SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
1764 research outputs found
Sort by
Pengaruh Perbedaan Bentuk Prototipe Fotobioreaktor dan Periode Aerasi terhadap Pertumbuhan Sel Chlorella vulgaris yang di Co-Culture dengan Bakteri
Energi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi. Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintesis penghasil minyak yang berpotensi untuk produksi bahan bakar. Chlorella vulgaris memiliki potensi besar sebagai sumber daya untuk produksi biodiesel karena pertumbuhannya yang cepat dan budidayanya mudah.Peningkatan pertumbuhan mikroalga dapat dilakukan dengan cara pengoptimalan periode aerasi, perancangan bentuk prototipe fotobioreaktor yang sesuai dan co-culture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk prototipe fotobioreaktor, pengaruh perbedaan periode aerasi dan pengaruh interaksi bentuk prototipe fotobioreaktor dan perbedaan periode aerasi terhadap pertumbuhan sel Chlorella vulgaris yang di co-culture dengan bakteri.Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental eksploratif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Bentuk prototipe yang digunakan yaitu kubus dan lempeng horizontal. Perlakuan perbedaan periode aerasi terdiri dari 6A:18TA; 12A:12TA; 18A:6 TA dan 24 A : 0 TA (A= Aerasi, TA= Tanpa Aerasi). Penelitian dilakukan dengan mengamati kepadatan sel Chlorella vulgaris yang di co-culturedengan bakteri setiap 7 hari. Data pertumbuhan sel mikroalga akan disajikan dalam bentuk grafik. Data diuji normalitas, jika data normal maka dapat dianalisis menggunakan anava ganda, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5% untuk mengetahui perbandingan pengaruh tiap taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk prototipe yang optimal adalah lempeng horizontal dengan rerata kepadatan sel 11,48x104 sel/ml. Lempeng horizontal juga sering disebut sebagai panel datar. Fotobioreaktor berbentuk panel datar ini memiliki ukuran panjang dan tinggi serta ukuran lebar yang sempit untuk memungkinkan penetrasi cahaya yang lebih besar. Aerasi berfungsi untuk mencegah pengendapan mikroalga dan homogenisasi lingkungan, sehingga semua sel dapat memperoleh cahaya dan makanan, memfasilitasi pertukaran gas antara lingkungan kultivasi dan udara. Periode aerasi yang optimal adalah 12 jam diaerasi: 12 jam tidak diaerasi dengan rerata kepadatan sel 38,8x104 sel/ml. Hasil bentuk prototipe dan periode aerasi berbeda nyata dengan perlakuan lainnya dan tidak terdapat interaksi antara perbedaan periode aerasi dan bentuk prototipe fotobioreaktor terhadap pertumbuhan sel Chlorella vulgaris yang di co-culture dengan bakteri
Identifikasi Variasi Sekuen Gen Sex Determining Region Y (SRY) Pada Sapi Pejantan Lokal Madura
RINGKASANAyu, Y. S. 2019. Identifikasi Variasi Sekuen Gen Sex Determining Region Y (SRY) Pada Sapi Pejantan Lokal Madura. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Agr. Mohamad Amin, S.Pd, M.Si., (II) Dr. Umie Lestari, M.Si Kata Kunci : Pulau Madura, Sapi Madura, Variasi genetik, Gen Sex Determining Region Y (SRY), Inbreeding Pulau Madura menjadi wilayah tertutup untuk melakukan perkawinan silang dengan sapi lain di luar daerah Pulau Madura. Keadaan Pulau Madura sebagai wilayah tertutup ini menyebabkan risiko terjadinya seleksi negatif oleh para peternak sapi yang menyebabkan terjadinya peristiwa inbreeding yang mampu menurunkan kualitas reproduksi ternak. Inbreeding memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan reproduksi dari hewan ternak yang diakibatkan oleh meningkatnya sifat homozigot sebagai faktor pemicu terjadinya inbreeding depression, dengan ciri-ciri berkurangnya daya tahan tubuh, dan berkurangnya kemampuan dalam bereproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variasi genetik pada sapi pejantan Madura berdasarkan gen SRY untuk menghindari terjadinya peristiwa inbreeding yang dilanjutkan dengan analisis secara bioinformatika untuk mengetahui fungsi dari protein yang diekspresikan. Jenis penelitian yaitu deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk mengetahui variasi genetik dari jenis sapi pejantan lokal Madura di daerah Lombang, Pajudan dan Pasean melalui identifikasi variasi genetik gen Sex Determining Region Y (SRY). Identifikasi variasi sekuen berdasarkan gen SRY dilakukan dengan obyek penelitian berupa darah sapi pejantan lokal yang didapatkan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dengan spesifikasi masing-masing sampel dibedakan berdasarkan tiga wilayah berbeda di daerah Pulau Madura, yakni Lombang, Pajudan dan Pasean. Obyek penelitian kemudian diteliti melalui tahap awal yakni awal isolasi DNA, amplifikasi gen SRY dan elektroforesis. Hasil amplifikasi gen SRY kemudian dilakukan sekuensing guna mendapatkan sekuen basa nukleotida pada masing-masing sampel. Hasil sekuensing kemudian diidentifikasi secara bioinformatika untuk mengetahui variasi sekuen yang terjadi, hingga didapatkan hasil akhir berupa pemodelan protein pada masing-masing sampel. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Molekular , Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sekuen pada ketiga sampel sapi pejantan lokal Madura. Variasi sekuen dapat dilihat dari adanya transversi pada posisi basa ke 4 dan 613 serta adanya transisi pada posisi basa ke 6. Namun, adanya variasi sekuen pada ketiga sampel tidak mengubah ekspresi protein yang dihasilkan. Ketiga sampel mengekspresikan Activator Protein 1 Complex (AP-1) yang memiliki peran meregulasi kehidupan sel dalam skala yang luas, termasuk dalam proses proliferasi, apoptosis, pertahanan (survival) dan diferensiasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat variasi genetik pada ketiga sampel sapi pejantan lokal Madura yang mewakili tiga wilayah yang berbeda. Variasi genetik ini diprediksi mampu mengurangi risiko terjadinya inbreeding dan adanya variasi sekuen pada urutan asam amino yang mengkode protein AP-1 diprediksi mampu menjadikan aktivitas AP-1 dalam proses transkripsi pada nukleus sel sertoli meningkat (meningkatkan proliferasi pada sel sertoli), sehingga hasil reproduksi sapi pejantan lokal Madura meningkat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN PETA PIKIRAN (MINDMAP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA NEGERI 8 KOTA MALANG
RINGKASANRahmawati, Ida Fitria. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Peta Pikiran (Mind Map) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar di SMA Negeri 8 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph.D.,(2) Dr. Abdul Ghofur, M. Si.Kata Kunci: problem based learning (PBL), peta pikiran, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar sikap, keterampilan, pengetahuan.Kurikulum 2013 menekankan pada pembentukan kompetensi dan karakter siswa. Kompetensi dan karakter yang baik diperoleh jika pendidikan di sekolah tidak semata-mata pada penugasan dan pemahaman konsep ilmiah saja, tetapi juga peningkatan kemampuan dan keterampilan berpikir siswa, khususnya berpikir tingkat tinggi yang artinya guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2018 di Kelas XI MIPA 5 SMAN 8 Kota Malang pada materi transport membran menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidak menggunakan model pembelajaran tertentu dan pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa masih bersifat pasif dan berdampak pada hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dan juga keterampilan berpikir kritis siswa. Persentase ketuntasan hasil belajar pengetahuan menunjukkan 61% siswa tidak tuntas melebihi KKM (75). Pada hasil belajar sikap spiritual guru belum mengaitkan antara aspek keagamaan dengan materi pembelajaran, sikap sosial siswa berupa kerjasama, keaktifan, disiplin, dan santun masih rendah. Pada hasil belajar keterampilan siswa ada 14 siswa yang masih belum bisa mengoperasikan mikroskop dengan benar. Hasil tes keterampilan berpikir kritis awal siswa menunjukkan bahwa rerata berpikir kritis siswa hanya 39,66. Peningkatan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan peta pikiran.Berdasarkan permasalahan yang ditemukan saat observasi dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan model PBL berbantuan peta pikiran dan untuk meningkatkan hasil belajar sikap, pengetahuan, keterampilan, dan berpikir kritis siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan soal pretes dan postes. Analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif yang terdiri atas reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan peta pikiran dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa XI MIPA 5 SMAN 8 Kota Malang. Peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II meliputi, hasil belajar sikap spiritual siswa pada siklus I sebesar 80,95% mengalami peningkatan sebesar 16,35% sehingga menjadi 97,30% pada siklus II, meningkatkan hasil belajar sikap sosial siswa dari siklus I sebesar 83,25% meningkat sebesar 13,125% menjadi 96,38% pada siklus II, hasil belajar keterampilan atau psikomotor siswa dari siklus I sebesar 86,50% meningkat sebesar 9,50% menjadi 96% pada siklus II, hasil belajar pengetahuan siswa dari siklus I sebesar 74,03% meningkat sebesar 18,33% menjadi 92,36% pada siklus II, dan keterampilan berpikir kritis siswa dengan skor N-gain dari siklus I sebesar 0,9 menjadi 0,36 pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah guru di Indonesia disarankan untuk menggunakan dan menggali permasalahan yang lebih dalam pada setiap materi biologi sehingga kemampuan menganalisis dan kemampuan berpikir kritis dapat berkembang secara maksimal
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI "JAMUR" UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X SMAN 6 MALANG
SUMMARYLusmana, Indra. 2019. The Development of Biology Learning Tools on Discovery Learning on Fungi Materials to Improve Critical Thinking Ability and Cognitive Learning Outcomes of Grade X Students in SMAN 6 Malang. Skripsi, Departement of Biology, Faculty Mathematic and Natural Science, State University of Malang. Mentor (I) Dra. Sunarmi M.Pd, (II) Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.SiKeywords: the development of biology learning tools, discovery learning, critical thinking and learning outcomesThe 2013 curriculum uses a scientific approach in the learning process. One form of scientific approach to implement is discovery learning learning models. Based on the results of learning devices used in SMAN 6 Malang, learning devices in the form of RPP have not implemented 2013 Curriculum. Based on the interview results, students 'critical thinking skills are classified as low and students' cognitive learning outcomes have not yet achieved KKM. Based on the results of the tests, 18 of the 38 students scored above 70, meaning that only 43.8% met the specified KKM. This is supported by the condition of students in class such as some students do not pay attention when the teacher teaches, students are lazy to open the book, and students open the cellphone too often when learning takes place. One solution to this problem is to create learning that actively engages students. This learning process can be prepared in learning tools consisting of lesson plans, hand outs, UKBM, and assessment instruments based on discovery learning.The development model used is the 4D model by Thiagarajan with the stages of defining, designing, developing and disseminating. The choice of this model is based on clear development directions so that a clear development product is produced.Based on the results of data analysis, it was found that the results of lesson plan validation by learning experts amounted to 97.73%, by field practitioners amounting to 98.86%, and by material experts as much as 100% included in the criteria are very valid. The results of the hand out validation by learning experts is 100%, by field practitioners as large as 98.61%, and by material experts as much as 100% which is included in the criteria are very valid. The results of UKBM validation by learning experts amounted to 99.07%, by field practitioners at 99.07%, and by material experts as much as 100% included in the criteria are very valid. The results of the pretest and posttest validation by learning experts were 96%, by field practitioners 99%, and by material experts 100% included in the criteria were very valid. The test results of practical learning device users in the learning process obtained a percentage of 89.07% with very practical criteria. The results of the effectiveness test show N-gain of 0.72 with high criteria. Based on these results, it can be concluded that discovery learning based learning tools on Mushroom material can improve critical thinking skills and cognitive learning outcomes of class X students of SMAN 6 Malang
Potensi Senyawa Aktif Bawang Putih (Allium sativum) Tunggal sebagai Anti-Obesitas dengan Target Kompleks 11β-HSD1 melalui In Silico
RINGKASANNikmaturrohana, Qurin. 2019. Potensi Senyawa Aktif Bawang Putih (Allium sativum) Tunggal sebagai Anti-Obesitas dengan Target Kompleks 11βHSD1 melalui In Silico. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dr. Sri Rahayu Lestari, M.Si., (II) Dr. Betty Lukiati, M.S Kata kunci: Senyawa aktif bawang putih tunggal, Anti-obesitas, In Silico. Obesitas merupakan kondisi seseorang dengan kadar lemak melebihi normal, akibat asupan tinggi kalori dan gula. Obesitas menyebabkan beberapa faktor risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker dan osteoartritis. Obat yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah Phentermine. Phentermine meningkatkan aktivitas saraf simpatik untuk menekan nafsu makan dan memiliki efek samping aritmia. Kesadaran masyarakat terhadap efek samping obat sintetik menyebabkan pemilihan obat herbal semakin meningkat. Bawang putih (Allium sativum) tunggal merupakan tanaman yang umum digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan, karena memiliki kandungan senyawa aktif organosulfur utama allicin, alliin dan ajoene. Obesitas dapat disebabkan oleh aktivitas enzim, salah satunya enzim 11β-HSD1 reduktase pada jalur metabolisme glukokortikoid yang mengubah kortison menjadi kortisol. Kortisol kemudian menginduksi pengubahan preadiposit menjadi adiposit di jaringan adiposa. Pembentukan adiposit dapat ditekan dengan memberikan inhibitor 11β-HSD1. Obat sintetik BVT-2733 teruji sebagai inhibitor 11β-HSD1, selain obat sintetik perlu dikembangkan obat herbal rendah efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memprediksi potensi senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin, dan ajoene) menghambat enzim 11βhydroxysteroid dehydrogenase tipe 1 dalam metabolisme glukokortikoid pada penderita obesitas menggunakan teknik in silico. Penelitian ini menggunakan enzim 11β-HSD1 sebagai protein target atau makromolekul, senyawa allicin, alliin, ajoene, dan dan obat kontrol BVT-2733 sebagai ligan. Metode penelitian ini berbasis komputasi menggunakan aplikasi layanan web online, pkCSM dan PubChem untuk mengetahui sifat fisikokimia, sifat farmakokinetik dari pkCSM dan Way2drug (PASS online) untuk prediksi potensi aktifitas. Software PyRx untuk mengetahui afinitas pengikatan, PyMol untuk mengklarifikasi posisi pengikatan, dan Discovery studio untuk visualisasi, mengetahui jenis dan jarak ikatan yang terbentuk berdasarkan hasil docking. Analisis data hasil docking dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil dari masing-masing interaksi antara ligan dengan protein target. Hasil penelitian menunjukkan senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin dan ajoene) memiliki unsur senyawa yang sama dengan obat kontrol, memiliki bioavaibilitas lebih baik, toksisitas lebih rendah, dan distribusi farmakokinetik lebih baik dibandingkan obat kontrol BVT-2733. Berdasarkan hasil docking senyawa aktif bawang putih tunggal memiliki tapak pengikatan yang sama dengan obat kontrol. Saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu melakukan pencarian jalur alternatif metabolisme senyawa aktif bawang putih tunggal (allicin, alliin dan ajoene) selain menggunakan enzim turunan golongan sitokrom P450 (CYP), dan dapat dilanjutkan penelitian secara in vivo dan in vitro
Pengembangan Media Interaktif Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM
RINGKASANAidah, Azhari Ulfah. 2019. Pengembangan Media Interaktif Materi Sistem Ekskresi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Hendra Susanto, S.Pd, M. Kes, Ph.D., (2) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.Kata Kunci: Media interaktif, Keterampilan berpikir kritis, Keterampilan berpikir kreatif, Sistem ekskresiPergeseran paradigma dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti keterampilan berpikir kritis dan kreatif serta kemampuan memanfaatkan teknologi. Proses pembelajaran biologi di SMA Laboratorium UM menggunakan model pembelajaran yang masih terpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Pada materi sistem ekskresi dengan tingkat abstraksi yang cukup tinggi, hanya 50% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Data awal menunjukan keterampilan berpikir kreatif siswa hanya 33,1% dan integrasi keterampilan berpikir kritis hanya tertulis pada RPP tanpa adanya pengukuran. SMA Laboratorium UM memiliki fasilitas yang sangat baik dalam mendukung pembelajaran seperti tersedianya wifi di area sekolah, speaker, LCD, proyektor disetiap kelas, akan tetapi dalam penggunaan laptop dan smartphone siswa kurang memanfaatkannya sebagai kebutuhan belajar. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan media interaktif materi sistem ekskresi yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif untuk siswa kelas XI MIPA 2 SMA Laboratorium UM yang valid, praktis, dan efektif.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian Lee and Owens, dengan tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMA Laboratorium UM Malang dengan sampel penelitian adalah 29 siswa kelas XI MIPA 2. Data validasi diperoleh dari ahli materi, ahli media dan praktisi lapangan. Data keefektifan diperoleh dari hasil pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Data kepraktisan diperoleh dari angket respon siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli media diperoleh nilai 90,5% yang termasuk kategori sangat valid, validasi ahli materi diperoleh nilai 98,8% yang termasuk kategori sangat valid, dan validasi praktisi lapangan diperoleh nilai 91,6% termasuk kategori sangat valid. Hasil keefektifan media melalui hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan N-gain pada keterampilan berpikir kritis diperoleh nilai 0,62 yang termasuk kategori sedang (efektif) dan keterampilan berpikir kreatif diperoleh nilai 0,51 yang termasuk kategori sedang (efektif). Hasil kepraktisan memperoleh nilai 89,8% termasuk kategori sangat praktis
Aktivitas Antioksidan Dua Macam Fraksi Ekstrak Bunga Lawang (Illicum verum), Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dan Cengkeh (Syzygium aromaticum) Berdasarkan Total Flavonoid dan Fenol
RINGKASANSari, Riza Eka Novita. 2019. Aktivitas Antioksidan Dua Macam Fraksi Ekstrak Bunga Lawang (Illicum verum), Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dan Cengkeh (Syzygium aromaticum) Berdasarkan Total Flavonoid dan Fenol. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati, M.S., (II) Dr. Drs. Sulisetijono, M.SiKata Kunci : total flavonoid, total fenol, aktivitas antioksidan, metanol, etanol, Illicium verum, Cinnamomum burmannii, Syzygium aromaticumTanaman bunga lawang (Illicium verum Hook), kayu manis (Cinnamomum burmannii (Ness.) BI.), dan cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perri) merupakan tanaman golongan rempah yang telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri, terutama industri makanan dan minuman. Ketiga tanaman tersebut telah dilaporkan mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi sebagai alternatif pengganti antioksidan sintetik terutama dalam industri makanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar total flavonoid dan fenol, serta aktivitas antioksidan dari ekstrak buah bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh pada fraksi metanol dan etanol. Jenis penelitian ini adalah deskiptif kuantitatif. Ekstraksi sampel dilakukan dengan metode maserasi berulang. (1) Pengujian kadar total flavonoid menggunakan kuersetin sebagai larutan standarnya, diukur absorbansinya dengan spektrofometer UV-Vis pada panjang gelombang 431 nm. (2) Pengujian kadar total fenol menggunakan asam galat sebagai larutan standarnya, diukur absorbansinya dengan spektrofometer UV-Vis pada panjang gelombang 744 nm. (3)Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl) sebagai senyawa radikal, diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dan dimasukkan ke kurva standar untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian kadar total flavonoid ekstrak buah bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh fraksi metanol masing-masing adalah 1,92% EK; 94,42% EK; dan 80,25% EK. Kadar total flavonoid ekstrak buah bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh fraksi etanol masing-masing adalah 16,92% EK; 83,58% EK; dan 85,25% EK. Kadar total fenol ekstrak buah bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh fraksi metanol masing-masing adalah 0,54% EAG; 29,73% EAG; dan 33,29% EAG. Kadar total fenol ekstrak buah bunga lawang, kulit kayu manis, dan bunga cengkeh fraksi etanol masing-masing adalah 0,95% EAG; 24,28% EAG; dan 14,26% EAG.Hasil pengujian aktivitas antioksidan, ekstrak bunga cengkeh fraksi metanol memiliki nilai IC50 terkecil yaitu 45,960 µg/ml yang termasuk golongan antioksidan sangat kuat. Fraksi metanol ekstrak buah bunga lawang (56,846 µg/ml) dan kulit kayu manis (52,732 µg/m), fraksi etanol ekstrak buah bunga lawang (54,759 µg/ml), kayu manis (53,001 µg/ml) dan bunga cengkeh (54,493 µg/ml) memiliki daya antioksidan kuat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) kadar total flavonoid tertinggi dari keseluruhan sampel adalah ekstrak kulit kayu manis fraksi metanol, sedangkan yang terendah adalah ekstrak buah bunga lawang fraksi metanol. (2) Kadar total fenol tertinggi dari keseluruhan sampel adalah ekstrak kulit kayu manis fraksi metanol, sedangkan yang terendah adalah ekstrak buah bunga lawang fraksi metanol. (3)Aktivitas antioksidan tertinggi adalah ekstrak bunga cengkeh fraksi metanol, sedangkan yang terendah adalah ekstrak buah bunga lawang fraksi metanol.Ekstraksi untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan jenis pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda, yaitu pelarut polar, semipolar, dan non-polar. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan tentang identifikasi senyawa metabolit sekunder pada masing-masing sampel dengan metode yang efektif seperti metode LC-MS
VARIASI MORFOLOGI TOKEK RUMAH Gekko gecko (LINNAEUS 1758) POPULASI JAWA, SUMATERA, KALIMANTAN, SULAWESI, MALUKU DAN NUSA TENGGARA
ABSTRAKTokek rumah (Gekko gecko, Linnaeus 1758) adalah hewan sebangsa kadal kecil yang memiliki warna kulit yang beragam yang dihiasi dengan bintik berwarna merah hingga jingga pada punggungnya. Studi mengenai variasi morfologi menjadi sangat penting dalam berbagai aspek terutama dalam mendiskripsikan definisi dari suatu spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi berdasarkan morfometrik dan meristik Gekko gecko disetiap populasi serta melihat karakter spesifik dari morfometrik dan meristik yang digunakan sebagai pembeda pada populasi Gekko gecko di populasi wilayah tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan analsis PCA dan UPGMA. Rancangan dalam penelitian diawali dengan tahap pengukuran 24 karakter morfologi. Hasil yang ditampilkan akan berupa tabel eigenvalue, grafik scatter plot dan dendogram. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 122 sampel Gekko gecko (jantan = 81; betina = 41) yang berasal dari berbagai populasi menunjukkan adanya beberapa karakter variasi antar individu dan populasi. Pada pulau tertentu memiliki karakter yang dominan disetiap populasinya meskipun karakter tersebut juga ditemukan pada populasi lain dengan nilai yang relatif kecil. Gekko gecko pada keenam populasi menggambarkan pengelompokan yang overlap dan belum terlihat karakter yang dominan maupun karakter yang signifikan sehingga belum dijumpai karakter khusus yang dapat dijadikan karakter diagnostik pada populasi Gekko gecko di populasi wilayah tertentu.Kata kunci: Tokek rumah, populasi, meristik dan morfometrik
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING MATERI KEANEKARAGAM TUMBUHAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAI DIPONEGORO WAGIR KABUPATEN MALANG
ABSTRAKPembelajaran seharusnya inovatif meggunakan model pembelajaran terkini dan dibantu dengan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga keterampilan yang diharapkan dapat tercapai setelah pembelajaran dilakukan. Salah satu pembelajaran yang disarakan dalam kurikulum 2013 adala pembelajaran dengan model discovery learning. Siswa melakukan kegiatan aktif sehingga menemukan konsep secara mandiri dengan model discovery learning sehingga keterampilan berpikir dan hasil belajar siswa dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang memenuhi kelayakan, kepraktisan dan keefektifan pada materi keanekaragaman tumbuhan siswa kelas XI SMAI Diponegoro Wagir. Metode yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran adalah ADDIE yang terdiri atas tahap Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Hasil pengembangan ditunjukkan dari hasil uji kelayakan oleh ahli validator materi yaitu 82,5% oleh ahli materi untuk RPP dan 93,75% ahli materi untuk LKS, validator perangkat pembelajaran 96,21% untuk RPP dan 97,37% LKS, dan praktisi lapangan 96,97% untuk RPP dan 98,03% untuk LKS. Selanjutnya hasil uji keefektifan perangkat pembelajaran yang dihitung menggunakan rumus Hake untuk mengetahui nilai g dari rata-rata nilai prates dan pascates. Nilai g yang diperoleh adalah 0,67 menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran cukup efektif meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa Seluruh iswa kelas X telah mencapai KKM ranah kognitif, psikomotorik dan afektif dengan penggunaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan.Kata Kunci: Perangkat pembelajaran Berbasis Model Discovery Learning, Model Discovery Learning, Berpikir Kritis, hasil belajar, keanekaragaman tumbuhanABSTRAKLearning should be innovative using the latest learning model and assisted with teaching materials that fit the needs of students, so that the skills expected can be achieved after learning is done. One of the lessons suggested in the 2013 curriculum is learning with discovery learning models. Students carry out active activities so that they discover concepts independently with discovery learning models so that thinking skills and student learning outcomes can be achieved. This study aims to produce learning tools that fulfill the feasibility, practicality and effectiveness of plant diversity material in class XI students of Diponegoro Wagir. The method used in the development of learning tools is ADDIE which consists of the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The results of the development are shown from the results of the feasibility test by material validator experts, namely 82.5% by material experts for RPP and 93.75% material experts for LKS, learning device validators 96.21% for RPP and 97.37% LKS, and field practitioners 96.97% for RPP and 98.03% for LKS. Furthermore, the results of the effectiveness test of learning tools were calculated using the Hake formula to determine the g value of the average value of the pretest and posttest. The g value obtained is 0.67 indicating that the learning device is effective enough to improve critical thinking skills of students. All class X students have achieved the KKM in the cognitive, psychomotor and affective domains with the use of developed learning tools.Keywords: Learning Tools Based on Discovery Learning Models, Discovery Learning Models, Critical Thinking, learning outcomes, diversity of plan
VARIASI MORFOLOGI TOKEK RUMAH Gekko gecko (LINNAEUS 1758) POPULASI JAWA, SUMATERA, KALIMANTAN, SULAWESI, MALUKU DAN NUSA TENGGARA
RINGKASANKeanekaragaman reptil di Indonesia tergolong tinggi yang diketahui memiliki lebih dari 619 spesies reptile dan lebih dari 390 reptil tersebut merupakan spesies endemik. Reptil merupakan vertebrata yang bersisik, fertilisasi internal, telur bercangkang, dan kulit tertutup sisik. Tokek rumah (Gekko gecko, Linnaeus 1758) adalah hewan sebangsa kadal kecil yang memiliki warna kulit yang beragam yang dihiasi dengan bintik berwarna merah hingga jingga pada punggungnya. Studi mengenai variasi morfologi menjadi sangat penting dalam berbagai aspek terutama dalam mendiskripsikan definisi dari suatu spesies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi morfologi berdasarkan morfometrik dan meristik Gekko gecko disetiap populasi serta melihat karakter diagnostik dari morfometrik dan meristik yang digunakan sebagai pembeda pada populasi Gekko gecko di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Dalam penelitian ini dilakukan analsis PCA dan UPGMA. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap pengukuran 24 karakter morfologi kemudian dilanjutkan dengan tahap normalisasi data. Data yang telah di normalilasi kemudian dianalisis PCA dan UPGMA untuk mengetahui variasi morfologi Gekko gecko dari berbagai populasi tersebut. Hasil yang ditampilkan akan berupa tabel eigenvalue, grafik scatter plot dan dendogram. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif.Sebanyak 122 sampel Gekko gecko (jantan = 81; betina = 41) yang berasal dari berbagai populasi di Indonesia menunjukkan adanya beberapa karakter variasi antar individu dan populasi. Variasi morfologi berdasarkan karakter morfometrik dan meristik Gekko gecko populasi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara memiliki karakter morfologis yang beragam serta bervariasi. Pada pulau tertentu memiliki karakter yang dominan disetiap populasinya meskipun karakter tersebut juga ditemukan pada populasi lain dengan nilai yang relatif kecil. Variasi morfologi yang didapat masih berupa variasi yang umum dijumpai. Gekko gecko pada keenam populasi yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara menggambarkan pengelompokan yang overlap dan belum terlihat karakter yang dominan maupun karakter yang signifikan sehingga belum dijumpai karakter khusus yang dapat dijadikan karakter diagnostik pada populasi Gekko gecko yang ada di Indonesia