SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN KARAWITAN DI SANGGAR SANGKARA GEMRINING DESA LAMONG KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI
Ady, Rizky, Suharmoko. 2016, Pembelajaran Karawitan Di Sanggar Sangkara Gemrining Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (II) Hartono, S.Sn, M.Sn. Kata Kunci: Pembelajaran, Karawitan, Teknik Menabuh Gamelan. Karawitan merupakan seni suara Jawa, baik vokal, instrumental maupun vokal instrumental dengan menggunakan tangga nada pentatonis jawa yaitu pelog dan slendro dengan menggunakan alat musik yaitu gamelan. Pembelajaran yang dilakukan di sanggar termasuk sanggar Sangkara Gemrining tersebut bersistem aprentisip berkonsep penularan seni. Penelitian mengenai pembelajaran karawitan tersebut bertempat di Sanggar Sangkara Gemrining Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Sanggar tersebut dipimpin oleh seniman ternama yaitu Suroso. Penelitian yang berjudul Pembelajaran Karawitan di Sanggar Sangkara Gemrining Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ini mempunyai tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan proses pembelajaran beserta metode yang digunakan pelatih sanggar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dalam arti peneliti mendeskripsikan fenomena yang terjadi di masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan Pembelajaran Karawitan Di Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Pembelajaran karawitan melalui tahapan-tahapan yaitu (1) Prainstruksional, (2) Instruksional (3) Evaluasi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran karawitan tersebut yaitu metode demonstrasi dan metode drill. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan kepada seluruh masyarakat khusunya generasi muda di Desa Lamong Kecamatan Badas Kabupaten Kediri untuk terus dapat mempelajari karawitan teknik menabuh gamelan yang baik dan benar, sehingga dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan.
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Ekskresi untuk Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari
ABSTRAK Lepaleng, Sri Wahyuni Umar. 2017. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Sistem Ekskresi untuk Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari. Skripsi. Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pembimbing: (1) Drs. Masjhudi, M.Pd, (2) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Pengembangan LKS, Inkuiri Terbimbing, Sistem Ekskresi. Hasil wawancara dengan guru Biologi di SMAN 1 Singosari pada tanggal 20 Januari 2017, menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan di sekolah ialah Lembar Kegiatan Siswa. LKS masih terdapat kekurangan dan ketidaksesuaian dengan Kurikulum, kebutuhan dan kondisi siswa. Hasil wawancara juga diketahui bahwa Sistem Ekskresi merupakan salah satu materi yang sulit bagi siswa, terlihat dari nilai ketuntasan belajar klasikal kelas XI IPA 2 tahun ajaran 2015/2016 sebesar 70%. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut ialah mengembangkan LKS berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Ekskresi sehingga mendukung kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan produk Lembar Kegiatan Siswa berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi Sistem Ekskresi untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari, 2) mengetahui kelayakan produk Lembar Kegiatan Siswa berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi Sistem Ekskresi untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari, 3) mengetahui kepraktisan produk Lembar Kegiatan Siswa berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi Sistem Ekskresi untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari, dan 4) mengetahui keefektifan produk Lembar Kegiatan Siswa berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi Sistem Ekskresi untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 4D (define, design, develop, dan disseminate) yang dikembangkan Thiagarajan, dkk., (1974), tetapi pengembangan LKS ini hanya sampai tahap 3D (Develop). Data uji coba produk terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi LKS, skor angket uji kepraktisan, skor hasil uji kompetensi, dan lembar observasi. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari validator dan siswa. Hasil validasi LKS oleh ahli materi adalah sebesar 94,44% dengan kriteria sangat valid, hasil validasi oleh ahli pengembangan bahan ajar sebesar 91,72% dengan kriteria sangat valid, dan hasil validasi oleh ahli praktisi lapangan sebesar 93,25% dengan kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan LKS yang diperoleh dari angket respons siswa sebesar 96,10% dengan kriteria sangat praktis. Hasil uji keefektifan LKS yang diperoleh dari ketuntasan belajar klasikal sebesar 100% dengan kriteria efektif
Studi Tingkah Laku Libido, Lama Waktu Libido, Volume dan Konsentrasi Semen Pada Sapi Bangsa Aberdeen Angus Dan Frisien Holstein Di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang
Hasanah, Laili Uswatun. 2016. “Studi Tingkah Laku Libido, Lama Waktu Libido, Volume dan Konsentrasi Semen Pada Sapi Bangsa Aberdeen Angus Dan Frisien Holstein Di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang” Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M.Si.(II).Dra. Susilowati, M.S. Kata Kunci: Tingkah Laku Libido, Bangsa Aberdeen Angus dan Frisien Holstein, Volume Semen, Konsentrasi Semen. Sapi sebagai sumber protein hewani berupa daging dan susu. Upaya menyediakan pejantan unggul menjadi penting karena sifat unggul dapat diturunkan, salah satunya melalui Inseminasi Buatan. Kriteria yang harus dimiliki pejantan unggul adalah libido atau kemauan kawin yang berhubungan dengan volume dan konsentrasi semen.Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang merupakan instansi pemerintah yang bergerak dibidang produksi semen beku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku libido pejantan bangsa Aberdeen Angus dan Frisien Hosltein serta mengamatihubungan lama waktu libido dengan volume dan konsentrasi semen yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang didapatkan merupakan data tingkah laku libido selama proses penampungan semen serta data lama waktu libido saat awal didekatkan teaser hingga ejakulasi. Data sekunder yaitu data volume dan konsentrasi semen yang didapatkan dari Laboratorium BBIB Singosari. Penelitian ini dilakukan di BBIB Singosari mulai bulan Agustus sampai dengan November 2016. Tingkah laku libido yang muncul merupakan perilaku spesifik pada setiap tahapan. Tingkah laku yang ditunjukkan meliputi(1) mendekati teaser, pejantan menunjukkan perilaku mengendus bagian ekor dan pantat teaser (2) timbul flehmen pejantan mengangkat kepala, mengangkat bibir, dan menggelengkan kepala ke arah kiri dan kanan (3) tahap menaiki teaser, pejantan meletakan dagu diatas punggung teaser kemudian menggunakan kedua kakinya dan mengangkat badan bagian depannya untuk menaiki teaser (4) tahap ejakulasi, pejantan mengeluarkan penis dan mounting sampai semen ditampung oleh petugas. Berdasarkan hasil uji korelasi dari keseluruhan pejantan sampel menunjukkan hanya pejantan Rain yang memiliki hubungan antara lama waktu libido dan konsentrasi volume. Berdasarkan umur pejantan menunjukkan bahwa pejantan muda menghasilkan volume semen lebih sedikit dengan lama waktu libido lebih cepat dibandingkan sapi dewasa, sementara perbedaan frekuensi penampungan (ejakulasi) terhadap lama waktu libido dan volume semen tidak menunjukkan hasil yang berbeda antara penampungan seminggu sekali maupun seminggu 2 kali
Analisis Dampak Kesulitan Siswa pada Materi Stoikiometri terhadap Hasil Belajar Termokimia dan Upaya Menguranginya dengan Metode Pemecahan Masalah
ABSTRAK Zakiyah. 2017. Analisis Dampak Kesulitan Siswa pada Materi Stoikiometri terhadap Hasil Belajar Termokimia dan Upaya Menguranginya dengan Metode Pemecahan Masalah. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Suhadi Ibnu, M.A., Ph.D., Pembimbing (II) Prof. Dr. H Subandi, M.Si. Kata kunci: stoikiometri, termokimia, pemecahan masalah, hasil belajar siswaPemahaman siswa terhadap konsep dasar Kima memiliki peranan penting dalam menentukan hasil belajar mereka pada konsep yang tingkatannya lebih tinggi. Siswa merasa kesulitan dalam memahami materi termokimia karena mereka mengalami kesulitan pemahaman pada materi stoikiometri. Permasalahan ini kemungkinan besar akan berdampak kepada hasil belajar siswa pada materi termokimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kesulitan konsep apa saja yang dialami siswa dalam memahami stoikiometri, 2) pengaruh kesulitan stoikiometri yang dialami siswa terhadap hasil belajar pada materi termokimia, serta 3) pengaruh pemberian strategi pengajaran remidi dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada pembelajaran materi stoikiometri atau termokimia terhadap hasil belajar termokimia.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan quasi experimental design. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pamekasan tahun akademik 2014/2015 yang berjumlah 66 siswa, yang terdiri dari 33 siswa di kelas eksperimen 1 dan 33 siswa di kelas eksperimen 2. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode tes (pretest dan posttest) menggunakan tes pilihan ganda dengan nilai validitas soal sebesar 97% (soal stoikiometri) dan 93 % (soal termokimia), serta nilai reliabilitas soal sebesar 0,531 (soal stoikiometri) dan 0,597 (soal termokimia). Uji hipotesis dilakukan dengan uji-t dengan taraf signifikansi (α) = 0,05, sedangkan teknik analisis deskriptif untuk menjelaskan kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam memahami materi stoikiometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) beberapa sub materi stoikiometri yang dianggap sulit oleh siswa adalah persamaan reaksi, konsep mol, dan perhitungan dalam persamaan reaksi; (2) dari kesulitan siswa dalam memahami materi stoikiometri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi termokimia; (3) pemberian strategi pembelajaran remidi dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada pembelajaran materi stoikiometri maupun termokimia berpengaruh terhadap hasil belajar termokimia; serta (4) strategi pembelajaran remidi dengan metode pemecahan masalah pada materi stoikiometri cenderung lebih efektif dibanding strategi pembelajaran remidi dengan metode pemecahan masalah pada materi termokimia, dimana nilai rata-rata termokimia siswa yang mendapatkan pengajaran remidi materi stoikiometri ialah 84,33 dan untuk siswa yang mendapatkan pengajaran remidi materi termokimia ialah 79,65
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN MICROBIAL-COMPOSTING DENGAN MENGGUNAKAN STARTER DARI BONGGOL PISANG UNTUK MENGOLAH SAMPAH BASAH DALAM MENDUKUNG PROGRAM KRPL DI DESA KEDUNGSIGIT KARANGAN TRENGGALEK
ABSTRAK Putri, Devy Widyatama. 2017. Pengembangan Buku Panduan Microbial-composting dengan Menggunakan Starter dari Bonggol Pisang untuk Mengolah Sampah Basah dalam Mendukung Program KRPL di Desa Kedungsigit, Karangan, Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M.S. (2) Agung Witjoro S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: buku panduan microbial-composting, starter bonggol pisang, sampah basah, program KRPLKawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program pemerintah yang memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan berkelajutan untuk mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Salah satu program KRPL adalah pengelolaan sampah basah menjadi kompos. Program KRPL ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, namun media informasi sebagai sumber belajar masyarakat masih belum ada. Berdasarkan adanya masalah tersebut perlu dilakukan pengembangan buku panduan microbial-composting dengan menggunakan starter dari bonggol pisang untuk mengolah sampah basah menjadi kompos dalam mendukung program KRPL. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan dan menguji produk buku panduan microbial-composting. Uji produk buku panduan microbial-composting terdiri atas uji kevalidan dan uji kepraktisan. Produk penelitian pengembangan ini diujicobakan kepada 20 masyarakat Desa Kedungsigit, Karangan, Trenggalek.Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan, yaitu Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation. Jenis data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa skor hasil uji validasi dan skor hasil uji kepraktisan. Data kualitatif berupa saran, komentar, dan tanggapan dari validator serta responden. Analisis data dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kevalidan dan kepraktisan buku panduan microbial-composting. Produk pengembangan divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli praktisi lapangan. Hasil analisis validasi buku panduan microbial-composting dari ahli materi diperoleh persentase sebesar 95,49%, ahli media diperoleh persentase sebesar 94,83%, dan ahli praktisi lapangan diperoleh persentase sebesar 89,72% dengan kategori valid. Hasil analisis kepraktisan buku panduan microbial-composting setelah diimplementasikan diperoleh rerata persentase kepraktisan sebesar 85,8% dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil uji produk buku panduan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa buku panduan memiliki kategori valid dan praktis, sehingga buku panduan ini disarankan bahwa perlu didiseminasikan lebih luas sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rizoma Asplenium tenerum Forst. Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro
ABSTRAK Aini, Afifah Nur. 2017. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Rizoma Asplenium tenerum Forst terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S., (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si. Kata Kunci: aktivitas anitbaketri, Asplenium tenerum, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis. Asplenium tenerum adalah jenis tumbuhan paku yang paling banyak ditemukan di Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Batu. Uji fitokimia pendahuluan menunjukkan bahwa rizoma A. tenerum mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, yakni polifenol, flavonoid, tanin dan terpenoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut menyebabkan rizoma A. tenerum berpotensi sebagai antibakteri. Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial. Pengobatan infeksi yang diakibatkan bakteri semakin sulit dilakukan karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik, sehingga perlu dilakukan eksplorasi tumbuhan yang dapat menjadi alternatif zat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol rizoma A. tenerum dan variasi konsentrasinya terhadap jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa, serta mengetahui hubungan antara konsentrasi ekstrak metanol rizoma A. tenerum dan jumlah sel S. epidermidis dan P. aeruginosa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental dengan metode dilusi cair menggunakan lima perlakuan variasi konsentrasi ekstrak, dua perlakukan kontrol dan empat ulangan. Parameter dalam metode dilusi cair adalah Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). KHM tidak dapat ditentukan karena kekeruhan larutan tidak dapat teramati. Tidak ada konsentrasi yang dapat dinyatakan sebagai KBM, namun konsentrasi 300.000 g/ml memiliki kemampuan paling tinggi dalam membunuh S. epidermidis, sementara konsentrasi 500.000 g/ml memiliki kemampuan paling tinggi dalam membunuh P. aeruginosa. Kemampuan ekstrak metanol rizoma A. tenerum dalam membunuh bakteri disebabkan oleh kandungan senyawa metabolit sekunder. Berdasarkan hasil analisis varian tunggal diketahui bahwa terdapat perbedaan jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa yang sangat signifikan pada konsentrasi ekstrak metanol rizoma A. tenerum yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis regresi diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara konsentrasi ekstrak dan jumlah sel S. epidermidis dan P. aeruginosa.Sumbangan variasi konsentrasi ekstrak terhadap variasi jumlah sel S. epidermidis adalah sebesar 66,8%, sementara sumbangan variasi konsentrasi ekstrak terhadap variasi jumlah sel P. aeruginosa adalah sebesar 67,1%
PENGEMBANGAN BOOKLET PREPARASI SIMPLISIA BAKUNG Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER HIDUP SEHAT UNTUK MASYARAKAT KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Amaringga, N.G. 2017. Pengembangan Booklet Preparasi Simplisia Bakung Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb Bermuatan Pendidikan Karakter Hidup Sehat Untuk Masyarakat Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd., (II) Dr. Endang Suarsini, M. Ked. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Booklet, Simplisia, Hymenocallis littoralisNilai-nilai karakter yang dimiliki oleh masyarakat saat ini masih rendah, khususnya karakter dan perilaku hidup sehat yang belum mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah. Perilaku hidup sehat dapat ditunjukkan dengan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan berpotensi obat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat di Kecamatan Wagir dalam kehidupannya jarang sekali memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan berpotensi obat, khususnya tumbuhan Bakung Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb yang memiliki berbagai manfaat sebagai obat luar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu adanya media yang digunakan sebagai sarana pendidikan karakter sehingga dapat menambah wawasan masyarakat serta membentuk nilai-nilai karakter yang baik pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Booklet preparasi simplisia bermuatan pendidikan karakter untuk masyarakat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Sasaran dari penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, dengan meliputi seluruh tahapannya. Pengambilan data dilakukan melalui lembar validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta lembar angket respon kepada 15 masyarakat uji coba dan 30 masyarakat Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir sebagai sasaran implementasi produk Booklet untuk mengetahui 11 nilai karakter masyarakat. Analisis data menggunakan analisis skoring persentase perolehan nilai angket untuk mengetahui kualitas Booklet Preparasi Simplisia. Hasil penilaian yang diperoleh dari ahli materi adalah 92,3% (sangat valid), ahli media 98,8% (sangat valid), 15 masyarakat subjek uji coba 90,43% (sangat baik). Nilai karakter religius mendapatkan skor tertinggi 95% sedangkan karakter mandiri mendapat skor terendah 80%. Perolehan nilai karakter rata-rata dari hasil implementasi 30 masyarakat adalah 89,3% (sangat baik). Hal tersebut menyimpulkan bahwa Booklet sangat baik dikembangkan dan layak digunakan sebagai media pendidikan karakter untuk masyarakat. Saran pemanfaatan produk lebih lanjut meliputi 1) adanya monitoring dari pihak ahli saat memberikan sosialisasi pemanfaatan Booklet 2) Booklet dapat digunakan sebagai inspirasi pembuatan simplisia berbagai tanaman obat lain. Saran diseminasi produk yaitu perlu adanya keterlibatan anggota PKK/perangkat desa dalam penyebarluasan Booklet. Saran pengembangan produk meliputi 1) perlu adanya kajian lebih lanjut tentang pemanfaatan Bakung sebagai obat 2) media perlu digabungkan dengan media lain seperti video, poster, dsb
PREVALENSI DAN INTENSITAS TELUR CACING PARASIT ANOA DATARAN RENDAH (Bubalus depressicornis) DI ANOA BREEDING CENTER, MANADO, SULAWESI UTARA DAN ANOA PEGUNUNGAN (Bubalus quarlesi) DI BONTOMARANU EDUCATION PARK, GOWA, SULAWESI SELATAN SEBAGAI UPAYA MENUNJAN
Anoa merupakan satwa endemik Pulau Sulwaesi terdiri dari dua jenis, yaitu, Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi). Anoa dikategorikan oleh IUCN dan CITES sebagai hewan yang terancam punah sehingga ditangkarkan secara ex-situ. Parameter keberhasilan penangkaran yaitu keberadaan cacing parasit pada feses anoa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan jumlah telur cacing parasit, serta menganalisis prevalensi dan intensitas jenis telur cacing parasit Anoa. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan memeriksa feses anoa di Laboratorium Jurusan Biologi FMIPA UM, bulan Maret-Mei 2017. Populasi penelitian ini adalah telur cacing Anoa. Sampel penelitian ini adalah telur cacing parasit yang teramati pada sampel feses Anoa. Metode pemeriksaan telur cacing pada tinja anoa secara natif, sedimentasi sentrifuse, dan apung. Data berupa morfologi telur cacing parasit yang teridentifikasi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada tinja Anoa Dataran Rendah dan Pegunungan diperoleh sebanyak 17 genus. 11 ditemukan di kedua jenis anoa diantaranya Moniezia, Dicrocoelium, Paragonimus, Fasciola, Diphyllobothrium, Nematodirus, Taenia, Alaria, Strongyloides, Ascaris (fertile), Paramphistomum. 6 genus lainnya hanya ditemukan pada Anoa Dataran Rendah diantaranya Trichuris, Anoplocehala, Haemonchus, Trichostrongylus, dan Nemtaodirus. Prevalensi telur cacing parasit tertinggi yang menginfeksi B. depressicornis adalah Strongyloides dan terendah yaitu Ancylostoma, Haemonchus, Trichostrongylus, dan Nematodirus Prevalensi tertinggi telur cacing parasit pada B. quarlesi antara lain Ascaris, Strongyloides, Diphyllobothrium, Monieza, dan terendah dimiliki oleh Paragonimus, Alaria, nematodirus, Taenia. Intensitas tertinggi telur cacing parasit pada B. depressicornis yaitu Ascaris dan Strongyloides, terendah adalah Paragonimus, Nematodirus, Ancylostoma, dan Trichuris. Intensitas telur cacing parasit tertinggi pada B. quarlesi yaitu Ascaris dan Strongyloides, yang terendah genus Alaria dan Nematodirus. Kata Kunci: Prevalesi dan intensitas, telur cacing, anoa
Pengaruh Penambahan Serbuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sirih Hijau (Piper betle L.).
RINGKASAN Wardhani, Septiria Listiyo. 2017. Pengaruh Penambahan Serbuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sirih Hijau (Piper betle L.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ir. Nugrahaningsih, M.P, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci: serbuk cangkang telur ayam, pertumbuhan tanaman sirih hijau (Piper betle L.). Tanaman sirih (Piper betle L.) merupakan tanaman budidaya yang bermanfaat sebagai obat, kosmetik, pasta gigi, dan sabun. Tanaman sirih merupakan tanaman yang membutuhkan unsur hara yang tercukupi untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Salah satu unsur hara yang dibutuhkan yaitu kalsium. Kalsium dibutuhkan untuk menetralkan pH media tanam sehingga unsur hara tersedia untuk pertumbuhan organ vegetatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan tanaman sirih (Piper betle L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa variansi (ANAVA) tunggal, setelah itu dilanjutkan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk cangkang telur berpengaruh sangat signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sirih (Piper betle L.). Konsentrasi 25 gram menunjukkan pengaruh baik terhadap panjang batang. Konsentrasi 25 gram menunjukkan pengaruh baik terhadap jumlah daun. Konsentrasi 15 gram menunjukkan pengaruh baik terhadap luas daun tanaman sirih (Piper betle L.). SUMMARY Wardhani, Septiria L. 2017. The Effect of Adding Chicken’s Eggshell Powder on the Growth of Betel (Piper betle L). Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UniversitasNegeri Malang. Advisors: (I) Ir. Nugrahaningsih, M.P; (II) Drs. I WayanSumberartha, M.Sc. Keywords: chicken;s eggshell powder, Betel (Piper betle L.) growth. Betel (PiperbetleL.)is a cultivation plant which is beneficial because it can be used as medicine, cosmetics, toothpaste, and soap. Betel is a plant that needs sufficient nutrients in order to have maximum production. One of the nutrients which are needed is calcium. Calcium is required for neutralizing pH in soil so that nutrients will be provided for the growth of its vegetative organs. The aim of this study is to discover the effects of chicken’s eggshell powder on the growth of betel (Piper betle L.). This study uses Randomized Block Design (RAK) method which consists of six treatments and 4 repetition. Meanwhile, the technique that is used for analyzing the data is One-way ANNOVA which is then proceeded with Duncan Test. The result of this study shows that chicken’s eggshell powder has a significant effect on the growth of betel (PiperbetleL.). Adding 25 gram concentration of eggshell powder shows a significant effect on the length of betel stems. Adding 25 gram concentration of eggshell powder shows a significant effect on the quantity of betel leaves. Adding 15 gram concentration of eggshell powder shows a significant effect on the width of betel leaves
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Ental Asplenium tenerum Forst terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro
ABSTRAK Aspleniumtenerum Forst merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang diketahui memiliki kandungan polifenol, flavonoid, tanin, dan terpenoid. Senyawa-senyawa tersebutdapat berfungsi sebagai antibakteri. Bakteri yang telah diketahui resisten terhadap berbagai antibiotik yaitu bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, yang merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, ada tidaknya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum terhadap jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa, ada tidaknya hubungan antara konsentrasi ekstrak metanol ental A. tenerum dengan jumlah sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa.Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif eksperimental dengan 6perlakuan variasi konsentrasi ekstrak, dua kontrol, dan sebanyak 4 ulangan secara in vitro. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode dilusi tabung. Hasil analisis menggunakan ANAVA tunggal menunjukkan bahwa F hitung pada bakteri S.epidermidis dan P. aeruginosa lebih besar dengan F tabel taraf signifikan 1%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol ental A. tenerum sangat berpengaruh terhadap kematian sel bakteri S. epidermidis dan P. aeruginosa.Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa konsentrasi yang paling berpengaruhdari ekstrak metanol ental A. tenerumdalam membunuh sel bakteri S. epidermidisyaitu sebesar 120.000 µg/ml, dan terhadap P. aeruginosa sebesar 100.000 µg/ml. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa nilai korelasinya mendekati 1,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara ekstrak metanol ental A. tenerum dan jumlah sel bakteri S. epidermidis maupun P.aeruginosa