SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
ABSTRAK Hamidah, Zubhatul. 2017. Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si Kata kunci: PBL berbasis Quantum Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajarPembelajaran Biologi di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta proses pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Biologi di kelas X MA An-Namirah masih menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, rasa ingin tahu siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang masih kurang, serta hasil belajar siswa yang masih rendah. Berdasarkan hasil observasi, model STAD yang kurang menonjolkan kemampuan berpikir kreatif siswa berakibat terhadap rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dari guru yang dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Salah satunya dengan model pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah; 2) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Variable bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA MA-An-Namirah semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 2 kelas rombongan belajar. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu secara keseluruhan jumlah populasi diambil dan dijadikan sampel. Sampel penelitian adalah siswa dikelas X MIPA 1sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching dan kelas X MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan
Pengaruh Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Kedelai Hitam terhadap kadar Superoxyde Dismutase (SOD) Serum Darah pada Tikus Model DM Tipe 2
Ubi jalar ungu dan kedelai hitam merupakan dua bahan pangan yang bersifat fungsional dan berpotensi sebagai bahan diet nutrisi untuk penderita DM. Ubi jalar ungu diketahui memiliki indeks glikemik yang rendah dan mengandung zat antioksidan berupa antosianin. Kedelai hitam memiliki kandungan protein yang tinggi dan mengandung isoflavon berupa daidzein dan genistein. SOD adalah enzim yang berfungsi sebagai antioksidan endogen untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Aktivitas SOD akan meningkat dan kadar SOD akan menurun ketika terjadi stress oksidatif akibat hiperglikemia pada penderita DM tipe 2. Oleh karena itu dibutuhkan antioksidan eksogen dari makanan yang berfungsi untuk membantu kerja SOD sehingga diharapkan kadar SOD akan l meningkat dan komplikasi penyakit DM tipe 2 bisa dihambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam terhadap kadar superoxide dismutase (SOD) serum darah tikus model DM tipe 2. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kadar SOD dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% (ɑ=0,05), apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan pengaruh. Tikus model DM tipe 2 diinduksi menggunakan High Calori Diet and streptozotocin dosis rendah (30 mg/BB) secara bertingkat. Kelompok perlakuan terbagi menjadi kontrol positif, P1 (tepung ubi jalar ungu), P2 (tepung kedelai hitam), P3(kombinasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam dengan perbandingan 3:1), P4 (kombinasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam dengan perbandingan 1:1), dan P5 (kombinasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam dengan perbandingan 1:3). Hasil menunjukkan tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam berpengaruh terhadap kadar superoxide dismutase (SOD) serum darah tikus model DM Tipe 2 dengan signifikansi 0.012 (α=0.05). Kelompok perlakuan tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam dengan perbandingan 2:2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar SOD serum darah tikus model DM tipe 2 dibanding perlakuan tepung ubi jalar ungu saja dan kombinasi tepung ubi jalar ungu dan tepung kedelai hitam dengan perbandingan 3:1
Pengembangan Media Interaktif Mobile Learning Berbasis Problem Base Learning (PBL) Untuk Siswa Kelas XI SMAN 2 Malang
Kesulitan dalam pembelajaran biologi yang dihadapi oleh guru yaitu menjelskan bioproses yang terjadi pada suatu sistem yang ada di dalam tubuh manusia dengan media pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Biologi dan penyebaran angket untuk siswa, diperoleh hasil analisis kebutuhan siswa menunjukkan 70% siswa selama proses pembelajaran hanya menggunakan media pembelajan buku teks. Hal ini menjadikan siswa sulit untuk memahami materi karena materi Sistem Ekskresi utamanya bioproses masih abstrak. Fasilitas yang lengkap di SMA N 2 Malang masih kurang dimanfaatkan salah satunya adalah fasilitas internet dimana siswa masih kurang memanfaatkan dalam proses pembelajaran saat pembelajaran berlangsung masih banyak siswa yang menggunakan smart phone untuk mengases game dan social media. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media interaktif mobile learning berbasis PBL yang tervalidasi dan kepraktisan mobile learning sebagai media belajar siswa SMA kelas XI . Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Proses pengembangan diawali dengan define untuk mengetahui permasalahan yang ada pada proses belajar mengajar, dan bagaimana cara penyelesaiannya. Desain media interaktif mobile learning berbasis PBL yang disesuaikan dengan hasil define. Develop, pada tahap ini dilakukan uji kelayakan pada ahli media, ahli materi, ahli praktisi lapangan dan ujicoba kelompok kecil. Hasil uji kelayakan media termasuk sangat valid dengan perolehan persentase oleh validasi ahli media, produk ini termasuk dalam kriteria sangat valid dengan nilai 89.7%. Hasil validasi ahli materi produk ini termasuk dalam kriteria sangat valid dengan nilai 96.66 %. Hasil penilaian oleh ahli praktisi lapangan produk multimedia interaktif mobile learning termasuk dalam kriteria sangat valid dengan nilai 92 % . Hasil uji kepraktisan pada kelompok kecil memperoleh persentase 83.4%. media interaktif ini efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Tahap terakhir adalah desiminate, nilai efektifitas media dalam pembelajaran sebesar 45% (pre-test) dan 100% untuk (post-test) dan hasil kepraktissan media setelah dilakukn uji coba kelompok besar sejumlah 88.21% . Kesimpulan secara keseluruhan hasil penelitian pengembangan media interaktif sangat layak / valid, sangat praktis dan sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran Biologi
Pengaruh Ragi Tempe dengan Variasi Substrat Kacang Tunggak (Vigna unguiculata) dan Kacang Kedelai (Glycine max (L.) merill.) serta Dosis Ragi terhadap Kualitas Tempe Kedelai
ABSTRAK Tempe dipilih sebagai alternatif untuk memenuhi nutrisi tubuh, terutama Protein. Bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe adalah kacang-kacangan, terutama kedelai yang dicampur dengan ragi tempe. Ragi tempe pada umumnya dibuat dengan bahan dasar biji kedelai. Pembuatan ragi tempe dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan lain sebagai alternatif, selain kacang kedelai. Indonesia memiliki berbagai macam kacang-kacangan yang memiliki potensi yang sama dengan kacang kedelai, misalnya kacang tunggakyang memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan kacang kedelai sebagai nutrisi pertumbuhan kapang, antara lain protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan Vitamin D. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti pengaruh substrat ragi dari kacang kedelai dengan berbagai macam konsentrasi terhadap kualitas tempe kacang kedelai, 2) meneliti pengaruh substrat ragi dari kacang kedelai dalam beberapa macam konsentrasi terhadap kualitas tempe kedelai, 3) menentukan jenis substrat dan konsentrasi yang terbaik untuk membuat tempe berdasarkan kualitas tempe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Mei 2017 di Laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang, dan uji kadar protein dalam tempe di Laboratorium Biokimia Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu Substrat dan Konsentrasi. Subtrat yang digunakan dalam penelitian adalah substrat kacang tunggak dan kacang kedelai sebagai bahan ragi, dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 2 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak ada pengaruh perbedaan substrat ragi dari kacang tunggak dan kacang kedelai terhadap kualitas tempe dilihat dari penilaian organoleptik (tekstur, warna , aroma dan rasa) serta uji kadar protein tempe. Baik kacang kedelai maupun kacang tunggak dapat digunakan sebagai substrat ragi dengan kualitas yang sama; 2) ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi terhadap kualitas tekstur, warna, dan rasa. Konsentrasis ragi untuk menghasilkan tempe dengan kualitas berdasarkan tesktur terbaik adalah konsentrasi ragi 1%.Konsentrasi ragi yang baik untuk menghasilkan warna dan rasa yang baik adalah konsentrasi 0,5%, 1% dan 1.5%; 3) tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi terhadap aroma dan kadar protein tempe. Baik konsentrasi ragi 0,5%, 1%, 1,5% mapun 2% terbukti menghasilkan tempe dengan kualitas aroma dan kadar protein yang sama.; 4) ada pengaruh kombinasi perlakuan antara substrat ragi dan konsentrasi terhadap tekstur tempe. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan tempe dengan kualitas tekstur yang baik adalah ragi substrat kacang kedelai 1,5% dan 2%; 5) tidak ada pengaruh kombinasi perlakuan antara substrat ragi dan konsentrasi terhadap kualitas warna, aroma, rasa dan kadar protein tempe. Perbedaan perlakuan kombinasi antara substrat ragi dan konsentrasi akan menghasilkan kualitas warna, aroma rasa dan kadar protein yang sama. Berdasar- kan temuan ini maka telah ditemukan alternatif pilihan ragi dari kacang tunggak disamping ragi dari kacang kedelai
Penerapan Pembelajaran Problem Base Learning (PBL) dipadu dengan Think Pair Square Share (TPSS) Materi Sistem Koordinasi Guna Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN Tulungagung 1
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelasyang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi guru dengan menggunakan pembelajaran Problem Base Learning (PBL) dipadu dengan Think Pair Square Share guna meningkatkan hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil observasi wawancara terhadap guru Biologi MAN Tulungagung 1 diketahui bahwa guru mengalami kesulitan dalam mengajar materi Sistem Koordinasi karena materi tersebut abstrak dan selama ini guru hanya mengandalkan metode ceramah dan pembelajaran secara berkelompok seperti biasa. Kurangnya inovasi pembelajaran mengakibatkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 3 MAN Tulungagung 1. Terdapat 2 siklus penelitian, pada masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data berupa analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan adalah Silabus, RPP, LKPD berupa fakta-fakta yang berkaitan dengan materi Sistem Koordinasi, Soal tes pada akhir setiap siklus, dan catatan lapangan.Hasil Penelitian menunjukkan terdapat kenaikan hasil belajar kognitif dari ketuntasan klasikal 40,5% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Hasil belajar ranah afektif mengalami peningkatan dari siklus I dengan persentase rata-rata 88,2% menjadi 95,9% pada siklus II. Hasil belajar ranah psikomotor mengalami peningkatan dari 90,5% pada siklus I menjadi 97,3% pada siklus I
Pengaruh Pengetahuan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kesadaran Lingkungan terhadap Partisipasi Siswa SMA Negeri di Kota Malang
ABSTRAK Permatasari, Rizka. 2017. Pengaruh Pengetahuan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kesadaran Lingkungan terhadap Partisipasi Siswa SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini,M.Ked., (2) Siti Imroatul Maslikah,S.Si.,M.Si. Kata Kunci: pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup, kesadaran lingkungan, partisipasi siswa.Kegiatan pembangunan dan pesatnya kemajuan teknologi berdampak pada lingkungan yaitu pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pengelolaan yang baik perlu dilakukan untuk memulihkan lingkungan dan mencegah kerusakan yang semakin parah. Setiap orang berhak dalam pengelolaan lingkungan hidup. Institusi pendidikan khususnya SMA Adiwiyata diharapkan ikut berpartisi pada perlindungan dan pelestarian lingkungan sebab secara formal pendidikan lingkungan hidup telah terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah dengan demikian diharapkan siswa telah memiliki pengetahuan lingkungan yang baik dan tingkat kesadaran lingkungan yang tinggi.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup terhadap partisipasi siswa (2) pengaruh kesadaran lingkungan terhadap partisipasi siswa, dan (3) pengaruh pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup dan kesadaran lingkungan terhadap partisipasi siswa SMA Negeri di Kota Malang.Penelitian diklasifikasikan sebagai penelitian survei dengan instrumen kuesioner berskala likert. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2017 di empat sekolah adiwiyata yaitu SMAN 2, SMAN 5, SMAN 7, dan SMAN 8 Kota Malang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang pada masing-masing sekolah sehingga total sampel adalah 400 siswa yang diambil secara acak (random sampling). Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji T, dan uji F yang sebelumnya telah dilakukan uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi siswa dalam pelestarian lingkungan (2) kesadaran lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi siswa dalam pelestarian lingkungan (3) pengetahuan pengelolaan lingkungan hidup dan kesadaran lingkungan secara bersama-sama memengaruhi partisipasi siswa dalam pelestarian lingkungan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS READING-CONCEPT MAP-COOPERATIVE SCRIPT (REMAP-CS) DAN GENDER TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Avila, Shila. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Berbasis Reading Cncept Map-Coperative Script (Remap-CS) dan Gender terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Sisiwa Kelas X MIPA SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Sarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Susriyati Mahanal, M. Pd. (2) Prof. Dr. Hj. Siti Zubadah, M. Pd. Kata Kunci: Remap-CS, Gender, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Kognitif Pada abad 21 ini Sumber Daya Manusia (SDM) idealnya mempunyai 4 kemampuan berpikir, yaitu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Namun ironisnya, walaupun abad 21 telah berjalan selama 1 dekade, beberapa sekolah di Kota Malang masih kurang memberdayakan kecakapan hidup abad 21. Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir yang dapat mendukung proses belajar siswa, sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar kognitif yang baik. Terlepas dari kurangnya keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif, terdapat permasalahan lain yang tidak teramati di dunia pendidikan yaitu gender. Menghadapi kenyataan tersebut, diperlukan suatu upaya untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada siswa laki-laki dan perempuan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran berbasis Reading-Concept Map-Cooperative Script (Remap-CS). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran berbasis Remap-CS terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 2 Malang; 2) pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 2 Malang; 3) pengaruh interaksi antara model pembelajaran berbasis Remap-CS dengan gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa di SMA Negeri 2 Malang Rancangan penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan pretest posttest nonequivalent group design. Variabel bebas adalah gender dan srategi pembelajaran. Variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Populasi penelitian ialah siswa kelas X di SMAN 2 Malang. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Data diambil pada saat pretest & posttest. Instrumen tes terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) menggunakan data skor pretest & posttest. Uii anakova dengan taraf signifikansi 0,05 (P < 0,05) dilakukan menggunakan data selisih posttest dengan pretest. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji normalitas data dengan uji kormogolov-smirnov dan uji homogenitas data dengan Levene test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh pembelajaran biologi berbasis Remap-CS terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada siswa; 2) tidak ada pengaruh gender terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif pada siswa; 3) ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan gender terhadap keterampilan berpikir kirits, namun tidak ada pengaruh interaksi strategi pembelajaran dan gender terhadap hasil belajar kognitif siswa
DNA Barcoding Kelelawar Cynopetrus brachyotis (Chiroptera: Pteropodidae) dari Kawasan Cibinong Science Center Bogor Berdasarkan Cytochrome-c Oxidase Subunit I (COI)
Cynopterus brachyotis merupakan kelelawar pemakan buah yang tersebar luas di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Kelelawar ini berperan penting sebagai pemencar biji dan polinator, namun saat ini populasinya terancam oleh kerusakan habitat akibat deforestasi dan konversi lahan. Sebaran C.brachyotis yang luas dan adanya fragmentasi habitat memungkinkan terjadinya perubahan pada keanekaragaman genetik dalam satu spesies. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dua sampel C. brachyotis dari kawasan Cibinong Science Center berdasarkan DNA barcode dengan tujuan untuk memverifikasi hasil identifikasi secara morfologi yang telah dilakukan sebelumnya. Tahap pertama penelitian ini adalah isolasi DNA total dari jaringan hati 0,05gram, amplifikasi gen COI dengan PCR menggunakan empat pasang primer yaitu forwardprimer: LepF1-tl; VF1-tl; VF1d-tl; VFli-tl dan reverse primer: LepR1-tl; VR1-tl; VR1d-tl; Vrli-tl. Hasil PCR kemudian dielektroforesis dengan agarose 1%, sekuensing menggunakan sepasang primer M13F(-21) dan M13R(-27). Rekonstruksi pohon filogenetik mengunakan metode Maximum Likelihood, Neighbor Joining, dan Minimum Evolution menunjukkan bahwa kelelawar yang diteliti termasuk spesies C. brachyotis dan membentuk species complex dalam satu kelompok C. brachyotis yang dibuktikan dengan adanya variasi intraspesies sebesar 1%. ran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu)
VARIASI KONSENTRASI RAGI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK TEMPE KEDELAI HITAM (Glycine soja) VARIETAS DETAM I BERDASARKAN KADAR PROTEIN DAN HASIL UJI ORGANOLEPTIK
Zakiyatul Miskiyah1; Sri Rahayu Lestari1 dan Agung Witjoro1 1Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang Jurusan Biologi Jl. Semarang 5, Malang 65145 email: [email protected], penulis korespondensi : [email protected] ABSTRAK: Tempe merupakan hasil fermentasi kedelai atau bahan lain oleh mikroorganisme menguntungkan seperti Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae.Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) pengaruh perbedaan konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap kadar protein tempe kedelai hitam varietas detam I, (2) pengaruh perbedaan konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap hasil uji organoleptik tempe kedelai hitam varietas detam I. Metode penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data diperoleh dari hasil uji organoleptik menggunakan panelis sebanyak 30 orang dan analisis kadar protein menggunakan metode khejdal. Analisis data menggunakan two way Anova dilanjutkan uji DMRT 5% (SPSS for Windows 16.0) dan pemilihan perlakuan terbaik menggunakan Multiple Attribute Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi (p < 0,05) dan lama fermentasi (p < 0,05), (α=0,05) terhadap parameter protein. Lama fermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter organoleptik aroma (p < 0,05. dan rasa p < 0,05). Tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap parameter organoleptik warna dan tekstur.Perlakuan tempe terbaik adalah tempe kedelai hitam dengan konsentrasi ragi 0,25% dan lama fermentasi 36 jam yang memiliki warna 4,0 (suka), tekstur 3,8 (suka), aroma 3,9 (suka), rasa 3,6 (suka), dan kadar protein 20,6 %. Kata kunci: tempe kedelai hitam, konsentrasi ragi, lama fermentasi, protein, organolepti
Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal Biologi Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMAN 1 Kampak Berdasarkan Teori Tes Klasik
ABSTRAK Ramadhiana, Charinda Bella. 2017. Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal Biologi Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMAN 1 Kampak Berdasarkan Teori Tes Klasik. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Kata Kunci: Analisis butir soal, Ulangan Akhir Semester, Teori Tes Klasik,ITEMANAnalisis butir soal bermanfaat untuk mengidentifikasi butir soal yang kurang baik dan memperoleh informasi untuk penyempurnaan soal. Analisis butir soal UAS Biologi di SMAN 1 Kampak tahun 2016/2017 belum dilakukan. Analisis butir soal pernah dilakukan secara manual pada tahun 2015/2016, meliputi: tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh, namun analisis terhadap materi (validitas isi), konstruksi, bahasa dan reliabilitas belum dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kualitatif dan kuantitatif butir soal, serta perbaikan dan kesesuaian butir soal dengan indikator UAS gasal Biologi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampak tahun pelajaran 2016/2017.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif meliputi: validitas isi (materi), validitas konstruk (konstruksi), dan bahasa yang dibandingkan dengan instrumen penelitian kualitatif. Butir soal yang tidak memenuhi aspek kualitatif akan dilakukan perbaikan. Analisis data kuantitatif meliputi: tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program ITEMAN (Item and Test Analysis) versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan validitas isi butir soal UAS kelas X dan XI sebesar 87,5% dan 85,83%. Persentase validitas konstruk butir soal kelas X dan XI sebesar 95,71% dan 84,29%. Persentase validitas bahasa butir soal kelas X dan XI sebesar 89,16% dan 91,67%. Persentase butir soal sukar di kelas X lebih besar daripada butir soal sedang dan mudah. Persentase butir soal sedang di kelas XI lebih besar daripada butir soal sukar dan mudah, namun tidak mencapai 50%, sehingga proporsi soal tidak sesuai. Daya beda butir soal kelas X dan XI yang berkriteria sangat buruk dan buruk lebih dari atau sama dengan 50%. Efektivitas pengecoh butir soal kelas X yang berkriteria sangat baik dan baik sebesar 70%, sedangkan butir soal kelas XI sebesar 20%. Reliabilitas soal UAS kelas X termasuk kriteria cukup, sedangkan soal kelas XI termasuk kriteria rendah. Setelah dilakukan analisis butir soal UAS gasal Biologi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampak, maka disarankan untuk: 1) melakukan telaah kembali mengenai kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar, 2) melakukan analisis kualitatif sebelum soal diujikan, dan 3) melakukan analisis kuantitatif setelah soal diujikan