SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    KARAKTER MORFOLOGI BIJI, FISIKOKIMIA, DAN DIVERSITAS GENETIK PLASMA NUTFAH PADI LOKAL BANTEN

    No full text
    KARAKTER MORFOLOGI BIJI, FISIKOKIMIA, DAN DIVERSITAS GENETIK PLASMA NUTFAH PADI LOKAL BANTEN Yunik Indra Lestari1*, Dwi Listyorini1*, Mohammad Ubaidillah2* 1Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang 2Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember *Corresponding Authors: [email protected], [email protected], [email protected]   Abstrak: Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan keragaman padi lokal yang sangat melimpah. Keragaman dan kekerabatan padi lokal Banten perlu untuk dikaji sebagai salah satu upaya peningkatan produksi beras di Indonesia. Pengkajian dilakukan berdasarkan karakter fisikokimia, morfologi biji, dan diversitas genetik menggunakan 16 pasang marka molekular Simple Sequence repeats (SSR). Sampel yag digunakan dalam penelitian ini yaitu padi varietas IDB 9, IDB 27, IDB 90, IDB 94, IDB 95, IDB 96, IDB 97, IDB 98, IDB 99, dan IDB 100. Terdapat perbedaan dendrogram yang dihasilkan berdasarkan karakter morfologi biji dan fisikokimia. Hal ini kemungkinan besar diakibatkan oleh pengaruh faktor lingkungan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi dan terpercaya maka dilakukan uji diversitas genetik menggunakan marka SSR. Dendrogram yang dihasilkan berdasarkan SSR menunjukkan varietas padi Banten yang diamati membentuk dua klaster besar. Klaster pertama terdiri atas kelompok padi Indica yang terdiri atas varietas IDB 90, IDB 99 dan IDB 94, sedangkan klaster kedua terdiri atas kelompok padi Japonica yang terdiri atas varietas IDB 09, IDB 98, IDB 97, IDB 94, IDB 100 dan IDB 96. Kata Kunci : Padi Banten, morfologi biji, fisikokimia, marka molekuler SSR SEED MORPHOLOGY, PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTIC, AND GENETIC DIVERSITY OF BANTEN LOCAL RICE GERMPLASMA   Abstract: Banten is one of the provinces in Indonesia with a very abundant local rice diversity. The diversity and genetic relationship of Banten local rice need to be studied as an effort to increase rice production in Indonesia. The study was conducted based on physicochemical character, seed morphology, and genetic diversity using 16 pairs of molecular markers of Simple Sequence repeats (SSR). The samples used in this study were rice varieties IDB 9, IDB 27, IDB 90, IDB 94, IDB 95, IDB 96, IDB 97, IDB 98, IDB 99, and IDB 100. There are differences in dendrogram produced based on morphological character of seed and physicochemistry. To obtain more precise and reliable results then tested genetic diversity using SSR markers. The resulting Dendrogram based on SSR shows the observed varieties of Banten rice to form two large clusters. The first cluster consisted of Indica rice group consisting of varieties IDB 90, IDB 99 and IDB 94, while the second cluster consisted of Japonica rice group consisting of varieties IDB 09, IDB 98, IDB 97, IDB 94, IDB 100 and IDB 96.   Key words: Banten local rice, morphology of seed, physicochemical, SS

    Pengembangan Pembelajaran Materi Perubahan Lingkungan Berbasis PjBL (Project Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif, Penguasaan Konsep, dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Wardani, Lia . 2018. Pengembangan Pembelajaran Materi Perubahan Lingkungan Berbasis PjBL (Project Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif, Penguasaan Konsep, dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si., (II) Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D. Kata kunci: pengembangan, project based learning, kreatif, sikap peduli lingkungan.   Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan saintifik yang dirancang sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan dan mencapai keterampilan abad 21. Kemampuan berpikir kreatif adalah satu keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat mengembangkan kemampuannya untuk berpikir secara luas dan dari berbagai sudut pandang. Kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilatih melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru, sehingga pembelajaran tidak lagi bersifat teacher centered. Pendekatan saintifik bertujuan untuk membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran dan mengetahui, memahami, mempraktikkan apa yang telah dipelajari secara ilmiah melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data/ informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu, analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Pada tahap analyze, peneliti melakukan analisis kebutuhan terhadap siswa dan guru yang dilakukan di SMAN 1 Lawang. Tahap selanjutnya adalah design, peneliti menganalisis KI dan KD, membuat indikator dan tujuan pembelajaran. Tahap ketiga adalah develop, peneliti memilih model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, menyusun rancangan perangkat pembelajaran, dan validasi. Setelah seluruh perangkat pembelajaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah implement yang dilakukan di kelas X MIA 6 SMAN 1 Lawang sebanyak 35 siswa. Langkah selanjutnya adalah evaluate untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang telah dibuat. Hasil penelitian berupa produk perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, Handout, LKS, dan instrument penilaian dengan kompetensi dasar SMA kelas X yaitu 3.11 menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab, dan dampaknya bagi kehidupan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah divalidasi dengan hasil secara berturut-turut silabus (93,53%), RPP (95,41%), Handout (95,41%), LKS (96,60%), dan instrumen penilaian (91,43%) dengan kriteria sangat valid. Kepraktisan pembelajaran diukur melalui keterlaksanaan sintaks pembelajaran dengan perolehan hasil sebesar 93,22% dengan kriteria sangat praktis dan melalui angket respon siswa sebesar 90,40% dengan kriteria sangat praktis. Keefektifan pembelajaran diukur melalui pretest dan posttest, dengan rata-rata nilai posttest penguasan konsep sebesar 79,26, kemampuan berpikir kreatif 78,30, dan sikap peduli lingkungan sebesar 82,1. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, penguasaan konsep, dan sikap peduli lingkungan

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME MODEL LEARNING CYCLE MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS X-1 SMA NU GENTENG BANYUWANGI

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi kelas X-1 SMA NU Genteng. Modul pembelajaran berbasis konstruktivisme model Learning Cycle adalah paket pembelajaran mandiri yang membahas satu topik yaitu Jamur yang didesain dengan lima tahap (5E) pembelajaran yang meliputi engangemen, eksplorasi, eksplanasi, ekspansi, dan evaluasi. Model pengembangan modul yang digunakan penulis mengikuti langkah­-langkah sebagai berikut: 1) penentuan standar kompetensi dan rencaria kegiatan belajar mengajar, 2) analisis kebutuhan modul, 3) penyusunan draft modul, 4) uji coba, 5) validasi, 6) revisi, dan 7) produksi. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi dan guru, memperoleh rerata modul multimedia 79,01%, 84,22%, dan 94,19%. Uji coba oleh responden (siswa) mendapatkan nilai 87,91%. Data hasil validasi dan ahli media, ahli materi, dan guru serta uji coba oleh responden menunjukkan bahwa modul valid dan tidak perlu revisi. Kata kunci: modul pembelajaran, model Learning Cycle, jamur.   Abstract: This study aimed to determine whether there was an effect of learning modules on student achievement in the subjects of biology class X-1 SMA NU Genteng. Constructivism-based learning modules of Learning Cycle models are self-learning package that discusses a topic that is fungus. This module is designed with five stages (5E) of learning that includes engangemen, exploration, explanation, expansion, and evaluation. Module development model used by the author to follow as follows steps: 1) determination of competency standards and plan learning activities, 2) analysis module needs, 3) drafting module, 4) trial, 5) validation, and 6) revision. The tests of validation conducted by media experts, materials specialists, and teachers, obtaining the average module is 79.01%, 84.22%, and 94.19%. The trials by the respondents (students) get the value of 87.91%. Data validation results by media experts, materials specialists, and teachers as well as testing by the respondents indicate that the module is valid and does not need to be revised. Keywords: learning modules, Learning Cycle models, fung

    Pengaruh Inquiry Discovery Learning Berbasis Pemberdayaan Sumber Daya Lokal Pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan Terhadap Peningkatan Literasi Sains Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN Hasanah, Ismiatul. 2018. Pengaruh Inquiry Discovery Learning Berbasis Pemberdayaan Sumber Daya Lokal Pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan Terhadap Peningkatan Literasi Sains Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (2) Dra. Eko Sri Sulasmi, M. S.   Kata Kunci: inquiry discovery learning, sumber daya lokal, literasi sains, hasil belajar, keanekaragaman tumbuhan Sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Kecamatan Bantur dan Gondanglegi memiliki sumber daya lokal tumbuhan yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran keanekaragaman tumbuhan. Guru biologiSMAN 1 Bantur dan SMAN 1 Gondanglegi belum memanfaatkan sumber daya lokal tumbuhan sebagai sumber belajar. Salah satu pembelajaran yang disarakan dalam K-13 adalah pembelajaran berbasis inquiry, termasuk dalah adalah inquiry discovery learning. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa model inquiry berpengaruh terhadap peningkatan literasi sains, kognitif dan sikap sosial siswa. Penelitian inquiry discovery learningberbasis pemberdayaansumberdaya lokal belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat pengaruh  inquiry discovery learningberbasis pemberdayaan sumber daya lokal terhadap peningkatan literasi sains dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian adalah Quasy Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1Bantur dengan sampel penelitian adalah siswa kelas XIPA 2sebagai kelas eksperimen dengan penerapan inquiry discovery learningberbasis pemberdayaan sumber daya lokal dan XIPA 1 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional berbasis pemberdayaan sumber daya lokal. Data penelitian berupa hasil pretest dan posttest literasi sains,hasil belajar kognitif meliputi level C2-C4, dan data observasi sikap sosial. Teknik analisis data menggunakan uji anakova Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rerata terkoreksi literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi 12,683 (20,62%) dibandingkan kelas kontrol.Selisih rerata terkoreksi hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih tinggi 9,51(15,75%) dibandingkan kelas kontrol. Selisih rerata hasil belajar afektif antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 14,52. Berdasarkan uji anakova hasil literasi sains dan hasil belajar kognitif memperoleh nilai sig

    PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASIoSAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI MAS MAMBAUL ULUM TUMPANG

    No full text
    RINGKASANPutri, Nur Anggraini. 2018. Penerapan Problem Based Learning Berbasis Pemberdayaan Sumberdaya Lokal untuk MeningkatkanoKemampuan Literasi Sains dan Hasil Belajar KognitifaSiswa Pada Materi Keanekaragaman Hayati Di MAS Mambaul Ulum Tumpang. Skripsi. Jurusan Biologi.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M. Pd.,(2) Dra. Eko Sri Sulasmi, M.S.hKata kuncis: literasi sains, hasil belajar kognitif, problem based learning            Siswa kelas X IPA di MAS Mambaul Ulum Tumpang berdasarkan hasil observasi masih terlihat pasif dan tidak bisa menjawab pertanyaan guru tentang penjelasan dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa kurang mampu dalam mengidentifikasi isu ilmiah dan menjelaskan fenomena ilmiah. Siswa belum mampu membuat kesimpulan yang disertai bukti ilmiah. Hasil tes awal kemampuan literasi sains siswa cukup rendah, rata-rata persentase di bawah 50%. Nilai ketuntasan klasikal siswa pada mata pelajaran Biologi KD 3.3-4.3 yaitu sebesar 43,75% yang dikategorikan rendah. Pembelajaran belum memberdayakan sumberdaya lokal.            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelaslbertujuan untuk mendeskripsikan pemberian tindakan yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dan hasil belajar kognitif siswa dengan menerapkan problem based learning berbasis pemberdayaan sumberdaya lokal pada materi keanekaragaman hayati. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Desain model penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah menurut Kemmis dan  Mc. Taggart yang meliputi plan, act, observe dan reflect. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan problem based learning oleh siswa dan guru serta lembar soal tes literasiisains dan kognitif yang diintegrasikan dengan indikator kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi. Tes dilakukan pada setiap akhir siklus.             Temuan penelitian adalah siswa lebih mampu berliterasi sains setelah diterapkan tindakan dan pemahaman kognitif siswa menjadi lebih baik. Kemampuan literasi sains dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Tindakan yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains siswa melalui penerapan problem based learning berbasis pemberdayaan sumberdaya lokal yaitu siswa dibimbing merumuskan permasalahan yang memberdayakan sumberdaya lokal dan menyusun hipotesis untuk belajar mengidentifikasi isu ilmiah, mengkomunikasikan hasil diskusi pemecahan masalah untuk menjelaskan fenomena ilmiah dan menyimpulkan hasil pembelajaran menggunakan bukti ilmiah. Tindakan yang dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan problem based learning berbasis pemberdayaan sumberdaya lokal yaitu pembimbingan siswa dalam mengidentifikasi permasalahan dengan memberdayakan sumberdaya lokal untuk dipecahkan masalahnya, berdiskusi dengan teman sekelompok untuk memecahkan masalah dan mengkomunikasikan solusi pemecahan masalah. Pembelajaran Problem Based Learning berbasis sumberdaya lokal dapat diterapkan secara berkelanjutan karena mampu meningkatkan kemampuan literasi sains dan hasil belajar kognitif dengan memperhatikan pengelolaan waktu dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran

    Pengembangan Instrumen Soal untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Ekologi Kelas X SMA di Malang

    No full text
    RINGKASAN Rokhmah, Ismi Lailatul. 2018. Pengembangan Instrumen Soal untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Ekologi Kelas X SMA di Malang. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd., (II) Drs. I Wayan Sumberatha, M.Sc. Kata kunci:  evaluasi, instrumen soal, berpikir kreatif, ekologi   Pembelajaran tidak pernah lepas dari dunia pendidikan. Pencapaian hasil pembelajaran dapat diketahui melalui proses evaluasi. Evaluasi biasanya dilakukan dengan tes dan non tes. Evaluasi berupa tes, harus menggunakan instrumen yang digunakan sebagai tolak ukur kemampuan seorang siswa. Disebutkan bahwa tuntutan abad XXI dan salah satu tujuan kurikulum 2013 yaitu mempersiapkan manusia yang kreatif, sedangkan di lapangan, pemberian evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa terutama di mata pelajaran biologi masih belum diterapkan dengan maksimal. Oleh karena itu, diperlukan alat evaluasi berupa instrumen soal yang dapat mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan instrumen soal yang bersifat open-ended untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi ekologi kelas X SMA di Malang yang valid dan reliabel.Objek penelitian ini adalah siswa kelas X dari tiga sekolah dengan nilai akreditasi A yaitu SMA Negeri 8 Malang dan SMA Laboratorium serta terakreditasi B yaitu SMA Surya Buana Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  desain penelitian pengembangan model 4-D (Four D Models) menurut Thiagarajan yang terdiri atas empat tahap utama yaitu define(Pendefinisian), design (Perancangan), develop(Pengembangan) dan disseminate (Penyebaran). Pada penelitian ini, hanya dilakukan sampai tahap developedengan mempertimbangkan estimasi waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen soal yang diujikan pada 128 siswa dinyatakan valid sesuai ketentuan rumus korelasi pearson dengan Rhitung yang lebih besar dibandingkan Rtabel (0,146) dan reliabelitasnya tinggi dengan nilai 0,73, sedangkan nilai kemampuan kreatif siswa dari tiga sekolah tersebut adalah (1) SMA Negeri 8 Malang : fluency sebesar 42,75%, originality 60,75%, elaboration 66%,flexibility 55,75%, dan metaphorical thingking 56,75%; (2) SMA Laboratorium Malang : fluency sebesar 63%, originality 82,25%, elaboration 69,5%, flexibility 69,75%, dan metaphorical thingking 79,75%; (3) SMA Surya Buana Malang :fluency sebesar 42,75%, originality 28,5%, elaboration 33,25%, flexibility 42,75%, dan metaphorical thingking 31%. Perbedaan nilai tersebut disebabkan oleh kurang maksimalnya penerapan pembelajaran dan evaluasi yang dapat melatih kemampuan berpikir kreaif, juga bisa disebabkan dari kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung siswa dalam melatih kemampuan berpikir kreatifnya.Sebaiknya guru lebih intensif dalam memberikan pembelajaran dan evaluasi yang dapat melatih kemampuan siswa dalam berpikir kreatif terutama pada KD 3.10 dan 4.10 mata pelajaran biologi

    ANALISIS DAN REKONSTRUKSI BUTIR SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER GENAP BIOLOGI KELAS X TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SMA/MA SWASTA KECAMATAN BABAT

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: Analisis butir soal, Ulangan Tengah Semester, Kecamatan Babat   Abstrak: Analisis butir soal secara kualitatif maupun kuantitatif pada soal Ulangan Tengah Semester (UTS) biologi belum pernah dilakukan di SMA Empat Lima Babat, SMA Muhammadiyah Babat, SMA Raudlatul Muta’allimin, dan MA Raudlatul Muta’allimin, baik sebelum diujikan kepada siswa maupun setelah diujikan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal UTS semester genap biologi kelas X tahun pelajaran 2016/2017 pada empat sekolah di Kecamatan Babat. Analisis butir soal secara kualitatif berarti analisis terhadap validitas isi dan konstruk soal, sedangkan analisis secara kuantitatif berarti menganalisis butir soal terhadap tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan efektivitas pengecoh. Berdasarkan hasil analisis pada empat sekolah di Kecamatan Babat terdapat 15 soal yang dapat langsung dimasukkan bank soal dan 32 soal yang harus direkonstruksi berdasarkan kualitas soal dan validitas logis. Soal yang sudah direkonstruksi diujikan di MAN 2 Lamongan. Terdapat 20 soal yang dapat dimasukkan dalam bank soal setelah melakukan uji coba. Soal untuk dimasukkan ke dalam bank soal juga perlu direkontruksi lagi bagi soal yang memiliki kriteria diterima dan diperbaiki serta diperbaiki. Guru diharapkan dapat menggunakan aplikasi seperti anatest untuk melakukan analisis butir soal agar alat ukur yang digunakan valid dan reliabel

    Analisis Status Trofik Perairan Ranu Pakis Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: fitoplankton, status trofik perairan, faktor fisiko-kimia.   Penelitian mengenai tingkat kesuburan pada suatu ekosistem perairan banyak mendapat perhatian para ahli Limnologi. Pengetahuan mengenai status trofik perairan erat kaitannya dengan pemanfaatannya. Penelitian tentang analisis status trofik perairan Ranu Pakis dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017. Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) jenis fitoplankton; (2) kelimpahan fitoplankton di setiap rona lingkungan dan hubungannya dengan faktor fisiko kimia perairan; (3) status trofik perairan Ranu Pakis, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan data dilakukan dengan menentukan stasiun berdasarkan rona lingkungan. Hasil penelitian adalah (1) ditemukan 32 jenis fitoplankton yang terdiri dari 5 divisi yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, Euglenophyta, dan Phyrrophyta (2) kelimpahan fitoplankton tertinggi antar stasiun di Ranu Pakis Lumajang terdapat pada Stasiun 4 yaitu 5.450 Ind/L. Nilai sumbangan efektif faktor fisiko-kimia terhadap kelimpahan fitoplankton secara berurutan dari yang terbesar ke terkecil yaitu nilai klorofil-a (57,85%), pH (13,53%), fosfat (11,82%), suhu (2,35%), DO (0,69%), dan kecerahan (0,16%); (3) Perairan Ranu Pakis, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur termasuk dalam kondisi mesotrofik

    PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X PADA MATERI PROTISTA DI MAN 1 MALANG

    No full text
    PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X PADA MATERI PROTISTA di MAN 1 MALANGNovia Naylul Muna, Dr. Murni Sapta Sari, M.Si, Drs. Sulisetijono, M.SiUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected]; [email protected]; [email protected]: Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang diperhatikan dalam kurikulum 2013 yang memiliki peranan penting dalam proses belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru biologi MAN 1 Malang dibutuhkan penilaian berpikir kritis pada pelajaran biologi. Pengembangan penilaian keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilakukan dengan menggunakan asesmen kinerja. Keterampilan berpikir kritis perlu dimiliki siswa, terutama siswa SMA, karena keterampilan ini dapat membantu siswa berpikir secara netral, memiliki alasan logis, keinginan kuat akan kejelasan dan ketepatan suatu informasi. Kurangnya keterampilan-keterampilan ini mengakibatkan rendahnya kinerja siswa dalam kinerja ilmiahTujuan dari penelitian ini mengembangkan dan menguji kelayakan asesmen kinerja untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MAN 1 Malang pada materi Protista. Salah satu bentuk asesmen kinerja adalah daftar penilaian diri sendiri (self performance assesment). Melalui self performance assesment tersebut diharapkan siswa dapat mengukur keterampilan berpikir kritis melalui permasalahan  yang ditemukannya berdasarkan proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan. Keterampilan berpikir kritis diukur dari refleksi diri siswa pada tiap subbab materi Protista. Penelitian dan Pengembangan ini diujikan kepada siswa kelas X MIPA 2 MAN 1 Malang berjumlah 37 siswa.Hasil penelitian dan pengembangan asesmen kinerja menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 3,74 dengan kriteria “sangat valid” dan tingkat kepraktisan sebesar 3,4 dengan kriteria “tinggi”. Keterampilan berpikir kritis meningkat pada tiap pertemuan, pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua mengalami peningkatan sebesar 3,39%, dari pertemuan kedua ke pertemuan ketiga mengalami peningkatan sebesar 5,8%, sedangkan dari pertemuan ketiga ke pertemuan keempat mengalami peningkatan sebesar 0,04%. Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat disebabkan karena adanya kesempatan untuk menilai kinerja diri mereka sendiri. penilaian diri  sebagai suatu proses penilaian formatif dimana siswa melakukan refleksi terhadap kualitas pekerjaan mereka sendiri, membandingkan kualitas ketercapaian tersebut terhadap kriteria yang telah ditentukan, dan melakukan perbaikan terhadap pembelajarannya sendirikata kunci: asesmen kinerja, keterampilan Berpikir Kritis, protist

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG LARVA Tenebrio molitor L YANG TIDAK LAYAK JUAL PADA RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA Tenebrio molitor L

    No full text
    ABSTRAK   Maylindasari, Sisca. 2017. Pengaruh Penambahan Tepung Larva Tenebrio Molitor L Yang Tidak Layak Jual Pada Ransum Terhadap Pertumbuhan Larva Tenebrio Molitor L.Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing(I) Drs.Agus Dharmawan, M.Si., (II) Agung Wiyjoro, S.Pd., M.Kes,.   Kata Kunci :Ransum, Pertumbuhan larva Tenebrio molitor L, FCR, efisiensi harga ransum   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung larva T.molitor L yang tidak layak jual pada ransum terhadap pertumbuhan larva T.molitor L meliputi panjang dan berat, serta mengetahui hasil FCR dan efisiensi harga pakan yang digunakan. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan (4 jenis konsentrasi ransum dan 1 kontrol) dan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Penghitungan ransum menggunakan softwere Excel yang terdiri dari perlakuan 1 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 0%, perlakuan 2 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 10%, sedangkan perlakuan 3 terdiri dari tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 15%, perlakuan 4 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 20%, dan perlakuan 5 terdiri dari kombinasi tepung jagung, pollard, dedak dan tepung larva 25%, yang diberikan pada larva T. molitor berumur 10 hari dan pengukuran dilakukan setiap 5 hari sekali selama 30 hari. Data yang didapatkan berupa data hasil pengukuran berat dan panjang larva T. molitor, FCR (Feed conversion Ratio) dan hasil efisiensi harga ransum. Data berat, panjang larva dan FCR dianalisis dengan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, ransumpakan yang paling efektif menghasilkan pertumbuhan (berat dan panjang) larva T. Molitor tertinggi yaitu perlakuan pakan 3 yang hasilnya tidak berbedanyata dengan perlakuan 4 dan 5 karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Berdasarkan hasil uji lanjut, perbedaan efek pemberian ransum pakan terhadap pertumbuhan dapat dilihat secara nyata pada hari-30. Berdasarkan dari segi ekonomi hasil efisiensi harga ransum yang paling murah adalah pada perlakuan 5 dengan konsentrasi 25% yaitu seharga Rp.2.640 per Kg

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇