SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Kabohirat untuk kelas XII

    No full text
    ABSTRAK Husna, Asmaul. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Glikalkula pada Materi Katabolisme Karbohidrat untuk Kelas XII, Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Betty Lukiati, M.S.   Kata Kunci : Glikalkula, Katabolisme Karbohidrat, Glikolisis, Siklus Krebs, Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat, Transpor elektron.   Metabolisme merupakan semua proses yang terjadi dalam sistem kehidupan untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Materi metabolisme merupakan materi yang diajarkan pada siswa kelas XII semester satu. Metabolisme sel masuk dalam Kompetensi Dasar 3.2 pada kurikulum 2013. Materi metabolisme sel meliputi enzim, katabolisme karbohidrat dan anabolisme. Berdasarkan hasil pengisian angket observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2014 oleh 32 siswa kelas XII di SMAN 1 Kepanjen menunjukkan bahwa 53,13% (17 siswa) mengalami kesulitan dalam memahami konsep metabolisme khususnya pada materi katabolisme karbohidrat. Keterbatasan media yang menunjang proses pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab. Sehingga perlu dikembangkan media pembelajaran yangsesuai dan dapat mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran glikalkula untuk materi katabolisme karbohidrat dan mengetahui kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ASSURE yang terdiri dari 6 tahap yaitu (1) Analize Learner (Menganalisa Siswa), (2) State Objectives (Menyatakan Tujuan), (3) Select Method, Media and Materials (Memilih Metode, Media dan Materi), (4) Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Media dan Materi), (5) Require Learner Participation (Meminta Partisipasi Siswa), dan (6) Evaluate and Revise (Evaluasi dan Revisi). Jenis data dalam penelitian & pengembangan adalah data kuantitatif yang didapatkan dari hasil skor instrumen penilaian dan data kualitatif dari kritik dan saran pada instrumen penilaian yang sama. Instrumen penilaian tersebut diberikan kepada dosen ahli materi dan ahli media untuk mengetahui validitas media pembelajaran serta kepada siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan sedikit revisi atau perbaikan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penilaian oleh ahli materi medapatkan nilai sebesar 72,5% ternasuk dalam kategori valid, ahli media memberikan nilai sebesar 75% juga nasuk dalam kategori valid, praktisi lapangan memberikan nila 77,5% masuk dalam kategori sangat valid dan siswa memberikan nilai 80% juga masuk dalam kategori sangat valid. Akan tetapi keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran belum dapat disimpulkan, dikarenakan peneliti tidak mengambil data nilai sebelum penggunaan media maupun setelah penggunaan media .    

    PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF PADA MATERI SISTEM SIRKULASI UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA LABORATORIUM UM

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: Asesmen Formatif, Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Sirkulasi   : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen formatif yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem sirkulasi dan menguji validitas, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen formatif yang dikembangkan. Produk dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Produk yang dikembangkan berupa instrumen observasi diskusi kelas, instrumen observasi kegiatan praktikum, dan soal tes kognitif. Kesimpulan penelitian ini adalah asesmen formatif yang dikembangkan  layak, praktis, dan efektif digunakan dan dapat mengukur serta melatih kemampuan berpikir kritis ssiwa.   ABSTRACT: The purpose of the study is to develop a formative assessment that can measure students' critical thinking skills on the circulatory system and test the validity, efficacy, and effectiveness of developed formative assessment products. Products developed with the ADDIE development model. The product developed in the form of observation instrument of class discussion, observation instrument of practicum activity, and test of cognitive test. The conclusions of this study are formative assessments that are developed feasible, practical, and effective use and can measure and train critical thinking skills of the students.   Keyword: Formative Assessment, Critical Thinking Skills, Circulatory Syste

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)DIPADU MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMAN 1 SINGOSARI KELAS X IPA PADA PELAJARAN BIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK   Kurikulum 2013 merupakanupaya penyesuaian terhadap tuntutan pendidikan di Abad 21. Sejumlah kompetensi dan/atau kemampuan pun harus dimiliki oleh siswa agar dapat bersaing di Abad 21, salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis.Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, diketahui siswa masih memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang kurang dari nilai ketuntasan minimal. Mengacu pada permasalahan tersebut, maka dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan Mind Map untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan pada siswa kelas X IPA C SMAN 1 Singosari pada mata pelajaran Biologi selama 3 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi keterlaksanaan tindakan guru dan siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS) berpikir kritis, serta pre test dan post test. Teknik analisis yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian PBLdipadu denganmind mapyang dilakukan menunjukkan hasil rata-rata persentase keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 56,8% menjadi 65,6% dan dari 65,6% menjadi 68,8%; sedangkan hasil belajar kognitif siswa meningkat dari 73,0% menjadi 78,8% dan dari 78,8% menjadi 89,2%. PBL dipadu mind map mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena pembelajaran berorientasi pada masalah disekitar siswa sehingga siswa didorong untuk mampu menyelesaikan masalah dan mengingat informasi yang diperoleh. Kemampuan kognitif siswa mengalami peningkatan disebabkan pada penerapan PBL dipadu mind map siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan diskusi memecahkan masalah dan presentasi yang membuat siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri sehingga materi dapat dengan mudah diingat. Kesimpulan dari penelitian PTK ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dipadu dengan mind map mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif siswa

    CHARACTERIZATION OF Pseudomonas stutzeri Outer Membrane Protein and Response Profile of Antibiotics-Extracts of Piper betle Leaves

    No full text
    ABSTRAK   Cahya, Dini Aulia. 2018. Characterization of Pseudomonas stutzeri Outer Membrane Proteins and Response Profile of Antibiotics-Extracts of Piper betle Leaves. Bachelor Thesis, Departement of Biology,Faculty of Mathematics and Science, State University of Malang. Supervisior : (I) Abdullah DolaDalee, M.ScM., (II) Dr.Umie Lestari, M.Si., (III) Dr.EndangSuarsini, M.Ked.   Keywords :Outer Membrane Protein, Pseudomonas stutzeri, Antibiotics, Piper betle Extract, Response Profile. Pseudomonas stutzeri is one of the cause nosocomial infection.Pseudomonas stutzeriis ubiquitous in hospital environments and it is an opportunistic, but rare, pathogen. It has been reported to cause bacteraemia, meningitis, pneumonia and osteomyelitis. This species was susceptible to a wide range of antibiotics, including ampicillin, tetracycline, streptomycin, nalidixic acid, neomycin, kanamycin, polymyxin, and gentamicin. The emergence of poly antimicrobial resistant strains of hospital pathogens has also presented a challenge in the provision of good quality inpatient care. At the global level, people have understood the bad effect of antibiotics and they are now shifting over to natural products.Therefore, it is of great interest to carry out a screening of these plants in order to validate their use in folk medicine and to reveal the active principle by isolation and characterisation of their constituents. The aim of this research is to Characterized the outer membrane protein of Pseudomonas stutzeri and investigasting the antibacterial effect of antibiotics and the methanol,acetone and hexane extract of Piper betle leaves. SDS-PAGE electrophoresis was used in this research to isolate protein based on the molecular weight. Microdilution was used to determine the MIC and MBC of antibiotics and Piper betle leaves extracts. The extracts was used 3 solvents , methanol, aceton and hexane. Tetracycline, Gentamycin, Kanamycin and Penicillin was used. The Quantitative assay of outer membrane protein of Pseudomonas stuzeri’s protein extractions showed concentration range 1.78 Mg/ml-2.06 Mg/ml. Meanwhile, the Quantitative assay  showed 13 bands protein from SDS-PAGE extraction. The bands protein are 127.8 kDa, 107.9 kDA, 91.2 kDa, 81.5 kDa, 68.8 kDa, 54.9 kDa, 49. 1 kDa, 43. 8 kDa, 39.2 kDa, 33.1 kDa, 24.9 kDa, 16.8 kDa, 14.2 kDa. MIC values were determined by two-fold serial dilution microplate bioassay and indicating growth with tetrazolium violet. MBC valus were determined by streaked the MIC from microplate to lactos agar and incubated in 24 hours.Piper betle L Acetone Extracts was the most active with average MIC value for Pseudomonas spp ( 31,25 µg/ml) followed by Piper betle L Methanol Extracts with values 62,5 µg/ml and Piper betle L Hexane Extracts with values 125 µg/ml. for the Antibiotics, Gentamycin was the most sensitive for Pseudomonas spp with values 0.048838 ug/ml followed by Kanamycin with values 12,5 µg/ml, Tetracycline and Penicilin showed that Pseudomonas spp is resistantance to those antibiotics

    Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan di SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kegiatan pembelajaran biologi diharapkan mampu untuk wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta proses pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Materi keanekaragaman tumbuhan merupakan salah satu materi  yang membutuhkan pemahaman konsep yang kuat untuk menerapkan pada lingkungan sekitar, seperti mendeskripsikan organ-organ tumbuhan yang kemudian dikelompokkan dalam divisi dengan memperhatikan prinsip klasifikasi. Hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan KPL pada bulan Juli-Agustus 2017 dalam kegiatan pembelajaran jumlah bahan ajar yang digunakan masih kurang terbatas hanya pada buku cetak dari salah satu penerbit. Hasil wawancara dengan guru Biologi SMA Negeri 10 Malang diketahui bahwa pembelajaran dilakukan dengan UKB dan siswa masih kesulitan dalam mendeskripsikan organ-organ tumbuhan, bahan ajar yang digunakan terbatas pada LKPD, buku cetak dari salah satu penerbit, PPt, dan guru belum pernah mengembangan modul pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangakan modul berbasis discovery learning pada materi keanekaragaman tumbuhan di SMA Negeri 10 Malang dengan harapan dapat mengetahui kelayakan dan keefektifan meningkatkan nilai pretest-posttest. Modul biologi discovery learning pada materi keanekaragaman tumbuhan dikembangkan berdasarkan model 4D Thiagarajan namun tanpa tahap disseminate karena tidak dilakukan uji coba dalam skala luas. Data pada penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari pengisian angket validasi ahli pembelajaran, ahli materi, praktisi lapangan dan siswa. Hasil belajar siswa yang berupa nilai pretest dan posttest, hasil perhitungan uji normalitas, uji homogenitas dan uji anakova untuk menentukan peningkatan nilai pretest dan posttest. Data kualitatif diproleh dari pengisian angket berupa komentar dan saran oleh ahli pembelajaran, ahli materi, praktisi lapangan dan siswa. Hasil analisis diperoleh untuk persentase kevalidan modul dari ahli pembelajaran sebesar 95%, ahli materi sebesar 93,02%, praktisi lapangan sebesar 96,01% dengan kriteria valid, dan presentase hasil uji keterbacaan oleh siswa sebesar 90,47% dengan kriteria valid. Hasil perhitungan uji keefektifan menggunakan uji anakova menunjukkan signifikansi 0,000 < α = 0,05 dan persentase peningkatan nilai pretest-posttest kelas menggunakan modul sebesar 64,13%, dan kelas tanpa menggunakan modul sebesar 44,33% yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan modul dan kelas yang tidak menggunakan modul. Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa modul berbasis discovery learning pada materi keanekaragaman tumbuhan layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran

    Pengaruh Asesmen E-Portfolio dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share terhadap Peningkatan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Marwiyah, Shofiyatul. 2018. Pengaruh Asesmen E-Portfolio dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share terhadap Peningkatan Keterampilan Metakognitif dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.   Kata Kunci: asesmen e-portfolio, keterampilan metakognitif, hasil belajar, Think Pair Share (TPS). Salah satu hal yang penting dalam suatu pembelajaran adalah penilaian dan melalui penilaian akan diketahui ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Terdapat 3 ranah penilaian hasil belajar yaitu penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketiganya bisa termuat dalam penilaian portofolio. Belum banyak sekolah yang menerapkan penilaian portofolio karena membutuhkan ruang penyimpanan yang luas, memerlukan banyak waktu, dan melibatkan banyak komponen sebagai alat penilaian yang berarti menuntut banyak perhatian dari guru. Berdasarkan hal itu maka perlu adanya fasilitas penilaian yang menyangkut aspek pengetahuan dan keterampilan, salah satunya dengan asesmen e-portfolio. Asesmen e-portfolio pernah diterapkan di SMA Negeri 2 Malang yang memanfaatkan WhatsApp sebagai media elektronik, namun hanya beberapa saja siswa yang terlibat dan media elektronik yang digunakan hanya sebatas untuk mengirimkan tugas tanpa adanya evaluasi dan refleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan keterampilan metakognitif, (2) pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan kesadaran metakognitif, dan (3) pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan hasil belajar biologi. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment (Penelitian eksperimen semu) dengan model rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Malang tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen menggunakan asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol positif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, dan XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol negatif dengan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest. Keterampilan metakognitif diukur dengan rubrik keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan soal essay. Hasil belajar kognitif diukur melalui pemberian soal pretest dan posttest. Hasil belajar afektif diperoleh melalui lembar penilaian sikap sosial yang difokuskan pada 3 sikap yaitu disiplin, jujur, dan gotong royong selama kegiatan pembelajaran. Hasil belajar psikomotor diperoleh melalui penilaian kinerja dan laporan praktikum menggunakan lembar penilaian kinerja dan laporan praktikum. Uji hipotesis menggunakan uji anakova hasil pretest dan posttest variabel terikat. Hasil data yang dianalisis menggunakan uji anakova menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan keterampilan metakognitif, (2) tidak ada pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan kesadaran metakognitif, dan (3) ada pengaruh asesmen e-portfolio dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan hasil belajar biologi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti tentang pengaruh e-portfolio dalam model pembelajaran yang lain dan menggunakan e-learning selain Edmodo. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh e-portfolio terhadap variabel terikat yang lain. Asesmen e-portfolio ini bisa diterapkan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran. Perlu dikembangkan instrumen yang sesuai diterapkan di Indonesia untuk mengukur kesadaran metakognitif

    .Virtual Screening Senyawa Aktif Bawang Tunggal (Aliumsativum) sebagai Kandidat Obat untuk Menghambat Biosintesis Kolesterol

    No full text
    ABSTRAK   Konsumsi makanan siap saji dengan kandungan lemak tinggi, rendah serat, dan karbohidrat tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan kolesterol dan berakhir pada hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan peningkatan jumlah kadar kolesterol yang tinggi pada plasma darah, selain itu dapat terjadi akibat kelainan kadar lipoprotein dalam darah.Sintesis kolesterol yang tidak dapat diregulasi, menyebabkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah. Hiperkolesterolemia dapat dicegah dengan menghambat enzim -hydroxy-3-methylglutaryl-CoA (HMG-CoA) reduktase. Enzim HMG-CoA reduktase merupakan enzim kunci untuk biosintesis kolesterol yang mengkatalis konversi Asetil-KoA menjadi mevalonat. Pencegahan untuk mengurangi hiperkolesterolemia, memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan alternatif sebagai pengganti obat kimia penurun kolesterol dari bahan herbal. Salah satu tanaman herbal yang memungkinkan sebagai kandidat agen penurun kolesterol adalah bawang putih tunggal. Bawang putih (Allium sativum) adalah suatu umbi yang termasuk dalam famili Liliaceae dan anggota dari genus Allium yang mengandung senyawa organo-sulfur, beberapa diantaranya adalah allicin, alliin, E- dan Z-ajoene. Bawang putih tunggal mempunyai kandungan organo-sulfur lebih tinggi daripada spesies Allium lainnya. Beberapa tahun terakhir banyak penelitian untuk mencari senyawa potensial yang akan dijadikan suatu obat. Salah satu langkah utama dalam proses penemuan obat sebagai kandidat obat sebagai terapi adalah melalui pendekatan bioinformatik dengan metode molecular docking. Pendekatan bioinformatik merupakan salah satu metode prediksi yang murah dan mudah, sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah mencari dan memprediksi kandungan senyawa aktif bawang putih tunggal (Alliin, allicin, E- dan Z-ajoene)terhadap enzim HMG-CoA reduktase. Penelitian dilakukan di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang pada bulan September sampai Desember 2017. Potensi keempat senyawa organosulfur sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase diketahui dengan menggunakan web server PASS dan melakukan virtual screening melalui metode molecular docking dan dibandingkan dengan obat kontrol, yaitu Statin. Prediksi sifat farma kokinetik dari empat senyawa bawang putih tunggal meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, ekskresi, dan toksisitas menggunakan web server pKCSM (Predicting Small-Molecule Pharmacokinetic and Toxicity). Hasil molecular docking dianalisis perbandingan nilai afinitas pengikatan (< 0), residu asam amino yang dihubungkan dengan jenis ikatanligan-reseptor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara membandingkan masing-masing interaksi ligan-reseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat senyawa organ osulfur mampu berperan sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase. Kemampuan tersebut ditunjukkan melalui besaran nilai Probability activity (Pa), sifat farma kokinetik, dan sisi aktif pengikatan. Empat senyawa aktif bawang putih tunggal memiliki rerata nilai afinitas sebesar ± -4 kcal/mol, nilai tersebut lebih besar dari Statin (-7 kcal/mol). Interaksi ligan-reseptor dapat dilihat dari jenis ikatan antara empat senyawa aktif bawang putih tunggal dengan statin sebgai kontrol dan residu asam amino dari enzim HMG-CoA reduktase. Empat senyawa aktif bawang putih tunggal, termasuk statin memiliki ikatan hidrogen dan Pi-Alkyl, masing-masing senyawa mempunyai pengikatan dengan asam amino yang berbeda. Hasil penelitian secara keseluruhan menyatakan bahwa senyawa aktif bawang putih tunggal dapat mencegah dan mengobati secara menyeluruh untuk menghambat pembentukan kolesterol

    Uji Kualitas Mikrobiologi dan Identifikasi Kapang Kontaminan Pada Biji Ketumbar (Coriandrum Sativum L.) yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ketumbar (Coriandrum sativum) merupakan salah satu macam rempah-rempah yang dikenal sebagai bumbu penyedap masakan. Banyaknya masakan yang menggunakan biji ketumbar sebagai bumbu menyebabkan biji ketumbar secara tidak langsung sering dikonsumsi oleh masyarakat. Ketumbar berpotensi untuk terkontaminasi oleh mikroba, termasuk kapang karena mengandung nutrisi yang juga diperlukan oleh kapang kontaminan. Kapang kontaminan pada biji ketumbar dapat menyebabkan gangguan kesehatan, di samping menurunkan nilai gizi, juga beberapa spesies diantaranya mempunyai potensi menghasilkan mikotoksin. Kualitas makanan yang tercemar oleh kapang penghasil mikotoksin akan berkurang sehingga tidak layak dikonsumsi (Hastuti, 2010). Berdasarkan hal tersebut, perlu diteliti kualitas mikrobiologi biji ketumbar berdasarkan ALT koloni kapang selain itu juga perlu dilakukan identifikasi spesies-spesies kapang kontaminan pada biji ketumbar di pasar tradisional Kota Malang untuk meneliti ada atau tidak adanya spesies kapang kontaminan yang berpotensi menghasilkan mikotoksin berdasarkan kajian pustaka

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Kemampuan Bekerjasama Siswa SMAN 5 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Aprilia, Shinta. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Kemampuan Bekerjasama Siswa SMAN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Amy Tenzer, M.S (2) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: bekerjasama, berkomunikasi, inkuiri terbimbing, NHT. Abad 21 disebut juga sebagai abad pengetahuan (knowledge age) yang menuntut siswa untuk memiliki keterampilan belajar, berinovasi, menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills) dan diimplementasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam bentuk Kurikulum 2013. Salah satu kemampuan yang dibidik dalam Kurikulum 2013 adalah kemampuan cara kerja siswa yaitu berkomunikasi dan bekerjasama. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X-E SMAN 5 Malang pada tanggal 7 Agustus 2017 bahwa kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama siswa masih rendah. Kemampuan berkomunikasi siswa yang rendah dapat dilihat saat kegiatan presentasi kelas di mana siswa kurang antusias dalam mengajukan pertanyaan, menyanggah, dan menjelaskan. Kegiatan presentasi berjalan pasif, siswa presenter hanya membaca slide yang dibuat tanpa menjelaskan kepada teman audience. Rendahnya kemampuan bekerjasama siswa dapat dilihat saat kegiatan mengerjakan LKS dan praktikum. Kebanyakan siswa masih sibuk mengerjakan hal lain seperti bermain HP, mengobrol dengan temannya, atau bahkan mengerjakan tugas matapelajaran lain. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik dan terdapat pembagian tugas yang jelas yaitu Inkuiri Terbimbing dipadu Numbered Head Together (NHT). Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama siswa kelas X-E SMAN 5 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, tiap siklusnya terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-E SMAN 5 Malang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Data keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan berkomunikasi lisan, dan kemampuan bekerjasama siswa diperoleh dari lembar observasi. Data kemampuan berkomunikasi tertulis siswa diperoleh dari soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrelaksanaan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu Numbered Head Together (NHT) terlaksana dengan sintaks (1) menomori, (2) mengeksplorasi sebuah fenomena, (3) menfokuskan pada pertanyaan, (4) merancang investigasi, (5) melaksanakan investigasi, (6) menganalisis data,  (7) membangun pengetahuan baru, (8) mengomunikasikan pengetahuan baru. Penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu NHT dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi lisan siswa kelas X-E SMAN 5 Malang sebanyak 13,8 dari nilai 63,7 (cukup) pada siklus I menjadi 77,5 (baik) pada siklus II. Kemampuan berkomunikasi tertulis siswa kelas X-E SMAN 5 Malang meningkat N-gain dari 0,44 (sedang) pada siklus I menjadi 0,6 (sedang) pada siklus II. Kemampuan bekerjasama siswa kelas X-E SMAN 5 Malang meningkat sebanyak 12,9 dari nilai 65,4 (cukup) pada siklus I menjadi 78,3 (baik) pada siklus II. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama siswa kelas X-E SMAN 5 Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran bagi peneliti lain dan guru yang ingin menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dipadu dengan Numbered Heads Together (NHT) adalah sebagai berikut. Menjelaskan kepada siswa tahapan kegiatan pembelajaran perpaduan model Inkuiri terbimbing dan NHT. Guru harus bertindak kreatif dan inovatif dalam menyajikan fenomena menarik agar siswa mampu merumuskan pertanyaan dengan benar. Guru harus sungguh-sungguh membimbing siswa dan mengarahkan siswa untuk fokus pada pertanyaan yang akan diinvestigasi, saat berdiskusi kelompok untuk memahami konsep, dan melatih siswa agar tidak membaca LKS selama kegiatan presentasi kelas. Menjelaskan kepada siswa yang dimaksud prosedur investigasi dan memberikan contoh prosedur investigasi kepada siswa. Guru harus mengingatkan siswa mengenai waktu pembelajaran dan pelaksanaan setiap langkah pembelajaran dan mengingatkan siswa agar tidak bermain HP serta mengganggu teman kelompoknya

    EKSPRESI GEN MTA3 SEBAGAI BIOMARKER GENE POTENSIAL PADA KASUS COLORECTAL CANCER (CRC) DAN TAHAP EPITHELIAL MESENCHYMAL TRANSITION (EMT)

    No full text
    RINGKASAN Colorectal Cancer (CRC) berada pada peringkatketigakasuskanker yang paling seringterjadi dan di peringkatkeempatsebagaitipekanker yang paling banyakmenyebabkankematian. Gen MTA3telahdikonfirmasisebagai tumor supresordengan menekanterjadinyaEMT melaluipenurunanekspresi gen SNAIL dan berlanjut pada peningkatanekspresiE-Cadherinmelaluijalurtransforming growth factor-β (TGF-β) yang melibatkanreseptorTGF-β/TGFBR. Pada penelitian ini diperoleh 7 sampel dengan jenis kelamin seluruhnya pria, empat sampel berada pada stadium III yaitu S2, S3, S6,  S7 dan tiga sampel pada stadium IV yaitu S1, S4, dan S5. Ekspresi MTA3 dan TGFBR1 yang cenderung rendah pada ketujuh sampel menunjukkan cenderung perannya sebagai tumor supresor. Pada tumor stadium akhir ekspresi TGFBR cenderung beriringan dengan SNAIL, namun pada penelitian justru terjadi sebaliknya.  Ekspresi TGFBR1 yang tidak beriringan dengan SNAIL menunjukkan bahwa ekspresi SNAIL dapat diregulasi oleh jalur lain, diantaranya yaitu Wnt/β-Catenin, PIK/AKT dan RAS/RAF. Ekspresi E-Cadherin pada ketujuh sampel cenderung menunjukkan EMT mulai berkembang yang diketahui diregulasi oleh aktifnya jalur Wnt melalui β-Catenin dan non-aktifnya TGF-β melalui SMAD4

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇