SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Korelasi Sikap Siswa terhadap Biologi dengan Pemilihan Karir

    No full text
    ABSTRAK   Sanjaya, Andika Habib. 2017. Korelasi Sikap Siswa Terhadap Biologi Dengan Pemilihan Karir. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hadi Suwono, M.Si, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata Kunci : Sikap siswa, cara belajar siswa, pemilihan karir.   Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan (Adikasimbar, 2011). Materi biologi yang dipelajari sangat luas. Hal tersebut dapat mempengaruhi sikap seorang siswa terhadap mata pelajaran biologi di kelas. Sikap siswa terhadap Biologi dapat digolongkan menjadi dua, yakni sikap positif dan sikap negatif. Dengan batasan, sikap positif adalah sikap yang cenderung menyukai Biologi, sedangkan sikap negatif adalah sikap yang cenderung membenci Biologi. Komponen sikap siswa terhadap Biologi yang dimaksud mencakup perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), dan predisposisi  tindakan (konasi). Berdasarkan ketiga komponen sikap siswa tersebut, sikap siswa terhadap Biologi dinilai dapat mempengaruhi cara belajar siswa. Hal ini dikarenakan komponen sikap siswa menekankan pada keadaan psikologis siswa ketika belajar sehingga membentuk cara belajar. Selain itu, sikap siswa terhadap Biologi yang digolongkan menjadi dua, sikap positif atau sikap negatif, akan memicu kecenderungan siswa terhadap Biologi. Dalam hal ini, kecenderungan tersebut adalah kecenderungan menyukai Biologi atau membenci Biologi. Kecenderungan tersebut akan membentuk motifasi dalam pemilihan karir. Jadi, penentuan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi sikap siswa akan berdampak pada cara belajar siswa dan pemilihan karir. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian deskriptif-kuantitatif untuk mengkaji korelasi antara sikap siswa terhadap Biologi dengan dampak terhadap cara belajar dan pemilihan karir. Hasil penelitian akan menunjukkan data yang menghubungkan antara sikap siswa terhadap Biologi dengan pemilihan karir dalam bidang biologi. Data tersebut akan digunakan dalam penentuan strategi atau metode pengajaran untuk mengatasi kesulitan siswa dalam kegiatan belajar Biologi

    PEMBERIAN LIMBAH IKAN LEMURU(Sardinella longiceps) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah ikan lemuru terhadap peningkatan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan (P0: 0 g, P1: 9,25 g, P2: 18,5 g, P3: 27,75 g, dan P4: 37 g serbuk limbah ikan lemuru/tanaman).Data yang diperolehberupatinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah buah dan bobot buah yang dianalisis menggunakan Anava tunggal pada taraf signifikansi (α) = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa penamabahan limbah ikan lemuru berpengaruh nyata terhadap terhadap tinggi tanaman 18.5 g setara dengan kadar P205 1 g/ tanaman dan produksi buah kacang panjang sebesar 27.75 g setara dengan kadar P205 1,5 g/ tanaman.

    IDENTIFIKASI PROTEIN MEMBRAN LUAR Pseudomonas aeruginosa SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN

    No full text
    ABSTRAK: Infeksi nosokomial salah satunya disebabkan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2012) diperoleh angka presentasi terjadinya infeksi nosokomial di Provinsi Lampung 4,3%, Jambi 2,8%, DKI Jakarta 0,9%, Jawa Barat 2,2%, Jawa Tengah 0,5%, dan Yogyakarta 0,8%.P.aeruginosa memiliki permukaan yang terdiri dari Lipopolisakarida (LPS) dan Protein Membran Luar (OMP). Pembuatan vaksin dari bakteri P.aeruginosa dari LPS telah dilakukan, sedangkan dari OMP belum dilakukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai dengan April 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi protein membran luar P.aeruginosa sebagai kandidat vaksin. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan eksperimen laboratorik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai aktivitas fosforilasi pada protein membran bakteri P.aeruginosa dengan berat molekul 21 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 17,029 x 10-2 µmol/mL.menit, sedangkan pada protein dengan berat molekul 25 kDa memiliki aktivitas fosforilasi sebesar 16,835 x 10-2 µmol/mL.menit. Hasil uji glikoprotein menunjukkan bahwa protein membran luar dengan berat molekul 25 kDa dan 21 kDa tidak mengandung glikoprotein, sehingga protein membran luar P.aeruginosa  dengan berat molekul 21 kDa dan 25 Kda dapat digunakan sebagai kandidat vaksin. Kata Kunci: protein membran luar (OMP),Pseudomonas aeruginosa, vaksi

    Pengaruh Kombinasi Ekstrak Tempe Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merril) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Kadar Advanced Glycation End-Product (AGE) Serum Darah Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2

    No full text
    ABSTRAK   Anam, Maulidan Asyrofil. 2018. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Tempe Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merril) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Kadar Advanced Glycation End-Product (AGE) Serum Darah Tikus Model Diabetes Mellitus Tipe 2. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M. Si., (II) Dr. Sri Rahayu Lestari, M. Si.   Kata Kunci: Tempe Kedelai Hitam, Ubi Jalar Ungu, AGE, DMT2 Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) dikenal dengan DM yang tidak tergantung dengan jumlah insulin. Gejala fisiologis utama DMT2 adalah resistensi sel target terhadap insulin yang menyebabkan hiperinsulinemia. Jumlah kasus DM di Indonesia meningkat dua kali lipat dari 4,5 juta menjadi 8,4 juta antara tahun 1995-2000 yang sebagian besar adalah DMT2. Jumlah tkasus DM diperkirakan akan menjadi 21,3 juta pada tahun 2030. Obesitas merupakan faktor risiko terpenting yang menyebabkan peningkatan kasus DMT2 karena obesitas mempengaruhi terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin mengakibatkan down regulation protein glucose transporter 4 (GLUT-4) dan penurunan aktivitas enzim glikogen sintase sehingga menyebabkan hiperglikemia. Hiperglikemia akibat resistensi insulin menyebabkan glukosa berikatan kovalen dengan protein plasma melalui proses non-ezimatik yang disebut glikasi dan menghasilkan AGE. Interaksi antara AGE dengan reseptornya, RAGE, dapat  menyebabkan perubahan signaling intraseluler, ekspresi gen, dan berbagai komplikasi diabetes yang mencakup pembentukan reactive oxygen spesies (ROS). Reactive oxygen species (ROS) dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang mengakibatkan berbagai komplikasi DMT2. Kerusakan sel akibat stres oksidatif dapat menyerang ginjal (nephropathy) sehingga terjadi inflamasi yang berujung pada disfungsi ginjal. AGE dalam sirkulasi darah dapat berupa protein serum atau peptida kecil. AGE-peptida dalam sirkulasi tersebut secara normal akan difiltrasi oleh ginjal. Akumulasi AGE akibat hiperglikemia dan adanya kerusakan pada ginjal mengakibatkan ginjal mengalami hiperfiltrasi dan tidak lagi mampu menyaring AGE sehingga kadar AGE serum darah meningkat. Antioksidan memiliki potensi terapi bagi penderita DMT2 dengan cara melindungi sel dari radikal bebas yang dihasilkan dari proses glikasi dan transport elektron. Antioksidan dapat menstabilkan ROS dalam sel dan dapat membantu terapi pasien penderita komplikasi nefropati. Alternatif sumber antioksidan yang potensial adalah  tumbuhan. Beberapa tumbuhan yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi adalah kedelai hitam (G. max (L.) Merril)  dan ubi jalar ungu (I. batatas L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu terhadap kadar AGE serum darah tikus model DMT2. Tikus dikelompokkan menjadi 7 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol (kontrol positif dan negative) dan 5 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan (P1-5) secara berurutan diberi perlakuan kombinasi ekstrak tempe kedelai hitam dan ubi jalar ungu dengan perbandingan 4:0, 0:4, 3:1, 2:2, dan 1:3. Tikus jantan galur Wistar diaklimatisasi selama sepekan kemudian diberi pakan high fat diet (HFD) sebanyak 20 g per hari dan minum sukrosa 10% secara ad libitum selama 9 pekan. Komposisi HFD adalah pakan Hi Gro 551 yang dihaluskan (300 g), jagung giling (200 g), minyak jelantah (150 g), kuning telur bebek (100 g), tepung terigu (50 g), dan asam kolat (0,1 g). Tikus model DMT2 diinjeksi STZ multiple low dose sepekan sekali selama 2 pekan secara intraperitoneal (IP). Tikus dianggap menderita DMT2 apabila  kadar glukosa darahnya ≥200 mg/dl. Kadar glukosa darah diukur sebelum dan setelah pemberian perlakuan, sisa pakan dan berat badan juga ditimbang. Serum darah tikus dikoleksi dan diuji dengan metode indirect ELISA untuk mengetahui kadar AGE setelah 5 pekan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat sisa pakan tikus model DMT2 cenderung menurun, sedangkan berat badannya cenderung naik sebelum diberi perlakuan, namun cenderung menurun setelah diberi perlakuan (kecuali kelompok K-). Kadar glukosa darah tikus sebelum perlakuan cenderung tinggi, kelompok tertinggi adalah klompok P4 (450 mg/dl), kemudian menurun setelah diberi perlakuan (kecuali kelompok K-). Penurunan kadar glukosa darah terbesar terjadi pada kelompok P4. Kadar AGE yang didapatkan melalui uji indirect ELISA menunjukkan distribusi data normal dan homogen. Berdasarkan uji ANOVA tunggal, didapatkan nilai P = 0,009

    Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu

    No full text
    ABSTRAK   Ramadani, Rizki Putri. 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Flash pada Materi Protista Kelas X MA Bilingual Batu. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked., (II) Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si   Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Materi Protista, ADDIE Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti diketahui, bahwa siswa 91% siswa kelas X MIA 2 Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Batu mengalami kesulitan memahami materi Protista. Orientasi pembelajaran di kelas saat materi Protista hanya menggunakan media gambar dan belum pernah dilakukan pengamatan Protista, karena alat-alat laboratorium kurang memadai. Berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.5 yaitu Mengidentifikasi ciri-ciri filum dalam Kingdom Protista dan perannya bagi kehidupan berdasarkan pengamatan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu mengembangkan multimedia interaktif dan materi yang valid, praktis, efektif, serta mengimplementasikan multimedia interaktif dalam pembelajaran, supaya siswa mudah memahami materi Protista dan tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. Multimedia interaktif divalidasi secara internal dan eksternal. Secara internal, multimedia interaktif divalidasi oleh dosen pembimbing I dan II, sedangkan secara eksternal divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Hasil validasi kelayakan multimedia interaktif ahli materi sebesar 95,71%, ahli media sebesar 91,82%, dan praktisi lapangan sebesar 93,33%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan layak. Angket respon siswa terhadap multimedia interaktif diperoleh tingkat kepraktisan sebesar 83%, sehingga multimedia interaktif dinyatakan praktis. Hasil pretest sebelum ditanyangkan multimedia interaktif dan hasil posttest setelah ditayangkan multimedia interaktif mengalami peningkatan, yaitu dari 36% menjadi 88%. Hasil posttest melebihi ketuntasan klasikal minimum (≥85%), maka multimedia interaktif yang dikembangkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran

    Pengembangan Asesmen Kinerja Pada Materi Sistem Respirasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Keterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang memiliki peranan penting dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang, keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa rendah. Salah satu solusi mengatasi rendahnya berpikir kreatif siswa yaitu dengan asesmen kinerja yang mengacu indikator berpikir kreatif menurut Treffinger yaitu berpikir luwes, berpikir asli, berpikir lancar dan elaborasi. Selain itu, solusi laiinya adalah soal dengan tingkat kognitif C1-C6 untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja pada materi sistem respirasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dan pemahamn konsep siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Penelitian dan pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Malang berjumlah 36 siswa. Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 90,82% dengan kriteria “sangat valid”, tingkat kepraktisan sebesar 87,8% dengan kriteria “sangat valid”, tingkat keefektifan asesmen kinerja dalam membuat scrapbook sebesar 89,9 dengan kriteria “efektif”, tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan praktikum sebesar 93,2 dengan kriteria “efektif”, tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan presentasi sebesar 91,8 dengan kriteria “efektif”, dan tingkat keefektifan asesmen kinerja kegiatan diskusi kelas sebesar 85,1 dengan kriteria “efektif”. Soal yang dikembangkan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sejumlah 30 soal menunjukkan valid. Tingkat kesukaran soal dengan soal kategori sukar sejumlah 1 soal, kategori sedang sejumlah 22 soal, kategori mudah sejumlah 7 soal. Daya beda soal dengan ketegori baik sekali sejumlah 3 soal, kategori baik sejumlah 12 soal, kategori cukup sebanyak 7 soal, dan kategori jelek sjumlah 8 soal. Tingkat reliabilitas soal sebesar 0,681 dengan kriteria “tinggi”. Tingkat keefektifan soal untuk mengukur pemahaman konsep siswa adalah sebesar 86,1 dengan kriteria “efektif”. Hasil revisi pengembangan asesmen kinerja pada materi sistem respirasi dapat digunakan secara luas oleh guru biologi

    Pengaruh Model Discovery Learning Bermuatan Karakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Materi Tumbuhan di SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kurikulum 2013 mengukur hasil belajar pada 3 aspek, yaitu afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotorik (keterampilan). Kurikulum ini mene-kankan pada proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik, con-tohnya model Discovery Learning. Faktanya, implementasi K-13 masih banyak yang belum diterapkan secara menyeluruh di lingkungan sekolah, salah satunya ialah pembelajaran yang bermuatan karakter. Motivasi siswa yang rendah dalam mengikuti proses belajar mengajar juga menjadi permasalahan lain yang ada di sekolah. Model Discovery Learning bermuatan karakter diharapkan dapat mening-katkan karakter siswa menjadi lebih baik sesuai tuntutan dalam KI 2 Kurikulum 2013. Sintaks model Discovery Learning juga mengakomodasi meningkatnya motivasi dan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh model Discovery Learning bermuatan karakter untuk meningkat-kan hasil belajar afektif berupa motivasi dan sikap sosial, serta hasil belajar kognitif. Jenis penelitian ialah Quasy Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 9 Malang dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji Anakova dan T-Test. Data penelitian berupa motivasi belajar meliputi 5 aspek, yaitu Assurance, Rele-vance, Interest, Assessment, Satisfaction, data sikap sosial berupa sikap disiplin, jujur, kerjasama, bertanggung jawab, dan peduli, serta data hasil belajar kognitif meliputi level C2-C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas kontrol sebesar 5,5 (7,78%), sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 16,91 (23,96%). Selisih rerata terkoreksi antara kelas kontrol dan eksperimen se-besar 11,02 (14,41%). Selisih rerata sikap sosial sebesar 21,12 dengan kriteria sa-ngat baik (81,28) pada kelas eksperimen dan kurang (60,16) pada kelas kontrol. Peningkatan hasil belajar kognitif pada kelas kontrol sebesar 39,83, sedangkan pada kelas eksperimen sebesar 41,11. Selisih rerata terkoreksi antara kelas kontrol dan eksperimen sebesar 4,77 (5,83%). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning bermuatan karakter berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti ialah penerapan model Discovery Learning bermuatan karakter sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar afektif lainnya dari 18 nilai karakter yang terdapat dalam K-13 maupun Perpres No. 87 Tahun 2017

    Daya Antibakteri Ekstrak BuahApi-api(Avicennia Alba Blume) terhadap Staphylococcus aureus secara In-Vitro

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Laily. 2018.  Daya Antibakteri Ekstrak BuahApi-api(Avicennia Alba Blume) terhadap Staphylococcus aureus secara In-Vitro, Skripsi, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Betty Lukiati, M.S, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M. Si.   Kata Kunci: daya anti bakteri, ekstrak buah Avicennia alba Blume, Staphylococcus aureus Avicenniaalba Blume merupakan salah satu spesies mangrove yang banyak tumbuh di pesisir Pantai Kelurahan Pilang Kota Probolinggo. Buah dari tanaman tersebut mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yang bersifat antimikroba, diantaranya adalah flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, dan tanin. Buah Avicennia alba Blume dipercaya oleh masyarakat sekitar Pantai Kelurahan Pilang Kota Probolinggo sebagai obat alami untuk gatal-gatal dan alergi pada kulit yang ditimbulkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang terjadi karena bakteri mudah mengalami mutasi akibat perubahan lingkungan dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga meningkatkan resistensi terhadap antibiotik sintetis. Salah satu usaha mengatasi permasalahan akibat resistensi bakteri adalah dengan mengembangkan antibakteri baru secara alami yang berasal dari buah  Avicennia alba Blume.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menguji aktivitas antibakteri buah Avicennia alba Blume terhadap Staphylococcus aureus2) Menentukan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang dilakukan pada Januari-April 2018 di Sub Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Buah Avicenniaalba Blume dikeringkan menjadi simplisia kering kemudian diekstrak menjadi bentuk pasta dengan metode ekstrak simaserasi. Ekstrak buah tersebut kemudian diuji daya anti bakterinya terhadap Staphylococcus aureus dengan metode dilusi, untuk menentukan Kadar Hambat Minimum dengan mengamati kekeruhan pada setiap perlakuan setelah itu menentukan Kadar Bunuh Minimum dengan menghitung jumlah koloni bakteri di medium MHA setelah inkubasi selama 1 x 24 jam dalam suhu 37oC. Media mikro biologi dalam penelitian ini adalah Nutrien Cair (NC) dan Muller Hilton Agar (MHA) serta memiliki beberapa konsentrasi diantaranya konsentrasi ekstrak 31.250 µg/ml (P1), 62.500 µg/ml (P2), 125.000 µg/ml (P3) , 250.000 µg/ml (P4), kontrol negatif menggunakan media Nutrien Cairdan kontrol positif menggunakan antibiotik eritromisin. Hasil penelitian ini 1) Ekstrak buah Avicennia albaBlume memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus2)Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstra buah Avicennia alba Blume terhadap Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 125.000 µg/m

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu NHT Bermuatan Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi, dan Sikap Siswa Kelas XI MIPA SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan yang sesuai diperlukan untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan, khususnya pada abad 21. Salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan berpikir kritis. Keberhasilan siswa dalam belajar dapat di raih apabila siswa memiliki motivasi. Aspek penting lainya dalam pembelajaran selain motivasi adalah sikap siswa. Penilaian sikap di sekolah merupakan tanggung jawab setiap pendidik, termasuk guru biologi yang pelaksanaannya dintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran. Permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis, motivasi dan sikap juga terjadi di kota Malang, salah satunya di SMA Laboratorium UM. Kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap dapat diberdayakan oleh guru melalui penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter. Muatan karakter dintegrasikan dalam setiap sintaks model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi dan sikap siswa kelas XI MIPA SMA Laboratorium UM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif menggunakan teknik penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 yang berjumlah 34 orang. Kemampuan berpikir kritis siswa diukur berdasarkan peningkatan nilai pretest dan postest siswa pada setiap indikator berpikir kritis disetiap siklus dan mengukur kefektifan model pembelajaran terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis menggunakan analisis n-gain. Skor motivasi siswa pada penelitian ini diukur dengan menggunakan lembar observasi selama pembelajaran dan kuesioner model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction). Sikap siswa yang diamati meliputi sikap spiritual dan sikap sosial. Penilaian sikap siswa juga diukur menggunakan lembar observasi dan kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap siswa selama pembelajaram. Rerata peningkatan pretest-posttest pada siklus I sebesar 37,3% dan pada siklus II sebesar 46,3%. Analisis n-gain menunjukkan peningkatan berpikir kritis sebesar 0,528 pada siklus I, dan 0,65998 pada siklus II. Rerata motivasi klasikal berdasarkan kuesioner siswa sebelum tindakan adalah 71,875%, kemudian setelah siklus I mengalami peningkatan menjadi  77,87%, sementara pada akhir siklus II sebesar 85,11%. Rerata motivasi siswa berdasarkan observasi pada siklus I sebesar 79,96% kemudian meningkat menjadi 88,19% pada siklus II. Rerata sikap klasikal berdasarkan kuesioner siswa sebelum tindakan adalah 76,54%, kemudian setelah siklus I mengalami peningkatan menjadi  80,67%, dan meningkat kembali menjadi 86,19% pada siklus II. Rerata sikap siswa berdasarkan observasi pada siklus I sebesar 78,56% kemudian meningkat menjadi 86,77% pada siklus II. Berdasarkan analisis hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh data persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 94,8%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 98,8. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I yang sebesar 91,6%  menjadi 97,7% pada siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu NHT bermuatan pendidikan karakter yang diterapkan oleh peneliti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi, dan sikap siswa pada pembelajaran biologi materi sistem ekskresi dan sistem koordinasi di kelas XI MIPA 3 SMA Laboratorium UM. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi pendidik untuk memastikan soal evaluasi yang diberikan benar-benar sesuai dan menambahkan sikap spiritual yang diukur dengan menguucapan kalimat spiritual lain seperti kalimat tasbih “Subhanalla”, kalimat takbir “Allahuakbar”, kalimat tahlil “Laa ilaha Illallah,” serta istighfar “Astahghfirullah hal aszim”. Sebaiknya pendidik juga menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi serta melakukan manajemen waktu yang baik selama mengajar

    PENGEMBANGAN E-MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PADA MATERI KATABOLISME PESERTA DIDIK KELAS XIIDI SMA NEGERI 2 LUMAJANG

    No full text
    Abstrak Pelaksanaan proses pembelajaran tidak terlepas dari pemanfaatan bahan ajar yang beraneka ragam. Di era digital, bahan ajar interaktif menjadi inovasi bagi pendidikan ke arah yang lebih bermutu. Secara konsep, materi katabolisme memiliki banyak konsep abstrak dengan kompleksitas tinggi. Kebanyakan peserta didik di SMA Negeri 2 Lumajang sekitar 65% masih mengalami kesulitan dalam memahami materi katabolisme. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan e-media interaktif berbasis android untuk mengatasi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep materi katabolisme. Sebelum diimplementasikan ke tiga kelas pembelajaran, meliputi: (1) guru mereview materi tanpa menggunakan media; (2) guru mereview materi menggunakan media; (3) peserta didik mereview materi secara mandiri menggunakan media; media yang dikembangkan perlu divalidasikan ke ahli materi, ahli media, dan praktisi lapangan. Hasil validasi dari ahli materi dan ahli media menunjukkan skor validitas 100%, sangat valid, sedangkan hasil validasi dari praktisi lapangan menunjukkan skor validitas 82,29%, sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menggunakan e-media interaktif berbasis android secara mandiri maupun di bawah bimbingan guru terbukti dapat menurunkan miskonsepsi sebesar 50-62,5% dan meningkatkan pemahaman konsep sebesar 73,1-83,3% pada materi katabolisme. Kata Kunci: katabolisme, konsep abstrak dengan kompleksitas tinggi, miskonsepsi, pemahaman konsep, e-media interaktif berbasis android

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇