SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
Not a member yet
    1764 research outputs found

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan Model Think Pair Share (TPS) Materi Jaringan Hewan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi, pengembangan kurikulum 2013 diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari standar kelulusan. Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri dari dua proses yaitu pembelajaran yang dilaksanakan disekolah dan pembelajaran yang  dilakukan oleh siswa sendiri melalui pengalaman proses belajar langsung. Lembar Kerja Siswa merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA 7 Malang, pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) masih kurang maksimal, karena lembar kerja siswa tersebut berupa cetakan dari penerbit berupa kumpulan soal-soal. Pada penelitian ini, LKS yang dikembangkan dikombinasikan dengan  model pembelajaran Think Pair Share. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pengembangan LKS dengan  model pembelajaran Think Pair Share materi jaringan hewan dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 7 Malang Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 10 tahapan, namun pada penelitian ini hanya menggunakan 6 tahapan saja, yaitu terdiri dari: (1) pengumpulan informasi dan penelitian, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk produk awal, (4) Uji coba lapangan tahap awal, (5) revisi produk uttama dan (6) Uji coba lapangan utama. Materi pelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem jaringan hewan. Pengumpulan data diperoleh dari hasil validasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan ahli lapangan (guru). Pengembangan lembar kerja siswa berdasarakan hasil validasi perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan dua kali jika terdapat revisi pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba lapangan dilakukan pada 35 siswa kelas XI SMA 7 Kota Malang. Berdasarkan data analisis kebutuhan siswa, didapatkan respon yang positif terhadap penelitian ini sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan analisis validasi lembar kerja siswa dilakukan perbaikan pada cover serta penambahan soal tes. Berdasarkan uji coba lapangan yang dilakukan tidak terdapat masalah. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa lembar kerja siswa mendapat skor rata-rata 3.3 yang menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan tergolong valid. Untuk uji keefektifan perangkat pembelajaran dihitung dari posttest dan pretest siswa didapatkan skor 0,47 yang menunjukkan bahwa keefektifan perangkat pembelajaran berada pada tingkat sedang. Uji kepraktisan dapat diukur dari presentase angket respon siswa terhadap lembar kerja siswa yang dikembangkan mencapai 96% dapat diartikan positif

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADU TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X-MIA MA BILINGUAL BATU

    No full text
    ABSTRAK   Latifiani, R. 2018. Pengembangan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dipadu Teams Games Tournament pada Mata Pelajaran Biologi untuk Meningkatkan Motivasi dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X-MIA MA Bilingual Batu. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M.Pd, (II) Dr. Fatchur Rohman, M.Si.   Kata Kunci: Pengembangan, pembelajaran, inkuiri terbimbing, TGT Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik serta sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Guru melakukan persiapan dalam mengadakan suatu pembelajaran dengan membuat perangkat pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru di MA Bilingual Batu pada langkah-langkah  pembelajaran sintak pembelajaran tidak dicantumkan dalam tabel pembelajaran, sehingga belum menunjukkan secara pasti bagian sintak  yang dilakukan. Materi yang tercantum telah memuat materi fakta, konsep, prinsip dan prosedur tetapi belum dipisahkan. Beberapa siswa kelas X juga menyatakan bahwa terkadang siswa merasa bosan dengan suasana pembelajaran dan diketahui sebagian besar siswa kelas X mengalami kesulitan pada soal tipe analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah, (1) menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP beserta LKS dan instrumen penilaian pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan yang valid, (2) menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP beserta LKS dan instrumen penilaian pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir kritis siswa, (3) menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing dipadu TGT pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan di kelas X-MIA 1 MA Bilingual Batu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Berdasarkan hasil pengembangan yang telah dilakukan validitas RPP mencapai 82,38%, instrumen penilaian mencapai 87,5% dan lembar kerja siswa mencapai 85,23% yang ketiganya termasuk dalam kategori valid. Hasil implementasi produk pengembangan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikembangkan mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan berpikir kritis siswa dengan peningkatan motivasi pada materi ekosistem adalah 69,98% dan pada materi perubahan lingkungan adalah 73,83%, sedangkan peningkatan keterampilan berpikir kritis pada materi ekosistem adalah 0,61 dan pada materi perubahan lingkungan adalah 0,68 yang termasuk dalam kategori sedang

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DIPADU THINK-PAIR-SQUARE-SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS X

    No full text
    RINGKASAN   Fitria, Anisa. 2018. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu Think Pair Square Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Peduli Lingkungan.Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Amy Tenzer, M.S. (2) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc   Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa, Problem Based Learning, Think Pair Square Share, kemampuan berpikir kritis, sikap peduli lingkungan. Kurikulum 2013 dilandasi pemikiran tentang tantangan abad ke XXI yang menuntut berbagai keterampilan salah satunya yaitu keterampilan berpikir kritis dan memuat pendidikan karakter antara lain sikap peduli lingkungan. Berdasarkan hasil obeservasi di kelas X MIPA 1 di SMA Panjura Malang diketahui kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah yaitu siswa enggan memberikan argumen dan menjawab masalah, dalam memberikan definisi siswa menjawab secara singkat dan melihat pada buku teks, dalam merumuskan masalah siswa masih merasa kesulitan, bingung dalam melakukan deduksi dan induksi dan belum dapat melakukan evaluasi dengan tepat serta di kelas masih ditemukan sampah yang berserakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan pengembangan LKS berbasis model pembelajaran problem- based learning dipadu think –pair-square- share untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk: menghasilkan produk LKS berbasis model problem- based Learning  dipadu think -pair –square-share untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan yang teruji kelayakan, kepraktisan dan keefektifannya. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE oleh (Branch, 2009) yang terdiri dari lima tahapan yaitu menganalisis, merancang mengembangkan, menerapkan dan mengevaluasi. Produk yang dikembangkan berupa LKS pada materi perubahan lingkungan dan pelestariannya untuk kelas X  SMA Panjura Malang berbasis model pembelajaran PBL dipadu TPSS. Data hasil uji coba yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini adalah data kuantitatif dan kualiatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor hasil validasi LKS,  skor hasil angket respon siswa, dan skor hasil pretes dan postes untuk uji keefektifan. Data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar dari validator dan angket respon siswa. Implementasi LKS dilakukan di kelas X-MIPA 1 SMA Panjura Malang dengan siswa berjumlah 18 orang. Hasil Validasi LKS yang dikembangkan menunjukkan kriteria sangat valid. Hasil validasi LKS berupa validasi oleh ahli materi menunjukkan persentase 97.2%, ahli bahan ajar menunjukkan persentase 98.1%, dan praktisi lapangan menunjukkan persentase 92.5%. Hasil uji kepraktisan LKS yang berbasis model pembelajaran PBL dipadu TPSS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan diperoleh persentase 87 % dengan kriteria sangat praktis. Hasil angket repon siswa terhadap sikap peduli lingkungan menunjukkan peningkatan persentase sebesar 28%. Hasil uji keefektifan yang dilihat dari skor pretest dan postest diperoleh rerata gain score sebesar 0,7 yang menunjukkan LKS yang dikembangkan memperoleh kriteria efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan kemampuan berpikir kritis per indikator kemampuan berpikir krtitis memperoleh rerata sebesar 32,5 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan sangat valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan

    Pengembangan Instrumen Soal Essay Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS) Materi Struktur Jaringan dan Fungsi Organ pada Tumbuhan Kelas XI SMAN 1 Tumpang

    No full text
    RINGKASAN Penilaian merupakan salah satu kegiatan penting dan harus dilakukan dalam proses pembelajaran guna memperoleh memperoleh informasi tentang hasil belajar atau ketercapaian kompetensi  siswa (Adiputra, 2012). Penilaian yang dilakukan harus sesuai dengan kecakapan hidup abad 21, salah satunya yaitu penilaian bertipe HOTS (Higher Orde Thinking Skills) atau penilaian yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Instrumen tes yang disusun oleh guru Biologi hanya mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah dan kemampuan berpikir tingkat menengah  siswa serta soal yang dibuat juga kurang sesuai dengan indikator kompetensi. Penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan instrumen soal essay tipe HOTS, RPP, dan LKS materi struktur jaringan dan fungsi organ pada tumbuhan, (2) menguji validitas logis instrumen soal essay tipe HOTS, RPP, dan LKS materi struktur jaringan dan fungsi organ pada tumbuhan, (3) menguji validitas empiris instrumen soal essay tipe HOTS materi struktur jaringan dan fungsi organ pada tumbuhan, (4) menguji kepraktisan instrumen soal essay tipe HOTS, RPP, dan LKS materi struktur jaringan dan fungsi organ pada tumbuhan, dan (5) menguji keefektifan instrumen soal essay tipe HOTS. Model pengembangan produk yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Design, Develop,  Implement, dan Evaluate. Produk pengembangan utama berupa instrumen soal essay tipe HOTS dan produk pelengkap berupa RPP dan LKS. Sebelum produk diujicobakan, produk divalidasi oleh ahli asesmen, ahli materi, dan praktisi lapangan. Uji coba dilakukan terhadap 98 siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Tumpang. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini  adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor skala pada lembar validasi, angket respon pengguna, dan lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Data kualitatif berupa komentar dan saran yang diisi oleh validator, pengguna/subyek, dan observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian dan pengembangan berupa persentase hasil validasi oleh ahli asesmen untuk instrumen soal essay tipe HOTS memiliki validitas isi sebesar100%, validitas konstruk sebesar 100%, kualitas  instrumen soal sebesar 98,22%, RPP sebesar 98,26%, dan LKS sebesar 96,43%. Hasil validasi oleh ahli materi untuk instrumen soal essay tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100%, RPP sebesar 89,29%, dan LKS sebesar 89,29 Hasil validasi oleh praktisi lapangan terhadap instrumen soal essay tipe HOTS diperoleh persentase tingkat kevalidan sebesar 100%, RPP sebesar 96,22%, dan LKS sebesar 92,86% Hasil uji coba instrumen soal essay tipe HOTS untuk reliabilitas  sebesar 0,78 yaitu dengan kategori tinggi, tingkat kepraktisan dari guru sebesar 94,44% dan dari siswa sebesar 93,77%. Analisis tingkat kepraktisan untuk RPP dari guru sebesar 97,50%. Analisis tingkat kepraktisan untuk LKS dari guru sebesar 95,00% dan siswa sebesar 93,89%. Analisis tingkat keefektifan dilakukan dengan menghitung rerata hasil tes dari 98 siswa. Hasil perhitungan uji keefektifan menunjukkan rata-rata skor sebesar 31,65 dari skala 56, artinya instrumen tersebut efektif dalam mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Tingkat keberhasilan tes siswa juga dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang dilakukan. proses pembelajaran pada penelitian ini menggunakan RPP dan LKS yang dikembangkan dengan model pembelajaran PBL. LKS berisi suatu permasalahan materi struktur jaringan dan fungsi organ pada tumbuhan yang bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan substansi yang kontekstual. Simpulan penelitian dan pengembangan ini adalah produk berupa instrumen soal essay tipeHOTS, RPP, danLKS yang dikembangkan memiliki kriteria sangat valid, reliabel, efektif, dan sangat praktis untuk mengembangkan dan mengukur kemampuan berpikir tingkat siswa. Saran yang dapat diberikan yaitu produkini dapat digunakan oleh guru Biologi namun sebelumnya harus melalui tahap revisi dan diharapkan gurudapat mengembangkan produk serupa pada materi yang lain

    PENGARUH INTERAKSI GAYA BELAJAR DAN MODEL PEMBELAJARANTEAM, GAMES, & TOURNAMENT(TGT) BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MAN KOTA BATU

    No full text
    RINGKASAN Suharto, Widiawati. 2018. Pengaruh Interaksi Gaya Belajar dan Model Pembelajaran Team, Games, & Tournament (TGT) Berbantuan Mind map terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Kota Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D., (II) Siti Imroatul Maslikah, S. Si, M. Si.   Kata Kunci: Gaya Belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, Team, Games, & Tournament (TGT) Berbantuan Mind map. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa yang didasari, terus-menerus, fungsional, positif, bertujuan dan komprehensif. Hasil belajar mencakup ranah kognitif, afektif, psikomotor. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar siswa. Kemampuan berpikir kritis ini dapat dilatihkan pada siswa melalui pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai. Model pembelajaran TGT berbantuan mind map dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih berpikir kritis. Selain itu, gaya belajar merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa karena berhubungan dengan kemampuan siswa menyerap informasi dan input yang diberikan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, (2) pengaruh model pembelajarankooperatiftipeTGT berbantuan mind map terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, dan (3) pengaruh interaksi gaya belajar dan model pembelajarankooperatiftipeTGT berbantuan mind map terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu dengan model rancangan penelitian pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI SMA/MA. Sampel penelitian dipilih secara random sampling pada kelas yang setara. Kelas XI MIPA 5 sebagai kelas eksperimen dengan model pembelajaran TGT berbantuan mind map, XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol positif dengan model pembelajaran TGT, dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol negatif yang menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru. Pengumpulan data hasil belajar kognitif melalui pretest dan posttest dengan soal pilihan ganda, hasil belajar afektif dengan observasi yang dibantu oleh observer, dan hasil belajar psikomotor melalui penilaian karya. Data kemampuan berpikir kritis diperoleh melalui pretest dan posttest dengan soal essay. Gaya belajar siswa diukur menggunakan angket gaya belajar. Uji hipotesis menggunakan uji anakova 2 jalur. Hasil uji anakova menunjukkan bahwa (1)tidak ada pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, (2) ada pengaruh model pembelajarankooperatiftipeTGT berbantuan mind map terhadap hasil belajar tetapi, tidak ada pengaruhmodelpembelajaran kooperatiftipeTGT berbantuan mind mapterhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dan (3) tidak ada pengaruh interaksi gaya belajar dan model pembelajarankooperatiftipeTGT berbantuan mind map terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Uji lanjut menunjukkan perbedaan signifikan pada ketiga kelas, tetapi hasil belajar tertinggi pada kelas kontrol positif, dengan demikian mind map tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah waktu untuk membelajarkan berpikir kritis kepada siswa. Selain itu penilaian terhadap hasil belajar psikomotor tidak hanya penilaian karya saja tetapi juga penilaian oleh teman sekelompok dan penilaian oleh diri sendiri

    PENENTUAN KELAMIN BERDASARKAN GEN zar1 DALAM UPAYA BUDIDAYA IKAN SIDAT (Anguilla bicolor)

    No full text
    ABSTRAK   Paramajati, Bagus. 2017. Penentuan Kelamin Berdasarkan Gen zar1 dalam Upaya Budidaya Ikan Sidat (Anguilla bicolor). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si, D.Sc dan (II) Agung Witjoro, S.Pd, M. Kes.   Kata kunci: Ikan Sidat, gen zar1, Penentuan kelamin   Ikan sidat (Anguilla bicolor) merupakan ikan yang berpotensi sebagai komoditas ekspor. Pembudidaya selama ini hanya melakukan pembesaran saja dengan mengambil benih di alam. Pembudidaya belum bisa memijahkan ikan sidat karena secara morfologi kelamin ikan sulit dibedakan. Upaya saat ini sedang dilakukan membedakan kelamin ikan menggunakan teknik molekular. Salah satu gen yang berperan dalam pembentukan kelamin yaitu gen zar1. Gen zar1 berperan dalam pembentukan oosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen zar1 sebagai penanda kelamin betina pada ikan sidat. Hasil penelitian menunjukkan gen zar1 terekspresi pada sampel 1 dan 2sedangkan sampel 3 dan 4 tidak terekspresi.   ABSTRACT   Paramajati, Bagus. 2017. Sex Determination Based On zar1 Gene Effort AquacultureEel Fish (Anguilla bicolor). Undergraduate Thesis, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Naturaal Sciences, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si, S.Sc (II) Agung Witjoro, S.Pd, M. Kes.   Keywords: Eel Fish, zar1 gene, Determination sexual   Eel fish (Anguilla bicolor) are fish with potention export comodition. Until this time  aquaculturer only could do growing then use juvenille fish from nature. Aquaclturer have not found the right way to spawning methode due to difficulty on determining the sex type by morphology. The Effort to do the sex determination of this fish using molecular method. One of gene can role a make sex of fish are called zar1 gene. Zar1 gene have a role to oosit formation. This research aim to find out the expression of zar1 gene as female marker. The results shows that zar1 gene is expressed in sample 1 and 2 then sample 3 and 4 did not expressed

    Hubungan antara Pretest dengan Posttest (Keterampilan Metakognitif, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Berpikir Kreatif, dan Hasil Belajar Kognitif) pada Beberapa Pembelajaran Biologi SMA di Malang

    No full text
    ABSTRAK   Selama ini sudah banyak penelitian hubungan yang mengkaji hubungan antara variabel prediktor dengan variabel kriterium pada beberapa model pembelajaran. Selain penelitian hubungan, selama ini juga sudah banyak penelitian eksperimen yang mengkaji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan pretest dan posttest sebagai kovariat. Berkenaan dengan pretest dan posttest, saat ini belum ada kajian terkait hubungan pretest dengan posttest pada beberapa variabel (keterampilan metakognitif, keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif) dan pada beberapa pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan metakognitif) pada beberapa pembelajaran Biologi (2) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kritis) pada beberapa pembelajaran Biologi (3) hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) pada beberapa pembelajaran Biologi (4) hubungan pretest dengan posttest (hasil belajar kognitif) pada beberapa pembelajaran Biologi. Rancangan penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA di kota Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA-F4 SMAN 9 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran RPQSS, kelas XI MIPA-B4 SMAN 9 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran TPS, kelas XI  MIA-1 SMAN 7 Malang sebagai perwakilan siswa dengan model pembelajaran RQA, kelas XI MIA-2 SMAN 7 Malang sebagai perwakilan siswa dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest. Keterampilan metakognitif diukur dengan rubrik keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan tes essay. Keterampilan berpikir kritis diukur dengan rubrik keterampilan berpikir kritis yang terintegrasi dengan tes essay. Keterampilan berpikir kreatif diukur dengan rubrik keterampilan berpikir kreatif yang terintegrasi dengan tes essay. Hasil belajar kognitif diukur dari hasil pretest dan posttest siswa melalui tes tulis dalam bentuk soal essay. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi regresi linier sederhana dengan pretest sebagai faktor X dan posttest sebagai faktor Y. Data yang telah dianalisis dengan menggunakan uji korelasi regeresi linier sederhana menunjukkan bahwa (1) ada hubungan antara pretest dengan posttest(keterampilan metakognitif)pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (2) ada hubungan antara pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kritis) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (3) ada hubungan antara pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional), (4) ada hubungan antara pretest dengan posttest (hasil belajar kognitif) pada masing-masing pembelajaran Biologi (RPQSS, RQA, TPS, dan Konvensional). Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang hubungan antara pretest dengan posttest pada variabel yang sama atau berbeda dan dengan penerapan model pembelajaran yang sama atau yang berbeda. Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait hubungan pretest dengan posttest (keterampilan berpikir kreatif) untuk mengungkap faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai sumbangan pretest dengan posttest pada model pembelajaran RPQSS, RQA dan TPS. Model pembelajaran RPQSS yang diterapkan oleh peneliti dapat dijadikan pertimbangan bagi guru sebagai upaya untuk memberdayakan keterampilan metakognitif dan keterampilan berpikir kritissiswa. Model pembelajaran RQA yang diterapkan oleh peneliti dapat dijadikan pertimbangan bagi guru sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar kognitif sisw

    Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Respirasi (KD 3.8) dan Sistem Koordinasi (KD 3.10) Siswa Kelas XI di SMAN 01 Gondanglegi Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Qomaril, Ulfa. 2018. Pengembangan Instrumen Penilaian Materi Sistem Respirasi (KD 3.8)  dan Sistem Koordinasi (KD 3.10) Siswa Kelas XI di SMAN 01 Gondanglegi Kabupaten Malang . Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd, (II) Dra. Nursasi Handayani, M.Si.   Kata kunci: Instrumen penilaian, materi sistem respirasi, materi sistem koordinasi, kompetensi dasar 3.8 dan 3.10, kelas XI. Komponen terpenting yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Penilaian dapat membantu guru untuk mengetahui siswa mana yang kesulitan dan berhasil menguasai suatu materi, serta mempermudah guru dalam melakukan penilaian untuk mengukur kompetensi siswa. Instrumen penilaian yang dikembangkan harus melalui proses validasi baik secara logis maupun empiris. Penyusunan instrumen penilaian yang dilakukan oleh guru selama ini kurang terarah pada bentuk instrumen penilaian yang valid dan telah divalidasi secara logis maupun empiris. Instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengukur kompetensi siswa salah satunya adalah soal pilihan ganda sebanyak 40 soal. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen penilaian materi sistem respirasi (KD 3.8)  dan sistem koordinasi (KD 3.10) siswa kelas XI di SMAN 01 Gondanglegi. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation. Tahap implementasi produk diuji cobakan pada siswa kelas XII MIA di SMAN 01 Gondanglegi. Uji coba produk dilakukan sebanyak dua kali, yakni uji coba kelompok kecil sebanyak 12 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 97 siswa. Pengumpulan data untuk validasi logis diperoleh dari 3 pakar ahli yakni ahli assesmen dan evaluasi, ahli materi, dan praktisi lapangan (guru), sedangkan untuk validasi empiris diperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil uji validasi logis dari 3 pakar ahli disimpulkan bahwa instrumen penilaian tersebut valid. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program ITEMAN pada uji coba kelompok kecil diketahui tingkat kesukaran soal pilihan ganda tunggal untuk soal mudah berjumlah 10 soal (25%), soal sedang berjumlah 18 soal (45%), dan soal sukar 12 soal (30%). Hasil persentase daya pembeda terbesar yaitu kategori baik sekali sebesar 92,5%. Analisis pilihan jawaban pengecoh 100% berfungsi. Berdasarkan hasil analisis uji coba kelompok besar diketahui tingkat kesukaran soal pilihan ganda tunggal untuk soal mudah berjumlah 12 soal (30%), soal sedang berjumlah 15 soal (40%), dan soal sukar 13 soal (30%). Hasil persentase daya pembeda terbesar yaitu kategori baik sekali sebesar 80%. Reliabilitas butir soal sebesar 0.917. Analisis pilihan jawaban pengecoh 100% berfungsi

    PEMBERIAN LIMBAH IKAN LEMURU (Sardinellalongiceps) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG PANJANG (VignasinensisL.)

    No full text
    ABSTRAK   Faraoidah, Della Azizatul. 2018. Pemberian Limbah Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir. Nugrahaningsih, M.P., (II) Drs. Sulisetijono,  M.Si.   Kata Kunci:Limbah Ikan lemuru, Muncar, pertumbuhan, produktivitas, kacang  panjang. Limbah yang terbuang secara langsung menyebabkan pencemaran bau dan masalah sanitasi. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah limbah yang ada di kawasan Muncar Banyuwangi diantaranya adalah pemanfaatan limbah ikan hasil pengolahan produk ikan kaleng. Kandungan fosfor pada limbah ikan lemuru dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah ikan lemuru terhadap peningkatan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kacang panjang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan (P0: 0 g, P1: 9,25 g, P2: 18,5 g, P3: 27,75 g, dan P4: 37 g serbuk limbah ikan lemuru/tanaman). Data yang diperoleh berupa tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah buah dan bobot buah kacang panjang yang dianalisis menggunakan Anava tunggal pada taraf signifikansi (α) = 0,05. Jika hasil uji signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah ikan lemuru berpengaruh nyata terhadap terhadap tinggi tanaman serta bobot buah dan tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang, jumlah daun, dan jumlah buah kacang panjang. Tanaman kacang panjang membutuhkan 3 g pupuk TSP (46%) setara dengan 1,5 g kandungan P205 pada limbah ikan lemuru. Pemberian limbah ikan lemuru yang sesuai untuk meningkatkan tinggi kacang panjang dalam penelitian ini sebesar 18.5 g setara dengan kadar P205 1 g/ tanaman dan untuk produksi buah kacang panjang sebesar 27.75 g setara dengan kadar P205 1,5 g/ tanaman

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy'ari Batu dengan Memanfaatkan Arboretum di Sumber Brantas Kota Batu Jawa Timur sebagai Sumber Belajar

    No full text
    ABSTRAK   Arasy, Dewi Nur. 2018. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy’ari Batu dengan Memanfaatkan Arboretum di Sumber Brantas Kota Batu Jawa Timur sebagai Sumber Belajar. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd., (II) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si.   Kata Kunci: Pengembangan, perangkat pembelajaran, materi tumbuhan, Arboretum Sumber Brantas Batu Arboretum Sumber Brantas merupakan kawasan konservasi di Kota Batu yang dikembangkan sebagai tempat wisata edukatif. Arboretum memiliki potensi keanekaragaman tumbuhan yang tinggi meliputi tumbuhan lumut, paku, dan berbiji. Arboretum dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi materi tumbuhan. SMA Islam Hasyim Asy’ari Batu sebagai salah satu sekolah terdekat dengan Arboretum belum mengembangkan pembelajaran biologi materi tumbuhan dengan memanfaatkan tempat wisata tersebut sebagai sumber belajar. Pembelajaran materi tumbuhan di SMA Islam Hasyim Asy’ari belum menggunakan media realia yang mampu mengakomodasi pencapaian kompetensi. Pembelajaran dengan memanfaatkan tumbuhan yang tersedia di Arboretum Sumber Brantas sebagai sumber belajar dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan melalui pengalaman langsung. Penelitian Martiana (2014), kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar tempat wisata membuat siswa antusias, mudah memahami materi, dan pembelajarannya lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi tumbuhan dengan memanfaatkan Arboretum Sumber Brantas sebagai sumber belajar yang valid dan praktis. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan 4-D oleh Thiagaradjan (1974) dengan dibatasi pada tahap develop. Data terdiri atas data kuantitatif berupa skor validasi serta kepraktisan dan data kualitatif berupa saran/kritik dari validator. Pada tahap develop, tingkat kevalidan produk diketahui melalui uji validasi yang dilakukan oleh validator ahli perangkat, ahli materi, dan praktisi lapangan, sedangkan kepraktisan produk diketahui melalui uji kepraktisan yang dilakukan oleh siswa kelas X IPA SMA Islam Hasyim Asy’ari, Batu. Hasil analisis data menunjukkan rerata persentase hasil uji kevalidan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, instrumen penilaian, LKS, handout, gambaran lokasi, dan panduan kunjungan secara keseluruhan sebesar 96,85% yang memenuhi kriteria valid namun dengan beberapa revisi sesuai saran/kritik oleh validator. Rerata persentase hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran berupa LKS, handout, gambaran lokasi, dan tes tulis (bagian dari instrumen penilaian) secara keseluruhan sebesar 88,12% yang memenuhi kriteria sangat praktis. Sesuai dengan hasil uji kevalidan dan uji kepraktisan diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran biologi materi tumbuhan kelas X SMA. Saran pengembangan lebih lanjut yaitu perlu dilakukan penerapan perangkat pembelajaran secara real untuk mengetahui tingkat kefektifannya

    0

    full texts

    1,764

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Biologi - Fakultas MIPA UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇