SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING DIPADU THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN

    No full text
    Febriyani, Suci Amanda. 2017. Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Share (TPS) terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (2) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, TPS, keterampilan proses, hasil belajar kognitif Permasalahan dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Kepanjen adalah guru kurang menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pendekatan saintifik dengan tepat, karena belum ada fenomena masalah yang harus diamati oleh siswa dan siswa kurang fokus pada permasalahan yang ingin diinvestigasi. Dampaknya siswa cenderung hanya menghafal dan tidak dapat mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga belum memberdayakan keterampilan proses. Guru masih kesulitan menerapkan keterampilan proses dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya pada materi Sistem Pernapasan dan Sistem Ekskresi. Dampaknya siswa kurang memaknai tujuan dalam kegiatan praktikum karena belum mengembangkan keterampilan proses. Hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna sehingga hasil belajar rendah. Diketahui dari hasil nilai ulangan harian siswa, sebanyak 28 dari 34 siswa (83%) tidak tuntas dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS dengan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Keterampilan proses diukur dengan lembar observasi dan hasil belajar kognitif siswa diukur dengan soal pre-test dan post-test. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan desain Pre-test Post-test Control Group Design. Penentuan sampel ditentukan dengan purpose sampling. Model pembelajaran yang diterapkan pada kelas pertama yaitu model inkuiri terbimbing dipadu TPS dengan jumlah 32 siswa. Model pembelajaran yang diterapkan pada kelas kedua yaitu model inkuiri terbimbing dengan jumlah 32 siswa. Analisis data keterampilan proses menggunakan analisis uji t dan analisis data hasil belajar kognitif menggunakan analisis kovarian yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Keterlaksanaan pembelajaran diukur menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap keterampilan proses siswa (Sig. 0,014< 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan, (2) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap hasil belajar kognitif (Sig. 0,002< 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan. Peningkatan nilai hasil belajar kognitif dengan analisis kovarian pada kelas model inkuiri terbimbing dipadu TPS sebesar 33,90%, dan pada kelas model inkuiri terbimbing sebesar 32,39%

    Uji Aktivitas Antibakteri Perasan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai Bahan Dasar Hand Sanitizer

    No full text
    Hand sanitizer adalah cairan pembersih tangan mengandung alkohol yang dapat membunuh mikroorganisme pada tangan. Hand sanitizer banyak diminati karena penggunaannya yang praktis tanpa dibilas serta mudah dibawa kemanapun. Kebutuhan yang tinggi terhadap hand sanitizer dapat menjadi salah satu faktor peluang usaha yang menjanjikan. Hand sanitizer mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Senyawa aktif dapat ditemukan secara alami dalam tumbuhan, salah satunya adalah bandotan(Ageratum conyzoide L.). Bandotan mengandung alkaloid, tanin, saponin, flavonoid dan terpenoid yang terbukti berperan dalam aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi perasan daun bandotan yang tepat sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer. Penelitian uji aktivitas antibakteri yang dilakukan bersifat penelitian kuantitatif eksperimental. Hasil dari penelitian ini berupa adanya pengaruh pemberian hand sanitizer berbahan dasar perasan daun bandotan terhadap pertumbuhan bakteriStaphylococcus aureus dan Escherichia coli. Konsentrasi perasan daun bandotan yang tepat sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer adalah sebesar 30%

    Studi Komparasi Komunitas Collembola Pada Lahan Bekas Kebakaran, Transisi, Dan Lahan Tidak Terbakar Di Hutan Jati Taman Nasional Baluran Situbondo

    No full text
    ABSTRAK   Kebakaran permukaan menyebabkan hilangnya vegetasi yang menutupi tanah, lapisan serasah, dan lapisan humus paling atas, yang merupakan bagian utama sumber daya dan habitat organisme tanah, salah satunya adalah collembola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komparasi dari keragaman dan kemelimpahan komunitas Collembola di lahan bekas kebakaran, lahan transisi dan lahan Tidak kebakaran Taman Nasional Baluran. Pengambilan sampel dilakukan dengan line transect sampling method pada tiga lokasi berbeda, lahan bekas kebakaran, lahan transisi dan lahan tidak kebakara yang selanjutnya di transek berdasarkan ketinggian. Ektraksi Collembola dilakukan dengan alat ekstraksi corong barless-tullgren modifikasi eco 12. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Collembola yang ditemukan di lahan bekas kebakaran, transisi dan tidak terbakar di Hutan Jati Taman Nasional Baluran terbagi dalam 9 genus dengan INP taksa Paralobella cassagnau mendominaso pada kedua lahan kebakaran dan tidak terbakar dan pada lahan transisi yaitu Lepidocyrtus Bourlet. Berdasarkan hasil uji duncan menunjukkan bahwa  lahan transisi memiliki nilai H’  yang lebih besar signifikan dibanding lahan lainnya, dan lahan transisi yang memiliki R berbeda tidak signifikan lebih besar dibanding lahan lain. Dan lahan tidak terbakar memiliki H’ yang rendah namun tidak signifikan dibanding lahan lain. Perbedaan yang tidak signifikan dapat dikarenakan tahun kebakaran pada september 2016 yaitu 1 tahun lalukarena durasi dari efek pasca kebakaran dan proses suksesi dari collembola memiliki laju yang berbeda

    Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem Ekskresi untuk Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ilmi, Titis Nur. 2016. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Sistem Ekskresi untuk Kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M. Pd, (II) Dra. Amy Tenzer, M.S   Kata kunci: multimedia pembelajaran, android, sistem ekskresi Untuk mengatasi kekurangan media pembelajaran sistem ekskresi dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android untuk materi sistem ekskresi. Penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis android bertujuan untuk membuatmultimedia pembelajaran dan mengujicoba kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia pembelajaran guna membantu peserta didik dalam mempelajari sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode Lee and Owens (2004) yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pertama, analisis kebutuhan (need analysis) dilakukan wawancara dan observasi ke sekolah untuk mengetahui proses belajar mengajar di kelas, melihat sarana prasarana yang mendukung dilakukannya penelitian, dan mengetahui kebutuhan peserta didik untuk memahami materi sistem ekskresi dengan media pembelajaran. Tahap kedua, desain (design) yaitu merancang media yang akan diujicobakan yaitu multimedia pembelajaran berbasis android. Tahap ketiga, pengembangan (development) dilakukan pembuatan multimedia yang telah dirancang pada tahap desain kemudian  dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapanagn atau guru bidang studi biologi dan selanjutnya dilakukan revisi tahap I sebelum diujicobakan ke peserta didik. Tahap keempat, implementasi (implementation) dilakukan ujicoba produk ke lapangan yaitu ke peserta didik untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan media. Terakhir tahap kelima, evaluasi (evaluation) dilakukan peninjauan dari ujicoba lapanganuntuk perbaikan media pembelajaran untuk dilakukan revisi tahap II. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan diperoleh hasil rerata sebesar 93,75%; 91,67%; dan 96,25%. Hasil validasi ini menunjukkkan bahwa multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi layak (valid) untuk digunakan. Hasil uji coba kepraktisan media menunjukkan hasil rerata sebesar 91,14% berarti multimedia pembelajaraan berbasis android pada materi sistem ekskresi praktis untuk digunakan. Hasil uji keefektifan media dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar klasikal peserta didik yaitu sebesar 91,3%,berarti multimedia pembelajaran berbasis android pada materi sistem ekskresi efektif untuk digunakan. Dari hasil uji coba lapangan yang meliputi uji coba kepraktisan dan keefektifan maka dilakukan revisi akhir atau revisi tahap II

    Pertumbuhan Biomassa Ikan Lele Masamo (Clarias sp.) pada Budidaya Sistem Bioflok Padat Tebar

    No full text
    ABSTRAK   Mirsa, Roudhotul. 2016. Pertumbuhan Biomassa Ikan Lele Masamo (Clarias sp.) pada Budidaya Sistem Bioflok Padat Tebar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Agus Dharmawan, M. Si., (II) Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes.   Kata Kunci : Ikan Lele Masamo (Clarias sp.), Pakan Alami (Fitoplankton), Sistem Bioflok, Padat Penebaran, Pertumbuhan biomassa, Kualitas Air. Produksi dalam budidaya ikan lele Masamo (Clarias sp.) sangat tergantung dengan ketersediaan pakan yang kualitas dan kuantitasnya sangat mempengaruhi hasil produksi. Sistem bioflok padat tebar dalam budidaya ikan lele Masamo merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan ketersediaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo dalam budidaya sistem bioflok dengan padat penebaran 1000 ekor/m2 dan pengambilan sampel 7 hari sekali selama 42 hari sebanyak 50 ekor setiap kolam. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur biomassa ikan lele Masamo, kerapatan pakan alami, dan kualitas air (suhu, oksigen terlarut, kekeruhan, dan derajat keasaman)   Hasil Uji anava tunggal menunjukkan pertumbuhan biomassa ikan selama 5 minggu dengan pertumbuhan biomassa paling signifikan di minggu ke-5. Hasil Uji korelasi menunjukkan hubungan kerapatan pakan alami terhadap pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo adalah negatif dengan pengertian peningkatan biomassa ikan lele Masamo diiringi dengan penurunan pakan alami. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kualitas air mempengaruhi pertumbuhan biomassa ikan lele Masamo, khususnya kekeruhan

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI FILUM COELENTERATA UNTUK SISWA KELAS X SMA/MA

    No full text
    ABSTRAK   Afrida, Nur Laili. 2015. Pengembangan Multimedia Interaktif Pembelajaran Biologi Materi Filum Coelenterata untuk Siswa Kelas X SMA / MA. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd  (II) Drs. Masjhudi, M.Pd   Kata kunci:   Pengembangan multimedia interaktif, filum coelenterata, kelas X SMA/MA Biologi merupakan rumpun dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mengedepankan pola pikir untuk menemukan sendiri jawaban atas suatu permasalahan (inquiry). Salah satu materi yang dibahas dalam ilmu biologi adalah Filum Coelenterata. Filum ini memiliki tiga kelas yaitu Scyphozoa, Hydrozoa, dan Anthozoa. Berdasarkan wawancara dengan guru biologi dan pengalaman mengajar di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama diketahui bahwa materi Avertebrata membutuhkan banyak waktu karena banyaknya materi yang dipelajari. Materi Filum Coelenterata dipilih karena materi ini seringkali diajarkan guru dengan hanya menyajikan gambar atau video. Siswa belum bisa memahami materi Coelenterata karena hanya belajar dari buku teks kemudian mengerjakan soal-soal. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata nilai ulangan harian Kingdom Animalia kurang dari KKM 75 yaitu sebesar 73,31. Agar materi Filum Coelenterata lebih mudah dipahami perlu adanya alternatif untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan media yang dapat mengkomunikasikan materi tentang Coelenterata kepada siswa serta memudahkan guru untuk menghemat waktu pembelajaran materi Avertebrata. Oleh karena itu dilakukan penelitian berupa pengembangan multimedia interaktif  untuk materi Filum Coelenterata. Penelitian pengembangan ini menggunakan model the ASSURE dan disusun untuk menkonstruksi pengetahuan siswa dari materi sederhana sampai yang kompleks. Tahapan dalam model the ASSURE yaitu menganalisis siswa, menyatakan tujuan, memilih metode; media; dan bahan, menggunakan media dan bahan, partisipasi siswa dalam kelas, serta melakukan penilaian dan revisi. Multimedia interaktif dibuat dengan bantuan software Adobe Flash CS 3. Persentasi hasil validasi menurut ahli media sebesar 93,6%, ahli materi sebesar 92,6%, guru sebesar 94,8%, dan survey siswa sebesar 95%. Uji terbatas pada 20 siswa juga menunjukkan peningkatan nilai pasca tes dibandingkan nilai pra tes yaitu 83,70. Persentase ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif  hasil pengembangan baik dari segi isi maupun tampilan dan kemudahan dalam penggunaan sudah layak dan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran materi Coelenterata di sekolah. Hasil pengembangan berupa multimedia interaktif yang terdiri dari komponen-komponen seperti animasi, teks, audio, dan fasilitas berupa tombol-tombol navigasi, yang sudah berbentuk software

    Identifikasi Pemahaman Konsep dan Miskonsepsi Siswa SMA serta Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Topik Sel Menggunakan Instrumen Three Tier Multiple Choice Test

    No full text
    ABSTRAK   Mahendra, Ananda Iza. 2016. Identifikasi Pemahaman Konsep dan Miskonsepsi Siswa SMA serta Mahasiswa Pendidikan  Biologi pada Topik Sel Menggunakan Instrumen Three Tier Multiple Choice Test. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si., (II) Drs. Masjhudi, M.Pd   Kata kunci: pemahaman, konsep, miskonsepsi, sel, three tier multiple choice test Pembelajaran biologi, terutama pada topik sel merupakan pembelajaran yang abstrak. Adanya pembelajaran yang abstrak membuat siswa mendapatkan hasil belajar yang rendah.  Adanya hasil belajar siswa yang rendah, dapat diketahui bahwa siswa belum memahami konsep-konsep sel secara benar. Sehingga akan berdampak pada hasil prestasi siswa. Berdasarkan program TIMSS (Trends In International Mathematic  and Science Study) hasil belajar sains menunjukkan pada tahun 2011 peringkat Indonesia berada di 41 dari 43 negara. Salah satu penyebab rendahnya skor pencapaian ilmu tersebut adalah kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas pendidikan yang tidak baik akan berdampak pada  pemahaman konsep yang lebih lanjut sehingga akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep biologi selanjutnya dan akan menimbulkan miskonsepsi. Miskonsepsi dapat disebabkan oleh berbagai sumber, di antaranya guru. Mahasiswa pendidikan biologi sebagai salah satu calon guru juga bisa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi perlu diidentifikasi dan salah satu instrumen diagnostik yang efektif dan efisien yaitu three tier multiple choice test. Instrumen ini terdiri dari tiga tingkat (tier), tingkat (tier) pertama terdiri dari pilihan ganda, tingkat (tier) kedua terdiri atas pilihan alasan yang mengacu pada pilihan ganda, dan tingkat (tier) ketiga terdiri dari tingkat keyakinan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel 153 siswa dari lima sekolah menengah atas di Kota Malang tahun ajaran 2015/2016 dan 51 mahasiswa pendidikan biologi Universitas Negeri Malang tahun akademik 2015/2016. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun alat diagnostik three tier multiple choice test yaitu (1) melakukan wawancara (2) melakukan tes (3) menyusun instrumen three tier multiple choice test dan validasi isi. Instrumen ini berjumlah 31 pertanyaan dengan 4 alasan alternatif pilihan ganda dan 4 alternatif pilihan alasan jawaban disertai dengan pilihan tingkat keyakinan. Hasil analisis itu dipersentasekan dan korelasi uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata persentase pemahaman konsep siswa yaitu 21,2%, rerata persentase tidak memahami yaitu 33,6% dan rerata persentase miskonsepsi yaitu 45,2%. Sedangkan rerata persentase pemahaman mahasiswa yaitu 57,6%, rerata persentase tidak memahami yaitu 20,6%, dan rerata persentase miskonsepsi yaitu 21,9%. Uji korelasi Pearson antara pemahaman mahasiswa dengan pemahaman siswa menunjukkan nilai sig (0,00) dan koefisien korelasi sebesar (0,679), artinya ada hubungan yang signifikan dan cukup berkorelasi antara pemahaman mahasiswa dengan siswa SMA. Kemudian uji korelasi pada miskonsepsi mahasiswa dengan miskonsepsi siswa menunjukkan nilai sig (0,001) dan koefisien korelasi sebesar (0,559), artinya ada hubungan yang signifikan dan cukup berkorelasi antara miskonsepsi mahasiswa dengan siswa SMA

    PENERAPAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) PADA MATAPELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMA

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran harus diselenggarakan berbasis aktivitas dengan karakteristik interaktif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis yang merupakan tuntutan pendidikan pada abad 21 ini, sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil observasi pada kelas XI IPA 5 dan XI IPA 6 menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa terbilang rendah serta siswa mengalami kesulitan pada salah satu indikator berpikir kritis yaitu menganalisis, sehingga dilakukanlah penelitian dengan penerapan multimedia pembelajaran interaktif yang berbasis problem-based learning (PBL) pada pembelajaran sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan berpikir kritis siswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan multimedia pembelajaran interaktif berbasis problem-based learning (PBL) pada materi sistem respirasi dan sistem ekskresi dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA. Penelitian  ini  dilakukan  di  SMA  Negeri 1 Turen pada bulan Februari sampai dengan Maret 2017. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain nonrandomized kontrol group pretest-posttest design dengan teknik  pengambilan  sampel purpossive sampling. Sampel yang digunakan yaitu siswa  kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPA 6 sebagai kelas  kontrol yang masing-masing diberi pretes dan posttes. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen perlakuan meliputi perangkat pembelajaran dan instrumen pengukuran meliputi tes berupa pilihan ganda untuk hasil belajar kognitif dan esai untuk berpikir kritis materi sistem respirasi dan sistem ekskresi, serta non tes berupa lembar observasi keterlaksanaan sintaks. Analisis data tes hasil belajar kognitif mendapatkan nilai F hitung sebesar 18,375 dengan p-value = 0,000 < α (α = 0,05), sedangkan data tes berpikir kritis mendapatkan nilai F hitung sebesar 18,648 dengan p-value = 0,000 < α (α = 0,05). Kedua hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan hipotesis penelitian diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh dari penerapan multimedia pembelajaran interaktif berbasis problem-based learning (PBL) dalammeningkatkan hasil belajar kognitif dan berpikir kritis siswa kelasXI IPA SMA

    Variasi Penambahan Daun Katuk(Sauropus androgynus) Pada Ransum Makanan Ayam Terhadap Produktivitas Telur

    No full text
    Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas ayam petelur adalah kecukupan nutrisi dan senyawa estradiol-17β benzoate yang dapat memicu pertumbuhan ovarium. Senyawa ini terkandung didalam daun katuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penambahan tepung daun katuk pada ransum terhadap jumlah produksi dan kualitas telur.Penelitian ini merupakan eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL),dengan lima perlakuan konsentrasi campuran pakan. Perlakuan (P0)=Pakan 100% (Kontrol), (PI)=Pakan+7% Tepung daun katuk,(PII)=Pakan+9% Tepung daun katuk ,(PIII)=Pakan+11% Tepung daun katuk, dan (PIV)=Pakan+13% Tepung daun katuk yang masing-masing ada 15 ulangan. Perlakuan dilakuakan pada ayam petelur berumur 105 hari sampai umur 154 hari. Data jumlah produksi telur dianalisis menggunakan Anava tunggal untuk mengetahui perbedaan penambahan tepung daun katuk terhadap jumlah produksi telur ayam petelur, sedangkan data kualitas telur (berat telur, berat kuning telur, berat  putih telur, indeks telur, indeks kuning telur, dan indeks putih telur) ayam petelur dianalisis menggunakan Anava ganda dan apabila data signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan tepung daun katuk pada ransum memberikan perbedaan yang nyata terhadap jumlah produksi telur, berat telur, berat kuning telur, berat putih telur, indeks kuning telur, dan indeks putih telur ayam petelur,  sedangkan indeks telur tidak memberikan perbedaan yang nyata

    Pengaruh Penambahan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Ransum Terhadap Pertumbuhan Itik Mojosari

    No full text
    ABSTRAK   Kulit buah kakao merupakan limbah perkebunan dari buah kakao yang pada umumnya masih belum banyak dimanfaatkan. Bagian tanaman kakao berupa kulit buah dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pakan ternak bagi ruminansia maupun unggas karena memiliki kandungan serat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan variasi pemberian bubuk buah kakao terhadap pertumbuhan itik Mojosari. Hal ini ditinjau dari dari pertambahan bobot badan itik, Feed Convertion Ratio (FCR) dan analisis harga pakan.  Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang masing-masing terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan tersebut meliputi P0 (Pakan berupa bekatul : konsentrat 144 : tepung jagung dan tanpa penambahan bubuk buah kakao atau ransum kontrol dengan perbandingan 1:1:2), P1 (98% ransum + 2% bubuk buah kakao fermentasi), P2 (97% ransum + 3% bubuk buah kakao fermentasi),  P3 (96% ransum + 4% bubuk buah kakao fermentasi), P4 (95% ransum + 5% bubuk buah kakao fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bubuk buah kakao pada ransum memberikan efek yang berbeda pada pertambahan bobot badan itik. Hasil analisis pemberian bubuk buah kakao pada ransum menunjukkan pertambahan bobot badan itik berbeda pada tiap lima hari sekali. Hasil pertambahan bobot badan itik paling tinggi yaitu pada perlakuan P1 dengan penambahan bubuk buah kakao sebesar 2% paling berbeda nyata terhadap konsentrasi yang lain. Hasil pada Feed Convertion Ratio (FCR) menunjukkan pada perlakuan P1 dengan penambahan bubuk buah kakao sebesar 2% memiliki FCR terendah dari perlakuan lainnya, hal tersebut berarti pada perlakuan P1 memiliki konversi ransum yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sedangkan, pada selisih harga pakan perlakuan dengan kontrol berkisar antara Rp. 378,00 sampai Rp. 944,00 per itik. Biaya yang dihemat untuk 25 ekor itik berkisar Rp. 9.450,00 sampai Rp. 23.600,00

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇