SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium tenerum Forst. terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Enterobacter gergoviae secara In Vitro.

    No full text
    ABSTRAK Nafisatuzzamrudah. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental    Asplenium tenerum Forst. terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan     Enterobacter gergoviae secara In Vitro. Skripsi. Jurusan Biologi, FMIPA,             Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S,         (II)       Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si Kata Kunci: aktivitas antibakteri, ekstrak metanol ental A.tenerum, Staphylococcus aureus, Enterobacter gergoviaeA. tenerum merupakan tumbuhan paku yang banyak ditemukan di Taman Hutan Raya Raden Soerjo Cangar, Kabupaten Malang. A. tenerum mengandung  flavonoid, polifenol, terpenoid, dan tanin yang berperan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk alternatif terapi infeksi yang disebabkan oleh S. aureus dan E. gergoviae. Kedua bakteri tersebut  penyebab infeksi nosokomial. Persentase kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit dunia mencapai 1,4 juta pasien. Tingginya prevalensi infeksi nosokomial  karena bakteri mudah mengalami mutasi. Penggunaan antibiotik dari bahan kimia dapat menimbulkan efek samping jangka panjang serta menimbulkan sifat resisten pada bakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri S. aureus dan E. gergoviae secara in vitro, mengetahui perbedaan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri S. aureus dan E. gergoviae secara in vitro, dan mengetahui hubungan antara konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri S. aureus dan E. gergoviae.  Jenis penelitian kuantitatif eksperimental secara in vitro dengan metode dilusi tabung. Konsentrasi ekstrak metanol yang digunakan yaitu 100.000, 200.000, 300.000, 400.000 dan 500.000 µg/ml. Hasil uji ANAVA tunggal diketahui (p rtabel 1% yang berarti ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi ekstrak dan jumlah sel bakteri S. aureus dan E. gergoviae. Simpulan penelitian yaitu ekstrak metanol A. tenerum mampu membunuh  bakteri S. aureus dan E. gergoviae pada konsentrasi 500.000 µg/ml. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum, semakin tinggi pula kemampuan membunuh bakteri S. aureus dan E. gergoviae. ABSTRACTNafisatuzzamrudah. 2017. Antibacterial Activity Test of Methanol Extracts of The Frond of Asplenium tenerum Forst. Against Staphylococcus aureus and                Enterobacter gergoviae  In Vitro. Thesis. Departement of Biology, Faculty of Mathematic and Science, State University of Malang, Advisor: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si Keyword: antibacterial activity, methanol extracts of the frond of A. tenerum, Staphylococcus aureus, Enterobacter gergoviae A. tenerum is a fern plant commonly found in Raden Soerjo Cangar Forest Park, Malang Regency. A. tenerum contains tannins that act as antibacterials. Antibacterials are used for alternative therapeutic infections caused by S. aureus and E. gergoviae. Both of these bacteria cause nosocomial infections. The incidence of nosocomial infections in the world's hospitals reached 1.4 million patients. The high prevalence of nosocomial infection because bacteria are susceptible to mutations. The use of antibiotics from chemicals can cause long-term side effects and cause bacterial resistance. The purpose of this research is to know the effect of methanol ental A. tenerum extract on bacterial cell count of S. aureus and E. gergoviae in vitro, to know the effect of variation of concentration of methanol ental extract of A. tenerum on bacterial cell count of S. aureus and E. gergoviae in vitro, and to know the correlation between methanol extract concentration of A. tenerum to bacterial cell count of  S. aureus and E. gergoviae.  Types of experimental quantitative research in vitro, using the tube dilution method. The concentration of methanol extract used was 100.00, 200,000, 300,000, 400,000 and 500,000 μg/ml. Single ANAVA test result known (p rtabel 1%  which means there is a significant correlation between extract concentration and number of S. aureus and E. gergoviae bacteria cells. The conclusion of the research is extract of methanol A. tenerum able to kill bacteria S. aureus and E. gergoviae at concentration 500.000 μg / ml. The higher concentration of methanol ental extract A. tenerum, the higher the killing power of S. aureus and E. gergoviae bacteria.

    Penerapan Model Pembelajaran Classwide Peer Tutoring untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MAN 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Septi Kusuma, Rika. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Classwide Peer Tutoring  untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof Dra. Herawati Susilo M.Sc., Ph.D, (II) Dr. H. Abdul Gofur, M. Si.   Kata kunci: Classwide Peer Tutoring, aktivitas belajar, hasil belajar.   Pembelajaran Biologi di kelas XI IPA I MAN 3 Malang masih didominasi oleh metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, dan diskusi kelompok. Hal ini berdampak terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa yang cenderung masih rendah karena kegiatan pembelajaran belum berpusat pada siswa. Inovasi strategi pembelajaran diperlukan agar aktivitas dan hasil belajar Biologi siswa dapat meningkat. Penerapan model pembelajaran CWPT dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Biologi siswa di kelas XI IPA I MAN 3 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan di MAN 3 Malang dengan subyek penelitian kelas XI IPA 1 MAN 3 Malang tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah 34 orang yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar observasi keterlaksanaan belajar oleh siswa, catatan lapangan, lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar kognitif, tes hasil belajar afektif dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CWPT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI MAN 3 Malang. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari 91,05% pada siklus I, menjadi 93, 62% pada siklus II. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan dari data awal 67,5, siklus I 83,5, dan siklus II 86,9. Rata-rata hasil belajar afektif siswa mengalami peningkatan 79,94 pada siklus I menjadi 89,6 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar: (1) guru menerapkan model pembelajaran CWPT di kelas sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, (2) peneliti-peneliti yang lain mencoba menerapkan model pembelajaran CWPT pada pokok bahasan mata pelajaran Biologi yang lai

    Pengembangan Booklet Vertikultur Tanaman Hortikultura Untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Desa Kembiritan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK KRPL merupakan program pemerintah yang mendorong masyarakat mengusahakan pekarangan untuk menyediakan bahan pangan berkualitas, beragam bagi keluarga, salah satunya dengan vertikultur. Vertikultur disosialisasikan untuk meningkatkan minat menanam bahan pangan. Responden yang belum mengetahui mengenai vertikultur sebesar 70%. Sumber informasi belum tersedia sehingga dikembangkan booklet.Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan booklet vertikultur hortikultura yang valid dan praktis untuk mendukung program KRPL.Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Instrumen berupa angket validasi dan angket kepraktisan. Data berupa data kuntitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik persentase. Rerata persentase uji validasi oleh ahli materi 96,0% kategori valid, ahli media 97,0% kategori valid, praktisi lapangan 97,0% kategori valid. Rerata persentase uji kepraktisan 92,5% kategori praktis. Produk booklet terkategori valid dan praktis. Booklet perlu diseminasi secara luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak

    PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN MICROBIAL-COMPOSTING DENGAN MENGGUNAKAN STARTER DARI BONGGOL PISANG UNTUK MENGOLAH SAMPAH BASAH DALAM MENDUKUNG PROGRAM KRPL DI DESA KEDUNGSIGIT KARANGAN TRENGGALEK

    No full text
    ABSTRAK Putri, Devy Widyatama. 2017. Pengembangan Buku Panduan Microbial-composting dengan Menggunakan Starter dari Bonggol Pisang untuk Mengolah Sampah Basah dalam Mendukung Program KRPL di Desa Kedungsigit, Karangan, Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. (2) Agung Witjoro S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: buku panduan microbial-composting, starter bonggol pisang, sampah basah, program KRPLKawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program pemerintah yang memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan berkelajutan untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Salah satu program KRPL adalah pengelolaan sampah basah menjadi kompos. Program KRPL ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, namun media informasi sebagai sumber belajar masyarakat masih belum ada. Berdasarkan adanya masalah tersebut perlu dilakukan pengembangan buku panduan microbial-composting dengan menggunakan starter dari bonggol pisang untuk mengolah sampah basah menjadi kompos dalam mendukung program KRPL. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan dan menguji produk buku panduan microbial-composting. Uji produk buku panduan microbial-composting terdiri atas uji kevalidan dan uji kepraktisan. Produk penelitian pengembangan ini diujicobakan kepada 20 masyarakat Desa Kedungsigit, Karangan, Trenggalek.Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan, yaitu Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Jenis data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor hasil uji validasi dan skor hasil uji kepraktisan. Data kualitatif berupa saran, komentar, dan tanggapan dari validator serta responden. Analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan dan kepraktisan buku panduan microbial-composting. Produk pengembangan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi lapangan. Hasil analisis validasi buku panduan microbial-composting dari ahli materi diperoleh persentase sebesar 95,49%, ahli media diperoleh persentase sebesar 94,83%, dan ahli praktisi lapangan diperoleh persentase sebesar 89,72% dengan kategori valid. Hasil analisis kepraktisan buku panduan microbial-composting setelah diimplementasikan diperoleh rerata persentase kepraktisan sebesar 85,8% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil uji produk buku panduan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa buku panduan memiliki kategori valid dan praktis, sehingga buku panduan ini disarankan bahwa perlu didiseminasikan lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

    Pengembangan Media Audiovisual Bermuatan Pendidikan Karakter Melalui Preparasi Simplisia Daun Bawang Prei (Allium fistulosum L.) Bagi Masyarakat Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi masyarakat, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Pendidikan karakter merupakan salah satu tuntutan pendidikan yang harus dibelajarkan kepada masyarakat. Fakta di lapangan yaitu kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat mengenai nilai-nilai karakter yang harus diterapkan dalam bermasyarakat serta tanaman yang berpotensi sebagai obat yang ada disekitar lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media audiovisual bermuatan pendidikan karakter melalui preparasi simplisia bawang prei untuk masyarakat Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.Metode pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media audiovisual bermuatan pendidikan karakter adalah model pengembangan Borg and Gall (2003) yang dibatasi sampai 7 tahapan yaitu: (1) pengumpulan informasi melalui literatur dan observasi lapangan untuk menemukan masalah; (2) planning (perencanaan); (3) develop preliminary form of product (mengembangkan bentuk awal produk); (4) preliminary field testing (uji coba lapangan awal oleh 12 masyarakat Desa Ngadas); (5) main product revision (revisi produk awal); (6) main product testing (uji coba lapangan oleh 35 masyarakat Desa Ngadas); (7) operational product reision (revisi produk uji lapangan). Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan presentase validitas oleh ahli materi sebesar 95% dengan kategori sangat valid, hasil sedangkan oleh ahli media sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Hasil uji coba lapangan awal oleh 12 masyarakat Desa Ngadas diperoleh presentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Hasil angket respon pendidikan karakter kepada 35 masyarakat Desa Ngadas diperoleh presentase sebesar 85% dengan kriteria sangat baik dan layak digunakan masyrakat sebagai media sosialisasi pendidikan karakter. Saran pemanfaatan produk meliputi a) adanya monitoring dari peneliti untuk mengamati perubahan tingkah laku dan karakter masyarakat, b) diberikan pelatihan sebelum menggunakan video. Saran diseminasi produk yaitu keterlibatan perangkat desa/ibu PKK dalam penyebarluasan video. Saran pengembangan produk yaitu perlunya adanya penambahan materi mengenai karakter-karakter yang lainnya sehingga masyarakat dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

    PERKEMBANGAN INDUSTRI PERIKANAN DAN PENGARUHNYA DI BIDANG SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA TLOGOSADANG KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN 2003-2014:STUDI KASUS PT. HATNI

    No full text
    ABSTRAK Khosyik Rofiqi, Anton. 2017. Perkembangan Industri Perikanan dan Pengaruhnya di Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Tlogosadang Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan 2003-2014:Studi Kasus PT. HATNI. Skripsi, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd Kata Kunci: industri, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.Perubahan akibat pembangunan yang berlangsung dengan pesat selain mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat juga memberi pengaruh terhadap lingkungan sosial dan ekonomi setempat. Untuk itu setiap pembangunan industri harus memperhitungkan pengaruh yang mungkin ditimbulkan. Pengaruh ini meliputi pengaruh yang bersifat positif dan negatif.Rumusan masalah dalam penelitian yaitu: (1) Bagaimana perkembangan Industri perikanan HATNI di Desa Tlogosadang tahun 2003-2014 (2) Apa pengaruh perkembangan industri perikanan HATNI terhadap kehidupan sosial masyarakat Desa Tlogosadang (3) Apa pengaruh perkembangan industri perikanan HATNI terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Desa Tlogosadang.Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan perkembangan industri perikanan HATNI di Desa Tlogosadang pada tahun 2003-2014 (2) Menganalisis pengaruh perkembangan industri perikanan HATNI terhadap kehidupan sosial masyarakat Desa Tlogosadang (3) Menganalisis pengaruh perkembangan industri perikanan HATNI terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Desa Tlogosadang.Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode sejarah. Metode penulisan sejarah memiliki tahapan sebagai berikut: (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber (sumber primer dan sumber sekunder), (3) verifikasi (kritik ekstern dan kritik intern), (4) interpretasi, dan (5) historiografi atau penulisan. Untuk melengkapi data-data tertulis, peneliti menggunakan studi pustaka dan memanfaatkan metode sejarah lisan melalui wawancara kepada informan terkait. Cara kedua dalam pengumpulan sumber, peneliti melakukan dokumentasi.Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Perubahan zaman semakin moderen menuntut PT HATNI selalu mengedepankan mutu kerja dan kenyamanan para pekerjanya. Disamping itu PT HATNI selalu berbenah dan melalukan penambahan gedung untuk produksi, dikarenakan kebutuhan pasar selalu meningkat. Terbukti bahwa PT HATNI berani bersaing pada sekitar tahun 2005 tenaga kerja berjumlah kisaran 100-150 orang tetapi sekarang mempunyai tenaga kerja dengan jumlah keseluruhan sekitar 317 orang, dimana sebagian besar terdiri dari tenaga kerja wanita yaitu 252 orang dan tenaga kerja pria 65 orang. (2) Pembangunan dan perkembangan PT HATNI mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan di berbagai aspek sosial masyarakat. Perubahan tersebut meliputi perubahan mata pencaharian, perubahan jumlah kesempatan, perubahan tingkat pendapatan, dan perubahan jumlah sarana dan prasarana. (3) Kehadiran PT HATNI membawa pengaruh terhadap mata pencaharian penduduk. Dengan dibangun dan berkembangnya PT HATNI  masyarakat mempunyai peluang usaha yang lebih luas. Sektor pekerjaan lain yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah usaha berdagang dan kos-kosan. Akibat adanya pembangunan industri yang memberikan keuntungan meningkat baik langsung maupun tidak langsung dari kondisi sebelumnya. Disarankan, Pertama kepada pemerintah daerah agar lebih intensif menanggulangi masalah masyarakat yang disebabkan oleh industri. Kedua kepada direktur PT HATNI bahwa peraturan dan kebijakan dalam pabrik hendaknya tidak merugikan karyawan dan mematuhi kebijakan pemerintah dengan sebaik-baiknya, serta perusahaan bisa lebih peka terhadap lingkungan yang semakin buruk akibat polusi salah satu penyebabnya dari pembungan pabrik. Ketiga masyarakat harus membantu dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya dan membantu mengurangi dampak yang disebabkan oleh industri

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Model Discovery Learning dipadu Think Pair Share dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Berpikir Kritis serta Hasil Belajar Kognitif Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Makhmudah, Sovi. 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Model Discovery Learning dipadu Think Pair Share dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Berpikir Kritis serta Hasil Belajar Kognitif Siswa. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S., (2) Dr. Sueb, M.Kes.   Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, Model Discovery Learning dipadu Think Pair Share, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) menggunakan model ADDIE. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan produk LKS berbasis model Discovery Learning dipadu Think Pair Share yang valid dengan pengujian validitas; 2) menguji kepraktisan LKS berbasis model Discovery Learning dipadu Think Pair Share melalui angket keterbacaan siswa; 3) menguji keefektifan pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis model Discovery Learning dipadu Think Pair Share dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE yang terdiri dari lima langkah yaitu menganalisis (analyze), merancang (design), mengembangkan (develop), menerapkan (implement) dan mengevaluasi (evaluate). Produk yang dikembangkan berupa LKS pada materi Plantae untuk kelas X SMA dengan memuat model Discovery Learning dipadu Think Pair Share. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA-7 (kelas eksperimen) dan X MIA-5 (kelas kontrol) yang terdiri dari 38 siswa setiap kelasnya. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi ahli, angket keterbacaan oleh siswa, pretest dan postest untuk mengukur tingkat keefektifan produk. Hasil uji kevalidan LKS oleh ketiga validator diperoleh rerata skor 3,67 dengan persentase 91,67 dan keterangan valid. Hasil kepraktisan produk diperoleh skor sebesar 2414 dari total skor maksimal yaitu 2736 termasuk kategori B (baik). Hasil uji keefektifan LKS melalui quasi experiment dan di uji dengan anakova. Hasil penelitian menunjukkan p ˂ 0,05 (α = 0,05) yang berarti: 1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis menggunakan LKS berbasis model Discovery Learning dipadu TPS dengan pembelajaran yang menggunakan LKS Konvensional; 2) kovariat (pretest) kemampuan berpikir kritis berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; 3) ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa menggunakan LKS berbasis model Discovery Learning dipadu TPS dan LKS konvensional); dan 4) kovariat (pretest) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Saran dari hasil penelitian ini yaitu mensosialisasikan produk yang dikembangkan melalui seminar hasil bersama tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) biologi, penulisan artikel jurnal dan mengembangkan produk bentuk DVD. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sintaks perpaduan model Discovery Learning dan Think Pair Share ada 6 tahapan yaitu kegiatan stimulasi, identifikasi masalah dan berpikir, mengumpulkan data dan berpasangan, mengolah data dan berbagi, membuktikan data dan simpulan

    Identifikasi Miskonsepsi Materi Genetika Kelas XII SMA Negeri di Kota Malang Menggunakan Certainty of Response Index (CRI)

    No full text
    ABSTRAK   Prastyo, DidikDwi. 2017. Identifikasi Miskonsepsi Materi Genetika pada Siswa Kelas XII SMAN Di Kota Malang Menggunakan Certainty of Response Index (CRI), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. H. Mohamad Amin, S.Pd.,M.Si, (II) SitiImroatul Maslikah, S.Si., M.Si.   Kata Kunci: Miskonsepsi, Materi Genetika, Kota Malang.Certainty of Response Index (CRI)   Pendidikan merupakan salah satu cara untuk memajukan suatu bangsa, namun pendidikan di Indonesia masih banyak terdapat masalah, salah satunya adalah masalah pemahaman konsep yang rendah, terlebih lagi pada mata pelajaran IPA yang  termasuk mata pelajaran Biologi. Pada biologi banyak memiliki konsep-konsep serta banyak menggunakan istilah asing, sehingga dapat mengakibatkan miskonsepsi pada siswa. Miskonsepsi bukanlah hal sederhana yang  mudah diabaikan dalam proses pembelajaran. Miskonsepsi dapat menghambat proses pembelajaran selanjutnya, karena konsep-konsep antar materi pada Biologi saling terintegrasi. Berdasarkan hasil observasi pada guru SMA Negeri di Kota Malang materi genetika merupakan materi yang sulit dipelajari di SMA, karena memuat banyak sekali konsep yang harus dipahami secara keseluruhan, serta banyak mengandung istilah-istilah asing yang akhirnya mengakibatkan terjadinya miskonsepsi pada siswa. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan tingkat pemahaman siswa XII SMAN di Kota Malang yang tahu konsep, tidak tahu konsep dan mengalami miskonsepsi pada materi Genetika, serta menjelaskan pada Kompetensi Dasar berapakah siswa yang paling banyak mengalami miskonsepsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan  instrument berupa soal pilihan ganda disertai dengan metode Certainty of Response Index (CRI). Hasil analisis menujukkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa kelas XII SMA Negeri di Kota Malang 42,16% paham konsep, 32,37% mengalami miskonsepsi, serta 30,5% siswa tidak paham konsep materi Genetika, sedangkan Kompetensi Dasar yang paling banyak mengakibatkan siswa mengalami miskonsepsi ialah KD. 3.4 dengan persentase sebesar 40,96%. Berdasarkan analisis data tersebut menunjukkan bahwa CRI efektif digunakan untuk mengetahui miskonsepsi

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Berbasis Tambak Air Tawar untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa

    No full text
    Pembelajaran IPA materi ekosistem di MTs N 2 Lamongan belum dikembangkan dengan perencanaan pembelajaran menggunakan sumber belajar potensi lokal yang ada yakni tambak air tawar. Perangkat pembelajaran yang disusun belum diarahkan berdasarkan karakteristik materi ajar dan siswa, sehingga belum mampu mengembangkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan siswa. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan karakteristik yang ada. Penelitian oleh Ibrohim (2015) menyimpulkan bahwa melalui pembelajaran yang memanfaatkan sumber belajar atau bahan ajar yang diambil dari konteks lingkungan sekitar atau potensi lokal yang erat dengan kehidupan siswa akan menjadikan pembelajaran siswa menjadi lebih bermakna. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis tambak air tawar yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan yakni model 4D oleh Thiagarajan (1974) namun penelitian ini dibatasi sampai pada tahap Disseminate sub tahap summative evaluation. Validasi dilakukan oleh validator ahli desain perangkat pembelajaran, ahli materi dan praktisi lapangan. Sedangkan uji pengembangan meliputi uji kelompok kecil  dan uji kelompok utama untuk mengetahui keefektivan perangkat pembelajaran. Hasil uji kevalidan terhadap silabus, RPP, LKS, hand-out dan instrumen  penilaian berturut-turut sebesar 98,83%; 96,53%; 97,08%; 93,22% dan 86,6% sehingga keseluruhan perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid. Kepraktisan perangkat menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran sangat praktis untuk digunakan, berdasarkan angket keterbacaan LKS dan hand-out serta keterlaksanaan pembelajaran didapat rerata skor berturut-turut sebesar 89,11%;  85,78% dan 92,25%. Uji keefektifan perangkat pembelajaran menggunakan Quade’s rank analysis of covariance karena data yang diperoleh tidak normal dan tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p< α (α= 0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan pemahaman konsep,  keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri berbasis tambak dengan siswa yang menggunakan pembelajaran model kooperatif. Saran pengembangan lebih lanjut yakni perlu mengembangkan lagi perangkat pembelajaran dengan potensi lokal daerah yang lain

    Studi Pendahuluan Pertumbuhan Zooplankton pada Budidaya Lele Afrika (Clarias gariepinus) Strain Masamo Sistem Bioflok Padat Tebar

    No full text
    Lele Afrika strain Masamo merupakan salah satu sumber protein yang budidayanya tergantung ketersediaan pakan. Sistem bioflok padat tebar merupakan alternatif pemenuhan pakan alami yang dapat diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan zooplankton pada budidaya sistem bioflok padat tebar. Penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan sampel yang diambil setiap tujuh hari sebanyak enam kali pada budidaya sistem bioflok padat tebar dengan kapasitas 1000 ekor/m3 dengan starter zooplankton yang diambil dari kolam jurusan Biologi. Hasil menunjukkan ada delapan jenis zooplankton yaitu Arcella crenulata, Arcella vulgaris, Arcella hemisphaerica, Arcella mitrata, Lepadella sp., Philodina sp., Adineta sp., dan Anuraeopsis fissa dengan fluktuasi puncak kerapatan individu pada hari ke – 14 sampai hari ke – 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan zooplankton dipengaruhi oleh fitoplankton, sedangkan faktor abiotik tidak berpengaruh langsung terhadap zooplankton. kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.  a Batu. Penentuan plot secara  purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat.  Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu)

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇