SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Modul Materi Sistem Reproduksi Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Brawijaya Smart School

    No full text
    Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh masyarakat di abad 21. Keterampilan berpikir kritis adalah proses berpikir intelektual yang melibatkan kemampuan berpikir kognitif tingkat tinggi. Pendidik berusaha untuk mencetak generasi yang memiliki keterampilan berpikir kritis sehingga mampu beradaptasi dan menghadapi berbagai tantangan di masyarakat. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA Brawijaya Smart School, guru sudah berusaha untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan menerapkan model pembelajaran PBL, namun penerapan PBL masih memiliki beberapa kekurangan dan kurang didukung sumber belajar yang memadai. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis adalah modul. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah mengembangkan modul materi sistem reproduksi model PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Brawijaya Smart School.Prosedur pengembangan modul menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu fase analisis, fase perancangan, fase pengembangan, fase implementasi dan fase evaluasi. Hasil penelitian dan pengembangan berupa modul materi sistem reproduksi model PBL untuk guru dan siswa. Hasil analisis data uji tingkat kelayakan modul guru oleh validator ahli mendapatkan rata-rata persentase sebesar 96% yang berarti modul guru valid dan perlu direvisi. Hasil analisis data uji tingkat kelayakan modul siswa oleh validator ahli mendapatkan rata-rata persentase sebesar 94% yang berarti modul siswa valid dan perlu direvisi. Hasil analisis data uji tingkat kepraktisan modul siswa oleh siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School mendapatkan rata-rata persentase sebesar 83% yang berarti modul siswa valid dan perlu direvisi. Hasil analisis data uji tingkat keefektifan modul dengan n-gain diperoleh skor sebesar 0,6 yang berarti modul cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.  Hasil analisis data respon siswa terhadap modul diperoleh rata-rata persentase sebesar 86% yang berarti modul siswa valid dan perlu direvisi. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 100% yang berarti bahwa model PBL dalam pembelajaran terlaksana sesuai sintaks. Hasil uji tingkat kelayakan, kepraktisan dan keefektifan menunjukkan bahwa modul materi sistem reproduksi model PBL layak, praktis dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Pengomposan dengan Starter Sari Buah Pepaya Busuk pada Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah untuk Siswa Kelas X SMAN 1 Singosari

    No full text
    Setiap tahun volume sampah semakin meningkat baik di Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Salah satu cara pengolahan sampah berupa sampah basah yaitu dengan pengomposan. Hasil studi awal menunjukkan bahwa SMAN 1 Singosari belum pernah melakukan kegiatan pengomposan. Siswa menyukai pembelajaran aktif seperti kegiatan praktikum. Motivasi belajar siswa menurun ketika guru menerapkan metode ceramah. Tujuan penelitian yaitu untuk menyusun draf, menguji kevalidan, menguji kepraktisan, dan menguji keefektifan buku petunjuk praktikum pengomposan pada materi perubahan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah untuk siswa Kelas X SMAN 1 Singosari.Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model 3-D (Define, Design, dan Develop) yang dimodifikasi dari model 4-D Thiagarajan (1974). Sebelum mengembangkan buku petunjuk praktikum pengomposan dilakukan penelitian eksperimen tentang pengaruh konsentrasi sari buah pepaya busuk terhadap lama waktu pengomposan. Jenis data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu berupa data hasil validasi buku petunjuk praktikum, data respons siswa, dan data hasil belajar siswa. Data kualitatif yaitu berupa saran, komentar, dan tanggapan validator terhadap buku petunjuk praktikum yang telah dikembangkan. Kegiatan analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan buku petunjuk praktikum. Hasil penelitian eksperimen menunjukkan bahwa sari buah pepaya busuk dengan konsentrasi 75% memiliki lama waktu pengomposan yang paling singkat/cepat yaitu 16 hari dan berbeda nyata dengan konsentrasi sari buah pepaya busuk lainnya. Hasil validasi buku petunjuk praktikum oleh ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan secara berurutan sebesar 95,89%, 86,72%, dan 96,67%. Persentase dari semua validator menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat valid. Hasil respons siswa terhadap buku petunjuk praktikum sebesar 87,91%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil penghitungan diperoleh nilai gain score (g) sebesar 0,53. Nilai (g) = 0,53 berada di interval 0,3 < (g) < 0,7 dengan kriteria sedang, artinya buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah termasuk efektif. Oleh karena itu, buku petunjuk praktikum pengomposan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Pengembangan Bahan Ajar Biologi dengan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Integrasi Islam untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA pada Materi Ekosistem

    No full text
    ABSTRAKHasanah Ulfatun. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning Berbasis Integrasi Islam untuk Meningkatkan Kecerdasan Spiritual dan Hasil Belajar Siswa kelas X Madrasah Aliyah dengan Materi Ekosistem. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dosen Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si (II) Dr. Dahlia, M.S.Kata Kunci: Pengembangan, Perangkat Pembelajaran Berbasis Integrasi Islam, Kecerdasan Spiritual, Hasil Belajar. Perangkat pembelajaran berbasis Integrasi Islam dikembangkan dengan model Problem Based Learning terpadu dengan kajian Al Quran dan Sunnah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan spiritual siswa dan hasil belajar siswa Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan model 4D. Hasil validasi silabus dari dosen ahli menunjukkan kriteria valid dengan skor 82,5%, validasi RPP dari dosen ahli menunjukkan kriteria valid dengan skor 95,4%, validasi Bahan Ajar dari dosen ahli menunjukkan kriteria valid dengan skor 94%, dan uji keerbacaan siswa dengan kriteria sangat valid dengan skor 94%. Data yang dikumpulkan pada uji coba adalah kecerdasan spiritual dan hasil belajar siswa. Uji coba menunjukkan (1) peningkatan presentase kecerdasan spiritual yaitu 0,32 (2) peningkatan hasil belajar siswa yaitu 0,6

    Penerapan Model Pembelajaran KooperatifThink Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Kelas XI MIPA 6 MAN 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Malini, Putri Rama. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Kelas XI MIPA 6 MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dahlia, M.S., (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si.   Kata Kunci:  Think Talk Write (TTW), Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Berpikir kritis dalam pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan proses dan hasil belajar. Hasil observasi selama KPL pada bulan September-Oktober dan wawancara dengan guru Biologi di kelas XI MIPA 6 MAN 3 Malang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah sehingga hasil belajar menjadi kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI MIPA 6 MAN 3 Malang melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu planning (perencanaan tindakan), acting (pelaksanaan tindakan), observing (pengamatan), dan reflecting (refleksi). Data penelitian diperoleh dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran, catatan lapangan, tes akhir siklus, lembar observasi afektif, dan lembar penilaian psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 10,36% dari siklus I 77,0% menjadi 87,36% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar kognitif siswa sebesar 22,2% dari siklus I sebesar 66,7% menjadi 88,9% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar afektif siswa sebesar 3,7% dari siklus I sebesar 85,2% menjadi 88,9% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar psikomotor siswa untuk laporan praktikum sebesar 18,5% dari siklus I sebesar 81,5% menjadi 100% pada siklus II, sedangkan untuk analisis artikel  sebesar 14,8% dari siklus I sebesar 85,2% menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif TTW dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Saran penerapan model pembelajaran TTW sebaiknya (1) mempertimbangkan alokasi waktu, (2) dikombinasikan dengan media pembelajaran yang inovatif

    Pengembangan Poster Bermuatan Pendidikan Karakter Melalui Uji Antibakteri Bunga Soka (Ixora paludosa (Bl.) Kurz.) Sebagai Media Sosialisasi Pada Masyarakat Kecamatan Bantur Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yuliyanti, Nanik. 2017. Pengembangan Poster Bermuatan Pendidikan Karakter Melalui Uji Antibakteri Bunga Soka (Ixora paludosa (Bl.) Kurz.) Sebagai Media Sosialisasi Pada Masyarakat Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (II) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.   Kata Kunci: poster, pendidikan karakter, uji antibakteri, Ixora paludosa (Bl.) Kurz.   Nilai karakter pada masyarakat khususnya perilaku hidup sehat masih tergolong rendah. Salah satu perilaku hidup sehat pada masyarakat ditunjukkan melalui pemanfaatan tanaman sekitar yang berpotensi sebagai obat. Masyarakat Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali memanfaatkan tanaman sekitar yang berpotensi sebagai obat, khususnya tanaman Soka (Ixora paludosa (Bl.) Kurz.) yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu adanya media sosialisasi pada masyarakat yang bermuatan pendidikan karakter untuk menambah pengetahuan serta dapat membentuk nilai-nilai karakter yang baik pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan poster sebagai media sosialisasi pendidikan karakter melalui uji antibakteri bunga soka (Ixora paludosa (Bl.) Kurz.) pada masyarakat Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Metode penelitian dan pengembangan berdasarkan eksperimen di laboratorium dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Branch, 2009), yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Uji kelayakan poster dari hasil validasi ahli materi dan ahli media. Uji keterbacaan dari hasil angket respon masyarakat terhadap poster. Uji keefektifan dari hasil angket nilai pendidikan karakter masyarakat. Data yang didapatkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif didapatkan dari komentar dan saran yang diberikan oleh para validator dan subjek coba. Data kuantitatif dari skor skala pada angket validasi dan uji coba. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan persentase hasil validasi produk oleh ahli materi sebesar 100% (sangat valid), sedangkan oleh ahli media sebesar 92,67% (sangat valid). Hasil uji keterbacaan pada 15 subjek coba sebesar 83,67% (sangat tepat digunakan). Uji keefektifan poster didapatkan hasil bahwa nilai karakter tertinggi yaitu religius (96,7%), sedangkan nilai terendah yaitu ingin tahu (70,8%). Rerata nilai karakter pada 30 subjek coba sebesar 83,07% (sangat tinggi). Hal tersebut menunjukkan bahwa poster sangat baik dikembangkan dan layak digunakan sebagai media sosialisasi pendidikan karakter. Saran pemanfaatan produk meliputi 1) penggunaan poster sebagai media sosialisasi tidak terbatas hanya untuk masyarakat Kec. Bantur, Kab. Malang, 2) adanya monitoring dari pihak ahli dalam sosialisasi poster. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu media perlu digabungkan dengan media booklet, video, atau media yang lain supaya lebih menarik

    PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI SISTEM REGULASI PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TULUNGAGUNG SEMESTER GENAP AJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAK Pertiwi, Dina Yuli. 2017. Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Sistem Regulasi Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tulungagung Semester Genap Ajaran  2016/2017, Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked., (II) Sri Rahayu Lestari, M.Si. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar KognitifPendidikan yang berkualitas memerlukan tenaga pembelajar atau guru yang mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Tuntutan terhadap pembelajar atau guru sejalan dengan kemajuan IPTEK cukup tinggi, yaitu guru tidak cukup hanya memiliki kompetensi mampu membelajarkan anak yang belajar (siswa), akan tetapi guru juga harus memiliki kompetensi mampu melaksanakan kegiatan instruksional atau pembelajaran, yaitu kegiatan mengatur atau mengelola informasi dan lingkungan untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa. Lingkungan dalam pengertian ini bukan hanya tempat dimana kegiatan belajar berlangsung, tetapi mencakup metode, media, sistem penilaian, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengemas informasi (bahan pelajaran) dan mengatur bimbingan belajar sehingga memudahkan siswa untuk belajar. Hasil belajar kognitif sebagian besar siswa pada mata pelajaran biologi juga tergolong masih rendah. Hal ini terlihat dari data hasil nilai ulangan tengah semester (UTS) sebanyak 40% siswa kelas XI memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif siswa. Penelitian  ini  dilakukan  di  SMA  Negeri 1 Tulungagung pada bulan Maret sampai dengan Mei 2017. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain nonrandomized kontrol group pretest-posttest design dengan teknik  pengambilan  sampel yaitu purpossive sampling. Sampel yang digunakan yaitu siswa  kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPA 4 sebagai kelas  kontrol yang masing-masing diberi pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen perlakuan meliputi perangkat pembelajaran dan instrumen pengukuran meliputi tes hasil belajar kognitif berupa soal pilihan ganda dan esai. Data yang diperoleh berupa hasil belajar kognitif dianalisis menggunakan analisis kovarian dengan taraf signifikasi 5%, kemudian diuji dengan gain score untuk mengetahui peningkatannya.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima,  sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA SMA. Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan dikarenakan pembelajaran inkuiri terbimbing mengajak siswa untuk terlibat dalam masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem regulasi, siswa diajak menemukan konsepnya sendiri, dan lebih mengingat konsep-konsep yang berkaitan dengan temuannya. ABSTRACTPertiwi, Dina Yuli. 2017. Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Kognitif Materi Sistem Regulasi Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Tulungagung Semester Genap Ajaran  2016/2017, Skripsi, Jurusan Biologi, Prodi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked., (II) Sri Rahayu Lestari, M.Si. Key Words: Guided Inquiry, Cognitive learning outcomesQualified education requires a learner or teacher who is capable and ready to play a professional role in the school and community environment. The demand of the learner or teacher in line with the progress of science and technology is high enough, that is, the teacher is not enough to have the competence to be able to teach student, but the teacher must also have the competence able to carry out instructional activities or learning, that is activities to organize or manage information and environment To facilitate student learning activities. Environment in this sense is not only a place where learning activities take place, but includes methods, media, assessment systems, as well as facilities and infrastructure needed to package information (learning materials) and organize learning guidance so as to facilitate students to learn. This can be seen from the data of semester midterm score as much as 40% of students of grade XI get the value under the minimum completeness criteria of 75.This study aims to analyze the influence of the application of guided inquiry model to the students 'cognitive learning outcomes. This research was conducted at SMA Negeri 1 Tulungagung in March until May 2017. This research method used quasi experiment method with nonrandomized control group control pretest-posttest with sampling technique design that is purposive sampling. The sample used is the students of class XI IPA 2 as the experimental class and the sctudents of grade XI IPA 4 as the control class, each given pretest and posttest. Instruments in this study consisted of treatment instruments include learning tools and measurement instruments including test results of cognitive learning in the form of multiple choice questions and essays. Data obtained in the form of cognitive learning outcomes were analyzed using covariance analysis with 5% significance level, then tested with gain score to know the improvement. The result of hypothesis test shows that the research hypothesis is accepted, so it can be concluded that there is influence of the application of guided inquiry model to the cognitive learning result of the students of grade XI IPA SMA. The cognitive learning outcomes of students have increased because the guided inquiry study invites students to engage in contextual issues related to the regulatory system, students are invited to find their own concepts, and better remember the concepts related to the findings

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DIPADU DENGAN METODE PEMBELAJARAN TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMAN 2 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Model pembelajaran Think Pair Share dipadu dengan metode pembelajaran Talking Chips dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan jenis PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 2 Malang. Data keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar ranah psikomotorik diperoleh dari lembar observasi, sedangkan ranah kognitif dan keterampilan berpikir kritis diperoleh dari nilai tes akhir siklus. Hasil dari penelitian ini adalah model pembelajaran Think Pair Share dipadu dengan metode pembelajaran Talking Chips  dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 5 SMAN 2 Malang.  Kata Kunci: Think Pair Share, Talking Chips, Keterampilan Berpikir Kritis,  Hasil Belajar

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN LANGSAT (Lansium domesticum var. domesticum) TERHADAP PENGHAMBATAN AKTIVITAS MAKAN DAN MORTALITAS LARVA KUMBANG LEMBING (Epilachna vigintioctopunctata Fabricius)

    No full text
    RINGKASAN Nafis, Khilyatun. 2017. Uji Efektivitas Ekstrak Metanol Daun Langsat (Lansium domesticum var. domesticum) terhadap Penghambatan Aktivitas Makan dan Mortalitas Larva Kumbang Lembing (Epilachna vigintioctopunctata Fabricius). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si. (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si. Kata Kunci: Ekstrak metanol daun langsat, penghambatan aktivitas makan, mortalitas, Epilachna vigintioctopunctata FabriciusInsektisida kimia yang digunakan secara berlebihan dan berulang-ulang akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Hal tersebut telah mendorong dalam pencarian insektisida yang lebih aman. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan potensi alam, yaitu tanaman yang mengandung bioinsektisida. Langsat (Lansium domesticum var. domesticum) merupakan tanaman berupa pohon yang berasal Indonesia. Beberapa golongan senyawa yang diketahui memiliki aktivitas sebagai insektisida adalah terpenoid, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak metanol daun langsat terhadap penghambatan aktivitas makan larva Epilachna vigintioctopunctata F., menentukan persentase penghambatan aktivitas makan larva Epilachna vigintioctopunctata F. dan menguji pengaruh ekstrak metanol daun langsat terhadap mortalitas larva Epilachna vigintioctopunctata F.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enam perlakuan konsentrasi yaitu 0%, 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dan 4 ulangan. Daun langsat yang sudah dikumpulkan dipotong kecil-kecil kemudian dikeringkan di dalam oven pada suhu 45o C selama 2 kali 24 jam. Daun langsat yang telah kering diblender sampai halus dan diayak hingga didapatkan serbuk. Serbuk selanjutnya dimaserasi dengan metanol dan disaring untuk dipisahkan antara ampas dan filtratnya. Filtrat dimasukkan ke dalam alat rotary evaporator untuk memisahkan ekstrak langsat dengan pelarutnya. Ekstrak yang didapatkan dioven dengan suhu 30o C selama tiga kali 24 jam sampai berbentuk pasta. Ekstrak yang berbentuk pasta ini kemudian digunakan untuk pembuatan larutan dengan berbagai konsentrasi. Pengujian menggunakan metode celup pakan, yaitu mencelupkan daun terong berukuran 2 cm x 2 cm selama 5 menit dan dikeringanginkan selama 15 menit. Daun yang telah diberi perlakuan selanjutnya dimasukkan ke dalam toples. Setiap perlakuan menggunakan 10 ekor larva Epilachna vigintioctopunctata F. instar 3, berasal dari rearing imago. Setiap perlakuan konsentrasi, larva ditempatkan ke dalam toples yang berbeda secara individual.Data penghambatan aktivitas makan berupa data luas daun yang dimakan oleh serangga uji. Seluruh luas daun yang dimakan baik pada perlakuan maupun kontrol dihitung reratanya. Data mortalitas diamati dengan cara menghitung jumlah larva Epilachna vigintioctopunctata F. yang mati yaitu dengan ciri-ciri tubuh kering serta badan dan kakinya tidak bergerak jika disentuh dengan kuas. Data diperoleh setelah perlakuan selama 96 jam. Data dianalisis menggunakan analisis varian tunggal dengan uji lanjut duncan. Nilai LC50 ditentukan dengan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun langsat mempunyai sifat antifeedant dan insektisida. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, maka luas daun yang dimakan oleh larva Epilachna vigintioctopunctata F. semakin sedikit. Persentase penghambatan aktivitas makan larva Epilachna vigintioctopunctata F. tertinggi yaitu pada konsentrasi 35% sebesar 88.29%. Persentase penghambatan aktifitas makan yang terkecil pada konsentrasi 15% sebesar 68.76%. Nilai LC50 (Lethal Consentration 50) berada pada konsentrasi 31,378%

    Perilaku Harian Burung Julang Emas (Aceros Undulatus) Di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu Propinsi Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK Julang Emas (Aceros Undulatus) merupakan salah satu jenis burung rangkong dari familia Bucerotidae yang memiliki nama latin (Aceros undulatus)saat inimenghadapi ancaman kepunahan dan penurunan populasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan burung Julang Emas (Aceros undulatus) adalah dengan usaha konservasi eksitu yakni melalui kegiatan penangkaran. Eco Green Park merupakan tempat penangkaran yang berupaya untuk menangkarkan burung Julang Emas (Aceros undulatus). Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan di tempat penangkaran burung Julang Emas (Aceros undulatus) yaitu: mengamatiperilakuharianburungJulangEmas (Acerosundulatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus, persentase perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) di penangkaran Eco Green Park, dan frekuensi harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) di penangkaranEco Green Park. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan di penangkaran burung Eco Green Park, Kota Batu Propinsi Jawa Timur pada bulan juni hingga Juli 2017. Pengamatan dilakukan pada pukul 07.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-17.00 WIB. Objek dalam penelitian ini menggunakan sepasang burung Julang Emas (Aceros undulatus). Data yang diperoleh berupa jenis perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) yakni perilaku keseharian yang dilakukan oleh burung Julang Emas (Aceros undulatus). Persentase perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang dapat dihitung menggunakan rumus persentase dan frekuensi perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) yaitu berupa jumlah satu perilaku yang dilakukan dalam waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis perilaku harian yang muncul pada burung jantan dan betina yaitu perilaku makan, membuang kotoran, bersuara, pembersihan, menyelisik, bertengger, berjemur, pindah tempat, mematuk benda, menyelisik pasangan, dan bercumbu. Perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang memiliki persentase tertinggi adalah perilaku bertengger dan yang memiliki persentase terendah adalah perilaku membuang kotoran. Perilaku harian burung Julang Emas (Aceros undulatus) yang memiliki frekuensi tertinggi adalah perilaku pindah tempat dan yang memiliki frekuensi terendah adalah perilaku berjemur. Kata Kunci: Perilaku Harian Burung, Julang Emas (Aceros Undulatus), Eco Green ParkABSTRACT Julang Emas(Aceros Undulatus) is one of the hornbill species of the Latin Bucerotidae family (Aceros undulatus) currently facing the threat of extinction and population decline. Efforts that can be done to preserve the Julang Emasbirds (Aceros undulatus) is by conservation efforts exitu through the breeding activities. Eco Green Park is a breeding ground that seeks to breed Julang Emas bird (Aceros undulatus). Important aspects to be considered in the management of the breeding place Julang Emasbird (Aceros undulatus) are: observe the daily behavior of Julang Emasbird (Aceros undulatus). This study aims to determine the daily behavior of Julang Emas birds (Aceros undulatus, percentage of daily behavior of Julang Emas birds (Aceros undulatus) in Eco Green Park breeding, and daily frequency of Julang Emas (Aceros undulatus) birds in Eco Green Park breeding This research is an explorative descriptive study carried out in the Eco Green Park bird breeding, Batu City of East Java Province from June to July 2017. The observation was conducted at 07.00-09.00 WIB and at 15.00-17.00 WIB.The object of this study used a pair of Julang Emas birds (Aceros undulatus).The data obtained in the form of daily behavior of Julang Emas birds (Aceros undulatus) is a daily behavior (Aceros undulatus), the percentage of daily behavior of Julang Emas birds (Aceros undulatus) which can be calculated using the percentage formula and frequency of daily behavior of Julang Emas birds (Aceros undulatus) is the amount of one behavior performed in observation time.The results show there are 11 the kind of daily behavior that appears in birds of ja ntan and females are eating behavior, removing dirt, voices, cleaning, scaling, perching, sunbathing, moving places, pecking objects, scratching couples, and making out. The daily behavior of Julang Emasbird (Aceros undulatus) which has the highest percentage is the perch behavior and that has the lowest percentage is the behavior of removing the dirt. The daily behavior of Julang Emasbird (Aceros undulatus) which has the highest frequency is the move behavior and which has the lowest frequency is the behavior of sunbathing.  Keywords: Daily Behavior of Birds, Julang Emas (Aceros Undulatus), Eco Green Park

    Analisis Butir Soal Ulangan Tengah Semester Gasal Biologi SMA Swasta Kelas X, XI, dan XII Tahun Pelajaran 2016/2017 di Kota Blitar Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Zuhroh, Hanum Anisatuz. 2016. Analisis Butir Soal Ulangan Tengah Semester GasalBiologi SMA Swasta Kelas X, XI, dan XII Tahun Pelajaran 2016/2017 di KotaBlitar Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: analisis butir soal, ulangan tengah semester Penilaian merupakan kegiatan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Salah satu alat ukur yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes. Tes yang disusun harus mengacu pada kaidah-kaidah penyusunan soal agar kualitas soal diketahui. Tes yang disusun juga harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas soal. Validitas soal dapat diketahui berdasarkan tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, dan validitas logis soal. Berdasarkan hasil kuisoner yang diberikan pada 6 Oktober 2016 pada guru Biologi di SMA Katholik Diponegoro Blitar hanya pernah dilakukan analisis terhadap tingkat kesukaran dan validitas isi sedangkan pada SMA Muhammadiyah I Blitar belum pernah dilakukan analisis terhadap validitas dan reliabilitas soal sehingga validitas soal juga belum diketahui.Validitas soal harus diketahui agar hasil yang diukur juga sesuai dengan apa yang ingin diukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaran, daya beda, efktivitas pengecoh, reliabilitas, dan validitas logis butir soal yang dilakukan dengan cara menganalisis soal dan lembar jawaban siswa pada Ulangan Tengah Semester Gasal Biologi kelas X, XI, dan XII tahun pelajaran 2016/2017. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap kelas X di SMA Katholik Diponegoro Blitar serta kelas XI dan XII di SMA Muhammadiyah I Blitar. Hasil penelitian terhadap tingkat kesukaran yaitu kelas X adalah 47.5% mudah, 37.5% sedang, dan 15% sukar, kelas XI adalah 40% mudah, 50% sedang, dan 10% sukar, dan kelas XII adalah 90% mudah dan 10% sedang. Daya beda butir soal kelas X adalah 50% jelek, 37.5% cukup, dan 12.5% baik, kelas XI adalah 15% jelek, 20% cukup, 55% baik, dan 10% baik sekali,dan pada kelas XII adalah 75% jelek, 12.5% cukup, 10% baik, dan 2.5% baik sekali. Efektivitas pengecoh butir soal yang berfungsi diatas 50% terdapat pada kelas XI sedangkan pada kelas X dan kelas XII diatas 50% tidak berfungsi. Reliabilitas soal kelas X adalah 0.6629 dengan kriteria tinggi, kelas XI adalah 0.89828 dengan kriteria sangat tinggi, dan kelas XII adalah 0.7713 dengan kriteria tinggi. Validitas isi butir soal kelas X rata-rata adalah 77.75%, kelas XI rata-rata adalah 75%, dan kelas XII rata-rata adalah 75.25%. Validitas konstruk soal kelas X rata-rata adalah 95.17%, kelas XI rata-rata adalah 100%, dan  kelas XII rata-rata adalah 99.17%. Validitas bahasa soal kelas X, XI, dan XII rata-rata adalah 96.25%. Guru Biologi dapat menambah dan mengurangi kriteria soal dengan tingkat kesukaran sukar, sedang, atau mudah agar sesuai dengan proporsi tingkat kesukaran naskah soal yang baik. Guru dapat membuang atau memperbaiki soal dengan kriteria daya beda jelek dan cukup serta menambahkan soal dengan kriteria daya beda baik dan baik sekali. Guru dapat membuang atau memperbaiki soal yang pengecohnya tidak berfungsi dan menambahkan soal yang pengecohnya berfungsi. Guru dapat meningkatkan reliabilitas soal tinggi menjadi sangat tinggi dan mempertahankan reliabilitas soal yang sangat tinggi. Terkait dengan validitas logis soal, guru dapat memperhatikan dan memenuhi aspek-aspek penulisan naskah soal terkait validitas isi, konstruk, dan bahasa

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇