SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Media Permainan Monopoli dalam Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Amalia, Rina Rizki. 2018. Pengembangan Media Permainan Monopoli dalam Model Pembelajaran TGT  (Teams Games Tournament) Materi Sistem Ekskresi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd. (II) Siti Imroatul Maslikah, S.Si, M.Si.   Kata Kunci: pengembangan media monopoli, TGT, sistem ekskresi, hasil belajar, motivasi. Pengembangan media permainan monopoli biologi ini didasari oleh kurang optimalnya pemanfaatan media serta model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di SMAN 1O Malang. Bersadasarkan hasil wawancara dan observasi kegiatan belajar media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar yaitu LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), buku teks, papan tulis, power point, dan media digunakan ketika pembelajaran pada saat di laboratorium yaitu alat peraga. Metode yang digunakan guru untuk mengajar yaitu dengan diskusi, presentasi dan praktikum. Penggunaan media dan metode pembelajaran tersebut membuat siswa merasa bosan, kurang aktif dalam mengikuti pelajaran, dan selalu membagi tugas yang diberikan oleh guru. Hasil wawancara menunjukkan salah satu materi yang dianggap sukar oleh siswa adalah Sistem Ekskresi terbukti bahwa hasil belajar belum mencapai kompetensi maksimal dengan total siswa yang mencapai KKM dalam materi tersebut adalah 62.5%.  Salah satu  yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengembangkan media permainan monopoli dalam model TGT pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media permainan monopoli dalam model pembelajaran TGT pada materi Sistem Ekskresi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 10 Malang, serta mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4-D  (define, design, develop dan disseminate ) yang dikembangkan Thiagarajan, et al., (1974), tetapi pengembangan media ini hanya sampai tahap 3-D (Develope). Data uji Coba produk terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi media permainan monopoli dari validator ahli materi sebesar 96,42% dengan keterangan valid, hasil validasi oleh ahli pengembangan media pembelajaran sebesar 95,20% dengan keterangan sangat valid, dan hasil validasi oleh praktisi lapangan sebesar 98,43% dengan keterangan sangat valid. Hasil uji kepraktisan skala kecil diperoleh hasil 92,7% dengan keterangan sangat praktis sedangkan uji skla besar diperoleh hasil 90,04% dengan keterangan sangat praktis. Berdasarkan rata-rata  pretest dan posttest, maka didapat gain-score sebesar 0,72 yang berarti media memiliki efektifitas tinggi dan didapat peningkatan nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 94,44%  yang menandakan bahwa media dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil motivasi belajar dengan memberikan angket juga terdapat peningkatan dari pembelajaran tanpa menggunakan media dengan persentase 77,26% dengan krteria baik menjadi 93,03% dengan kriteria sangat baik, sedangkan dari hasil pengamatan observer juga terdapat peningkatan motivasi dari pembelajaran tanpa menggunakan media dengan persentase 71,22% dengan krteria baik menjadi 89,40% dengan kriteria sangat baik

    Kualitas Nata de Apple dengan Perbedaan Varietas Apel (Malus sylvestris Mill) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat, dan Kadar Serat

    No full text
    ABSTRAK   Fitriyah, Rofiqoh Lailatul. 2018. Kualitas Nata de Apple dengan Perbedaan Varietas Apel (Malus sylvestris Mill) dan Macam Gula Berdasarkan Tebal, Berat, dan Kadar Serat. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti, M.Pd., (II) Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes.   Kata Kunci: nata de  apple, varietas apel, variasi gula, kualitas nata. Buah apel merupakan produk buah terbesar di Kota Batu. Ada dua macam varietas buah apel di kota Batu yang banyak dihasilkan yaitu varietas Manalagi cherry dan Anna, akan tetapi buah apel yang dihasilkan banyak yang memiliki kualitas rendah (grade D).Alasan buah apel grade D memiliki harga jual rendah dikarenakan pembeli kurang tertarik dengan tampilan apel tersebut yang berukuran lebih kecil, sehingga nilai ekonomi buah apel grade D menurun dan bahkan sering tidak laku dijual dan menyebabkan apel tersebut membusuk. Ke dua varietas apel grade D tersebut dimanfaatkan dalam pembuatan nata de apple dengan penambahan variasi macam gula sebagai tambahan nutrisi dalam pembentukan nata, agar dapat dihasilkan produk olahan berupa nata, sehingga dapat dijadikan upaya diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh perbedaan varietas buah apel terhadap kualitas nata de apple berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat nata, (2) membuktikan pengaruh tiga macam gula terhadap kualitas nata de apple berdasarkan berat, tebal, dan kadar serat nata, (3) menganalisis perbedaan varietas apel lokal dan macam gula yang menghasilkan nata dengan kualitas terbaik.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Desain faktorial dalam penelitian ini terdiri dari dua faktor, yaitu macam varietas apel dan tiga macam gula. Varietas apel dibedakan menjadi A1: varietas apel Manalagi cherry dan A2: varietas apel Anna.  Macam gula dibedakan menjadi B1: gula tebu, B2: gula siwalan, B3: gula aren. Variabel terikat dalam penelitian ini ialah kualitas nata yang meliputi berat, tebal, dan kadar serat nata de apple setelah pemeraman selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variasi varietas buah apel berpengaruh signifikan terhadap kualitas nata de apple berdasarkan kadar serat nata, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan variasi varietas buah apel terhadap kualitas nata de apple berdasarkan tebal dan berat nata. Apel varietas Manalagi cherry menghasilkan nata kualitas terbaik berdasarkan kadar serat nata, (2) macam gula berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas nata de apple berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata. Penggunaan gula aren menghasilkan nata kualitas terbaik berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata, (3) interaksi varietas apel dan macam gula berpengaruh signifikan terhadap kualitas nata de apple berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata. Apel varietas Manalagi cherry dengan penambahan gula aren memberikan hasil terbaik berdasarkan tebal, berat dan kadar serat nata

    Analisis dan Rekonstruksi Butir Soal Ulangan Akhir Semester Genap Kelas XI Mata Pelajaran Biologi Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMA Negeri 4 Pasuruan dan Kesesuaiannya dengan Kurikulum 2013

    No full text
    ABSTRAK   Hasan, Nabilah Febrianti. 2018. Analisis dan Rekonstruksi Butir Soal Ulangan Akhir Semester Genap Kelas XI Mata Pelajaran Biologi Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMA Negeri 4 Pasuruan dan Kesesuaiannya dengan Kurikulum 2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dra. Sunarmi, M.Pd, (II) Drs. Masjhudi, M.Pd.   Kata Kunci: Analisis butir soal, rekonstruksi, kurikulum 2013, UAS Evaluasi merupakan salah satu rangkaian dalam pembelajaran. Evaluasi mencakup proses penilaian dan pengukuran yang membutuhkan instrumen. Soal sebagai instrumen pengukur kemampuan siswa perlu untuk diketahui kualitasnya sehingga memberikan data yang akurat. Analisis butir soal bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas soal melalui revisi atau membuang butir soal yang tidak sesuai. Jika kualitas setiap butir soal belum diketahui secara pasti, maka akan berdampak pada biasnya informasi yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui validitas logis, 2) tingkat kesukaran, 3) daya beda, 4) efektivitas pengecoh, 5) reliabilitas, 6) merekonstruksi kisi-kisi dan soal Ulangan Akhir Semester Genap, 6) mengetahui kesesuaian soal dengan kaidah soal pada Kurikulum 2013, dan 7) meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 4 Pasuruan dalam menganalisis butir soal menggunakan Microsoft Excel 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah soal Ulangan Akhir Semester Genap mata pelajaran Biologi kelas XI tahun ajaran 2016/2017 dan lembar jawaban siswa kelas XI jurusan Matematika dan Ilmu Alam. Sampel yang digunakan adalah 120 buah lembar jawaban siswa kelas XI jurusan Matematika dan Ilmu Alam. Pengambilan data validitas logis menggunakan lembar telaah butir soal pilihan ganda yang selanjutnya digunakan sebagai acuan rekonstruksi soal. Validitas empiris diukur menggunakan Microsoft Excel 2013 berdasarkan rumus validitas empiris dimana hasilnya disesuaikan dengan tabel kriteria validitas empiris. Analisis kesesuaian soal dengan Kurikulum 2013 diukur menggunakan instrumen kesesuaian soal dengan Kurikulum 2013. Kemampuan guru dalam menganalisis soal menggunakan Microsoft Excel 2013 diukur menggunakan instrumen kemampuan guru dalam menganalisis soal dengan melaksanakan pelatihan selama 3x pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Validitas logis soal Ulangan Akhir Semester genap tergolong rendah. Sebanyak 12 butir soal sesuai dengan materi pada kisi-kisi soal dan tidak ada butir soal yang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada kisi-kisi soal. Namun, seluruh butir soal menggunakan bahasa yang baik; 2) Tingkat kesukaran soal Ulangan Akhir Semester genap dengan soal kategori mudah berjumlah 18 butir atau 45%. Soal dengan kategori sedang berjumlah 16 butir atau 40%. Soal dengan kategori sukar berjumlah 6 butir atau 15%; 3) Daya beda soal Ulangan Akhir Semester genap berdasarkan perlunya perbaikan, yakni kategori soal sangat baik berjumlah 4 butir atau 10%. Soal yang diterima sebanyak 5 butir atau 12,5%. Soal yang perlu untuk diperbaiki berjumlah 7 soal atau 17,5%. Soal yang ditolak dan tidak berlaku berjumlah 24 butir atau 60% butir soal; 4) Efektivitas pengecoh soal Ulangan Akhir Semester genap dengan kategori berfungsi sebanyak 3 butir atau 7,5%. Soal dengan kategori revisi sebanyak 14 butir atau 35%. Soal dengan kategori tidak berfungsi sebanyak 23 butir atau 57,5%; 5) Reliabilitas soal Ulangan Akhir Semester genap adalah 0,89 sehingga tergolong sangat baik; 6) Rekonstruksi kisi-kisi soal digunakan sebagai acuan pengembangan 50 butir soal yang telah divalidasi oleh ahli evaluasi dan ahli materi sehingga tergolong sangat valid; 7) Kesesuaian soal Ulangan Akhir Semester genap dengan kurikulum 2013 sebesar 79% sehingga tergolong valid; 8) Kemampuan Guru dalam menganalisis soal menggunakan Microsoft Excel 2013 mengalami kenaikan skor dari skor pretest dan skor akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas soal masih tergolong rendah sehingga perlu dilakukan rekonstruksi kisi-kisi dan pengembangan soal yang sesuai dengan kurikulum 2013. Analisis validitas logis soal perlu untuk dilakukan sebelum soal diujikan pada siswa sehingga kesesuaian soal dengan kurikulum 2013 dapat diketahui. Lembar jawaban siswa digunakan sebagai data untuk melakukan analisis validitas empiris soal untuk kemudian digunakan sebagai acuan perbaikan soal. Kemampuan guru mata pelajaran Biologi di SMAN 4 Pasuruan dalam mengoperasikan Microsoft Excel 2013 masih perlu untuk ditingkatkan agar pelaksanaan analisis butir soal dapat dilakukan secara manndiri.

    Uji Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) Terhadap Mortalitas dan Penghambatan Makan Spodoptera litura

    No full text
    ABSTRAK   Spodoptera litura merupakan hama yang bersifat polifag penyebab kerusakan daun pada tanaman budidaya. Pengendalian ulat pemakan daun oleh petani masih tergantung pada penggunaan insektisida sintetik, oleh karena itu dibutuhkan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. Tanaman maja (Aegle marmelos) berpotensi sebagai biopestisida karena memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai insektisida dan tidak disukai serangga pemakan tumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi macam ekstrak buah maja, variasi konsentrasi, dan lama waktu dedah ekstrak buah maja (Aegle marmelos) terhadap mortalitas dan penghambatan makan larva S. litura, memperoleh interaksi antar perlakuan yang terbaik untuk mengendalikan hama larva S. litura, serta mengetahui Lethal Consentration (LC50) S. litura. Penelitian ini merupakan penelitan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan masing-masing 4 ulangan. Variabel bebas pada penelitian adalah variasi konsentrasi ekstrak buah maja, lama waktu dedah, dan macam ekstrak buah maja yang digunakan. Variasi konsentrasi ekstak buah maja terdiri dari 0 µl/ml, 200 µl/ml, 400 µl/ml, dan 600 µl/ml. Lama waktu dedah ekstrak buah maja selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Macam ekstrak buah maja yang digunakan yaitu ekstrak etanol buah maja dan ekstrak perasan buah maja. Respon pengamatan mortalitas dan penghambatan makan diamati setelah perlakuan selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Mortalitas ditentukan berdasarkan tingkat kematian larva S.litura dan daya hambat makan ditentukan berdasarkan oleh luas daun yang termakan oleh larva S. litura. Data persentase mortalitas dan penghambatan makan S. litura dianalisis dengan ANAVA tiga faktorial, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi macam ekstrak buah maja, variasi konsentrasi, dan lama pendedahan ekstrak buah maja (Aegle marmelos) berpengaruh terhadap mortalitas menyebabkan terjadinya penghambatan makan larva S. litura. Ekstrak etanol buah maja konsentrasi 600 µl/ml dan lama pendedahan 96 jam menghasilkan rerata persentase mortalitas dan penghambatan makan larva S. litura yang paling tinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Konsentrasi yang efektif untuk mematikan 50% larva S. litura adalah konsentrasi ekstrak etanol buah maja 531 µl/ml dan lama pendedahan 72 jam

    Perbedaan Daya Tetas Kista Artemia salina Akibat Pemberian Variasi Dosis Pakan Tepung Kepala Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)

    No full text
    ABSTRAK   Artemia salina merupakan pakan alami yang banyak dibutuhkan pada proses budidaya ikan, udang dan kepiting yang berekonomi tinggi. Artemia salina memerlukan pakan yang mengandung protein tinggi untuk meningkatkan nilai nutrisi dan kualitas kista yang dihasilkan ditinjau dari daya tetas kista. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan daya tetas kista Artemia salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang Vannamei. Jenis penelitian merupakan eksperimen menggunakan RAL dengan 4 taraf dosis perlakuan (0,015 g; 0,030 g; 0,045 g; 0,060 g) dan 6 ulangan. Kualitas media kultur (pH, DO, suhu dan salinitas) dikondisikan sama dan terkontrol sesuai kebutuhan hidup Artemia salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan daya tetas kista Artemia salina akibat pemberian variasi dosis pakan tepung kepala udang Vannamei. Pemberian dosis perlakuan menyebabkan peningkatan rerata daya tetas kista dari sebelum pemberian perlakuan (77,5±2,0 %). Rerata daya tetas kista tertinggi dihasilkan oleh dosis 0,030 g (88,5±1,6 %) diikuti dengan dosis 0,015 g (84,8±1,0 %); dosis 0,045 g (83,4±1,0 %); dan dosis 0,060 g (81,4±1,0 %)

    Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belaja Siswa Kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penerapan kurikulum 2013 ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas XI IPA SMAN 7 Malang, diketahui bahwa hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA 3 hanya 60% siswa yang nilainya mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) pada ulangan harian materi sistem sirkulasi. Hasil belajar afektif siswa juga masih rendah, terlihat dari siswa yang terlambat mengumpulkan tugas serta kurangnya tanggungjawab siswa dalam menyelesaikan tugasnya. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini ditunjukkan banyak siswa yang masih kesulitan dalam merumusakan masalah dan pertanyaan yang diajukan siswa selama kegiatan diskusi masih berada pada tingkat kognitif rendah yaitu antara C1 dan C2. Berdasarkan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kulaitatif-kuantittaif. Penelitian ini teridiri dari 2 siklus, tahap penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMAN 7 Malang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 33 orang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Hasil belajar yang diamati dalam penenlitian ini adalah hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru pada siklus I adalah 86,6% meningkat pada siklus II menjadi 92,3%. Keterlaksaan model pembelajaran oleh siswa pada siklus I adalah 77,3% meningkatan pada siklus II menjadi 92,5%. Kemampuan berpikir kritis siswa pada semua indikator pada siklus I adalah 75,8% meningkat pada siklus II menjadi 82,2%. Ketuntasan belajar klasikal hasil belajar kognitif siswa pada siklus I sebesar 75,8% meningkat pada siklus II menjadi 87,9%,  hasil belajar afektif siswa pada siklus I yaitu 90,9% meningkat pada siklus II menjadi 91,9%., serta hasil belajar ranah psikomotor pada siklus I yaitu 81,8% meningkat pada siklus II menjadi 90%. Atas dasar penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melibatkan guru biologi sebagai observer sehingga kegiatan refleksi dapat dilakukan secara maksimal

    Tipologi Sarang Burung Bawah Tajuk di Kawasan Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur dan Taman Hutan Raya Raden Soerjo Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Identifikasi lapangan kelompok burung bawah tajuk cukup sulit dilakukan secara visual karena burung tersebut bergerak aktif dan suka bersembunyi. Keberadaan sarang burung bawah tajuk dapat membantu dalam identifikasi spesies dan memprediksi kepadatan populasi di suatu area karena aktivitas burung meningkat ketika sedang bersarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi sarang burung bawah tajuk dan hubungan antara tipologi sarang dengan kelompok takson burung bawah tajuk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di dua kawasan konservasi yang berbeda, yaitu HPFU Samarinda Kalimantan Timur dan Tahura R. Soerjo Jawa Timur pada bulan Desember 2017 sampai Juni 2018. Pengamatan sarang dilakukan dengan metode jelajah di beberapa titik yang ditentukan berdasarkan habitat, seperti tepi rawa, tepi sungai, padang rumput, semak belukar dan lantai hutan yang memiliki tajuk rapat. Berdasarkan hasil observasi, tipologi sarang burung dapat digunakan sebagai petunjuk informasi mengenai kelompok burung bawah tajuk dalam suatu area. Terdapat tiga tipologi yang dapat dijadikan sebagai petunjuk identifikasi kelompok burung bawah tajuk. Bentuk sarang dome elips merupakan petunjuk adanya kelompok burung famili Estrilidae dan Turdidae. Bentuk sarang dome membulat merupakan petunjuk adanya kelompok burung famili Timaliidae. Bentuk sarang dome setengah kubah vertikal yang berada di dinding tebing merupakan merupakan petunjuk adanya kelompok burung famili Timaliidae, khususnya genus Pneopyga

    DAYA DAN MEKANISME ANTAGONISME ANTARA TIGA SPESIES KAPANG Trichoderma TERHADAP Erysiphe cichoracearum PENYEBAB PENYAKIT POWDERY MILDEW SECARA IN VITRO

    No full text
    ABSTRAK   Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan hasil panen tanaman mentimun adalah penyakit embun tepung (powdery mildew) yang disebabkan oleh kapang Erysiphe cichoracearum. Penyakit ini dapat dikendalikan secara hayati dengan memanfaatkan kapang antagonis Trichoderma spp. Penelitian ini menggunakan Trichoderma viride, Trichoderma atroviride, dan Trichoderma harzianum sebagai kapang antagonis. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menganalisis pengaruh perbedaan spesies kapang antagonis Trichoderma  spp. terhadap daya antagonismenya terhadap kapang patogen E. cichoracearum, 2) Menentukan spesies Trichoderma spp.yang mempunyai daya antagonisme tertinggi terhadap kapang E. cichoracearum,3) Menentukan mekanisme antagonisme antara ketiga spesies kapang Trichoderma spp. terhadap kapang E. cichoracearum berdasarkan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. Metode pengujian dilakukan dengan metode dual culture dengan cara menumbuhkan potongan koloni kapang antagonis Trichoderma spp. dan E. cichoracearum secara berpasangan pada medium lempeng PDA secara in vitro, lalu diinkubasi pada suhu 25o-27oC selama 4 x 24 jam, selanjutnya dilakukan penghitungan daya antagonisme, pengamatan secara makroskopis koloni kapang, serta pengamatan secara mikroskopis mekanisme antagonisme menggunakan mikroskop cahaya dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh perbedaan spesies kapang antagonis Trichoderma spp. terhadap daya antagonismenya terhadap kapang patogen E. cichoracearum, 2) Kapang antagonis Trichoderma spp. yang mempunyai daya antagonisme tertinggi terhadap kapang E. cichoracearum adalah Trichoderma  harzianum dengan daya hambat sebesar 30,465%. dan 3) Mekanisme antagonisme yang ditunjukkan secara makroskopis adalah kompetisi, dan menunjukkan ketiga mekanisme mikoparasitisme saat diamati secara mikroskopis, yaitu: menempel, menusuk dan membelit hifa kapang E. cichoracearum

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KD 3.8 UNTUK KELAS X MA AL-ITTIHAD BERBASIS POTENSI LOKAL KAWASAN WISATA COBAN PELANGI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

    No full text
    Potensi lokal merupakan potensi yang dapat diangkat sebagai bahan pembelajaran yang menarik. Pengintegrasian potensi lokal dalam pembelajaran akan memberikan wawasan kepada peserta didik terkait potensi daerah dan nilainilai kearifan lokal, sehingga peserta didik dapat mengalami internalisasi nilai yang dapat mengantarkan peserta didik menjadi pribadi yang berkarakter. Hasil telaah silabus, RPP, dan hasil wawancara dengan guru biologi kelas X MA Al-Ittihad, diketahui bahwa sumber belajar yang digunakan oleh guru adalah buku paket biologi kurikulum 2006 meskipun sekolah menerapkan kurikulum 2013. Hal ini sangat disayangkan mengingat besarnya potensi lokal disekitar lingkungan sekolah yang dapat dikembangkan menjadi sumber belajar oleh guru. Salah satu potensi yang mendukung kegiatan pembelajaran KD 3.8 adalah Coban Pelangi yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang tinggi meliputi tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan berbiji. Hasil telaah RPP dan silabus juga menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran KD 3.8 adalah inkuiri terbimbing. Akan tetapi saat dilakukan observasi pembelajaran, kegiatan pembelajaran tidak menunjukkan sintaks inkuiri terbimbing. Kegiatan pembelajaran hanya diisi dengan diskusi klasikal. Peserta didik yang terlibat aktif dalam kegiatan diskusi hanya 25% atau 9 peserta didik dari 35 peserta didik di kelas X lintas minat IPS-3. Model pembelajaran inkuri merupakan model pembelajaran yang bersifat kontekstual, mengakomodasi nilai sikap dan keterampilan sains, serta meningkatkan keefektifan peserta didik dalam pembelajaran biologi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa silabus, RPP, handout, LKPD, dan buku panduan kunjungan siswa berbasis potensi lokal kawasan wisata Coban Pelangi yang layak, praktis, dan efektif melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D oleh Thiagarajan, dkk tahun 1974. Langkah penelitian dan pengambangan 4-D adalah mendefinisikan (define), merancang (design), mengembangkan (develope), dan menyebarluaskan (disseminate), namun pengembangan perangkat ini hanya dilakukan sampai tahap mengembangkan sesuai kebutuhan penelitian. Data hasil penelitian berupa data kuantitaf dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi dan hasil uji n-gain. Data kuantitatif diperoleh dari saran yang diberikan oleh validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa rerata perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus, RPP, handout, LKPD, dan buku panduan kunjungan siswa sebesar 93,01% (sangat valid dan layak digunakan). Hasil validasi materi menghasilkan rerata sebesar 87,5% (sangat valid dan layak digunakan). Hasil rerata uji kepraktisan perangkat pembelajaran sebesar 93,66% (sangat praktis dan layak digunakan). Rerata hasil uji keefektifan berdasarkan hasil perhitungan n-gain sebesar 0,63 yang masuk dalam kriteria sedang dan layak digunakan dalam pembelajaran

    Pengembangan Poster B ermuatan Pendidikan Hidup Sehat melalui Gizi Seimbang untuk Siswa Kelas XII SMA PGRI 1 Jombang

    No full text
    RINGKASAN Materi gizi merupakan materi yang terdapat dalam dalam KD 3.7 yaitu menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dalam kaitannya dengan nutrisi yang masih kurang efektif dalam pelaksanaan pembelajarannya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di SMA PGRI 1 Jombang didapatkan beberapa permasalahan mengenai kurang efektifnya pembelajaran yang menarik pada materi gizi yaitu: (1) hasil belajar siswa kelas XII IPA 2 materi gizi sudah sesuai dengan KKM, namun pengetahuan siswa sebatas untuk memenuhi standar kelulusan saat ujian, (2) penyedia makanan atau kantin sekolah hanya menjual cilok, gorengan dan nasi pecel sehingga siswa tidak mempunyai pilihan makanan untuk bisa menerapkan pengetahuan materi gizi, (3) belum ada penyuluhan gizi yang dilakukan baik dari guru maupun dari pihak luar sekolah (seperti badan kesehatan maupun peneliti), (4) hasil angket minat siswakelas XII IPA 2 menunjukkan persentase sebesar 72,91% dengan kriteria baik saja tertarik terhadap pendidikan hidup sehat melaui gizi seimbang, (5) belum ada media yang digunakan di SMA PGRI 1 Jombang pada saat pembelajaran materi gizi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan poster bermuatan pendidikan hidup sehat melalui gizi seimbang yang valid, praktis dan efektif untuk menarik minatsiswa kelas XII IPA 2 SMA PGRI Jombang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model ADDIE, prosedur pengembangan model ADDIE memiliki tahapan yang lebih sistematis dan terdapat tahapan untuk melakukan revisi dalam setiap fase nya. Berdasarkan analisis data dan hasil validasi, persentase rata-rata validasi media sebesar 92,72%, validasi materi sebesar 93,75% dan validasi ahli lapang sebesar 95,83%. Validator juga memberikan saran terkait materi yang lebih ditegaskan dan desain poster yang lebih menarik. Presentase uji kepraktisan oleh siswa sebesar 84,47%. Uji keefektifan ketertarikan minat siswa didapatkan persentase rata-rata 84,35% sebesar dengan kriteria efektif menunjukkan kategori sangat baik, sehingga dapat dikatakan produk yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dari segi pencapaian tujua

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇