut karena beberapa tanaman dapat menarik suatu jenis serangga predator berdasarkan bau yang dikeluarkan oleh tanaman tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi dan waktu orientasi preferensiM. sexmaculatus terhadap tanaman hiasChrysantemum morifoliumRamat, Gerbera jamesonii Bolus, Hydrangea macrophylla (Tumb) Ser., dan Rosa hybrida Lyang berpotensi menarik serangga predator. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2016 di Laboratorium Ekologi dan Biodiversitas FMIPA Universitas Negeri Malang.Variabel yang digunakan berupa perbedaan jenis tanaman hias tanpa bunga dan berbunga dari Chrysantemum morifoliumRamat, Gerbera jamesonii Bolus, Hydrangea macrophylla (Tumb) Ser., dan Rosa hybrida L dan diulang sebanyak 4 ulangan.Prefrensi M. sexmaculatus terhadap tanaman diketahui dengan menggunakan alat olfaktometer.Hasil pengukuran preferensi berupa data frekuensi dan waktu orientasi pada tanaman uji yangdianalisis menggunakan ANAVA nonfaktorial. Hasil perhitunganfrekuensi menunjukkan M. sexmaculatus memiliki ketertarikan lebih tinggi terhadap tanaman tanpa bunga dan berbunga dari Rosa hybrida dan Hydrangea macrophylla.Perhitungan waktu orientasi preferensi terhadap tanaman hias tanpa bunga menunjukkan tidak adanya perbedaan waktu orientasi ketertarikansedangkan terhadap tanaman hias berbunga menunjukkan adanya perbedaan waktu orientasi preferensiyaitu pada tanaman Gerbera jamesoniiberbunga

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇