SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
POTENSI SENYAWA ALAMI DARI BAWANG PUTIH ( Allium sativum ) TUNGGAL LOKAL JAWA TIMUR SEBAGAI INHIBITOR ENZIM LpxC DALAM BIOSINTESIS LIPOPOLISAKARIDA PADA BAKTERI Pseudomonas aeruginosa MELALUI VIRTUAL SCREENING
ABSTRAK Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif yang menjadi salah satu penyebab infeksi nosokomial. P. aeruginosa memiliki resistensi tinggi terhadap berbagai antibiotik karena adanya lipid A, komponen lipopolisakarida (LPS) yang bersifat responsibel terhadap efek toksik pada inang. Sintesis lipid A dimulai dengan Kdo2-lipid A yang difasilitasi oleh enzim UDP-3-O-acyl-N-acetylglucosamine deacetylase (LpxC). Enzim LpxC merupakan target dalam pengembangan antibiotik karena adanya kofaktor berupa Zn2+. Saat inibawang putih (Allium sativum) tunggal merupakan bahan herbal yang banyak diteliti sebagai pengganti antibiotik sintetis dan minim efek samping. Kandungan senyawa organosulfur dalam bawang putih tunggal (Alliin, Allicin, dan Ajoene) memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa organosulfur dalam bawang putih tunggal sebagai agen antibakteri melalui virtual screening menggunakan metode molecular docking. Metode yang dilakukan adalah memprediksi potensi senyawa organosulfur menggunakan web server PASS dan melakukan docking untuk mengetahui masing-masing interaksi ligan-protein target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa organosulfur bawang putih tunggal berpotensi sebagai antibakteri, antibiotik, dan immunomodulator. Semua senyawa organosulfur memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri paling kuat ditunjukkan oleh senyawa Alliin dengan afinitas pengikatan tertinggi (-5,2). Semua senyawa organosulfur memiliki sisi aktif yang sama dengan kontrol (Ciprofloxacin dan Imipenem) pada enzim LpxC. Sisi aktif yang sama ditunjukkan dengan adanya residu asam amino (Ser295, Val182, dan Tyr 296) yang berikatan dengan ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik (Phe152, Phe181, Gly85, Phe176, Ala84, Val182, Ser180, Ile241, Leu86, Tyr296, Ser295, dan Met297) antara ligan-protein target
ANALISIS CAKUPAN MATERI, KELAYAKAN ISI, PENYAJIAN, DAN KEBAHASAAN BUKU TEKS MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI MAN KOTA BATU TERKAIT DENGAN KURIKULUM 2013
ABSTRAK Primasta, Melania. 2017. Analisis Cakupan Materi, Kelayakan Isi, Penyajian, dan Kebahasaan Buku Teks Pelajaran Biologi Kelas XI di MAN Kota Batu Terkait dengan Kurikulum 2013.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci: Materi, kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, buku teks Proses pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Pembelajaran biologi dikelas XI MAN Kota Batu sangat bergantung pada buku teks pelajaran yang disediakan sekolah. Buku teks pelajaran biologi yang disediakan oleh sekolah ada 3 macam yaitu buku Menjelajah Dunia Biologi untuk Kelas XI SMA dan MA yang berbasis Kurikulum 2013, buku Theory and Application of Biology for Grade of Senior High School and Islamic Senior High School yang berbasis KTSP, dan buku Biologi untuk SMA Kelas XI yang berbasis KTSP. MAN Kota Batu menyediakan 3 buku dengan 2 buku masih berbasis KTSP karena buku yang berbasis Kurikulum 2013 jumlahnya tidak memadai, hanya setengah dari jumlah siswa dalam satu kelas. Selain itu siswa juga tidak dianjurkan membeli buku secara pribadi, oleh karena itu tidak ada siswa yang mempunyai buku pelajaran biologi secara pribadi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan analisis buku teks biologi kelas XI yang bertujuan untuk mengetahui kriteria kualitas buku yang digunakan di MAN Kota Batu terkait dengan Kurikulum 2013. Analisis yang dilakukan ada 4 aspek yaitu aspek cakupan materi, aspek kelayakan isi, aspek penyajian, dan aspek kebahasaan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian dari BSNP 2014. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode dokumentasi. Penilaian dilakukan oleh dua orang yaitu Melania Primasta sebagai peneliti dan Ibu Wijiasih sebagai guru biologi kelas XI MIA di MAN Kota Batu. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku Menjelajah Dunia Biologi untuk Kelas XI SMA dan MA diperoleh persentase skor 100,0% pada aspek cakupan materi, 97,7% pada aspek kelayakan isi, 99,3% pada aspek penyajian buku, dan 100,0% pada aspek kebahasaan, dan rata-rata persentase skor diperoleh 99,2% dengan kualitas buku adalah sangat baik. Buku Theory and Application of Biology for Grade of Senior High School and Islamic Senior High Schooldiperoleh persentase skor 75,0% pada aspek cakupan materi, 75,9% pada aspek kelayakan isi, 90,5% pada aspek penyajian, dan 87,7% pada aspek kebahasaan, dan rata-rata persentase skor diperoleh 82,3% dengan kualitas buku adalah baik. Buku Biologi untuk SMA Kelas XI diperoleh persentase skor 73,5% pada aspek cakupan materi, 67,7% pada aspek kelayakan isi, 89,8% pada aspek penyajian buku, dan 91,8% pada aspek kebahasaan, dan rata-rata persentase skor diperoleh 80,7% dengan kualitas buku adalah baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ketiga buku tersebut masih layak digunakan di MAN Kota Batu. Namun diharapkan sekolah menyediakan lebih banyak buku teks pelajaran yang berbasis Kurikulum 2013 sehingga proses pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 di MAN Kota Batu berjalan dengan baik
Penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Graphic Organizer untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas x SMA Ar-Rohmah Malang
ABSTRAK Pramudita, Haris Eka. 2016. Penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) berbantuan Graphic Organizer untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas x SMA Ar-Rohmah Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si Kata Kunci: model pembelajaran TPS, graphic organizer, hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi, proses pembelajaran di SMA Ar-Rohmah Malang belum menerapkan pendekatan saintifik secara lengkap sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yang terdiri dari lima pengalaman belajar pokok yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Kendala utama pembelajaran adalah siswa kurang memiliki kemauan untuk mencari informasi dari buku diktat yang digunakan di sekolah. Siswa terlalu tergantung pada penjelasan dan catatan dari guru sehingga sehingga wawasan siswa sangat terbatas. Hal tersebut menyebabkan pemahaman terhadap materi kurang sehingga mempengaruhi hasil belajar khususnya hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan hasil ujian materi dunia tumbuhan, diketahui bahwa ketuntasan klasikal baru mencapai 50% dari 85% yang ditetapkan. Hasil tersebut membuktikan bahwa diperlukan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran biologi dan tuntutan kurikulum 2013 yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran think-pair-share (tps) dengan bantuan graphic organizer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas X SMA Ar-Rohmah Malang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian ini adalah hasil belajar siswa (afektif dan kognitif) disertai data keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa. Instrumen penelitian ini berupa lembar keterlaksanaan model pembelajaran TPS berbantuan graphic organizer oleh guru dan siswa, lembar penilaian afektif, dan tes hasil belajar kognitif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran think-pair-share (tps) berbantuan graphic organizer dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa (kognitif dan afektif) kelas X SMA Ar-Rohmah Malang. Ketuntasan klasikal hasil belajar afektif meningkat dari 64,76% menjadi 85,34%, sedangkan ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif meningkat dari 40,62% menjadi 90,40%
Pengembangan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Biologi Materi Bahaya Psikotropika Dan Penerapan Prinsip Reproduksi Siswa Kelas XI SMA Islam Al-Maarif Singosari Kabupaten Malang
ABSTRAK Aziza, Dinar . 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Biologi Materi Bahaya Psikotropika Dan Penerapan Prinsip Reproduksi Siswa Kelas XI SMA Islam Al-Maarif Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Triastono Imam Prasetyo, M. Pd.,(2) Dr. Nursasi Handayani, M.Si. Kata kunci: instrumen penilaian, bahaya psikotropika, penerapan prinsip reproduksi Implementasi dari Kurikulum 2013, untuk semua tingkat satuan pendidikan berimplikasi pada proses penilaian pencapaian kompetensi peserta didik. Kendala dalam melakukan penilaian salah satunya karena instrumen penilaian yang digunakan oleh guru belum memenuhi kriteria alat tes yang baik. Oleh karena itu, guru perlu menyusun suatu perangkat penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa yang dilihat dari pencapaian indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran khusus yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal pilihan ganda jawaban tunggal dan asesmen kinerja dari KD 3.11, 4.11, 3.13 dan 4.13 serta mengetahui validitas dari instrumen tersebut. Pengembangan instrumen dilakukan di SMA Islam Al-Ma’arif Singosari Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan R & D menurut Borg and Gall yang digunakan hanya sampai tahap ke 9 yaitu final product revision setelah uji coba lapangan produk skala luas. Pengumpulan data diperoleh dari analisis logis oleh validator (ahli materi, ahli evaluasi, dan ahli lapangan (guru biologi) ) soal pilihan ganda jawaban tunggal yang dikembangkan dan dari hasil empiris yang meliputi tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Pengembangan asesmen kinerja berdasarkan hasil validasi logis, sedangkan pengembangan soal pilihan ganda jawaban tunggal berdasarkan validasi logis dan empiris. Validasi empiris dilakukan tiga kali yaitu, uji coba perseorangan yang dilakukan pada 12 siswa, uji coba lapangan awal yang dilakukan pada 35 siswa dan uji coba lapangan produk utama yang dilakukan pada 70 siswa kelas XI SMA Islam Al-Ma’arif Singosari. Berdasarkan analisis validasi logis dan isi terhadap soal pilihan ganda jawaban tunggal diketahui sudah sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran. Berdasarkan analisis menggunakan program ANATES diperoleh hasil uji coba lapangan awal untuk tingkat kesukaran didominasi soal sukar yaitu 45%, daya beda baik sebesar 37,5%, dan analisis pengecoh berfungsi sebesar 42,5%. Berdasarkan hasil uji coba perseorangan kemudian dilakukan revisi berdasarkan analisis pengecoh. Uji lapangan produk utama diperoleh untuk tingkat kesukaran didominasi soal sedang yaitu 37,5%, daya beda baik sebesar 35%, dan analisis pengecoh berfungsi sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil uji coba lapangan produk utama kemudian dilakukan revisi berdasarkan analisis pengecoh. Berdasarkan uji coba lapangan skala luas untuk tingkat kesukaran didominasi soal sedang yaitu 35%, daya beda baik sebesar 37,5% dan analisis pengecoh 70%, sedangkan reliabilitas sebesar 0,75. Revisi dilakukan berdasarkan hasil analisis pengecoh. Saran yang dianjurkan adalah setelah guru menggunakan instrumen evaluasi (soal pilihan ganda jawaban tunggal) dilakukan validasi empiris meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, reliabilitas dan analisis pengecoh. Berdasarkan hasil uji coba dan analisis butir soal di SMAI Al-Ma’arif Singosari soal yang dikembangkan telah cukup memenuhi kriteria soal yang baik dan valid. Namun, perbandingan soal yang dikembangkan belum memenuhi kriteria perbandingan soal yang baik. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi siswa, guru telah mengupayakan pembelajaran dengan kurikulum 2013, materi yang diberikan sudah sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ditetapkan meskipun terdapat beberapa materi yang terlewat, namun cara belajar siswa dengan menghafal materi yang diujikan menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi biologi yang cukup kompleks. Selain itu, sebagian besar siswa tinggal di pondok pesantren yang memberlakukan peraturan pembatasan penggunaan media elektronik sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi. Soal yang dikembangkan pada penelitian efektif digunakan karena sudah valid, praktis, dan mempunyai reliabilitas yang tinggi, tetapi apabila akan digunakan sebaiknya guru Biologi perlu mengkaji kembali pada beberapa soal karena perbaikan soal harus dilakukan berulang-ulang untuk memperbaiki kualitas soal. Sebaiknya penelitian dan pengembangan ini dilakukan hingga langkah ke-10 yaitu desiminasi atau disebarluaskan di beberapa sekolah
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Think Pair Share pada Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2017/2018.
ABSTRAK Afandi, Arif. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dipadu Think Pair Share pada Materi Sistem Koordinasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas Xi Sma Negeri 2 Malang Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd, (II) Agung Witjoro, S.Pd, M.Kes. Kata Kunci: Problem Based Learning, Think Pair Share, Kemampuan Berpikir Kritis Pada masa sekarang dalam menghadapi perkembangan abad 21, kemampuan berpikir kritis merupakan hal yang penting. Kemampuan berpikir kritis ini dinilai masih perlu ditingkatkan dalam pembelajaran di sekolah. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui model pembelajaran yang mendukung munculnya kemampuan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi SMAN 2 Malang diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih perlu untuk ditingkatkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penerapan model PBL memerlukan aturan dan rutinitas yang jelas sehingga membuat pelajaran berjalan lancar tanpa gangguan. Penerapan Model PBL memiliki kekurangan seperti dapat ditemukan siswa yang mengandalkan teman satu kelompoknya. Model PBL memerlukan penanganan yang tepat. salah satu cara penanganan kekurangan dari model PBL yaitu dengan memadukan model PBL dengan model Think Pair Share (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Problem Based Learning dipadu dengan Think Pair Share pada materi Sistem Koordinasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data yaitu kegiatan memilih data, menyederhanakan data serta transformasi data kasar dari hasil obeservasi dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan selama 2 siklus. Penelitian diawali dengan perencanaan. Tahap perencanaan dilakukan penyusunan rancangan yang akan digunakan untuk implementasi. Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran PBL dipadu TPS dan soal tes dipersiapkan untuk digunakan dalam penelitian. Tahap selanjutnya tindakan dan pengamatan, berisi kegiatan mengajar menggunakan model PBL dipadu TPS yang diamati oleh observer. Pada tiap akhir siklus dilakukan refleksi kegiatan. Hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II secara berurut-turut, sebesar 78,87% dengan kategori baik dan 93,05% dengan kategori baik sekali. Nilai pretes siswa pada siklus I sebesar 44,14 (kategori sedang) meningkat menjadi 62,62 (kategori tinggi). Pada siklus I terjadi peningkatan nilai pretes 1 ke tes sikus I sebesar 18,48. Nilai pretes siswa pada siklus II sebesar 45,65 (kategori sedang) meningkat menjadi 65,1 (kategori tinggi) pada nilai tes siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai pretes 2 ke tes siklus II sebesar 19,45. Peningkatan nilai tes dari siklus I hingga siklus II yaitu sebesar 2,48
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Dampak Perubahan Lingkungan
RINGKASAN Habibi, Riska May. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis PBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Dampak Perubahan Lingkungan. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M.S., (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si. Kata Kunci: multimedia, problem-based learning, keterampilan pemecahan masalah,hasil belajar kognitif, dampak perubahan lingkungan Perkembangan teknologi yang semakin pesat ikut berpengaruh pada dunia pendidikan. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan di abad 21 ini ialah keterampilan pemecahan masalah yang dapat dimunculkan melalui berbagai macam model pembelajaran salah satunya pembelajaran berbasis masalah (PBL). Selain dapat memunculkan keterampilan pemecahan masalah, model pembelajaran berbasis masalah ini juga dapat mempengaruhi berpikir kognitif peserta didik. Proses pengembangan ini mengikuti metode pengembangan Lee & Owen (2004) yang terdiri atas analisis kebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi serta evaluasi. Materi yang digunakan yaitu dampak perubahan lingkungan karena menurut guru biologi dari kelas sasaran, beliau seringkali menggunakan metode PBL pada materi tersebut. Namun ketika diadakan tes awal serta observasi, keterampilan pemecahan masalah peserta didik serta hasil belajar kognitif peserta didik masih kurang. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi menunjukkan persentase rerata sebesar 88,91 % (sangat valid). Untuk validasi oleh ahli media memiliki persentase rerata sebesar 96,35% (sangat valid) serta validasi dari praktisi lapangan sebesar 85,22 % (sangat valid). Pada validasi kepraktisan menunjukkan persentase rerata sebesar 91,12 % (sangat praktis). Hasil uji t pada pretest-postest hasil belajar kognitif menunjukkan nilai sebesar 0,00 pada nilai probabilitas yang kurang dari nilai α (0,05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan pada sebelum dan sesudah implementasi. Perbedaan tersebut diukur dengan n-gain yang menghasilkan skor sebesar 0,64 yang berarti memiliki peningkatan sedang. Pada uji t pretest-posttest keterampilan peemecahan masalah, nilai probabilitas memiliki nilai sebesar 0,00 yang berarti kurang dari α (0,05) yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah implementasi. Hasil uji n-gain menunjukkan nilai sebesar 0,61 yang menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan pemecahan masalah bersifat sedang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka multimedia interaktif yang dikembangkan sudah layak sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah serta hasil belajar kognitif pada materi dampak perubahan lingkungan kelas X di SMA Panjura Malang
Pengembangan Modul Materi Perubahan Lingkungan Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas X MAN 1 Kota Malang
RINGKASAN Pencemaran lingkungan hidup saat ini telah menjadi permasalahan serius di Indonesia dan akan terus meningkat jika tidak segera ditangani. Berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dapat diintegrasikan ke dalambidang pendidikan melalui Kurikulum 2013 yang telah diterapkan sekolah,yaitu sebagai praktikum biologi bab perubahan lingkungan. MAN 1 Kota Malang merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 dan sedang mengembangkan greenhouse serta konsep pelestarian lingkungan lainnya, namun terdapatkendala yang menghambat keterlaksanaan program yaitukurangnya partisipasi dan sikap peduli lingkungan warga sekolah. Pengembangan sikap terhadap isu lingkungan menjadi salah satu tujuan utama dalam Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 juga diarahkan pada proses pengembangan siswa yang digunakan untuk mengembangkan hasil belajar. Berdasarkan perolehan ketuntasan klasikal siswa MAN 1 Kota Malang, terdapat64% siswa yang belum mencapai KKM. Hasil belajar sangat didukung oleh fasilitas dan model pembelajaran. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menyusun modul biologi materi perubahan lingkungan berbasis PjBLuntuk meningkatkan hasil belajar (kompetensi pengetahuan, sikap peduli lingkungan, keterampilan) yang valid, praktis, dan efektif.Penelitian dan pengembangan modul menggunakan model ADDIE oleh Branch yang terdiri dari 5 tahap yaitu faseAnalyze, Design, Development, Implementation, Evaluate. Subjek coba uji kevalidan yaitu 3 orang validator yang terdiri atas ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Subjek coba uji kepraktisan yaitu 10 orang siswa kelas XI-MIPA 5 yang telah mendapatkan materi perubahan lingkungan. Subjek coba uji keefektifan modul yaitu pada 32 orang siswa kelas X MIPA 4. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa modul materi perubahan lingkungan berbasis PjBL memiliki persentase kevalidan oleh ahli modul sebesar 99,06% (sangat valid), ahli materi sebesar 90,3% (sangat valid), dan praktisi lapangan sebesar 97,2% (sangat valid). Persentase kepraktisan sebesar 92,82% (sangat positif), serta gain score peningkatan hasil belajar kognitif sebesar 0,6 (sedang) dan afektif sebesar 0,8 (tinggi). Hasil belajar psikomotor siswa sudah melebihi KKM yaitu 87,5. Modul materi perubahan lingkungan model PjBL dinyatakan sangat valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor
PENGEMBANGAN RANCANGAN DAN PERANGKAT PEMBELAJARAN EKOSISTEM BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERSUMBER MANGROVE CENTER TUBAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS X-MIA I SMAN 4 TUBAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Handout dan LKS berbasis PBL yang menggunakan Mangrove Center Tuban sebagai sumber belajar. Penerapan hasil pengembangan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa kelas X MIA 1 SMAN 4 Tuban. Penelitian dilakukan dalam 3 tahapan dari empat tahapan pengembangan 4D yaitu: (1) pendefinisian (2) perancangan (3) pengembangan. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat hasil pengembangan masuk dalam kategori sangat valid dengan rerata skor silabus 3,29, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3,9, Handout 3,8, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) 3,75. Hasil uji keterbacaan menunjukkan bahwa rerata skor keterbacaan Handout 3,23 dan LKS 3,27 dengan kategori terbaca baik. Hasil penerapan perangkat hasil pengembangan di kelas X MIA 1 SMAN 4 Tuban dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan rincian 10 siswa masuk dalam kategori kritis dan 26 lainnya sangat kritis; serta sikap peduli lingkungan siswa dengan rincian 12% dikategorikan sangat baik dan 88% siswa masuk dalam kategori cukup
Frekuensi Kunjungan Harian Arthropoda pada Tumbuhan Liar Thunbergia alata dan Arachis pintoidi Area Kebun Teh Wonosari, Singosari Kabupaten Malang
Tanaman teh adalah komoditasperkebunan Indonesia yang tidak mungkin lepas dari berbagai tantangan.Tantangan besar dalam memproduksi hasilperkebunan teh adalah menangani perkembangan organisme pengganggu tanaman. Pemanfatan musuh alami hama tanaman, khususnya parasitoid dan predator merupakan salah satu komponen pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan.Beberapa tumbuhan liar seperti Thunbergia alata, dan Arachis pintoi merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di kebun teh. Tumbuhan liar ini menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi beberapa musuh alami. Hal ini dapat dikembangkan dan akan berperan dalam konservasi predator di agroekosistem.Penelitian mengenai pola kunjungan Arthropodaterhadap tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoi belum pernah dilakukan. Sehingga dalam rangka memberdayakan musuh alami (Predator) di area kebun teh, penelitian tersebut perlu dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan di Kebun Teh Wonosari, Singosari, Kabupaten Malang pada bulan Maret-April 2011. Penentuan tumbuhan amatan dilakukan dengan cara acak di klon TRI 2024. Metode pengamatan yang dipakai adalah metode visual controll. Arthropoda diamati sebanyak 11 periode dalam selang waktu 1 jam dengan durasi 15 menit, dimulai pada pukul 07.00 WIB dan diakhiri pada pukul 17.15 WIB pada thunbergia alata. Sedangkan pada Arachis pintoi dimulai pada pukul 07.20 WIB dan diakhiri pada pukul 17.35 WIB. Penelitian dilakukan sebanyak 10 kali ulangan dimana ulangan yang digunakan adalah hari kemudian mencatat familia dan jumlah individu Arthropoda yang mengunjungi tumbuhan liar Thunbergia alata dan Arachis pintoi. Untuk mengetahui perbedaan frekuensi kunjungan harian dianalisis dengan analisis uji t berpasangan . Untuk mengetahui variasi temporal dianalisis secara deskriptif menggunakan diagram batang. Faktor lingkungan yang memberi sumbangan terbesar dianalisis dengan analisis regresi ganda bertahap (stepwise multiple regression). Dari hasil penelitian ditemukan Arthropoda yang mengunjungi tumbuhan liar Thunbergia alata terdapat 10 ordo yang terdiri dari 24 famili yaitu meliputi 8 famili hama dan 16 famili musuh alami. Sedangkan pengamatan pada tumbuhan liar Arachis pintoi terdapat 8 ordo yang terdiri dari 21 famili Arthropoda yaitu meliputi 8 famili hama dan 13 famili musuh alami. Distribusi temporal menunjukkan bahwa Arthropoda tertentu lebih sering ditemukan pada jam-jam tertentu, dari hasil penelitian diketahui bahwa Arthropoda yang aktif pada pagi dan sore hari yaitu famili Cicadellidae dan Gryllidae, Arthropoda yang aktif pada siang hari yaitu famili Dolichopodidae dan Syrpidae, dan Arthropoda yang aktif sepanjang hari yaitu famili Coccinellidae, Formicidae, Lycosidae, Oxyopidae, Geometridae dan Mantidae. Faktor abiotik memiliki pengaruh terbesar terhadap frekuensi kunjungan Arthropoda pada tumbuhan liar Thunbergia alata adalah intensitas cahaya dan kelembaban udara, sedangkan pada tumbuhan liar Arachis pintoi adalah kelembaban udara
UJI EKSTRAK ETANOL DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara) TERHADAP RESPON HAMA ULAT BAWANG (Spodoptera exigua)
ABSTRAK Ulat bawang (Spodoptera exigua) salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menyebabkan gagal panen hingga 100%. Pengendalian dengan pestisida sintesis dapat memberikan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui macam variasi konsentrasi dan durasi waktu dedah terhadap penghambatan makan (antifeedant), mortalitas dan penentuan Lethal Concetration 50(LC50) 72 jam – 96 jam pada larva instar 3 S. exigua terhadap pemberian ekstrak etanol daun tembelekan (Lantana camara). Jenis penelitian berupa penelitian ekperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Variabel bebas meliputi 7 konsentrasi (0%, 5%, 6%, 7%, 8%,9% 10%) dan durasi waktu dedah selama 24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam. Variabel terikat meliputi penghambatan makan (Antifeedant) dan mortalitas. Sampel terdiri dari 280 larva instar 3. Metode pengujian menggunakan metode celup daun. Indikator yang diamati berupa luas daun yang termakan untuk data penghambatan makan serta banyaknya ulat yang mati untuk data mortalitas. Hasil yang diperoleh diolah dengan program pengolah data. Uji perbedaan penghambatan makan dan mortalitas menggunakan Analisis Varian Ganda (ANAVA) dilanjutkan uji lanjut Duncan. Penentuan Lethal Consentration50 (LC50) menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak 10% pada durasi waktu dedah 96 jam paling efektif terhadap penghambatan makan dan mortalitas karena luas daun termakan berkisar 0,28% (2,15 mm2 dari 750 mm2) dan mematikan larva hingga 90%. Lethal Consentration 50 (LC50) 72 jam pada konsentrasi 7% sedangkan 96 jam pada konsentrasi 5%