SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Karbohidrat untuk Kelas XII

    No full text
    ABSTRAK Husna, Asmaul. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Karbohidrat untuk Kelas XII, Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Betty Lukiati, M.S. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Glikalkula, Katabolisme Karbohidrat Metabolisme merupakan semua proses yang terjadi dalam sistem kehidupan untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Materi metabolisme merupakan materi yang diajarkan pada siswa kelas XII semester satu. Metabolisme sel masuk dalam Kompetensi Dasar 3.2 pada kurikulum 2013. Materi metabolisme sel meliputi enzim, katabolisme karbohidrat dan anabolisme. Berdasarkan hasil pengisian angket observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2014 oleh 32 siswa kelas XII di SMAN 1 Kepanjen menunjukkan bahwa 53,13% (17 siswa) mengalami kesulitan dalam memahami konsep metabolisme khususnya pada materi katabolisme karbohidrat. Keterbatasan media yang menunjang proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab. Sehingga perlu dikembangkan media pembelajaran yangsesuai dan dapat mendukung proses pembelajaran.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran glikalkula untuk materi katabolisme karbohidrat dan mengetahui kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ASSURE yang terdiri dari 6 tahap yaitu (1) Analize Learner (Menganalisa Siswa), (2) State Objectives (Menyatakan Tujuan), (3) Select Method, Media and Materials (Memilih Metode, Media dan Materi), (4) Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Media dan Materi), (5) Require Learner Participation (Meminta Partisipasi Siswa), dan (6) Evaluate and Revise (Evaluasi dan Revisi). Jenis data dalam penelitian & pengembangan adalah data kuantitatif yang didapatkan dari hasil skor instrumen penilaian dan data kualitatif dari kritik dan saran pada instrumen penilaian yang sama. Instrumen penilaian tersebut diberikan kepada dosen ahli materi dan ahli media untuk mengetahui validitas media pembelajaran serta kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan sedikit revisi atau perbaikan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penilaian oleh ahli materi medapatkan nilai sebesar 72,5% ternasuk dalam kategori valid, ahli media memberikan nilai sebesar 75% juga nasuk dalam kategori valid, praktisi lapangan memberikan nila 77,5% masuk dalam kategori sangat valid dan siswa memberikan nilai 80% juga masuk dalam kategori sangat valid. Akan tetapi keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran belum dapat disimpulkan, dikarenakan peneliti tidak mengambil data nilai sebelum penggunaan media maupun setelah penggunaan media

    Profil Protein Jaringan Otot Ayam Broiler (Gallus gallus domesticus) pada Waktu Inkubasi yang Berbeda

    No full text
    Pola konsumsi masyarakat yang sadar akan pentingnya gizi dan kesehatan, menyebabkan konsumsi ayam ras pedaging cenderung meningkat. Ayam ras pedaging yang banyak dikonsumsi adalah jenis Ayam Broiler. Salah satu kandungan tertinggi pada daging ayam broiler selain lemak adalah protein. Daging ayam mudah mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan pada suhu ruang.   Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Teknik analisis data dilakukan dengan uji Anava, dilanjutkan uji Post-Hoc Duncan. Profil protein isolat protein jaringan otot Ayam Broiler ditentukan dengan mencari berat molekul dari perhitungan Rf (Retardation factor) masing-masing pita. Nilai Rf  dianalisis dengan persamaan regresi linier untuk mendapat kurva berat molekul protein marker. Persamaan regresi yang didapat digunakan untuk menentukan berat molekul pita protein yang muncul. Berdasarkan hasil uji Anava, waktu inkubasi berpengaruh terhadap konsentrasi protein jaringan otot ayam broiler. Hasil uji Post-Hoc Duncan menunjukkan jaringan otot Ayam Broiler yang disimpan selama 0 jam memiliki konsentrasi protein berbeda nyata dengan jaringan otot Ayam Broiler yang disimpan selama 1 jam, 3 jam, 5 jam, 7 jam, 9 jam dan 11 jam. Perlakuan inkubasi 1 jam dan 3 jam memiliki konsentrasi protein tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata dengan  inkubasi 5 jam, 7 jam, 9 jam dan 11 jam. Perlakuan inkubasi 5 jam tidak berbeda nyata dengan inkubasi 7 jam, tetapi berbeda nyata dengan inkubasi 9 jam dan 11 jam. Perlakuan inkubasi 7 jam tidak berbeda nyata dengan inkubasi 9 jam dan 11 jam. Visualisasi protein memperlihatkan adanya perbedaan ketebalan pita protein setelah jaringan otot ayam disimpan selama 1 jam hingga 11 jam, adanya pita protein dengan BM 53 kDa yang hilang setelah jaringan otot ayam disimpan selama 11 jam serta adanya pita protein dengan BM 60 kDa yang muncul setelah jaringan otot disimpan selama 7 jam

    Aktivitas Antifungal Ekstrak Metanol Daun Kecubung (Datura metel L.) terhadap Fusarium solani Penyebab Penyakit Layu Fusarium pada Kentang

    No full text
    ABSTRAK Sholikah, Nur Hidayatus. 2017. Aktivitas Antifungal Ekstrak Metanol Daun Kecubung (Datura metel L.) terhadap Fusarium solani Penyebab Penyakit Layu Fusarium pada Kentang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata Kunci: aktivitas antifungal, kecubung, daya hambat, Fusarium solaniKecubung (Datura metel L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki berbagai manfaat salah satunya adalah sebagai antifungal. Ekstrak daun kecubung fraksi organik diketahui dapat menghambat pertumbuhan fungi patogen pada tanaman. Fusarium solani merupakan salah satu fungi patogen penyebab munculnya penyakit layu fusarium yang biasanya menyerang tanaman kentang. Petani mengatasi permasalahan penyakit layu fusarium menggunakan fungisida sintetis. Dampak buruk akibat penggunaan fungisida sintetis yaitu dapat meracuni mahluk hidup serta dapat mencemari lingkungan maka perlu suatu alternatif yaitu fungisida alami yang ramah lingkungan. Fungisida alami dapat diperoleh dari tanaman yang mengandung metabolit sekunder salah satunya adalah tanaman kecubung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meneliti senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol daun kecubung, dan (2) meneliti aktivitas antifungal ekstrak metanol daun kecubung terhadap daya hambat pertumbuhan Fusarium solani.Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Konsentrasi ekstrak daun kecubung (Datura metel L.)  terdiri dari 1000 µg/mL, 2000 µg/mL, 3000 µg/mL, 4000 µg/mL, 5000 µg/mL, 6000 µg/mL, 7000 µg/mL, 8000 µg/mL, 9000 µg/mL dan 10.000 µg/mL. Kontrol positif dalam penelitian ini yaitu fungisida sintetis dengan bahan aktif benomil dan kontrol negatif yaitu tanpa penambahan ekstrak daun kecubung maupun fungisida pada medium. Ulangan yang dilakukan adalah sebanyak tiga kali. Prosedur kerja meliputi pembuatan ekstrak, pembuatan konsentrasi ekstrak, pembuatan medium PDA, uji antifungal dan identifikasi senyawa aktif ekstrak. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan maserasi berulang. Sebanyak 100 gram serbuk daun kecubung dimaserasi dengan 500 ml metanol 96% selama tiga hari. Hasil maserasi disaring dan residu direndam kembali dengan 250 ml metanol 96% selama 1 hari dan diulang hingga totalnya menjadi 3 kali rendaman. Hasil maserasi pertama hingga ketiga dijadikan satu dan dihomogenkan. Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh bentuk pasta. Pembuatan konsentrasi dilakukan dengan cara membuat larutan stok lalu diencerkan dengan akuades steril sesuai konsentrasi yang digunakan. Larutan stok dengan konsentrasi 10.000 µg/mL dibuat dengan cara menimbang ekstrak sebanyak 0,2 gram dan dilarutkan dengan akuades steril hingga volume mencapai 20 ml. Pembuatan medium dilakukan dengan melarutkan serbuk PDA ke dalam akuades dengan ketentuan 39 g/L. Larutan medium dipanaskan hingga mendidih lalu disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121 oC pada tekanan 15 psi selama 15 menit. Medium dipipet sebanyak 9 ml ke dalam tabung reaksi serta ditambahkan ekstrak metanol daun kecubung sebanyak 1 ml sesuai konsentrasi. Campuran medium dan ekstrak dihomogenkan lalu dituang pada cawan petri dan dibiarkan memadat. Uji antifungal dilakukan dengan memotong biakan Fusarium solani menggunakan bor gabus lalu diinokulasikan pada permukaan medium PDA pada bagian tengah dan diinkubasi pada suhu 25-27 oC selama 7x24 jam. Pengamatan dilakukan pada hari ketujuh. Parameter yang diamati adalah diameter koloni Fusarium solani. Identifikasi senyawa aktif dalam ekstrak metanol daun kecubung dilakukan menggunakan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Persentase daya hambat dihitung dengan rumus P (%)= C-T/C x 100 % selanjutnya dikategorisasikan efektivitas penghambatan dari ekstrak metanol daun kecubung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ekstrak metanol daun kecubung mengandung 29 senyawa aktif yang dapat dikelompokkan ke dalam golongan alkaloid, polifenol dan terpenoid, (2) ekstrak metanol daun kecubung memiliki aktivitas antifungal dan efektivitasnya masih tergolong rendah

    Kajian Nematoda Parasit pada Organ Pencernaan Cicak Lingkungan Rumah di Kabupaten Malang

    No full text
    Salah satu jenis reptil yang sering ditemui di berbagai macam lingkungan adalah famili Gekkonidae. Famili Gekkonidae biasa dikenal dengan kelompok cicak dan tokek. Cicak memiliki banyak keuntungan namun juga membawa dampak negatif karena membawa spesies parasit salah satunya adalah nematoda. Spauligodon sp. dan Parapharyngodon sp. merupakan jenis nematoda yang sudah diketahui sebagai parasit pada cicak rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, distribusi nematoda pada organ pencernaan, prevalensi, dan derajat infeksi nematoda parasit pada cicak rumah di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel cicak dilakukan selama tiga hari di Kecamatan Karangploso, Dau, Singosari, dan Tumpang. Inang berupa 30 ekor cicak dieksplorasi keberadaan nematoda parasit pada organ pencernaannya menggunakan larutan alkohol 70%. Morfologi nematoda diamati menggunakan larutan clearing berupa gliserin+alkohol 70% kemudian diamati menggunakan mikroskop cahaya dan dilanjutkan menggunakan SEM dengan preparasi. Nematoda yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan morfologi di buku identifikasi Yamaguti (1961) dan Aderson (1974).  Jenis cicak yang telah ditemukan pada penelitian adalah 28 ekor Hemidactylus frenatus dan 2 ekor Gehyra mutilata. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan nematoda parasit Spauligodon sp. dari 15 sampel Hemidactylus frenatus dan 1 sampel Geyhra mutilata. Angka prevalensi yang ditemukan dari keseluruhan sampel adalah 53,33 % dengan kategori sedang. Derajat infeksi nematoda adalah 3 ekor pada satu individu. Distribusi nematoda tertinggi ditemukan pada bagian rektum dan sekum dengan prosentase 53,33%.

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metano Kulit Buah Apel Manalagi (Malus Sylvestris Mill ) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis secara In Vitro

    No full text
    Limbah kulit apel manalagi belum banyak dimanfaatkan. Limbah kulit apel memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih banyak dari pada buahnya (Wolfe, 2003). Kandungan senyawa aktif limbah kulit apel manalagi dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (Albertoet al., 2006). Penelitianini bertujuan untuk menentukan senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol kulit buah apel manalagi (Malus sylvestris Mill) dan menentukan konsentrasi ekstrak metanol kulit buah apel manalagi (Malus sylvestris Mill) yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis berdasarkan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM).Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekstraksi maserasi karena peralatan yang digunakan sederhana, dapat menghasilkan ekstrak dalam jumlah banyak, dan terhindar dari perubahan senyawa –senyawa kimia tertentu karena pemanasan.Ekstraksi kulit buah apel manalagi dengan menggunakan pelarut metanol 96%. Penggunaan pelarut metanol 96% karena titik didih yang rendah dibanding etanol. Penentuan aktifitas antibakteri menggunakan metode dilusi karena dapat melihat kadar hambat dan kadar bunuh bakteri secara bersamaan secara kualitatif dan kuantitatif.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif laboratorium secara in-vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kelompok control dan 5 kelompok perlakuan yang masing-masing 4 ulangan. Kontrol negative tanpa pemberian ekstrak dan control positif menggunakan kloramfenikol 50 µg/ml. lima perlakuan konsentrasi ekstrak yaitu: 100.000 µg/ml, 80.000 µg/ml, 60.000 µg/ml, 40.000 µg/ml, 20.000 µg/ml. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) bakteri Staphylococcus epidermidis. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program pengolah data uji non parametric Krusskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah apel manalagi mengandung senyawa aktif flavonoid, terpenoid, polifenol, tanin,dan saponin. Konsentrasi ekstrak metanol  kulit buah apel manalagi yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 60.000 µg/ml

    Insidensi Penyakit Disentri Amoeba Berdasarkan Indeks Kepadatan Lalat Pengunjung Rumah Makan di Daerah Sekitar Universitas Negeri Malang.

    No full text
    Disentri amoeba merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Penyebaran Entamoeba histolytica dapat dilakukan dengan cara beragam misalnya terbawa oleh vektor binatang, contohnya lalat rumah (Musca domestica) melalui lingkungan yang kurang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara indeks kepadatan lalat dan penyakit disentri amoeba, (2) untuk mengetahui faktor sanitasi lingkungan rumah makan sebagai faktor pendukung timbulnya penyakit disentri amoeba, dan (3) untuk mengetahui ciri morfologis spesies Entamoeba histolytica. Penelitian ini merupakan penelitian observational cross sectional dengan teknik perhitungan indeks lalat menggunakan alat flygrill serta menggunakan kuesioner untuk mengambil data penyakit disentri pada 4 rumah makan di sekitar Universitas Negeri Malang, serta melakukan pengamatan mikroskopis morfologis spesies Entamoeba histolytica yang diambil dari kaki lalat. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat fly-grill, hand-counter, mikroskop cahaya atau Dinolyte, gelas arloji, pinset, pipet tetes, larutan NaCl 0,9%, larutan Lugol, kaca benda dan kaca penutup, tabel data, bolpoint dan jarum pentul. Prosedur penelitian dibagi menjadi 4 yakni melakukan studi pendahuluan rumah makan yang sering dikunjungi, perhitungan kepadatan lalat, pengambilan data dengan kuesioner dan pengamatan mikroskopis spesies Entamoeba histolytica. Hasil penelitian menunjukkan (1)  indeks kepadatan lalat dan penyakit disentri amoeba memiliki hubungan yang rendah dengan nilai korelasi sebesar 0,223. (2) Skor kebersihan ini dinilai dari hasil sanitasi rumah makan dengan standar kebersihan yang kurang layak dengan kategori C  (3) Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya kista infektif dengan 4 inti matang yang terbawa oleh kaki lalat.

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) PADA RANSUM TERHADAP HEN DAY PRODUCTION DAN BERAT TELUR DARI AYAM PETELUR (Gallus gallus) STRAIN Isa Brown

    No full text
    ABSTRAKSumantika, Waskita Marta. 2015. Efek Pemberian Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) pada Ransum terhadap Hen Day Production dan Berat Telur dari Ayam Petelur (Gallus gallus) Strain Isa Brown. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si, (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.Kata Kunci: Tepung Biji Nangka, Hen Day Production, Strain Isa BrownTelur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mudah didapat, kandungan gizi cukup tinggi dan harga terjangkau. Semakin banyaknya kebutuhan akan telur ini membangkitkan minat dari masyarakat untuk melakukan usaha ternak. Seiring dengan peningkatan populasi ternak ayam petelur maka kebutuhan akan pakan juga terus mengalami peningkatan. Peternak mengupayakan produksi pakan sendiri sehingga lebih ekonomis dan terjangkau.  Salah  satu  upaya  yang  dapat  dilakukan  adalah  dengan pemberian suplemen berupa tepung biji nangka dengan tujuan efisiensi penggunaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji dari buah nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) yang dijadikan tepung sebagai suplemen dapat meningkatkan Hen Day Production dan berat telur dari ayam petelur strain Isa Brown. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 10 ulangan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Januari sampai dengan 25 Maret 2015. Hewan coba yang digunakan adalah 50 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur 56 minggu. Macam perlakuan yang diberikan yaitu: pakan basal tanpa penambahan tepung biji nangka (P0), pakan basal + 5% tepung biji nangka (P1), pakan basal + 10% tepung biji nangka (P2), pakan basal + 15% tepung biji nangka (P3), dan pakan basal + 20% tepung biji nangka (P4). Variabel yang diamati adalah Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g). Data penelitian dianalisis menggunakan Uji Anava signifikansi 5% pada software SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung biji nangka sebagai suplemen tidak memberikan pengaruh yang bermakna pada Hen Day Production (%) dan Berat Telur (g)

    Identifikasi Pemahaman Konsep dan Miskonsepsi Siswa SMA serta Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Topik Sel Menggunakan Instrumen Three Tier Multiple Choice Test

    No full text
    ABSTRAK Mahendra, Ananda Iza. 2016. Identifikasi Pemahaman Konsep dan Miskonsepsi Siswa SMA serta Mahasiswa Pendidikan  Biologi pada Topik Sel Menggunakan Instrumen Three Tier Multiple Choice Test. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Drs. Masjhudi, M.Pd Kata kunci: pemahaman, konsep, miskonsepsi, sel, three tier multiple choice test Pembelajaran biologi, terutama pada topik sel merupakan pembelajaran yang abstrak. Adanya pembelajaran yang abstrak membuat siswa mendapatkan hasil belajar yang rendah.  Adanya hasil belajar siswa yang rendah, dapat diketahui bahwa siswa belum memahami konsep-konsep sel secara benar. Sehingga akan berdampak pada hasil prestasi siswa. Berdasarkan program TIMSS (Trends In International Mathematic  and Science Study) hasil belajar sains menunjukkan pada tahun 2011 peringkat Indonesia berada di 41 dari 43 negara. Salah satu penyebab rendahnya skor pencapaian ilmu tersebut adalah kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas pendidikan yang tidak baik akan berdampak pada  pemahaman konsep yang lebih lanjut sehingga akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep biologi selanjutnya dan akan menimbulkan miskonsepsi. Miskonsepsi dapat disebabkan oleh berbagai sumber, di antaranya guru. Mahasiswa pendidikan biologi sebagai salah satu calon guru juga bisa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi perlu diidentifikasi dan salah satu instrumen diagnostik yang efektif dan efisien yaitu three tier multiple choice test. Instrumen ini terdiri dari tiga tingkat (tier), tingkat (tier) pertama terdiri dari pilihan ganda, tingkat (tier) kedua terdiri atas pilihan alasan yang mengacu pada pilihan ganda, dan tingkat (tier) ketiga terdiri dari tingkat keyakinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel 153 siswa dari lima sekolah menengah atas di Kota Malang tahun ajaran 2015/2016 dan 51 mahasiswa pendidikan biologi Universitas Negeri Malang tahun akademik 2015/2016. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun alat diagnostik three tier multiple choice test yaitu (1) melakukan wawancara (2) melakukan tes (3) menyusun instrumen three tier multiple choice test dan validasi isi. Instrumen ini berjumlah 31 pertanyaan dengan 4 alasan alternatif pilihan ganda dan 4 alternatif pilihan alasan jawaban disertai dengan pilihan tingkat keyakinan. Hasil analisis itu dipersentasekan dan korelasi uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase pemahaman konsep siswa yaitu 21,2%, rerata persentase tidak memahami yaitu 33,6% dan rerata persentase miskonsepsi yaitu 45,2%. Sedangkan rerata persentase pemahaman mahasiswa yaitu 57,6%, rerata persentase tidak memahami yaitu 20,6%, dan rerata persentase miskonsepsi yaitu 21,9%. Uji korelasi Pearson antara pemahaman mahasiswa dengan pemahaman siswa menunjukkan nilai sig (0,00) dan koefisien korelasi sebesar (0,679), artinya ada hubungan yang signifikan dan cukup berkorelasi antara pemahaman mahasiswa dengan siswa SMA. Kemudian uji korelasi pada miskonsepsi mahasiswa dengan miskonsepsi siswa menunjukkan nilai sig (0,001) dan koefisien korelasi sebesar (0,559), artinya ada hubungan yang signifikan dan cukup berkorelasi antara miskonsepsi mahasiswa dengan siswa SMA.           ABSTRACT Mahendra, Ananda Iza. 2016. Identification of Understanding Concepts and Misconceptions High School Students and College Students on topics Cell Biology Instruments Three Tier Using Multiple Choice Test. Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Sc., (II) Drs. Masjhudi, M.Pd Keyword: understanding, concept, misconceptions, cell, three tier multiple choice test   Learning biology, especially on the topic of cell is an abstract learning. The existence of abstract learning makes students get low learning outcomes. The existence of student which has low learning outcome, can be seen that the students do not understand the concepts of cell correctly. So it will have an impact on student achievement results. Based on the program TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) study science results showed in 2011 Indonesia was ranked in 41 of 43 countries. One of cause of low scores science achievement is the quality of education in Indonesia. The quality of education is not good will have an impact on understanding the concept further. So it will have difficulty in understanding the biological concept further and will lead to misconceptions. Misconceptions can be caused by a variety of sources, including teachers. Students of biology education as one of the prospective teachers may also have misconceptions. Misconceptions need to be identified and one diagnostic instrument effective and efficient is a three tier multiple choice test. The instrument consists of three levels (tier), level (tier) The first consists of multiple choice, the level (tier) both consist of a choice of reasons which refers to the multiple-choice, and the level (tier) consists of three levels of confidence This research is a descriptive study with a sample of 153 students from five secondary schools in Malang academic year 2015/2016 and 51 students of biology education, State University of Malang academic year 2015/2016. The steps undertaken in developing diagnostic tools tier three multiple choice test: (1) conducting interviews (2) test (3) develop instruments three tier multiple choice test and validate the content. These instruments are 31 questions with four alternative reasons and four multiple-choice answers alternative grounds accompanied with a choice of confidence level. The results of that analysis is presented and Pearson correlation tested The results showed that the average percentage of students' whom understanding the concepts is 21.2%, the average percentage who does not understand is 33.6% and the average percentage of misconceptions is 45.2%. While the average percentage of student college understanding is 57.6%, the average percentage who does not understand is 20.6%, and the mean percentage of misconceptions is 21.9%. Pearson correlation test between the understanding of students with an understanding of the students showed sig (0.00) and the correlation coefficient of (0.679), it is mean that there is a significant relationship between the understanding and reasonably correlated students with high school students. Then the correlation test on college student misconceptions with misconceptions students showed sig (0.001) and the correlation coefficient of (0,559), meaning that there is a significant relationship and quite correlated between misconceptions between college students with high school students.  

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS, KETERAMPILAN KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI SISWA KELAS XI MATERI SISTEM EKSKRESI DAN KOORDINASI DI SMAN 9 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen penilaian literasi sains, komunikasi, dan kolaborasi yang valid (validitas logis) dan reliabel pada materi Sistem Ekskresi dan Koordinasi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penilaian yang dikembangkan berupa tes, nontes, dan perangkat pembelajaran. Subjek uji coba pada penelitian ini yaitu 33 siswa kelas XI MIPA B di SMAN 9 Malang. Aspek yang diukur pada penelitian dan pengembangan ini yaitu kelayakan dari validator, kepraktisan dari pengguna instrumen, dan keefektivan dari peningkatan kemampuan literasi sains, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian adalah: aspek kelayakan instrumen tes oleh validator dinyatakan valid dan setelah diuji coba diketahui reliabilitas soal untuk materi Sistem Ekskresi cukup reliabel (α = 0,547) sedangkan untuk materi Sistem Koordinasi reliabel (α = 0,672). Aspek kepraktisan dari hasil uji keterbacaan dan implementasi dinyatakan praktis. Sedangkan aspek keefektifan dari peningkatan kemampuan literasi sains (Zhit = 5,025), keterampilan komunikasi (Zhit = 5,047) dan kolaborasi (Zhit =4,889) dinyatakan ada pengaruh penerapan instrumen penilaian untuk meningkatkan kemampuan literasi sains, keterampilan komunikasi, dan kolaborasi

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN BAKTERI UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF SISWA KELAS X MA AL MA'ARIF SINGOSARI-MALANG

    No full text
    ABSTRAK Rizal, Muhammad Fahrur. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif Pada Pembelajaran Bakteri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X MA Al Ma’arif Singosari-Malang. Skripsi, Jurusan Biologi.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (II) Dr. Fatchur Rohman M.Si. Kata kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Interaktif, Bakteri  Pendidikan abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana perkembangan teknologi sangat menunjang peningkatan pengetahuan (knowledge age) dan komunikasi, utamanya sains dan teknologi sebagai salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas X MIPA 8 pada tanggal 21 November 2016 di MA Al Ma’arif Singosari dengan banyaknya jumlah siswa yaitu 48 siswa kelas X program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan guru Biologi kelas X menunjukkan bahwa 54,76% siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi bakteri dikarenakan materi yang banyak dan istilah yang sulit serta keterbatasan media seperti buku teks dan lembar kerja siswa yang cenderung membosankan. Penelitian dan Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif pada kompetensi mengidentifikasi struktur, cara hidup, reproduksi dan peran bakteri dalam kehidupan. Penelitian dan pengembangan menggunakan model sistem pembelajaran ADDIE terdiri dari lima tahap yakni analysis, design, develop, implement, evaluate. Data dan hasil analisis data yang telah diperoleh digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki media yang dikembangkan. Multimedia interaktif dapat membuat siswa lebih memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran yang dapat dilihat dari uji keefektifan multimedia interaktif yang menunjukkan nilai signifikansi (p) 0.00

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇