SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Materi Plantae pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Malang Kelas X IPA 2 penentuan subjek penelitian berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Biologi kelas X SMA Negeri 2 Malang. Penelitian dilakukan selama bulan Februari 2017- Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Instrumen pada penelitian ini beruapa tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan soal esai, sedangkan untuk mengukur hasil belajar siswa ranah kognitif menggunakan soal pilihan ganda. Data hasil penelitian kemudian dibandingkan apakah terdapat peningkatan pada rata-rata klasikal kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar ranah kognitif siswa siklus 2 dari siklus 1. Hasil penelitian terdapat peningkatan terhadap persentase ketuntasan klasikal hasil belajar ranah kognitif siswa pada siklus I sebesar 80%, sedangkan pada siklus II mencapai 90%. Hasil penelitian terhadap kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan pada setiap indikatornya. Peningkatan persentase kemampuan berpikir kritis intepretasi dari siklus I sebesar 80,6% menjadi siklus II sebesar 87%. Indikator kemampuan berpikir kritis analisis mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 81,4% menjadi siklus II sebesar 85,4%. Indikator kemampuan berpikir kritis evaluasi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 82,2% menjadi siklus II sebesar 87,9%. Indikator kemampuan berpikir kritis inferensi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 86,2% menjadi siklus II sebesar 90,3%. Indikator kemampuan berpikir kritis eksplanasi mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 93,5% menjadi siklus II sebesar 95,9%.Indikator kemampuan berpikir kritis self regulation mengalami peningkatan persentase dari siklus I sebesar 80,6% menjadi siklus II sebesar 93,5%. Saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut: (1) Mind map yang dibuat siswa secara individu dapat digunakan sebagai penilaian hasil belajar ranah psikomotorik. (2) Pengamatan dapat dilakukan di laboratorium dengan bantuan alat mikroskop agar siswa dapat mengamati morfologi anatomi tumbuhan
PENGARUH GENDER DAN STRATEGI PEMBELAJARANCOOPERATIVE SCRIPT TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF, BERPIKIR KRITIS, DAN RETENSI SISWA KELAS XI DI SMAN 9 MALANG
ABSTRAK Pendidikan merupakan proses dinamis yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan pendidikan yang terjadi secara dinamis memicu adanya pergeseran dan perubahan mendasar pada tataran paradigma, arah, tujuan, serta tantangannya. Tantangan di dunia pendidikan pada abad 21 ini idealnya sumber daya manusia (SDM) memiliki empat kemampuan berpikir dan bertindak, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Ironisnya, meski Abad 21 telah memasuki satu dekade, beberapa sekolah di Malang masih kurang memberdayakan kecakapan hidup abad 21 pada siswanya, khususnya keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis, dan retensi.Terlepas dari kurangnya pemberdayaan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis, dan retensi terdapat permasalahan lain yang tidak teramati di dunia pendidikan yaitu gender.Menghadapi kenyataan tersebut, diperlukan suatu upaya untuk memberdayakan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir kritis dan retensi pada siswa laki-laki dan perempuan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan strategi pembelajaran cooperative script (CS). CS merupakan strategi yang mampu memberdayakan keterampilan metakognitif, hasil belajar, dan retensi pada siswa laki-laki dan perempuan.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui:1) pengaruh strategi Pembelajaran CS terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 2) pengaruh gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 3) interaksi antara strategi pembelajaran CSdengan gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa di Malang; 4) pengaruh strategi Pembelajaran CSterhadap keterampilan berpikir kritis siswa di Malang; 5) pengaruh genderterhadap kemampuan berpikir kritis siswa di Malang; 6) interaksi antara strategi pembelajaran CS dengan gender terhadap peningkatan kemampuanberpikir kritis siswa di Malang; 7) pengaruh strategi pembelajaran CSterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis di Malang; 8) pengaruh genderterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis di Malang; 9) interaksi antara strategi pembelajaran CSdengan gender terhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritisdi Malang.Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan pretest posttest nonequivalent group design. Variabel bebas adalah gender dan srategi pembelajaran. Variabel terikat adalah keterampilan metakognitif, hasil kemampuan berpikir kritis, dan retensi siswa. Populasi penelitian ialah siswa kelas XI di SMAN 9 Malang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI-MIA E SMAN 9 Malang. Data diambil pada saat pretest, posttest, dan tes retensi. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) menggunakan data skor pretest, posttest, dan retensi. Uii anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) dilakukan menggunakan data selisih posttest dengan pretest dan retensi dengan posttest. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk dan uji homogenitas data dengan Levene test. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh strategi pembelajaran CS terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa; 2) ada pengaruh gender terhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Pencapaian keterampilan metakognitif siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki; 3) adainteraksi antara gender dengan Strategi pembelajaran CSterhadap peningkatan keterampilan metakognitif siswa. Pencapaian keterampilan metakognitif siswa perempuan dengan penerapan strategi pembelajaran CS paling tinggi daripada siswa lainnya; 4) adapengaruh strategi pembelajaran CSterhadapkemampuan berpikir kritis siswa; 5) adapengaruh genderterhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pencapaian kemampuan berpikir siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki; 6) ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CSterhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa perempuan dengan penerapan strategi pembelajaran CS paling tinggi daripada siswa lainnya; 7)tidak ada pengaruh strategi pembelajaran CSterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis; 8) ada pengaruh genderterhadap retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis. Pencapaian retensi hasil belajar, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa perempuan lebih tinggi daripada siswa laki-laki.; 9) ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CS terhadap retensi hasil belajar dan retensi keterampilan metakognitif, tetapi tidak ada interaksi antara gender dengan strategi pembelajaran CS terhadap retensi kemampuan berpikir kritis. Strategi pembelajaran CS terbukti dapat meningkatkan keterampilan metakognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa baik pada siswa laki-laki atau siswa perempuantetapi kurang mampu memberdayakan retensi hasil belajar kognitif, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa. Strategi pembelajaran CS mampu memberdayakan retensi hasil belajar kognitif, retensi keterampilan metakognitif, dan retensi kemampuan berpikir kritis siswa. Penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya lama satu siklus pembelajaran dikontrol dengan baik dan pelaksanaan tes retensi dilakukan sebelumnya dan guru harus bisa mengatur jadwal dengan baik terlebih jika banyak kegiatan dari pihak sekolah agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik
Hamiatin, E.R. 2017. Pengembangan Media Audiovisual Bermuatan Pendidikan Karakter Melalui Preparasi Simplisia Daun Bawang Prei (Allium fistulosum L.) Bagi Masyarakat Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Unive
ABSTRAK Kata Kunci: Media audiovisual, Pendidikan karakter, Simplisia, MasyarakatPendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi masyarakat, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Pendidikan karakter merupakan salah satu tuntutan pendidikan yang harus dibelajarkan kepada masyarakat. Fakta di lapangan yaitu kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat mengenai nilai-nilai karakter yang harus diterapkan dalam bermasyarakat serta tanaman yang berpotensi sebagai obat yang ada disekitar lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media audiovisual bermuatan pendidikan karakter melalui preparasi simplisia bawang prei untuk masyarakat Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.Metode pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media audiovisual bermuatan pendidikan karakter adalah model pengembangan Borg and Gall (2003) yang dibatasi sampai 7 tahapan yaitu: (1) pengumpulan informasi melalui literatur dan observasi lapangan untuk menemukan masalah; (2) planning (perencanaan); (3) develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk awal produk); (4) preliminary field testing (uji coba lapangan awal oleh 12 masyarakat Desa Ngadas); (5) main product revision (revisi produk awal); (6) main product testing (uji coba lapangan oleh 35 masyarakat Desa Ngadas); (7) operational product reision (revisi produk uji lapangan). Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan presentase validitas oleh ahli materi sebesar 95% dengan kategori sangat valid, hasil sedangkan oleh ahli media sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba lapangan awal oleh 12 masyarakat Desa Ngadas diperoleh presentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Hasil angket respon pendidikan karakter kepada 35 masyarakat Desa Ngadas diperoleh presentase sebesar 85% dengan kriteria sangat baik dan layak digunakan masyrakat sebagai media sosialisasi pendidikan karakter. Saran pemanfaatan produk meliputi a) adanya monitoring dari peneliti untuk mengamati perubahan tingkah laku dan karakter masyarakat, b) diberikan pelatihan sebelum menggunakan video. Saran diseminasi produk yaitu keterlibatan perangkat desa/ibu PKK dalam penyebarluasan video. Saran pengembangan produk yaitu perlunya adanya penambahan materi mengenai karakter-karakter yang lainnya sehingga masyarakat dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari
Pembuatan Dan Karakterisasi Adsorben Batang Pisang (Musa Paradisiaca) Serta Uji Kemampuan Adsorpsi Terhadap Logam Besi (Fe)
ABSTRAK Batang pisang dapat digunakan sebagai adsorben ion logam. Kandungan utama senyawakimia dalam batang pisang, adalah selulosa, lignin, dan hemiselulosa. Keterserapan ion logam oleh batang pisang disebabkan oleh kemampuan substansi dalam batang pisang yang dapat berikatan dengan ion logam. Salah satu substansi batang pisang yang dapat berikatan dengan ion logam adalah selulosa. Berdasarkan penelitian sebelumnya limbah pertanian yang mengandung selulosa mempunyai potensi sebagai adsorben karena terdapat gugus fungsional seperti –OH yang dapat berinteraksi dengan ion logam. Keberadaan lignin dalam adsorben dapat menghalangi proses transfer ion logam ke sisi aktif adsorben. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan adsorben sebelum dan setelah delignifikasi. Tujuan penelitian ini: 1) membuat adsorben sebelum dan setelah delignifikasi,2) mengetahui karakter fisik adsorben sebelum dan setelah delignifikasi ditinjau dari hasil FT-IR, uji kadar air, dan uji kadar abu, 3) mengetahui konsentrasi maksimum besi yang dapat terserap oleh adsorben sebelum dan setelah delignifikasi, 4) mengetahui waktu kontak optimum oleh adsorben sebelum dan setelah delignifikasi, dan 5) mengetahui kapasitas adsorpsi optimum oleh adsorben sebelum dan setelah delignifikasi.Penelitian eksperimental ini dilaksanakan di laboratorium penelitian Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Tahapan dari penelitian iniadalah, (1) preparasi batang pisang sebagai adsorben dan proses delignifikasi adsorben dengan H2O2 dalam suasana basa dan H2O2 dilanjutkan dengan NaOH, (2) karakterisasi adsorben yang meliputi uji kadar air, kadar abu, dan FT-IR, (3) proses adsorpsi dengan variasi waktu kontak, dan (4) penentuan kapasitas adsorpsi optimum adsorben terhadap logam Fe. Hasil penelitian: 1) adsorben batang pisang sebelum delignifikasi memiliki kadar air sebesar 5,75 % dan kadar abu 71,65 %, dan analisis FT-IR terdapat serapan pada bilangan gelombang 3213,41; 3230,77; 3253,91; 3273,2; dan 3446,79 cm-1 yang menunjukkan vibrasi ulur O-H pada selulosa, lignin dan hemiselulosa. Adsorben setelah delignifikasi H2O2 dalam suasana basa memiliki kadar air 7,58 % dan kadar abu 80,74%, dan analisis FT-IR terdapat serapan pada bilangan gelombang 3417,737cm-1 yang menunjukkan vibrasi ulur O-H pada selulosa. Adsorben setelah delignifikasi dengan H2O2 dilanjutkan dengan NaOH memiliki kadar air 3,9760 % dan kadar abu 76,0039 %, dan analisis FT-IR terdapat serapan pada bilangan gelombang 3417,737cm-1 yang menunjukkan vibrasi ulur O-H pada selulosa. 2) waktu kontak optimum oleh adsorben sebelum delignifikasi pada menit ke 90 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,43 mg/g, dan setelah proses delignifikasi dengan H2O2 dalam suasana basa waktu kontak optimum pada menit ke 30 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,38mg/g, Adsorben setelah proses delignifikasi H2O2 dilanjut dengan NaOH waktu kontak optimum pada menit ke 60 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,83 mg/g. Berdasarkan hasil kapasitas adsorpsinya, adsorben melalui proses delignifikasi H2O2 dilanjutkan dengan NaOH mempunyai kemampuan menyerap logam besi paling besar yaitu sebesar 0,83 mg/g
POLIMORFISME GEN GRANULE BOUND STARCH SYNTHASE I (GBSSI) SEBAGAI PENGKODE BIOSINTESIS PATI PADA PADI LOKAL BANYUWANGI
ABSTRAK One of superior cultivar parameter in rice is physicochemical character, especially starch content. Starch content variance influencing glycemic index (GI) and controlled by GBSSI gene expression. GBSSI gene polymorphism may effects on its function in regulating amylose synthesis. This research aimed to discover GBSSI gene polymorphism in local rice from Banyuwangi as first step in plant breeding to obtain rice with low GI. We elaborated GBSSI gene sequences to analyze the possibility of gene polymorphism in local rice cultivar from Banyuwangi. Result showed there is GBSSI gene polymorphism composed of IndeL and SNP. This polymorphism caused protein structure changes that suggested influencing amylose content of rice in three cultivars rice. Physicochemical test showed that amylose content of MH rice clasified as high with 63,4%±14,75%, WT rice clasified as intermediate with 24,48%±10,24%, and HM rice clasified as low with 15,1%±5,07%. MH rice has lowest glycemic index based on amylose content. Keywords: Polimorphism, Granule Bound Starch Synthase I (GBSSI ) Gene, Local Rice, Banyuwangi, Amylose ContentSalah satu parameter pemilihan kultivar unggul adalah sifat fisikokimia beras. Sifat fisikokimia penting salah satunya ialah kadar pati yang dikendalikan oleh gen GBSSI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya polimorfisme gen GBSSI pada padi lokal dari Banyuwangi sebagai upaya awal dalam pemuliaan tanaman padi dengan indeks glikemik (IG) rendah. Metode penelitian ini ialah sequencing gen GBSSI untuk menganalisis polimorfisme gen GBSSI dan struktur proteinnya pada padi lokal Banyuwangi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya polimorfisme gen GBSSI berupa IndeL dan SNP. Polimorfisme ini menyebabkan perubahan protein GBSSI yang diduga berpengaruh terhadap kadar amilosa beras pada ketiga kultivar padi yang diteliti. Uji fisikokimia menunjukkan bahwa kadar amilosa beras MH tergolong tinggi dengan 63,4%±14,75% dan WT tergolong menengah dengan nilai 24,48%±10,24%, serta beras HM tergolong rendah dengan nilai 15,1%±5,07%. Beras MH memiliki indeks glikemik yang terendah berdasarkan nilai kadar amilosanya. Kata Kunci: Polimorfisme, Gen Granule Bound Starch Synthase I (GBSSI ), Padi lokal, Banyuwangi, Kadar amilos
Penerapan PBL dengan Mind Map untuk Meningkatkan Kemampuan Bepikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang Pada Materi Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan.
ABSTRAK Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa pada abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang berguna untuk memecahkan masalah yang ada di sekitarnya. Hasil observasi dari pembelajaran Biologi kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa kurang maksimal, terlihat dari belum mampunya siswa dalam membuat rumusan masalah dan menganalisis data dari suatu permasalahan, gagasan pemecahan masalah yang diberikan adalah gagasan yang umum bukan sesuatu yang baru. Model pembelajaran PBL dengan mind map yang menyajikan permasalahan nyata tentang ekosistem dan pencemaran lingkungan yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan sekitar diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan PBL dengan mind map meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 4 tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pelaksanaan tindakan siklus II sesuai dengan hasil refleksi siklus pelaksanaan tindakan siklus I. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran model pembelajaran PBL, catatan lapangan dan soal tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan PBL dengan mind map dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Kemampuan berpikir kritis ditingkatkan melalui pemberian Lembar Kegiatan Siswa yang mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis yaitu membuat rumusan masalah, membuat dan pertanyaan, menganalisis, membuat dan menilai induksi, membuat dan menilai definisi. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 51,9% dengan kategori sangat kurang pada siklus I menjadi 69,7% dengan kategori cukup pada siklus II. Kemampuan berpikir kreatif ditingkatkan melalui pembuatan mind map yang berisi gagasan pemecahan masalah. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 41,8% dengan kategori sangat kurang pada siklus I menjadi 76,7% dengan kategori baik pada siklus II. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya guru menyajikan masalah yang lebih autentik dan dapat diamati secara langsung oleh siswa sehingga lebih melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Sebaiknya siswa dilatih terlebih dahulu dalam membuat mind map. Guru harus terus melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dengan memberikan suatu permasalahan nyata sehingga siswa dapat menemukan gagasan pemecahan masalah yang tepat
Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
ABSTRAK Hamidah, Zubhatul. 2017. Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si Kata kunci: PBL berbasis Quantum Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajarPembelajaran Biologi di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta proses pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Biologi di kelas X MA An-Namirah masih menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, rasa ingin tahu siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang masih kurang, serta hasil belajar siswa yang masih rendah. Berdasarkan hasil observasi, model STAD yang kurang menonjolkan kemampuan berpikir kreatif siswa berakibat terhadap rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dari guru yang dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Salah satunya dengan model pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah; 2) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Variable bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA MA-An-Namirah semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 2 kelas rombongan belajar. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu secara keseluruhan jumlah populasi diambil dan dijadikan sampel. Sampel penelitian adalah siswa dikelas X MIPA 1sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching dan kelas X MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
ABSTRAK Hamidah, Zubhatul. 2017. Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si Kata kunci: PBL berbasis Quantum Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajarPembelajaran Biologi di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta proses pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Biologi di kelas X MA An-Namirah masih menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, rasa ingin tahu siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang masih kurang, serta hasil belajar siswa yang masih rendah. Berdasarkan hasil observasi, model STAD yang kurang menonjolkan kemampuan berpikir kreatif siswa berakibat terhadap rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dari guru yang dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Salah satunya dengan model pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah; 2) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Variable bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA MA-An-Namirah semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 2 kelas rombongan belajar. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu secara keseluruhan jumlah populasi diambil dan dijadikan sampel. Sampel penelitian adalah siswa dikelas X MIPA 1sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching dan kelas X MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 7 Malang
ABSTRAK Janah, Evi Roudhotul. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.Ph.D, (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning, Jigsaw, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil BelajarBerpikir kritis dalam pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Hasil observasi selama KPL pada bulan September-Oktober dan wawancara dengan guru Biologi di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 7 Malang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah sehingga hasil belajar menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa kelas X MIPA 4 SMAN 7 Malang melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Jigsaw. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu planning (perencanaan tindakan), acting (pelaksanaan tindakan), observing (pengamatan), dan reflecting (refleksi). Data penelitian yang diperoleh adalah observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, tes akhir siklus, lembar observasi afektif, dan lembar penilaian psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 13,7% dari 75,9% pada siklus 1 menjadi 89,6% pada siklus 2. Peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebesar 23,3% dari 64,7% pada siklus 1 menjadi 88% pada siklus 2. Peningkatan hasil belajar afektif siswa kategori A sebesar 8,8% dari 32,4% pada siklus 1 menjadi 41,2% pada siklus 2. Peningkatan hasil belajar psikomotor siswa sebesar 2,7% dari 85,3% pada siklus 1 menjadi 88% pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dipertimbangkan pada penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Jigsaw membutuhkan alokasi waktu yang cukup untuk menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Jigsaw agar pembelajaran berlangsung dengan lancar. ABSTRACTJanah, Evi Roudhotul. 2017. The Application of The Problem Based Learning Combined with Jigsaw to Improve Learning Outcomes Biology Grade X Sciences 4 of SMA Negeri 7 Malang. Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, University of Malang. Supervisor: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc.Ph.D, (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si. Keywords: Problem Based Learning, Jigsaw, Critical Thinking, Learning Outcomes. Critical thinking in learning have an important role in improving the processes and outcomes of learning. Based on observations in grade X Sciences 4 of SMA Negeri 7 Malang that the critical thinking ability of students still belongs to low, it would have an impact on the outcomes of learning became not maximal. This research aims to improve the ability of critical thinking and the outcomes of learning Biology grade X Sciences 4 of SMA Negeri 7 Malang. Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematic and Natural the application of the Problem Based Learning combined with Jigsaw. This research is a Research Action class (PTK) with 2 cycles. Each cycle consists of four phases, planning, acting, observing, and reflecting. The research data are observation of learning implementation, field notes, test the end of the cycle, the affective observation sheet, and psychomotor assessment sheet. The results of this research show that the application of the Problem Based Learning combined with Jigsaw can improve critical thinking ability and the outcomes of learning Biology that include cognitive, affective, and psychomotor. Critical thinking ability of students has increased by 13.7% from 75.9% in cycle 1 to 89.6% in cycle 2. Increased student cognitive learning outcomes by 23.3% from of 64.7% cycle 1 to 88% in cycle 2. Increased student affective learning category A out comes by 8.8% from 32.4% cycle 1 to 41.2% in cycle 2. The improvement of students' psychomotor learning outcomes by 2.7% from 85.3% cycle 1 to 88% in cycle 2. Based on the results of the research suggestions may be considered in this study is a the Problem Based Learning combined with Jigsaw takes a long time allocations so teachers have enough time to prepare for the use of the Problem Based Learning combined with Jigsaw so that learning takes place smoothly
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA DENGAN MODEL JIGSAW II UNTUK MATERI SISTEM IMUN UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MA AL-MAARIF SINGOSARI
Wulandari, Evi. 2017. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dengan Model Jigsaw II untuk Materi Sistem Imun untuk Meningkatkan Kerjasama dan Pemahaman Konsep Siswa MA Al-Maarif Singosari. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata kunci: lembar kegiatan siswa, jigsaw II, kerjasama, pemahaman konsep, sistem imunPenelitian bertujuan untuk mengembangkan LKS dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II yang dapat meningkatkan kerjasama dan pemahaman konsep siswa. Hasil Observasi di MA Al-Maarif Singosari menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi masih teacher-centered sehingga siswa belum dapat memberdayakan sikap kerjasama dan pemahaman konsep yang baik. Selain itu, lembar kegiatan siswa (LKS) yang digunakan merupakan LKS dari penerbit yang belum mengacu pada Kurikulum 2013. LKS hanya berisi pertanyaan pilihan ganda sehingga tidak dapat menghasilkan proses belajar yang dapat mengaktifkan siswa.Pengembangan LKS merujuk pada model ADDIE, yaitu Analyze, Design, Developtment, Implementation dan Evaluation. Tahap analisis meliputi analisis kurikulum, karakter siswa, materi dan tujuan pembelajaran. Tahap design meliputi penyusunan materi dan rancangan awal produk. Tahap development meliputi penyusunan silabus, RPP, LKS serta validasi perangkat. Tahap implementation merupakan tahap penerapan LKS untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan LKS, sedangkan tahap evaluation merupakan tahap evaluasi pengembangan yang dilaksanakan dalam bentuk evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Hasil validasi LKS oleh ahli perangkat pembelajaran dan praktisi lapangan menunjukkan persentase rata-rata 92,7% dan validator ahli materi dengan persentase 85,83%, keduanya memiliki kriteria valid. Kepraktisan LKS memperoleh persentase 83,2% dengan kriteria praktis. KBK mencapai persentase 89%, pemahaman konsep siswa meningkat dengan gain score 0,5 dan sikap kerjasama siswa meningkat dengan gain score 0,4. Ketuntasan klasikal, peningkatan pemahaman konsep dan kerjasama menunjukkan bahwa LKS efektif