SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Ekspresi Gen Wnt5a pada Tunas Kaki Embrio Ayam yang Diinduksi Ciprofloxacin

    No full text
    Nisa’, Silmy Aulia Rufiatin. 2017. Ekspresi Gen Wnt5a pada Tunas Kaki Embrio Ayam yang Diinduksi Ciprofloxacin. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si Kata Kunci: Wnt5a, tunas kaki, embrio ayam, Ciprofloxacin Ciprofloxacin merupakan antibiotik florokuinolon yang umumnya digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan harus dikonsumsi dengan pengawasan dokter, namun ditemukan dijual bebas di masyarakat. Hasil studi sebelumnya menunjukkan bahwa Ciprofloxacin dapat menyebabkan efek kondrotoksik, menghambat proliferasi kondrosit, dan kegagalan pembentukan tulang. Pembentukan tulang meliputi berbagai proses, salah satunya kondrogenesis dengan gen Wnt5a sebagai regulator penting. Gen Wnt5a berperan meregulasi proliferasi kondrosit, meningkatkan jumlah kondrosit prehipertrofik dan menghambat maturasi kondrosit prehipertrofik menjadi kondrosit hipertrofik. Di dalam tubuh, Ciprofloxacin mengalami metabolisme menjadi senyawa radikal bebas yang menginduksi produksi senyawa lain yang akan mengoksidasi lipid dan DNA. Kerusakan DNA dapat mengganggu ekspresi gen yang terlibat dalam perkembangan tulang sehingga menyebabkan kecacatan tunas kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ciprofloxacin terhadap ekspresi gen Wnt5a pada tunas kaki embrio ayam. Embrio ayam diberi perlakuan Ciprofloxacin dengan dosis 10 mg/kgBB selama 5 hari berturut-turut, mulai umur 3 hari hingga 7 hari inkubasi. Untuk mengetahui ekspresi gen Wnt5a, dilakukan isolasi RNA total dari tunas kaki embrio ayam umur 8 hari inkubasi, dilanjutkan dengan sintesis cDNA gen Wnt5a dan qPCR. Hasil analisis menggunakan software REST 2009 menunjukkan bahwa ekspresi gen Wnt5a pada kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan pada kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pemberian Ciprofloxacin dapat menurunkan ekspresi gen Wnt5a pada tunas kaki embrio ayam

    PERBEDAAN STRUKTUR KOMUNITAS CLOROPHYTA DI RANU PANI DENGAN RANU REGULO DI KABUPATEN LUMAJANG JAWA TIMUR

    No full text
    ABSTRAK Indahsari,Merinda Nur. 2017. Perbedaan Struktur Komunitas  Clorophyta  Di Ranu Pani Dengan Ranu Regulo Di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Skripsi, Jursan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si (II) Drs. I Wayan Sumberartha. M.Sc. Kata Kunci : Chlorophyta, Struktur komunitas, Ranu Pani, Ranu ReguloRanu Pani merupakan salah satu danau terkenal di kawasan TNBTS.Ranu Pani letaknya sangat berdekatan dengan permukimanpenduduk, lahan pertanian, dan pos jaga TNBTS.Letak lahan pertanian yang berada di perbukitan dekat Ranu Pani menyebabkan sisa limbah pertanian akan turun ke bawah dan masuk ke Ranu, selain adanya limbah pertanian terdapat limbah rumah tangga yang juga masuk ke Ranu dan mencemarinya. Perubahan kualitas air di dalam danau dapat memberikan dampak antara lain blooming tanaman air dan berpengaruh terhadap biota air. Salah satu biota air yang terkena dampak adalah Chlorophyta (alga hijau). Chlorophyta (alga hijau) merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga, Chlorophyta sebagian besar hidup di air tawar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga memiliki danau lain yang letaknya tidak jauh dari Ranu Pani yaitu Ranu Regulo. Saat ini keadaan Ranu Regulo sangat berbeda dengan Ranu Pani. Perbedaan keadaan permukaan Ranu Pani dan Ranu Regulo yang sangat jauh ini menyebakan perlu dilihat struktur komunitas Chlorophytannya mengingat letak kedua danau ini tidak berjauhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui komposisi Chlorophyta di Ranu Regulo dan Ranu Pani,(2) untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks kemerataan,dan indeks dominansi Chlorophyta di Ranu Regulo dan Ranu Pani, (3) untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas Chlorophyta di Ranu Regulo dan Ranu Pani.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantiatif. Parameter yang digunakan untuk mengetahui struktur komunitas Chlorophyta adalah komposisi taksa, indeks keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi. Pencuplikan Chlorophyta dilakukan pada 5 titik dengan 3 tingkat kedalam yang sesuai dengan tingkat kecerahan yaitu permukaan, tengah, dan paling akhir dari tingkat kecerahan. Pengamatan Chlorophyta dilakukan di laborattorium Ekologi Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukan struktur komunitas Chlorophyta di Ranu Pani berbeda dengan Ranu Regulo dengan kesimpulan. (1) Chlorophytadi Ranu Pani ada 8 jenis Chlorophytayang ada di Ranu Pani yaitu Staurastrum natator, Staurastrum sp. 1, Staurastrum sp. 2, Oocystis sp., Scenedesmus sp.3, Scenedesmus sp. 2, Scenedesmus sp. 1dan Tetraedron minimum. Spesies Chlorophytadi Ranu Regulo ditemukan 5 jenis yang berbeda yaitu Staurastrum natator, Staurastrum sp. 1, Staurastrum sp. 2, Oocystis sp., dan  Coenococcus sp. (2) Nilai indeks keanekaragaman Chlorophytadi Ranu Pani sebesar 0.9279 dan Ranu Regulo 0.9509. Nilai indeks kemerataan Chlorophyta di Ranu Pani sebesar 0.4462 dan Ranu Regulo 0.5908, . Indeks Dominansi Chlorophyta di  Ranu Pani sebesar 0.5147 dan Ranu Regulo sebesar 0.4645. (3) Struktur  komunitas Chlorophyta Ranu Regulo lebih stabil daripada  Ranu Pani

    Studi komparasi Penggunaan Mulsa Jerami Dengan Plastik terhadap Komunitas Infauna di Lahan Bawang Merah Tajuk Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk

    No full text
    Dalam budidaya Bawang Merah saat ini umumnya petani menggunakan mulsa plastik, kekurangan dari mulsa plastik yaitu membutuhkan biaya yang mahal, penggunaannya pun tidak dapat digunakan secara berkelanjutan, dan dapat mempengaruhi struktur tanah. Alternatif sebagai upaya untuk menanggulangi ini, menggunakan mulsa jerami padi. Pemilihan mulsa jerami padi ini dikarenakan tanaman bawang merah adalah tanaman selang seling yang akan ditanam saat setelah panen padi. Panen padi ini akan menghasilkan sisa jerami yang melimpah dan tidak banyak dimanfaatkan oleh petani, sehingga dapat digunakan sebagai mulsa dalam penanaman bawang merah. Tujuan penelitian untuk membandingkan penggunaan mulsa jerami dengan plastik terhadap komunitas Infauna dan perbedaan faktor yang mempengaruhi keberadaan komunitas Infauna di Lahan Bawang Merah Kecamatan Sukomoro. Penelitian ini merupakan eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penanaman Bawang Merah menggunakan dua lahan dengan penutupan tanah satu lahan menggunakan jerami padi dan satu lahan menggunakan plastik. Faktor yang diamati adalah faktor biotik yaitu Infauna dan pertumbuhan bawang merah (jumlah umbi, panjang daun dan berat umbi), untuk faktor abiotik adalah kelembaban, pH, suhu dan N total. Pengambilan faktor abiotik dilakukan saat tiga hari setelah tanam dan saat panen. Faktor biotik berupa Infauna diambil saat tiga setelah tanam dan saat panen. Faktor biotik pertumbuhan diambil saat panen, faktor yang diamati berupa panjang daun, julah umbi dan berat umbi bawang merah, dianalisis dengan menggunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan komunitas Infauna pada penggunaan mulsa jerami dengan mulsa plastik pada tanaman budidaya bawang merah. Penggunaan mulsa jerami didapatkan Infauna yang lebih beragam dibandingkan dengan penggunaan mulsa plastik. Ada nya perbedaan faktor abiotik terhadap komunitas Infauna pada tanaman bawang merah, yaitu pada perbedaan faktor abiotik pH yang berbeda signifikan saat panen dibandingkan dengan saat tiga hari setelah tanam antara perlakuan mulsa jerami dengan plastik, faktor abiotik suhu yang berbeda signifikan saat panen dibandingkan saat tiga hari setelah tanam antara perlakuan jerami dengan plastik, ada perbedaan yang signifikan faktor abiotik kelembaban pada saat panen dibandingkan dengan saat tiga hari setelah tanam antara perlakuan mulsa jerami dengan plastik.

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem Ekskresi untuk Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    ABSTRAK Ilmi, Titis Nur. 2016. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem Ekskresi untuk Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M. Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S Kata kunci: multimedia pembelajaran, android, sistem ekskresi Untuk mengatasi kekurangan media pembelajaran sistem ekskresi dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android untuk materi sistem ekskresi. Penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android bertujuan untuk membuatmultimedia pembelajaran dan mengujicoba kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia pembelajaran guna membantu peserta didik dalam mempelajari sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode Lee and Owens (2004) yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pertama, analisis kebutuhan (need analysis) dilakukan wawancara dan observasi ke sekolah untuk mengetahui proses belajar mengajar di kelas, melihat sarana prasarana yang mendukung dilakukannya penelitian, dan mengetahui kebutuhan peserta didik untuk memahami materi sistem ekskresi dengan media pembelajaran. Tahap kedua, desain (design) yaitu merancang media yang akan diujicobakan yaitu multimedia pembelajaran berbasis android. Tahap ketiga, pengembangan (development) dilakukan pembuatan multimedia yang telah dirancang pada tahap desain kemudian  dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapanagn atau guru bidang studi biologi dan selanjutnya dilakukan revisi tahap I sebelum diujicobakan ke peserta didik. Tahap keempat, implementasi (implementation) dilakukan ujicoba produk ke lapangan yaitu ke peserta didik untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan media. Terakhir tahap kelima, evaluasi (evaluation) dilakukan peninjauan dari ujicoba lapanganuntuk perbaikan media pembelajaran untuk dilakukan revisi tahap II. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh hasil rerata sebesar 93,75%; 91,67%; dan 96,25%. Hasil validasi ini menunjukkkan bahwa multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi layak (valid) untuk digunakan. Hasil uji coba kepraktisan media menunjukkan hasil rerata sebesar 91,14% berarti multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi praktis untuk digunakan. Hasil uji keefektifan media dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar klasikal peserta didik yaitu sebesar 91,3%,berarti multimedia pembelajaran berbasis android pada materi sistem ekskresi efektif untuk digunakan. Dari hasil uji coba lapangan yang meliputi uji coba kepraktisan dan keefektifan maka dilakukan revisi akhir atau revisi tahap II

    Pengembangan Media Manipulatif Graphmetri Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa pada Materi Grafik Fungsi Trigonometri

    No full text
    ABSTRAK     Wibowo, Ahmad Heru Wahyu. 2017. Pengembangan Media Manipulatif Graphmetri Model Pembelajaran Direct Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa pada Materi Grafik Fungsi Trigonometri. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Sisworo, S.Pd, M.Si (2) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd.   Kata Kunci : Media Manipulatif Graphmetri, Model Pembelajaran Direct Instruction, Representasi Matematis, Grafik Fungsi Trigonometri.     Dalam menggambar grafik fungsi trigonometri, siswa SMA Assa’adah Bungah Gresik masih menggunakan metode tabel dan lingkaran satuan. Pada metode tabel, siswa kesulitan meletakkan titik-titik yang merepresentasikan bilangan-bilangan irrasional pada sumbu x maupun sumbu y. Sedangkan metode lingkaran, siswa mengalami kesulitan dalam menentukan panjang satu periode di sumbu x dan seringkali yang mereka buat tidak sama dengan keliling lingkaran satuan itu. Akibatnya grafik fungsi trigonometri yang digambar tidak sempurna. Sementara belum ada media manipulatif yang dapat digunakan oleh siswa untuk menggambarkan grafik fungsi trigonometri. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan media manipulatif yang dapat digunakan oleh siswa dalam menggambarkan grafik fungsi trigonometri, serta dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Media manipulatif tersebut adalah Graphmetri yang dilengkapi dengan buku petunjuk yang mengacu pada sintaks model pembelajaran Direct Intruction. Dalam buku petunjukini terdapat latihan soal yang disesuaikan dengan indikator kemampuan representasi matematis yaitu visual, ekspresi matematis, dan teks tertulis. Penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model Four-D yaitu pendefinisian, desain, pengembangan, dan pendesiminasian. Dalam penelitian ini tahap pendesiminasian tidak dilakukan karena tahap ini membutuhkan sosialisasi yang cukup panjang dan lama, sehingga hanya sampai tahap pengembangan. Perolehan skor validasi dari ahli materi dan media berturut-turut 3,77 dan 3,83 pada skala 5 yang dikategorikan valid. Nilai kepraktisan yang diperoleh dari respons siswa dalam uji coba skala kecil maupun besar berturut-turut 4,13 dan 4,43 pada skala 5 yang dikategorikan praktis. Sedangkan hasil wawancara tanggapan siswa tentang media manipulatif Graphmetri adalah mudah digunakan dan buku petunjuk media manipulatif Graphmetri dapat dipahami. Selanjutnya rata-rata hasil pretest-postest pada uji coba skala kecil berturut-turut sebesar 47,80 dan 80,44, sedangkan pada uji coba skala besar berturut-turut sebesar 53,47 dan 80,98. Karena adanya peningkatan hasil pretest-postest, hal ini menunjukkan bahwa media manipulatif masuk kategori efektif. Peningkatan kemampuan representasi matematis siswa sebesar 68,28% dalam uji coba skala kecil dan 51,44% dalam skala besar. Dengan demikian media manipulatif Graphmetri yang dikembangkan ini merupakan media pembelajaran yang efektif, valid, dan praktis serta dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. ABSTRACT   Wibowo, Ahmad HeruWahyu. 2017. The Development of Direct Instruction Teaching Model-based Graphmetri Manipulative Media to Improve Students’ Mathematical Representation Competence for Graphs of Trigonometric Function Materials. Graduate Program in Mathematics Teaching. Graduate Program of UniversitasNegeri Malang. Advisors: (1) Dr. Sisworo, S.Pd, M.Si (2) Dr. Edy Bambang Irawan, M.Pd.   Key Words: GraphmetriManipulative Media, Direct Instruction Teaching Model, Mathematics Representation, GraphsTrigonometry Functions.   The table of values and the unit circle methods are still frequently used by the students of SMA Assa’adahBungah Gresik, in drawing graphs of trigonometry functions. When using table of values students got difficulty in putting points representing irrational numbers in x and y axis. While in the unit circle method, students got difficulty in determining the length of a period in x axis and frequently they made mistakes that the length of the period does not correspond to the circumference of a unit circle. Consequently, students drew the graph of trigonometry functions imperfectly while there was still no manipulative media that students could use to help them draw a graph of the function of trigonometry. This study aims at developing a manipulative media that students can use to help them draw graphs of trigonometric functions as well as to improve students' mathematical representation competence. The manipulative teaching media is Graphmetri equipped with a user manual which refers to the procedure of direct instruction. In the user manual, there are a lot of exercises adapted to the indicators of competence of mathematical representation such as visual, mathematical expressions, and written text. This study employed research and development design with Four-D model: defining, designing, developing, and disseminating. In this study, dissemination stage was not conducted with the consideration that it takes long time to socialize the product resulted in the study. So, this study was conducted until the third stage, developing. At the product validation stage, media and material experts scored 3.77 and 3.83 respectively on a scale of 5 which indicate that the product developed in this study is valid. The practical value gained from student responses in small and large scale trials is 4.13 and 4.43 respectively on a scale of 5 in which the product is categorized as practical.While the results of interviews of students' responses about Graphmetri manipulative media found that the resulting product is easy to use and the user manual of Graphmetri manipulative media can be understood.Furthermore, the average pretest-postest results on small-scale tryout were 47.80 and 80.44 respectively, while in large-scale tryout were 53.47 and 80.98respectively.Due to an increase in pretest-posttest results, this indicates that manipulative media is categorized as effective. The increase of students' mathematical representation ability were 68.28% in small scale test and 51.44% in large scale. Thus the developed Graphmetri manipulative media is an effective, valid, and practical learning media and can improve students' mathematical representation

    IDENTIFIKASI DAN ANALISIS FILOGENETIK BAKTERI BIOLUMINESENS DARI CUMI-CUMI (Loligo duvaucelii) BERDASARKAN GEN 16S rRNA

    No full text
    Ika Diana Werdani, Sitoresmi Prabaningtyas, Dwi ListyoriniJurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri MalangEmail: [email protected] ABSTRAK  Bakteri bioluminesens merupakan jenis bakteri yang mampu memancarkan cahaya. Bakteri ini dapat hidup bebas dan bersimbiosis dengan hewan inang pada lingkungan terestrial, ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Di Indonesia, spesies bakteri bioluminesens dari kantong tinta cumi-cumi yang telah diidentifikasi adalah Photobacterium phosporeum yang memendarkan warna biru. Tujuan penelitian ini adalah menentukan spesies dan filogenetik bakteri bioluminesens hijau yang diisolasi dari kantong tinta cumi-cumi berdasarkan gen 16S rRNA. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi DNA total bakteri bioluminesens, kemudian amplifikasi gen 16S rRNA dengan menggunakan primer universal untuk bakteri  (Tanner et al., 1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri bioluminesens hijau merupakan complex species dengan Photobacterium leionagthi/ Photobacterium mandapamensis. Kata Kunci: Bakteri bioluminesens, DNA Barcoding, 16S rRNA, identifikasi, analisis filogenetik

    Analisis Proksimat Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Berkulit Biji dan Tanpa Kulit Biji.

    No full text
    ABSTRAK   Mutaslimah, Saekur. 2017. Analisis Proksimat Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Berkulit Biji dan Tanpa Kulit Biji. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si, (II) Dra. Susilowati, M.S.   Kata Kunci: tempe, kedelai hitam (Glycine soja), biji berkulit, tanpa kulit biji, analisis proksimat               Tempe adalah makanan tradisional Indonesia. Tempe biasanya terbuat dari kedelai kuning yang masih mengandalkan impor, oleh karena itu digunakan bahan lain dari tanaman lokal di Indonesia yaitu kedelai hitam.  Kedelai hitam memiliki protein dan antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan kedelai kuning. Kedelai Hitam varietas Detam 1 memiliki kandungan protein 42,07%. Kandungan antioksidan tertinggi pada kulit biji kedelai hitam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan proksimat tempe kedelai hitam berkulit biji dan tanpa kulit biji. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi, Sub Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang dan Analisis Proksimat dilakukan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Universitas Brawijaya, pada bulan Februari - Maret 2017. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi kadar air (metode oven), kadar abu (metode furnace), kadar protein (metode semi mikro kjeldahl), kadar lemak (metode soxhlet), kadar karbohidrat (metode by difference), dan kadar serat kasar (metode acid alkali digestion). Hasil menunjukkan bahwa tempe kedelai hitam tanpa kulit biji memiliki kadar air 57,62%, lebih rendah dibandingkan kedelai hitam berkulit biji 58,61%. Kadar abu tempe kedelai hitam berkulit biji dan tanpa kulit biji yaitu 1,55%. Tempe kedelai hitam tanpa kulit memiliki kadar protein 21,78%, lebih rendah dibandingkan tempe kedelai hitam berkulit biji 22,18%. Tempe kedelai hitam tanpa kulit biji memiliki kadar lemak 6,03%, lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai hitam berkulit biji 4,98%. Tempe kedelai hitam tanpa kulit biji memiliki kadar karbohidrat 13,03%, lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai hitam berkulit biji 12,69%. Tempe kedelai hitam tanpa kulit biji memiliki kadar serat 4,38%, lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai hitam berkulit biji 4,28%. Tempe kedelai hitam tanpa kulit biji memiliki kadar bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 8,65%, lebih tinggi dibandingkan tempe kedelai hitam berkulit biji 8,41%

    Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Proses Pengolahan Kupang Merah (Musculista senhausia)

    No full text
    Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa kupang merah sebagai bahan baku makanan tradisional mengandung logam berat. Hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran bagi konsumen dan masyarakat pelaku usaha yang bergerak dibidang pengolahan kupang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada daging daging dan air (kuah) kupang merah. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan  sampel daging kupang segar, daging kupang rebus, daging kupang bumbu, dan air (kuah)  kupang merah diuji dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb sebesar 0.5666 mg/L pada daging kupang segar, 0.5632 mg/L pada daging kupang rebus, 0.5188 mg/L pada daging kupang bumbu, 0.5162 mg/L pada air sisa rebusan kupang dan 0.4342 pada air (kuah) kupang merah masih berada dibawah ambang batas BPOM RI sebesar 1.5 ppm. Proses pengolahan makanan kupang merah dapat menurunkan kandungan logam berat Pb pada daging dan air kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan. a Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.  Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu)

    Identifikasi Ikan Wader Berdasarkan Karakter Morfologi dan DNA Barcode Gen Cytochrome C Oxidase Sub- unit I (COI)

    No full text
    Ikan wader dari genus Puntius merupakan ikan air tawar asli Asia Tenggara termasuk Indonesia yang keberadaannya semakin menurun. Ikan ini memiliki nama ilmiah yang beraneka ragam seperti Barbodes, Barbus, dan Systomus. Data IUCN Red List menyebutkan bahwa genus Puntius binotatus termasuk ke dalam kategori Least Concern (LC). Sampai saat ini, status takson dari ikan tersebut di daerah anak Sungai Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies ikan wader yang ditemukan di daerah tersebut berdasarkan karakter morfologi dan sekuen gen COI yang diperoleh, dan mengetahui filogenetiknya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Karakter yang diamati yaitu karakter morfologi yang meliputi karakter morfometrik dan ciri meristik, serta sekuen gen COI yang diamplifikasi dengan primer universal Fish1. Berdasarkan karakter morfologi, sekuen gen COI, dan filogenetik, menunjukkan bahwa ikan wader yang diteliti adalah Puntius binotatus. if dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu berupa data hasil validasi buku petunjuk praktikum, data respons siswa, dan data hasil belajar siswa. Data kualitatif yaitu berupa saran, komentar, dan tanggapan validator terhadap buku petunjuk praktikum yang telah dikembangkan. Kegiatan analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan buku petunjuk praktikum.  Hasil penelitian eksperimen menunjukkan bahwa sari buah pepaya busuk dengan konsentrasi 75% memiliki lama waktu pengomposan yang paling singkat/cepat yaitu 16 hari dan berbeda nyata dengan konsentrasi sari buah pepaya busuk lainnya. Hasil validasi buku petunjuk praktikum oleh ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan secara berurutan sebesar 95,89%, 86,72%, dan 96,67%. Persentase dari semua validator menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat valid. Hasil respons siswa terhadap buku petunjuk praktikum sebesar 87,91%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil penghitungan diperoleh nilai gain score (g) sebesar 0,53. Nilai (g) = 0,53 berada di interval 0,3 < (g) < 0,7 dengan kriteria sedang, artinya buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah termasuk efektif. Oleh karena itu, buku petunjuk praktikum pengomposan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Uji Protein dan Organoleptik Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Varietas Detam I dengan Penambahan Variasi Rempah sebagai Upaya Peningkatan Gizi

    No full text
    ABSTRAK Janah, Ma’rifatul Annisa. 2017. Uji Protein dan Organoleptik Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja) Varietas Detam I dengan Penambahan Variasi Rempah sebagai Upaya Peningkatan Gizi. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati M.s, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes Kata Kunci: Tempe kedelai hitam, rempah-rempah, protein, organoleptik   Tempe merupakan makanan tradisional khas dari Indonesia. Pembuatan tempe tidak hanya menggunakan kedelai kuning. Alternatif bahan baku yang bisa digunakan antara lain kedelai hitam (Glycine soja) sebagai bahan baku pembuatan tempe karena mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan bagi tubuh. Rempah-rempah merupakan bahan tambahan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia dan banyak digunakan sebagai bumbu dalam makanan tradisional. Beberapa macam rempah-rempah yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini yaitu bawang putih, kemiri dan ketumbar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi rempah terhadap kadar protein dan organoleptik tempe kedelai hitam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variasi yang digunakan yaitu penambahan variasi rempah berupa bawang putih 20 gram, ketumbar 20 gram dan kemiri 20 gram, dengan sembilan kali ulangan. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan two way ANOVA. Hasil dari penelitian menunjukkan kadar protein tempe kedelai hitam dengan penambahan variasi rempah. Kadar protein tertinggi yaitu pada perlakuan bawang putih yaitu 22,05%. Hasil uji organoleptik yang meliputi warna, tekstur, aroma, dan rasa pada tempe kedelai hitam dengan penambahan variasi rempah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada rasa (p = 0,003 (p < 0,05)), sedangkan pada warna, tekstur, dan aroma tidak berpengaruh atau tidak signifikan. Sifat organoleptik warna, tekstur dan aroma tertinggi yaitu terdapat pada perlakuan bawang putih, sedangkan untuk rasa terbaik pada perlakuan ketumbar.

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇