SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Studi Kumbang Sungut Panjang (Coleoptera: Cerambycidae) di Hutan Cangar, Tahura R. Soerjo, Batu, Jawa Timur
Safitri, Nilam. 2016. Studi Kumbang Sungut Panjang (Coleoptera: Cerambycidae) di Hutan Cangar, Batu, Tahura R. Soerjo, Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata Kunci: Studi,Kumbang Cerambycidae, Hutan Cangar, Batu, Tahura R. Soerjo. Kumbang sungut panjang termasuk salah satu bio-indikator yang berperan penting dalam membantu proses dekomposisi, proses penyerbukan, dan siklus hara untuk keseimbangan ekosistem hutan. Hutan Cangar (bagian Tahura R. Soerjo) merupakan kawasan konservasi dan objek wisata alam yang memiliki jenis vegetasi beragam, diantaranya pohon treteh (Ficus sp.), kukrup (Engelhardia spicata), anggrek (Orchidaceae), dan paku (Pteris sp.) sehingga dapat digunakan sebagai host plant maupun food plant bagi kumbang sungut panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies kumbang sungut panjang, menganalisis frekuensi dan intensitas jumlah individu, serta jenis tumbuhan yang mendukung kehidupan kumbang sungut panjang di Hutan Cangar, Batu. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2016. Lokasi pemasangan perangkap daun nangka (Artocarpus Trap) di Hutan Cangar, khususnya area jogging track sebanyak 20 stasiun berdasarkanmetode walking transect. Perangkap daun nangka (Artocarpus Trap) terdiri dari 5-10 cabang pohon nangka beserta daunnya diikatkan pada cabang pohon atau batang kayu setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Koleksi sampel dilakukan pada hari ke-3, 6, dan 9 setelah pemasangan perangkap dengan cara memukul (beating) perangkap. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Struktur Perkembangan dan Taksonomi Hewan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang dan diverifikasi di LIPI, Cibinong, Bogor. Data berupa ciri morfologi dan jumlah individu kumbang sungut panjang yang kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan frekuensi keterpadatan (Fi) dan intensitas jumlah individu (I). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumbang sungut panjang yang terperangkap termasuk dalam sub famili Lamiinae, genus Sybra, spesies Sybra sp. Spesies Sybra sp. termasuk dalam cerambycidae berukuran kecil (± 10 mm) dan memiliki ciri posisi caput hipognat, antena berbentuk filiformis, warna tubuh hitam kecoklatan, tertutupi oleh seta berwarna kuning tua, pada bagian elitra terdapat sepasang bercak berbentuk bulat warna kuning kecoklatan, serta ujung elitra berbentuk lancip. Hasil analisis nilai frekuensi (Fi)sebesar 25% yang menunjukkan bahwa spesies Sybra sp. jarang ditemukan dan hanya dijumpai pada beberapa stasiun. Sedangkan nilai intensitas jumlah individu menunjukkan hasil 1 individu/stasiun. Jenis tumbuhan yang mendukung kehidupan kumbang sungut panjang di Hutan Cangar yaitu pohon kukrup (Engelhardia spicata), pohon treteh (Ficus sp.), anggrek (Orchidaceae), paku (Pteris sp.), tehtehan (Euphatorium riparium), picisan (Pyrrosia sp.), dan pakis haji (Cycas rumphii)
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium tenerum Forst terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa secara In Vitro
ABSTRAK Hayati, N. 2015. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium tenerum Forst terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Kata Kunci: aktivitas antibakteri, Asplenium tenerum, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa. Asplenium tenerum Forst merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang diketahui memiliki kandungan polifenol, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antibakteri. Bakteri yang telah diketahui resisten terhadap berbagai antibiotik yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, yang merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, ada tidaknya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa, ada tidaknya hubungan antara konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum dengan jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif eksperimental dengan 6 perlakuan variasi konsentrasi ekstrak, dua kontrol, dan sebanyak 4 ulangan secara in vitro. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode dilusi tabung. Hasil analisis menggunakan ANAVA tunggal menunjukkan bahwa F hitung pada bakteri S. Epidermidis dan P. aeruginosa lebih besar dengan F tabel taraf signifikan 1%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol ental A. tenerum sangat berpengaruh terhadap kematian sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa konsentrasi yang paling berpengaruh dari ekstrak metanol ental A. tenerum dalam membunuh sel bakteri S. epidermidis yaitu sebesar 120.000 µg/ml, dan terhadap P. aeruginosa sebesar 100.000 µg/ml. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa nilai korelasinya mendekati 1,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara ekstrak metanol ental A. tenerum dan jumlah sel bakteri S. epidermidis maupun P.aeruginosa. ABSTRACT Hayati, N. 2015. Antibacterial Activity Test of Metanol Extract of Asplenium tenerum Forst Frond Against Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa Bacteria by In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si. Keywords: antibacterial activity, Asplenium tenerum, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa. Asplenium tenerum Forst is a kind of fern has been known contain polyphenol, flavonoids, tannins, and terpenoids. These compounds potent as antibacterial activity. Bacteria have been known to be resistant againts many antibiotics are Staphylococcus epidermidis and Pseudomonas aeruginosa, a bacterium that causes nosocomial infections. This research was aimed to find out the effect of methanol extract of A. tenerum frond and its concentration variation on number of S. epidermidis and P.aeruginosa cells, also to find out the correlation between extract concentration and number of bacterial cells. This research is experimental quantitative research with six treatments of different concentrations, two controls and four repetitions. The method used in this research is dilution method. The results showed that F count on S.epidermidis and P.aeruginosa bacteria were greater than F table with a significant level of 1%. Based on these results it can be concluded that the methanol extract of frond A. tenerum influence on bacterial cell death of S. epidermidis and P. aeruginosa. The most concentration of methanol extract of A. tenerum that affect to S. epidermidis bacterial is 120.000 µg/ml, and to P. aeruginosa is 100.000 µg/ml. Based on linier regression showed that the correlation value limited 1,00, it can be concluded that there was significant correlation between methanol extract of A. tenerum frond and cell numbers of S. epidermidis and P. aeruginosa
KARAKTERISASI DAN PENENTUAN INDEKS ZONA BENING PADA BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM WADI MAKANAN KHAS KALIMANTAN TENGAH
ABSTRAK Fitri, Rizka Diah. 2017. Karakterisasi dan Penentuan Indeks Zona Bening pada Bakteri Asam Laktat dalam Wadi Makanan Khas Kalimantan Tengah.Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci : Wadi, Bakteri Asam Laktat (BAL), Indeks Zona Bening Asam Laktat. Wadi merupakan produk makanan fermentasi tradisional berbahan dasar ikan dari suku Dayak yang hidup di pulau Kalimantan. Wadi dibuat dengan penambahan lumu, gula, serta garam, dan difermentasi selama 7-10 x 24 jam. Wadi mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berperan dalam proses fermentasi ikan menjadi wadi. BAL merupakan bakteri yang dapat memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan spesies-spesies BAL yang berasal dari wadi, (2) menguji kemampuan spesies-spesies BAL yang diisolasi dari wadi dalam menghasilkan asam laktat berdasarkan indeks zona bening asam laktat, (3) menentukan spesies BAL yang memiliki kemampuan menghasilkan asam laktat tertinggi. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif eksploratif. Media Selektif BAL yang digunakan ialah media de Man, Rogosa, and Sharpe Agar (MRSA). Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Mei 2017 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Wadi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu wadi berbahan dasar ikan patin yang telah difermentasiselama 22 x 24 jam dengan penambahan garam, gula, dan lumu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) terdapat empat spesies BAL dalam wadi, yaitu Lactobacillus coryniformis, Lactobacillus casei, Streptococcus lactis, dan Nitrococcus mobilis, (2) kemampuan masing-masing BAL dalam menghasilkan asam laktat berdasarkan pengukuran indeks zona bening asam laktat antara lain: Lactobacillus coryniformis memiliki indeks zona bening asam laktat sebesar 3.31, Lactobacillus casei sebesar 3.96, Streptococcus lactis sebesar 1.54, dan Nitrococcus mobilis sebesar 1.52,(3) Lactobacillus caseimerupakan spesies BAL yang memiliki kemampuan menghasilkan asam laktat tertinggi berdasarkan indeks zona bening asam laktat, yaitu sebesar 3.9
PENGEMBANGAN BOOKLET BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PREPARASI SIMPLISIA PURING (Codiaeum variegatum L. Blume) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI SISWA MA MAMBAUL ULUM KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Ariyanti, Rosita. 2017. Pengembangan Booklet Bermuatan Pendidikan Karakter Melalui Preparasi Simplisia Puring (Codiaeum variegatum L. Blume) sebagai Media Pembelajaran bagi Siswa MA Mambaul Ulum Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes Kata kunci: Booklet, pendidikan karakter, simplisia, Puring (Codiaeum variegatum L. Blume).Kurikulum 2013 sangat menekankan pendidikan karakter untuk membentuk pribadi yang unggul. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendidikan karakter siswa masih perlu ditingkatkan termasuk di MA Mambaul Ulum Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Implementasi nilai karakter dapat diambil dalam kehidupan sehari-hari salah satunya dengan pemanfaatan tanaman obat sebagai sarana membentuk karakter hidup bersih dan sehat. Puring adalah tanaman yang cukup melimpah di daerah Tumpang dan berpotensi sebagai obat. Penggunaan Puring sebagai tanaman obat lebih efektif apabila dijadikan simplisia karena lebih efisien dan tahan lama. Preparasi simplisia Puring masih belum banyak diketahui oleh masyarakat dan siswa oleh karena itu masih perlu adanya sosialisasi mengenai preparasi simplisia Puring.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan booklet bermuatan pendidikan karakter yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa MA Mambaul Ulum. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan : (1) Analyze/Analisis, (2) Design/ Desain, (3) Development/Pengembangan, (4) Implement/Implementasi, dan (5) Evaluate/Evaluasi. Booklet di validasi oleh 1 ahli media, 1 ahli materi, 1 praktisi lapangan dan diujicoba pada 14 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa booklet dinyatakan valid atau layak digunakan dengan hasil perhitungan ahli materi 95,21%, ahli media 95,9375%, praktisi lapangan 86,25%, hasil uji coba menunjukkan keterbacaan booklet 87,5% artinya booklet sangat sesuai/sangat tepat digunakan dan sangat mudah dipahami bahasanya sehingga mampu menyampaikan pesan/informasi dengan baik. Analisis data hasil uji coba juga menunjukkan keefektifan booklet sebesar 84,07% dengan jabaran karakter rasa ingin tahu siswa (86,31%), peduli lingkungan (92,26%), tanggung jawab (88,69%), mandiri (83,33%), toleransi (92,86%), peduli sosial (80,95%) dan religius (95,54%) masuk dalam kategori rentangan sangat baik, sedangkan karakter kerja keras (78,77%), disiplin (76,19%), kreatif (71,43%), dan jujur (79,76%) masuk dalam kategori rentangan baik. Secara keseluruhan nilai karakter yang ditanamkan melalui booklet sudah baik dan merata pada semua karakter dan hal tersebut menunjukkan bahwa booklet dapat digunakan sebagai media untuk menanamkan karakter pada siswa
Ekspresi Gen Fgf10 Pada Tunas Kaki Embrio Ayam Setelah Pemberian Ciprofloxacin
ABSTRAK Ciprofloxacin merupakan antibiotik golongan fluoroquinnolone yang memiliki berat molekul relatif kecil, yaitu 331,4 dalton sehingga berpotensi sebagai teratogen. Penelitian terdahulu melaporkan bahwa ciprofloxacin berpengaruh terhadap struktur sumbu tubuh dan rangka anggota gerak mencit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ciprofloxacin terhadap ekspresi gen Fgf10 dan struktur tulang kaki embrio ayam. Ciprofloxacin 10 mg/kgBB diberikan pada embrio ayam umur 2-4 hari inkubasi. Isolasi RNA dilakukan pada tunas kaki embrio ayam umur 5 hari inkubasi. Ekspresi gen Fgf10 dihitung melalui qRT-PCR, dan hasilnya dianalisis menggunakan Program REST 2009 Version 2.0.13. Struktur tulang kaki embrio ayam umur 11 hari inkubasi diwarnai menggunakan Alcian Blue dan Alizarin Red yang dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciprofloxacin tidak secara signifikan menurunkan ekspresi gen Fgf10 serta tidak memicu perubahan struktur tulang kaki embrio ayam
Pengembangan Modul Biologi Materi Transport Membran untuk Siswa Kelas XI IPA SMA Panjura
Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh sumber belajar. Sumber belajar yang kurang baik dapat menimbulkan miskonsepsi. Modul yang dilengkapi dengan aktivitas laboratoris dan aplikasi konsep dapat menjadi salah satu alternatif sumber belajar untuk mengatasi miskonsepsi. Pengembangan modul biologi materi Transport Membran menggunakan model product oriented. Langkah pengembangan menggunakan 4D(Thiagarajan) dengan meninggalkan tahap ke empat (disseminate) karena keterbatasan biaya untuk penyebarluasan. Penilaian modul dilakukan melalui validasi oleh dosen Biologi FMIPA UM untuk mengetahui kelayakan modul dan uji coba terbatas oleh siswa kelas XI SMA Panjura untuk mengetahui respon siswa sebagai pengguna modul. Data hasil validasi dan uji coba dianalisis, kemudian dilakukan penentuan kriteria kevalidannya. Paket modul biologi materi Transport Membran terdiri atas Petunjuk Guru, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan Lembar Kerja (LK), Kunci Lembar Kerja (KLK), Lembar Tes (LT) dan Lembar Jawaban Tes (LJT). Hasil validasi dan uji coba terbatas menunjukkan bahwa berbagai aspek dalam modul termasuk dalam kategori valid-sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa modul layak untuk digunakan.
Studi Pendahuluan Pertumbuhan Fitoplankton pada Budidaya Lele Afrika (Clarias gariepinus) Strain Masamo Sistem Bioflok Padat Tebar Benih
Budidaya lele sistem bioflok merupakan suatu sistem budidaya ikan lele yang memanfaatkan hasil limbah budidaya menjadi pakan alami. Sistem budidaya ini diperlukan pakan tambahan dari luar. Pakan tambahan tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas air dan pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan fitoplankton yang terdapat pada kolam budidaya lele (Clarias gariepinus) strain Masamo sistem bioflok padat tebar benih, serta mendeskripsikan faktor abiotik yang berkorelasi terhadap jumlah fitoplankton pada kolam budidaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Seluruh jenis fitoplankton yang terjaring oleh jaring plankton yang berukuran 200 mesh/inchi di ketiga kolam budidaya digunakan sebagai sampel. Faktor fisika kimia yang diukur meliputi pH, oksigen terlarut (DO), suhu, dan kekeruhan (turbiditas). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 jenis fitoplankton yang ditemukan di ketiga kolam yang tergolong dalam divisi Chlorophyta dan Bacillariophyta. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan fitoplankton selama 8 minggu pengambilan sampel di semua kolam. Faktor fisika kimia yang terukur berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton pada kolam budidaya lele sistem bioflok
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Buah Pepaya (Carica papaya L.) Muda Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus
ABSTRAK Qomariyah, Lailatul. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Buah Pepaya (Carica papaya L.) Muda Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes. Kata Kunci: ekstrak metanol, buah pepaya muda, Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan penyakit jerawat. Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada manusia di usia remaja, terutama menjelang masa menstruasi. Penyembuhan jerawat secara tuntas belum ditemukan, meskipun ada beberapa cara yang sangat menolong, salah satunya yaitu penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotic biasanya menyebabkan efek samping seperti eritema, panas dan ruam pada kulit, sehingga dicari alternative untuk memanfaatkan bahan alam yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi jerawat yaitu tanaman pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa aktif yang terkandung dalam buah papaya muda varietas Jawa dan menentukan konsentrasi ekstrak methanol buah papaya muda varietas Jawa yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif eksperimental secara in vitro. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kelompok control dan lima kelompok perlakuan yang masing-masing empat ulangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) bakteri Staphylococcus aureus. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program pengolah data uji non parametric Krusskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah pepaya (Carica papaya L.) muda varietas Jawa mengandung senyawa aktif yaitu flavonoid, terpenoid, polifenol, tanin, glikosida dan saponin. Konsentrasi ekstrak methanol buah papaya muda varietas Jawa yang paling efektif dalam menghambat dan membunuh bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 500.000 µg/ml.
Analisis Kesesuaian Perangkat dan Pelaksanaan Pembelajaran Biologi SMA Kelas X Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 berdasarkan Kurikulum 2013 di SMA Negeri Kabupaten Madiun Jawa Timur.
Salah satu hal yang menentukan kesuksesan Kurikulum 2013 yakni kreativitas guru. Hal ini dapat diartikan bahwa guru memegang peranan penting dalam kesuksesan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil wawancara Guru Biologi SMAN 1 Geger mengungkapkan tidak menemui kesulitan namun pada studi pendahuluan faktanya nilai RPP salah satu materi Jamur masih kurang baik. Guru Biologi SMAN 2 Mejayan mengungkapkan ada kesulitan dalam mengembangkan komponen RPP. Beragamnya pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan perlunya evaluasi sebagai bentuk usaha sadar untuk memajukan pendidikan Indonesia.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian antara komponen perangkat pembelajaran, pengembangan isi perangkat pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran Biologi SMA kelas X berdasarkan Kurikulum 2013. Subjek penelitian adalah Guru Biologi kelas X SMAN 1 Geger dan SMAN 2 Mejayan. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, dan LKS, observasi pelaksanaan pembelajaran pada KD 3.8 dan 3.9, serta wawancara dengan Guru Biologi Kelas X dari SMAN 1 Geger dan SMAN 2 Mejayan kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian pengembangan isi perangkat pembelajaran Biologi SMAN 1 berdasarkan Kurikulum 2013 memperoleh kriteria “Kurang Sesuai”, dan kesesuaian pengembangan isi perangkat pembelajaran Biologi SMAN 2 Mejayan berdasarkan Kurikulum 2013 memperoleh kriteria “Kurang Sesuai”. Kesesuaian pelaksanaan pembelajaraan Biologi SMAN 1 Geger berdasarkan Kurikulum 2013 memperoleh kriteria “Sangat Kurang” dan kesesuaian pelaksanaan pembelajaraan SMAN 2 Mejayan berdasarkan Kurikulum 2013 memperoleh kriteria “Sangat Kurang”
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu NHT (Numbered Heads Together) Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif Siswa di MA Almaarif Singosari
ABSTRAK Pembelajaran Biologi mengamanatkan esensi pendekatan saintifik yang berkaitan erat dengan metode ilmiah dalam rangka mewujudkan tujuan pembelajaran. Dengan penerapan metode ilmiah diharapkan mampu memberdayakan keterampilan proses sains siswa. Namun, berdasarkan hasil wawancara dan observasi saat kegiatan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) tanggal 8 Agustus-16 September 2016 menunjukkan bahwa guru belum melaksanakan metode ilmiah secara sistematis sehingga belum memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang kurang dikembangkan dengan baik akan berdampak pada hasil belajar kognitif siswa. Hasil UTS semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017, kelas X1 memiliki persentase nilai di bawah KKM sebesar 62,5% dan kelas X2 sebesar 57,8%. Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang diterapkan di sekolah adalah 75, sehingga dinyatakan bahwa hasil belajar kognitif siswa masih rendah.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan pencapaian keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif pada kelas inkuiri terbimbing dipadu NHT (Numbered Heads Together) dan inkuiri terbimbing serta mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa di MA Almaarif Singosari. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT, sedangkan kelas kontrol menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Analisis data keterampilan proses sains menggunakan analisis uji-t tidak berpasangan, hasil belajar kognitif menggunakan analisis kovarian dan hubungan antara keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif menggunakan analisis regresi linier yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Keterlaksanaan pembelajaran diukur menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan pencapaian keterampilan proses sains siswa pada kelas inkuiri terbimbing dipadu NHT (Numbered Heads Together) dan inkuiri terbimbing secara signifikan, (2) ada perbedaan pencapaian hasil belajar kognitif siswa pada kelas inkuiri terbimbing dipadu NHT (Numbered Heads Together) dan inkuiri terbimbing secara signifikan, (3) ada hubungan secara signifikan antara keterampilan proses sains dengan hasil belajar kognitif siswa, semakin besar nilai keterampilan proses sains yang diperoleh siswa maka semakin besar pula nilai hasil belajar kognitif siswa