SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Penerapan Model Quantum Writing untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari KAbupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Pangesti, Mella Dwi. 2016. Penerapan Model Quantum Writing untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan KependidikanSekolahDasardan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Nawawi, M.Si, (II) Drs. Sjafruddin A.R, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: Model Quantum Writing, Kemampuan Menulis, Karangan Deskripsi Proses pembelajaran menulis karangan dalam Bahasa Indonesia di SDN Martopuro 1 ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam menulis karangan deskripsi. Hal ini terlihat dari hasil karangan deskripsi siswa yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peneliti menggunakan model Quantum Writing sebagai model untuk pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikanpenerapan modelQuantum Writinguntukmeningkatkankemampuanmenuliskarangandeskripsi siswakelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan dan untuk mendeskripsikanpeningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IVA SDN Martopuro 1 Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan setelah penerapan model Quantum Writing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, penilaian aktivitas siswa dan hasil menulis karangan deskripsi. Peneliti menerapkan 2 siklus pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil kemampuan menulis karangan deskripsi siswa meningkat cukup signifikan. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata 78,68 dan nilai tersebut masuk dalam kategori baik. Adapun dari 37 siswa kelas IVA, terdapat 2 siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran. Pembelajaran menulis karangan deskripsi menggunakan model Quantum Writing terdapat tahapan yang memudahkan siswa. Tahap-tahap tersebut, yaitu: (a) tahap persiapan ; (b) tahap draf  kasar; (c) tahap berbagi, (d) tahap revisi, (e) tahap penyuntingan, (f) tahap penulisan kembali dan (g) tahap evaluasi. Guru harus menguasai dan menerapkan pembelajaran yang inovatif dalam menulis karangan, sehingga siswa menjadi antusias, aktif dan termotivasi

    Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L) terhadap Nekrosis Sel Tubulus Kontortus Proksimal Ginjal Mencit (Mus musculus) Galur Balb C

    No full text
    ABSTRAK   Siti, Maisaroh. 2016. Pengaruh Rebusan Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L) terhadap Nekrosis Sel Tubulus Kontortus Proksimal Ginjal Mencit (Mus musculus) Galur Balb C. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nursasi Handayani, M.Si, (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si   Kata Kunci: rebusan simplisia daun pulutan, nekrosis, piknosis, tubulus kontortus proksimal Tanaman pulutan (Urena lobata L) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kemampuan tanaman pulutan dalam menyembuhkan tidak lepas dari kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya yaitu flavonoids, glycosides, alkaloid, tanin, β-sitosterol, stigmasterol, furocoumarin, imperatorin, mangiferin dan quercetin. Kandungan senyawa tersebut membuat tanaman ini memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai obat diuretik. Karena tanaman pulutan banyak digunakan sebagai obat dimasyarakat maka diperlukan penelitian untuk mengetahui keamanannya terhadap organ-organ tubuh antara lain ginjal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan simplisia daun pulutan terhadap terjadinya nekrosis sel tubulus kontortus proksimal ginjal mencit (Mus musculus) galur Balb C. Penelitian dilakukan di ruang penelitian lantai dua, ruang fotografi mikroskopis, dan Kandang Pemeliharaan Hewan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, pada bulan November–Desember 2015. Objek yang digunakan adalah mencit jantan galur Balb C umur 8 minggu dengan berat 22 ± 2 gram. Mencit dibagi dalam enam kelompok dan empat ulangan. Satu kelompok diberi aquadest (Kontrol), kelompok yang lain diberi rebusan simplisia daun pulutan dengan konsentrasi masing-masing 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Pemberian rebusan simplisia daun pulutan dilakukan dengan cara gavage selama 18 hari. Mencit perlakuan dibunuh hari ke 19 mencit dengan cara dislokasi leher dan diambil organ ginjalnya. Selanjutnya, dilakukan penghitungan persentase sel tubulus kontortus proksimal mencit dari preparat histologi ginjal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rebusan simplisia daun pulutan berpengaruh terhadap terjadinya nekrosis sel tubulus kontortus proksimal ginjal mencit, konsentrasi yang mulai berpengaruh adalah 5%

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP TAHAPAN PERKEMBANGAN Spodoptera litura Fabricius

    No full text
    ABSTRAK   Ilmawati, Riza Rahayu. 2016. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Tahapan PerkembanganSpodoptera Litura Fabricius. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si, (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si.   Kata Kunci: Tahapan Perkembangan, Ekstrak Daun Pepaya, Spodoptera Litura     Fabricius Spodoptera litura Fabriciusmerupakan hama yang bersifat polifag penyebab kerusakan daun pada tanaman budidaya. Tanaman pepaya (C.papaya) berpotensi sebagai insektisida nabati karena kandungan alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhkonsentrasi ekstrak daun pepaya (C. papaya)yang berbeda terhadap bobot larva, pupa dan imago;panjang larva dan pupa; lama waktu perkembangan larva, pupa dan imago;persentase pembentukan pupa dan imago; kondisi morfologi pupa dan imago serta aktivitas makanlarva S. litura. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Daun pepaya (C. papaya) diekstraksi dengan etanol 70%. Variabel bebas berupa konsentrasi ekstrak daun pepaya 0% (kontrol), 5%, 10%, 15% dan 20%.Variabel terikat meliputi bobot larva, pupa dan imago; panjang larva dan pupa;lama waktu perkembangan larva, pupa dan imago; keberhasilan pembentukan pupa dan imago; kondisi morfologi pupa dan imago (normal atau tidak normal); keberhasilan bertelur;keberhasilan telur menetas dan biomassa daun pakan jarak kepyar (R. communis).Metode pengujian dilakukan dengan metode penyemprotan daun pakan berupa daun jarak kepyar (R. communis). Penyemprotan dilakukan 3 kali dalam 1 minggu dengan selang waktu 2 hari.Analisis hasil penelitian menggunakan Anava Ganda untuk hasil bobot, panjang dan lama waktu perkembangan, dilanjutkan uji Tukey apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dan Anava Tunggal untuk hasil biomassa, dilanjutkan uji Tukey apabila terdapat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaperlakuan konsentrasi ekstrakdaun pepaya yang berbeda berpengaruh terhadap penurunan bobot larva, pupa dan imagoS. litura sertapenurunan panjanglarva dan pupa S. litura. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya, makaakan memperpanjang lama waktu fase larva tetapimempersingkat lama waktu hidup pupa dan imago S. litura. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya, maka semakin sedikit pupa dan imago S. litura yang terbentuk dengan kondisi tidak normal (cacat).Perlakuan konsentrasi ekstrakdaun pepaya yang berbeda berpengaruh terhadap penghambatan aktivitas makan larva S. lituradengan indikasi semakin sedikit biomassa daun pakan yang dimakan. Konsentrasi 5% merupakan konsentrasi efektif terendah ekstrak daun pepaya (C. papaya) yang dapat digunakan

    PENGARUH PERASAN BUAH LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN (STZ)

    No full text
    ABSTRAK   Soyadesita. 2016. Pengaruh Perasan Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Streptozotocin (STZ). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati, M. S., (II) Ir. Nugrahaningsih, M. P.   Kata Kunci: perasan Sechium edule (Jacq.) Sw., diabetes mellitus tipe 1, malondialdehid, streptozotocin, mencit Diabetes mellitus tipe 1 merupakan penyakit yang disebabkan penurunan sekresi insulin akibat kerusakan sel β pankreas oleh reaksi autoimun, virus, maupun bahan kimia beracun sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Kadar malondialdehid dapat digunakan sebagai indikator adanya radikal bebas dalam tubuh penderita diabetes. Pengobatan diabetes dengan memanfaatkan bahan alami mulai berkembang, salah satunya menggunakan buah labu siam. Buah labu siam mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid. Buah labu siam telah terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit maupun tikus yang mengalami peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini menggunakan hewan coba mencit (Mus musculus) yang diinduksi streptozotocin selama lima hari berturut-turut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan buah labu siam terhadap kadar malondialdehid (MDA) pada pankreas dan hepar mencit (Mus musculus) yang diinduksi streptozotocin (STZ) dan memperoleh dosis yang paling efektif untuk menurunkan kadar MDA pankreas dan hepar mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan pemberian dosis perasan buah labu siam (121; 242; 363; dan 484 mg/20gBB) pada mencit hasil induksi STZ sebanyak 4 ulangan. Pemeriksaan kadar MDA menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 532 nm. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perasan buah labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) berpengaruh terhadap kadar malondialdehid (MDA) pankreas dan hepar mencit (Mus musculus) hasil induksi streptozotocin. Dosis perasan buah labu siam yang efektif untuk menurunkan kadar MDA pankreas dan hepar adalah 121  mg/ 20gBB

    Pengembangan Petunjuk Praktikum Pengomposan Menggunakan Starter Ekstrak Wortel Busuk Pada Materi Sumber Daya Usaha Budidaya Tanaman Hias Untuk Siswa Kelas X Sman 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan sampah yang timbul saat ini, kurang diimbangi dengan adanya pengolahan sampah secara tepat. Sampah rumah tangga yang mencapai 50% total sampah Indonesia baru 24, 5%nya ditangani dengan benar yaitu diangkut petugas TPA maupun dikomposkan oleh masyarakat secara individu. Berdasarkan hasil wawancara guru SMA Negeri 2 Malang, SMAN 2 merupakan salah satu sekolah adiwiyata dimana pembelajarannya harus berintegrasi lingkungan. Dalam pembelajaran telah disediakan bahan ajar untuk siswa. Namun, ternyata tidak semua siswa memiliki bahan ajar dan bahan ajar yang diberikan kurang menarik sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang betujuan untuk mengembangkan bahan ajar yaitu petunjuk praktikum pengomposan dengan memanfaatkan sampah basah (wortel busuk) pada materi Sumber Daya Usaha Tanaman Hias. Petunjuk praktikum ini dikembangkan dengan mengadaptasi tahap 4D Thiagarajan sehingga hanya menggunakan 3 tahap. Tahapan-tahapan tersebut adalah define, design dan develop. Isi dari petunjuk praktikum dikembangkan berdasarkan hasil penelitian pengaruh konsentrasi starter ekstrak wortel busuk terhadap lama pengomposan. Data yang diperoleh meliputi data validasi dan data uji coba.  Data validasi diukur dengan angket oleh ahli materi dan ahli bahan ajar. Sedangkan data uji coba berupa angket yang diisi ahli praktisi lapangan dan siswa, serta hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis data validasi ahli materi didapatkan rata-rata 88,7%. Rata-rata yang diperoleh dari validasi ahli bahan ajar sebesar 94,4%. Sedangkan hasil uji coba pada ahli praktisi lapangan didapatkan rata-rata sebesar 94,4% dan berdasarkan respon dari 27 siswa didapatkan rata-rata sebesar 86,1%. Berdasarkan hasil validasi petunjuk praktikum dapat dikatakan sangat valid, berdasarkan uji coba dapat diperoleh bahwa petunjuk praktikum dapat dikatakan praktis digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, dilihat dari hasil belajar kognitif siswa yang memiliki nilai tingkat peningkatan 0,5 (medium) dapat dikatakan petunjuk praktikum ini juga efektif digunakan dalam pembelajaran

    Pengembangan Alat Evaluasi Hasil Belajar Siswa (Teknik Tes) Berbasis Permainan (Game) Edukatif Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS Semester Genap SMA Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK Isnaini. 2016. Pengembangan Alat Evaluasi Hasil Belajar Siswa (Teknik Tes) berbasis Permainan (Game) Edukatif Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IIS Semester Genap SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hari Wahyono, M.Pd., (II) Dr. H. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak. Kata Kunci: alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes), permainan (game) edukatif Kegiatan evaluasi hasil belajar siswa merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan evaluasi diperlukan suatu alat untuk mengetahui seberapa efektif kegiatan pembelajaran tersebut. Alat evaluasi tersebut dapat berupa tes maupun nontes. Seorang pendidik (guru) umumnya melakukan evaluasi hasil belajar (teknik tes) dengan kegiatan tes lisan dan tes tulis atau ulangan. Hal ini membuat siswa bosan dan enggan untuk mengikutinya. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan sebuah inovasi baru untuk mengemas kegiatan evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) menjadi kegiatan evaluasi yang menyenangkan, salah satunya dengan media permainan edukatif. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah buku yang berisikan lima belas permainan edukatif beserta contoh soal yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi hasil belajar siswa. Buku tersebut dapat dijadikan panduan atau petunjuk dalam kegiatan evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) sehingga mendukung guru untuk lebih kreatif, inovatif, serta kreatif. Pengembangan alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) berbasis permainan edukatif ini diharapkan dapat membantu guru ekonomi kelas X SMA Negeri 6 Malang dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan rancangan Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model Borg and Gall yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahap, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) produk akhir. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket (penilaian ahli media, ahli materi, guru ekonomi), pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh dari tanggapan, komentar, atau saran para validator dan guru ekonomi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif (deskriptif persentase, uji normalitas, uji homogenitas, uji validitas soal tes, dan uji t). Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, sesuai hasil penilaian para validator dan guru ekonomi dengan nilai persentase 94% dari ahli media, 90% dari ahli materi, dan 86% dari guru ekonomi, maka dapat dikatakan bahwa alat evaluasi hasil belajar siswa (teknik tes) berbasis permainan edukatif ini sangat layak digunakan pada kegiatan evaluasi hasil belajar siswa. Kedua, berdasarkan hasil analisis nilai pretest, posttest, dan gain value menunjukkan adanya perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai pretest untuk kelas kontrol dan eksperimen tidak jauh berbeda, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sama/setara. Namun setelah diberi perlakuan yang berbeda, terdapat perbedaan nilai posttest. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat pula pada rata-rata gain value dari kedua kelas, dimana gain value kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Selain itu jumlah siswa yang memenuhi KKM pada kelas eksperimen lebih banyak daripada kelas kontrol

    PengembanganBahan Ajar dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Multimedia pada Materi Sistem Ekskresi (KD 3.9 & 4.10) untuk Siswa Kelas XI MIA SMA

    No full text
    ABSTRACT Handayani, P.T. 2016. Pengembangan Bahan Ajar dengan Model Problem BasedLearning (PBL) Berbasis Multimedia pada Materi Sistem Ekskresi (KD 3.9& 4.10) untuk Siswa Kelas XI MIA SMA. Skripsi, Jurusan Biologi, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (II) Nuning Wulandari, S.Si.,M.Si.Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, multimedia, PBL, sistem ekskresiPerkembangan teknologi yang mempengaruhi pembelajaran salah satunyaadalah bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran dapatdimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil wawancara yangdilakukan terhadap guru dan siswa terdapat beberapa permasalahan yang ditemukandalam proses pembelajaran materi sistem ekskresi di SMA Negeri 8 Malang, yaitu:proses pembelajaran masih terpusat pada buku teks, kurangnya pemanfaatan saranadan prasarana terutama teknologi yang ada, tingkat ketuntasan siswa 75% dariketuntasan klasikal, dan minat siswa yang rendah dalam kegiatan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar denganmodel Problem Based Learning (PBL) berbasis multimedia yang terdiri darimultimedia interaktif dan lembar kerja siswa pada materi sistem ekskresi.Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D yangdikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitudefine (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan).Penelitian ini tidak melakukan tahapan disseminate (penyebaran) karena adanyaketerbatasan waktu dan biaya. Produk penelitian dan pengembangan ini divalidasioleh tiga validator yang meliputi ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan.Setelah diketahui tingkat kelayakan berdasarkan hasil validasi, dilakukan revisiterkait dengan saran dan komentar yang diberikan oleh validator. Tahapanselanjutnya adalah uji coba produk dalam satu kelas yaitu kelas XI MIA 4 untukmengetahui tingkat kepraktisan dan tingkat keefektifan bahan ajar yang telahdikembangkan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bahan ajar memiliki tingkatvaliditas sebesar 3,83 dengan kriteria valid, tingkat kepraktisan sebesar 3,71 dengankriteria praktis, dan tingkat keefektifan sebesar 54,44% dengan kriteria efektif.Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan layak untukdigunakan dalam proses pembelajaran Biologi untuk siswa kelas XI pada materi sistem ekskres

    Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Interaktif Materi Perubahan Lingkungan/Iklim untuk Siswa Kelas X SMAN 1 Mojosari Melalui Hasil Penelitian Biodegradasi Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit

    No full text
    ABSTRACT Pramono, Yendania, Grevitara. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Interaktif Materi Perubahan Lingkungan/Iklim untuk Siswa Kelas X SMAN 1 Mojosari Melalui Hasil Penelitian Biodegradasi Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked. (II) Sitoresmi Prabaningtyas S.Si., M.Si.Kata Kunci: bahan ajar multimedia interaktif, perubahan lingkungan/iklim,    biodegradasi, limbah cair penyamakan kulit Bahan ajar multimedia interaktif merupakan bahan ajar non cetak. Bahan ajar ini melibatkan pemanfaatan komputer yang dapat menciptakan proses interaksi pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan di SMAN 1 Mojosari menunjukkan bahwa siswa dan guru menginginkan bahan ajar multimedia interaktif pada materi perubahan lingkungan/iklim sehingga pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu.Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap ke 1 merupakan penelitian eksperimen dan tahap ke 2 merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian tahap ke 1 adalah: 1) mengetahui pengaruh konsorsia bakteri dalam berbagai konsentrasi terhadap kandungan BOD, COD, TSS, dan pH limbah; 2) mengetahui pengaruh limbah pasca perlakuan terhadap kelulushidupan ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Hasil dari penelitian tahap ke-1 digunakan untuk menyusun produk dari penelitian tahap ke 2 berupa bahan ajar multimedia interaktif. Tujuan dari penelitian tahap ke 2 adalah: 1) menghasilkan bahan ajar multimedia interaktif materi perubahan lingkungan/iklim untuk siswa kelas X SMAN 1 Mojosari; 2) mengetahui validitas bahan ajar multimedia interaktif melalui hasil penelitian biodegradasi limbah. Penelitian tahap ke 2 menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE. Data yang didapatkan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari komentar-komentar yang diberikan oleh para validator. Data kuantitatif didapatkan dari skor skala angket validasi. Data-data tersebut dianalisis sebagai bahan pertimbangan untuk melakuan revisi. Hasil penelitian tahap ke 1 yaitu 1) ada pengaruh konsorsia bakteri dalam berbagai konsentrasi terhadap penurunan kandungan BOD, COD, TSS, dan pH limbah. Konsorsia bakteri yang memiliki kemampuan degradasi tinggi yaitu Bacillus alvei dan Bacillus brevis dengan konsentrasi 6%; 2) tidak ada pengaruh limbah pasca perlakuan terhadap kelulushidupan ikan Mas (Cyprinus carpio L.) karena tidak ada media pembentukan biofilm sebagai tempat menempelnya bakteri sehingga proses degradasi tidak maksimal. Hasil penelitian tahap ke 2 yaitu perolehan validasi produk oleh ahli materi (84%), ahli media (98%), praktisi lapangan (90%) dan respon siswa (81%) menunjukkan produk bahan ajar multimedia interaktif materi perubahan lingkungan/iklim valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SMAN 1 Mojosar

    Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Purwosari pada Materi Animalia

    No full text
    ABSTRACT Nengseh, Eka Budiarti. 2016. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Purwosari pada Materi Animalia. Skripsi Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Keyword: Pembelajaran kooperatif, Group Investigation, hasil belajar.Model pembelajaran Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Model pembelajaran Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran yang menerapkan kerja kelompok dan memunculkan kegiatan 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan) dalam kegiatan belajarnya. Model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center) sehingga memungkinkan bagi siswa untuk lebih mandiri dalam belajar dan mampu menemukan sendiri konsep materi yang dipelajari (konstruktivisme). Selain itu, model pembelajaran GI mampu menumbuhkan sikap sosial dalam diri siswa serta dapat mengasah keterampilan dalam diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar kognitif, 2) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar afektif, 3) mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar psikomotor.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X MIA 3 dan X MIA 7 SMA Negeri 1 Purwosari pada materi animalia. Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan menggunakan rancangan randomized control group pretes-postes design. Data untuk penelitian ini diperoleh dengan melakukan pretes dan postes untuk hasil belajar kognitif serta observasi untuk hasil belajar afektif dan psikomotor siswa. Data yang didapatkan merupakan data kuantitatif yang nantinya akan dianalasis menggunakan uji anakova untuk hasil belajar kognitif dan uji-T untuk hasil belajar afektif dan psikomotor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki rerata nilai pretes yang sama, yaitu sebesar 48. Kelas eksperimen memiliki rerata sebesar 82 untuk nilai postes, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata nilai postes sebesar 77. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan sebesar 34 untuk hasil belajar kognitif, sedangkan kelas kontrol menunjukkan peningkatan sebesar 29 untuk hasil belajar kognitif. Pada hasil belajar afektif, kelas eksperimen memiliki rerata nilai sebesar 87, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata nilai sebesar 85. Kelas eksperimen memiliki rerata sebesar 84 untuk hasil belajar psikomotor, sedangkan kelas kontrol memiliki rerata sebesar 80 untuk hasil belajar psikomotor.ABSTRACT Nengseh, Eka Budiarti. 2016. The Effect of Group Investigation Cooperative Learning toward Learning Outcomes on Grade Tenth Students of SMA Negeri 1 Purwosari. Thesis Biology Education Mayor State University of Malang. Advisor (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Keyword: Cooperative learning, Group Investigation, learning outcome.Group Investigation learning model is one of cooperative learning model that acceptable in Curriculum 2013. Group investigation learning model is one of learning models that conduct team working and elicit 5M activity (observing, questioning, data collecting, associating, and communicating) in its learning activity. Group Investigation learning model is learning model that focus on student (student center) so that enable for student to be more independent and capable to find out concept matter they learn by their self (constructivism). Other than that, group investigation learning model can grow up social attitude inside the students and can hone student’s skills. The purpose of this study are 1) find out the effect of Group Investigation learning model toward cognitive learning outcome, 2) find out the effect of Group Investigation learning model toward affective learning outcome, 3) find out the effect of Group Investigation learning model toward psychomotor learning outcome.This study was conducted at State Senior High School 1 of Purwosari toward tenth grade student of MIA 3 and MIA 7. This study was a quasy experiment study that use randomized control group pretes-postes design. Data for this study was collected by doing pretes and postes for cognitive learning outcome and observation for affective and psychomotor learning outcome. Data that was collected was a quantitative data that will analyze using anacova test for cognitive learning outcome and T-test for affective and psychomotor learning outcome. The results showed that experiment class and control class got the same average of pretes score that is 48. Experiment class got 82 for average postes score, while control class got 77 for average postes score. Experiment class showed 34 score in increasing cognitive outcome, while control class got 29 in increasing cognitive outcome. In affective learning outcome, experiment class got 87 for average affective score, while control class got 85 in average. Experiment class got 84 for average psychomotor score, while control class got 80 for average affective score

    Inventarisasi dan Pemetaan Orchidaceae di Area Wana Wisata Air Terjun Sumber Pitu Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT Setiawan, Arif Budi. 2016. Inventarisasi dan Pemetaan Sebaran Orchidaceae di Area Wana Wisata Air Terjun Sumber Pitu Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi M.S (II) Drs. I Wayan Sumberartha M.ScKata kunci: orchidaceae, keanekaragaman,  peta persebaran, wana wisata air terjun Sumber Pitu.Orchidaceae merupakan suku tumbuhan berbunga yang anggotanya lebih dari 5000 spesies dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Wana wisata air terjun Sumber Pitu terletak di koordinat S 07053. 014’ E 112027.553’, dengan kekayaan anggrek yang bervariasi dan keberadaanya terancam berkurang. Penelitian  bertujuan untuk mengetahui spesies dan peta anggrek di wana wisata air terjun Sumber Pitu.Penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2016. Pendataan spesies dan sebaran anggrek di wana wisata air terjun Sumber Pitu dilakukan dengan metode jelajah bebas di sepanjang jogging track yang digunakan sebagai transek utama yaitu, sepanjang 1,5 km yang terdiri dari 15 stasiun. Deskripsi dan identifikasi dilakukan di laboratorium Struktur Perkembangan dan Taksonomi Tumbuhan dan Herbarium Malangensis jurusan Biologi UM . Data yang diperoleh berupa spesimen dan sebaran anggrek di wana wisata air terjun Sumber Pitu. Faktor abiotik yang diukur meliputi ketinggian, intensitas cahaya, kelembaban, suhu udara, suhu tanah dan pH tanah. Di wana wisata air terjun Sumber Pitu ditemukan 14 spesies anggrek yang terkelompok ke dalam sebelas genus. Lima macam teridentifikasi sampai spesies, 8 macam sampai tingkat genus dan 1 spesies belum teridentifikasi. Sebaran anggrek di wana wisata air terjun Sumber Pitu tidak merata, ada lima spesies anggrek yang ditemui di beberapa stasiun dan masing-masing spesies lainya hanya ditemui pada satu stasiun. Ragam anggrek paling banyak ditemukan di stasiun 13 yang memiliki kelembapan udara 68-78 dengan keadaan tempat yang ternaungi oleh pohon-pohon besar. Anggrek di area wana wisata air terjun Sumber Pitu perlu dilestarikan dari penebangan pohon inang dan perbaikan jalur tracking menuju air terjun  yang merusak habitat anggrek

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇