SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    IDENTIFIKASI PADI LOKAL PENGHASIL BERAS AROMATIK BERDASARKAN GEN BADH2

    No full text
    RINGKASANSholihah, Siti Afiyatus. 2019.  Identifikasi Padi Lokal Penghasil Beras Aromatik Berdasarkan Gen Badh2. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (1) Dra. Dwi Listyorini, M.Si. D.Sc. dan (2) Dr. Suharti, S.Pd., M.Si.Kata Kunci: Beras Aromatik, Gen Badh2, Varietas Padi LokalPadi aromatik (Oryza sativa) diakui sebagai komoditas bisnis internasional dengan harga tinggi. Peningkatan permintaan beras aromatik sebesar 1,4% per tahun dan diperkirakan akan terus bertambah hingga tahun 2025. Senyawa folatil 2-acetyl-1-pyrroline (2AP) telah ditemukan sebagai senyawa yang memberikan aroma harum pada padi. Tingkat akumulasi senyawa 2AP dalam beras berfungsi sebagai faktor kunci dalam menentukan aroma harum. Akumulasi senyawa 2AP tersebut disebabkan oleh tidak berfungsinya protein produk gen Betaine aldehyde dehydrogenase 2 (Badh2). Penghapusan 8bp nukleotida pada ekson 7 menyebabkan tidak berfungsinya protein produk gen Badh2 yang mengakibatkan peningkatan level 2AP. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah dari 20 varietas padi lokal Indonesia dari Banten, Samarinda dan Banyuwangi terdapat varietas yang secara genetik berpotensi menghasilkan beras aromatik berdasarkan mutasi pada gen Badh2. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif eksploratif untuk mengetahui ada tidaknya mutasi gen Badh2 pada 20 varietas padi lokal Indonesia yang berasal dai Banten, Samarinda dan Banyuwangi. Varietas-varietas tersebut antara lain Bulu Putih, Bulu Hideung, Care Lintang, Care Ware, Jalawara, Kewal Benur, Pare Caok, Pare Jaketra, Sek-sek, Seren, Tungguh Hideung, Waren, Amas, Kambang, Pandan Ungu, Roti, Janur Kuning, Blambangan A3 dan SOJ A3. Sampel padi yang digunakan diperoleh dari tim Research Consortium Biotechnology 4 in 1, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten dan Perhimpunan Petani di kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Fragmen gen Badh2 diamplifikasi dari DNA hasil isolasi tanaman padi dari masing-masing varietas dan selanjutnya digunakan sebagai templet untuk proses PCR menggunakan primer spesifik yang hanya dapat teramplifikasi pada padi yang memiliki mutasi gen Badh2. Hasil amplifikasi tersebut diketahui menggunakan teknik elektroforesis menggunakan agarose 1% dan divisualisai hasilnya menggunakan UV Transluminator dalam bentuk gambar.Berdasarkan data yang diperoleh diketahui DNA hasil isolasi memiliki  konsentrasi yang berbeda mulai dari yang terendah 7,3 µg/µl pada varietas Tungguh Hideung dari Banten hingga konsentrasi tertinggi 97,4 µg/µl pada varietas Sek-sek dari Banten serta memiliki perbedaan rasio kemurnian DNA mulai 1,8-2,0. Perbedan konsentrasi DNA dan rasio kemurnian tersebut dikarenakan pada saat isolasi DNA tidak dapat diketahui secara pasti keberhasilan dari proses kimia yang terjadi. Berdasarkan hasil PCR yang dilihat menggunakan teknik elektroforesis diketahui terdapat satu fragmen gen tebal dengan panjang ±250bp pada varietas Pandan Ungu dari Samarinda dan Blambangan A3 dari Banyuwangi. Selain itu diketahui pula terdapat fragmen gen lain yang ikut teramplifikasi pada panjang ± 450bp, ±400bp dan ±1000bp, banyaknya pita gen tersebut diduga dikarenakan primer reverse yang didesain khusus pada mutasi gen Badh2 tidak dapat menempel sehingga mengamplifikasi gen lain yang memiliki kemiripan dengan sekuen gen Badh2 yaitu pada kromosom 5. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa padi varietas Pandan Ungu dari Samarinda dan Blambangan A3 dari Banyuwangi diduga merupakan jenis padi aromatik sedangkan 18 varietas lain diduga bukan merupakan jenis padi aromatik

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM IMUN UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI DIGITAL DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    RINGKASANKusumawati, Evi. 2018. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Imun untuk Mengembangkan Literasi Digital dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, inkuiri terbimbing, literasi digital, hasil belajar.Proses pembelajaran materi sistem imun di SMA Negeri 6 Malang menggunakan model pembelajaran PBL serta menggunakan media gambar dan video. Siswa memberi keterangan bahwa materi sistem imun bersifat abstark dan banyak kata asing yang sulit dipahami, sehingga hasil belajar siswa rendah. Literasi digital siswa masih rendah karena guru belum pernah menggunakan pembelajaran yang mengembangkan literasi digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem imun yang teruji kevalidan, kepraktisan, keefektifannya untuk mengembangkan literasi digital dan meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap, (1) Analysis, (2) Design, (3) Develop, (4) Implementation, (5) Evaluation. Produk diimplementasikan kepada 30 siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 6 Malang. Sebelum diimplementasikan produk multimedia telah divalidasi ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi lapangan. Multimedia interaktif diuji kefektifan dan kepraktisan setelah melakukan implementasi produk. Uji keefektifan terhadap hasil literasi digital dengan melihat skor perkembangan literasi digital. Uji Keefektifan terhadap hasil belajar dengan melihat nilai peningkatan hasil pre-test dan post test melalui gain score. Kepraktisan multimedia interaktif didapatkan dari hasil perolehan angket uji kepraktisan yang diisi oleh 30 orang siswa kelas XI MIPA 2. Multimedia yang dikembangkan sangat valid dengan perolehan validasi ahli media 96,81%, validasi ahli materi 93,05% dengan presentase 100% pada aspek materi, dan validasi praktisi lapangan mendapatkan presentase 98,45%. Analisis uji kepraktisan multimedia interaktif 84,83% dengan kriteria penilaian kepraktisan sangat praktis. Hasil uji keefektifan multimedia didapatkan dari data perkembangan literasi digital pada pertemuan 1 dan 2 yang menunjukkan keefektifan multimedia untuk mengembangkan literasi digital. Uji keefektifan peningkatan hasil belajar didapatkan rerarata gainscore sebesar 0,361765 dengan kesimpulan multimedia yang dikembangkan cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang diberikan yaitu perlu adanya pengembangan multimedia lain dengan model pembelajaran berbeda untuk mengembangkan literasi digital yang lebih maksimal, perlu diperhatikan setiap unsur multimedia interaktif, seperti unsur kualitas audio, gambar, video, dan kemudahan tombol navigasi dalam proses pengembangan produk. Hasil produk penelitian dan pengembangan dapat didesiminasi melalui forum seminar dan penulisan artikel jurnal

    Eksplorasi Kandungan Senyawa Aktif dan Aspek Farmakologi Ekstrak Metanol Pteris linearis Poir.

    No full text
    Pteris linearis Poir merupakan tumbuhan paku yang banyak ditemukan di Taman Nasional Baluran tepatnya disepanjang tepi aliran sungai. Tumbuhan ini mengandung senyawa aktif yang berpotensi di bidang farmakologi dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor kandungan senyawa aktif dan aspek farmakologi yang meliputi aktivitas antioksidan dan antibakteri pada ekstrak metanol Pteris linearis Poir. Jenis penelitian yaitu deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantiatif dan kualitatif serta eksperimen. Penelitian deskriptif eksploratif meliputi eksplorasi senyawa aktif baik secara kualitatif dan kuantitatif serta uji aktivitas antioksidan pada ental dan rhizoma Pteris linearis Poir, sedangkan secara eksperimen dengan melakukan pengujian aktivitas antibakteri.Eksplorasi senyawa aktif dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif menggunakan metode skrining fitokimia untuk mendeteksi adanya senyawa alkaloid, terpenoid, polifenol dan flavonoid. Secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri, (1) menghitung kadar total fenol, menggunakan asam galat sebagai larutan standarnya, (2) menghitung kadar total flavonoid, menggunakan quercetine sebagai larutan standarnya. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak metanol ental dan rhizoma dengan DPPH (1,1 difenil-2-pikrilhidrazil anhidrat) sebagai senyawa radikal, diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dan diplotkan ke kurva standar untuk menentukan nilai IC50. Pengujian aspek farmakologi selanjutnya adalah. antibakteri dengan metode dilusi cair dan agar. Parameter uji ini adalah Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Rancangan penelitian ini dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 3 ulangan dan 7 perlakuan yaitu kontrol negatif, 65.000 µg/ml, 125.000 µg/ml, 250.000 µg/ml, 500.000 µg/ml, 1.000.000 µg/ml dan kontrol positif dengan kloramfenikol 30  µg/ml, dianalisis menggunakan analisis varian tunggal untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jika hipotesis penelitian diterima maka dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT) dengan taraf 1%. Penelitian dilakukan di Laboratorium Materia Medica Batu dan Laboratorium Biologi yaitu Sub-Laboratorium Fisiologi dan Sub-Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang.Hasil penelitian eksplorasi ekstrak metanol ental mengandung senyawa polifenol, alkaloid, flavonoid dan terpenoid. Kadar total fenol 29,81% EAG dan total flavonoid 26,3% EQ. Ekstrak metanol rhizoma mengandung senyawa polifenol dan alkaloid. Kadar total fenol 15,09% EAG dan total flavonoid tidak terdeteksiHasil penelitian aspek farmakologi ekstrak metanol ental memiliki nilai IC50 191,67 µg/ml yang tergolong antioksidan dengan kekuatan sedang, sedangkan aktivitas antibakterinya memiliki nilai KHM dan KBM pada konsentrasi 500.000 µg/ml terhadap pertumbuhan S.aureus., Ekstrak metanol rhizoma memiliki nilai IC50 230,03 µg/ml yang tergolong antioksidan dengan kekuatan lemah, sedangkan aktivitas antibakterinya memiliki nilai KHM pada konsentrasi 500.000 µg/ml dan KBM pada konsentrasi 1.000.000 µg/ml terhadap pertumbuhan S.aureus.   Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak metanol Pteris linearis Poir berpotensi dalam aspek farmakologi sebagai antioksidan dan antibakteri. Berdasarkan keefektifannya, ekstrak metanol ental,  lebih efektif dibanding rhizoma

    PENGEMBANGAN SOAL PILIHAN GANDA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA KD 3.1, 3.2, 3.3 KELAS XII MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA PANJURA KOTA MALANG BERDASARKAN KURIKULUM 2013

    No full text
    RINGKASANMaydina, Yoeshinta. 2019. Pengembangan Soal Pilihan Ganda untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Pada KD 3.1, 3.2, 3.3 Kelas XII Mata Pelajaran Biologi SMA Panjura Kota Malang Berdasarkan Kurikulum 2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.Kata Kunci: Pengembangan Soal Pilihan Ganda, Kemampuan berpikir kritis, Biologi SMA kelas XII, Kompetensi Dasar 3.1, 3.2, dan 3.3.Tujuan pengembangan kurikulum 2013 yaitu untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan eksternal dengan berbagai keterampilan. Salah satu keterampilan tersebut adalah keterampilan berpikir kritis. Salah satu usaha yang dilakukan guru untuk dapat mengukur keterampilan berpikir kritis pada siswa dapat dengan mengembangkan instrumen soal pilihan ganda. Instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini berjumlah 33 soal pilihan ganda jawaban tunggal dengan lima pilihan jawaban. Instrumen ini mengacu pada indikator soal dan indikator kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan produk berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal dari Kompetensi Dasar (KD) 3.1, 3.2, dan 3.3 untuk mengukur kemampuan berpikir kritis di SMA Panjura Malang pada siswa kelas XII (2) menguji kelayakan, kepraktisan dan validitas empiris soal pilihan ganda jawaban tunggal dalam mengukur kemampuan berpikir kritis dari Kompetensi Dasar (KD) 3.1, 3.2, dan 3.3 di SMA Panjura Malang pada siswa kelas XII.Pengembangan soal pilihan ganda ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) analisis, (2) perancangan,(3) Pengembangan, (4) implementasi,(5) evaluasi. Perolehan data didapatkan dari (1) hasil validitas logis oleh ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi lapangan sebagai uji kelayakan, (2) hasil angket respon siswa dan guru sebagai uji kepraktisan, dan (3) hasil validitas empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh dengan menggunakan program Anates versi 4.Hasil uji coba kelompok kecil dijabarkan sebagai berikut. Berdasarkan uji kelayakan yaitu validitas logis yang terdiri dari validitas isi dan konstruk pada produk pengembangan soal pilihan ganda jawaban tunggal ini telah valid yaitu soal sesuai dengan isi materi pembelajaran serta kata kerja dalam soal sesuai dengan kata kerja pada indikator keterampilan berpikir kritis maupun indikator soal. Berdasarkan uji kepraktisan yaitu analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata uji kepraktisan sebesar 93,93%. Berdasarkan analisis validitas empiris dengan menggunakan program Anates versi 4 diperoleh hasil Tingkat kesukaran meliputi soal mudah dengan presentasi 15,15% (5 soal), sedang 57,57% (19 soal), sukar 27,27% (9 soal) dengan rasio soal mudah : sedang : sukar yaitu 3:6:2. Daya bedanya diperoleh kriteria kriteria jelek 57% (19 soal), kriteria baik sebesar 33% (11 soal), kriteria baik sekali 9,09% (3 soal). Analisis pengecoh diperoleh pengecoh yang berfungsi sebesar 60,60% yang tidak berfungsi sebesar 39,39% pada uji coba ini.Penjabaran hasil uji coba kelompok besar sebagai berikut. Berdasarkan uji kepraktisan yaitu analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata uji kepraktisan sebesar 93,38% dan analisis angket respon guru diperoleh rata-rata uji kepraktisan sebesar 100%. Berdasarkan analisis validitas empiris dengan menggunakan program Anates versi 4 diperoleh hasil Tingkat kesukaran meliputi soal mudah dengan presentasi 24,24% (8 soal), sedang 60,60% (20 soal), sukar 15,15% (5 soal) dengan rasio soal mudah:sedang:sukar yaitu 2:6:2. Daya bedanya diperoleh kriteria sangat jelek sebesar 10% (3 soal), kriteria jelek 21% (7 soal), kriteria cukup 21% (7soal), dan kriteria baik sebesar 48% (16 soal). Analisis pengecoh diperoleh pengecoh yang berfungsi sebesar 90% yang tidak berfungsi sebesar 09% pada uji coba ini. Reliabilitas diperoleh nilai reliabilitas 0,64 artinya instrumen penilaian memiliki tingkat reliabilitas kategori tinggi. Berdasarkan uji coba kelompok besar dilakukan revisi. Saran yang dianjurkan adalah sebaiknya peneliti melakukan penelitian pada populasi yang berbeda dengan jumlah yang lebih besar lagi.SUMMARYMaydina, Yoeshinta. 2019.  The Development of Multiple Choice Questions to Measure Critical Thinking Ability Students of Basic Competence 3.1, 3.2, 3.2 of Class XII at 2013 Curriculum in Panjura Senior High School Malang. Skripsi, Biology Education Study Program, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S.Keywords: The Development of Multiple Choice Questions, Critical thinking ability, High School Biology of class XII, Basic Competence 3.1, 3.2, and 3.3.The purpose of developing the 2013 curriculum is to prepare students to face external challenges. The challenge is to prepare students to be ready to face the future of the 21st century with a variety of skills. One of these skills is critical thinking skills. One of effort by the teacher to be able to measure critical thinking skills in students can be by developing multiple choice instruments. The instruments developed in this study amounted to 33 single choice multiple choice questions with five answer choices. This instrument refers to the indicator indicators and indicators of critical thinking skills. This study aims to (1) develop products in the form of single choice multiple choice questions from Basic Competencies (KD) 3.1, 3.2, and 3.3 to measure critical thinking skills in Panjura High School Malang in class XII students (2) test the feasibility, practicality and effectiveness of single choice multiple choice questions in measuring critical thinking skills from Basic Competencies (KD) 3.1, 3.2, and 3.3 in Panjura High School Malang in class XII students.The development of this multiple choice question uses the ADDIE development model which consists of 5 stages: (1) analysis, (2) design, (3) Development, (4) implementation,(5) evaluation. Data obtained from (1) the results of logical validity by evaluation experts, material experts, and field practitioners as a feasibility test, (2) the results of student and teacher response questionnaires as a practicality test, and (3) the results of empirical validity which includes the level of difficulty, power difference, reliability, and deception analysis using the Anates version 4 program as a practicality test.The results of the small group trials are described as follows. Based on the feasibility test that is logical validity consisting of content validity and constructs on the product the development of multiple choice questions this single answer has been valid, namely the question in accordance with the content of the learning material and the verb in the question according to the verb on indicators of critical thinking skills and indicator indicators. Based on the practicality test, namely the student response questionnaire analysis, the practicality test average was 93.93%. Based on the effectiveness test that is empirical validity analysis using the Anates version 4 program the results of the difficulty level include easy questions with presentations 15.15% (5 questions), moderate 57.57% (19 questions), difficult 27.27% (9 questions) with the ratio of easy questions: moderate: difficult namely 3: 6: 2. The difference is obtained by the criteria of poor criteria 57% (19 questions), good criteria of 33% (11 questions), excellent criteria 9.09% (3 questions). Deceptive analysis was obtained by deception which functioned at 60.60% which did not function at 39.39% in this trial.The description of the results of large group trials as follows. Based on the practicality test, namely the student response questionnaire analysis, the average practicality test was 93.38% and the teacher's questionnaire response analysis obtained an average practicality test of 100%. Based on the effectiveness test that is empirical validity analysis using the Anates version 4 program the results of the difficulty level include easy questions with presentation 24.24% (8 questions), moderate 60.60% (20 questions), difficult 15.15% (5 questions) with the ratio of easy questions: moderate: difficult namely 2: 6: 2. The difference is obtained by very bad criteria of 10% (3 questions), bad criteria of 21% (7 questions), sufficient criteria of 21% (7 questions), and good criteria of 48% (16 questions). Outmoded analysis was obtained by deception which functioned at 90% which did not function by 09% in this trial. Reliability obtained by the reliability value of 0.64 means that the assessment instrument has a high level of reliability. Based on the trials the large group was revised. The recommended suggestion is that teachers and other researchers should continue to validate in order to obtain good evaluation instruments and conduct research on a larger population

    Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas (L.)) Terhadap Kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2

    No full text
    ABSTRAKPratiwi, Clara Kartika Aprilia. 2019. Pengaruh Ekstrak Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.)) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas (L.)) TerhadapKadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase (SGOT) Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar Model Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Abdul Gofur, M.Si., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.Kata Kunci : esktrak tempe kedelai hitam, ekstrak ubi jalar ungu, kadar SGOT, DM Tipe 2DM Tipe 2 diakibatkan oleh resisten insulin. Resisten insulin mayoritas ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan obesitas. Obesitas disebabkan makanan tinggi lemak dan menyebabkan efek samping yaitu perlemakan hati. Perlemakan hati akan menyebabkan metabolit toksik lipid meningkat sehingga menyebabkan disfungsi mitokondria hepar dan resisten insulin. Disfungsi mitokondria hepar mengakibatkan fibrosis, sirosis, dan enzim SGOT akan dilepaskan ke aliran darah yang mengakibatkan SGOT dalam darah meningkat. Tingginya SGOT merupakan komplikasi dari DM Tipe 2.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu terhadap kadar SGOT. Tikus dibuat DM Tipe 2 dengan pemberian pakan High Fat Diet (HFD), minuman sukrosa 10%, dan injeksi Streptozotocin (STZ) secara intraperitonial. Penelitian dilakukan sebanyak 8 kelompok perlakuan dan 3 ulangan selama 30 hari. Pembedahan dilakukan untuk mengambil sampel darah. Darah disentrifuge untuk mendapatkan serum darah. Serum dicampur dengan reagen SGOT dan diukur absorbansinya menggunakan metode spektrofotometri. Serum darah dianalisis di Laboratorium Sentral Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk mengetahui kadar SGOT.Hasil penelitian setelah dianalisis ANOVA satu jalur menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu berpengaruh menurunkan kadar SGOT tikus galur wistar model diabetes mellitus tipe 2

    Daya Antagonisme Trichoderma spp. terhadap Cladosporium cladosporioides Penyebab Penyakit Embun Jelaga pada Tanaman Kopi (Coffea arabica L.) secara In Vitro

    No full text
    Penyakit embun jelaga merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman kopi yang disebabkan oleh kapang patogen Cladosporium cladosporioides. Kapang tersebut menginfeksi bagian daun sehingga proses fotosintesis menjadi kurang maksimal. Salah satu upaya yang tepat untuk mengendalikan C. cladosporioides tersebut yaitu menerapkan pengendalian hayati dengan menggunakan kapang antagonis Trichoderma. Tujuan penelitian ini ialah: 1) menguji daya antagonisme T. viride, T. aureoviride, dan T. harzianum terhadap C. cladosporioides, 2) menentukan spesies Trichoderma yang paling efektif dapat mengendalikan pertumbuhan C. cladosporioides, 3) mengkaji mekanisme antagonis yang terjadi antara T. viride, T.        aureoviride, dan T. harzianum terhadap C. cladosporioides. Penelitian terdiri dari dua tahap,   yaitu pertama pengujian daya antagonisme Trichoderma spp. terhadap C. cladosporioides dan kedua yaitu mengamati mekanisme antagonismenya dengan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan daya antagonisme Trichoderma spp. terhadap C. cladosporioides, 2) T. harzianum memiliki daya antagonisme paling tinggi (85,51%) dan berbeda secara signifikan dengan T. viride (74,91%) maupun T. aureoviride (69,81%), 3) mekanisme antagonis yang terjadi antara Trichoderma spp. terhadap C. cladosporioides terdiri dari kompetisi dan mikoparasit, yaitu hifa Trichoderma spp. menempel dan juga membelit hifa C. cladosporioides sehingga pertumbuhan koloni C. cladosporioides menjadi terhambat

    Identifikasi Gen OsDREB2A pada Padi Lokal Banten Potensial Tahan Cekaman Salinitas

    No full text
    ABSTRAKEksplorasi padi tahan salinitas sangat diperlukan seiring dengan meluasnya lahan pertanian dengan kadar salinitas tinggi. Paparan salinitas menyebabkan terganggunya pertumbuhan serta menurunnya produktivitas padi. Kemampuan padi untuk bertahan pada kondisi salinitas salah satunya disebabkan oleh adanya gen OsDREB2A. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme pada gen OsDREB2A pada padi lokal Banten varietas Tambleng, Bulu Putih, dan Pare Caok. Ke tiga varietas tersebut terbukti potensial toleran terhadap kondisi cekaman salinitas berdasarkan hasil uji abiotik yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi polimorfisme gen dilakukan melalui proses isolasi DNA total daun padi sampel, PCR, elektroforesis, sekuensing, dan analisis fragmen gen melalui BLAST, DNA Baser, Clustal-X, BioEdit, PyMol, dan PHYRE2. Hasil yang diperoleh berupa fragmen gen OsDREB2A dengan panjang gen target pada varietas Tambleng 836 bp, Bulu Putih 859 bp dan Pare Caok 845 bp. Terdapat polimorfisme dari fragmen gen yang diperoleh berupa adanya insersi basa sitosin pada urutan basa ke 836. Model protein yang diperoleh identik antar varietas dan terdiri atas 3 struktur β-strand, 4 struktur α-helix serta beberapa struktur coil. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa padi (O. sativa L.) lokal Banten varietas Tambleng, Bulu Putih, dan Pare Caok potensial tahan cekaman salinitas berdasarkan sekuen gen OsDREB2A.Keywords:  Salinitas, gen OsDREB2A, padi lokal, Banten

    Pengaruh Pemberian Noretisteron terhadap Ketebalan Endometrium dan Miometrium Mencit (Mus musculus) Galur Balb/C

    No full text
    RINGKASANPuspitasari, Linda. 2019. Pengaruh Pemberian Noretisteron terhadap Ketebalan Endometrium dan Miometrium Mencit (Mus musculus) Galur Balb/C. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (I) Dra. Amy Tenzer, M.S., (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: Noretisteron, Endometrium, Miometrium.Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi sebulan sekali pada wanita usia produktif. Jamaah haji wanita mengalami kendala akibat adanya menstruasi, sehingga menggunakan noretisteron untuk menunda siklus menstrua-si. Noretisteron merupakan hormon progestin sintetis yang memberikan respon umpan balik negatif yaitu menghambat aktivitas hipotalamus, sehingga pelepasan GnRH menurun. Akibatnya pelepasan hormon LH dan FSH menurun, kadar LH dan FSH menurun, folikel tidak berkembang, dan ovulasi tidak terjadi. Noretiste-ron menginduksi proliferasi sel-sel stroma endometrium yang mengakibatkan en-dometrium menjadi tebal dan tidak terjadi menstruasi. Studi pendahuluan pada mencit menunjukkan hasil bahwa noretisteron dengan 5 kali dosis setara manusia (3,25 mg/Kg BB) dapat menunda siklus estrus dan menghambat ovulasi, namun pengaruhnya terhadap organ reproduksi belum diketahui, sehingga dilakukan pe-nelitian mengenai pengaruh pemberian noretisteron terhadap ketebalan endome-trium dan miometrium mencit. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu 1 kelompok kontrol yang digavage dengan NaCl 0,9% dan 4 kelompok perlakuan (P1-P4) yang secara berurutan diberi perlakuan noretisteron dengan dosis 0,65 mg/Kg BB; 3,25 mg/Kg BB; 3,9 mg/Kg BB; dan 4,55 mg/Kg BB. Pengamatan lavage vagina dilakukan sebelum perlakuan untuk menetapkan awal pemberian perlakuan dan dilakukan sebelum pembedahan untuk mengetahui keberhasilan penundaan siklus estrus. Data ketebalan endometrium dan miometrium masing-masing diuji meng-gunakan anava univariat dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui dosis mana yang mulai berpengaruh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian noretisteron berpengaruh terhadap ketebalan endometrium dan miometrium mencit. Dosis noretisteron yang mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan endometrium adalah 3,25 mg/Kg BB, sedangkan dosis yang mulai meningkatkan ketebalan miometrium adalah 3,9 mg/Kg BB, namun peningkatan dosis tidak meningkatkan ketebalan endometrium dan miometrium secara signifikan. Noretisteron berpengaruh meningkatkan kete-balan endometrium dengan cara merangsang sintesis sekret kelenjar dan mening-katkan proliferasi stroma endometrium. Peningkatan ketebalan miometrium terja-di karena adanya perbesaran sel-sel miometrium yang diinduksi oleh noretisteron. Peningkatan dosis noretisteron tidak meningkatkan ketebalan endometrium dan miometrium secara signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa noretisteron dosis 3,25 mg/Kg BB mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan endometrium dan  noretisteron dosis 3,9 mg/Kg BB mulai berpengaruh meningkatkan ketebalan miometrium.SUMMARYPuspitasari, Linda. 2019. The Effect of Norethisterone Administration on Endometrial and Myometrial Thickness of Mice (Mus musculus) Balb/C Strain. Thesis. Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, State University of Malang. Advissor. (I) Dra. Amy Tenzer, M.S., (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Keywords: Norethisterone, Endometrium, Myometrium.Menstruation is a physiological process that occurs once a month in pro-ductive women. The female pilgrims experience problems due to menstruation, so they use norethisterone to delay the menstrual cycle. Norethisterone is a progestin hormone that give a negative feedback response that inhibits hypothalamic pituita-ry activity, so that the release of GnRH is decreased. As a result, the release of LH and FSH hormone is decreased, LH and FSH levels decrease, follicle does not de-velop, and ovulation does not occur. Norethisterone induces proliferation of endo-metrial stromal cells which causes the endometrium become thick and not mens-truate. Preliminary studies in mice showed that norethisterone with 5 times the dose of human (3.25 mg / Kg BB) can delay the estrus cycle and inhibit ovulation, but the effect on reproductive organs is unknown, so that research is conducted on the effect of norethisterone administration on endometrial and myometrial thick-ness of mice.Mice were grouped into 5 treatment groups, there are 1 control group that is gavage with NaCl 0.9% and 4 treatment groups (P1-P4) which were given the treatment of norethisterone at a dose of 0.65 mg/Kg BB; 3.25 mg/Kg BB; 3.9 mg/Kg BB; and 4.55 mg/Kg BB. Observation of vaginal lavage was carried out before the treatment to determine the initial treatment and carried out before sur-gery to determine the success of the estrus cycle delay. The data of endometrial and myometrial thickness were each tested using anova of univariate followed by Duncan test to find out which dose began to affect.The results showed that noretisterone administration had an effect on en-dometrial and myometrial thickness in mice. The dosage of norethisterone that starts to influence the increase in endometrial thickness is 3.25 mg/Kg BB, but dosage that starts to influence the increase in myometrial thickness is 3.9 mg/Kg BB, but the increase in dosage does not significantly increase the endometrial and myometrial thickness. Norethisterone has an effect on increasing endometrial thickness by stimulating the synthesis of glandular secretions and increasing endo-metrial stromal proliferation. An increase in myometrial thickness occurs because of the enlargement of myometrial cells induced by norethisterone. The increase of norethisterone dose did not significantly increase the endometrial and myometrial thickness, so it can be concluded that using a dose of 3.25 mg/Kg BB begin to influence increase endometrial thickness and norethisterone at dose 3,9 mg/Kg BB begin to influence increase myometrial thickness

    Efektivitas Ekstrak Etanol Wedusan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Mortalitas Kutu Putih (Bemisia tabaci Genn.)

    No full text
    ABSTRAK : Bemisia tabaci Genn. merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman sayuran di Indonesia. Serangan Bemisia tabaci Genn. menyebabkan turunnya produktivitas bahkan kegagalan panen. Pengendalian Bemisia tabaci Genn. yang dilakukan saat ini masih bertumpu pada penggunaan insektisida sintetis. Insektisida sintetis memiliki dampak negatif terhadap komponen ekosistem lainya seperti, menimbulkan resistensi hama, resurjensi hama, kematian organisme yang menguntungkan dan menyebabkan kematian predator alami hama Bemisia tabaci Genn. Usaha untuk mengatasi dampak negatif tersebut, diperlukan alternatif pengendalian dengan menggunakan insektisida nabati. Insektisida nabati berasal dari senyawa metabolit sekunder suatu tanaman salah satunya adalah dari tanaman Ageratum conyzoides L. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui adanya pengaruh ekstrak Ageratum conyzoides L. terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. yang paling efektif  terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yang dilakukan dengan cara memperoleh ekstrak etanol Ageratum conyzoides L. dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%,10%, yang akan disemprotkan secara kontak langsung ke tubuh nimfa Bemisia tabaci Genn. Mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn.  dihitung setelah 24 jam perlakuan dan dianalisis menggunakan uji anava tunggal, Duncan’s 5% dan LC50 untuk mengetahui efektivitas ekstrak Ageratum conyzoides L. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh ekstrak Ageratum conyzoides L. terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn.,(2) Konsentrasi ekstrak Ageratum conyzoides L. yang paling efektif terhadap mortalitas nimfa Bemisia tabaci Genn. adalah 4,06% karena konsentrasi tersebut memenuhi kriteria dapat menyebabkan mortalitas sebanyak 50%

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MATERI ANIMALIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF-INOVATIF DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA SMAN 2 BATU

    No full text
    ABSTRAKPerangkat pembelajaran berperan langsung dalam memengaruhi kemampuan guru dan siswa pada proses belajar mengajar. Permasalahan guru di SMAN 2 Batu adalah belum ada perangkat pembelajaran yang rinci dan mampu mengarahkan pada penerapan model pembelajaran di dalam kelas. Sedangkan permasalahan siswa adalah kurangnya bahan ajar dan metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi tersebut dibutuhkan perangkat pembelajaran yang dapat mengarahkan guru dan membantu siswa untuk ikut berperan aktif dalam pembelajaran serta meningkatkan kreatifitas dan keinovatifan siswa agar dapat bersaing di Abad XXI secara unggul. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis proyek yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, terdiri dari lima tahap yaitu analyze, design, develop, implement, evaluate.  Data hasil validasi digunakan untuk mengukur kevalidan produk, nilai prates dan postes digunakan untuk mengukur keefektifan produk, dan data hasil angket respons pengguna digunakan untuk mengukur tingkat kepraktisan produk. Hasil validasi ahli perangkat pembelajaran terhadap silabus, RPP, LKS, UKBM, dan asesmen memiliki rerata 3,93 (sangat valid). Rerata hasil validasi ahli materi Zoologi terhadap RPP, LKS, UKBM 4, dan soal tes adalah 3,85 (sangat valid). Rerata hasil validasi oleh ahli praktisi lapangan terhadap silabus, RPP, LKS, UKBM, dan asesmen adalah 3,79 (sangat valid). Hasil angket dari respons pengguna (siswa) terhadap LKS dan UKBM memiliki rerata sebesar 3,41 (sangat praktis). Data pada tes kognitif memiliki rerata nilai normalisasi gain sebesar 0,56 dan tes afektif sebesar 0,39 (keefektifan sedang). Hasil peningkatan keterampilan berpikir kreatif-inovatif dikategorikan dalam kriteria sangat baik. Perangkat pembelajaran berbasis proyek pada KD Animalia yang memuat sintaks PjBL yang dihasilkan oleh peneliti adalah produk yang sangat valid, sangat praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif-inovatif dan hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Batu. Kata Kunci:  perangkat pembelajaran berbasis proyek, berpikir kreatif-inovatif, animalia. ABSTRACTLearning media plays a direct role in influencing the ability of teachers and students in the teaching and learning process. The teacher's problem at SMAN 2 Batu is that there are no detailed learning tools and able to direct the application of learning models in the classroom. While students' problems are the lack of teaching materials and learning methods that can involve students actively in learning. Based on the results of these observations is SMAN 2 Batu needed learning medias that can direct the teacher and help students to take an active role in learning and increase the creativity and innovation of students in order to compete in the XXI Century in a superior manner. The purpose of this research and development is to produce a valid, practical and effective projectbased learning medias. The development model used is the ADDIE model, consisting of five stages, analyze, design, develop, implement, evaluate. Validation data are used to measure product validity, pre-test and post-test values are used to measure product effectiveness, and data from user response questionnaires are used to measure product practicality. The results of the expert validation of the learning medias against the syllabus, lesson plans, student worksheets (LKS), UKBM, and assessment have an average of 3.93 (very valid). The mean results of Zoological material expert validation on RPP, LKS, UKBM 4, and test questions were 3.85 (very valid). The average results of validation by field practitioner experts on syllabus, lesson plans, student worksheets, UKBM, and assessments were 3.79 (very valid). The results of the questionnaire from the responses of students to LKS and UKBM had a mean of 3.41 (very practical). Data on cognitive tests have a mean normalization gain of 0.56 and affective tests of 0.39 (moderate effectiveness). The results of increasing creative-innovative thinking skills are categorized as very good criteria. The project-based learning medias in KD Animalia which contains the syntax of PjBL produced by researchers is a very valid product, very practical and effective for improving creative-innovative thinking skills and learning outcomes of class X students of SMAN 2 Batu. Keywords:  project based learning medias, creative-innovative thinking, animalia

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇