SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Uji Perbedaan Formulasi Pakan Terhadap Pertumbuhan Larva Kumbang Beras (Tenebrio molitor L.)
ABSTRAK Rhumana, Pramesti Dwi. 2017. Uji Perbedaan Formulasi Pakan Terhadap Pertumbuhan Larva Kumbang Beras (Tenebrio molitor L.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Dharmawan, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Formulasi pakan, Budidaya ulat hongkong, Pertumbuhan larva Tenebrio molitor L. Pada budidaya ulat hongkong (larva T. molitor) belum diketahui adanya formulasi pakan yang efektif untuk mengoptimalkan hasil produksi (optimalisasi pertumbuhan larva). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pemberian formulasi pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan (panjang dan biomassa) serta mengetahui formulasi pakan yang paling efektif untuk pertumbuhan larva T. molitor. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan (3 jenis formulasi pakan) dan dilakukan sebanyak 10 kali ulangan. Formulasi 1 terdiri dari kombinasi ampas tahu, pollard, dan sayuran, formulasi 2 terdiri dari kombinasi ampas tahu, konsentrat pakan ayam broiler, dan sayuran, sedangkan formulasi 3 terdiri dari tepung jagung, dedak padi, pollard, ampas tahu, tepung ikan dan sayuran yang diberikan pada larva T. molitor berumur 40 hari dan diteliti hingga umur 60 hari. Data yang didapatkan berupa data hasil pengukuran biomassa dan panjang larva T. molitor, serta data faktor abiotik (suhu dan kelembaban udara). Data biomassa dan panjang larva dianalisis dengan uji ANOVA RAL faktorial yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, formulasi pakan yang paling efektif menghasilkan pertumbuhan (biomassa dan panjang) larva T. molitor tertinggi yaitu formulasi pakan 3 yang hasilnya berbeda nyata dengan formulasi 1 dan 2. Berdasarkan hasil uji lanjut, perbedaan efek pemberian formulasi pakan terhadap pertumbuhan dapat dilihat secara nyata pada hari-20. ABSTRACT Rhumana, Pramesti Dwi. 2017. Feed Formulation Differences Test on The Growth Rice beetle larvae (Tenebrio molitor L.). Undergraduated-thesis, Department of Biology, Mathematics and Natural Sciences Faculty, State University of Malang. Lecturer: (I) Drs. Agus Darmawan, M.Si., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. Keywords: Feed formulation, Yellow mealworm cultivation, Growth of Tenebrio molitor L. larvae In cultivation yellow mealworm (larvae of T. molitor) there has been no effective feed formulation to optimize production (optimization of larval growth). Therefore, this study was conducted to determine differences in the provision of different feed formulations on the growth (length and biomass) and know the most effective feed formulations for the growth of T. molitor larvae. This experimental research used Completely Randomized Design (CRD), which consists of three treatments (3 types of feed formulation) and 10 repetitions. Formulation 1 consisted of tofu dregs, pollard, and vegetables, formulations 2 consisted of tofu dregs, poultry concentrate feed, and vegetables, whereas formulation 3 consisted of corn flour, rice bran, pollard, tofu dregs, fish flour and vegetables, that given to T. molitor larvae aged 40 days and observed until the aged 60 days. Data obtained in the form of biomass measurement data and the length of T. molitor larvae, as well as data abiotic factors (temperature and humidity). Data were analyzed larval biomass and length with CRD factorial ANOVA followed by Duncan test. Results showed that the most effective feed formulation produces growth (biomass and length) T. molitor larvae highest was feed formulation 3, the results are significantly different from feed formulation 1 and 2. Based on the results of a Duncan test, the difference in the effects of feed formulations on growth, visible on the 20th day
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Lisan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-2 MAN Kota Batu
ABSTRAK Zakiyyah, Fina. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Lisan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X-2 MAN Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Masjhudi, M. Pd, (2) Dra. Amy Tenzer, M. S. Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, kemampuan komunikasi lisan, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi di kelas X MIA 2 MAN Kota Batu pada tanggal 11 Januari 2017 diketahui bahwa siswa yang aktif berkomunikasi secara lisan hanya 30% dan ketuntasan belajar klasikal siswa hanya 36% pada materi bakteri. Kedua aspek tersebut menunjukkan persentase yang masih rendah, sehingga diperlukan alternatif model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa kelas X MIA 2 MAN Kota Batu melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan dan refleksi. Penelitian menggunakan materi Plantae yang terangkum dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.7 dan materi Animalia yang terangkum dalam KD 3.8. Data yang dikumpulkan selama penelitian yaitu keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dari aspek guru dan siswa dengan instrumen lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dari aspek guru dan siswa, kemampuan komunikasi lisan siswa dengan instrumen lembar observasi kemampuan komunikasi lisan siswa, hasil belajar pengetahuan siswa dengan instrumen tes akhir siklus, dan hasil belajar sikap siswa dengan instrumen lembar observasi sikap siswa.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kemampuan komunikasi lisan siswa berdasarkan hasil observasi rata-rata semua aspek meningkat dari 80,32% pada siklus I menjadi 88,07% pada siklus II dengan kriteria baik. Peningkatan hasil belajar aspek sikap siswa 88,67% pada siklus I menjadi 92,33% pada siklus II. Ketuntasan klasikal aspekpengetahuan siswa pada siklus I mecapai persentase 72,22% dengan rerata nilai siswa 77,64 dan meningkat menjadi 100% pada siklus II dengan rerata nilai siswa 86,97. Kesimpulan dari penelitian yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa aspekpengetahuan dan sikap pada kelas X MIA 2 MAN Kota Batu. Saran dari penelitian antara lain untuk melengkapi hasil belajar dengan hasil belajar aspek keterampilan, menuliskan daftar pertanyaan yang diajukan siswa, melakukan pre test-post test, dan menerapkan inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan kompetensi abad 21 yang lain
Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Think Pair Share pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA SMA
Putri, R, B. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Think Pair Share pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd. (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Remap-TPS, kemampuan akademik, keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif.Tujuan pembelajaran tidak hanya untuk memberikan pengetahuan pada siswa, tetapi juga untuk membantu mereka agar dapat mengontrol proses belajar mereka sendiri. Keterampilan untuk bisa mengontrol proses belajar siswa disebut dengan keterampilan metakognitif. Beberapa penyebab rendahnya keterampilan metakognitif di Indonesia adalah terlalu dominannya guru di sekolah sebagai sumber informasi atau ilmu dan sistem penilaian prestasi siswa yang lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif rendah. Kurniawati, dkk (2015) menyatakan hasil tes keterampilan metakognitif siswa di SMAN Batu menunjukkan sebesar 65% siswa termasuk can not really, artinya keterampilan metakognitif di SMAN Batu masih perlu ditingkatkan. Disisi lain, kemampuan akademik juga menjadi faktor yang mempengaruhi keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran biologi berbasis Remap TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (2) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas, (3) mengetahui pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA.Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental design. Bentuk desain quasi eksperimen yang digunakan adalah pretest posttest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MIPA SMAN 6 Malang dan SMAN 2 Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 4 (eksperimen) dan X MIPA 5 (kontrol) SMA Negeri 2 Malang dan siswa kelas X MIPA 2 (eksperimen) dan X MIPA 3 (kontrol) SMA Negeri 6 Malang. Pengambilan sampel dipilih menggunakan uji kesetaraan berdasarkan nilai UN SMP pada saat PSB. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik Anakova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran Remap TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (2) tidak ada pengaruh kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (3) tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan ada pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Remap-NHT (Reading Concept Map Numbered Heads Together) dan Gender Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis danHasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMAN 10 Malang
ABSTRAK Purwaningsih, Indah. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Remap-NHT (Reading Concept Map Numbered Heads Together) dan Gender Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SusriyatiMahanal, M.Pd. (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd. Kata Kunci: Remap-NHT, gender, keterampilan berpikir kritis, hasil belajarkogntif.Berpikir kritis merupakan salah satu tujuan penting dalam pendidikan diabad 21. Hasil tes PISA pada tahun 2015 menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis Indonesia masih rendah. Berdasarkan hasil tersebut Indonesia menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara yang disurvei. Salah satu penyebab rendahnya keterampilan berpikir kritis yaitu kurangnya minat baca dikalangan masyarakat Indonesia. Di sisi lain, gender juga dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran biologi berbasis Remap NHT terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa siswa kelas X SMAN 10 Malang, (2) mengetahui pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMAN 10 Malang, (3) mengetahui interaksi model pembelajaran Remap NHT dan gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa kelas X SMAN 10 Malang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental design. Bentuk desain quasi eksperimen yang digunakan yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri Kota Malang. Sedangkan sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIPA-G SMAN 10 Malang sebagai kelas ekperimen dan kelas X MIPA-F SMAN 10 Malang sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dipilih menggunakan teknik randem sampling.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik Anakova.Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran dan gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa, (2) ada pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dan tidak ada pengaruh gender terhadap hasil belajar kognitif siswa, (3) tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran Remap NHT dan gender terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dan ada interaksi model pembelajaran Remap NHT dan genderterhadap hasil belajar kognitif siswa
Pelaksanaan Pembelajaran Remedi Mata Pelajaran Biologi, Kendala Dan Solusinya, Masalah Dan Tindakannya Di Sman 1 Dan Sman 2 Kota Batu Semester Gasal Dan Genap Tahun Ajaran 2016/2017
Kurikulum 2013 menganut sistem pembelajaran tuntas, artinya siswa harus tuntas mencapai kompetensi. Ketuntasan terhadap kompetensi ditetapkan dalam bentuk kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang dirumuskan oleh guru mata pelajaran. Tercapai tidaknya ketuntasan diketahui dari skor ulangan harian mencapai KKM atau tidak. Siswa yang belum mencapai KKM (belum tuntas) akan diberi pembelajaran remedi oleh guru. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan “Pelaksanaan Pembelajaran Remedi Mata Pelajaran Biologi, Kendala dan Solusinya, Masalah dan Tindakannya Di Sman 1 dan Sman 2 Kota Batu Semester Gasal Dan Genap Tahun Ajaran 2016/2017”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data adalah guru mata pelajaran biologi dan siswa kelas x dan xi yang mengalami remedi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kepada guru dan siswa, observasi pelaksanaan pembelajaran remedi, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan terkait bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru. Selain itu, kendala dan masalah yang dihadapi guru serta solusi dan tindakan yang dilakukan guru. Data yang diperoleh dianalisis dan dibandingkana dengan teori pembelajaran remedi menurut Warkitri dan petunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010).Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Batu semester gasal dan genap 2016/2017 dapat diketahui 1) Pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar dari keempat guru kurang sesuai karena tes diagnostik tidak dilakukan, 2) Keempat guru sudah melaksanakan 6 tahapan pembelajaran remedi menurut teori Warkitri, namun terdapat dua guru yang melaksanakan pembelajaran remedi tidak sesuai dengan teori, 3) Keempat guru tidak melaksanakan semua anjuran petunjuk teknis dari Direktorat Pembinaan SMA (2010) yang terdapat pada petunjuk teknis. Adapun kendala yang dihadapi guru kesibukan guru dalam melaksanakan tugas, kegiatan sekolah, dan ketidakhadiran siswa.Solusi menejemen waktu yang baik agar kegiatan belajar dan pembelajarn dikelas sebisa mungkin tetap berlangsung. Masalah yang mengakibatkan waktu pelaksanaan pembelajaran remedi tidak tepat pada waktunya. Tindakan yang dilakukan keempat guru bertujuan bagaimana proses pembelajaran remedi bisa dilaksanankan dan siswa yang nilainya belum mencapai KKM bisa tuntas. Bagi guru disarankan melakukan diagnosis kesulitan belajar terlebih dahulu sebelum melaksanakan pembelajaran remedi. guru disarankan agar melaksanakan pembelajaran remedi sesuai dengan teori dan anjuran dari Petunjuk Teknis Pembinaan SMA (2010) agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Juga disarankan agar guru memanfaatkan guru perlu memberikan bimbingan khusus pada siswa, pemanfaatan tutor sebaya, harus diakhiri dengan tes ulang serta dilakukan di luar jam tatap muka sesuai denganpetunjuk teknis pembelajaran tuntas, remedial, pengayaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA (2010). Guru harus lebih disiplin waktu agar kendala dan masalah yang dihadapi guru agar pemebelajaran remedi tetap bisa dilaksanakan
Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Student Team Achievement Division (REMAP-STAD) Pada Kemampuan Akademik Berbeda Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MIA SMA
Mufida, R.H. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Student Team Achievement Division (REMAP-STAD) Pada Kemampuan Akademik Berbeda Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MIA SMA. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd Kata Kunci : REMAP-STAD, kemampuan akademik berbeda, keterampilan berpikir kreatif, dan hasil belajar kognitifKeterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan berpikir abad 21 yang harus dimiliki siswa agar mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan yang juga mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu,keterampilan berpikir kreatif perlu diberdayakan melalui pembelajaran khususnya bagi siswa berkemampuan akademik tinggi dan siswa berkemampuan akademik rendah.Salah satu pembelajaran yang berpotensi memberdayakan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif pada siswa berkemampuan akademik berbeda adalah pembelajaran biologi berbasis Reading Concept Map-Student Team Achievement Division (Remap-STAD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruhmodel pembelajaran Remap-STADterhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa, 2) pengaruhkemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa, dan 3) interaksi model pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIA SMA.Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Grup Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 6 Malang dan SMA Negeri 10 Malang tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA E dan X MIPA F SMA Negeri 10 Malang, serta siswa kelas X MIA 1 dan X MIA 3 SMA Negeri 6 Malang. Data keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan Anakova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruhpembelajaran Remap-STAD terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa. Rata-rata skor terkoreksi keterampilan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran biologi berbasis Remap-STAD lebih tinggi 40,02% daripada pembelajaran konvensional. Rata-rata skor terkoreksi hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran biologi berbasis Remap-STAD lebih tinggi 23,58% daripada pembelajaran konvensional. 2) Ada pengaruhkemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa. Rata-rata skor terkoreksi keterampilan berpikir kreatif siswa berkemampuan akademik tinggilebih tinggi 11,87% daripada siswa berkemampuan akademik rendah. Rata-rata skor terkoreksi hasil belajar kognitif siswa berkemampuan akademik tinggilebih tinggi 11,53% daripada siswa berkemampuan akademik rendah. 3)Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat diajukan adalah guru dapat menerapkan pembelajaran biologi berbasis remap-STAD agar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif siswa berkemampuan akademik berbeda
Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Genap Mata Pelajaran Biologi SMA Negeri Kelas X Tahun Pelajaran 2015/2016 Kabupaten Blitar dan Kesesuaiannya Terhadap Kurikulum 2013
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi SMA Negeri Kabupaten Blitar yang tergabung adalah tim pembuat soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi, diketahui bahwa soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri Kabupaten Blitar belum pernah dilakukan analisis meliputi validitas logis (isi dan konstruk) dan validitas empirik meliputi tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh serta reliabilitas soal. Selain itu, soal ulangan tersebut juga belum pernah dianalisis kesesuaiannya terhadap kurikulum 2013. Hal ini meyebabkan validitas logis dan validitas empirik soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri di Kabupaten Blitar belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis butir soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri Kabupaten Blitar yang meliputi validitas logis (isi dan konstruk), validitas empirik meliputi tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, reliabilitas soal serta kesesuaian soal terhadap kurikulum 2013.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian adalah soal dan lembar jawaban Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 di lima SMA Negeri Kabupaten Blitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validitas isi soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri Kabupaten Blitar valid tanpa revisi. Validitas konstruk soal belum 100% valid karena terdapat beberapa soal yang tidak menggunakan kata kerja sesuai dengan kata kerja indikator. Tingkat kesukaran soal di SMA Negeri Kabupaten Blitar diketahui 100% belum memenuhi proporsi yang tepat yaitu 25% mudah, 50% sedang, 25% sukar. Daya beda soal SMA Negeri Kabupaten Blitar 100% belum memenuhi kriteria daya beda soal yang ideal yaitu di atas 0,40. Efektivitas pengecoh soal SMA Negeri Kabupaten Blitar diketahui dua sekolah memiliki efektivitas pengecoh yang berfungsi di atas 50% dan tiga sekolah memiliki efektivitas pengecoh di bawah 50% yang berfungsi. Reliabilitas soal SMA Negeri 1 Talun di kelas X IPA 1 tinggi yaitu 0,8943, SMA Negeri 1 Garum di kelas X IPA 1 memiliki reliabilitas soal cukup yaitu 0,5135, SMA Negeri 1 Srengat di kelas X IPA 4 memiliki reliabilitas soal cukup yaitu 0,692, SMA Negeri 1 Kademangan di kelas X IPA 2 memiliki reliabilitas soal tinggi yaitu 0,8544, dan SMA Negeri 1 Sutojayan di kelas X IPA 3 memiliki reliabilitas soal rendah dengan nilai 0,283. Kesesuaian soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 terhadap kurikulum 2013 soal diketahui tiga sekolah sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi, dua sekolah valid dapat digunakan dan perlu revisi.Setelah dilakukan analisis soal Ulangan Akhir Semester genap Biologi kelas X tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri Kabupaten Blitar, maka guru Biologi sebaiknya melakukan analisis kualitatif terlebih dahulu sebelum soal diujikan kepada peserta tes dan melakukan analisis kuantitatif setelah tes diujikan kepada peserta tes setiap akhir semester. Selain itu, perlu dilakukan revisi terhadap soal yang tidak memenuhi kriteria dengan cara memperbaikinya atau menyusun soal baru yang sesuai kriteria.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MATERI PEMBERIAN RANSUM UNGGAS UNTUK SISWA KELAS XI JURUSAN AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS SMK PP WIYATA BAKTI SENGKALING MALANG
ABSTRAKSumantika, Waskita Marta. 2016. Pengembangan Handout dan LKS Berbasis Inkuiri Terbimbing Materi Pemberian Ransum Unggas untuk Siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si., (2) Agung Witjoro, S.Pd., M.KesKata kunci : ransum unggas, formulasi ransum, penelitian pengembangan, handout, lembar kerja siswa, inkuiri terbimbing.Materi ransum unggas membahas tentang zat makanan yang dibutuhkan unggas, kebutuhan pakan unggas, bahan baku alternatif pakan ternak unggas , serta formulasi ransum unggas. Permasalahan mengenai materi tersebut yang ditemukan di SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling Malang adalah kurangnya materi yang disampaikan secara mendalam pada handout yang ada di sekolah dan belum adanya LKS yang mengarahkan siswa untuk belajar mandiri, sehingga motivasi siswa dalam mempelajari materi kurang. Kurangnya motivasi belajar mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pengetahuan tentang ransum unggas. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar berupa handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing pada materi ransum unggas untuk siswa jurusan agribisnis ternak unggas kelas XI SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling. Diharapkan bahan ajar yang disusun dapat menyediakan alternatif bahan ajar yang mampu mengarahkan siswa untuk belajar secara mandiri.Penelitian dilakukan dalam rangka penulisan skripsi di Jurusan Biologi FMIPA UM. Penelitian merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) oleh Thiagarajan.Dari hasil penelitian dan pengembangan telah dihasilkan bahan ajar handout dan LKS berbasis inkuiri terbimbing untuk siswa Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Kelas XI yang berkriteria sangat valid, yaitu untuk handout sebesar 93,91 % dan LKS sebesar 92,36 %. Rata-rata hasil validasi oleh 15 siswa kelas XII SMK PP Wiyata Bakti Sengkaling sebesar 96,05%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahan ajar memiliki persentase kriteria validitas sangat valid sehingga bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran. Diharapkan dengan adanya bahan ajar ini mampu membantu siswa untuk dapat memecahkan masalah yang ada dalam dunia peternakan khususnya untuk materi pemberian ransum unggas.
Efek Ekstrak Etanol Daun Tahi Kotok (Tagetes erecta L.) terhadap Penghambatan Aktivitas Makan Belalang Hijau (Oxya chinensis Thunb) pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
Belalang Hijau (Oxya chinensis Thunberg) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman padi (Oryza sativa L.). Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai pengendali hama Belalang Hijau (O.chinensis) yaitu tumbuhan Tahi Kotok (Tagetes erecta L.). Tujuan penelitian ini yaitu menguji ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.), menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) yang efektifterhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (O. sativa), dan menentukan besar persentasi penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O.chinensis) pada padi (O. sativa) setelah didedahkan dengan ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta).Jenis penelitian eksperimental dengan desain Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok.Variabel bebas berupa pemberian konsentrasi ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Sedangkan variabel terikat berupa luas daun padi yang dimakan oleh Belalang Hijau dengan satuan mm2. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Obyek penelitian yaitu BelalangHijau (O. chinensis) sebanyak 125 ekor. Ekstrak daun T. erecta dioleskan pada daun padi yang berumur 25—30 hari. Penghambatan aktivitas makan diamati setelah 24 jam pendedahan ekstrak etanol daun Tahi Kotok pada daun padi. Hambatan aktivitas makan O. chinensis dilakukan dengan cara menghitung luas daun padi yang dimakan O. chinensis pada kertas millimeter blok. Data yang didapat berupa luas daun padi yang dimakan oleh O. chinensis kemudian dianalisis dengan ANAVA non factorial untuk melihat efek ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) terhadap penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada padi (Oryza sativa L.). Persentase hambatan aktivitas makan O. chinensis dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan rumus dari Abdelgaliel& El-Aswad (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Tahi Kotok (T. erecta) memiliki efek penghambatan aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis). Konsentrasi ekstrak etanol daun T. erecta 5% hingga 20% tidak berbeda secara signifikan dalam menghambat aktivitas makan O. chinensis. Konsentrasi yang efektif sebagai penghambat aktivitas makan Belalang Hijau (O. chinensis) pada yaitu konsentrasi 5%. Persentase penghambatan aktivitas makan O. chinensis tertinggi pada konsentrasi 20% sebesar 93,32%, dan terendah pada 5% dengan persentase hambatan makan sebesar 83,90%
Isolasi dan Identifikasi Mikrooganisme dalam Starter Penginduksi Gaharu Gyrinops versteegii (Gilg) Domke yang Ditanam di Wisma Gaharu Desa Sumber Pucung Kabupaten Malang.
Gaharu adalah nama dagang dari produk resin yang dihasilkan oleh pohon di daerah tropika yang terinfeksi oleh mikroba. Penggunaan gaharu sangat luas misalnya untuk bahan baku pembuatan parfum, dupa, minyak wangi, dan sebagai obat tradisional. Pohon yang dapat membentuk gaharu di alam jumlahnya sedikit sekali, sehingga produk gaharu sangatlah mahal. Pada tanaman, hanya mikroorganisme tertentu yang berpotensi untuk menginduksi pembetukan gubal gaharu. Starter penginfeksi pohon gaharu dengan kualitas tinggi yang digunakan petani gaharu di Indonesia masih berasal dari luar negeri dan harganya sangat mahal. Penelitian mengenai starter gaharu masih terbatas pada kapang, padahal banyak jenis mikroorganisme lain yang dapat berpotensi sebagai agen penginfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi berbagai mikroorganisme dalam starter gaharu pada spesies Gyrinops versteegii (Gilg) Domke yang ditanam di Wisma Gaharu Malang. Penelitian ini dilakukan sebagai dasar atas penelitian lebih lanjut untuk mempelajari peran mikroorganisme lain pada starter gaharu. Penelitian bersifat deskriptif eksploratif laboratori. Inokulasi mikroorganisme dilakukan dengan metode langsung (direct innoculation). Koloni mikroorganisme yang tumbuh, selanjutnya diisolasi dengan menginokulasikan mikroorganisme ke medium miring NA dan PDA. Mikroorganisme yang telah diisolasi kemudian diidentifikasi dengan mengamati beberapa karakter morfologi dan karakter fisiologis atau diidentifikasi secara molekuler. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) terdapat sepuluh isolat yang berhasil diisolasi yakni isolat A, B, C, D, E, F, G, H, I dan J, 2) dari hasil identifikasi ditemukan lima spesies berbeda. Ada empat spesies bakteri yaitu Actinomyces viscosus (isolat B, E, F, G, H dan I), Bacillus circulans (isolat C), Bacillus megaterium (isolat D), dan Brevibacillus laterosporus (isolat J), serta satu spesies khamir yakni Pichia galeiformis (isolat A)