SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Daya Serta Mekanisme Antagonisme Kapang Gliocladium virens dan Gliocladium roseum Terhadap Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum annum L.) Secara In Vitro

    No full text
    ABSTRAK   Dewi, Z.V 2017. Daya Serta Mekanisme Antagonisme Kapang Gliocladium virens dan Gliocladium roseum Terhadap Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum annum L.) Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M. Pd, Pembimbing (II): Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: daya antagonisme, Gliocladium virens, Colletotrichum capsici, Gliocaldium roseum Kapang Colletotrichum capsici merupakan salah satu kapang patogen penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai (Capsicum annum L.). Pengendaliannya menggunakan fungisida sintesis sehingga memiliki dampak negatif pada lingkungan. Pengendalian secara biologis merupakan suatu cara untuk mengurangi atau mengganti penggunaan pestisida sintetik. Pengendalian secara biologis dapat dilakukan dengan memanfaatkan kapang antagonis. Kapang Gliocladium merupakan kapang antagonis yang dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati, karena memiliki kemampuan antagonis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) meneliti daya antagonime kapang Gliocladium virens dan Gliocladium roseum terhadap kapang C.capsici. 2) menentukan daya antagonisme yang lebih tinggi antara G.virens dan G.roseum terhadap C. capsici. 3) meneliti mekanisme antagonisme yang terjadi antara kapang G.virens dan G.roseum terhadap kapang C. capsici. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan pendekatan kuantitatif. Spesies kapang antagonis yang digunakan ialah G.virens dan G.roseum, sedangkan spesies kapang patogen yang digunakan ialah C.capsici. Isolat C.capsici, G.virens dan G.roseum diperoleh dari Laboratorium Kultur Institut Pertanian Bogor. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang pada bulan Juni-September 2016. Pengujian daya antagonisme dengan menggunakan metode dual culture. Masing-masing spesies kapang ditumbuhkan pada media PDA dan diinkubasi pada suhu 26o C selama 7x24 jam, kemudian dibuat potongan koloni dengan memakai bor gabus steril. Potongan koloni kapang antagonis dan kapang patogen diletakkan berpasangan pada media PDA, lalu diinkubasi pada suhu 26o C selama 4x24jam, selanjutnya dilakukan penghitungan daya antagonisme kapang G.virens dan G.roseum terhadap C.capsici. Rancangan penelitian menggunakan Uji T dengan 16 kali ulangan. Hasil penelitian membuktikan:1) terdapat pengaruh perbedaan spesies kapang Gliocladium terhadap daya antagonisme pada C.capsici. 2) Kapang antagonis G.virens memiliki persentase daya antagonisme lebih tinggi dengan persentase penghambatan sebesar 58,61%, dibandingkan dengan kapang G.roseum sebesar 9,59%, serta 3) mekanisme antagonisme yang diperlihatkan berdasarkan pengamatan makroskopis secara in vitro adalah kompetisi nutrisi dan tempat, serta secara mikroskopis yaitu mikoparasitisme yang berdasarkan adanya hifa kapang antagonis G.virens yang membelit serta menempel pada hifa kapang patogen C.capsici.   ABSTRACT Dewi, Z.V. 2017. The Antagonism and Mechanism Effect of Gliocladium virens and Gliocladium roseum fungi Against Colletotrichum capsici Cause of Anthracnose Disease to Chilli Fruit In Vitro. Bachelor thesis, Departement of Biology, Faculty of Matematics and Sains, State University of Malang. Advisors :Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd, (I), and Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si.(II).   Keyword: antagonism effect, Gliocladium virens, Colletotrichum capsici, Gliocaldium roseum Colletotrichum capsici fungis is one of the pathogenic fungi that causes anthracnose in chilli fruit (Capsicum annuum L.). The control using synthetic fungicides have a negative impact on the environment. Biological control is a method reduce or change the uses of synthetic pesticides. Biological control can be done by utilizing the antagonis fungi. Gliocladium, the antagonist fungis used as a biological control agent, because it has the antagonist ability. The purpose of this research are:1)to examine Gliocladium virens and Gliocladium roseum antagonis effect against C.capsici, 2) to determine the higher antagonism effect between G.virens and G.roseum against C.capsici  and 3) to examine the antagonism mechanism between G.virens and G.roseum fungi against C.capsici. This research is an experimental research with a quantitative approach. The species of antagonist fungi used in the research are: G.virens and G.roseum, the pathogenic fungi species used C.capsici. C.capsici, G.virens and G.roseum isolates obtained from Institut Pertanian Bogor Culture Laboratory. The research is done  at the Laboratory of Microbiology State University of Malang on June-September 2016. The antagonism effect examined by dual culture method. Each fungi species inoculated on Potato Dextrose Agar (PDA) medium and incubated at 26o C during 7x24 hours, then the colony were cutted using a sterile cork borer. The antagonist and patogen fungi cutted colonies, placed in pairs on PDA medium and was done in 16 times repetition, then incubated at 26o C during 4x24 hours, then were count the antagonism effect G.virens and G.roseum fungi against C.capsici. The research result analyzed using T test. The research results are: 1) there are a differences of  Gliocladium species antagonism effect towards C.capsici. 2) G.virens fungi has higher antagonism effect with inhibition percentage 58.61% than G.roseum with inhibition percentage 9,59%, and 3) The interaction of antagonism shown by macroscopic observation in vitro is competition, and microscopically that is micoparasitism based on the interaction of G.virens hyphae antagonist were coil and attack on the C.capsici

    Variasi Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Varietas Detam I Berdasarkan Kadar Protein dan Hasil Uji Organoleptik

    No full text
    ABSTRAK   Miskiyah, Zakiyatul. 2017. Variasi Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Varietas Detam I Berdasarkan Kadar Protein dan Hasil Uji Organoleptik. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan  Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes   Kata Kunci: tempe kedelai hitam, konsentrasi ragi, lama fermentasi, protein, organoleptik Tempe merupakan hasil fermentasi kedelai atau bahan lain oleh mikroorganisme menguntungkan seperti Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus oryzae. Tempe mengandung protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, mineral. Kedelai hitam varietas detam I mengandung serat kasar sebesar 26,51 % (db), antosianin, antioksidan, dan kandungan protein 45,40%. Tempe dengan konsentrasi ragi dan lama fermentasi berbeda memberikan pengaruh pada kualitas tempe. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap karakteristik tempe kedelai hitam varietas detam I berdasarkan uji protein dan hasil uji organoleptik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama 3 variasi (Konsentrasi ragi 0,15%, 0,20% dan 0,25%). Faktor kedua 3 variasi  (Lama fermentasi 36 jam, 42 jam, dan 48 jam),dengan 3 kali ulangan. Data  diolah dengan two way ANOVA menggunakan aplikasi SPSS for Windows 16.0. Hasil dari penelitian menunjukkan karakteristik tempe kedelai hitam memiliki tekstur normal pada seluruh kombinasi perlakuan, aroma tempe mengalami penurunan dari aroma khas tempe menjadi beraroma amonia seiring dengan penambahan waktu fermentasinya. Warna tempe kedelai hitam normal kecuali pada perlakuan kombinasi ragi 0,15%, ragi 0,20%,dan ragi 0,25% dengan lama fermentasi 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi (p < 0,05)  dan lama fermentasi (p < 0,05), (α=0,05) terhadap parameter protein. Lama fermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter organoleptik aroma (p < 0,05. dan rasa p < 0,05). Tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap parameter organoleptik warna dan tekstur. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode multiple attribute didapatkan pada perlakuan konsentrasi ragi 0,25% dan lama fermentasi 36 jam

    Prevalensi dan Intensitas Anisakis sp. Pada Orga Pencernaan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Sebagai Pencegahan Penyakit Zoonosis Anisakiasis

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Anisakis sp., prevalensi dan intensitas Nematoda Anisakis merupakan agen penyebab anisakiasis pada manusia. Anisakiasis dapat terjadi pada manusia setelah memakan ikan mentah atau setengah matang seperti ikan cakalang yang terinfeksi oleh Anisakis sp., tujuan penelitian ini: (1) mengetahui prevalensi dan intensitas Anisakis sp.  pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai pencegahan penyakit zoonosis anisakiasis, (2) mengetahui intensitas Anisakis sp.  pada usus dan otot ikan cakalang (katsuwonus pelamis) sebagai pencegahan penyakit zoonosis anisakiasis. Metode penelitian ini deskriptif eksploratif, sampel spesimen cacing parasit diperoleh dari usus dan otot ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dari Tempat Pelelangan Ikan Pondokdadap, Sendang Biru, Kabupaten Malang. Spesimen cacing parasit yang diperoleh disimpan dalam botol flakon yang direndam alkohol 70%. Spesimen cacing parasit diclearing menggunakan lactophenol yang direndam selama 2 hari. Data meliputi deskripsi morfologi, morfometri selain itu dianalisis secara deskriptif meliputi: hasil identifikasi,  prevalensi dan intensitas.  Hasil penelitian ditemukan larva 3 Anisakis sp. tipe II dengan ciri panjang total 10-34,5 mm, diameter 0,30-0,42 mm, bagian anterior merupakan kepala, bagian posterior terdapat anus dan tidak memiliki mukron. Nilai prevalensi sebesar 60% dikategorikan sedang. Infeksi parasit di usus 14-15 individu/ekor dikategorikan infeksi parasit sedang dan di otot 2-3 individu/ekor dikategorikan infeksi parasit ringan.

    Pengembangan Majalah Sains Pelestarian Burung Bermuatan Pendidikan Konservasi sebagai Sumber Belajar Mandiri untuk Siswa Kelas X SMA PGRI Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK Keanekaragaman burung di Indonesia mencapai 17% dari total spesies burung di dunia. Indonesia juga memiliki daftar panjang burung yang hampir punah. Penyebab utama tingginya jumlah burung hampir punah adalah kurangnya pendidikan konservasi di masyarakat sehingga masyarakat melakukan perburuan liar dan tidak menjaga keseimbangan ekosistem. Hal tersebut dibuktikan oleh fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pelestarian burung siswa kelas X di SMA PGRI Kepanjen masih rendah. Pendidikan konservasi dapat dilakukan oleh lembaga formal dan informal. Sekolah dapat melakukan pendidikan konservasi dengan mengintegrasikan pendidikan konservasi ke dalam proses pembelajaran. Cara tersebut antara lain adalah membuat media bermuatan pendidikan konservasi sebagai sumber belajar mandiri siswa. SMA PGRI Kepanjen masih belum memiliki media bermuatan pendidikan konservasi oleh karena itu perlu dikembangkan majalah sains bermuatan pendidikan konservasi sebagai sumber belajar mandiri siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan majalah sains pelestarian burung bermuatan pendidikan konservasi sebagai sumber belajar mandiri untuk siswa kelas X SMA PGRI Kepanjen.Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan utama: (1) Analyze/ Menganalisis, (2) Design/Merancang, (3) Development/Mengembangkan, (4) Implement/Menerapkan, dan (5) Evaluate/ Mengevaluasi. Majalah sains pelestarian burung divalidasi oleh 1 ahli materi, 1 ahli media, 1 praktisi lapang, 3 peer reviewer serta diuji coba skala kecil dengan 10 responden dan implementasi produk di kelas X dengan jumlah responden 17 orang. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa majalah valid dan praktis. Hal ini terlihat pada hasil validasi oleh ahli materi sebesar 91,96%, ahli media 89,88%, praktisi lapang 79,66%, dan peer reviewer 93,85%. Hasil uji coba skala kecil menunjukkan kepraktisan majalah sains sebesar 83,5%, artinya majalah sains sangat sesuai/ sangat tepat digunakan dan sangat mudah dipahami bahasanya sehingga mampu menyampaikan informasi dengan baik. Berdasarkan hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa majalah sains pelestarian burung bermuatan pendidikan konservasi sebagai sumber belajar mandiri untuk siswa kelas X SMA PGRI Kepanjen layak dan dapat digunakan sebagai bentuk alternatif pendidikan konservasi di sekolah

    Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Think Pair Share pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA SMA

    No full text
    Putri, R, B. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Concept Map-Think Pair Share pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA SMA. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd. (II) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd. Kata Kunci: Remap-TPS, kemampuan akademik, keterampilan metakognitif, hasil belajar kognitif.Tujuan pembelajaran tidak hanya untuk memberikan pengetahuan pada siswa, tetapi juga untuk membantu mereka agar dapat mengontrol proses belajar mereka sendiri. Keterampilan untuk bisa mengontrol proses belajar siswa disebut dengan keterampilan metakognitif. Beberapa penyebab rendahnya keterampilan metakognitif di Indonesia adalah terlalu dominannya guru di sekolah sebagai sumber informasi atau ilmu dan sistem penilaian prestasi siswa yang lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif rendah. Kurniawati, dkk (2015) menyatakan hasil tes keterampilan metakognitif siswa di SMAN Batu menunjukkan sebesar 65% siswa termasuk can not really, artinya keterampilan metakognitif di SMAN Batu masih perlu ditingkatkan. Disisi lain, kemampuan akademik juga menjadi faktor yang mempengaruhi keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran biologi berbasis Remap TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (2) mengetahui pengaruh kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa kelas, (3) mengetahui pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa kelas X MIPA.Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental design. Bentuk desain quasi eksperimen yang digunakan adalahpretest posttestnon equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MIPA SMAN 6 Malang dan SMAN 2 Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 4 (eksperimen) dan X MIPA 5 (kontrol) SMA Negeri 2 Malang dan siswa kelas X MIPA 2 (eksperimen) dan X MIPA 3 (kontrol) SMA Negeri 6 Malang. Pengambilan sampel dipilih menggunakan uji kesetaraan berdasarkan nilai UN SMP pada saat PSB. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik Anakova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran Remap TPS terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (2) tidak ada pengaruh kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, (3) tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap keterampilan metakognitif dan ada pengaruh interaksi model pembelajaran Remap TPS dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa

    INVENTARISASI TUMBUHAN GULMA DI LAHAN PERTANIAN WORTEL (Daucus carota L.) DESA SUMBER BRANTAS DI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAKYuliasari, Rika M. 2016. Inventarisasi Tumbuhan Gulma Di Lahan Pertanian Wortel (Daucus carota L.) Desa SumberBrantas, Di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S, (II) Drs. Sulisetijono, M.SiKata Kunci: Inventarisasi, Gulma, WortelGulma merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menghambat pertumbuhan, perkembangan dan produktivitas tanaman karena dapat tumbuh lebih awal pada lahan kering dibandingkan dengan lahan basah dan lebih cepat dari pada tanaman budidaya semusim. Inventarisasi merupakan kegiatan mengumpulkan data tentang jenis-jenis gulma yang ada di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Inventarisasi bertujuan untuk mengenalkan jenis-jenis gulma yang ada di daerah ini dalam ruang lingkup yang lebih luas.Pengambilansampeldilakukanpada bulan Februari – April 2016 di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu)

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem Ekskresi untuk Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    Untuk mengatasi kekurangan media pembelajaran sistem ekskresi dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android untuk materi sistem ekskresi. Penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android bertujuan untuk membuatmultimedia pembelajaran dan mengujicoba kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia pembelajaran guna membantu peserta didik dalam mempelajari sistem ekskresi.Penelitian ini menggunakan metode Lee and Owens (2004) yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pertama, analisis kebutuhan (need analysis) dilakukan wawancara dan observasi ke sekolah untuk mengetahui proses belajar mengajar di kelas, melihat sarana prasarana yang mendukung dilakukannya penelitian, dan mengetahui kebutuhan peserta didik untuk memahami materi sistem ekskresi dengan media pembelajaran. Tahap kedua, desain (design) yaitu merancang media yang akan diujicobakan yaitu multimedia pembelajaran berbasis android. Tahap ketiga, pengembangan (development) dilakukan pembuatan multimedia yang telah dirancang pada tahap desain kemudian  dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapanagn atau guru bidang studi biologi dan selanjutnya dilakukan revisi tahap I sebelum diujicobakan ke peserta didik. Tahap keempat, implementasi (implementation) dilakukan ujicoba produk ke lapangan yaitu ke peserta didik untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan media. Terakhir tahap kelima, evaluasi (evaluation) dilakukan peninjauan dari ujicoba lapanganuntuk perbaikan media pembelajaran untuk dilakukan revisi tahap II. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh hasil rerata sebesar 93,75%; 91,67%; dan 96,25%. Hasil validasi ini menunjukkkan bahwa multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi layak (valid) untuk digunakan. Hasil uji coba kepraktisan media menunjukkan hasil rerata sebesar 91,14% berarti multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi praktis untuk digunakan. Hasil uji keefektifan media dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar klasikal peserta didik yaitu sebesar 91,3%,berarti multimedia pembelajaran berbasis android pada materi sistem ekskresi efektif untuk digunakan. Dari hasil uji coba lapangan yang meliputi uji coba kepraktisan dan keefektifan maka dilakukan revisi akhir atau revisi tahap II

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA 5 SMA NEGERI 1 BATU

    No full text
    ABSTRAKDewi, Elsa. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (2) Dra. Sunarmi, M.Pd.Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), penelitian tindakan kelas, hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Tahap penelitian tindakan kelas adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Batu ditemukan beberapa fakta yakni hasil uji pendahuluan sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 75 (Hanya 20,59% siswa yang mencapai KKM, dan rerata siswa adalah 68) dan hanya beberapa siswa yang aktif dan terlihat antusias dalam kegiatan pembelajaran. Solusi yang dapat diterapkan adalah menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Keterlaksanaan pembelajaran diukur dengan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil belajar kognitif siswa diukur dengan menggunakan soal tes kognitif. Hasil belajar afektif siswa diukur dengan lembar observasi afektif siswa. Sedangkan hasil belajar psikomotor siswa diukur dengan menggunakan lembar observasi psikomotor siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa, hasil belajar afektif siswa, dan hasil belajar psikomotor siswa mengalami peningkatan. Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan dari 35,29% pada siklus I menjadi 88,24% pada siklus II. Hasil belajar afektif siswa mengalami peningkatan dari 84% pada siklus I menjadi 94,2% pada siklus II. Hasil belajar psikomotor siswa mengalami peningkatan dari 76% pada siklus I menjadi 92,1% pada siklus II. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Batu. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran yang dapat diberikan untuk penelitian lain sebagai berikut. (1) Diperlukan adanya perbaikan pada pengelolaan kelas. (2) Guru dapat meningkatkan kemampuan siswa dengan menggunakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung terhadap permasalahan, karena siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran dan akan lebih mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki sehingga akan berdampak pada peningkatkan hasil belajar siswa

    Pengaruh Tepung Ketela Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) dan Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) Terhadap Ekspresi ROS dan Nekrosis Sel β Pankreas Pada Tikus (Rattus novergicus) Model Diabetes Mellitus Tipe 2

    No full text
    ABSTRAK DMT 2 ditandai oleh resistensi insulin dan gangguan  insulin disertai peningkatan kadar glukosa. Peningkatan kadar glukosa akan menyebabkan terjadinya hiperglikemia yang dapat menghasilkan dan meningkatkan pembentukan senyawa Reactive Oxygen Species (ROS). ROS yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel β pankreas. Terapi DMT 2 yang paling utama adalah konsumsi bahan pangan yang mengandung antioksidan tinggi untuk menetralkan radikal bebas sehingga dapat menurunkan ROS dan mengurangi kerusakan sel β pankreas. Salah satu sumber makanan kaya antioksidan adalah ketela ungu dan kedelai hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi variasi campuran tepung ketela ungu dan kedelai hitam terhadaap ekspresi ROS dan nekrosis sel β pankreas.Tikus dibuat DMT 2 dengan pemberian diet tinggi kalori dan injeksi Streptozotocin dengan multiple low dose. Perlakuan dilakukan selama 30 hari terhadap 7 kelompok perlakuan. Setelah perlakuan dilakukan pembedahan dan pengambilan organ pankreas untuk dibuat preparat. Preparat diwarnai dengan HE untuk pengecekan persentase nekrosis dan preparat tanpa pewarnaan dilakukan uji IHK-Flouresence untuk pengecekan intensitas ekspresi ROS.  Hasil perhitungan persentase nekrosis dan intensitas ekspresi ROS dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, kelompok perlakuan 4 dengan pemberian campuran tepung kedelai hitam dan ketela ungu dengan perbandingan 2:2 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan persentase nekrosis dengan nilai persentase sebesar 22,33 %. Hasil analisis ekspresi ROS menunjukkan bahwa kelompok perlakuan 2 dengan pemberian tepung kedelai hitam menunjukkan penurunan ekspresi ROS paling baik dengan nilai intensitas sebesar 316,088 int/mm

    PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DIPADU DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X MA MAARIF SUKOREJO

    No full text
    Hasil observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara dengan guru Biologi kelas X3 MA Maarif Sukorejo didapatkan bahwa pembelajaran yang selama ini berlangsung masih belum dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar kognitif siswa. Pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dengan Numbered Heads Together (NHT) akan membuat dan melatih siswa untuk membangun jawaban dan berpikir cerdas dalam menemukan berbagai alternatif solusi atau permasalahan yang diajukan oleh guru dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas di mana penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X3 MA Maarif Sukorejo. Data kemampuan berpikir kritis berupa skor yang diperoleh dari tes akhir kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian yang sesuai dengan rubrik berpikir kritis. Hasil belajar terdiri atas hasil belajar kognitif berupa skor tes akhir siklus dan psikomotor berupa hasil observasi psikomotor siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I menunjukkan hasil persentase rata-rata seluruh indikator sebesar 78,67% dengan kriteria kritis sedangkan pada siklus II sebesar 85,43% dengan kriteria sangat kritis. Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 59,52% pada siklus I dan sebesar 85,71% pada siklus II. Hasil belajar psikomotor berupa keterampilan diskusi dan presentasi menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 61,90% dengan kriteria cukup pada siklus I dan sebesar 76,19% dengan kriteria baik pada siklus II. Beberapa temuan hasil penelitian ini yaitu adanya keunggulan dari perpaduan sintaks inkuiri terbimbing NHT pada tahap melakukan investigasi, dimana pada tahap ini sangat melatih keterampilan berpikir dan psikomotor siswa, kemudian pada tahap mengkomunikasikan hasil memiliki keunggulan siswa tidak hanya menjawab pertanyaan akan tetapi siswa juga mampu memberikan pertanyaan, kritik serta saran selama diskusi dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penerapan pembelajaran model inkuiri terbimbing dipadu dengan Numbered Heads Together (NHT) perlu dilakukan untuk membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik dan dapat juga memadukan dengan model pembelajaran yang lain. Pembelajaran dengan model ini dapat diterapkan dengan memperhatikan pengelolaan waktu yang baik

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇