SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Kajian Parasit Anisakis sp. Pada Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) sebagai Pencegahan Penyakit Zoonosis
ABSTRAK Yusuf, Maulidiana Finansa. 2017. Kajian Parasit Anisakis sp. Pada Ikan Tuna Mata Besar (Thunnus obesus) sebagai Pencegahan Penyakit Zoonosis. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Susilowati, M.S, (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si Kata Kunci: kajian, parasit, Anisakis sp., ikan tuna mata besar (Thunnus obesus), zoonosis.Beberapa penelitian tentang ikan laut menyatakan bahwa ikan laut yang hidup bebas di alam terutama yang bersifat karnivora sering terinfeksi cacing endoparasit. Salah satu cacing endoparasit yang mempunyai prevalensi tinggi pada spesies ikan laut adalah Anisakis sp. Kajian parasit Anisakis sp. penelitian ini meliputi derajat infeksi dan prevalensi pada ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) berdasarkan ciri morfologi dan morfometri Anisakis sp. yang ditemukan serta meninjau berdasarkan faktor lingkungan yang terkait sebagai pencegahan penyakit zoonosis.Ikan diperoleh dari TPI Sendang Biru Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang sebanyak 30 ekor dengan kisaran panjang 50-80 cm dan berat kisaran 3-35 kg. Organ yang diamati pada bagian usus dan otot ikan, kemudian dilakukan identifikasi Anisakis sp. yang ditemukan berdasarkan morfologi dan morfometri serta dilakukan pembuatan sketsa dari hasil pengamatan; menggolongkan tipe Anisakis sp.; menghitung derajat infeksi; dan menghitung prevalensi. Teknik pengumpulan data menggunakan perhitungan berdasarkan jumlah keseluruhan ikan yang terinfeksi dan jumlah keseluruhan Anisakis sp. yang ditemukan. Data yang diperoleh, selanjutnya dianalisis melalui pendekatan deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil yang diperoleh ditemukan Anisakis sp. sebanyak 375 ekor. Cacing Anisakis sp. yang terdiri atas 2 tipe yaitu Anisakis sp. tipe 1 dan tipe 2. Derajat infeksi Anisakis sp. pada ikan tuna mata besar (T. obesus) dalam usus sebesar 18 ekor sedangkan dalam otot ikan tuna mata besar (T. obesus) sebesar 3 ekor. Prevalensi Anisakis sp. pada usus dan otot ikan tuna mata besar (T. obesus) ditemukan sebesar 66,67% termasuk dalam kategori sedang
Peran Shadow Teacher Dalam Layanan Khusus Kelas Inklusi Di SDN Percobaan 1 Kota Malang
ABSTRAK Iswandia, Dewi Anggraeni. 2017. Peran Shadow Teacher Dalam Layanan Khusus Kelas Inklusi Pada SDN Percobaan 1 Di Kota Malang, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd,(2) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd Kata Kunci: shadow teacher (ST), anak berkebutuhan khusus, kelas inklusiSDN Percobaan 1 Malang sudah menerapkan kelas inklusi sejak tahun 2004, yaitu saat sekolah ini ditunjuk Dinas Pendidikan sebagai piloting project di Kota Malang. Perkembangan kelas inklusi di SDNP 1 Malang pada saat ini masih berjalan dengan baik. Anak yang memiliki kekurangan atau biasanya disebut juga anak berkebutuhan khusus dijadikan satu dengan anak reguler. Di sekolah ini anak berkebutuhan khusus memiliki ST ( Shadow Teacher) dengan tujuan guna untuk membimbing anak tersebut agar dapat memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas.ST berperan penting dalam kegiatan proses belajar mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas. Dengan adanya ST maka anak berkebutuhan khusus dapat dengan mudah dan memahami materi yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, karena ST mengarahkan materi tersebut dengan mudah atau dengan cara-cara yang mudah dipahami oleh anak tersebut. Di sekolah ini setiap anak berkebutuhan khusus memiliki ST untuk membantu proses pembelajaran anak tersebut. Tidak semua orang bisa menjadi ST jika tidak memiliki kemampuan dasar membimbing anak berkebutuhan khusus dan mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anak tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu (1) perilaku peran ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, (2) strategi ST dalam memberikan layanan khusus pada anak berkebutuhan khusus kelas inklusi, dan (3) masalah dan solusi yang dihadapi ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi di SDN Percobaan 1 Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dokumen-dokumen sekolah, dokumentasi kegiatan sekolah, hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti berupa catatan lapangan, dan catatan wawancara peneliti dengan narasumber atau informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukan dengan kegiatan (1) pengecekan anggota, (2) triangulasi, (3) meningkatkan ketekunan, (4) kecukupan referensi.Hasil penelitian tentang peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus kelas inklusi bahwa (1) peran ST dalam memberikan layanan khusus anak berkebutuhan khusus adalah ST sebagai fasilitator antara anak berkebutuhan khusus dengan guru kelas dan teman di sekelilingnya, selain itu ST membantu dan mengarahkan anak tersebut ketika proses pembelajaran berlangsung, (2) strategi yang haru dilakukan ST adalah ketika anak berkebutuhan khusus tidak dapat mengerti materi yang sudah dijelaskan ST harus mengajari contohnya jika mata pelajaran matematika ST memperkecil bilangan agar anak dengan mudah memahami materi tersebut, dan (3) masalah dan solusi ketika menghadapi anak berkebutuhan khusus tentu tidaklah luput, masalah dari anak bisa terjadi semisal anak tidak bisa diam ketika proses pembelajaran berlangsung dan menganggu teman disekelilingnya, ST harus memberikan teguran pada anak berkebutuhan khusus bahwa pada saat proses belajar mengajar tidak boleh mengganggu temannya dan tidak boleh berkeliaran di kelas harus memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, selain itu ada juga masalah dari orangtua anak tersebut yaitu terlalu sibuk dengan pekerjaannya anak tersebut tidak mendapatkan perhatian dari orangtua, ST berhak memberikan nasihat kepada orangtua bahwa anak perlu perhatian dari orangtua, sesibuk apapun harus meluangkan waktu sedikit untuk anaknya. Sebaiknya (1) setiap sekolah yang menerapkan kelas inklusi hendaknya juga menerapkan ST agar anak berkebutuhan tersebut dapat mengikuti kegiatan proses pembelajaran dikelas dan bisa memahami apa yang sudah dijelaskan oleh guru kelas, selain itu anak berkebutuhan khusus juga bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman disekelilingnya dibantu oleh ST tersebut, (2) setiap ST harus memiliki sifat sabar dan telaten dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG
ABSTRAK Ruudevi, Zulfindira Septri. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Dr. Umie Lestari, M.Si. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, model PBL, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar kognitif Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 harus dapat mendorong dan menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap guru Biologi kelas XI SMA Brawijaya Smart School, diketahui bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan belum memberdayakan siswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Perangkat pembelajaran tersebut terbatas pada tingkat kognitif C1, C2, dan C3. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang masih rendah dan sebanyak 72% siswa mendapatkan nilai di bawah KKM. Hal tersebut didukung oleh hasil angket kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MIA 4 dengan rata-rata sebesar 19,4%. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yaitu silabus, RPP, dan LKS berbasis model PBL, yang tervalidasi, teruji keefektifan, dan kepraktisannya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg & Galll yang dibatasi sampai tahap 7, terdiri dari tahap pengumpulan informasi & penelitian, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan tahap awal, revisi produk awal, uji coba lapangan utama, revisi produk utama. Uji coba lapangan tahap awal berupa validasi perangkat pembelajaran oleh validator ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan ahli praktisi lapangan. Uji coba lapangan utama dilakukan terhadap 25 siswa SMA BSS semester II tahun ajaran 2016/2017. Hasil uji coba lapangan tahap awal menunjukkan skor rata-rata 3,90 (silabus), 3,91 (RPP Sistem Reproduksi dan Sistem Pertahanan Tubuh), 3,79 (LKS Sistem Reproduksi), dan 3,89 (LKS Sistem Pertahanan Tubuh) yang secara keseluruhan termasuk kriteria sangat valid. Hasil pretes-postes kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh tingkat gain sebesar 0,64 yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa termasuk kriteria sedang. Hasil belajar klasikal sebesar 92% (materi Sistem Reproduksi) dan 100% (Sistem Pertahanan Tubuh), sehingga perangkat pembelajaran berbasis model PBL yang dikembangkan valid, efektif, serta praktis untuk digunakan dalam pembelajaran
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Discovery-Inquiry dengan Sumber Belajar Bendungan Batujai Praya Barat
Muna, Baiq. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Discovery-Inquiry dengan Sumber Belajar Bendungan Batujai Praya Barat. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si. Kata Kunci : perangkat pembelajaran, discovery-inquiry, Bendungan BatujaiBiologi sebagai bagian dari IPA merupakan studi yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Proses belajar mengajar yang dilakukan saat ini belum memaksimalkan lingkungan sekitar yang bisa digunakan sebagai sumber belajar dan belum adanya perangkat pembelajaran yang mendukung. Masalah yang timbul dari kurangnya aktivitas atau peran aktif siswa serta belum adanya pemanfaatan masalah nyata di sekitar siswa dalam pembelajaran menyebabkan pencapaian hasil belajar kurang maksimal. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis discovery-inquiry dengan sumber belajar Bendungan Batujai.Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D (research and development) yang mengacu pada tahapan pengembangan Four-D (4-D), yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap diseminasi (disseminate). Data penelitian terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi perangkat pembelajaran, skor angket pendapat siswa, penilaian sikap, penilaian keterampilan proses sains, dan penilaian pemahaman konsep. Data kualitatif berupa catatan dan saran perbaikan dari validator. Validasi dilakukan oleh ahli perangkat pembelajaran dan ahli lapangan. Uji coba terbatas dilakukan di kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Praya dengan jumlah 34 siswa.Hasil validasi perangkat pembelajaran ekosistem yang dikembangkan didapatkan kriteria sangat valid. Nilai validitas silabus, RPP, LKS, instrumen penilaian, dan handout berturut-turut adalah 96,2%, 97,0%, 98,8%, 99%, dan 88,5%. Hasil ujicoba terbatas perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa nilai sikap siswa 84,6%. Nilai pemahaman konsep siswa adalah 88,5% dengan kriteria pemahaman konsep sangat tinggi. Hasil uji coba keterampilan proses sains didapatkan nilai 87,0% dengan kriteria tinggi. Berdasarkan uji coba perangkat pembelajaran discovery-inquiry yang dilakukan didapatkan hasil bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berpotensi mengembangkan sikap, keterampilan proses sains, dan pemahaman konsep siswa. Model pembelajaran discovery-inquiry memungkinkan siswa untuk menggunakan segala potensinya (kognitif, afektif dan psikomotor), terutama proses mentalnya untuk menemukan sendiri konsep-konsep atau prinsip-prinsip IPA serta dapat melatih proses mental lainnya. Saran pemanfaatan produk yaitu guru bisa menggunakan perangkat pembelajaran ekosistem yang telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan sumber belajar di sekitar siswa sehingga lebih bersifat kontekstual dan diharapkan mampu mengembangkan sikap, keterampilan proses sains, dan pemahaman konsep. Saran diseminasi yaitu sebelum perangkat pembelajaran disebarluaskan sebaiknya terlebih dahulu dilakukan validation testing tahap awal diseminasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan peneliti digunakan oleh guru terlebih dahulu di kelas lain untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu perangkat pembelajaran yang dikembangkan sebaiknya dieksperimenkan sehingga diketahui perbandingan antara perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan perangakat pembelajaran yang biasanya digunakan oleh guru
Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Pengomposan dengan Starter Sari Buah Pepaya Busuk pada Materi Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah untuk Siswa Kelas X SMAN 1 Singosari
Setiap tahun volume sampah semakin meningkat baik di Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Salah satu cara pengolahan sampah berupa sampah basah yaitu dengan pengomposan. Hasil studi awal menunjukkan bahwa SMAN 1 Singosari belum pernah melakukan kegiatan pengomposan. Siswa menyukai pembelajaran aktif seperti kegiatan praktikum. Motivasi belajar siswa menurun ketika guru menerapkan metode ceramah. Tujuan penelitian yaitu untuk menyusun draf, menguji kevalidan, menguji kepraktisan, dan menguji keefektifan buku petunjuk praktikum pengomposan pada materi perubahan lingkungan/iklim dan daur ulang limbah untuk siswa Kelas X SMAN 1 Singosari.Model pengembangan dalam penelitian ini adalah model 3-D (Define, Design, dan Develop) yang dimodifikasi dari model 4-D Thiagarajan (1974). Sebelum mengembangkan buku petunjuk praktikum pengomposan dilakukan penelitian eksperimen tentang pengaruh konsentrasi sari buah pepaya busuk terhadap lama waktu pengomposan. Jenis data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif yaitu berupa data hasil validasi buku petunjuk praktikum, data respons siswa, dan data hasil belajar siswa. Data kualitatif yaitu berupa saran, komentar, dan tanggapan validator terhadap buku petunjuk praktikum yang telah dikembangkan. Kegiatan analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan buku petunjuk praktikum. Hasil penelitian eksperimen menunjukkan bahwa sari buah pepaya busuk dengan konsentrasi 75% memiliki lama waktu pengomposan yang paling singkat/cepat yaitu 16 hari dan berbeda nyata dengan konsentrasi sari buah pepaya busuk lainnya. Hasil validasi buku petunjuk praktikum oleh ahli bahan ajar, ahli materi, dan praktisi lapangan secara berurutan sebesar 95,89%, 86,72%, dan 96,67%. Persentase dari semua validator menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat valid. Hasil respons siswa terhadap buku petunjuk praktikum sebesar 87,91%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa buku petunjuk praktikum termasuk dalam kriteria sangat praktis. Hasil penghitungan diperoleh nilai gain score (g) sebesar 0,53. Nilai (g) = 0,53 berada di interval 0,3 < (g) < 0,7 dengan kriteria sedang, artinya buku petunjuk praktikum yang dikembangkan sudah termasuk efektif. Oleh karena itu, buku petunjuk praktikum pengomposan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran
DNA Barcoding Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster Gmelin) Berdasarkan Gen 12S rRNA sebagai Upaya Konservasi Genetik
Elang Laut Perut Putih adalah salah satu organisme pemangsa yang menduduki tingkat trofik teratas di habitat hutan pesisir pantai. Populasinya di Indonesia saat ini menurun karena aktivitas manusia sehingga mendorong perlunya langkah konservasi secara genetik menggunakan DNA barcoding dengan gen 12S rRNA. Amplifikasi gen menggunakan primer universal untuk burung dengan forward 5’-TCG ATT ATA GAA CAG GCT CCT CTA G-3’ dan reverse 5’-CGT AAC AAG GTA AGT GTA CCG GAA GG-3’. Kromatogram menunjukkan kualitas hasil sekuensing yang rendah. Analisis sekuen konsensus hasil amplifikasi menunjukkan adanya basa tak dikenal. Sekuen konsensus tidak memiliki kesesuaian dengan gen target di database gene bank, sehingga gen yang teramplifikasi diduga bukan gen target namun pseudogen. Disarankan dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan primer yang lebih spesifik untuk gen 12S rRNA. kuah) kupang merah masih berada dibawah ambang batas BPOM RI sebesar 1.5 ppm. Proses pengolahan makanan kupang merah dapat menurunkan kandungan logam berat Pb pada daging dan air kuah kupang merah, namun setiap tahap pada proses pengolahan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan. a Batu. Penentuan plot secara purporsive sampling yaitu dengan membuat 10 plot ukuran 1m x 1m. Identifikasi gulma dilakukan di laboratorium herbarium jurusan biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Spesies gulma yang ditemukan di lahan pertanian wortel sebanyak 13 spesies, meliputi Ageratum mexicanum L., Blumea hieracifolia (D. Don) DC, Cyperus rotundusL., Eleusine indicaL., Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake, Oxalis corniculata L., Oxalis intermedia A.Rich., Richardia brasiliensis Gomez, Rorippa indica (L.) Hiern, Salvia tiliaefolia Vahl., Solanum nigrum L., Stellaria australis Zoll. dan Synedrella nodiflora L. Ke 13 spesies tergolong dalam 12 marga dan 9 suku, meliputi Asteraceae, Poaceae, Caryophyllaceae, Cyperaceae, Lamiaceae, Oxalidaceae, Brassicaceae, Rubiaceae dan Solanaceae. Ciri-ciri morfologi gulma di lahan pertanian wortel umumnya berbatang herba dan percabangan simpodial; berakar tunggang; berdaun tunggal,bertangkai, pertulangan daun sejajar; berbunga majemuk. Kelimpahan spesies gulma tertinggi di lahan pertanian wortel Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu adalah Salvia tiliaefolia Vahl.(207 individu) dan Galinsoga ciliata (Raf) S.F. Blake (170 individu)
Pertumbuhan Biomassa Ikan Lele Masamo (Clarias sp.) pada Budidaya Sistem Bioflok Padat Tebar
ABSTRAK Mirsa, Roudhotul. 2016. Pertumbuhan Biomassa Ikan Lele Masamo (Clarias sp.) pada Budidaya Sistem Bioflok Padat Tebar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Agus Dharmawan, M. Si., (II) Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes. Kata Kunci : Ikan Lele Masamo (Clarias sp.), Pakan Alami (Fitoplankton), Sistem Bioflok, Padat Penebaran, Pertumbuhan biomassa, Kualitas Air. Produksi dalam budidaya ikan lele Masamo (Clarias sp.) sangat tergantung dengan ketersediaan pakan yang kualitas dan kuantitasnya sangat mempengaruhi hasil produksi. Sistem bioflok padat tebar dalam budidaya ikan lele Masamo merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan ketersediaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo dalam budidaya sistem bioflok dengan padat penebaran 1000 ekor/m2 dan pengambilan sampel 7 hari sekali selama 42 hari sebanyak 50 ekor setiap kolam. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur biomassa ikan lele Masamo, kerapatan pakan alami, dan kualitas air (suhu, oksigen terlarut, kekeruhan, dan derajat keasaman) Hasil Uji anava tunggal menunjukkan pertumbuhan biomassa ikan selama 5 minggu dengan pertumbuhan biomassa paling signifikan di minggu ke-5. Hasil Uji korelasi menunjukkan hubungan kerapatan pakan alami terhadap pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo adalah negatif dengan pengertian peningkatan biomassa ikan lele Masamo diiringi dengan penurunan pakan alami. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kualitas air mempengaruhi pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo, khususnya kekeruhan
Penerapan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 2 Malang
ABSTRAK Kumalasari, Shinta. 2017. Penerapan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 2 Malang. Skripsi. Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. Ked, (II) Nuning Wulandari, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Hasil Belajar Kognitif, Inkuiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Multimedia Pembelajaran Interaktif Penggunaan multimedia interaktif tidak lepas pada pemilihan model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang paling sesuai adalah model pembelajaran yang berbasis konstruktivis yaitu inkuiri terbimbing. Berdasarkan hasil kegiatan observasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru kelas XI SMA Negeri 2 Malang pada tanggal 21 dan 23 Januari 2017, bahwa guru menggunakan media PPT dengan metode ceramah, diskusi, dan model pembelajaran inkuiri. Penggunaan metode tersebut masih belum cukup memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan proses berpikir logis dan berfokus pada pengambilan keputusan. Terbukti dari hasil belajar siswa yang masih rendah yaitu 80% masih belum memenuhi KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan penerapan multimedia pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Metode penelitian ini merupakan Quasy Experiment. Populasi meliputi 5 kelas XI IPA SMA Negeri 2 Malang dengan sampel kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Pengambilan sampel ini dilakukan secara purposive sampling. Penelitian dilakukan selama bulan Februari 2017. Instrumen pada penelitian ini berupa soal tes yang dapat mengukur hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Soal tes terdiri dari soal pretes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan, dan soal postes digunakan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diberikan. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan analisis kovarian (Anakova) dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri terbimbing berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Perhitungan Anakova menunjukkan p-value untuk hasil belajar kognitif adalah 0,000 dan p-value untuk kemampuan berpikir kritis adalah 0,000. Nilai rata-rata pretes dan postes hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen sebesar 55,97 dan 83,97, besarnya peningkatan adalah 28. Sedangkan nilai rata-rata pretes dan postes kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen sebesar 45,61 dan 80,45, besarnya peningkatan adalah 34,84. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada pengaruh penerapan multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang
Pengembangan Instrumen Evaluasi Mata Pelajaran Biologi SMA Kompetensi Dasar 3.9, 4.9, 3.10, 4.10, 3.11, dan 4.11 Kelas X Dalam Kurikulum 2013 Di SMA Nasional Kota Malang.
ABSTRAK Pengukuran merupakan salah satu kegiatan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki siswa. Kompetensi siswa diukur dengan menggunakan suatu instrumen evaluasi yang berkualitas. Teknik pengukuran kompetensi siswa yaitu tes dan non tes. Penelitian ini dilakukan karena sekolah belum melakukan validasi instrumen evaluasi. Penelitian ini mengembangkan tes berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja. Instrumen evaluasi ini sebanyak 55 soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja berupa asesmen laporan, asesmen produk, asesmen presentasi, dan asesmen gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk instrumen evaluasi yang telah diuji validitas logis dan validitas empirisPenelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian R & D menurut Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahap yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan awal desain produk, (4) uji coba lapora awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan produk utama, (7) revisi produk. Uji coba produk dilakukan di SMA Nasional Kota Malang sebanyak dua kali, yaitu uji coba lapangan awal dilakukan pada 12 siswa dan uji coba lapangan produk utama dilakukan pada 34 siswa. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli lapangan (guru), serta hasil uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan produk utama dianalisis dengan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji kevalidan instrumen evaluasi soal pilihan ganda jawaban tunggal dari ahli evaluasi, ahli materi dan ahli lapangan disimpulkan telah valid. Sedangkan instrumen evaluasi asesmen kinerja berdasarkan hasil uji kevalidan ahli evaluasi disimpulkan telah valid Berdasarkan analisis program ITEMAN diperoleh hasil uji coba lapangan awal pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 27,27%, soal sedang 50,91%, dan soal sukar 21,82%. Untuk daya beda negatif diperoleh persentase 3,64% negatif, 5,45% jelek, 32,73% cukup , 40% baik, dan 18,18% baik sekali. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 56,36%. Untuk analisis validitas konstruk diperoleh hasil sesuai dengan indikator soal dan tujuan pembelajaran. Sedangkan validitas isi diperoleh hasil sesuai dengan materi. Berdasarkan hasil uji coba lapangan produk utama pada soal pilihan ganda jawaban tunggal untuk tingkat kesukaran soal mudah 23,647%, soal sedang 49,09%, dan soal sukar 27,27%. Untuk daya beda jelek diperoleh persentase 5,45%, cukup 16,36%, baik 54,55%, dan baik sekali 23,64%. Reliabilitas instrumen tergolong sangat tinggi dengan nilai 0,912. Untuk analisis pengecoh, pilihan jawaban berfungsi mengecoh sebanyak 74,55%. Untuk analisis validitas konstruk diperoleh hasil sesuai dengan indikator soal dan tujuan pembelajaran. Sedangkan validitas isi diperoleh hasil sesuai dengan materi. Saran yang dapat diberikan yaitu instrumen ini bisa digunakan oleh guru pelajaran Biologi namun perlu mengkaji pada beberapa soal karena perbaikan soal harus dilakukan berulang-ulang agar mendapatkan soal yang valid. Penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut dengan melanjutkan model pengembangan Borg and Gall pada langkah ke 8, 9, dan 10
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen
ABSTRAK Rahayu, Wiwit. 2017. Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd (2) Dra. Amy Tenzer, M.S. Kata kunci: inkuiri terbimbing, NHT, kemampuan berkomunikasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi saat melakukan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) tanggal 17 September - 29 Oktober 2016 di SMAN 1 Kepanjen, didapatkan data bahwa persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada ranah pengetahuan siswa kelas X-MIA 5 sebesar 58,3%. Kemampuan berkomunikasi siswa juga rendah dilihat dari siswa yang masih belum mampu menjelaskan dengan baik, bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik serta masih membaca LKS saat menjelaskan. Hal ini disebabkan belum digunakannya model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Melalui penerapan Model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) diharapkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian ialah siswa kelas X MIA-5. Data keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan berkomunikasi siswa diperoleh dari lembar observasi. Data hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan diperoleh dari nilai tes akhir siklus yang dilakukan setiap akhir siklus. Data hasil belajar ranah keterampilan dan sikap diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model Numbered Heads Together (NHT) sudah terlaksana dengan sangat baik sesuai dengan sintaksnya. Rata-rata nilai kemampuan berkomunikasi siswa meningkat dari 62,6 pada siklus I menjadi 79,3 pada siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah pengetahuan meningkat dari 72,2% pada siklus I menjadi 88,9% pada siklus II, persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah keterampilan meningkat dari 63,9% pada siklus I menjadi 86,1% pada siklus II, dan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah sikap meningkat dari 61,1% pada siklus I menjadi 86,1% pada siklus II. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT dapat meningkatkan kemampauan berkomunikasi dan hasil belajar siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 1 Kepanjen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran bagi peneliti lain maupun guru bidang studi yang ingin menerapkan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT yaitu sebaiknya menjelaskan kepada siswa bagaimana kegiatan pembelajaran yang menggunakan perpaduan inkuiri terbimbing dan NHT sebelum proses pembelajaran, menekankan kepada siswa untuk mengikuti pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan oleh guru terutama pada saat merancang prosedur investigasi dan mengadakan pre-test dan post-test