SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PURWOSARI
RINGKASANMurdianto, Koko. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, berpikir kritis, hasil belajarBerdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara yang dilaksanakan dengan guru Biologi kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Purwosari diketahui bahwa kegiatan pembelajaran yang selama ini berlangsung masih belum dapat melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar Biologi siswa. Pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat membuat dan melatih siswa untuk dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas di mana penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa dalam 2 siklus, dengan tiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Purwosari. Adapun data keterampilan berpikir kritis berupa skor yang diperoleh dari prates dan pascates yang berupa soal uraian yang disesuaikan dengan rubrik keterampilan berpikir kritis. Hasil belajar Biologi terdiri atas hasil belajar kognitif berupa skor tes akhir siklus, afektif berupa skor sikap siswa tiap pertemuan, dan psikomotor berupa hasil observasi psikomotor siswa.Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I menunjukkan hasil n-gain sebesar 0.2 dengan kriteria kurang, sedangkan pada siklus II menunjukkan hasil n-gain sebesar 0.34 dengan kriteria sedang. Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 67% pada siklus I dan sebesar 100% pada siklus II. Hasil belajar afektif menunjukkan skor rata-rata kelas pada siklus I sebesar 60 dengan kriteria baik dan pada siklus II sebesar 65 dengan kriteria baik. Hasil belajar psikomotor menunjukkan skor rata-rata kelas pada siklus I sebesar 77 dengan kriteria sangat baik dan pada siklus II sebesar 88 dengan kriteria sangat baik. Adapun dalam penelitian tindakan kelas ini didapatkan temuan bahwa dengan melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran di tiap tahapnya, hal ini membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat terlatih. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan perlu dilakukan tindakan dengan siklus yang lebih banyak untuk membuat siswa lebih terbiasa dalam menggunakan keterampilan berpikir kritisnya sehingga keterampilan berpikir kritis siswa dapat meningkat ke kriteria yang lebih baik.SUMMARYMurdianto, Koko. 2019. Implementation of Guided Inquiry Learning Model to Improve Critical Thinking Skills and Biological Learning Outcomes of Grade XI of State Senior High School 1 Purwosari. Thesis. Department of Biology, Biology Education Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc.Keywords: Guided Inquiry, critical thinking, learning achievementBased on the observation of learning activities and interviews conducted with the XI MIA 3 Biology teacher of State Senior High School 1 Purwosari it is known that the existing learning activities have not been able to train and improve the critical thinking skill as well as the students' learning outcomes. Learning with guided inquiry learning model is expected to be able to create and train students to improve critical thinking skills and student learning outcomes.This type of research is a classroom action research in which aims to improve critical thinking skills and student biology learning outcomes in 2 cycles with each cycle consisting of four meetings. Subjects in this study are all students of XI MIA 3 of State Senior High School 1 Purwosari. The critical thinking ability data is obtained from pretest and posttest from critical thinking essay test that is tailored to the critical thinking skills rubric. Biological learning outcomes consist of cognitive outcome which is assessed from final test scores from each cycles, affective outcome which is assessed from students’ attitude scores for each meeting, and psychomotor outcome which is assessed from students’ psychomotor observation results.The results of class action studies have shown an increase in critical thinking skills and student biology learning outcomes. The students' critical thinking skill in cycle I showed the result of n-gain of 0.2 which means less criteria, while in cycle II showed the result of n-gain of 0.34 which means moderate criteria. The students' cognitive learning result showed classical completeness of 67% in cycle I and 100% in cycle II. The affective learning result showed the average score of the class at cycle I of 60 whisch means good criteria and at cycle II of 65 which means good criteria. Psychomotor learning results showed the average score of the class at cycle I of 77 which means excellent criteria and at cycle II of 88 which means excellent criteria. As for this class action study, it has been found that involving students in each stage of learning activities may make students more active in learning activities, so students' critical thinking skills can be trained. Based on class action studies that have been implemented, it is needed to take action with more cycles to make students more accustomed in using their critical thinking skills so that students' critical thinking skills can be improved to better criteria
Pengembangan Modul Materi Struktur Jaringan Tumbuhan Kelas XI di SMA Negeri 2 Lamongan untuk Pembelajaran Remedi
Siswa yang belum mencapai KKM satuan pendidikan harus mengikuti pembelajaran remedi. Hasil wawancara yang dilakukan di SMA Negeri 2 Lamongan, guru dan siswa mengalami keterbatasan waktu dan tempat dalam melaksanakan pembelajaran remedi, sehingga guru langsung melaksanakan tes remedi tanpa adanya review terhadap materi yang sulit dipahami oleh siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan modul cetak dan non cetak materi struktur jaringan tumbuhan kelas XI di SMA Negeri 2 Lamongan untuk pembelajaran remedi yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, terdiri dari lima tahap yaitu analyze, design, develop, implement, evaluate. Hasil analisis data uji kevalidan modul oleh validator ahli materi, diperoleh rerata persentase sebesar 100% yang artinya modul sangat valid, oleh validator ahli media pembelajaran sebesar 84,4% yang artinya modul valid, oleh praktisi lapangan sebesar 96,8% yang artinya modul sangat valid. Hasil analisis data uji kepraktisan oleh siswa yang mengalami remedi, diperoleh rerata persentase sebesar 89,2% yang artinya modul sangat praktis. Hasil analisis data uji keefektifan modul dengan n-gain diperoleh nilai sebesar 0,85 yang artinya modul memiliki tingkat keefektifan yang tinggi. Hasil uji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan menunjukkan bahwa modul materi struktur jaringan tumbuhan layak, praktis, dan efektif digunakan untuk pembelajaran remedi. Kata kunci: modul, pembelajaran remedi, struktur jaringan tumbuhan
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP KADAR RECEPTOR FOR ADVANCED GLYCATION ENDPRODUCTS (RAGE) PADA EPIDIDIMIS MENCIT (Mus musculus) GALUR BALB/C DIET TINGGI KARBOHIDRAT DAN LEMAK
Konsumsi makanan dengan karbohidrat dan lemak secara berlebihan akan menyebabkan sindrom metabolik. Pemberian diet tinggi karbohidrat dan diet tinggi lemak dapat menyebabkan obesitas, dislipidemia, hipertensi, peningkatan berat badan, lemak perut, gangguan metabolisme glukosa, hiperkolesterolemia, hiperinsulinemia, dan disfungsi endotel. Hiperkolesterolemia yang diakibatkan oleh diet tinggi karbohidrat dan tinggi lemak akan mengganggu sistem reproduksi jantan, seperti penurunan kualitas sperma yang bisa menyebabkan infertilitas. Makanan diet tinggi karbohidrat dan tinggi lemak yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami proses reaksi Maillard dan membentuk Advanced Glycation Endproducts (AGE). AGE juga dapat tebentuk dari jalur peroksidasi lipid. Peningkatan stres oksidatif akan meningkatkan pembentukan AGE di dalam tubuh. AGE akan berikatan dengan Receptor for Advanced Glycation Endproducts (RAGE). RAGE terdapat pada membran sel dan ada yang larut dalam cairan ekstraseluler. RAGE yang berikatan dengan AGE akan meningkatkan jumlah ROS. Peningkatan jumlah ROS di dalam tubuh mengganggu berbagai sistem, salah satunya dalam sistem reproduksi jantan. Khusus pada epididimis menyebabkan sistem reproduksi tidak berfungsi dengan baik. Kualitas sperma juga akan mengalami penurunan sehingga kemampuan sistem reproduksi jantan menurun. Terapi yang dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya AGE adalah dengan konsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan. Alternatif sumber antioksidan yang memiliki potensi besar adalah bahan tumbuhan. Tumbuhan yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi adalah bawang putih tunggal (Allium sativum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap kadar RAGE pada epididimis mencit (Mus musculus) galur Balb/C diet tinggi karbohidrat dan lemak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAK dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang membutuhkan total 24 ekor mencit. Kelompok perlakuan yaitu dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu normal, kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), dan pemberian ekstrak bawang putih tunggal dengan berbagai dosis (125 mg/Kg BB, 250 mg/Kg BB, dan 500 mg/Kg BB). Hewan coba diaklimatisasi selama dua minggu dan ditempatkan di dalam kandang plastik dengan pemberian pakan pelet susu A dan minum air mineral secara ad libitum. Kelompok normal diberikan pakan pellet susu A, kelompok kontrol dan perlakuan diberi pakan high fat diet (HFD) selama 45 hari. Ekstrak bawang putih tunggal diberikan ke mencit selama 30 hari. Setelah 30 hari perlakuan, mencit jantan dibedah dan diambil epididimisnya. Epididimis dicacah sampai halus. Pengukuran kadar RAGE epididimis mencit diet tinggi karbohidrat dan lemak dilakukan dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan berat berat badan mencit berbanding terbalik dengan berat sisa pakan. Semakin sedikit pakan yang tersisa menunjukkan bahwa tingkat konsumsi lebih besar yang berdampak pada peningkatan berat badan mencit. Data kadar RAGE yang telah lengkap dan telah dikonversi menggunakan persamaan garis regresi selanjutnya diuji secara statistik. Uji normalitas data melalui tes Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikasi tiap kelompok perlakuan >0,05 yang berarti bahwa data terdistribusi secara normal. Uji homegenitas diperoleh taraf signifikans
Identifikasi Bakteri Potensial Amilolitik dan Selulolitik dari Ranu Pani Menggunakan Gen 16S rRNA
Bakteri potensial amilolitik dan selulolitik merupakan bakteri yang mampu menghidrolisis amilum dan selulosa, bakteri ini berperan sebagai dekomposer di perairan Ranu Pani, Lumajang. Bakteri amilolitik dan selulolitik bersimbiosis dengan alga dan tumbuhan air sebagai penyedia unsur mineral esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan genus dan filogenetik bakteri potensial amilolitik dan selulolitik dari Ranu Pani berdasarkan gen 16S rRNA. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi DNA sampel PAS (bakteri amilolitik) dan PSS (bakteri selulolitik), kemudian amplifikasi gen 16S rRNA dengan menggunakan primer universal untuk bakteri, primer forward 27 F dan primer reverse 1492R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel PAS (bakteri potensial amilolitik) dari Ranu Pani merupakan kelompok Bacillus subtilis Species Complex yang diduga Bacillus amyloliquefaciensdengan nilai similaritas 99%, dan sampel PSS (bakteri potensial selulolitik) dari Ranu Pani merupakan kelompok Bacillus cereus sensu lato yang diduga Bacillus paramycoides dengan nilai similaritas 100%
Potensi Model-model Pembelajaran dalam Memberdayakan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa
RINGKASANSaroiroh, Alfi. 2019. Potensi Model-model Pembelajaran dalam Memberdayakan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Mahanal M.PdKata Kunci: keterampilan berpikir kritis, model pembelajaran, meta-analisisKeterampilan berpikir kritis merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan oleh pebelajar dalam menghadapi tantangan kehidupan. Perkembangan zaman yang mulai memasuki abad pengetahuan atau abad 21 menuntut siswa untuk memiliki beberapa keterampilan, salah satunya yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Keterampilan berpikir kritis merupakan kegiatan pemikiran yang didasarkan atas fakta dan peninjauan kembali terhadap suatu permasalahan untuk menemukan suatu keyakinan. Pentingnya berpikir kritis mendorong berbagai peneliti untuk mengkaji mengenai pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis. Penelitian yang telah berkembang selama ini hanya sebatas untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran pada kondisi tertentu, belum ada penelitian yang melihat kecenderungan berbagai model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui potensi model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan berpikir kritis, 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kuat atau lemahnya pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.Penelitian ini merupakan penelitian survei meta-analisis yang mengkaji pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuasi eksperimen dengan variabel bebas berupa model pembelajaran dan variabel terikat berupa keterampilan berpikir kritis siswa. Data penelitian diperoleh dari penelitian sebelumnya yang tidak dipublikasi seperti skripsi, tesis, dan disertasi jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Data yang telah diperoleh berjumlah 48 penelitian (12 skripsi, 29 tesis, dan 7 disertasi). Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan dan model pembelajaran yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 penelitian terdapat 45 penelitian yang berpengaruh untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran inovatif tersebut dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa, hal tersebut tidak lepas dari adanya sintaks pembelajaran. Sintaks pembelajaran memuat strategi-strategi berpikir kritis yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran yang sama jika diterapkan pada jenjang yang berbeda memiliki hasil yang berbeda, hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi selama penelitian. Akan tetapi secara keseluruhan model inovatif dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar model pembelajaran inovatif dapat memberdayakan berpikir kritis dikarenakan adanya strategi berpikir kritis dalam sintaks model pembelajaran. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kuat atau lemahnya model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis yaitu keunggulan sintaks, kemampuan guru, kondisi siswa, dan faktor intelegensi siswa.SUMMARYSaroiroh, Alfi. 2019. Potential Learning Models in Empowering Critical Thinking Skills of Students. Sarjana’s Thesis. Biology Department. Faculty of Mathematics and Science. Universitas Negeri Malang. Advisor: (1) Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Mahanal M.PdKeywords: critical thinking skills, learning models, meta-analysisCritical thinking skill is one of aspect that must be developed by students in facing life's challenges. The development of new era that begin to enter the century of knowledge or the 21st century requires students to have several skills, one of life skills is critical thinking skills. Critical thinking skills is activity of think based on facts and a review of a problem to find a belief. The important of critical thinking encourages researchers to examine about the influence of learning models in critical thinking skills. Research that has developed so far is only limited to know how the influence of learning models in certain conditions are available or not, there is no research that look at the tendency of various learning models in empowering critical thinking skills of student. The purpose of this study is to: 1) find out the potential of the learning model in empowering critical thinking skills,2) knowing the the strength or weakness factor of the influence in learning models of critical thinking skills.This research is a meta-analysis survey research that examines the effect of learning models on critical thinking skills of students. The research is use quasi-experimental research with independent variables is learning models and the dependent variable is critical thinking skills of students. The research data was obtained from previous unpublished research such as the sarjana’s thesis, thesis, and dissertation majoring in Biology, Universitas Negeri Malang. The data that obtained is amount to 48 research (12 sarjana’s thesis, 29 thesis, and 7 dissertations). The data that obtained then grouped based on the level of education and the same learning model.The results showed that from 48 research there are 45 influential studies to improve critical thinking skills of student. This innovative learning model can empower critical thinking skills, this is inseparable from the learning syntax. The learning syntax contains strategies of critical thinking that can improve critical thinking skills. If the same learning model applied to different level, it has different results, this is due to factors that influence during the study. But overall the innovative model can empower critical thinking skills of students.Based on the results of the study it can be concluded that mainly the innovative learning models can empower critical thinking due to the existence of critical thinking strategies in the syntax of learning models. Another factors that can influence the strength or weakness of the learning model in improving critical thinking skills are the advantages of syntax, ability of the teacher, condition of the student, and intelligence factor in studen
Pengembangan Asesmen Autentik dalam Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Koordinasi untuk Mengukur Kemampuan Literasi Sains dan Kolaborasi Siswa Kelas XI SMAN 1 Kepanjen
Saat ini pendidikan di Indonesia mengacu pada Kurikulum 2013 yang bertujuan untuk mendorong siswa agar dapat menguasai kecakapan hidup abad 21 yang diantaranya kemampuan literasi sains dan berkolaborasi. Pembelajaran biologi perlu dikembangkan asesmen yang berbasis literasi sains. Asesmen yang berbasis literasi sains dalam pembelajaran biologi harus disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mengisyaratkan penggunaan asesmen autentik untuk menilai kesiapan, proses, dan hasil belajar siswa secara utuh. Hasil observasi dan wawancara kepada guru biologi di SMAN 1 Kepanjen diperoleh hasil bahwa dalam menilai kompetensi pengetahuan siswa, guru menggunakan tes tertulis dengan soal berlevel kognitif C3-C4, selain itu guru dalam menyusun instrumen penilaian masih belum sesuai dengan Kompetensi Dasar yang harus dicapai karena guru terkadang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan penilaian dengan indikator hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen autentik dalam model inkuiri terbimbing pada materi Sistem Koordinasi untuk mengukur kemampuan literasi sains dan kolaborasi siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen yang telah teruji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analysis, design, develop, implementation, dan evaluation. Instrumen asesmen autentik yang dikembangkan terdiri atas instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi, instrumen tes kognitif dalam bentuk tes tulis pada akhir materi sistem koordinasi, dan perangkat pembelajaran berupa RPP dan UKBM. Sebelum produk diujicobakan, produk divalidasi oleh ahli asesmen dan ahli materi, kemudian dilakukan perbaikan berdasarkan saran yang telah diberikan oleh validator. Uji coba produk dilakukan terhadap 214 siswa XI MIPA di SMAN 1 Kepanjen dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis butir soal, teknik analisis isi, dan teknik analisis kualitatif. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar validasi instrumen, lembar angket respons pengguna, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan instrumen pengumpulan data hasil belajar siswa. Hasil validasi oleh ahli asesmen terhadap RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi, instrumen tes kognitif soal pilihan ganda dan uraian sebesar 100% (sangat valid). Hasil validasi oleh ahli materi terhadap RPP, UKBM, dan instrumen tes kognitif soal pilihan ganda dan uraian sebesar 100% (sangat valid). Berdasarkan hasil validasi, asesmen autentik yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan, namun perlu dilakukan revisi berdasarkan saran dari vaidator sebelum diimplementasikan. Hasil uji kepraktisan asesmen autentik yang dikembangkan dilihat dari hasil angket respons pengguna yaitu guru dan siswa. Berdasarkan hasil angket respons siswa menunjukkan bahwa UKBM memperoleh rerata 98% (sangat praktis) dan instrumen tes kognitif memperoleh rerata 97% (sangat praktis). Hasil angket respons guru menunjukkan bahwa RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi dan instrumen tes kognitif memperoleh rerata 100% (sangat praktis). Berdasarkan hasil angket respons guru dan siswa produk yang dikembangkan berupa RPP, UKBM, instrumen penilaian sikap kegiatan diskusi dan instrumen tes kognitif praktis digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji keefektifan asesmen autentik yang dikembangkan pada penelitian ini diketahui dari hasil belajar siswa pada ranah sikap dan pengetahuan serta keterlaksanaan proses pembelajaran yang sesuai dengan RPP. Skor rata-rata sikap kegiatan diskusi sebesar 91% (sangat baik) dan skor rata-rata dari tes kognitif sebesar 86% (sangat baik). Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran memiliki rerata skor sebesar 91% (sangat baik). Hasil keefektifan juga didukung oleh hasil analisis butir soal yang menujukkan bahwa soal tes kognitif memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi yaitu 0,81 untuk soal pilihan ganda dan 0,86 untuk soal uraian, selain itu soal tes kognitif memiliki daya pembeda yang berada dalam kriteria baik dan baik sekali, serta tingkat kesukaran soal dengan kategori sedang dan mudah
IDENTIFIKASI BAKTERI DOMINAN DI RANU PANI DAN RANU GRATI BERDASARKAN GEN 16S rRNA
RINGKASAN Ulfah, Mastika Marisahani. 2019. Identifikasi Bakteri Dominan di Ranu Pani dan Grati Berdasarkan Gen 16S rRNA. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si. (II) Dra. Dwi Listyorini, M.Si. D.Sc. Kata Kunci : Bakteri Dominan, Ranu Pani, Ranu Grati, 16S rRNA. Mikroalga hidup bersama dengan bakteri dan dapat mempertahankan interaksi simbiotik di alam, maka perlu adanya identifikasi bakteri yang paling dominan untuk tujuan penelitian ini. Gen yang sering digunakan dalam teknik DNA barcoding pada bakteri adalah gen 16S rRNA. Gen 16S rRNA ini digunakan dalam identifikasi karena memiliki daerah yang bervariasi untuk membedakan antar takson. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bakteri dominan di Ranu Pani (Kode: PØD) dan Ranu Grati (Kode: GØD) berdasarkan sekuen gen 16S rRNA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan dilakukan dengan cara mengisolasi DNA sampel PØD dan GØD, kemudian amplifikasi gen 16S rRNA dengan menggunakan primer universal untuk bakteri, primer forward 27F dan primer reverse 1492R. Hasil rekonstruksi pohon filogenetik menunjukan bahwa sampel PØD berada pada satu clade dengan Enterobacter cloacae (NR_118568.1) dengan nilai bootstrap 70 (NJ), 70 (ME) dan 72 (ML). Sampel GØD berada pada satu cluster dengan sampel PØD dan Enterobacter cloacae (NR_118568.1) dengan nilai bootstrap 64 (NJ), 62 (ME), dan 52 (ML), dengan jarak genetik antara Enterobacter cloacae dengan sampel PØD 0,008 (IS=99,2%) dan Enterobacter cloacae dengan sampel GØD adalah 0,003 (IS=99,7%).
Isolasi dan Identifikasi Spesies Kapang Kontaminan pada Biji Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) di Pasar Tradisional Kota Malang
Kata Kunci: Kapang kontaminan, biji kedelai, pasar tradisional Biji kedelai dapat mengalami kerusakan, penyebab kerusakan tersebut antara lain: karena pemanenan yang kurang cermat, serangan serangga hama di lahan pertanian, dan gigitan serangga di tempat penyimpanan biji sebelum dijual, serta terkontaminasi oleh kapang kontaminan di pasar. Kerusakan pada biji-bijian karena gigitan serangga hama akan menyebabkan spora kapang kontaminan masuk dan berkembang biak di dalam biji, sehingga menyebabkan biji mengalami kerusakan seperti: biji berlubang, berserbuk, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar mikotoksin. Tujuan penelitian ini ialah: 1) mengisolasi dan mengidentifikasi semua spesies kapang kontaminan pada biji kedelai yang dijual di beberapa pasar di Kota Malang, 2) menentukan spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti, dan 3) mengkaji dampak cemaran kapang kontaminan terhadap penurunan kualitas biji kedelai berdasarkan kajian pustaka. Data akan diperoleh melalui metode observasi, deskripsi, dan identifikasi semua spesies kapang kontaminan yang ditemukan pada biji kedelai yang diteliti. Observasi dan pengambilan sampel biji kedelai dilakukan di lima pasar di Kota Malang, yaitu Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Besar, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Mergan. Sampel biji kedelai dari kelima pasar dicampur dan diinokulasi untuk mengisolasi kapang kontaminan dalam biji kedelai. Selanjutnya dilakukan identifikasi dengan deskripsi morfologi koloni dan mikroskopis kapang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ditemukan 7 spesies kapang kontaminan pada sampel biji kedelai yaitu: Scopulariopsis brevicaulis, Penicillium frequentans, Aspergillus tamarii, Mycelia sterilia I, Aspergillus oryzae, Aspergillus ochraceus, dan Mycelia sterilia II.; 2) spesies kapang kontaminan yang paling dominan dalam biji kedelai yang diteliti yaitu Aspergillus ochraceus; 3) cemaran kapang berdampak terhadap penurunan kualitas biji kedelai, misalnya: tekstur biji berserbuk, hancur, keriput, berbau apak, dan berpotensi tercemar oleh mikotoksin yang dapat dihasilkan oleh kapang kontaminan penghasil mikotoksin
Gambaran Potensi Model-Model Pembelajaran dalam Memberdayakan Keterampilan Metakognitif Siswa
RINGKASANAgustin, Maya. 2019. Gambaran Potensi Model-Model Pembelajaran dalam Memberdayakan Keterampilan Metakognitif Siswa. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. A.D. Corebima, M.Pd., (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan metakognitif, model pembelajaran, meta-analisis Keterampilan metakognitif merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan oleh pebelajar dalam menghadapi tantangan kehidupan di abad ke21. Metakognisi diartikan sebagai kesadaran dan kontrol terhadap proses kognitif atau proses mengetahui dan memonitor proses berpikir. Seseorang yang memiliki keterampilan metakognitif berarti menyadari berapa banyak ia memahami topik pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemahamannya. Pentingnya keterampilan metakognitif mendorong berbagai peneliti untuk mengkaji mengenai pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif. Penelitian yang telah berkembang selama ini hanya sebatas untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran pada kondisi tertentu, belum ada penelitian yang melihat kecenderungan berbagai model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan metakognitif siswa dalam berbagai kondisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui potensi model pembelajaran dalam memberdayakan keterampilan metakognitif siswa, 2) mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kuat atau lemahnya pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survei meta-analisis yang mengkaji pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan metakognitif siswa. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuasi eksperimen dengan variabel bebas berupa model pembelajaran dan variabel terikat berupa keterampilan metakognitif siswa. Data penelitian diperoleh dari penelitian sebelumnya yang tidak dipublikasi seperti skripsi, tesis, dan disertasi jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Data yang telah diperoleh berjumlah 56 penelitian (28 skripsi, 22 tesis, dan 6 disertasi). Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan dan model pembelajaran yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 penelitian terdapat 48 penelitian yang berpengaruh untuk meningkatkan keterampilan metakognitif siswa. Model pembelajaran inovatif tersebut dapat memberdayakan keterampilan metakognitif siswa, hal tersebut tidak lepas dari adanya sintaks pembelajaran. Sintaks pembelajaran memuat strategi-strategi metakognitif yang dapat meningkatkan keterampilan metakognitif siswa. Model pembelajaran yang sama jika diterapkan pada jenjang yang berbeda memiliki hasil yang berbeda, hal tersebut dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi selama penelitian. Akan tetapi secara keseluruhan model inovatif dapat memberdayakan keterampilan metakognitif siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar model pembelajaran inovatif dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dikarenakan adanya strategi metakognitif dalam sintaks model pembelajaran. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kuat atau lemahnya model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan metakognitif siswa yaitu keterlaksanaan sintaks pembelajaran, kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran, kesesuaian perpaduan sintaks model pembelajaran, dan kemampuan akademik sisw
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DIPADU THINK PAIR SQUARE SHARE (TPSS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA KELAS XI MIPA 3 SMAN 1 TULUNGAGUNG
ABSTRAK Nandani, Mutia. 2019. Penerapan Model Discovery Learning dipadu Think Pair Square Share (TPSS) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Tulungagung. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sunarmi, M.Pd., (2) Dr. Sulisetijono, M.Si. Kata Kunci: discovery learning dipadu TPSS, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, sistem ekskresi, sistem koordinasi Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan yang dapat men-dukung proses belajar dan hasil belajar yang diperoleh siswa. Keterampilan berpikir kritis memiliki banyak manfaat bagi seseorang untuk mampu mengolah, mengevaluasi, dan membuat keputusan berdasarkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki. Masalah rendahnya keterampilan berpikir kritis terjadi di kota Tulungagung, salah satunya di SMAN 1 Tulungagung. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan soal ujian yang diberikan guru belum mampu mengasah keterampilan berpikir kritis siswa. Proses pembelajaran berlangsung searah, yaitu guru sebagai pusat informasi utama, sedangkan siswa cenderung pasif hanya mendengarkan penjelasan guru. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah dengan menerapkan model Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah ingin meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar kognitif Biologi siswa. Jenis penelitian yang diterapkan dalam pembelajaran ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Tulungagung dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 3 sebanyak 32 siswa. Data penelitian berupa Keterlaksanaan Pembelajaran Discovery Learning dipadu Think Pair Square Share (TPSS) oleh guru dan siswa, data keterampilan berpikir kritis diperoleh dari tes setiap akhir siklus I dan tes akhir siklus II, dan data hasil belajar kognitif berupa hasil tes setiap akhir siklus berupa soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Tulungagung. Rerata hasil tes keterampilan berpikir kritis pada siklus I sebesar 70,15 dan meningkat sebesar 8,28 menjadi 78,43 pada siklus II selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Tulungagung. Ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif pada siklus I sebesar 65,62% dan mengalami peningkatan sebanyak 15,63% menjadi 81,25%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning dipadu TPSS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif Biologi siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Tulungagung. Saran yang diberikan peneliti ialah penerapan model Discovery Learning dipadu TPSS memerlukan pengawasan dan kontrol kelas oleh guru sehingga siswa mengikuti pembelajaran dengan baik