SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium tenerum Forst terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro

    No full text
    ABSTRAK   Fatkatin, Siti. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium Tenerum Forst Terhadap Bakteri Bacillus subtilis dan bakteri Escherichia coli Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.Si (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si.   Kata kunci : antibakteri, ekstrak metanol ental A. tenerum, B. subtilis, E.coli Tumbuhan paku merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki jumlah melimpah. Asplenium tenerum Forst merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang banyak tumbuh di kawasan Tahura R. Soerjo. Penelitian terkait dari potensi A.tenerum masih belum diketahui. Antibakteri adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh pertumbuhan dari sel bakteri. Bakteri B.subtilis dan E.coli merupakan bakteri yang sering kali mengkontaminasi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap bakteri B. subtilis dan bakteri E. coli, (2) mengetahui pengaruh variasi kosentrasi ekstrak terhadap bakteri B.subtilis dan bakteri E. coli, serta (3) mengetahui hubungan antara konsentrasi ekstrak dengan jumlah sel bakteri B. subtilis dan bakteri E. coli. Jenis penelitian kuantitatif eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, terdapat 5 perlakuan konsentrasi yaitu 100.000 µg/ml, 200.000 µg/ml, 300.000 µg/ml, 400.000 µg/ml dan 500.000 µg/ml  serta perlakuan kontrol positif dan kontrol negatif. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan metode dilusi tabung sehingga diketahui KHM dan KBM. Hasil penelitian menunjukkan KHM tidak dapat ditentukan, akan tetapi KBM masih dapat ditentukan. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa (1) ekstrak metanol ental A. tenerum berpengaruh terhadap sel bakteri B.subtilis dan bakteri E. coli. (2) Variasi konsentrasi perlakuan ekstrak berpengaruh terhadap sel bakteri B.subtilis dan bakteri E.coli. Konsentrasi perlakuan 200.000 µg/ml merupakan konsentrasi yang paling berpengaruh dalam membunuh sel bakteri B. subtilis. Konsentrasi perlakuan 400.000 µg/ml merupakan konsentrasi yang paling berpengaruh dalam membunuh sel bakteri E. coli. Kemampuan membunuh dari ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap bakteri B.subtilis dan bakteri  E. coli dikarenakan ekstrak A. tenerum memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder. (3)Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara perlakuan konsentrasi ekstrak dengan jumlah sel bakteri B.subtilis dan bakteri E.coli, semakin tinggi konsentrasi ekstrak A.tenerum yang diberikan maka kemampuan membunuh terhadap sel bakteri semakin tinggi, sehingga jumlah sel bakteri B. subtilis dan bakteri E. coli yang tumbuh semakin sedikit

    Uji Cemaran Bakteri Escherichia coli Dalam Bubur Bayi MP-ASI Dengan Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR

    No full text
    ABSTRAK   Bubur bayi MP-ASI merupakan makanan pelengkap bagi bayi setelah memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan. Bubur bayi yang baik harus mengandung zat gizi, serta bebas dari kontaminasi bakteri. Polymerase Chain Reaction digunakan untuk mengidentifikasi bakteri karena cepat, spesifik dan dapat digunakan untuk mendeteksi mikroba dengan konsentrasi rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui adanya cemaran bakteri E. coliyang dideteksi dengan teknik PCR dan membahas faktor yang diduga berpengaruh terhadap adanya kontaminasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel diperoleh dari lima kecamatan di Kota Malang yaitu Kedungkandang, Lowokwaru, Klojen, Blimbing dan Sukun sebanyak satu sampel di tiap kecamatan. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran titik kritis yang diduga mengontaminasi bubur bayi pada saat penjualan. Hasil penelitian menunjukkan teknik PCR dapat digunakan untuk mendeteksi adanya bakteri E.coli dalam makanan. Dimana dari lima sampel yang diambil terdapat tiga sampel tercemar bakteri E. coli. Berdasarkan jumlah E.coli diketahui bahwa ketiga sampel tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap kontaminasi antara lain personal hygiene pedagang bubur yang tidak mencuci tangan sebelum melayani pembeli dan tidak adanya kaca pembatas atau etalase. Saran dari penelitian ini hendaknya para orangtua membuat sendiri makanan pendamping ASI atau membeli dari pedagang bubur bayi yang higienis dengan memperhatikan aspek tampilan tempat berjualan seperti memiliki etalase, bubur  yang telah dikemas dan lain-lai

    IDENTIFIKASI DAN UJI KEMAMPUAN HIDROLISIS PROTEIN PADA BAKTERI PROTEOLITIK YANG DIISOLASI DARI WADI

    No full text
    ABSTRAK Wadi merupakan salah satu makanan tradisional Suku Dayak di Kalimantan Tengah yang berbahan dasar ikan. Wadi dibuat dengan penambahan garam dan lumu, yang terdiri dari biji-bijian. Masyarakat Suku Dayak membuat wadi sebagai persediaan lauk pauk saat musim sulit mendapat ikan dan sebagai bekal berladang, berburu, atau mengumpulkan hasil hutan. Pada wadi terdapat beberapa spesies bakteri proteolitik yang mampu mendegradasi protein. Kemampuan bakteri proteolitik dalam menghidrolisis protein dapat diketahui melalui penghitungan indeks hidrolisis protein.  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi spesies-spesies bakteri proteolitik yang berasal dari wadi, (2) menghitung indeks hidrolisis protein pada tiap spesies bakteri proteolitik yang diisolasi dari wadi, dan (3) menentukan spesies bakteri proteolitik yang mempunyai indeks hidrolisis protein tertinggi.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Sampel wadi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wadi yang berbahan dasar ikan patin. Penentuan spesies bakteri proteolitik di medium Skim Milk Agar berdasarkan hasil bagi antara diameter zona bening yang terbentuk di sekitar koloni bakteri dan diameter koloni bakteri yang diinkubasikan pada suhu 370C selama 2 x 24 jam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei tahun 2017 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA UM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat lima spesies bakteri proteolitik yang terisolasi dari wadi, yaitu Enterobacter agglomerans, Pseudomonas fluorescens, Nitrococcus mobilis, Acinetobacter baumannii, dan Micrococcus varians, (2) hasil penghitungan menunjukkan bahwa nilai indeks hidrolisis protein Enterobacter agglomerans sebesar 3,223; Pseudomonas fluorescens sebesar 2,254; Nitrococcus mobilis sebesar 1,666; Acinetobacter baumannii sebesar 3,417; dan Micrococcus varians sebesar 3,449, (3) Micrococcus varians mempunyai indeks hidrolisis protein tertinggi yaitu 3,449

    Identifikasi dan Uji Kemampuan Hidrolisis Lemak Pada Bakteri Lipolitik yang Diisolasi dari Wadi

    No full text
    ABSTRAK Wadi merupakan produk fermentasi ikan khas Suku Dayak di Kalimantan Tengah. Proses fermentasi dilakukan dengan penambahan garam dan lumu dari berbagai macam beras yang disangrai sehingga dapat menambah masa simpan ikan. Selama proses pemeraman, terdapat mikroflora yang berasal dari ikan, serta mikroflora dari lumu yang dapat membantu proses fermentasi. Terdapat beberapa spesies bakteri yang berperan dalam proses fermentasi wadi memiliki kemampuan menghidrolisis senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, salah satu diantaranya ialah bakteri lipolitik yang mampu menghidrolisis lemak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi spesies-spesies bakteri lipolitik yang terdapat dalam wadi dan (2) menentukanIndeks hidrolisis lemak pada spesies-spesies bakteri lipolitik dalam wadi, serta (3) menentukan spesies bakteri lipolitik yang mempunyai kemampuan menghidrolisis lemak tertinggi berdasarkan Indeks hidrolisis lemak.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2017 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah wadi yang telah difermentasi selama 22 hari. Media yang digunakan dalam seleksi bakteri lipolitik adalah media Nutrient Agar + lemak yang dimodifikasi menggunakan minyak zaitun dan Tween-80. Indeks hidrolisis lemak ditentukan berdasarkan hasil bagi antara diameter zona bening di sekitar koloni bakteri dengan diameter koloni bakteri yang telah diinkubasi pada suhu 370C selama 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat spesies bakteri lipolitik yang terdapat pada wadi, yaitu Lactobacillus coryniformis, Lactobacillus casei, Nitrococcus mobilis dan Streptococcus lactis; (2) keempat spesies bakteri lipolitik mempunyai Indeks hidrolisis lemak yang berbeda satu sama lain, yaitu: Lactobacillus coryniformis memiliki Indeks hidrolisis lemak sebesar 1,63; Lactobacillus casei sebesar 1,94; Streptococcus lactis sebesar 1,51 dan Nitrococcus mobilis sebesar 0,98; (3) Lactobacillus casei memiliki kemampuan menghidrolisis lemak tertinggi berdasarkan Indeks hidrolisis lemak sebesar 1,94

    Pengembangan LKS Pembelajaran Biologi Model Problem Based Learning Bermuatan Pendidikan Karakter Pada Materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Siswa Kelas X SMA

    No full text
    ABSTRAK Kartika, Adelima Dyah. 2017. Pengembangan LKS Pembelajaran Biologi  Model Problem Based Learning Bermuatan Pendidikan Karakter pada Materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup untuk Siswa Kelas X SMA. Jurusan Biologi, Progam Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Amy Tenzer, M.S. (2) Frida Kunti Setiowati, S.T, M.Si. Kata Kunci:  pengembangan LKS, problem based learning, pendidikan karakter, perubahan dan pelestarian lingkungan hidupBerdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X di SMAN 1 Kedungwaru-Tulungagung tanggal 15 November 2016, menunjukkan bahwa pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup, guru mengalami kesulitan dalam memunculkan suatu permasalahan di kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk mendorong siswa lebih aktif. Kurikulum 2013 sudah memuat pendidikan karakter, namun penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran di kelas X-12 belum optimal, untuk itu perlu adanya pengembangan LKS pembelajaran biologi model problem based learning yang bermuatan pendidikan karakter pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu mengembangkan LKS biologi SMA kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup melalui model pembelajaran PBL bermuatan pendidikan karakter yang valid, praktis, dan efektif.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan (1974), namun hanya dilakukan sampai tahap Develop. Hasil penelitian ini berupa LKS yang bermuatan pendidikan karakter. Data hasil uji coba yang diperoleh dalam penelitian adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi LKS, skor uji kepraktisan, dan skor hasil keefektifan siswa. Data kualitatif diperoleh dari komentar dan saran dari validator dan siswa. Uji coba perangkat pembelajaran dilakukan di kelas X-12 SMAN 1 Kedungwaru-Tulungagung dengan siswa sejumlah 42 siswa. Uji coba LKS ini juga digunakan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan LKS yang dikembangkan. Hasil validasi LKS yang dikembangkan menunjukkan kriteria sangat valid. Secara rinci hasil validasi LKS berupa validasi oleh ahli materi, ahli bahan ajar, dan praktisi lapangan secara berturut-turut menunjukkan persentase 100%. Hasil uji kepraktisan LKS yang bermuatan pendidikan karakter melalui angket respon siswa menunjukkan persentase 86.77% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji pendidikan karakter melalui lembar observasi menunjukkan persentase 95.45% serta hasil uji pendidikan karakter melalui angket menunjukkan persentase 88.73%. Hasil uji keefektifan yang dilihat dari ketuntasan belajar klasikal aspek pengetahuan mencapai nilai 100%, sehingga LKS yang dikembangkan memperoleh kriteria efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Lintas Minat Biologi SMAN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Lintas Minat SMAN 2 Malang mata pelajaran Biologi  melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Penelitian terdiri dari 3 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 4 pertemuan. Tahap penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan pada materi Animalia dan Ekosistem. Subjek penelitian yaitu 34 siswa kelas X Lintas Minat yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Hasil belajar yang diukur pada penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dan psikomotor. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Teknik non tes dilakukan dengan observasi keterlaksanaan pembelajaran dan kinerja proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL oleh guru pada siklus I hingga siklus III berturut-turut adalah 85%, 88%, dan 100% dengan kriteria sangat baik. Keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL oleh siswa pada siklus I hingga siklus III berturut-turut adalah 80% dengan kriteria baik,  88%, dan 100% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 71% pada siklus I, 79% pada siklus II, dan 88% pada siklus III dengan peningkatan dari siklus I-III sebesar 17%. Hasil belajar psikomotor siswa berupa kinerja proyek melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan PjBL menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 76% pada siklus I, 82% pada siklus II, dan 88% pada siklus III dengan peningkatan dari siklus I-III sebesar 12%

    pengaruh tepung kedelai hitam dan tepung ketela ungu terhadap kadar malondialdehyde (mda) hepar tikus model diabetes mellitus tipe 2

    No full text
    ABSTRAK Suhartini. 2017. Pengaruh Tepung Kedelai Hitam dan Tepung Ketela Ungu Terhadap Kadar MDA Hepar Tikus Jantan (Rattus Novergicus) Model Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si, (II) Nuning Wulandari, S.Si., M.Si. Kata Kunci: diabetes mellitus tipe 2, malondiadehyde (MDA), tepung kedelai hitam, tepung ketela unguPenyakit diabetes mellitus dibedakan menjadi 2, yaitu diabetes mellitus tipe 1 (DMT1) dan diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). DMT2 ditandai dengan adanya resistensi insulin, gangguan sekresi insulin atau keduanya sehingga menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia). Hiperglikemia dapat menyebabkan radikal bebas melalui peningkatan tiga mekanisme hiperglikemia yaitu melalui jalur poliol, pembentukan advanced glycation end product (AGEs), dan  Protein kinase C (PKC). Radikal bebas yang terbentuk akibat hiperglikemia akan berikatan dengan poly unsaturated fatty acid (PUFA) sehingga penyebabkan peroksidasi lipid yang akan menghasilkan produk berupa malondiadehyde (MDA). Peroksidasi lipid dapat dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Antioksidan yang terdapat pada makanan antara lain isoflavon dan antosianin didapatkan dari kedelai hitam dan ketela ungu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tepung kedelai hitam dan tepung ketela ungu terhadap kadar MDA hepar tikus jantan (Rattus novergicus) DMT2.            Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Sub Laboratorium Fisiologi Hewan Universitas Negeri Malang dan Sub Laboratorium Faal Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang pada bulan September 2016 – Januari 2017. Hewan coba yang digunakan adalah 32 tikus jantan galur wistar berumur 8 minggu dengan berat  180 ± 5 g yang dibuat DMT2 dengan pemberian pakan tinggi kalori dan injeksi STZ low multiple dose (30 mg/kgBB). Tikus DMT2 ditandai dengan kadar gula darah > 200 mg/dl. Tikus dibagi secara acak kedalam 8 perlakuan ( normal, kontrol negatif, kontrol positif, pemberian tepung ketela ungu, pemberian tepung kedelai hitam, pemberian tepung ketela ungu dan tepung kedelai hitam berturut-turut dengan perbandingan 1 : 3, 1 : 1 dan 3 : 1. Pada minggu ke 4 perlakuan, tikus dibedah dan diambil organ hepar untuk dilakukan pengujian kadar MDA dengan metode thiobarbituric acid (TBA). Data kadar MDA dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian tepung kedelai hitam dan tepung ketela ungu terhadap kadar MDA hepar tikus DMT2 tetapi tidak berbeda nyata. Pemberian tepung kedelai hitam dan tepung ketela ungu perbandingan 1 : 1 memiliki kemampuan optimum dalam menurunkan kadar MDA hepar DMT2

    Pengaruh Penerapan Asesmen Portofolio Proses dalam Model Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Batu

    No full text
    ABSTRAK   Ningtyas, Dwi Ayu. 2017. Pengaruh Penerapan Asesmen Portofolio Proses dalam Model Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (2) Dra Amy Tenzer, M.S.   Kata Kunci: Asesmen Portofolio Proses, Model Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar Biologi.   Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia pada abad 21, namun kenyataannya keterampilan berpikir kritis siswa di SMAN 2 Batu belum diberdayakan dengan baik. Penilaian terhadap hasil belajar siswa belum terencana untuk memberdaya-kan keterampilan berpikir kritis dan belum mengakomodasi penilaian hasil belajar sikap dan keterampilan. Penerapan asesmen portofolio proses dalam model inkuiri terbimbing diperkirakan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan asesmen portofolio proses dalam model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa serta hubungan antara asesmen portofolio proses dengan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa. Rancangan penelitian ini adalah penelitian ekperimental semu. Populasi adalah seluruh kelas X SMAN 2 Batu sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X MIA 3 dan X MIA 4 tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, penilaian portofolio proses, observasi terhadap hasil belajar sikap dan keterampilan siswa. Data keterampilan berpikir kritis siswa diuji dengan meng-gunakan uji anakova. Data hasil belajar sikap siswa diuji dengan menggunakan uji anava. Data hasil belajar keterampilan siswa diuji dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika ketiga uji tersebut menunjukkan adanya pengaruh maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari penerapan asesmen portofolio proses terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan asesmen portofolio proses dalam model inkuiri terbimbing menyebabkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa yang lebih tinggi. Saran bagi guru dan peneliti berikutnya adalah (1) penerapan asesmen portofolio proses dalam model inkuiri terbimbing perlu diberikan kepada siswa minimal 1 semester untuk mengetahui perkembangan belajar siswa dan menjadi cara untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa dan (2) nilai portofolio proses sebaiknya diambil dari hasil penilaian siswa sendiri, teman sejawat dan guru, karena mampu memotivasi siswa untuk menyusun portofolio proses dengan sungguh-sungguh, disiplin dan tanggung jawab sehingga akan berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa

    Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Saintifik Materi Plantae untuk Siswa Kelas X SMAN 10 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Zakiyulfani, Karima. 2017. Pengembangan Modul Biologi dengan Pendekatan Saintifik Materi Plantae untuk Siswa Kelas X SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmi Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si Kata Kunci: pengembangan modul biologi, pendekatan saintifik, PlantaeKegiatan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dirancang dengan menekankan pada pengalaman belajar pokok 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan). Kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan saintifik yang diamanatkan dalam proses pembelajaran kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan KPL (Kajian Praktik Lapangan) II pada bulan September- Oktober 2016, dalam kegiatan pembelajaran siswa belum mampu melakukan kerja ilmiah dengan baik. Selain itu, buku yang digunakan dalam pembelajaran pada tahun ajaran 2016/2017 masih bersifat menyajikan materi belum berbasis pada aktivitas siswa yang berorientasi pendekatan saintifik Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMAN 10 diketahui bahwa pelaksanaa pembelajaran sudah menerapkan kegiatan 5M tetapi masih ada beberapa kegiatan yang belum terlaksana dengan baik salah satunya pada materi Plantae. Hal ini disebabkan oleh kendala waktu dan bahan ajar yang belum berorientasi pada pendekatan saintifik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan modul biologi dengan pendekatan saintifik materi Plantae untuk siswa kelas X SMAN 10 Malang.Modul ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahap, yaitu Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluate). Data yang diperoleh berupa validitas modul, keterbacaan, kepraktisan, dan keefektifan modul. Validitas modul diperoleh dari hasil analisis data validasi ahli pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan. Validasi dilakukan dengan menilai modul menggunakan lembar validasi. Persentase keterbacaan modul diperoleh dari uji keterbacaan modul oleh 10 siswa pada tahap develop, kepraktisan modul ditentukan berdasarkan  hasil analisis data uji keperaktisan modul oleh 30 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran pada tahap implement, dan keeektifan modul ditentukan berdasarkan ketuntasan belajar klasikal hasil belajar kognitif. Berdasarkan hasil analisis data hasil validasi ahli pembelajaran dari 11 aspek yang dinilai pada petunjuk guru terdapat 2 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan yaitu aspek RPP dan soal-soal uji kompetensi/evaluasi sehingga dilakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari validator ahli pembelajaran. Pada modul siswa dari 12 aspek yang dinilai terdapat satu aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan. Hasil analisis data validasi ahli materi menunjukkan bahwa dari 6 aspek yang dinilai terdapat 3 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan sehingga dilakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan validator ahli materi. Berdasarkan hasil analisis validasi praktisi lapangan dari 11 aspek yang dinilai pada modul petunjuk guru terdapat 3 aspek yang belum mencapai hasil penilaian yang diharapkan. Pada modul siswa dari 12 aspek yang dinilai terdapat 1 aspek yang belum sesuai dengan hasil penilaian yang diharapkan. Hal ini berarti bahwa harus dilakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh validator praktisi lapangan. Secara keseluruhan, skor yang diperoleh dari penilaian ahli pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan telah mencapai hasil penilaian yang diharapkan sehingga petunjuk guru dan modul siswa  telah dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji keterbacaan modul oleh siswa menunjukkan keterbacaan sebesar 90% dan kepraktisan modul sebesar 84,5% dalam kategori baik. Modul dikatakan efektif karena ketuntasan belajar klasikal telah mencapai  ≥85%

    Eksplorasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Bakteri Salmonella typhi Secara In Vitro

    No full text
    Penyakitdemamtifoid yang biasajugadisebut typhus, merupakanpenyakitinfeksiakutendemikpadamasyarakat di Indonesia yang disebabkanadanyainfeksibakteriSalmonella typhi.Terapidemamtifoidsecaramedismenganuttrilogipenatalaksanaandemamtifoidyaituistirahat, diet lunak, danantibiotik.Antibiotikpilihanutama yang digunakandalampengobatandemamtifoidadalahKloramfenikol.PemakaianantibiotikKloramfenikolpadaperkembangannyaternyatamemberikanefeksampingterhadapkesehatandiantaranyaangkakekambuhan yang tinggi, angkaterjadinyacarriertinggi,toksispadasumsumtulang belakang, dan terjadinya anemia aplastik.Banyaknyapenelitianmengenaiobatkimia yang membawadampaknegatifbagikesehatanmembuatkitaharusberpikirmengenaiobatalternatifdenganmenggunakanbahanalam, salah satunya adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahuikandunganmetabolitsekunderekstrakmetanoldaunbelimbingwuluh (AverrhoabilimbiL.), dan (2) menemukankonsentrasiefektifekstrakmetanoldaunbelimbingwuluh (AverrhoabilimbiL.) sebagaiantibakteriterhadappertumbuhanbakteriSalmonella typhisecarain vitro.Pembuatan ekstrak metanol daun belimbing wuluhdilakukan di LaboratoriumFisiologiTumbuhanUniversitas Islam Negeri Malang. Skriningfitokimia di laboratoriumFisiologiTumbuhanUniversitasNegeri Malang danperlakuanantibakteri di LaboratoriumMikrobiologiUniversitasNegeri Malang, denganwaktupelaksanaanpenelitianpadabulanMaret-April 2017.Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol daun belimbing wuluh yang dibuat dengan metode maserasi. Identifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol daun belimbing wuluh dilakukan secara kualitatif dengan skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan metode dilusi dengan limaperlakuanlevel konsentrasiyaitu 100.000 µg/ml, 200.000 µg/ml, 300.000 µg/ml, 400.000 µg/ml dan 500.000 µg/ml  sertaperlakuankontrolpositifmenggunakan Kloramfenikol 500 µg/ml dankontrolnegatif tanpa pemberian ekstrak metanol daun belimbing wuluh, masing-masing empat ulangan.Teknik analisis data dengan menggunakan program pengolah data uji Analisis Varian tunggal (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa (1) kandungansenyawaaktifdalamekstrakmetanoldaunbelimbingwuluh (Averrhoabilimbi L.) yaitusenyawa flavonoid, tanin, terpenoiddansaponin, dan (2) konsentrasi 500.000 µg/ml ekstrakmetanoldaunbelimbingwuluh (AverrhoabilimbiL.) efektifsebagaiantibakteriSalmonella typhisecarain vitro

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇