SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Istiqomah, Ratna . 2017. Hubungan Sikap terhadap Mata Pelajaran Biologi dengan Literasi Konservasi Biodiversitas pada Siswa SMA di Wilayah Pasuruan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Drs. Sulisetijono, M. Si.   Kata Kunci: Sikap terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas, konservasi, biodiversitas Indonesia merupakan Negara yang memiliki biodiversitas yang tinggi. Potensi biodiversitas tersebut yang menjadikan bangsa Indonesia mendapatkan julukan megabiodiversity. Namun sebagian besar masyarakat masih belum menyadari akibat kerusakan lingkungan yang terjadi baik pada ekosistem laut maupun ekosistem lainnya. Hal ini terbukti bahwa seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan masyarakat yang tinggi dapat menimbulkan bencana alam yang berdampak pada menurunnya keanekaragaman hayati. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang arti penting biodiversitas disebabkan oleh sistem pembelajaran di sekolah yang kurang mendukung terhadap konservasi biodiversitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap siswa SMA di wilayah Pasuruan terhadap mata pelajaran biologi, literasi konservasi biodiversitas siswa SMA di wilayah Pasuruan serta hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket yang kemudian dilakukan perhitungan data dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi linier berganda. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan penyebaran angket yang diisi oleh siswa kemudian dilakukan perhitungan data skoring pada angket yang telah diisi oleh siswa. Pada perhitungan data skoring dilakukan analisis deskriptif atas sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas. Hasil analisis data skoring dari sikap terhadap mata pelajaran biologi dan literasi konservasi biodiversitas akan dilakukan penghitungan data hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas menggunakan uji korelasi linier berganda melalui program pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap mata pelajaran biologi pada siswa SMA di wilayah Pasuruan cukup baik dilihat pada nilai persentase sebesar 64%, literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan sudah baik dilihat dari nilai persentase sebesar 71,09%, dan ada hubungan antara sikap terhadap mata pelajaran biologi dengan literasi konservasi biodiversitas pada siswa SMA di wilayah Pasuruan

    PERBEDAAN PERTUMBUHAN Artemia salina AKIBAT PEMBERIAN DOSIS PAKAN CAMPURAN TEPUNG KOKON ULAT SUTRA (Samia Cynthia) DAN TEPUNG KEDELAI HITAM (Glycine max L.)

    No full text
    ABSTRAK   Sektor budidaya biota laut di Indonesia mengalami peningkatan, karena kebutuhan masyarakat akan sumber nutrisi terus meningkat. Beberapa hal yang harus di perhatikan lebih dalam pembudidayaan udang dan ikan yaitu khususnya tahap pembenihan. Udang dan ikan yang baru menetas membutuhkan pakan yang tinggi protein untuk mencukupi nutrisinya. Pakan alami merupakan pakan yang banyak mengandung protein tinggi, Pakan alami yang banyak digunakan oleh para petani udang dan ikan adalah Artemia salina. Permintaan kista Artemia salina di Indonesia sebagian besar impor dari negara di Eropa. Untuk mengurangi angka impor kista Artemia salina, Indonesia memerlukan adanya inovasi baru yakni dengan membudidayakan Artemia salina dan memberi pakan yang kaya akan protein. Bahan pakan yang memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu kokon ulat sutra (Samia cynthia) 58,28 % dan untuk campuran protein nabati tepung kedelai hitam (Glycine max L.) 42,53 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah individu Artemia salina akibat pemberian dosis pakan campuran tepung kokon ulat sutra dan tepung kedelai hitam, serta bertujuan untuk mengetahui perbedaan panjang tubuh Artemia salina akibat pemberian dosis pakan campuran tepung kokon ulat sutra dan tepung kedelai hitam. Jenis penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Penyiapan pakan tepung kokon ulat sutra yang dibuat dari limbah kokon ulat sutra yang dihaluskan dengan menggunakan blender dan dikeringkan dioven dengan suhu 50o selama tujuh hari kemudian diayak dan disimpan dalam oven dengan suhu 50o serta tepung kedelai hitam yang dibuat dari kedelai hitam yang dihaluskan dengan menggunakan selepan, kemudian diayak dan disimpan dalam oven dengan suhu 50o. Pemberian pakan campuran yaitu dengan perbandingan 3:1. Tepung kokon ulat sutra ditimbang sebanyak 3 g dan tepung kedelai hitam ditimbang sebanyak 1 g, dicampurkan dan diambil 1 g setelah itu ditambahkan air hingga 10 ml. Perlakakuan diambil dari larutan induk sebanyak perlakuan A dosis 0,015 g/L, perlakuan B dosis 0,030 g/L, perlakuan C dosis 0,045 g/L dan perlakuan D dosis 0,060 g/L. Pemberian pakan dilakukan setiap hari selama 23 hari, ada 11 kali perhitungan jumlah dan pengukuran panjang tubuh Artemia salina yang dilakukan setiap 2 hari sekali mulai hari ke-2 sampai hari ke-22 dan untuk pengukuran kualitas air dilakukan 11 kali mulai hari ke-3 sampai hari ke-23. Analisis data dengan Anava untuk mengetahui perbedaan jumlah individu dan panjang tubuh Artemia salina akibat pemberian dosis yang telah ditentukan. Berdasarkan kurva perhitungan jumlah individu Artemia salina pada hari ke-2,4 dan 6 terjadi fluktuasi hal ini disebabkan karena faktor daya dukung ruang akibat bertambahnya populasi Artemia salina. Pada hari ke-4 merupakan puncak penetasan kista Artemia salina. Hasil Anava hari ke 14,18 dan 22 menunjukan ada beda pada pemberian pakanserta hasil uji lanjut Duncan menunjukan bahwa perlakuan A (0,015 g/L) lebih baik daripada perlakuan D (0,060 g/L). Berdasarkan kurva pengukuran panjang tubuh Artemia salina pada hari ke-2 sampai ke-22 mengalami kenaikan secara signifikan Hasil Anava hari ke-14,18 dan 22 panjang tubuh Artemia salina menunjukkan bahwa variasi dosis pakan ada beda terhadap panjang Artemia salina. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan perlakuan yang memberikan ukuran Artemia salina terpanjang adalah perlakuan D (0,060 g/L) dan yang paling pendek adalah perlakuan A (0,015 g/L)

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DENGAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) MATERI JARINGAN HEWAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 7 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhan, Gigih . 2017. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan Model Think Pair Share (TPS) Materi Jaringan Hewan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (II) Drs. Sulisetijono, M.Si.   Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, Hasil Belajar, Kompetensi Dasar 3.4 Kelas XI, Think Pair Share Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi, pengembangan kurikulum 2013 diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari standar kelulusan. Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri dari dua proses yaitu pembelajaran yang dilaksanakan disekolah dan pembelajaran yang  dilakukan oleh siswa sendiri melalui pengalaman proses belajar langsung. Lembar Kerja Siswa merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA 7 Malang, pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) masih kurang maksimal, karena lembar kerja siswa tersebut berupa cetakan dari penerbit berupa kumpulan soal-soal. Pada penelitian ini, LKS yang dikembangkan dikombinasikan dengan  model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengembangan LKS dengan  model pembelajaran Think Pair Share materi jaringan hewan dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 10 tahapan, namun pada penelitian ini hanya menggunakan 6 tahapan saja, yaitu terdiri dari: (1) pengumpulan informasi dan penelitian, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk produk awal, (4) Uji coba lapangan tahap awal, (5) revisi produk uttama dan (6) Uji coba lapangan utama. Materi pelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem jaringan hewan. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan ahli lapangan (guru). Pengembangan lembar kerja siswa berdasarakan hasil validasi perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan dua kali jika terdapat revisi pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba lapangan dilakukan pada 35 siswa kelas XI SMA 7 Kota Malang. Berdasarkan data analisis kebutuhan siswa, didapatkan respon yang positif terhadap penelitian ini sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan analisis validasi lembar kerja siswa dilakukan perbaikan pada cover serta penambahan soal tes. Berdasarkan uji coba lapangan yang dilakukan tidak terdapat masalah. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa lembar kerja siswa mendapat skor rata-rata 3.3 yang menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan tergolong valid. Untuk uji keefektifan perangkat pembelajaran dihitung dari posttest dan pretest siswa didapatkan skor 0,47 yang menunjukkan bahwa keefektifan perangkat pembelajaran berada pada tingkat sedang. Uji kepraktisan dapat diukur dari presentase angket respon siswa terhadap lembar kerja siswa yang dikembangkan mencapai 96% dapat diartikan positif.

    Pemanfaatan TPA Talangagung sebagai Sumber Belajar Kontekstual Berbasis Inkuiri untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Peduli Lingkungan

    No full text
    ABSTRAK   Nurdiah, Renita . 2018. Pemanfaatan TPA Talangagung sebagai Sumber Belajar Kontekstual Berbasis Inkuiri untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Peduli Lingkungan. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M. Si, (II) Dr. Sueb, M. Kes.   Kata kunci: pemanfaatan TPA Talangagung, sumber belajar kontekstual berbasis inkuiri, keterampilan proses sains, sikap peduli lingkungan Tantangan abad XXI dalam menyiapkan generasi yang kritis, kreatif, kompetitif, dan memecahkan masalah menjadi tantangan dalam persaingan global. Selain itu, tantangan pendidikan pembangunan berkelanjutan juga mengarahkan pada keberlangsungan pembangunan yang tetap memperhatikan berbagai aspek tanpa melampaui fungsi ekologis sehingga pendidikan menjadi sasaran utama untuk menjawab tantangan global. Pembelajaran biologi materi perubahan lingkungan di SMAN 1 Kepanjen belum menggunakan pembelajaran kontekstual yang memanfaatkan sumber belajar sekitar yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung sebagai sumber belajar sehingga belum mampu mengembangkan keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan siswa. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menyusun rancangan dan perangkat pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan rancangan dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan TPA Talangagung sebagai sumber belajar konstekstual berbasis inkuiri yang memenuhi syarat valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan yakni model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch (2009) meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Validasi dilakukan oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan praktisi lapangan terhadap rancangan dan perangkat pembelajaran . Uji kepraktisan dilakukan oleh kelompok kecil sedangkan uji keefektifan dilakukan oleh kelompok lapangan. Hasil uji kevalidan silabus, RPP, LKS, handout, dan instrumen penilaian berturut-turut sebesar 94,16%, 94,31%, 91,67%, 95,37%, dan 94,96% sehingga secara keseluruhan rancangan dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Uji kepraktisan rancangan dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan uji keterbacaan LKS, handout dan keterlaksanaan sintaks pembelajaran yakni secara berturut-turut sebesar 90,71%, 91,25%, dan 97,20% yang menunjukkan kriteria sangat praktis. Uji keefektifan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rerata  pretest-postest keterampilan proses sains dan sikap peduli lingkungan sebelum dan sesudah penerapan rancangan dan perangkat pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas

    Pengembangan Multimedia Interaktif berbasis Android Pada Materi Sel Untuk Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMAN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pembelajaran biologi yang menekankan pada aspek proses menuntut siswa harus belajar secara konstruktivisme untuk membangun konsep biologi secara mandiri. Di kelas XI H-3 SMAN 5 Malang menunjukkan bahwa 93,94 % siswa mengalami kesulitan mempelajari materi Sel karena konsep yang harus dikuasai cukup banyak dengan media yang hanya terbatas pada buku dan lembar kerja siswa. Hasil uji miskonsepsi menggunakan Three Tier Test menunjukkan bahwa siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 46%, siswa yang mengetahui konsep sebesar 24%, siswa yang menebak jawaban sebesar 4% dan siswa yang tidak tau konsep sebesar 27% . Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 84,8% siswa menggunakan Handphone dengan sistem operasi android. Hasil wawancara kepada guru Biologi diketahui bahwa efektifitas penggunaan android di kalangan siswa masih sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menghasilkan multimedia interaktif berbasis android yang valid untuk siswa kelas XI SMAN 5 Malang. 2) Mengetahui tingkat kepraktisan multimedia interaktif berbasis android untuk mengatasi miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 5 Malang. Model pengembangan menggunakan ADDIE meliputi lima langkah, yaitu: 1) Analysis (Analisis), 2) Design (Perancangan), 3) Development (Pengembangan), 4) Implementation (Implementasi), dan 5) Evaluation (Evaluasi).Sampel yang digunakan adalah: siswa kelas XI H-3 SMAN 5 Malang yang terdiri dari 32 siswa, Data penelitian diperoleh validasi ahli media, validasi ahli materi, validasi praktisi pendidikan, validasi sasaran pengguna dan dari tes miskonsepsi menggunakan Three Tier Test pada perhitungan pretest dan posttest. Validasi oleh ahli media diperoleh hasil sebesar 86%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 83%, hasil validasi oleh praktisi pendidikan sebesar 75% dan validasi oleh sasaran pengguna sebesar 78%. Hasil uji miskonsepsi menggunakan Three Tier Test menunjukkan siswa yang mengalami miskonsepsi pada pretest sebesar 22,34% sedangkan pada posttest sebesar 17,03%. Perolehan uji miskonsepsi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berbasis android  dapat menurunkan miskonsepsi.   Kata kunci: Multimedia interaktif, android, miskonsepsi, sel

    Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Struktur Jaringan Tumbuhan Dan Struktur Jaringan Hewan Untuk Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Tempeh Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Ketercapaian tujuan pembelajaran tergantung pada instrumen penilaian yang digunakan untuk mengukur standar kompetensi lulusan. Instrumen penilaian dikatakan baik apabila melalui proses validasi logis dan empiris. Validitas logis meliputi validasi isi dan konstruk, sedangkan validitas empiris meliputi tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan analisis pengecoh. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian teknik tes yang berupa soal pilihan ganda jawaban tunggal dan teknik non-tes berupa asesmen kinerja mata pelajaran biologi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan yang telah tervalidasi baik secara logis maupun empiris. Di SMA Negeri 1 Tempeh Lumajang, instrumen penilaian belum memenuhi syarat validasi. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahapan. Hasil dari validasi logis oleh tiga ahli, yakni ahli evaluasi, materi dan lapangan menunjukkan bahwa soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja yang dikembangkan sudah sesuai dengan materi dan indikator pembelajaran dan dapat dikatakan layak/valid. Hasil dari validitas empiris yang telah melalui tiga kali uji coba mendapatkan hasil yang meningkat dari uji coba awal sampai uji coba kelayakan. Soal yang sudah tervalidasi logis maupun empiris dapat memperbaiki kualitas soal, sehingga soal jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Berdasarkan paparan tersebut, diketahui bahwa soal pilihan ganda jawaban tunggal yang sudah tervalidasi logis dan empiris sudah efektif digunakan sebagai instrumen penilaian mata pelajaran biologi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan.   Kata Kunci: pengembangan, instrumen penilaian, struktur jaringan, jaringan tumbuhan, jaringan hewa

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN LITERASI LINGKUNGAN UNTUK SISWA SMP DI KOTA MALANG DAN BATU

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Desy, Putri. 2017. Pengembangan Instrumen Penilaian Literasi Lingkungan untuk Siswa SMP di Kota Malang dan Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M. Si, (II) Dr. Sueb, M. Kes   Kata kunci: literasi lingkungan, instrumen penilaian literasi lingkungan, kelas VIII SMP   Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan instrumen penilaian literasi lingkungan bagi siswa kelas VIII SMP di Kota Malang dan Batu yang telah tervalidasi, dan reliabel, (2) mengetahui tingkat literasi lingkungan siswa SMP, dan (3) menganalisis perbedaan literasi lingkungan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Instrumen penilaian ini mengukur empat aspek kompetensi literasi lingkungan, yakni mencakup (1) pengetahuan, (2) sikap terhadap lingkungan, (3)keterampilan kognitif, dan (4) perilaku. Penelitian ini menggunakan desain penelitian R & D Cycle menurut Borg et al., (1983) yang terdiri dari 9 tahap yaitu: (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan awal desain produk, (4) pengujian laporan produk awal, (5) revisi produk awal, (6) pengujian produk utama, (7) revisi produk operasional, (8) pengujian operasional lapangan, dan (9) revisi produk final. Uji coba tersebut untuk mengukur tingkat kelayakan produk dari aspek validitas, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan keterbacaan produk instrumen penilaian literasi lingkungan. Uji coba dilakukan di 8 sekolah di Kota Malang dan Batu yaitu SMPN 7 Malang, SMPN 9 Malang, SMPN 16 Malang, SMPN 18 Malang, SMPN 22 Malang, SMPN 1 Batu, SMPN 3 Batu, dan SMPN 5 Batu. Jumlah subjek uji coba kelompok kecil pertama sebanyak 88 siswa, subjek uji coba kelompok kecil kedua sebanyak 115 siswa, dan subjek uji coba kelompok besar sebanyak 318 siswa. Berdasarkan hasil uji coba, disimpulkan dari keenam aspek yang menjadi fokus penilaian, produk instrumen penilaian literasi lingkungan siswa kelas VIII SMP memperoleh rerata skor dari ahli validator instrumen, praktisi dan siswa sebesar 88% sehingga tergolong sangat layak dan dapat diimplementasikan. Setelah dilakukan uji coba kelompok kecil dan kelompok besar serta perbaikan soal, dihasilkan 4 aspek soal. Pertama, aspek pengetahuan dihasilkan 30 soal valid, memiliki skor reliabilitas sebesar 0,650 sehingga tergolong tinggi, memiliki rerata daya pembeda cukup sebanyak 18 soal, dan jelek sebanyak 3 soal serta memiliki rerata tingkat kesukaran sedang sebanyak 22 soal, mudah sebanyak 4 soal, dan sukar sebanyak 4 soal. Kedua, aspek sikap terhadap lingkungandihasilkan 18 soal pernyataan atau kuesioner dan memiliki skor reliabilitas sebesar 0,750 sehingga tergolong tinggi. Ketiga, aspek keterampilan kognitifdihasilkan 20 soal valid dan memiliki skor reliabilitas sebesar 0,570 sehingga tergolong cukup, memiliki rerata daya pembeda cukup sebanyak 14 soal, jelek sebanyak 5 soal, dan baik sebanyak 1 soal, memiliki rerata tingkat kesukaran sedang sebanyak 11 soal, mudah sebanyak 1 soal, dan sukar sebanyak 8 soal.Keempat, aspek perilaku dihasilkan 16 soal pernyataan dan memiliki skor reliabilitas sebesar 0,780 sehingga tergolong tinggi. Keseluruhan rerata skor literasi lingkungan dari keempat aspek literasi lingkungan sebesar 2,5 sehingga tergolong tinggi.Rerata skor literasi lingkungan dari aspek pengetahuan pada siswa perempuan sebesar 3,0 dan siswa laki-laki sebesar 3,1 sehingga skornya berbeda tetapi tergolong tinggi. Aspek keterampilan kognitif pada siswa perempuan dan siswa laki-laki sama yaitu 1,5 sehingga tergolong rendah. Aspek sikap terhadap lingkungan pada siswa perempuan dan siswa laki-laki sama yaitu sebesar 2,8 sehingga tergolong tinggi. Aspek perilaku pada siswa perempuan sebesar 2,4 sehingga tergolong sedang dan siswa laki-laki sebesar 2,5 sehingga tergolong tinggi. Rerata keseluruhan skor literasi lingkungan siswa tergolong tinggi, sedangkan rerata keseluruhan skor literasi lingkungan siswa berdasarkan jenis kelamin antara siswa perempuan dan laki-laki tidak berbeda. Dengan adanya instrumen penilaian literasi lingkungan ini dapat mempermudah dalam melakukan pengukuran terkait kompetensi literasi lingkungan di Indonesia melalui Environmental Literacy Assesment of Indonesia Students (ELAIS).

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Potensi Hutan Kota Malabar pada Materi Plantae untuk Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kegiatan pembelajaran pada Kurikulum 2013 diharapkan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) serta berbasis kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Potensi lokal sebagai sumber belajar merupakan aplikasi nyata pembelajaran kontekstual. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa Biologi kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang diketahui bahwa guru belum memanfaatkan Hutan Kota Malabar sebagi sumber belajar materi Plantae. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini untuk (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis potensi Hutan Kota Malabar pada materi Plantae untuk siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang. (2) Mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran Biologi berbasis Hutan Kota Malabar pada materi Plantae untuk siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Malang. Model penelitian dan pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model pengembangan 4-D yang terbagi menjadi 4 tahapan yaitu Define, Design, Develop, dan Deseminate. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli pendidikan, ahli materi, dan praktisi lapangan. Setelah melalui validasi pada tahap Develop, produk direvisi berdasarkan komentar dan saran yang diberikan validator. Tahap selanjutnya yaitu uji coba produk pada 22 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Malang untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan keefektifan produk. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba diketahui bahwa perangkat pembelajaran memiliki persentase tingkat kevalidan sebesar 97,07 % dengan kriteria sangat valid, persentasi uji kepraktisan sebesar 91,09 % dengan kriteria sangat praktis, dan nilai N-gain sebesar 0,81 dengan kriteria keefektifan tinggi. Perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran Biologi pada materi Plantae kelas X

    Kajian Nematoda Parasit pada Organ Pencernaan Cicak Lingkungan Rumah di Kabupaten Malang

    No full text
    Salah satu jenis reptil yang sering ditemui di berbagai macam lingkungan adalah famili Gekkonidae. Famili Gekkonidae biasa dikenal dengan kelompok cicak dan tokek. Cicak memiliki banyak keuntungan namun juga membawa dampak negatif karena membawa spesies parasit salah satunya adalah nematoda. Spauligodon sp. dan Parapharyngodon sp. merupakan jenis nematoda yang sudah diketahui sebagai parasit pada cicak rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, distribusi nematoda pada organ pencernaan, prevalensi, dan derajat infeksi nematoda parasit pada cicak rumah di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel cicak dilakukan selama tiga hari di Kecamatan Karangploso, Dau, Singosari, dan Tumpang. Inang berupa 30 ekor cicak dieksplorasi keberadaan nematoda parasit pada organ pencernaannya menggunakan larutan alkohol 70%. Morfologi nematoda diamati menggunakan larutan clearing berupa gliserin+alkohol 70% kemudian diamati menggunakan mikroskop cahaya dan dilanjutkan menggunakan SEM dengan preparasi. Nematoda yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan morfologi di buku identifikasi Yamaguti (1961) dan Aderson (1974).  Jenis cicak yang telah ditemukan pada penelitian adalah 28 ekor Hemidactylus frenatus dan 2 ekor Gehyra mutilata. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan nematoda parasit Spauligodon sp. dari 15 sampel Hemidactylus frenatus dan 1 sampel Geyhra mutilata. Angka prevalensi yang ditemukan dari keseluruhan sampel adalah 53,33 % dengan kategori sedang. Derajat infeksi nematoda adalah 3 ekor pada satu individu. Distribusi nematoda tertinggi ditemukan pada bagian rektum dan sekum dengan prosentase 53,33%

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Video Animasi pada Materi Enzim dan Metabolisme di SMA Negeri 3 Malang

    No full text
    Pelaksanaan pembelajaran yang baik harus ditunjang melalui proses yang baik agar mutu pendidikan menjadi lebih meningkat seperti yang diatur dalam Permendikbud No. 24 tahun 2016 tentang standart proses. Pembelajaran harus dilakukan dengan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam kelas. Salah satu perangkat pembelajaran yang dapat menunjang standart proses tersebut adalah bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa video animasi pada materi enzim dan metabolisme untuk siswa kelas XII IPA 5 SMA Negeri 3 Malang yang tervalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi lapangan serta uji keterbacaan oleh siswa. Model penelitian yang digunakan adalah ADDIE dengan teknik analisis data kualitatif-kuantitatif. Hasil validasi berupa skor dan deskipsi komentar yang diisikan oleh validator. Persentase validasi ahli media sebesar 100%, ahli matei sebesar 89,58%, paktisi lapangan sebesar 84,61%, dan uji coba ketebacaan produk oleh subjek coba sebesar 81,91 %.  Produk yang dihasilkan termasuk kategori valid dan dapat digunakan setelah dilakukan perbaikan

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇