SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengaruh Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map Reciprocal Teaching dan Gender terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK Himmah, Santy Faiqotul. 2017. Pengaruh Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map Reciprocal Teaching dan Gender terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd, (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd Kata Kunci: Reading Concept Map Reciprocal Teaching, Gender, Hasil Belajar Kognitif, Keterampilan Berpikir KreatifGenerasi bangsa harus dididik agar memiliki pengetahuan tinggi dan kecakapan hidup pada abad 21 yang meliputi berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif, dan inovatif, metakognisi, berkolaborasi, dan memiliki multiple literacy. Fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa masih tergolong rendah karena banyak sekolah yang belum memberdayakan kecakapan hidup abad 21 khususnya keterampilan berpikir kreatif. Terlepas dari rendahnya hasil belajar akibat dari kurangnya pemberdayaan keterampilan berpikir kreatif, terdapat masalah yang seringkali diabaikan yaitu gender. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah Reading Concept Map Reciprocal Teaching (Remap RT). Remap RT merupakan salah satu strategi yang mampu memberdayakan keterampilan berpikir kreatif baik pada laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) pengaruh model Pembelajaran Reading Concept Map-Reciprocal Teaching terhadap peningkatan terhadap hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang; 2) pengaruh Gender terhadap peningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang; 3) interaksi antara model Pembelajaran Reading Concept Map-Reciprocal Teaching dan Gender terhadap terhadap hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMA Negeri 7 MalangRancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan pretest posttest nonequivalent group design. Populasi penelitian ialah siswa kelas X MIPA di SMAN 7 Malang, dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 5 sebagai kelas perlakuan dan kelas X MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Data diambil pada saat pretest dan posttest. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (α < 0,05) Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji prasyarat dengan uji normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas data dengan Levene test.Hasil penelitian menunjukkan 1) ada perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang yang dibelajarkan dengen model pembelajaran Remap RT dan konvensional. Pada model pembelajaran Remap RT rerata terkoreksi keterampilan berpikir kreatif lebih tinggi sebesar 153,7 % dari pembelajaran konvensional, dan rerata terkoreksi hasil belajar kognitif lebih tinggi sebesar 148,8 % dari pembelajaran konvensional; 2) tidak ada pengaruh gender terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang. Pencapaian keterampilan berpikir kratif dan hasil belajar siswa perempuan maupun siswa laki-laki adalah sama. Rata-rata skor terkoreksi keterampilan berpikir kreatif pada siswa laki-laki sebesar 54,7 dan siswa perempuan sebesar 57,2. Rata-rata skor terkoreksi hasil belajar kognitif pada siswa laki-laki sebesar 67,8 dan siswa perempuan sebesar 68,8; 3) tidak ada  interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran Remap-RT  terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan pada guru atau peneliti selanjutnya lama satu siklus pembelajaran pada dua kelas yang terlibat dalam penelitian sebaiknya dikontrol sama, meski alokasi waktu pembelajaran yang disediakan sekolah berbeda-beda dan guru harus bisa mengatur jadwal dengan baik terlebih jika banyak kegiatan dari pihak sekolah agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik serta guru harus bisa membiasakan siswa untuk lebih banyak membaca agar sintaks pembelajaran dapat terlaksana lebih baik

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dipadu dengan Metode Pembelajaran Talking Chips untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMAN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK Putri, Astrid A.H. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dipadu dengan Metode Pembelajaran Talking Chips untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMAN 2 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc, Ph.D (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si Kata Kunci: Think Pair Share, Talking Chips, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar.Saat ini kita telah memasuki abad 21 di mana pada abad ini disebut sebagai abad  pengetahuan. Pembelajaran abad 21 yang juga sesuai dengan Kurikulum 2013, di mana proses pembelajarannya menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach). Kurikulum 2013 ini sangat mendukung untuk menghadapi tantangan-tantangan pembelajaran pada abad 21. Salah satu permasalahan yang ada di kelas XI SMAN 2 malang yaitu pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional atau ceramah yang membuat hasil belajar siswa kurang dan siswa tidak dapat melatih keterampilan berpikir kritis, sebagaimana keterampilan berpikir kritis ini merupakan salah satu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21. Salah satu alternatif model pembelajaran yang cocok bagi siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dipadu dengan metode Talking Chips. Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share merupakan model pembelajaran kooperatif yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi, Talking Chips adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa siswa dalam satu kelompok diskusi, dimana masing-masing siswa dalam kelompok memberikan tanda saat mereka berbicara. Talking Chips berguna untuk membantu siswa dalam hal berdiskusi mengenai isu kontroversial dan metode pembelajaran ini berguna untuk memecahkan permasalahan komunikasi yang mendominasi dalam anggota kelompok diskusi`Tujuan penelitian ini adalah (1) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 2 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dipadu dengan metode pembelajaran Talking Chips; (2) Meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 2 Malang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dipadu dengan metode pembelajaran Talking Chips. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Tahap penelitian tindakan kelas adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan pada materi Sistem Respirasi pada siklus I dan Sistem Ekskresi pada manusia pada siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan tes. Keterampilan berpikir kritis siswa diukur menggunakan soal dengan indikator keterampilan berpikir kritis yang dilaksanakan pada akhir siklus, sedangkan hasil belajar siswa diukur melalui hasil observasi untuk ranah psikomotorik dan tes pada akhir siklus untuk ranah kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II sebesar 17,5%. Hasil belajar siswa meliputi 2 ranah yaitu ranah kognitif dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif mengalami peningkatan sebesar 34,37% sedangkan pada ranah psikomotorik mengalami peningkatan 59,35%. Setelah peneliti melakukan penelitian ini, adapun saran yang disampaikan yaitu perlu adanya pengelolaan kelas yang lebih baik agar setiap siswa aktif secara menyeluruh ketika proses pembelajaran berlangsung, serta untuk penelitian tindakan kelas seharusnya dilakukan Pre-test dan Post-test pada masing-masing materi setiap siklus untuk mengetahui hasil peningkatan sebelum dan sesudah dilaksanakannya model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dipadu dengan metode pembelajaran Talking Chips

    Ekspresi Gen HGGT Pengkode Enzim Homogentisate Geranylgeranyl Transferase Yang Berperan Dalam Biosintesis Tokotrienol pada Padi Lokal (Oryza sativa L.)

    No full text
    Banyuwangi memiliki berbagai varietas padi lokal antara lain, Hitam Melik, Merah Harum, dan Genjah Harum. Setiap padi lokal memiliki karakter dan kandungan nutrisi berbeda. Beberapa jenis padi diduga mengandung antioksidan seperti vitamin E atau tokokromanol (tokotrienol dan tokoferol).&nbsp; Biosintesis tokotrienol dikatalisis enzim homogentisate geranylgeranyl transferase (HGGT). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekspresi gen pengkode HGGT pada padi lokal Banyuwangi. Metode Quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) digunakan untuk mengukur ekspresi gen pengkode HGGT dengan metode analisis relatif Double Delta Ct (∆∆Ct). Hasil penelitian menunjukkan varietas padi lokal Hitam Melik memiliki ekspresi lebih tinggi dibandingkan Genjah Harum dan Merah Harum. Hitam Melik memiliki ekspresi 0,04 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Genjah Harum dan 1,5 kali dibandingkan Merah Harum. Hasil HPLC menunjukkan kandungan tokotrienol pada setiap varietas, yaitu: Hitam Melik (823,54 &micro;g/ml); Genjah Harum (692,28 &micro;g/ml); Merah Harum (586,84 &micro;g/ml). Hasil HPLC tokotrienol sesuai dengan tingkat ekspresi gen pengkode HGGT

    lPENGEMBANGAN FLIP CHART PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN BERKHASIAT OBAT SECARA VERTIKULTUR DALAM UPAYA MENDUKUNG PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI DESA KASIYAN TIMUR KABUPATEN JEMBER

    No full text
    ABSTRAK Sakti, Arum Tri Hayuning Tyas Kartika Sakti, 2017. Pengembangan Flip Chart Pelestarian Tanaman Pangan Berkhasiat Obat Secara Vertikultur Dalam Upaya Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Desa Kasiyan Timur Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S Kata Kunci : flip chart, vertikultur, KRPL, Kasiyan TimurKawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program pemerintah dalam kawasan setingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dusun/pendukuhan, desa/kelurahan dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk menjamin kebutuhan pangan dan gizi dalam rumah tangga. Program KRPL dikembangkan di Indonesia dengan harapan mampu mengatasi krisis pangan serta dampak lonjakan harga pangan agar dapat diminimalisir.Tujuan penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan untuk menghasilkan produk flip chart KRPL, menguji kelayakan produk flip chart KRPL dengan menggunakan instrumen validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan,dan menguji kepraktisan produk flip chart KRPL dengan lembar angket respon masyarakat. penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Tempat uji coba awal di Desa Kasiyan Timur Kabupaten Jember. Waktu pelaksanaan penelitian dan pengembangan yaitu bulan Februari-Juni 2017. Hasil validasi ahli diperoleh rerata penilaian ahli materi 94,9% dengan kategori valid, rerata penilaian ahli media 100% dengan kategori valid, rerata penilaian praktisi lapangan 91,0% dengan kategori valid. Rerata uji kepraktisan 96,7% menunjukkan sangat praktis. Hasil observasi penerapan flip chart  menunjukkan bahwa responden telah menerapkan pelestarian tanaman pangan berkhasiat obat secara vertikulutur. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media flip chart pelestarian tanaman pangan berkhasiat obat secara vertikulutur yang dikembangkan layak dan praktis. Flip chart yang dikembangkan perlu disebarluaskan sehingga dapat digunakan baik secara individu, kelompok atau suatu lembaga sebagai sumber bacaan atau informasi untuk kegiatan penyuluhan dan pelatihan KRPL

    KUALITAS PROTEIN OTOT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA

    No full text
    ABSTRAK Prayoga, Ipraditya langgeng. 2017. Kualitas Protein Daging Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Waktu Inkubasi Yang Berbeda. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci:  Kualitas Protein, Daging Ikan Nila, SDS-PAGE Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang banyak dikonsumsi, karena dagingnya enak, juga merupakan sumber protein hewani, serta harganya terjangkau oleh masyarakat. Selain itu, ikan nila disukai oleh konsumen karena memiliki tekstur daging yang mirip dengan tekstur daging ikan kakap (Amri dan Khairuman 2008). Pada tahun 2008 permintaan pasar dalam negeri terhadap ikan nila sebesar 293.806, 83 ton dan pada tahun 2009 mengalami peningkatan menjadi 325.042,44 ton.Proses penurunan mutu ikan segar diawali dengan proses perombakan oleh aktivitas enzim yang secara alami terdapat di dalam ikan. Salah satu jenis enzim yang berperan penting dalam proses kemunduran mutu ikan adalah enzim pengurai protein (enzim proteolitik), yang menguraikan protein menjadi pepton, peptida dan asam amino.Akibat proses degradasi secara terus menerus selama post mortem, dapat menyebabkan sebagian besar protein dalam ikan rusak. Semakin lama ikan mengalami inkubasi maka semakin banyak proses yang terjadi, sehingga semakin menurun kualitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konsentrasi protein daging ikan nila (Oreochromis niloticus), diperoleh dari Instalasi Budidaya Air Tawar (IBAT) Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekular Jurusan Biologi Ruang 314 Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang pada bulan April - Juli 2017. Tahapan penelitian terdiri atas: (1) perlakuan waktu inkubasi pada daging ikan nila (2) isolasi protein daging ikan nila, (3) pengukuran konsentrasi menggunakan nanodrop spektrofotometer (4) Elektroforesis SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan,Ada pengaruh lama waktu inkubasi terhadap konsentrasi protein daging ikan nila (Oreochromis niloticus). Berdasarkan hasil pengukuran di ketahui bahwa pada 0 jam memiliki konsentrasi sebesar 41,02567 mg/ml. Pada masa inkubasi 6 jam mengalami kenaikan menjadi 44,83833 mg/ml dimana merupakan konsentrasi tertinggi. Pada masa inkubasi 12 jam dan 24 jam mengalami penurunan menjadi 33,017 mg/ml dan 20,30917 mg/ml.Profil protein daging ikan nila (Oreochromis niloticus) menunjukan pada berat molekul 80kDa, 62kDa, 40kDa, 32kDa, 28kDa, 18kDa semakin mengalami penipisan yang dapat terlihat pada C (12 jam) dan D (24 jam). Hal tersebut berbeda dengan yang terjadi pada berat molekul 15kDa, 11kDa, 5kDa, 4kDa yang semakin mengalami penebalan seiring dengan semakin lama waktu inkubasi. Hal tersebut kemungkinan terjadi karena molekul protein yang berat terpecah atau berubah menjadi protein yang memiliki berat molekul lebih ringan

    Assessment For Learning dalam pembelajaran Discovery Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X-MIPA 5 SMA Negeri Pasirian

    No full text
                                                              ABSTRAK Pembelajaran Sains khususnya Biologi adalah upaya atau proses yang sistematis untuk mempelajari tentang makhluk hidup, cara kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah yang di dalamnya mengandung aspek proses (scientific process), produk (scientific product), dan sikap ilmiah (scientific attitude). Salah satu model pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah Discovery Inquiry Learning. Model discovery inquiry mendorong siswa untuk terlibat aktif dan berpikir dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat lebih memahami materi dan melakukan penemuan oleh siswa sendiri (Sani, 2014). Assessment for Learning atau asesmen formatif adalah proses pengumpulan  informasi tentang belajar siswa, dimana guru yang menentukan apakah siswa sudah memahami atau masih perlu belajar untuk menguasai tujuan pembelajaran (Regier, 2012). Manfaat asesmen formatifdalam pembelajaran antara lain: (1) sebagai penguatan untuk siswa, artinya asesmen formatif digunakan untuk mengetahui bahwa yang dikerjakan siswa sudah menghasilkan skor yang diharapkan, (2) sebagai usaha untuk memperbaiki hasil belajar siswa setelah pemberian umpan balik, (3) untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa, (4) mengetahui keadaan siswa dalam menerima pembelajaran (Arikunto, 2010).Salah satu Sekolah Menengah Atas yang terletak di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang adalah SMA Negeri Pasirian. Penetapan siswa yang ingin masuk ke sekolah ini menggunakan rangking dan skor tertinggi, yaitu Nilai Ujian Nasional, prestasi lomba mata pelajaran, dan prestasi non akademik. Berdasarkan hasil wawancara analisis kebutuhan  yang  dilakukan kepada guru kelas X-MIPA 5 pada bulan November 2016, guru sudah menggunakan pendekatan saintifikdalam  pembelajaran yaitu dengan praktikum. Setelah siswa melakukan praktikum guru meminta siswa untuk membuat laporan secara berkelompok.Lebih lanjut hasil observasi menunjukkan bahwa laporan hasil praktikum yang dikerjakan oleh siswa masih belum memenuhi sistematika menulis ilmiah, sistematika laporan tersebut hanya mencakup judul, alat dan bahan, cara kerja, serta pembahasan. Pada  ujung  pertemuan pembelajaran, guru terkadang hanya memberikan umpan balik kepada siswa dengan memberikan soal pascates dan tidak membahas atau memberikan umpan balik mengenai laporan yangtelahsiswa kerjakan. Seharusnya guru memberikan balikan kepada siswa mengenai kekurangan-kekurangan siswa  dalam  menulis  laporan  agar  selanjutnya  siswa  lebih baik dalam mengerjakan laporan praktikum.Penelitian mengenai asesmen formatifyaitu penelitian yang dilakukan oleh Mansyur (2011). Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah pembelajaran dengan assessment for learning memberikan rasa keadilan bagi semua siswa dan dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, kesadaran diri, dan kemampuan siswa terhadap pembelajaran Matematika. Penelitian lain dilakukan oleh Ulya (2009), hasil dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelasguided discovery-inquirydan kelas konvensional berbeda secara signifikan. Rata-rata nilai pascateskelas guided Discovery Inquriy(73,66%)lebih tinggi daripada kelas konvensional (66,57%).Keaktifan klasikal kelas guidedDiscovery Inquiry(80,49%)dan termasuk dalam kategori aktif.Berdasarkan permasalahan pada latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penggunaan Assessment for Learning dalam pembelajaran Discovery Inquiry untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmah dan hasil belajar kognitif siswa kelas X-MIPA 5 SMA Negeri Pasirian.Metode PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian penerapan metode pembelajaran dan pengembangan assessment for learning menggunakan pendekatan Mix Method. Mix Method merupakan integrasi antara metode kualitatif dan metode kuantitatif (Wooley: 2009). Penelitian ini menggunakan desain Embedded Pre-Eksperimental Design karena peneliti mengembangkan data kuantitatif dan data kualitatif sebagai pendukung. Gambar penelitian disajikan pada Gambar 1.Data kuantitatifberupa nilai menulis laporan ilmiah dan hasil belajar kognitif (prates dan pascates)siswa. Sedangkan data kualitatif berupa hasil wawancara kepada guru dan siswa X-MIPA 5,observasi guru, dan hasil sistematika menulis laporan ilmiah siswa. Uji prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas dan uji N-Gain. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji F dan uji t-berpasangan. Text Box: Qual selama intervensiText Box: Interpretasi berdasarkan data hasil kuantitatif dan kualitatif Gambar 1. Embedded Pre-Experimental Design (Creswell, 2011) HASIL PENELITIANHasil Menulis IlmiahRerata hasil kemampuan menulis ilmiah siswa secara kuantitatif diperoleh dari nilai laporan yang telah dikerjakan siswa, sedangkan secara kualiitatif diperoleh dari wawancara.Hasil uji normalitas data menulis laporan ilmiah disajikan pada Tabel 1.Tabel 1 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Data Kemampuan Menulis Ilmiah SiswaNoTugas Menulis IlmiahRerata Nilai Kemampuan Menulis IlmiahHasil Uji NormalitasHasil Distribusi DataMateri Tumbuhan Lumut64.59.457Normal2Materi Tumbuhan Paku73.31.182Normal3Materi Tumbuhan Berbiji75.90.136Normal4Materi Mollusca dan Annelida78.78.841Normal5Materi Arthropoda dan Pisces79.53.393NormalBerdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa kemampuan menulis laporn ilmiah siswa pada materi tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji, Mollusca dan Annelida, serta Arthropoda dan Pisces terdistribusi normal.Rangkuman hasil uji hipotesis penelitian menggunakan uji Repeated Measure Anova, datakemampuan menulis laporan ilmiah siswa ditunjukkan pada Tabel 2Tabel 2 Hasil Uji Repeated Measure AnovaKemampuan Menulis laporan ilmiahSource Type III Sum of SquaresdfMean SquareFSig.Menulis IlmiahGreenhouse-Geisser4644.3503.0431526.26861.109.000Error(tugas)Greenhouse-Geisser2356.05094.331224.976 Berdasarkan Tabel 2diperoleh F hitung perlakuan sebesar 61,109 de

    Assessment For Learning dalam pembelajaran Discovery Inquiry Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X-MIPA 5 SMA Negeri Pasirian

    No full text
    RINGKASAN Silmia, Arista. 2017. Assessment for Learning Dalam Pembelajaran Discovery Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X-MIPA 5 SMA Negeri Pasirian. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M. Si, (II) Drs. Sulisetijono, M. Si. Kata Kunci: Assessment for Learning, Discovery Inquiry, Menulis Ilmiah, dan Hasil Belajar Kognitif Dalam proses pembelajaran di kelas X MIPA 5 SMA Negeri Pasirian, guru Biologi belum memberikan umpan balik mengenai tugas berupa menulis laporan ilmiah. Tugas laporan tersebut hanya sebatas dikumpulkan sehingga siswa tidak mengetahui kekuarangan dalam mengerjakan laporan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan assessment for learning dalam pembelajaran Discovery Inquiry untuk meningkatkan kemampuan menulis ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas X-MIPA 5 SMA Negeri Pasirian.Peneliti menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan sebagai metode primer, sedangkan metode kualitatif digunakan untuk mendukung metode kuantitatif.Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 5  berjumlah 32 orang yang menempuh materi Plantae dan Animalia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa. Peningkatan kemampuan menulis ilmiah siswa ditunjukkan dengan rerata nilai siswa pada setiap materi sebesar 64,59; 73,31; 75,90; 78,78; 79,53. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan rerata nilai setiap materi 51,57; 42,50; 57,52; 55,44; 58,93.Pada saat pembelajaran di kelas sebaiknya guru dan peneliti lebih memperhatikan waktu pelaksanaan kegiatan pengamatan atau percobaan, karena ini berpengaruh terhadap waktu yang digunakan guru dalam memberikan umpan balik mengenai tugas laporan menulis ilmiah siswa. Guru diharapkan lebih memperhatikan peningkatan hasil kemampuan menulis ilmiah siswa secara bertahap

    Respon Serangga Nokturnal terhadap Warna Cahaya di Perkebunana Kakao Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Masaroh, Hanifah. 2016. Respon Serangga Nokturnal terhadap Warna Cahaya di Perkebunana Kakao Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Dharmawan, M. Si., (2) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si  Kata kunci: Respon, Warna Cahaya, Light trap Kakao  (Theobrema cacao  L.)  merupakan  salah satu komoditas unggulan sub sektor perkebunan. Salah satu daerah penghasil kakao di Kabupaten Malang adalah desa Jambangan, kecamatan Dampit. Adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao dapat menurunkan produksi sampai 80%. Terkait dengan hal tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui, jenis serangga nokturnal, distribusi temporal, respon serangga nokturnal terhadap variasi warna cahaya, dan hubungan antara faktor abiotik dengan jumlah serangga nokturnal tertinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-April 2016 di lahan perkebunan kakao Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan light trap, variasi warna cahaya yang digunakan yaitu (putih, biru, kuning, hijau, dan merah) dengan waktu pengambilan sampel pada pukul 20.00, 22.00, dan 00.00 WIB. Pengambilan data dilakukan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan (ANAVA) dengan rancangan acak kelompok (RAK), dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 ordo, 20 famili, dan 23 genus. Distribusi temporal serangga nokturnal paling banyak yaitu pada pukul 20.00 WIB, sedangkan respon serangga tertingi pada perlakuan warna cahaya biru pada waktu pengambilan sampel 20.00, dengan komposisi serangga hama 10 genus, predator 7 genus, dan parasitoid 1 genus. Hama utama yang ditemukan yaitu genus Empoasca. Selanjutnya untuk hasil regresi multiparameter memiliki nilai signifikansi sebesar 0,033, dengan sumbangan faktor abiotik (kelembaban udara) terhadap jumlah individu tertinggi waktu pengambilan sampel pukul 20.00 WIB sebasar R2 = 0,720

    Perbedaan Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Biologi Berdasarkan Gender, Status Sekolah, Wilayah Sekolah Dan Hubungannya Terhadap Hasil Belajar Biologi

    No full text
    ABSTRACT Rohmah, Khoirista Noor. 2016. Perbedaan Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Biologi Berdasarkan Gender, Status Sekolah, Wilayah Sekolah Dan Hubungannya Terhadap Hasil Belajar Biologi. Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.Kata Kunci: Sikap, Gender, Status sekolah, Wilayah sekolah, dan Hasil belajar.Sikap merupakan salah satu faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Sikap positif terhadap suatu pelajaran harus dimiliki oleh semua siswa untuk dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Namun adanya perbedaan-perbedaan individual dapat menyebabkan intensitas sikap yang berbeda antar siswa. Perbedaan individual diantaranya perbedaan gender, lingkungan sosial dan budaya. Perbedaan wilayah sekolah dan status sekolah juga dapat mempengaruhi sikap siswa. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah 1) adakah perbedaan sikap terhadap pelajaran biologi berdasarkan gender, 2) adakah perbedaan sikap terhadap pelajaran biologi antara siswa SMA Negeri dan siswa SMA Swasta di Kota Malang, 3) adakah perbedaan sikap terhadap pelajaran biologi antara siswa SMA Negeri di Kabupaten Malang dan siswa SMA Negeri di Kota Malang, dan 4) adakah hubungan antara sikap terhadap hasil belajar biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data sikap siswa melalui kuisioner dan wawancara terhadap siswa dan guru. Data hasil belajar siswa diperoleh dari guru biologi berupa nilai rapor biologi kelas X dan kelas XI semester ganjil serta nilai UTS genap tahun ajaran 2015/2016. Sampel yang digunakan sebanyak 480 siswa dan 11 guru yang diambil dari 5 SMAN Kota Malang, 4 SMAN Kabupaten Malang dan 7 SMA Swasta Kota Malang. Analisis data menggunakan Uji T dan perhitungan persentase sikap siswa serta uji korelasi menggunakan product moment pearson.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan sikap antara laki-laki dan perempuan pada sub indikator pentingya biologi untuk dipelajari, tingkat kesulitan pelajaran biologi, ketertarikan untuk mengambil karir terkait biologi, keberadaan buku teks biologi, sikap menerima, sikap menghargai, dan sikap mengorganisasi, 2) terdapat perbedaan sikap antara Siswa SMA Negeri dan siswa SMA Swasta Kota Malang pada sub indikator ketertarikan terhadap biologi, pentingnya biologi untuk dipelajari, keberadaan buku teks biologi, sikap mengorganisasi, dan karakterisasi, 3) terdapat perbedaan sikap antara siswa SMAN Kabupaten Malang dan siswa SMAN Kota Malang pada sub indikator sikap menerima dan menghargai, dan 4) terdapat hubungan positif antara sikap dan hasil belajar biologi. Guru hendaknya mampu memotivasi dan membimbing siswa terutama siswa laki-laki agar memiliki sikap positif pada semua aspek. Guru biologi di SMA Swasta hendaknya memotivasi agar siswa lebih antusias dalam belajar biologi dan bagi guru SMA Negeri di Kota hendaknya lebih meningkatkan sikap positif siswa pada aspek sikap menerima dan menghargai.ABSTRACT Rohmah, Khoirista Noor. 2016. Difference of Students Attitudeon Biology Learning based on Gender, School Status, School Region and the Relation between attitude with biology learning outcome. Skripsi, Department of Biology, Faculty Mathemathics and Science, State University of Malang. Preceptor: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.Keyword: Attitude, Gender, School quality, School status, and Biology learning outcome.Attitude is one of an internal factor that influence to the student’s learning outcome. All of student must have positive attitude toward one subject so they can achieve a good result of it. However the differences that based on a individual  makes the attitude intensity also different on each students. Individual differences was likes gender differences, sosial environment and culture. Futhermore, the school region and school quality also makes a different student attitude toward a subject. The problems of this research that will discussed are 1) is there any different attitude of students on learning biology based on gender, 2) is there any different attitude on learning biology between State Senior High School students and Private Senior High School students in Malang City, 3) is there any different attitude on learning biology between State Senior High School Student in Malang regency and State Senior High School Students in Malang city, and 4) is there any relation between attitude and biology learning outcome. The data collection technique about students attitude is using questionnaire and interview with students and teachers. The data of biology learning outcome were obtained from teachers, that consist of biology raport score from X grade and on odd semester from XI grade and also score of a middle test on even semester from XI grade. The Student and teacher samples in this research as many as 480 students and 11 teachers from 5 SMAN in Malang City, 4 SMAN in Malang Regency and 7 Private Senior High Schoolin Malang City. Data analysis that used in this research were Independent Sample T-Test, attitude students percentage and corelation product moment pearson. The result of the experiment are: 1) there is a different attitude between male and female students on indicator of how significant biology to be learned, the dificultness level of biology, anxiety for the career that relate in biology, the biology book existance, accepting manner, the appraciate manner and organisation manner, 2) there is a different attitude between students in State and Private School student in Malang City on indicator of anxiety in biology, how important biology to be learned, the biology book existance, organisation manner and characeterization, 3) there is a different attitude between State Senior High School Student in Malang regency and State Senior High School Students in Malang city on indicator of accpeting manner and the appraciate manner, and 4) there is a positive relation between attitude and biology learning outcome. Teachers should give more motivation and advice to students especially boys student to enhance their enthusiastic in biology learning so that they can comprehend biology easily

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS VIII G SEMESTER II SMP NEGERI 15 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Wina Diah Permana. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Terpadu Siswa Kelas VIII G Semester II SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M. Pd., (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked.   Kata Kunci: Cooperatve Script, Media Audio Visual, Hasil Belajar.   Berdasarkan hasil observasi di kelas VIII-G SMP Negeri 15 Malang ditemukan beberapa masalah yakni, 1) siswa terlihat tidak aktif dikelas, 2) siswa terlihat bosan dengan pembelajaran yang dilakukan di kelas, 3) pembelajaran hanya terpaku pada buku paket saja, 4) banyak siswa yang tidak mendengarkan guru di kelas, dan 5) hasil belajar pengetahuan siswa masih rendah, ketuntasan klasikalnya yakni sebesar 45,16%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIG SMP Negeri 15 Malang melalui penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual. Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 30 April 2015 sampai dengan tanggal 28 Mei 2015. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, lembar observasi sikap siswa, lembar observasi keterampilan siswa, dan tes akhir siklus. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII G SMP Negeri 15 Malang. Ketercapaian tindakan oleh guru pada siklus I adalah 82,81% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 96,33%. Hasil belajar pengetahuan siswa pada pra-penelitian sebesar 45,16%, setelah diterapkan penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual mengalami peningkatan menjadi 67,74%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87,09%. Hasil belajar sikap sosial siswa pada siklus I sebesar 67,74%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80,64%. Hasil rata-rata belajar sikap spiritual siswa pada siklus I sebesar 75, dan pada siklus II meningkat menjadi 77. Hasil belajar keterampilan siswa pada siklus I sebesar 54,83%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 87,09%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Cooperative Script dengan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-G SMP Negeri 15 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru lebih memperhatikan alokasi waktu yang digunakan agar pembelajaran berlangsung secara efisien dan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu variasi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇