SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan.

    No full text
    ABSTRAK Hamidah, Zubhatul. 2017. Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Quantum Teaching pada Materi Pencemaran Lingkungan terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan. Skripsi. Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S. (II) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si Kata kunci: PBL berbasis Quantum Teaching, kemampuan berpikir kreatif, hasil belajarPembelajaran Biologi di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta proses pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Biologi di kelas X MA An-Namirah masih menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, rasa ingin tahu siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang masih kurang, serta hasil belajar siswa yang masih rendah. Berdasarkan hasil observasi, model STAD yang kurang menonjolkan kemampuan berpikir kreatif siswa berakibat terhadap rendahnya hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi pembelajaran dari guru yang dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Salah satunya dengan model pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah; 2) pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah.Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent control group design. Variable bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA MA-An-Namirah semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 2 kelas rombongan belajar. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu secara keseluruhan jumlah populasi diambil dan dijadikan sampel. Sampel penelitian adalah siswa dikelas X MIPA 1sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan pembelajaran PBL berbasis Quantum Teaching  dan kelas X MIPA 2 sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh PBL berbasis Quantum Teaching pada materi pencemaran lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X MA An-Namirah Tanah Merah Bangkalan

    PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK AKSI DIGITAL MATERI VIRUS KD 3.3 SEBAGAI BAHAN AJAR TAMBAHAN UNTUK SISWA SMAN 2 MALANG KELAS X

    No full text
    ABSTRAK Firdausi, Muhammad Hilmi. 2016. Pengembangan Media Komik Digital Materi Virus Kd (3.3) Sebagai Bahan Ajar Tambahan Untuk Siswa SMAN 2 Malang Kelas X .Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan IlmuPengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, M.Pd, (II) Prof, Dr. Mohammad Amin S.Pd, Agr Kata Kunci: Media komik digital, virus , bahan ajar tambahanPada pembelajaran biologi siswa membutuhkan media untuk menunjang pembelajaran dan lebih memahami konsep dalam biologi yang sulit dipahami. Media berupa textbook umumnya sangat membosankan bagi siswa, sehingga media bergambar termasuk komik menjadi alternatif yang banyak dimintai siswa. Media komik ini dapat dikemas dalam bentuk digital dan diakses diluar jam pelajaran sehingga menambah ilmu yang sudah dipelajari di dalam kelas. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan di SMAN 2 Malang, media di sekolah masih kurang, terutama untuk pembelajaran virus. Siswa juga sangat menggemari membaca komik, maka dilakukan penelitian untuk mengembangkan media pembelajaran berupa komik bab virus untuk kelas X SMAN 2 Malang.Langkah-langkah penelitian pengembangan ini mengacu pada Model Penelitian dan Pengembangan oleh Lee & Owens. Pengembangan media pembelajaran pada penelitian ini berupa sebuah komik digital yang mampu diakses melalui handphone android dan komputer kapanpun dan dimanapun. Komik bertemakan aksi dan edukasi yang berisikan materi dan teori yang sesuai untuk pembaca usia remaja di bawah 18 tahun, baik dari segi gambar, alur cerita dan isi materi di dalamnya. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket validasi oleh validator ahli materi, validator ahli media, validator ahli praktisi lapangan untuk menentukan kevalidan media, sedangkan validator pengguna produk untuk menentukan kepraktisan, dimana semua data nantinya akan dikonversi dalam bentuk persen (%). Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator dan pengguna produk. Hasil pengembangan media kemudian divalidasi dan diujicobakan kepada kelompok kecil dan mendapatkan nilai validasi 91,67% dari ahli media, dari ahli materi 89,94%, dari praktisi lapangan 90,91%, nilai kepraktisan 94,90% termasuk dalam kriteria sangat praktis.berdasarkan hasil pre-test post-test, didapatkan nilai gain score ternormalisasi sebesar 0,78 atau dalam kategori tinggi. Kesimpulan keseluruhan media Komik Digital Materi virus ini layak digunakan pada pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik

    Produksi Keratinase oleh Bacillus sp. MD24 Menggunakan Metode Solid-State Fermentation (SSF)

    No full text
    Abstrak Keratinase adalah protease spesifik yang menunjukkan kemampuan untuk mendegradasi keratin. Ekstrak kasar keratinase dari Bacillus sp. MD24 yang diproduksi dengan metode Submerged Fermentation (SmF) telah terbukti dapat diaplikasikan untuk dehairing kulit kambing. Namun, proses dehairingtersebut masih membutuhkan waktu 72 jam untuk menghilangkan bulu sepenuhnya. Hal tersebut disebabkan rendahnya aktivitas ekstrak kasar keratinase. Solid-State Fermentation (SSF) merupakan metode fermentasi alternatif yang dilakukan pada medium padat dengan kadar air rendah. SSF memiliki beberapa keuntungan misalnya, produktivitas fermentasi yang tinggi, stabilitas produk yang tinggi, represi katabolik yang lebih rendah, budidaya mikroorganisme khusus untuk substrat yang tidak larut dalam air, dan memerlukan sterilisasi yang rendah. Limbah industri pertanian sering digunakan sebagai media SSF karena mengandung makonutrien dan mikronutrien yang penting untuk pertumbuhan bakteri dan proliferasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan tingkat kelembaban dan waktu produksi untuk menghasilkan aktivitas keratinase yang tinggi oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan metode Solid-State Fermentation (SSF) dengan menggunakan substrat bulu ayam dan (2) mengetahui jenis dan jumlah sumber makronutrien tambahan yang dapat menghasilkan aktivitas keratinase tertinggi.Penelitian terdiri dari 7 tahapan yaitu (1) preparasi substrat bulu ayam, jerami padi, ampas tebu dan limbah tahu; (2) regenerasi kultur murni Bacillus sp. MD24; (3) persiapan inokulum; (4) penentuan kelembaban maksimum untuk menghasilkan produksi keratinase tertinggi menggunakan Solid-State Fermentation (SSF); (5) pengaruh penambahan limbah agroindustri (jerami padi, ampas tebu, dan limbah tahu) pada media produksi keratinase; (6) pembuatan ekstrak kasarkeratinase; (7) penentuan aktivitas enzim; dan (8) analisis data. Penentuan aktivitas enzim menggunakan kasein sebagai substrat. Kadar tirosin yang dihasilkan dari hidrolisis kasein dengan ekstrak kasar keratinase ditentukan secara spektroskopi pada panjang gelombang 280 nm. Produksi keratinase tertinggi menggunakan metode SSF diperoleh pada tingkat kelembaban 250 % dengan fermentasi selama 3 hari menghasilkan aktivitas 73,35 U/mL dan aktivitas total 11002,5 U. Limbah agroindustri terbaik yang ditambahkan pada bulu ayam adalah ampas tebu dengan perbandingan bulu ayam:ampas tebu (5: 1) menghasilkan aktivitas ekstrak kasar 258,24 U/mL dan aktivitas total 25824 U

    Perilaku Harian Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) Di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu Jawa Timur

    No full text
    RINGKASAN   Febriawan, Saiful Anwar. 2017. Perilaku Harian Burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) Di Penangkaran Eco Green Park Kota Batu  Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Perilaku harian burung, Nuri Kepala Hitam (Lorius lory), Eco Green Park BurungNuri Kepala Hitam (Lorius lory)merupakanburungendemikPapuadanmerupakansatwalangka Indonesia yang beradadalam status kritis. UpayamelestarikanburungNuri Kepala Hitam (Lorius lory)dilakukankonservasieksitudengancaramelakukanpenangkaran. Eco Green Park merupakan tempat penangkaran burung. salah satunya burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). KeberhasilankonservasieksitudidukungolehpengamatanperilakuharianburungNuri Kepala Hitam (Lorius lory). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku, persentase lama waktu perilaku harian, dan frekuensi harian burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) di Eco Green Park. Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifeksploratif yang dilaksanakan di penangkaranburung Eco Green Park, BatuPropinsiJawaTimurpadabulan Mei hinggaJuni 2017. Pengamatandilakukansetiapharimulaipukul 07.00-09.00 WIB danpukul 15.00-17.00 WIB. Objek penelitian menggunakan sepasangburung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Umur burung Nuri Kepala Hitam (Lorius lory) lebih dari 5 tahun. Data yang diperolehberupajenisperilakuhariandanpresentase waktusertafrekuensiperilaku harian burungNuri Kepala Hitam (Lorius lory). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 jenis perilaku harian yang muncul pada burung jantan dan betina yaitu perilaku makan, terbang, pindah tempat, mematuk benda, bertengger, membersihkan badan, membuang kotoran, saling mendekati, dan saling menelisik. Persentase perilaku harian yang tertinggi adalah perilaku bertengger dan terendah perilaku membuang kotoran. Frekuensi tertinggi adalah perilaku makan sedangkan terendah adalah perilaku saling menelisik

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipicu Pertanyaan Kritis Terhadap Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa Kelas X

    No full text
    ABSTRAK   Zahro, Nur Afifah. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipicu Pertanyaan Kritis Terhadap Argumentasi Ilmiah dan Hasil Belajar Siswa Kelas X. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Dr. Sueb, M.Kes.   Kata kunci: argumentasi ilmiah, inkuiri terbimbing, dipicu pertanyaan kritis, hasil belajar Argumentasi ilmiah bermanfaat untuk dapat mempelajari konsep biologi. Namun di kenyataanya, kemampuan siswa untuk dapat berargumen ilmiah masih dapat dikatakan rendah. Rendahnya argumentasi ilmiah siswa disebabkan karena kurangnya sumber belajar siswa dan kesempatan siswa untuk berpartisipasi di dalam kelas. Dampak yang muncul ketika argumentasi ilmiah yang rendah yaitu hasil belajar yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan argumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dipicu pertanyaan kritis dengan mengontrol variabel praperlakuan dan korelasi antara argumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dipicu pertanyaan kritis. Jenis penelitian ini eksperimen semu (quasi experiment) dengan pretest – postest non equivalent group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X di SMAN 2 Malang dan sampel penelitian sebanyak 33 siswa kelas eksperimen 1 dan 33 siswa kelas eksperimen 2. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu cluster random sampling. Untuk data kualitatif dianalisis dengan menempuh tiga tahap: (1) reduksi data, (2) display data, (3) kesimpulan dan verifikasi dan dilakukan teknik triangulasi sumber data untuk mengetahui keabsahan data yang diperoleh. Uji statistik untuk data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan uji Analysis of Covariance dan uji korelasi Pearson. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diketahui uji anakova memiliki nilai p argumentasi ilmiah sebesar (0,000), hasil belajar pengetahuan (0,024), sikap (0,000), dan keterampilan (0,000). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan argumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dipicu pertanyaan kritis dengan kovariat pretes argumentasi ilmiah dan hasil belajar berpengaruh terhadap postes argumentasi ilmiah dan hasil belajar (p < 0,050). Nilai korelasi menunjukkan p (0,000) atau dapat disimpulkan terdapat korelasi antara argumentasi ilmiah dan hasil belajar siswa kelas X setelah mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dipicu pertanyaan kritis

    Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester I Biologi Kelas X Tahun Pelajaran 2016/2017 di Empat SMA Negeri Kota Malang dan Kesesuaiannya dengan Kurikulum 2013

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, Nila. 2017. Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester I Biologi Kelas X Tahun Pelajaran 2016/2017 di Empat SMA Negeri Kota Malang dan Kesesuaiannya dengan Kurikulum 2013. Skripsi, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: Analisis butir soal, ulangan akhir semester, kurikulum 2013 Analisis butir soal Ulangan Akhir Semester (UAS) I Biologi di empat SMA Negeri kota Malang yaitu SMAN 1 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 7 Malang, dan SMAN 10 Malang belum dilakukan secara mendetail. Analisis kesesuaian soal dengan indikator kompetensi, serta kesesuaian soal dengan tuntutan kurikulum 2013 juga belum dilakukan sehingga kualitas soal belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal UAS semester 1 Biologi kelas X tahun pelajaran 2016/2017 di empat SMA Negeri kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif-kualitatif. Analisis data secara kuantitatif meliputi tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh dan reliabilitas. Analisis data secara kualitatif meliputi validitas isi, validitas konstruk, kualitas soal terhadap kurikulum, dan kesesuaian soal dengan tuntutan kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan persentase soal mudah lebih tinggi pada masing-masing sekolah. Daya beda soal pada masing-masing sekolah jelek. Efektivitas pengecoh soal SMAN 1 Malang dapat diketahui bahwa sebanyak 32% pengecoh soal kurang baik dan tidak berfungsi, 28% cukup, 6% baik, 2% sangat baik. Hal ini juga terjadi pada SMAN 4 Malang yakni 30% pengecoh soal masih kurang baik. Pengecoh soal UAS SMAN 7 Malang sebanyak 30% berkategori cukup, 10% kurang baik, dan 24% tidak berfungsi. Pengecoh soal berkategori baik sebanyak 12% serta berkategori sangat baik 20%. Efektivitas pengecoh soal pada SMAN 10 Malang termasuk dalam kategori baik yakni 27,5%, pengecoh soal berkategori sangat baik dan berfungsi sebesar 22,5%. Reliabilitas soal di SMAN 1, SMAN 4 dan SMAN 7 malang tinggi sedangkan SMAN 10 Malang cukup. Validitas isi di empat SMA Negeri tersebut sudah baik. Validitas konstruk belum sesuai. Kualitas butir soal terhadap kurikulum termasuk dalam kategori sedang. Kesesuaian butir soal dengan kurikulum memiliki persentase sebesar 82%-89%. Setelah dilakukan analisis soal ulangan akhir semester 1 Biologi Kelas X tahun pelajaran 2016/2017 di empat SMA Negeri kota Malang maka disarankan agar penyusunan soal dilakukan dengan berpedoman pada peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan yang sedang berlaku sehingga soal yang dihasilkan dapat sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 serta melaksanakan analisis butir soal secara rutin

    IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN INDEKS HIDROLISISAMILUM PADA BEBERAPA SPESIES BAKTERI AMILOLITIK DALAM WADI, MAKANAN KHAS KALIMANTAN TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Wadi merupakan salah satu produk makanan tradisional di Kalimantan Tengah yang berbahan dasar ikan atau daging yang ditambahkan lumu dan garam, kemudian difermentasi. Pada proses fermentasi wadi, beberapa bakteri dapat menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana, salah satu diantaranya yaitu bakteri amilolik yang dapat mengubah amilum menjadi maltose dan glukosa. Senyawa-senyawa yang lebih sederhana ini akan lebih mudah diserap di dalam sistem pencernaan, sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi spesies-spesies bakteri amilolitik yang berasal dari wadi, produk fermentasi ikan khas Kalimantan Tengah, (2) mengukur kemampuan hidrolisis amilum berdasarkan indeks hidrolisis amilum pada spesies-spesies bakteri amilolitik yang dapat diisolasi dari wadi, (3) menentukan spesies bakteri amilolitik yang mempunyai indeks hidrolisis amilum tertinggi.Jenis penelitian yang digunakan yaitu, penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Mei 2017 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang, untuk kegiatan isolasi bakteri pada wadi, penentuan isolat bakteri amilolitik, deskripsi isolat bakteri, dan pengujian kemampuan hidrolisis amilum. Indeks hidrolisis amilum diukur berdasarkan hasil bagi antara diameter zona bening disekitar koloni bakteri dan diameter koloni bakteri dengan menggunakan medium spesifik Amilum Agar, selanjutnya diinkubasikan pada suhu 37°C, selama 2 × 24 jam. Wadi yang digunakan dalam penelitian ini berbahan dasar ikan patin yang difermentasi pada suhu 26°C-28°C, selama 22 × 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) terdapat empat isolat bakteri amilolitik yang berhasil diisolasi dari wadi yaitu, Pseudomonas fluorescens, Acinetobacter baumannii, Micrococcus varians, dan Enterobacter agglomerans, (2) indeks hidrolisis amilum masing-masing isolat berbeda yaitu: Pseudomonas fluorescens sebesar 3.00, Acinetobacter baumannii sebesar 4.16, Micrococcus varians sebesar 7.23, dan Enterobacter agglomerans sebesar 3.77, (3) Micrococcus varians memiliki indeks hidrolisis amilum tertinggi, yaitu sebesar 7.23

    Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal Biologi Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMAN 1 Kampak Berdasarkan Teori Tes Klasik

    No full text
    ABSTRAK Ramadhiana, Charinda Bella. 2017. Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal Biologi Kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMAN 1 Kampak Berdasarkan Teori Tes Klasik. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sunarmi, M.Pd., (II) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd.Kata Kunci: Analisis butir soal, Ulangan Akhir Semester, Teori Tes Klasik,ITEMANAnalisis butir soal bermanfaat untuk mengidentifikasi butir soal yang kurang baik dan memperoleh informasi untuk penyempurnaan soal. Analisis butir soal UAS Biologi di SMAN 1 Kampak tahun 2016/2017 belum dilakukan. Analisis butir soal pernah dilakukan secara manual pada tahun 2015/2016, meliputi: tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas pengecoh, namun analisis terhadap materi (validitas isi), konstruksi, bahasa dan reliabilitas belum dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kualitatif dan kuantitatif butir soal, serta perbaikan dan kesesuaian butir soal dengan indikator UAS gasal Biologi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampak tahun pelajaran 2016/2017.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif meliputi: validitas isi (materi), validitas konstruk (konstruksi), dan bahasa yang dibandingkan dengan instrumen penelitian kualitatif. Butir soal yang tidak memenuhi aspek kualitatif akan dilakukan perbaikan. Analisis data kuantitatif meliputi: tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas pengecoh, dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program ITEMAN (Item and Test Analysis) versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan validitas isi butir soal UAS kelas X dan XI sebesar 87,5% dan 85,83%. Persentase validitas konstruk butir soal kelas X dan XI sebesar 95,71% dan 84,29%. Persentase validitas bahasa butir soal kelas X dan XI sebesar 89,16% dan 91,67%. Persentase butir soal sukar di kelas X lebih besar daripada butir soal sedang dan mudah. Persentase butir soal sedang di kelas XI lebih besar daripada butir soal sukar dan mudah, namun tidak mencapai 50%, sehingga proporsi soal tidak sesuai. Daya beda butir soal kelas X dan XI yang berkriteria sangat buruk dan buruk lebih dari atau sama dengan 50%. Efektivitas pengecoh butir soal kelas X yang berkriteria sangat baik dan baik sebesar 70%, sedangkan butir soal kelas XI sebesar 20%. Reliabilitas soal UAS kelas X termasuk kriteria cukup, sedangkan soal kelas XI termasuk kriteria rendah. Setelah dilakukan analisis butir soal UAS gasal Biologi kelas X dan XI di SMAN 1 Kampak, maka disarankan untuk: 1) melakukan telaah kembali mengenai kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar, 2) melakukan analisis kualitatif sebelum soal diujikan, dan 3) melakukan analisis kuantitatif setelah soal diujikan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA MA SUNAN KALIJOGO NGADRI BINANGUN

    No full text
    Hasil observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara dengan guru Biologi dan siswa kelas XI IPA Sunan Kalijogo Ngadri didapatkan bahwa pembelajaran yang selama ini berlangsung masih menggunakan metode ceramah, sehingga belum dapat melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Share (TPS) dapat membuat dan melatih siswa untuk aktif dalam mencari, menganalisis, dan membangun jawaban dalam menemukan berbagai alternatif solusi, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Share (TPS) terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI IPA MA Sunan Kalijogo Ngadri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I menunjukkan hasil rata-rata seluruh indikator sebesar 57,41 dengan kategori sedang sedangkan pada siklus II sebesar 70,12 dengan kategori tinggi. Hasil belajar kognitif siswa menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 52,94% pada siklus I dan sebesar 88,24% pada siklus II. Keterampilan berkomunikasi berupa keterampilan bertanya, menjawab, dan berargumentasi menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 47,06% pada siklus I dan sebesar 88,23% dengan pada siklus II

    PREFERENSI Menochilus sexmaculatus (COLEOPTERA: COCCINELLIDAE) PADA TUMBUHAN GULMA DARI LAHAN KEBUN APEL ( Malus sylvestris Mill.) DESA MADIREDO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK Menochilus sexmaculatus merupakan predator musuh alami bagi hama yang menyerang lahan kebun apel. Selama hidupnya Menochilus sexmaculatus memerlukan mikrohabitat sebagai tempat peletakkan telur, mencari makan, dan tempat pesembunyian sementara yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gulmaberbunga yang ada di Desa Madiredo KecamatanPujon Kabupaten Malang dan preferensi Menochilus sexmaculatus terhadap beberapatanaman gulma yang ditemukan berdasarkanfrekuensi kunjungannya pada alat olfaktometer.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptifeksploratif menggunakan pendekatan kuantitatifdengan menghitung Indeks Nilai Penting gulma yang ditemukan dan selanjutnya dilakukan uji ketertarikan Menochilus sexmaculatus terhadap gulma berdasarkan frekuensi kunjungan pada lengan bau alat olfaktometer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februarihingga April2017 di Laboratorium Ekologi FMIPA UniversitasNegeri Malang dan Herbarium Malangensis. Hasil pengukuran preferensi berupa frekuensi kunjungan dianalisis dengan ANAVA non faktorial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwatumbuhan Gulma berbunga yang ditemukan darikebun apel yaitu Galinsoga parviiflora, Calyptocarpus vialis, Ageratum conyzoides, Sonchus oleraceus,Commelina diffusa, Cyperusbrevifolius, Lindernia crustacea, Panicumbarbatum,dan Polygonum nepalense.UjipreferensiMenochilus sexmaculatus terhadaptumbuhan gulmam enunjukkan Menochilus sexmaculatu smemiliki ketertarikan tertinggiterhadap gulma Galinsoga parviiflora dan gulmaCalyptocarpus vialis dengan rerata 70.00%

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇